Masyarakat Tagih Janji Perbaikan Infrastruktur Pariwisata

Komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat dan membangun infrastruktur  dasar dan pendukung di kawasan kawasan  dan destinasi pariwisata ditagih masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com –  Permintaan masyarakat itu muncul dalam dialog interaktif  opini publik pembangunan pariwisata NTB bersama Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH., M.Si  di RRI Mataram, Jumat (14/7) pagi.

Sebagai narasumber, wagub mendapat pertanyaan masyarakat yang mengeluhkan kondisi infrastruktur di sejumlah destinasi pariwisata. Masyarakat minta  perhatian Pemprov NTB  dan Pemkab Lombok Barat agar memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan pada kawasan wisata Narmada menuju Suranadi, Lombok Barat.

Ada juga yang mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan pariwisata di  kawasan SAMOTA (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora ), dan pengembangan KEK Mandalika di Lombok Tengah. Selain itu, munul  usulan kepada wagub agar ruang interaksi masyarakat dengan para pemimpinnya diperbanyak.  Salah satunya melalui dialog interaktif pada radio publik.

Merespon harapan masyarakat, Wagub H. Muh Amin mengatakan, merupakan hal baik yang masyarakat memiliki keperdulian dan berperan aktif dalam pembangunan pariwisata.

Menurutnya, membangun pariwisata, selain memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai, juga harus didukung dengan faktor keamanan dan kenyamanan.

Wagub menegaskan komitmennya melakukan percepatan sesuai skala prioritas. Mengingat kemampuan fiskal pemerintah yang terbatas, maka Pemprov NTB membuka peluang seluas-luasnya bagi para investor untuk menanamkan modalnya di bidang pariwisata.

“Disinilah pentingnya sinergitas antar pemangku kepentingan pembangunan pariwisata,” kata wagub. Berbagai regulasi yang dikeluarkan di Pemprov maupun kabupaten/kota harus saling bersinergi dan diarahkan memberi kemudahan investor.

Investasi sangat penting, NTB welcome terhadap para investor melalui kebijakan-kebijakan yang pro terhadap investosi, jelasnya.

Wagub berharap, berbagai potensi dan peluang pengembangan pariwisata, dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Membangun itu tidak pernah selesai, terus berkesinambungan, siapa pun yang memimpin NTB. Itu harapan saya bersama pak Gubernur”, tuturnya.

AYA

 

 




Pelaku Pertambangan Diminta Utamakan Tenaga Lokal

Sektor pertambangan yang penyerap tenaga kerja sekaligus penyumbang pendapatan terbesar para pelaku usaha di sektor pertambangan agar terus meningkatkan  komitmen mengutamakan tenaga kerja lokal

MATARAM.lombokjournal.com —  Itu salah satu wujud kontribusinya sektor pertambangan bagi  pembangunan daerah dan kesejahteraan Masyarakat.

Wagub  menyampaikan harapan itu, saat membuka acara Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Kurtubi, SE, M.Sp., M.Sc, di Hotel Jayakarta, Jum’at (14/7).

Di hadapan puluhan pelaku usaha pertambangan, Wagub menegaskan, sektor pertambanganini masih menjadi unggulan daerah.

“Namun kalau dari aspek penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian dan pariwisata ternyata masih jauh lebih besar (menyerasp tenaga lokal),” ujarnya.

Pemerintah daerah membangun sinergitas dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian ESDM untuk menguatkan sektor pertambangan.

“Jika tidak ada sinkronisasi, maka apapun aspek pembangunan akan terjadi perlambatan. Sedangkan, dalam pembangunan dibutuhkan percepatan-percepatan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Susigit,  melaporkan dua hal fokus pembinaan pihaknya saat ini. Pertama, penataan proses perizinan.

“Di NTB tercatat ada 72 IUP (Izin Usaha Pertambangan), 67 IUP sudah clean and clear (CnC) dan tinggal 5 IUP yang belum CnC,” ujarnya.

