Senggigi Dikiritisi Pelaku Pariwisata

Senggigi di Lombok Barat yang semula primadona Lombok, kini mengalami kemunduran. Digantikan resort Mandalika yang maju pesat juga berskala nasional, dan infrastrukturnya lebih bagus

Wirajagat

MATARAM.lombokjournal.com – Kritik untuk Senggigi itu diungkapkan Ketua DD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia NTB, JN Wirajagat. “Senggigi sekarang kalah dengan pantai yang ada di selatan,” cetusnya.

Menurutnya, selain infrastruktur akan lebih bagus, wilayah pantai selatan itu juga maintenance-nya akan lebih bagus. Faktor skala multinasional, infrastuktur dan maintenance,  wilayah pantai Mandalika yang lebih unggul maka Senggi tinggal gigit jari.

“Sekarang sudah mulai di level orange atau bahkan hampir merah, tapi tidak berbuat apa- apa, maka Sennggigi akan ditinggalkan oleh investor,” ungkapnya

Sejak Mandalika jadi salah satu destinasi di Indonesia dan masuk kawasan ekonomol khusus (KEK), sudah pasti memberikan dampak bagi Senggigi yang lebih dulu populer di Lombok.

“Jadi begini, pasar itu punya kecendrungan pasar, salah satu fakror penting adalah aksestabilitas, ” terang JN Wirajagat.

Sejak bandara internasional pindah ke selatan, jadi faktor potensial mengurangi daya tarik Senggigi. Tapi selain itu, keindahan pantai-pantai di bagian selatan itu tak tertandingi oleh Senggigi.

Pantai di wilayah selatan di Lombok Tengah pantainya lebih indah warna pasirnya, juga tak kalah menarik jadi dari sisi potensi alam yang sudah kuat .

Faktor lainnya terkait masalah pemeliharaan pengelolaan destinasi .

“Kadis Pariwisata NTB sendiri menilai, lima tahun terakhir maintenance  infrastruktur dan lain-lain di Senggigi  menurun. Saya khawatir Senggigi akan lebih cepat ditinggalkan dari apa yang saya prediksikan,” tegasnya

Senggigi Dibangun Lagi

Melihat kondisi seperti itu, Wirajagat menyarankan, Bupati Lombok Barat perlu segera pembenahan Senggigi lagi.  Di Senggigi kalau hujan airnya tidak bisa nyebrang ke laut, dan itu jadi penyebab banjir.

“Lebih jauh lagi, faktor perizinan yang diobral-obral. Vila vila bukit di Senggigi  menyebabkan  longsor berkali kali,” kata Wirajagat.

Ini masalah lingkungan. Mereka membangun vila maei potong tebing- tebing, kemudian  diuruk, mereka babat habis dan membuat talut dan tanggul sesukanya . Tanpa ada kajian kondisi lereng bukit, kemiringan dan potensi longsornya .

“itu seharusnya ada di perizinan, ada kajian geotehniknya.  Jika syaratnya tidak dipenuhi maka gak boleh dibangun vila-vila yang ada di atas bukit,” katanya. Senggigi yang makin tak terkontrol dapat mempercepat mundurnya Senggigi dari dunia wisata.

Sekarang Senggigi lesu,  tiga Gili di utara bukan lagi jadi faktor pendukung tapi ancaman bagi Senggigi .

“Tapi ini tergantung pemerintah setempat.  Berdiam diri saja atau melakukan pembenahan sebagai komitmen PAD yang besar ,” tegas Wirajagat.

AYA




Friendly Lombok dan Pesona Sumbawa, Branding Pesona Indonesia

Friendly Lombok dan Pesona Sumbawa disosialisasikan  menjadi Branding Pesona Indonesia, di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu (12/7)

MATARAM.lombokjournal.com — Branding Pesona Indonesia merupakan Program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk memperkenalkan keragaman dan keindahan Pariwisata Indonesia di kancah internasional.  Caranya dengan  mempromosikan daya tarik potensi unggulan pariwisata tiap-tiap daerah.

Dalam sosialisasi branding itu, NTB mengangkat daya tarik wisata halal dengan Lombok  friendly dan  pesona  Sumbawa sebagai branding.

