Bupati Lombok Tengah (Loteng) Tingkatkan Mutu Madrasah Untuk Filter Pariwisata

Pemkab Loteng Akan Tingkatkan Mutu Madrsah

Cara yang dianggap paling strategis untuk filter dan membentengi pengaruh pariwisata yakni meningkatkan mutu madrasah

LOTENG.lombokjournal.com — Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili FT bertekad makin berupaya meningkatkan mutu madrasah se Lombok Tengah, karena dianggap paling strategis membentengi pengaruh pariwisata.

Penegasan itu disampaikan Asisten II, saat menyampaikan sambutan  Bupati Lombok Tengah dalam acara halal bil halal yang diselenggarakan  Yayasan Marraqitta’limat Bakan di Halaman Madrasa Ibtidak Iyah, Senin, (10/7).

Menurut Asisten II, salah satu bentuk peningkatan mutu itu, yakni pihak Pemkab Loteng akan selalu mendukung pengembangan madrasah. “Kalau ada proposal dari madrasah, Pemkab Loteng  akan memberikan bantuan kepada Madrasah,” ujarnya.

Halal bil halal yang diselenggarakan Yayasan Marraqitta’limat Bakan di Halaman Madrasa Ibtidak Iyah, Senin, (10/7).

Pada kesempatan sama, Kemenag Loteng, Drs. H. Nazri Anggara,  sempat menguraikan tentang  ‘Lima S’ dalam pariwisata Lombok.  “Kelima S menjadi titk fokus dan PR semua Madrasah,” katanya

Menurutnya, pariwisata itu mengandung ‘Lima Unsus’ yaitu ‘Sin ‘ artinya pasir yang bersih jadi daya tarik yang luar biasa. Kemudian ‘Sea’, lautnya yang terbentang luas dengan deburan ombak yang membuka lebar peluang bagi para turis manca negara menikmatinya dengan olahraga surfing.

Selanjutnya ‘ Sun’ yakni matahari yang memberikan sinar hangat yang tidak didapat di tempat lain, selanjutnya ‘Souvenir’ yaitu  aneka kerajinan yang bisa dibeli sebagai ole-ole.

Danan yang perlu mendapat filter atau dibentengi yaitu ‘S’ yang terakhir  yakni ‘Sex’.  Soal yang terakhir ini langsung berurusan dengan keimanan seseorang.

“Mau tidak mau,  tanpa benteng yang kuat akan terjadi penyimpangan norma agama dalam perilaku sex, jika tidak mulai sedini mungkin kita bekali anak cucu kta dengan pengetahuan agama. Mereka akan terseret arus,” jelas Nazri saat memberikan kata sambutan singkat.

Acara halal bil halal ini dihadiri Kemenag Lombok Tengah, Drs. H. Nazri Anggare, Camat Janapria H. Mahlan, S. Sos, beberapa tokoh masyarakat, dan ratusan wali murid.

Camat Janapria sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Bakan atas terselenggaranya kegiatan ini.

GILANG




Sambut Tahun Ajaran Baru Pedagang Perlengkapan Sekolah di Pasar Cakra Sudah Marak

Pedagang perlengkapan sekolah mulai marak, salah satunya di jalan AA Gde Ngurah Pasar Cakranegara

MATARAM.lombokjournal.com — Pantauan Lombok Journal, tampak sejumlah penjual perlengkapan sekolah menghiasi sepanjang area jalan Gde Ngurah.

“Biasanya orang tua pada ramai beli pas menjelang masuk sekolah seperti saat ini” ungkap Baiq BIstiawati  selaku pedagang musiman di pinggir pasar Cakranegara , Senin (10/7). ” Ia mengaku baru sehari buka dagangannya, setelah lebaran ke dua (lebaran ketupa).

Namun ia agak kecewa, karena pendapatannya tidak seperti tahun- tahun sebelumnya. Searang pembeli atay orang tua cenderung lebih memilih belanja perlengkapan di retail- retail moderen.

“Sekarang agak sepi , gak kayak dulu . Sekarang orang- orang lebih banyak yang belanja ke mall,” katanya.

Seorang pembeli bernama Nurhasanah  di pasar ini pun mengaku baru mulai membeli peralatan sekolah pada hari ini (senin, 10/7) karena minggu depan anak-anaknya sudah mulai masuk ajaran baru.

