Bulan Juni 2017 NTB mengalami inflasi sebesar 0,58 persen
MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat, bulan Juni 2017 NTB mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, angka inflasi ini di atas angka inflasi nasional yang tercatat 0,69 persen.
“Terjadi Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,25 pada bulan Mei 2017 menjadi 127,99 pada bulan Juni 2017,” kata Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih di kantor di BPS di Mataram, Senin (3/7).
Dikatakannnya, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,47 persen,, dan kota Bima sebesar 0,98 persen. “Mataram mengalami inflasi lebih kecil dari kota Bima,” jelasnya.
Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks kelompok sandang, makanan jadi, minuman ,Rokok , transport, kesehatan, kelompok perumahan gas, air , listrik dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga.
Menurut Endang, komoditas terbesar penyumbang inflasi adalah, bawang merah, angkutan udara, nasi dengan lauk, tongkol dan tarif listrik.
“Sementara komoditas terbesar menyumbang inflasi antara lain, bawang putih, cabai rawit, daging ayam ras, tomat, nasi dengan lauk , tarif listrik , daging sapi, sayur dan telepon seluler,” paparnya
Laju Inflasi NTB tahun kalender Juni 2017 sebesar 2,19 persen, lebh tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Juni 2016 sebesar 1,42 persen. Begitu juga dengan laju inflasi “tahun ke tahun” Juni 2017 sebesar 3,38 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Juni 2016 sebesar 4,38 persen.
Dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Tual sebesar 4,48 persen di ikuti kota Kendari 3,58 persen.
Sedangkan inflasi terendah terjadi di kota Merauke sebesar 0,12 persen di ikuti kota Pekanbaru sebesar 0,15 persen.
“Deflasi terbesar terjadi di kota Singaraja sebesar 0,64 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Denpasar sebesar 0,01 persen,” tutupnya.
AYA
Implementasikan al-Faidzin Untuk Raih keberhasilan
Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB Diajak terapkan makna al-Faidzin, baik di tempat kerja maupun dalam keseharian
MATARAM.lombokjournal.com – Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), di hari pertama masuk kerja setelah libur panjang pasca hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. TGB memberikan pengarahan pada Upacara Paripurna NTB Gemilang yang dilanjutkan kegiatan Halal Bi Halal, hari Senin (3/7).
Al-Fa’idzin menurut gubernur, bermakna sebagai keberhasilan. Maka, meraih keberhasilan ada beberapa syarat dan prasyarat yang harus dipenuhi.
Pertama, harus fokus, yakni mengkonsentrasikan serta mencurahkan tenaga, pikiran dan ilmu untuk mengerjakan kebaikan.
“Seraya meningggalkan hal hal yang tidak baik,” kata TGB di hadapan seluruh ASN di lingkup provinsi yang dihadiri Wakil Gubernur, H. Muh. Amin, SH. M. Si, Sekretaris Daerah, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D beserta seluruh pejabat Struktural dan ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin (03/07/2017).
Syarat kedua, keberhasilan bisa dicapai dengan disiplin. “Tingkat kedisiplinan ASN Provinsi NTB berdasarkan data absensi kehadiran masuk dan pulang kerja, dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan,” kata TGB.
Namun diingatkan, kedisiplinan tersebut selayaknya tidak hanya diukur dengan angka dan data kehadiran di tempat kerja. Tapi juga pengaruhnya terhadap keberhasilan kerja.
Menurut TGB, kehadiran diri ASN harus berpengaruh baik bagi kelangsungan pekerjaan yang ditugaskan. “Sehingga, proses pencapaian target pembangunan berjalan baik dan lancer,” katanya.
Momen Apel Paripurna itu, juga dimanfaatkan gubernur untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN yang hadir. Sebab menurut TGB, bermaaf- maafan merupakan sesuatu yang perlu, karena selama berinteraksi dan memimpin daerah tentu terdapat hal-hal yang kurang sesuai. Bermaafan juga memiliki makna mendukung segala proses yang saat ini berlangsung. Sehingga keberhasilan dan kesuksesan dapat diraih.