“Melalui program ini, daya tarik dan arus kunjungan wisatawan  nasional dan internasional ke NTB akan mencapai target 3 juta orang, bahkan lebih,” kata Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin, SH, M.Si saat membuka acara penegasan branding sangat penting  untuk meningkatkan citra dan daya tarik destinasi wisata daerah.

Kata wagub, dengan tumbuh berkembangnya industri pariwisata di NTB, akan  menumbuhkembangkan ekonomi kreatif dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sektor pariwisata telah berkontribusi nyata untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan menurunkan ngka kemiskinan. Pemerintah pusat dan daerah bersinergi mengembangkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama.

“Semua ikhtiar yang pernah dilakukan tentu harus didukung oleh semua pihak,” tegas wagub.

Dipaparkannya, potensi  pariwisata di  Pulau Sumbawa tidak kalah dengan Pulau Lombok. Namun penanganan dan promosinya, perlu disesuaikan dengan potensi lokal yang dimiliki.

“Sosialisasi branding ini bagus juga, ketika kita sama sama mau memperkuat sehingga tidak terjadi disparitas atau kesenjangan,” tuturnya.

Peran Kepala Daerah sangat penting membangun pariwisata. Kepala daerah harus pro aktif dan pro investasi dalam berbagai kebijakan-kebijakan di daerahnya.

Ditegskan wagub, Kepala Daerah bekerja sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD), merumuskan program pembangunan pariwisata.  Peran Pemerintah Provinsi tidak lebih dari fasilitator, dinamisator, motivator, dan juga regulator. Sebab yang mengeksekusi nantinya pemerintah kabupaten/kota.

“Hal ini nantinya akan menjadi motivasi bagi kepala daerah dan pelaku pariwisata,” kata wagub.

Dalam kesempatan itu wagub menegaskan pentingnya penguatan atraksi-atraksi, infrastruktur, aksesibilitas, dan transportasi. “Ini merupakan tugas dari pada pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” tegas Wagub

Kegiatan itu dihadiri, Danlanud Rembiga, FKPD Provinsi NTB, Asisten Deputi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tujuh orang mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia jurusan seni persembahan juga tampak hadir.

AYA




Tangkal Percalon Penerimaan Siswa Baru, Sekolah Harus Pedomani Aturan

Sejak wewenang penyelenggaraan SMA/SMK diambil alih provinsi, sekolah diminta benar-benar pedomani aturan yang ada

Ilustrasi Percaloan (Foto: Ist)

MATARAM.lombokjournal.com —  Maraknya isu pungutan liardan praktik percaloan saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) , mendapat respon Gubernur NTB, H.M Zainul Majdi di Mataram.

“Supaya tidak tersangkut masalah, sekolah saya minta bisa pedomani semua aturan yang ada. Misalnya, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dalam penggunaannya dipedomani betul aturannya,” kata Gubernur Zainul Majdi, Selasa (11/7)

Menghindari penyimpangan yang sering terjadi di sekolah seperti pungutan liar ( pungli ), semua sekolah, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA)  dan Sekolah menangah kejuruan ( SMK ) sederajat yang kini kewenangannya di ambil alih oleh  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta selalu berpedoman dalam  aturan yang ada dalam membuat setiap kebijakan

“Biasanya kan menjelang penerimaan siswa baru sering terjadi hal seperti itu, ” cetusnya.

ia minta semua guru untuk  benar – benar menjaga dan menjadikan sekolah sebagai tempat terhormat dan dibanggakan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB diminta melakukan pembenahan, menerapkan prinsip akomodatif dan mengakomodir tenaga semua tenaga honorer.

“Pembenahan menyangkut reward dan punishmen, kalau ada yg melakukan pelanggara atau penyimpangan, harus dilakukan tindakan tegas. Tidak ada toleransi bagi yang melakukan pelanggaran,”  kata gubernur.