“Ya hari ini baru beli baju dan perlengkapan sekolah, karena Senin besok anak-anak sudah masuk sekolah,” tuturnya. Ada anaknya  baru masuk SD. Jadi semuanya beli baru, mulai dari seragam, tas,  kaos kaki, sampai buku tulis.

Para penjual peralatan sekolah ini sebagian besar adalah pedagang musiman yang memanfaatkan awal tahun ajaran baru dengan menjual berbagai perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, seragam dan peralatan lainnya.

Transaksi jual beli pun terlihat Rame padat di lokasi ini. Penjualan peralatan sekolah ini rencananya akan berlangsung selama lebih dari satu minggu ke depan atau satu hari sebelum masuk sekolah.

AYA




TGB Ingatkan, Bendera Merah Putih Simbol Perjuangan Para Ulama

Pengurus Pondok Pesantren di Bima diingatkan Tuan Guru Bajang (TGB), mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol istiklal merdekanya kita, yakni kembali ke fitrah,  kembali kepada kebaikan dan kembali kepada kebenaran.

BIMA.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mengajak pengurus dan para santri Pondok Pesantren Al Madinah Desa Bolo, Kecamatan Bolo, Kabupatem Bima mengibarkan bendera merah dan menghormati bendera yang merupakan simbul  dari perjuangan para ulama kita.

“Ini simbol dari perjuangan para ulama pendahulu kita. Tidak ada sama sekali maksud untuk disembah, tauhid kita tetap kuat,” tegas TGB saat roadshow dan Kunjungan kerjanya di Kabupaten Bima, Minggu (9/7).

Pada masa perjuangan, para ulama berjuang bersama sama membentuk laskar laskar mengusir penjajah.  Kepada Pendiri Ponpes Al Madinah, Ustadz Jabir dan para pendidiknya, usai melakukan peninjauan ruang kelas dan lingkungan asrama santri di Ponpes tersebut, menyebut merah putih sebagai simbol istiklal merdekanya kita, yakni kembali ke fitrah,  kembali kepada kebaikan dan kembali kepada kebenaran.

Saat itu, TGB melihat tiang bendera yang terpasang di halaman Ponpes tanpa tali dan bendera. Itu menunjukkan, Ponpes tersebut selama ini belum mengibarkan bendera merah putih layaknya lembaga pendidikan. TGB langsung minta Ustadz Jabir mengibarkan  bendera merah putih.

“Menghormati bendera merah putih bukan berarti kita mengkultuskan bendera, apalagi menyembahnya,” katanya.

Rasulullah SAW juga mengajak menghormati simbol simbol yang baik dan mengingat hal hal yang baik. Demikian pula ketika melihat bendera ini, insya Allah tidak ada lain hanya ingat perjuangan dan pengorbanan ulama.

TGB juga menguraikan, dulu Bung Tomo dalam perjuangan memimpin perang di Surabaya melawan kaum penjajah, satu satunya  kalimat yang beliau teriakkan adalah Alahuakbar.

Jadi mengibarkan bendera dimaksudkan menghormati jasa para pejuang untuk kebaikan. Sebagaimana  Agama juga mengajarkan umat manusia senantiasa menghormati kebaikan.

“Dan kebaikan itu berasal dari perjuangan para ulama terdahulu,” pungkasnya.

AYA

 

 

 

 

 




Pengen Berfoto Serba Terbalik, Datanglah di ‘Rumah Terbalik’ Di Kute, Lombok Tengah

Obyek wisata ‘Rumah Terbalik’ merupakan salah satu obyek wisata yang saat ini makin diminati di Indonesia. Sekarang di Kute, Lombok Tengah sudah ada obyek wisata rumah terbalik itu.

Lombok Tengah.lombokjournal.com —  Berfoto atau selfi dengan latar belakang eksterior dan interior yang dilengkapi dengan furnitur terbalik, tentu menarik. Karena itu, datanglah ke Kute, Lombok Tengah

Pengelola obyek wisata itu ingin membuat suasana baru di Kute, sebab selama ini banyak pengunjung atau wisatawan datang ke Kute hanya ingin melihat keindahan pantainya.

“Kita mau buat hal yang kekinian/hits untuk anak muda. Kita buat susana yang baru selain surfing,” ungkap Eti Hindmarch, pemilik wisata foto rumah terbalik, Pipe Dream Villas Kute, Minggu(9/7).