Dan pembinaan yang Kedua,  Dirjen Minerba saat ini sedang menata proses kontribusi pelaku usaha terhadap penerimaan negara secara optimal. “Saat ini kita sedang mempersiapkan pelaku usaha dapat memenuhi kewajibannya dengan mudah melalui sistem online,” terangnya

Melalui program pembinaan dan pengawasan didaerah, diharapkan hasilnya menjadi masukan pada rapat kerja yang akan datang. Agar sektor pertambangan memberikan manfaat besar bagi daerahyang memiliki tambang.

Menurut Dirjen, sektor pertambangan merupakan sektor paling banyak diawasi baik oleh hukum, auditor maupun masyarakat.

“Kita harus menjaga akuntabilitas dengan cara tiap daerah memiliki data yang sama,” katanya.

AYA

 




TGB Disambut Sebagai Tamu Kehormatan, dan Dipasangkan Topi Bulu Cendrawasih

Suku asli Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menyambut TGB dan rombongan dengan pengalungan tas secara adat, dan pemasangan topi terbuat dari bulu burung Cendrawasih.

PAPUA.lombokjournal.com –  Saat tiba di Bandara Mozes Mimika, sekitar pukul 06.00 WIT, Gubernur NTB, Dr. TGH. M Zainul Majdi dan rombongan  disambut dengan prosesi Tarian adat Kamoro sebuah tarian penyambutan tamu kehormatan

Mengawali kunjungan dua hari (Jumat-Sabtu, (14-15 Juli) Gubernur dijemput Ketua DPRD Provinsi Papua, Elminus B Mom, didampingi Asisten pemerintahan,  Damianus K dan Ketua MUI Ustadz  H.  M Amin.

Penjemputan dengan penyematan Topi bulu burung cendrawasih merupakan simbol kehormatan yang luar biasa atau keberkahan, karena burung Cendrawasih dipercaya sebagai burung  dari surga.

Dari Bandara Mimika TGB bersama rombongan melanjutkan perjalan ke pusat Kabupaten Mimika, mengawali agenda pertama Tanah Papua, menjadi khotib dan iman shalat Jumat di Masjid Babusallam, Masjid terbesar di kabupaten Mimika Papua.

Menguraikan 7 Kebaikan

Dalam khutbahnya, TGB mengajak seluruh jamaah  merawat dan menjaga apa yang sudah diamanatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu Iman dan Taqwa. Wujud dari keimanan dan ketawaan tersebut adalah Mengisi kehidupan dengan kebaikan-kebaiakan.

“Allah cinta kepada orang yang menyebarkan kebaikan,” tuturnya..

Menurut TGB,  Manfaat dari ketakwaan akan kembali pada diri kita sendiri.  Sebaliknya jika kita hidup diatas dunia, hanya mengikuti hawa nafsu, tidak peduli tuntunan agama, tidak peduli halal atau haram,  mudaratnya akan kembali menimpa diri sendiri.

Takwa, menurut TGB, harus diamalkan  dalam wujud menjalani kehidupan di dunia ini dengan penuh kehati hatian dan kewaspadaan. Ucapan harus benar-benar dipastikan adalah ucapan yang baik.

“Perilaku, sikap dan tindakan juga harus memiliki dasar yang baik serta membawa kemaslahatan untuk diri dan orang lain”, jelasnya.

Dalam khutbah TGB juga diuraikan tujuh kebaikan. Yang pertama, menyebarkan  ilmu yang bermanfaat, kemudian orang tua yang mendidik anaknya menjadi anak saleh, orang yang mewariskan mushaf atau kitab-kitab keagamaan.

Kebaikan selanjutnya, yakni orang yang membangun masjid, dan orang yang membangun rumah singgah yang dapat dimanfaatkan oleh para musyafir. Kemudian, orang yang membuat saluran air  untuk kepentingan orang banyak. “Dan terakhir, harta yang disedekahkannya,” kata TGB.

AYA

 

 




Musyawarah Olah Raga Jangan Timbulkan Perpecahan

Peserta Musorprov (Musyawarah olahraga Provinsi) KONI NTB 2017, diwanti-wanti  jangan sampai timbulkan perpecahan.