TGB juga mengajak seluruh ASN, khususnya yang beragama Islam, menerapkan seluruh pengalaman baik yang diperoleh di bulan Ramadhan dalam kehidupan. Sebab, kebaikan selama Ramdhan akan memberikan dampak baik bagi pekerjaan dan kehidupan sosial.
“Saya mengajak semua menunjukkan hal-hal yang produktif, “ ajak TGB. ASN diajak mncurahkan sumber daya yang dimiliki, baik pemikiran, tenaga, ilmu, serta apa pun yang DImiliki untuk menuntaskan tugas bersama.
AYA.
MOU Mengawal Isu Pendidikan dan Kesehatan
Pendandatangan MoU untuk mengawal isu pendidikan sekaligus isu kesehatan dilakukkan antara IKIP Mataram dan Endri’s Foundation (EF) di kampus IKIP Mataram
MATARAM. Lombokjournal.com — Menurut Endri, yang mewakili pihak EF mengatakan, pendandatanganan MoU tersebut, selain menguatkan silaturahmi antara EF dan IKIP Mataram, juga merupakan bagian kepedulian merespon masalah pendidikan dan kesehatan.
“Diharapkan kami bisa saling mengisi,” kata Endri, usai penandatangan MoU kampus IKIP mataram, Senin (3/7).
MOU dintandatangani Wakil Rektor I Bidang Akademik IKKIP Mataram, DR. Janaludin, MPD mewakili IKIP Mataram dan Endri Susanto dari EF atau Yayasan Endri’s. Penandatanganan itu disaksikan Sekertaris EF, Adam Tarpiin bersama Humas IKIP MATARAM . Ismail Marzuki SH. MH. serta Kepala BAAK IKIP MATARAM.
“Kia berharap Yayasan Endris bisa menjadi tempat pendaftaran mahasiswa baru IKIP MATARAM,” ujjar Endri.
Gilang
Polisi Kembali Jadi Serangan Teror
Lagi-lagi Polisi Jadi Incaran Serangan Teroris. Setelah serangan Markas Polisi Daerah Sumatera Utara di Medan diserang dua teroris tepat hari raya idhul Fitri, Minggu (25/6) dini hari, aksi teror kembali terjadi di lingkungan Mabes Polri.
Irjen Pol Setyo Wasisto
lombokjournal.com —
Seorang pria yang tak dikenal menyerang dua anggota Brimob dengan pisau di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, Jumat (30/6), usai sholat Isya sekitar pukul 19.40 wib. Satu anggota Brimob luka di bagian leher sedang lainnya di bagian bawah telinga.
Anggota Brimob yang tengah bertugas melakukan tugas kemanusiaan pengamanan lebaran itu, sebelumnya tak menduga mendapat serangan laki-laki yang berteriak “togud dan kafir”. Dua anggota Brimob yang mendapat serangan itu saat ini sudah dirawat di RS Pertamina.
Usai melakukan serangan, pelaku mengancam jemaah yang lain menggunakan pisau. Pelaku sempat lari dari kawasan mesjid menuju ke arah terminal Blok M sekitar 200 meter dari tempat kejadian.
Namun kembali lagi sambil menantang anggota Brimob lainnya di pos jaga. Karena tak mengindahkan tembakan peringatan, akhirnya pelaku diluimpuhkan dengan tembakan.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto Kadiv menjelaskan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan identifikasi pelaku. Identifikasi itu bisa dilakukan dengan otopsi maupun memanggil keluarga korban.
Meski sudah ditemukan KTP pelaku atas nama Myd, namun belum bisa dipastikan tempat tinggal pelaku. “Kadang-kadang alamat tidak sesuai dengan KTP-nya,” kata Wasisto, Jum’at malam.
Saat ini anggota Brimob sedang melakukan aksi kemanusiaan pengamanan lebaran 2017. Waktu masuk Isya beberapa anggota Brimob berjamaah di mesjid, sementara anggota lainnya tetap siaga.
Dua anggota Brimob yang mendapat serangan masing-masing, Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar sudah dirawat di Rs Pusat Pertamina. Sedang pelaku diduga tewas di tempat.