Pantai Kute di Lombok Tengah memang sangat indah. Namun hadirnya obyek wisata ini bisa memberi nuansa yang lain selain hanya pantai

“Disini memang pantainya bagus, tapi mestinya harus dilengkapi dengan obyek wisata yang membuat pengunjung ingin berfoto,”cetusnya

Etik Purwanti memilih konsep rumah terbalik, karena menginginkan dan memilih  sesuatu yang   yang benar- benar berbeda dengan apa yang sudah ada. Apalagi obyek wisata ini  baru satu-satunya yang ada di Lombok .

“Ini kan baru satu-satunya rumah terbalik yang ada di Lombok ” tegasnya

Obyek wisata ini mullai dikunjungi sejak 30 Juni, yang didatangi banyak pengunjung usai lebaran. Untuk berfoto ria di obyek ruma terbalik  yang saat masih promosi biaya masuknya  Rp60 ribu untuk dewasa, dan Rp30 ribu untuk anak-anak.

“Setelah lewat promosi, biaya masuknya nanti Rp80 ribu untuk dewasa dan Rp40 ribu untuk anak- anak.  Sekarang masih promosi ,” terang Etik Purwanti.

Obyek wisata rumah terbalik, aAda 9 studio/ tema yaitu kamar tidur, office, salon , ruang tamu, penjara, pom bensin, dokter gigi, dapur, dan Toilet.  Hingga saat ini kunjungan per hari untuk mencapai sekitar 80 orang, padahal belum benar-benar dipasarkan.

“Belum apa-apa pun, hanya kita baru buat saja sudah segitu banyak minat pengunjung. Karena banģunan juga belum selesai,” kata Etik yang mengaku mendatangkan furnitur dari jogja.

Diungkapkannya, sebelumnya selama 6 tahun obyek wisata itu merupakan hotel. Namun sekarang dibuat lain. Saat ini pengunjung masih pengunjung lokal, dan memang difokuska ke tamu lokal. Banyak tamu dari Mataram datang ke Kute ini untuk berfoto ria di rumah terbalik

Kunjungan ke satu studio itu dibatasi paling lama 3 menit. Kalau pengunjung mencapai 500 sehari, sudah kewalahan. “Nanti juga akan dibangun kolam renang anti basah,” kata Etik.  jug.

Desain rumah terbalik itu tidak lebih tiga bulan. konsepnya dibuat berbeda- beda tiap studio. Bahan furniturnya harus yang ringan, spesial.

“Kita harus bongkar plaponnya,” jelas Etik.

AYA




PKK Sumbawa Dinilai Peka Merespon Masalah Masyarakatnya

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi memuji kepekaan para kader PKK Sumbawa dalam menyikapi beragam permasalahan masyarakatnya.

SUMBAWA.lombokjournal.com – Pujian gubernur itu diungkapkan sebagai respon positif berbagai masukan dari para kader PKK Kabupaten Sumbawa, saat mengadakan Silaturahmi dengan  Ketua  TP PKK dan  para kader PKK Kabupaten Sumbawa di Pendopo  Bupati Sumbawa,  Sabtu (8/7). Gubernur ke Kabupaten Sumbawa dalam rangkaian Road show dan kunjungan kerja.

Gubernur Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang datang bersama Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi,  mendengar usul dan solusi yang ditawarkannya untuk mengatasi berbagai permasalahan anak dan perempuan NTB.

“Diskusi ini menunjukkan,  kader PKK memiliki kepekaan yang hebat untuk mengahadapi masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat,” ungkap gubernur.

Sebelumnya Ketua TP. PKK Provinsi NTB melaporkan, kader PKK Kabupaten sumbawa merupakan salah satu yang terbaik di NTB.  Terbukti dari157 desa di Kabupaten Sumbawa, jarang terjadi pernikahan dini dan gizi buruk.

Keberhasilan tersebut menurutnya merupakan bentuk  dukungan terhadap pemerintah sekaligus keberhasilan sepuluh program pokok PKK.

“Teruskan apa yang telah dilaksanakan, jangan sampai kendor beribadah dan berdakwah melalui PKK,” ajak Hj. Erica

Saat dibuka kesempatan kepada ratusan ibu-ibu Kader PKK menyampaikan aspirasinya, Sri Komaryatun perwakilan kader dari Desa Kreke mengusulkan untuk dibangunkan gedung sederhana untuk posyadu, dan wadah pertemuan para kader.

“Kita juga ingin diberikan sosialisasi kampung KB untuk menambah pengetahuan kami,” tambah Sri.