AYA

 




Wawasan Anti Korupsi Untuk Para Pendidik di NTB

Para Kepala Sekolah, Calon Kepala Sekolah dan Para Pengawas Pendidikan SMA/SMK serta Lembaga Pendidikan di NTB mendapat pembekalan wawasan Anti Korupsi,

MATARAM.lombokjournal.com —  Ini upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewujudkan pendidikan yang berintegritas.  Para pendidik, mulai Kepala Sekolah, Calon Kepala Sekolah dan Para Pengawas Pendidikan SMA/SMK serta Lembaga Pendidikan di bawah wewenang Pemprov NTB mendapat pembekalan wawasan anti korupsi selama dua hari, Selasa dan Rabu (11-12/7), di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Pembekalan wawasan antikorupsi, terutama mengenai aturan pungutan dan sumbangan pendidikan. Wawasan itu merupakan upaya preventif mencegah kasus kasus pungli (pungutan liar) di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTB H. Muh. Suruji, menjelaskan, pembekalan dua hari itu dihajatkan  agar ke depan tidak ada lagi kasus kasus yang menjerat pelaku utama pendidikan dalam mengelola keuangan sekolah.  Dikatakannya, perkembangan penerimaan peserta didik sekolah menengah yang sudah digagas dengan sistem baru (sistem zona).

“Alhamdulillah di NTB berjalan lancar dan aman, tanpa penolakan seperti di daerah lain,” terangnya.

Tim Sauber Pungli dan 4 Rektor PTS terkemuka di NTB didaulat menjadi narasumber, yakni Rektor STKIP Hamzanwadi, Rektor IKIP Mataram, Rektor STKIP Bima dan Rektor UNSA.

Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB, saat membuka acara menegaskan, penyelenggara pendidikan harus memiliki komitmen tinggi menjaga integritas.

“Salah satunya dengan membentengi diri dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di sekolah,” tegasnya.

Diingatkan gubernur, para pendidik agar taat asas dan mengikuti prosedur atau standar standar yang sudah ditetapkan, terutama  dalam pengelolaan keuangan. “Khusus untuk pengelolaan belanja keuangan atau pungutan, jangan ada inovasi,” tegasnya.

Institusi Mulia

Penegasan itu dimaksudkan, jangan sampai institusi pendidikan sebagai tempat mulia, tempat anak-anak menimba ilmu, menjadi tercoreng kepentingan pihak tertentu. Mewujudkan pendidikan yang berintegritas, membutuhkan keteguhan komitmen semua pihak, ungkap gubernur di hadapan 487 kepala sekolah, calon kepala sekolah dan pengawas serta undangan yang hadir.

Gubenur Majdi mengajak seluruh pengelola pendidikan di NTB menyikapi peralihan kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat menengah atas (SMU/SMK) ini dengan menampilkan kinerja dan ikhtiar terbaik.

“Pelimpahan kewenangan itu harus dapat secara nyata berkontribusi meningkatkan sektor pendidikan di NTB secara keseluruhan,” tegasnya.

TGB menyebut pendidikan sebagai salah satu sektor dengan regulasi yang cukup kaya. Misalnya, dalam hal penerapan kurikulum, butuh waktu bertahun tahun memutuskan apakah kurikulum tersebut sudah sesuai atau tidak.

Guna  mewujudkan generasi berkualitas dan berkarakter, TGB menitipkan harapan kepada para guru dan kepala sekolah, agar mengintegrasikan 3 hal dalam mendidik.  Yaitu transfer pengetahuan kognitif kepada peserta didik. Kemudian transfer nilai nilai baik, dan yang terakhir guru juga harus mampu mendorong , memotivasi serta memfasilitasi peserta didik melakukan penjelajahan intelektual.

Dalam kesempatan itu, TGB spontan  mengajak undangan berdiri dan menyanyikan lagu hymne guru dan Indonesia Jaya. ” Lagu-lagu yang dapat menggugah kecintaan kita kepada guru dan tanah air”, ungkap TGB mengakhiri sambutannya.

AYA




Agribisnis SMK Islam Sirajul Huda, Loteng, Memikat Bule Austria

Tertarik pengelolaan lahan siswa SMK Islam Sirajul Huda di Lombok Tengah (Loteng), pasangan bule asal Austria tertarik jadi petani

Bule Austria beajar bertani
(foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com —  Pasangan bule atau wisatawan asing berkebangsaan Austria, akhirnya  mencopot  alas kakinya turun ke sawah.  Rupanya mereka terkesan saat melihat siswa-siswa SMK Islam di Ponpes Sirajul Huda Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Loteng, sedang mengola lahan persawahan, Selasa (11/7) siang.