Kemudahan layanan kesehatan selama mudik Idhul Fitri bagi peserta BPJS Kesehatan, dimanfaatkan puluhan ribu pemudik
lombokjournal.com —
Selama musim mudik lebaran Idhul Fitri 1438 Hijriyah, kemudahan layanan kesehatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2017, melayani 91.005 kasus kesehatan bagi pemudik.
Pemudik yang butuh layanan kesehatan, baik emergency atau non emergency bisa langsung ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Layanan kesehatan khusus lebaran itu memberi kenyamanan pemudik, selama dalam perjalanan hingga sampai tempat tujuan.
Jumlah layanan ini terdiri dari 87.122 kunjungan di Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) seperti klinik, puskesmas hingga dokter pribari serta 3.883 kasus rawat inap di rumah sakit.
Di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti Rumah Sakit dan Klinik Utama, terdapat 105.860 kunjungan/kasus, yaitu terdiri dari 60.635 kunjungan di Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan 45.225 kasus di Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL).
Kasus-kasus kesehatan pada masa mudik lebaran, sebagian besar permasalahan kesehatan radang tenggorokan, demam, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan gastro enteritis serta berbagai gangguan pencernaan seperti diare, maag, gangguan lambung, dan nyeri perut.
Selain itu, juga terdapat pelayanan atas kasus-kasus penyakit kronis rutin seperti stroke, jantung, hipertensi dan hemodialisa yang ditangani dengan baik.
Tidak seperti layanan biasanya, kemudahan yang diberikan bagi pemudik tidak perlu lagi faskes tingkat pertama karena pasti pemudik faskesnya ada di tempat awal berangkat.
“Pemudik bisa langsung ke rumah sakit mitra BPJS Kesehatan. Yang penting peserta bisa menunjukkan kartu kepesertaan BPJS,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali, Jum’at (30/6).
Bisa dikatakan layanan khusus kesehatan selama periode mudik itu berlangsung sukses. Sebab kemudahan itu dirasakan pemudik, karena bisa memanfaatkan apikasi BPJS Kesehatan unruk melakukan konsultasi, mengetahui alamat fasilitas kesehatan hingga alamat kantor BPJS Kesehatan se Indonesia.
Di luar masa mudik Lebaran, BPJS Kesehatan menjamin pelayanan kesehatan kasus kegawatdaruratan baik di fasilitas kesehatan yang bekerja sama maupun yang tidak bekerja sama. Ini merupakan wujud kepedulian BPJS Kesehatan terhadap kenyamanan dan kepuasan peserta.
“Layanan kesehatan itu tidak diperbolehkan memungut biaya,” kata Muhammad Ali.
Pihak BPJS kesehatan mengapresiasi pada seluruh fasilitas kesehatan termasuk tenaga medis dan paramedis baik di FKTP maupun di FKRTL, yang telah melayani peserta JKN-KIS khususnya pada masa mudik lebaran.
Rr
Saat Silaturahmi, TGB Puji Kinerja Pembangunan Lombok Tengah
Saat menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) di Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB menilai baik kinerja pembangunan Loteng
MATARAM.lombokjournal.com — Penilaian itu disampaikan TGB saat silaturahmi Pemkab Loteng yang dihadiri Bupati Loteng, HM Suhaili FT, SH, dan Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, di rumah dinas Gubernur NTB di Mataram, Jum’at, (30/6).
“Saya melihat Lombok Tengah sebagai kabupaten yang menunjukkan kinerja yang baik dalam membangun NTB,” ujar TGB.
Silaturahmi yang dihadiri Forkopinda dan Para Kepala SKPD lingkup Pemkab Loteng, disebut TGB untuk penguatan hubungan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB. Gubernur mengucapkan terimakasih atas kedatangan rombongan pemkab Loteng yang berkenan silaturahmi ke Provinsi NTB.
“Saya berharap kunjungan seperti ini bisa ditiru daerah lain. Apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Syawal, jadi suasana keakraban lebih terasa dan lebih efektif,” ujar TGB.
Pada saat itu, TGB mengajak segenap Jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk terus memupuk semangat tinggi dalam membangun daerah.
“Kalau kita punya semangat yang tinggi dalam membangun daerah pasti akan terlihat hasilnya,” ucap TGB dalam sambutannya.
Mengakhiri sambutannya, TGB berharap, agar semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam berpuasa bisa terus diterapkan dalam membangun NTB.