Ada juga yang menginginkan pelatihan-pelatihan.  Terutama pelatihan cara penangan anak dan remaja putus sekolah yang di desa masing-masing.

Mengenai gedung Posyandu dan perlengkapannya, menurutTGB ,sebenarnya tidak membutuhkan  dana yang terlalu besar. Namun untuk merealisasikannya, apakah regulasi dana desa yang besar hingga sekitar satu milyar dapat digunakan membangun gedung posyandu.

Sebagai solusi awal, gubernur mewacanakan penggunaan fasilitas masjid untuk pelayanan posyandu. “Mari kita mengoptimalkan peran dan fungsi masjid. Saya yakin dengan kesepakatan bersama masyarakat dengan kepala Desa, semua bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Mengenai pelatiahan dan sosialisasi, SKPD terkait yang juga hadir seperti Kepala BP3AKB dan Kepala Dinas kesehatan, diperintahkan menindaklanjuti memprogramkan pelatihan dimaksud.

Terkait putus sekolah, gubernur menyarankan penyiapan mekanisme agar para kader dapat menyampaikan laporan pengaduan secara cepat dan terintegrasi secara berjenjang.

AYA

 

It cardiform can be used as a topping, filling, or flavoring agent in different treats.




Program “Tancap Gas” PKK, Dukung Ketahanan Pangan

Memanfaatan lahan pekarangan dengan “tanam cabe integrasi unggas” disingkat “Tancap Gas” yang dikembangkan warga Desa Srading Kecamatan Moyo ilir Kabupaten Sumbawa, bisa mendukung ketahanan pangan.

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi  atau TGB selaku pembina PKK mengapresiasi langkah kreatif para kader PKK dan ibu-ibu yang mampu mengembangkan program inovatif dalam penguatan keluarga,  yakni program “Tancap gas”, sangat produktif dalam menunjang ketahanan pangan Keluarga.

Itu diugkapkan TGB usai melaksanakan silaturahmi dan dialog dengan para Kader PKK Kabupaten Sumbawa di Pendopo Bupati Sumbawa, Sabtu  (8/7) siang. TGB bersama Hj. Erica Zainul Majdi  kemudian meninjau secara langsung pemanfaatan lahan pekarangan.

Hj. Erica selaku  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB dalam Kunjungannya di Desa Srading juga memuji inovasi yang dilakukan PKK setempat.

Sebelumnya, dalam berbagai pertemuan dengan kader PKK serta forum-forum Organisasi Perempuan lainnya, selalu mengingatkan tiga hal penting sebagai pilar menguatkan keluarga. Pertama, memanfaatkan pekarangan yang kosong dengan menanam tanaman pangan.

Kedua, membudayakan hidup bersih dan sehat dengan membiasakan anak-anak dan keluarga kita mencuci tangan pakai sabun. Dan ketiga,  mengawasi dan mendampingi anak anak kita agar tidak menyaksikan adegan dewasa yang dapat merusak mental dan karakter generasi bangsa.

Selain cabe, juga menanam sayuran sayuran dan dengan memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk kandang, membuat tanaman pekarangan tersebut tumbuh subur dan tampak asri.

Gubernur TGB didampingi istri disambut antusias ratusan warga, sangat menikmati panorama pekarangan Masyarakat  Desa Srading yang indah. Di sela- sela kunjungan mendadak tersebut, tidak disia-siakan warga  untuk  menjalin dialog dengan Gubernur yang juga ulama tersebut.

Kepada Gubernur dan Ketua Tim PKK Provinsi NTB, warga berharap supaya ada pembinaan secara lebih intens terhadap kelompok masyarakat, terutama untuk pengembangan pemanfaatan lahan pekarangan secara lebih produktif.

Atas permintaan itu, TGB langsung memenuhinya, seraya meminta Dinas Ketahanan Pangan NTB untuk lebih intens menjalankan program yang menyentuh warga.

AYA




Prestasi Sumbawa Barat, Bukti Komitmen Masyarakatnya

Banyak prestasi yang diukir Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), membuktikan komitmen masyarakatnya  untuk maju

SUMBAWA BARAT.lombokjournasl.com – Gubernur  NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendorong pemerintah KSB untuk terus berkontribusi dan berprestasi mewujudkan kemajuan pembangunan di berbagai bidang dan sektor.