Awal ketertarikan pasangan bule Austria sehingga mengunjungi siswa SMK itu, bermula dari cerita yang didengarnya tentang jurusan Agrybisnis di SMK Islam, dengan menyiapkan lahan yang dikelola langsung oleh semua siswa. Tentu, selain itu mereja juga tertarik dengan adanya program Pengkajian islam, kursus beberapa bahasa, dan beberapa program lainya.

Informasi itu diperolehnya saat berkunjung ke salah satu desa yang dinobatkan menjadi Desa Wisata di Lombok Tengah yaitu Desa Mas-Mas, Batu Keliang Utara ( BKU).

Merekamengaku, Lombok merupakan salah satu tempat terindah yang pernah mereka kunjungi. Selain alamnya menyuguhkan panorama yang beraneka ragam, masyarakat yang dijumpainya selalu menyapanya penuh keramahan.

“Masyarakatnya ramah-ramah, dan itu jarang kami jumpai di negeri kami,” tutur bule laki-laki bernama Ploryan, 25 tahun.

Mereka tampak akrab dan berbagi cerita dengan beberapa siswa SMK yang diketuai Khairul Hatoni, yang tahun ini naik kelas III.  Plorya yang datang bersama Isabela, 22 tahun, berjanji untuk berkunjung kembali bersama rombongan atau jumlah lebih besar.

Mereka mengaku sangat terkesan dengan sapaan hangat beberapa siswa yang sempat berkomunikasi meski hanya beberapa saat. Jangan anggap remeh, meski keduanya masih muda mereka adalah para pengajar atau guru bahasa. Di Austria mereka mengaku sebagai Dewan Pengajar Bahasa Jerman dan Bahasa Inggris .

Dalam obrolan akrab dengan beberapa siswa, keduanya sempat memotivasi semua siswa agar lebih giat belajar.  “Di Negeri kami banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa,” ujar Ploryan yang langsung diiyakan Isabel..

Baik  Ploriyan dan Isabela, mereka berencana sekitar dua hari lagi di Lombok. Setelah semalam menginap di Senggigi, mereka akan pullang ke negaranya.

“Ya, malam ini kami akan menginap di Senggi,” kata isabel menjawab pertanyaan siswa.

GILANG

 




Program ‘Hafizul Qur’an’ Ponpes Al-Idrisy, Loteng, Kurang Sosialisasi di Daerah Sendiri

Hafizul Qur’an sebagai program pengajaran Pondok Pesantren Al-Idrisy Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, banyak diminati santri luar daerah

LOTENG.lombok journal —  Banyaknya santri dari luar daerah yang mengikuti program Hafizul Qur’an di pondok pesantren Al-Idrisy Desa Durian, Janapria, Loteng,  harus menjadi tantangan pengurusnya untuk mensosialisasikan di daerah sendiri.

Camat Janapria H. Mahlan, S. Sos, saat menghadiri Pondok Pesantren Al-Idrisy banyak mensosialiasikan programnya di daerah sendiri. “Jangan terkesan program Hafizul Qur’an lebih dikenal di luar daerah,” kata H Mahlan. (foto:Gilang/Lombok Journal)

Himbauan itu disampaikan Camat Janapria H. Mahlan, S. Sos, saat menghadiri Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al-Idrisy Tahun Ajaran 2017/2018, Selasa (11/7).  “Jangan terkesan program Hafizul Qur’an lebih dikenal di luar daerah,” kata H Mahlan.

Terkait datangnya santri dari luar daerah, Camat berharap jangan sampai perbedaan budaya menjadi penghambat dalam proses belajar. Malah seharusnya dijadikan penambah wawasan.

“Artinya, dengan banyaknya santri yang datanng dari luar, masing-masing  bisa mengetahui keperibadian yang bermacam corak dan warna,” katanya.

Salah satu wali murid yang mengaku dari Flores, NTT mengatakan, motivasinya memondokkan putranya di Ponpes A-idrisy tersebut, ia berharap putranya pendidikan islam yang baik.