MATARAM.lombokjouirnal.com – Mewski terjadi perbedaan pilihan, harus mengingat tema yang diusung yaitu ‘Kita tingkatkan persatuan dan kesatuan untuk peningkatan prestasi’.

Wagub NTB, H Muhammad Amin, SH,M.Si, mengatakan itu saat membuka Musorprov Koni NTB Tahun 2017, yang dilaksanakan 14-16 Juli 2017.

“Kita tidak ingin mendengar adanya tandingan yang kita ingin adalah prestasi,prestasi yang kita capai karena kebersamaan kita,” tegasnya, Jum’at (14/7) di Mataram.

Diharapkannya kepengurusan dipilih akan bisa mengantar  berprestasi yang lebih  besar dan baik lagi untuk daerah kita NTB.

Musorprov yang merupakan agenda rutin empat tahunan digelar KONI untuk memiliki Ketua Umum tingkat provinsi dan penentuan program kerja empat tahun ke depan.

Wagub mengatakan, dengan jumlah penduduk dan sarana yang baik jika dibandingkan daerah lain, NTB harus meningkat prestasinya.

“Prestasi yang diraih merupakan hasil kerjasama semua pihak dan bukan kerja sendiri,”ucapnya.

Melalu Musroprov ungkap,  Wagub erharap melahirkan  kepengurusan yang baru dan kesinambungan dan sedapatkan mungkin hindari voting walaupun itu bagian dari demokrasi. “Kalau bersinambungan kepengurusannya baik dan kuat, tentunya penting dalam peningkatan prestasi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KONI NTB.Andy  Hadianto.SH,mengatakan, Musorprov merupakan pertemuan untuk menghasilkan dan majukan prestasi olah raga yang bisa membanggakan daerah.

“Musorprov ini mari jadikan untuk menghasilkan dan memajukan prestasi olah raga yang bisa membanggakan nama daerah dan negara dan bukan untuk tujuan yang lainnya,”ucapnya.

Andy menyampaikan, pada PON yang akan dilaksanakan di Papua mendatang, ditargetkan KONI NTB bisa menyumbang  medali 17 emas.

“Target 17 emas optimis kita raih karena SDM yang kita miliki,” terangnya.

AYA

 




Aktivis Desa Perlu Pahami Perlindungan Hak Anak

Aktivis desa penting menyadari perlunya melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Perlindungan hak anak butuh kepedulian masyarakat, karena itu harus memiliki wawasan pemenuhan hak-hak dasar anak.

Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin menyampaikan hal itu, saat membuka pelatihan aktivis desa dalam Pengembangan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di NTB tahun 2017, yang berlangsung di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis (13/7).

Kerjasama DP3AP2KB dengan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB itu bertujuan memperkuat kelembagaan masyarakat didesa/Kelurahan.  Setelah mengikuti pelatihan diharapkan menjadi agen perubahan untuk mencegah dan membangun norma anti kekerasan , serta meningkatkan kemampuan anak-anak melindungi diri dari praktik kekerasan.

Gerakan ini merupakan inisiatif masyarakat dari berbagai unsur, seperti toga, toma, todat, BPD, karang taruna, kader desa, PKK desa, pemerhati anak, aparat desa dan perwakilan anak yang ada.

“Gerakan ini, bukanlah pekerjaan ringan. Dibutuhkan dukungan kompetensi kader dan anggota masyarakat yang terlibat di dalamnya, agar mampu berperan sebagai penggerak dan penggugah kesadaran masyarakat,” ujar Hj  Syamsiah.

Ia mengajak peserta pelatihan benar-benar menjadi pelaku perubahan melalui pendidikan dan perlindungan anak dari berbagai aspek. “Pembangunan nasional tidak akan bisa berjalan secara optimal apabila kekerasan terhadap anak masih terus terjadi,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Hj. Hartina, MM melaporkan, sasaran pelatihan kader bukan pegawai DP3AP2KB Kabupaten/Kota.