“Komitmen kita di dunia dalam lingkup apa pun, akan tertunaikan dengan baik kalau ada ta’auwun (gotong royong) kebersamaan saling membantu,” kata Gubernur saat silaturahmi dengan Bupati KSB, Dr.H.Musyafirin dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah KSB, di Pendopo Bupati KSB di Taliwang, Jum’at (7/7) malam.

Geliat pembangunan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dari  tahun ke tahun  makin terlihat. Meskipun memiliki jumlah penduduk terkecil dibanding Kabupaten/Kota lain di NTB, tapi KSB memberikan  sumbangsih besar bagi pembangunan  NTB, bahkan nasional.

Di level nasional, KSB telah memberikan sumbangsih pemasukan pajak triliunan rupiah bagi negara pada sektor pertambangan.

“Selama saya di sini, saya menangkap pola interaksi saling mencintai satu sama lain masyarakat, Semua dipersaudarakan,” ungkap Gubernur  yang akrab disapa TGB.

Dengan modal interaksi  yang harmonis itu, TGB semakin optimis, KSB akan semakin maju di masa datang. Mengingat pondasi utama yang dibutuhkan untuk membangun daerah telah dimilki warga KSB, yakni saling mencintai satu sama lain.

“Bupati wajib memformulasi kebijakan agar kepentingan masyarakat terpenuhi, agar tercapai cita-cita bersama,” ujar TGB.

AYA




Rahasia Kekuatan Keberagaman Diungkap TGB

Di balik perbedaan dan keberagaman , terdapat rahasia kekuatan kita  sebagai umat dan bangsa.

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com —  Itu dikatakan Gubernur NTB Dr. TGH M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiah Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

“Cara terbaik menjaga  dan merawat kekuatan itu, dengan jalan menumbuhkan semangat persaudaraan sesama muslim dan membangun silaturrahmi,” kata TGB yang dalam kunjungan itu didampingi  Bupati KSB, Dr.H Musyafirin bersama Jajarannya, di KSB, Jum’at sore (07/07)

Kedatangan TGB disambut pimpinan dan ratusan santri, dan  segenap jajaran Pondok Pesantren dan masyarakat KSB diajak menjaga persatuan dan  merawat keberagaman.

Keberagaman dan perbedaan  yang dimiliki Bangsa Indonesia, menurutnya,  merupakan modal berharga membangun kekuatan. Segala kekurangan anak bangsa ini pun tidak boleh dijadikan bahan perselisihan.

“Justru yang diperlukan adalah saling melengkapi satu sama lain,” ujar TGB.

Gubernur yang juga ahli tafsir Al-quran ini mengajak jama’ah yang hadir saling menghargai perbedaan. Semua anak bangsa, hakekatnya  bersaudara.

“Tidak boleh lah satu atau dua  perbedaan merusak hubungan kasih sayang di antara sesama,” tuturnya.

Ponpes Akselerasi

TGB mengaku terkesan konsep pendidikan yang di Pondok Pesantren tersebut,  karena mengembangkan kurikulum berbasis sistem akselerasi. Terlebih, Pesantren ini memang dikhususkan mencetak kader yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan Diin (Agama Islam).

Saat yang sama, TGB menguji hafalan dua orang santri tahfiz al’quran. Setelah menyimak hafalan kedua santri tersebut, TGB pun menyatakan mereka lulus. TGB memberikan hadiah untuk memotivasi semangat belajar santri.

Selain itu, atas nama pemerintah Provinsi NTB, Gubernur memberikan bantuan kepada pesantren tersebut senilai 25 juta rupiah

Sebelumnya, di tempat sama Bupati KSB menegaskan, pertemuan dengan jajaran Pemerintah KSB sengaja dilaksanakan di ponpes dengan cara sederhana.  Bupati sempat melaporkan  kondisi keamanan dan dinamika kehidupan masyarakat KSB yang kondusif.

Menurut Bupati, hal itu berkat saling pengertian antara satu sama lain meski hidup dalam  keberagaman. “Perbedaan ini adalah wadah pemersatu, bukan penghalang untuk kita bersama membangun daerah,” tegasnya.

Pemda KSB juga menyerahkan bantuan dana kepada Ponpes Ukhuwah Islamiah Taliwang sebesar Rp. 250 juta.

AYA




Kontribusi Nyata PKK, Menguatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Keluarga

Basis PKK  dimulai membangun keluarga kuat, yang akan menciptakan lingkungan kuat, dan kemudian akan membangun bangsa yang kuat

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com –  Saat road show di Pulau Sumbawa, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, menyebbut PKK sebagai pioner mewujudkan generasi cerdas dan berkarakter.