“Kami memilih ponpes disini karena sudah terlihat buktinya dan dewan pengajarnya pun tidak dirgukan,” akunya.

Ia mengaku rela datang jauh-jauh meski dalam kondisi ekonomi yang serba kekurangan, dengan harapan putranya memperoleh pendidikan yang baik.

Secara Resmi yang digelar Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah Selasa, 08 Juni 2017 di Masjid Ponpes Al-Idrisi.

Penerimaan santri baru yang dirangkai acara Halal Bil Halal, dan Musyawwarah Tahunan Wali Santri terkait kebijakan dan peraturan Pondok Pesantren, dihadiri beberapa tokoh masyarakat setempat,  Kepala Dusun durian dan Ratusan wali santri dari berbagai daerah.

Gilang




Suasana dan Panorama Jantung Kota Mataram dari Hotel IDOOP

Tumbuhnya wisata MICE (meeting, invention, conference and exibition) di Kota Mataram, juga diiringi menjamurnya  hotel yang menyiapkan penyelenggaraan MICE

Mataram.lombokjournal.com —  Seperti Idoop Hotel by Parasathy Lombok menawarkan akomodasi yang chic dan stylish di pusat Kota Mataram,  lokasinya hanya berselang 10 menit dengan jalan kaki dari pusat perbelanjaan kota, Mataram Mall.

Menarik dari Idoop Hotel adalah tampilnya dekorasi kontemporer  — dan akses Wi-Fi gratis — serta tempat khusus bagi  tamu atau bahkan pengunjung hotel yang biasa merokok.

Di  tiap kamar di Idoop Hotel Lombok ditampilkan skema warna putih dan biru pirus dengan perabotan modern. Kamar dilengkapi  AC, TV kabel layar datar, dan brankas. Kamar mandi pribadinya menyediakan shower, sandal, dan perlengkapan mandi gratis layaknya sandar hotel  berbintang yang ada.

Karena letaknya di tengah keramaian kota, dari hotel ini dapat dinikmati suasana dan pemandangan kota. “Karena memang letaknya tepat di jantung ibu kotanya NTB,”  ungkap General Manager Idoop Hotel, Yossie di Mataram, Selasa, 11/7).

Jumlah kamar di Idoop sebanyak 96,  dengan empat meeting room yang kapasitanya untuk 80, 40 dan 30 orang.

“Kita disini  menyediakan ruang rapat atau balroom yang bisa menampung puluhan orang, ” jelas Yossi.

Soal kebutuhan perut dan lidah, di restoran Idoop menyediakan menu makanan yang beragam, seperti menu  hidangan khas Indonesianya, yaitu Ayam Taliwang tiga rasa ( pedas, asam dan manis ), ikan giri mahi-mahi, steak ayam bumbu Taliwang dengan olahan koki yang hebat.

Idoop hotel melayanani antar jemput untuk menjangkau area sekitarnya, juga melayani jemputan di bandara, yang tentunya dengan biaya tambahan .

“Kita siapkan layanan Antar jemput, mau dari bandara, ataupun mau keliling kota, itu bisa sesuai kesepakatan antara tamu dengan pihak kita ,” kata Yossie.

idoop Hotel Lombok berjarak 30 menit berkendara ke pelabuhan Lembar, dan 45 menit berkendara ke Bandara Internasional Lombok.

“Semua fasilitas kita sediakan tentunya untuk memanjakan, dan memberikan nilai yang positif bagi tamu hotel, ” kata Yossie.

AYA




Hari Bhayangkara 71, Prestasi Dari Menjaga Kamtibmas Hingga Laka Lantas Turun Drastis

Presiden Jokowi mengapresiasi prestasi atas kerja keras Kepolisian RI, di bulan Ramadhan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) kondusif, dan Lebaran laka lantas (kecelakaan lalu lintas) turun drastis

MATARAM.lombokjoournal.com —  Presiden RI Joko Widodo dalam sambutan tertulis yang dibaca Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau  TGB (Tuan Guru Bajang) mengapresiasi kerja keras kepada Kepolisian RI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Di Bulan Ramadhan dan Lebaran, situasi kamtibmas sangat kondusif dan mudik lebaran juga lancar,” ujar presiden dalam sambutan yang dibaca TGB saat menjadi inspektur Upacara Parade Peringatan Hari Bhayangkara ke 71 di ex Bandara Seleparang Rembiga Kota Mataram, Senin, 10/7-2017.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) turun drastis,  serta harga kebutuhan pokok stabi. Polri juga berhasil mengamankan 101 pilkada serentak tahun 2016. Kesuksesan polri tersebut tidak lepas dari bantuan, dukungan, dan kerja sama dari seluruh elemen negara dan elemen masyarakat.