“Setelah pelatihan para peserta akan kembali ke desa/kelurahan masing-masing untuk bergabung dengan masyarakat dalam melakukan aksi-aksi perlindungan anak secara terpadu,” katanya.

Tidak hanya di desa/kelurahannya sendiri, tapi diharapkannya menyebar ke desa atau kelurahan lainnya yang belum  mendapat pelatihan.

AYA

 

 

 

 

 

 




Tembakau Dilindungi, Petani Tak Beralih ke Tanaman Lain

Harga tembakau yang masih naik turun, membuat petani beralih menanam tanaman lain karena menganggap menanam tembakau tidak ada masa depannya.

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi yang akrab disapa TGB  (Tuan Guru Bajang) menegaskan, hal utama yang harus ada dalam RUU Pertembakauan adalah tembakau harus dilindungi.

“Proteksi pada tembakau akan berdampak pada semangat para petani untuk menanam tembakau,” ujarnya, saat menerima kunjungan kerja Pansus RUU Pertembakauan DPR-RI  dipimpin Ketua Rombongan H. Willgo Zainar, SE, MM. di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (14/7).

Proteksi ini dapat berupa menstabilkan harga tembakau. Harga tembakau masih naik-turun sama dengan tidak menempatkan kepentingan para petani tembakau.

“Jangan sampai UU ini lahir nantinya menyulitkan petani tembakau, karena sebelumnya di tingkat daerah kita sudah membuat Perda untuk mengatur pertembakauan di NTB,” pungkasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur TGB didampingi Wakil Gubernur, H.Muh. Amin,SH.M.Si

Kunjungan Pansus  untuk meminta masukan dari seluruh staleholders  terkait RUU pertembakauan yang sedang dibahas di DPR. Indonesia masuk ke dalam 6 besar negara penghasil tembakau di dunia. Namun, kenyataannya petani tembakau dari waktu ke waktu mengalami penurunan kapasitas produksi.

Penurunan kapasitas produksi disebabkan menurunnya jumlah lahan pertanian tembakau, lemahnya budidaya tembakau, lemahnya posisi tawar-menawar petani dalam tata niaga tembakau, minimnya bantuan dan subsidi, minimnya pembinaan dari pemerintah, dan rendahnya kemitraan petani dengan pabrikan industri hasil tembakau.

Gubernur TGB menegaskan urusan pertembakauan bagi Prov. NTB sangatlah penting. Karena komoditas tembakau terutama tembakau Virginia menjadi kultur masyarakat NTB, khususnya Lombok.

“Menanam tembakau sudah menjadi kultur atau bagian dari kultur-kultur lain di dalam bertani bagi masyarakat Lombok,” ujar Gubernur. Jadi, menanam tembakau di daerah sentral tembakau adalah aktivitas rakyat, tidak hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga punya dimensi sosial dan dimensi-dimensi yang lain.

Gubernur juga menjelaskan tiga alasan mengapa tembakau dianggap penting di NTB. Pertama, penanaman  tembakau di NTB adalah bagian perekat yang memperkokoh hubungan masyarakat. Kedua, tembakau menjadi komoditas yang menyumbangkan sumber daya untuk pembangunan di tingkat masyarakat secara langsung.

“Kalau di dalam hitung-hitungan masa tanam tembakau yang 3-4 bulan akan menghasilkan Rp. 1,2-1,3 triliun per tahun, kalaupun turun masih di angka Rp. 800 miliar,” ujarnya.

Dalam struktur ekonomi NTB bagian terbesarnya terletak pada hasil tembakau. Ketiga, tenaga kerja yang terserap dalam produksi tembakau cukup besar. Rantai dari seluruh proses pertembakauan ini ada aktivitas ekonomi yang besar dan melibatkan banyak orang.

“Produksi tembakau berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Provinsi NTB yang masih di bawah rata-rata nasional,” terang gubernur.

Senada dengan Gubernur, Wagub NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si mengatakan sektor pertanian adalah sektor unggulan dari Provinsi NTB, termasuk di dalamnya tembakau.

“Sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebesar 42%, Jasa/perdagangan 20%, industri 7%. Dengan persentase serapan tenaga kerja setinggi itu, maka kita terus mengembangkan sektor pertanian,” ujar pria asal Sumbawa ini.

Jadi, perlu ada sinkronisasi kebijakan, program, regulasi antara pemerintah pusat dengan daerah.

AYA

 




TGB Wakili Generasi Kepemimpinan Indonesia, Kata Ridwan Kamil

Walikota Bandung, Ridwal Kamil yang diakrab disapa Kang Emil, menyebut  Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai representasi pemuda Indonesia yang mampu memimpin bangsa.

MATARAM.lombokjournal.com —  Usai bertemu TGB di ruang kerjanya, Kang Emil mengagumi kapasitas keilmuan yang lengkap.Tak salah kalau TGB menjadi representasi pemuda yang berprestasi.

“TGB merupakan pemimpin muda yang ideal. Mampu menggerakkan dan mendukung para pemuda berkiprah membangun bangsa dan daerah,” kata Kang Emil.

Lebih jauh dikatakannya, TGB mewakili generasi kepemimpinan Indonesia, usianya masih muda. “Mirip-mirip kaya saya. Ini menunjukkan anak muda bisa berprestasi,” ungkap katanya, di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (13/07).

Kang Emil menemui TGB bersilaturrahim sekaligus melaporkan kegiatan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Bima, untuk pengembangan Program Smart City (Kota Pintar), E- Government,  Pariwisata dan akan dikembangkan pada sektor lain, sesuai kebutuhan dan perkembangan daerah masing-masing

Selain itu, sejumlah inovasi yang telah berhasil dikembangkannya di Bandung, antara lain pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, promosi usaha mikro kecil dan menengah, industri, perdagangan dan investasi.

Ia menegaskan sangat senang  bila  pengalaman tersebut diadopsi dan diterapkan di daerah lain. Seperti yang dikerjasamakan dengan  Pemkot Bima,  Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara saat ini.

Didampingi Walikota Bima, H. Qurais H.Abidin dan rombongan, Kang Emil menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan dan kemajuan NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB).

NTB dikarunai tanah yang subur, makmur dan memiliki keindahan alam yang luar biasa. Tinggal butuh perhatian dan kerja keras masyarakat NTB untuk memanfaatkan potensi yang ada.

“Di NTB ini kan emas semua tanahnya. Tinggal memperkuat SDM saja, insya Allah NTB akan jadi provinsi yang makmur,” pungkasnya.

Kepada Gubernur TGB, Kang Emil menyatakan keinginannya untuk menjadikan NTB sebagai rumah kedua. Ia juga mengungkap ketertarikannya untuk berinvestasi bidang peternakan di NTB.  Ia berjanji mengajak warga Bandung berinvestasi di NTB.

Sebaliknya, ia mengundang putra-putri NTB untuk kuliah di Bandung. “Kami punya 50 universitas, silahkan bagi putra putri NTB yang kuliah di Bandung nanti saya beri perlakuan istimewa,” katanya.

Gubernur TGB  pada perbincangan hangat saat menerima kunjungan Walikota Bandung itu, menyatakan sangat mendukung niat pengusaha Bandung berinvestasi di NTB.

Menurut TGB, masih banyak sektor di NTB yang membutuhkan sentuhan investasi dari pihak luar daerah. Gubernur berharap, dengan silaturrrahim yang baik, dapat memperkuat hubungan pendidikan NTB -Bandung .

“Saya titip anak-anak NTB yang sekolah di Bandung,” pesan Gubernur.