“PKK memiliki kontribusi kuat mewujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter,” kata gubernur saat silaturahim bersama kader  PKK se- KSB, Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta muslimat NW KSB, Jumat (7/7) malam di Pendopo Bupati Sumbawa Barat.

Kontribusi PKK paling nyata dan dirasakan masyarakat, yaitu di bidang penguatan pendidikan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Basis utama PKK adalah membangun keluarga yang kuat,” tegasnya.

Dari keluarga yang kuat akan lahir lingkungan yang kuat, dan pada gilirannya akan membangun bangsa yang  kuat, ungkapnya.

Seluruh Kader  PKK dipesan, agar menggali pengetahuan untuk menjadi ibu yang baik. Anak-anak generasi penerus bangsa yang lahir saat ini, mengahadapi tantangan ke depan jauh lebih besar.

“Tantangannya besar sekali, sehingga filter yang paling kuat adalah pendidikan dari orang tua,” tegas gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi mengapresiasi PKK KSB yang memberikan sumbangsihnya menguatkan keluarga NTB.

“PKK KSB seringkali mewakili NTB di lomba tingkat Nasional,” ungkap Hj. Erica.

Erica mengingatkan tiga hal penting sebagai pilar menguatkan keluarga. Pertama, memanfaatkan pekarangan yang kosong dengan menanam tanaman pangan. Kedua, membudayakan hidup bersih dan sehat dengan membiasakan anak-anak dan keluarga kita mencuci tangan pakai sabun.

Dan ketiga , mengawasi dan mendampingi anak anak kita agar tidak menyaksikan adegan dewasa yang merusak mental dan karakter generasi bangsa.

AYA

 

 




Calon Jemaah Haji NTB Harus Menunggu 28 Tahun, Baru Bisa Berangkat

Saat ini, para Calon Jemaah Haji (CJH) yang ingin menunaikan Rukun Islam Kelima, harus menunggu 28  tahun terhitung mulai pendaftaran.

MATARAM.lombokjournal.com —  Aturan Kementerian Agama (Kemenag) Pusat itu ditegaskan kembali oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Perwakilan NTB, H Nasruddin yang baru dilantik, di Mataram  hari Jum’at (7/7).

“Sudah diatur oleh Kemenag pusat, yang dari NTB harus menunggu selama 28 tahun baru bisa menunaikan  haji,” tegasnya.

Bagaimana dengan CJH yang meninggal sebelum berangkat? Pihak Kanwil Kemenag Provinsi NTB akan mengganti dan mengembalikan uang yang sudah dibayarkan CJH yang bersangkutan.

“Kalau meninggal dunia bisa digantikan dari calon jamaah haji yang cadangan,” jelas Nasrudin.

Lebih lanjut dijelaskan, aturan harus menunggu 28 tahun baru bisa berangkat haji itu tentu ada kekecualian. Ada kebijakan lain untuk CJH lansia umur 75 tahun, bisa berangkat hanya menunggu 2 tahun .

“Itu kebijakan dari pemerintah, minimal 2 tahun baru masuk sistem,” katanya..

Kesehatan CJH

Pasca dilantik sebagai Kakanwil Kemenag Perwakilan NTB, Nasrudin memokuskan progaram utamanya adalah Program Kesehatan Bagi Calon Jamaah Haji di NTB. Pihaknya akan merujuk aturan Kemenag yang baru, dengan semangat yang baru.

“Kami betul-betul selektif memberangkatkan jamah Haji.  Harus betul-betul sehat, dipastikan dokumennya jangan sampai ada lagi kejadian- kejadian seperti sebelumnya. Jadi masalah kesehatan kita seleksi ketat dari jamaah kita,” ungkap Nasruddin.

Masalah kesehatan CJH menjadi fokus utama, karena masalah lain seperti dokumen dan sebagainya di rasa tidak terlalu mendapat pehatiann khusus.

“Ibadah haji memerlukan ibadah fisik, jadi kesehatan yang paling dipentingkan ,” kata Nasruddin.

Pasport CJH yang berangkat tahun ini sudah selesai 100 persen, namun visanya masih diproses Untuk kloter pertama, akan masuk asrama tanggal 11 Agustus.

“Bulan Agustus, kloter pertama sudah mulai masuk,” kata Nasruddin.

AYA