AYA
TGB Blusukan Ke Kampung-kampung, Silaturahmi Dengan Warga Pancor
Usai shalat maghrib di Masjid Attaqwa Pancor, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr.TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berjalan kaki menemui warga di perkampungan Pancor, Lombok Timur
Ibu-ibu di perkampungan Pancor berebut selfi bersama TGB
MATARAM.lombokjournal.com — Silaturahmi mendadak TGB menemui warga itu, Kamis (29/6), sontak membuat warga Pancor kaget. Kepala Biro Humas dan Protokol, Irnadi Kusuma melalui release yag dikirim ke media menjelaskan, warga tumpah ruah keluar rumah memadati gang-gang perkampunngan padat penduduk.
“Warga memanfaatkan momen itu untuk selfi bersama TGB, mengabadikan momen silaturahmi bersama tokoh idamannya dengan ponselya masing-masing,” jelas Irnadi.
TGB mengawali silaturahmi berjalan kaki dari masjid menemui warga dari Kampung jorong, dan Kampung Barmi ke arah Timur. Safari jalan kaki keliling kampung di Pancor itu semata-mata untuk silaturahmi dan berhalal bil halal dengan warga.
“Khususnnya yang belum sempat menemuuinya saat open house di rumah dinas di Mataram maupun di kediaman pribadinya di Gelang, Pancor,” kata irnadi.
Aksi jalan kaki keliling kampung dilakukan TGB, setelah sehari sebelumnya dengan didampingi istrinya, Hj. Erica bersafari keliling mengunjungi rumah para tokoh dan sesepuh NTB di Kota Mataram. Kunjungan ke rumah sesepuh itu sebagi wujud rasa hormat TGB kepada sesepuh masyarakat NTB.
Usai berkeliling dari kampung ke kampung, Gubernur kembali ke Masjid Attaqwa Pancor untuk menunaikan sholat Isya.
Pancor selain merupakan kampung kelahiran TGB. Di kota kelahirannya ini TGB mengenyam pendidikan pesantren di Madrasah Tsnawiyah hingga Madrasah Aliyah. Kemudian melanjutkan ke Ma’had Darul Qur’an wal hadits sebelum bertolak menempuh studi di Universitas Al Azhar Cairo Mesir.
AYA
Merayakan Lebaran Topat, Jangan Lupa Pesan Orang Tua
Hanya mereka yang berpuasa, merasakan makna hari raya (lebaran) yakni mencapai kehidupan yang fitri. Sebulan puasa di bulan Ramadhan, akan merasakan makna Idhul Fitri. Setelah itu, sepekan berpuasa di bulan Syawal maka pada tanggal 8 Syawal kalender Hjriyah, akan menemukan kebahagiaan dalam perayaan Lebaran Topat, Minggu (2/7) mendatang.
Rame-rame bersantap ketupat di pantai (foto: IST)
MATARAM.lombokjournal.com –
Lebaran Topat mendapat tempat istimewa bagi masyarakat Sasak (Lombok). Mengapa demikian? Masyarakat Sasak menyatakan rasa syukur kepada Allah SWT (Orang tua Sasak menyebutnya Neneq Kaji Saq Kuasa). Kemeriahan lebaran Topat hanya terjadi di Lombok.
Tentang simbol topat atau ketupat, menurut salah seorang tetua budaya Sasak, Lalu Anggawa Nuraksi, konon para wali dulu saat berdakwah mensyiarkan agama di pelosok Lombok selalu berbekal ketupat.
Namun ada yang mengatakan, ketupat berbentuk segi empat sebagai menu makan utamanya merupakan khasanah kearifan lokal untuk mengingatkan asal muasal manusia. Ketupat segi empat menunjukkan bahwa manusia terdiri dari air, tanah, api dan angin.
Di beberapa tempat di Lombok, orang tua atau sesepuh budaya atau adat menyebut Lebaran Idhul Fitri dan Lebaran Topat itu berpasangan. Idhul Fitri dikatakan sebagai Lebaran Mame (laki-laki/pria), sedang Lebaran Topat disebut sebagai Lebaran Nine (wanita/perempuan). Mungkin, yang terakir disebut lebaran Nine karena pada puasa bulan Syawal ini para wanita berkesempatan membayar beberapa puasanya yang batal selama puasa wajib di bulan Ramadhan. Entahlah.