AYA

 

 




Korean Air dan Jetstar Siap Terbang ke Lombok

Ppenerbangan Korean Air akan terbang dari bandara Incheon (Korea) dengan paket charter flight menuju LIA, sedang  pesawat  Jetstar Sidney menggunakan paket regular dari Sidney ke LIA,

MATARAM.lombokjournal — Maskapai penerbangan Korean Air  dan Jetstar Sidney segera membuka rute penerbangan ke Lombok. Penerbangan Korean Air akan terbang langsung dari bandara Incheon (Korea) menuju LIA dengan paket charter flight mulai 29 juli mendatang. Sedang pesawat  Jetstar Sidney menggunakan paket regular dari Sidney ke LIA, dan sebaliknya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, L Mohammad Faozal mengatakan di Mataram, memang Korean Air belum penerbangan regular. “Nanti Korean Air menggunakan charter flight,” katanya.

Dikatakan, penerbangan Korean Air akan dimulai 29 Juli mendatang. Penerbangan akan dimulai dari Juli hingga Agustus sebanyak 5 flight. Sementara September hingga Desember sebanyak 4 flight.

“Totalnya ada 9 penerbangan,” sambungnya.

Penerbangan Korean Air menggunakan pesawat airbus 380. Pesawat ini memiliki kapasitas sebanyak 280 seat penumpang. Sistem charter ini sendiri akan berlaku hingga Desember mendatang.

Wisatawan Korea telah menyiapkan berbagai skenario paket wisata, dan akan dilakukan penyambutan. Hal ini sebagai kesiapan Pemprov NTB menerima wisatawan. Pihaknya telah menggandeng para agen travel yang memiliki rute ini.

“Minggu depan akan kita finalkan dengan mereka,” ujar Faozal.

Untuk Jetstar Sidney, Faozal mengatakan telah dilaunching di Sidney beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya telah memiliki rute yang sedang dipersiapkan.

Pihak managemen Jetstar pun rencananya akan datang ke Dispar NTB minggu depan. Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan kapan waktu memulai operasi penerbangan di LIA.

“Yang ini regular beda dengan Korean Air yang charter flight,”

Jetstar rencananya akan melakukan penerbangan empat kali dalam satu minggu. Pesawat yang digunakan yakni  jenis Airbus 343, yang menampung sampai 180 orang penumpang.

AYA




Ridwan Kamil Minta Arahan TGB Terkait Investasi

Walikkota Bandung akan membawa investor dari Bandung untuk rencana investasi sapi dan pariwisata di NTB

Walikota Bandung, Ridwan Kamil diterima Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi di Mataram, Kamis (13/7) (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com —  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil  mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan memaparkan pertemuannya dengan Gubernur NTB, TGB. Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB, Kamis (13/7 ).

“Alhamdulillah, saya bawa rombongan dari Bandung, melaksanakan banyak kerjasama positif dengan Provinsi NTB, khususnya kabupaten dan kota di Bima,” jelas Ridwan.

Ridwan menemui Gubernur Majdi untuk minta arahan-araha, terkait investasi peternakan sapi di Bima.

“Karena di Bandung orang makan daging banyak sekali. Sekarang stok daging krisis lah ya, kalau ada suplai dari NTB yang permanen kan relatif jadi stabil. InsyaAllah kita upayakan investasi,” jelas Ridwan.

Selain itu, Ridwan berencana akan membawa pengusaha Bandung berinvestasi pariwisata di tiga Gili, di Lombok Utara.   Kedekatan Bandung dengan NTB karena mayoritas warga NTB adalah umat muslim, secara batin sangat mirip dengan di Bandung.

Ridwan juga menjelaskan ada  agenda penandatanganan Hibah. Di Bandung ada 300-an software yang membuat Pemkot Bandung dari ranking 200 melompat menjadi ranking 1 nasional untuk kinerja pemerintahan.

“Kita ingin berbagi, mengurangi kompetisi, memperbanyak kolaborasi karena kita NKRI,” kata Ridwan. Mudah-mudahan hubungan Bandung dengan kabupaten/kota di NTB diterima masyarakat, apalagi sekarang anak-anak NTB banyak yang sekolah di Bandung, jumlahnya sekitar 500 mahasiswa.

Kota Bandung sudah dua tahun bekerjasama dengan NTB. Ridwan mengungkapkan ketertarikannya dengan NTB karena alamnya subur,makmur ,indah dan luar biasa.