“Ke depannya elemen bangsa semakin diperlukan, karena tantangan yang dihadapi semakin berat,” ujar Gubernur yang  hadir didampingi Hj. Erica Zainul Majdi.  Ditekankan, pentingnya mengembangkan kemampuan polri untuk mampu menjawab tantangan globalisasi, demokratisasi dan teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Di hari Bhayangkari ke 71, TGB menyematkan Tanda Kehormatan Bintang BHAYANGKARA NARARYA kepada Dirlantas Polda NTB, Kombespol Budi Indra Dermawan, dan Panit1 Unitreskrim Polsek Ampenan, Yustinus Goit.

Kedua Anggota Polri tersebut dinilai berjasa besar dan memiliki keberanian, kebijakan dan kemampuan serta ketabahan yang melampaui panggilan kewajiban yang harus disumbangkannya, dan tidak pernah cacat selama menjadi Polisi.

Gubernur juga menyematkan Penghargaan Satyalencana Pengabdian kepada petugas Polri yang bertugas secara terus-menerus selama 24 tahun kepada Kasibinlat Subditbinsatpam Ditbinmas, Putu Waicaka, 16 tahun kepada Banit 3 Sipatwal Satrolda Dit Polair, Hasan Husin, dan Satyalancana 8 tahun kepada PA OPS subden 2 Den Gegaba Satuan Brimob, Lalu Krisna Seni Wardana.

Pada momen bersejarah bagi anggota Polri tersebut, TGB secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada anggota Bhayangkara Polda NTB. Pesannya, agar segenap Anggota Polda NTB terus meningkatkan semangat perkhidmatan, mengayomi, mencintai, dan mengasihi masyarakat.

Gubernur mengapresiasi  kinerja dan prestasi yang ditorehkan Polda NTB, yaitu penghargaan dari Menteri Pertanian RI Kepada Dir. Reskrimsus Polda NTB sebagai Satgas Terbaik ke-7 se-Indonesia dalam menjaga Stabilitas Pangan yang merupakan program nasional.

“Semoga Polri menjadi kecintaan masyarakat,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTB menyerahkan bantuan 25  motor untuk operasional Polda NTB. Bupati Lombok Timur menghibahkan tanah untuk pembangunan Mako Subden 2 Den B Satuan Brimob Polda NTB dan kendaraan bermotor.

Bupati Lombok Barat menghibahkan tanah seluas 3,2 Ha di Dusun Gunung Gundil, Desa Jembatan Kembar, Kec. Lembar untuk pembangunan Polres Lombok Barat. Bupati Lombok Utara menghibahkan tanah seluas 5 Ha di Desa amor-Amor, Kec. Khayangan untuk pembangunan Mako Subden 4 Den B Satuan Brimob Polda NTB.

AYA

 

 




Pendidikan Karakter, Di NTB Penerapannya Secara Bertahap

Kebijakan penguatan pendidikan karakter merupakan konsep bagus, NTB akan menerapkannya secara bertahap sesuai kesiapan daerah

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur NTB, TGH M Zainul majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mengatakannya di sela sela acara Ceramah PPK oleh Mendikbud RI, Muhadjir Effendy di Mataram, Minggu (9/7) malam.

TGB menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap penerapan kebijakan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di seluruh sekolah di Nusa Tenggara Barat.  Program pendidikan karakter itu penerapannya dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan dunia pendidikan di NTB.

“Salah satu fungsi pendidikan adalah membentuk karakter peserta didik,  yang gilirannya akan melahirkan generasi baru yang berkarakter kuat, dan terwujud bangsa yang maju dan berperadaban tinggi,” ujar TGB.