Mestinya, perayaan Lebaran Topat dilakukan mereka yang berpuasa Syawal, selama sepekan pascaIdhul Fitri. Tapi tidak, semua bisa merayakannya, berkumpul bersama menyantap topat atau ketupat dengan menu khas Sasak seperti opor, urap-urap, dan panganan tradisional.
Dan secara tradisional, inti Lebaran Topat ungkapan rasa syukur yang dinyatakan dengan rasa hormatnya pada para wali penyebar Islam. Karena itu, ritual penting dalam lebaran ini adalah berziarah ke makam-makan keramat, atau kubur orang-orang suci yang berjasa mensyiarkan Islam sehingga masyarakat Lombok dikaruniahi keimanan dalam Islam.
Dan disitulah tampak nilai budaya atau kultural Lebaran Topat, sebagai ekspresi keislaman masyarakat Sasak. Di Kota Mataram, makam-makam yang biasa diziarahi masyarakat, yaitu Makam Bintaro di Ampenan, Makam Loang Baloq di Tanjung Karang, atau Makam Batu Layar (Lombok Barat).
Tiap Lebaran Ketupat, Makam Loang Baloq yang berseberangan jalan dengan Pantai Tanjung Karang, Mapak, sejak pagi penuh sesak oleh para peziarah dari berbagai tempat. Para peziarah itu berdoa, berebutan mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat. Demikian pula yang terjadi di Makam Bintaro dan di Batu Layar.
Di tempat lain, seperti di Lombok Tengah, masyarakat merayakannya dengan berziarah ke makam-makam keramat, yakni peristirahatan terakhir para wali yang berjasa berdakwah dan mensyiarkan Islam.
Ritual Pariwisata
Aspek sosial perayaan Lebaran Topat adalah rekreasi bersama keluarga dan handai taulan ke tempat atau obyek wisata. Tempat favorit adalah pantai. Tak heran kalau saat Lebaran Topat, pantai tertentu menjadi ramai pengunjung. Mereka bergerombol membawa bekal ketupat dan penganan tradisional lainnya untuk bersantap bersama-sama.
Pantai Senggigi di Lombok Barat termasuk paling favorit didatangi muda mudi, baik yang datang serndiri maupun bersama pasangannya. Polisi akan sibuk mengatur lalu lintas kendaraan yang datang maupun meninggalkan Senggigi..
Selain itu, seiring gencarnya promosi Lombok sebagai destinasi wisata, maka Lebaran Topat pun dijadikan salah satu event wisata untuk menarik kunjungan wisatawan. “Nuansa pariwisatanya lebih menonjol dari nuansa budaya maupun agamanya,” kata Anggawa.
Lebaran Topat sudah menjadi produk wisata. Pelaksanaan Lebaran Topat terkesan kehilangan roh budaya maupun religinya.
Tapi bagaimana pun, waktu terus berjalan dan berubah. Semula perayaan Lebaran Topat diisi dengan mengunjungi makam-makam para tokoh agama dan penyebar agama Islam di Lombok. Orang tua di Lombok dulu mengunjungi makam-makam para wali, tokoh penyebar agama Islam seperti makam Bintaro, makam Nyatuq, makam Selaparang dan lainnya.
Bolehlah muda mudi bergembira. Bolehlah pemerintah atau pelaku pariwisata mennjadikan Lebaran Topat sebagai produk wisata. Tapi ingat pesan orang tua, Lebaran Topat sesungguhnya momentum menumbuh suburkan syiar agama. Agama itu menyempurnakan tradisi. Bagi masyarakat sasak, tradisi mencerminkan nilai-nilai kebajikan agama.
Kata orang tua, Lebaran Topat dijadikan saat introspeksi mengenal kembali jati dirinya, seperti halnya seseorang yang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.
“Dendek ipuh panthok gong (tak usah segan memukul/membunyikan gong),” kata pepatah Sasak yang mengingatkan manusia agar mengoreksi diri.