“Tinggal butuh duitnya aja dan orang orang yang mau kerja, maka NTB bisa luar biasa. Di sumbawa tanahnya emas semua, tinggal SDM diperkuat, insyaallah NTB bisa semakin makmur,” ujar Ridwan

Baik Ridwan maupun TGB menginginkan kerjasama NTB-Bandung khusus nya di kota/kabupaten bisa makin maksimal. Termasuk untuk pendidikan.

TGB  mengatakan , ada 50 perguruan tinggi di Bandung yang membuka kerjasama lebih banyak lagi. “Beliau siap komunikasi agar anak-anak  kita dapat kemudahan belajar di sana,” katanya.

Dijelaskannya, Ridwan Kamil menginginkan  kerjasama ekonomi,

“Beliau ingin ajak pengusaha Bandung dan Jawa Barat lebih banyak investasi. Ada dua yang sudah berjalan tapi masih tahap awal, pertama Investasi di bidang peternakan, beliau yang supervisi dan kedua soal perhotelan, “kata gubernur.

Gubernur Majdi welcome karena baik NTB dan Kota Bandung dua-duanya daerah wisata. Kalau bisa saling kirim wisatawan, maksudnya promosi tentang NTB bisa semakin digalakkan di Bandung sehingga wisatawan Bandung bisa nyambung ke NTB dan sebaliknya.

“Jadi berkonvergensi untuk memperkokoh pasar kita,” kata TGB.

AYA




Ponpes Sirajul Huda Diminta Berdayakan Pengrajin

Kiprah Pondok Pesantren Sirajul Huda mendapat perhatian Pemrov NTB. Pihak Disperindag NTB  dorong Ponpes ini memberdayakan pengrajin

LOTENG.lombokjournal.com —  Kiprah yang dilakukan Ponpes Sirajul Huda di Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, tidak hanya memikat wisatawan. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, mulai memberi  perhatian atas inovasi programnya.

Empat orang dari Dinnas perdagangan (Disperindag) NTB, berkunjung ke Ponpes Sirajul Huda, Selasa (11/7). Semula kunjungan itu untuk menindaklanjut pengajuan proposal permohonan pengadaan mesin Jahit,  beberapa waktu sebelumnya.

Namun kedatangan Ponpes di Dusun Paok Dandak itu, mulai melihat potensi yang dimiliki ponpes ini. Apalagi setelah tim survey dari Disperindag itu bertemu dan mendapat masukan dari Ketua harian Yayasan, Ahmad Jumaili dan Kepala SMKI, Suhaili, M. Si.

Hasil pembicaraan itu, kedatangan Tim Diisperindag akhirnya menyatakan kesiapannya untuk pengadaan mesin Jahit. Bukan sebatas itu, bantuan yang diberikan malah berkembang.

“mereka juga akan menyiapkan fasilitator untuk membekali anak-anak untuk aneka kerajinan,” kata Ahmad Jumaili.

Kesediaan pihak Disperindag itu merupakan jawaban spontan atas fakta yang ditemui di lapangan. “Potensi dari beberapa siswa mendapat perhatian,” jelas Jumaili.

Bahkan lebih jauh, pihak Disprindak menyarankan agar pihak Yayasan mengakomudir beberapa pengerajin sekitar. Lebih-lebih dari kalangan wali murid, seharusnya mereka bisa diberdayakan.

“Disperindag menyatakan kesiapannya siap untuk mencarikan pasar untuk semua jenis kreasi kerajinan,”jelas Jumaili..

Menurutnya, kesediaan pihak Disperindag itu merupakan komitmen penting.  Kalau potensi siswa, bahkan masyarakat sekitar ponpes, diberdayakan akan menghasilkan generasi yang mandiri dalam semua aspek.

Misalnya, dengan adanya mesin jahit, para siswa siap memproduksi pakaian seragam sekolah. Bahkan beberapa jenis produksi lainnya, bisa dipasarkan.

Gilang