Sebelumnya, Mendikbud dalam ceramahnya di depan 1.275 peserta yang terdiri guru, Kepala Sekolah, Rektor dan para pegiat pendidikan se- Pulau Lombok, salah satu program prioritas pendidikan yang menjadi perhatiannya adalah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Sedangkan prioritas yang lain sudah berjalan dengan baik, yakni evaluasi Ujian Nasional, revitalisasi pendidikan kejuruan dan percepatan akses pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), jelasnya.

Menurut Muhadjir, penguatan pendidikan karakter tahun lalu, baru piloting pada 1.500 sekolah dan berhasil. Tahun ini, diimplementasikan lebih banyak lagi bagi sekolah yang sudah siap.

Mendikbud mengatakan, Permendikbud no 23/2017 sebagai pintu masuk penerapan PPK melalui pengaturan jam kerja guru. Salah satu sentral kesuksesan pendidikan karakter adalah guru.

“Maka beban kerja guru harus diatur sedemikian rupa, sehingga selain dapat memenuhi kewajiban sertifikasi juga menjadi pihak yang harus bisa membangun sinergi tripusat pendidikan,” kata Muhadjir.

Tripusat itu adalah sekolah, masyarakat dan keluarga. Guru harus mampu menjadikannya beririsan satu sama lain, sehingga siswa terbentuk karakternya tidak hanya dari jam tatap muka di kelas saja, tetapi juga dengan lingkungan dan masyarakat, terang Mendikbud yang juga Guru Besar Universitas Negeri Malang ini.

Dalam PPK, lanjut Mendikbud, guru harus mampu mengolah situasi agar siswa memiliki 4C. Yakni, critical thinking, communication skill, creativity and innovation, serta collaboration.

“Pembelajaran tidak hanya mengandalkan kelas. Guru harus bisa mengajak siswa lebih aktif, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, saling menghormati dan menghargai, “ ujar Mendikbud.

Dukungan juga diberikan oleh Ketua Yayasan Lentera Hati Mataram, Muazhar Habibi. Menurutnya, di Mataram pendidika karakter sudah jalan. “Jadi kalau ada program Mendikbud seperti ini kita tinggal menyesuaikan saja,” ungkapnya.

Sebelum ceramah PPK Mendikbud sempat mengunjungi tiga sekolah, yakni Lentera Hati boarding School, Ponpes Nurul Jannah Nahdhatul Watan Ampenan, dan Muhammadiyah Boarding School di Mataram.

AYA




Gubernur NTB Dukung Munas Alim Ulama NU di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB

Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung tanggal 14 – 26 November mendatang yang akan didigelar di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, didukung penuh Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) NTB, TGH. Turmuzi B bersama anggota NU lainnya bersilaturahim dengan gubernur NTB Dr. TGH M Zainul Majdi, d iruang kerjanya, Senin (10/7).

Kunjungan PB NU ke gubernur itu selain bersilaturahmi, sekaligus melaporkan kesiapan rencana pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdatul Ulama yang dijadwalkan akan mulai digelar pada tanggal 24-26 November 2017 mendatang.

Pembukaan kegiatan Munas dan Mubes NU  akan dihadiri ratusan alim ulama NU dari seluruh Indonesia tersebut. Ketua PB NU NTB,  TGH Turmuzi B, mohon ijin sekaligus mohon dukungan kepada Gubernur NTB, untuk menyukseskan seluruh rangkaian acara Munas.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam silaturahim tersebut menyatakan dukungan penuh atas rencana Munas/Mubes NU tersebut. Bahkan Gubernur  yang biasa dipanggil TGB itu menegaskan, hajat para ulama ini akan disiapkan dengan sebaik-baiknya.

“Apalagi NTB jadi tuan rumah, maka kita semua mempunyai tanggung jawab penuh atas berlangsungnya Munas ini,” tegas TGB.

Menurutnya, termasuk paling penting untuk disiapkan dan diperhatikan, adalah kehadiran ulama-ulama yang sudah sepuh, sehingga perlu mendapat pelayanan yang sebaik baiknya.

AYA