Rr
Fakta Lebaran Menyenangkan Di Lombok
Perayaan Hari Raya Idhul Fitri 1438 Hijriyah berlangsung menyenangkan, setidaknya tanpa gangguan keamanan yang mengganggu kekhusyu’an dan kebahagiaan usai menjalani puasa sebulan penuh
Lebaran Topat sebentar lagi
MATARAM.lombokjournal.com –
Di tengah-tengah kekhusyu’an umat Islam menjalani ibadah puasa, masyarakat NTB dikejutkan penangkapan tiga terduga teroris oleh Densus 88 di Desa Dore, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Jumat (16 /6). Tiga terduga teroris terindikasi sebagai sel jaringan Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di NTB itu, menurut keterangan polisi, akan melakukan teror Ramadhan dengan menyasar Markas Polsek Woha Bima.
Rencana teror itu, syukurlah, seperti mimpi buruk yang tak terwujud jadi kenyataan. Kita tak bisa menduga apa yang terjadi bila teror itu terjadi, dan ketakutan masyarakat mengoyak kebahagiaan perayaan menyambut lebaran tahun ini. Berikut fakta menyenangkan yang tercatat selama perayaan Idhul Fitri 1438 Hijriyah, yang dalam penanggalan umum jatuh pada hari Minggu, 25 Juni 2017:
Masyarakat NTB menikmati kebahagiaan dalam perayaan Lebaran tahun 2017. Selama lebaran dan pascalebaran, pelaksanaan ibadah maupun arus mudik berlangsung aman tanpa terusik gangguan keamanan. Baru tahun ini sholat Idhul Fitri di Mataram dipusatkan di Islamic Center NTB, tidak terpencar di berbagai tempat seperti di halaman Kantor Gubernur NTB, di Tugu Bumi Gora atau di Lombok Epicentrum Mall. Selain itu, arus mudik berlangsung lancar karena Dishub NTB menyiapkan kekurangan armada untuk memenuhi lonjakan penumpang.
Takbiran sebagai salah satu bentuk syiar Islam yang berlangsung di Mataram tercatat rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai takbir keliling dengan peserta terbanyak di indonesia. Jumlah peserta itu berdasarkan taksiran perwakilan MURI mencapai sekitar 29 ribu orang, dari 65 kafilah berasal dari seluruh lingkungan di 6 Kecamatan Kota Mataram. Sebelum dimulai takbiran, Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh bersama-sama memukul gendang beleq dan mengumandangkan lantunan takbir bersama-sama.
Tradisi open house berlangsung di kediaman atau pendopo gubernur, walikota, dan bupati serta pejabat teras pemda di seluruh NTB, umumnya dilaksanakan pada hari kedua Lebaran atau tanggal 2 Syawal. Acara ini menjadi wadah silaturahmi para pimpinan di daerah dengan masyarakat. Tapi bukan hanya pejabat, beberapa tokoh masyarakat, politisi, pengusaha atau keluarga tertentu menggelar open house untuk mendekatkan diri dengan tetangga dan handai taulan. Tradisi khas Lebaran masyarakat kita ini membuat suasana Lebaran jadi menyenangkan.
Mungkin ini bisa jadi indikasi peningkatan daya beli masyarakat. Seminggu menjelang Lebaran di Lombok, konsumsi elpiji khususnya yang non subsidi naik 8 ribu tabung per hari. Selain itu juga terjadi peningkatan mencolok pada penjualan Handphone berikut pulsa untuk semua operator. Jangan heran, meski pusat perbelanjaan modern jumlahnya bertambah tapi tetap tak kekurangan pengunjung. Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan modern seperti Lombok Epicentrum, Mataram Mall, Lombok City Center maupun Transmart yang baru buka, ramai diserbu masyarakat yang berbelanja macam-macam kebutuhan.
Perayaan lebaran pada 1 Syawal di Lombok masih berlanjut. Sepekan setelahnya, masyarakat Lombok juga bersuka cita merayakan usai puasa sunah bulan Syawal. Masyarakat Lombok tak kalah meriahnya merayakan Lebaran Topat (Lebaran Ketupat). Usai mengamankan Idhul Fitri, aparat kepolisian kini masih masih harus sibuk mengamankan Lebaran Topat. Khususnnya aparat kepolisian Lombok Barat bukan hanya sibuk mengatur lalu linntas, tapi juga akan patroli darat dan laut untuk mengamankan tempat-tempat rekreasi, mulai dari Senggigi hingga Sekotong. Kesiapan aparat kepolisian ini membuat masyarakat tenang dan nyaman merayakan Lebaran Topat.
Rr
Ini Cara TGB Menghormati Para Tokoh Dan Sesepuh
Mendengarkan cerita nostalgia para tokoh dan sesepuh merupakan salah satu cara menghormati sekaligus membahagiakan mereka. Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) pun mendoakan para tokoh dan sesepuh agar tetap bisa memberi sumbangsihnya bagi kemajuan NTB
TGb di kediaman H Lalu Mujitahid
MATARAM.lombokjournal.com – Safari silaturahmi dilakukan TGB bersama istri Hj. Erica Zainul Majdi di hari ketiga Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah. TGB mengunjungi kediaman mantan Gubernur/Wakil Gubernur dan para sesepuh yang berjasa dalam pembangunan NTB, Rabu (28/06)
Tradisi bersilaturahmi ke kediaman tokoh dan sesepuh tersebut selalu dilakukan TGB sejak memimpin NTB. Pada Hari Lebaran dimanfaatkan saling memaafkan dan mendoakan mereka selalu diberi kesehatan dan umur panjang.
Di kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir
Silaturahmi TGB bukan hanya pada momentum Lebaran. TGB juga mengunjungi kediaman para tokoh dan sesepuh pada momentum hari bersejarah nasional. Kunjungan pada seniornya dilakukan TGB, misalnya pada HUT Proklamasi dan HUT NTB. Dalam kunjungan itu TGB biasanya mohon doa restu dan dukungan pemikiran bagi kemajuan NTB.
Kunjungan saat Lebaran kali ini diawali bertandang ke rumah kediaman mantan Wakil Gubernur NTB H. L. Azhar di Jl. Pejanggik Mataram. Kehadiran TGB bersama istri, Hj. Erica disambut hangat dan akrab oleh tuan rumah, H. Lalu Azhar dan keluarga.
TGB menjadi pendengar yang baik saat Lalu Azhar yang akrab dipanggil Miq Azhar, banyak bercerita pengalaman masa lalu. Sosok sesepuh masyarakat Sasak yang selalu senyum dalam tiap tuturnya itu sempat menceritakan beberapa moment penting yang terdokumentasi dalam foto-foto yang terpajang di rumahnya.
Sambil menjelaskan foto-foto dokumentasi saat masih menjabat, Miq Azhar mengajak TGB melihat-lihat bangunan kediamannya yang masih asli yang berarsitektur Belanda.
TGB mengagumi sosok Miq Azhar, selain merupakan tokoh panutan yang sangat konsisten, juga murah senyum dan penuh keteduhan tiap tutur katanya.
Dari kediaman Miq Azhar yang juga Tokoh Adat Sasak itu, knjungan TGB bersama istri dilanjutkan menuju kediaman mantan Gubernur NTB, HL Serinata. Kedatangan TGB disambut ramah Serinata yang didampingi istri, Hj Baiq Adnin Serinata.
Disini pun TGB menjadi pendengar cerita-cerita Lalu Serinata saat masih menjabat sebagai Gubernur NTB. Perbincangan pun berjalan hangat dan penuh keakraban. Perbincangan yang sama juga terjadi saat TGB di rumah mantan Bupati Lombok Barat periode 1988- 1998, Drs. H. L. Mujitahid.
Silaturahmi TGB dan Hj Erica berakhir ke kediaman Brigjend. TNI (purn) H. Abdul Kadir, S.Ip yang pernah menjabat sebagai Dandim Lombok Timur, yang juga mantan Bupati Lombok Timur dan Ketua DPRD Provinsi NTB.
TGB mendoakan para pemimpin, tokoh dan sesepuh NTB dilimpahkan kekuatan, kesehatan dan perlindungan. Dan diharapkannya, mereka tetap memberikan sumbangsih pemikiran dan doa restu bagi kemajuan daerah dan masyarakat NTB.