Berkunjung Kampung Ekowisata Kerujuk, Destinasi Primadona Baru di Lombok Utara

Ide kreatif pemuda Kampung Kerujuk berhasil mengubah hamparan sawan dan tempat pemancingan menjadi kampung ekowisata yang menyajikan berbagai spot menarik.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —

Lukmanul Hakim, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kerujuk Lestari

Ini contoh kekuatan ide dan kreatifikas para pemuda. Di kampung Kerujuk Desa Menggale Kecamatan Pemenang, berkat ide kreatifnya berhasil merubah kawasan yang semula hanya hamparan sawah dan tempat pemancingan, menjadi tempat wisata yang kini jadi primadona baru di Lombok Utara.

Menuju kawasan ekowisata Kerujuk, pengunjung harus melewati jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Di sepanjang perjalanan pengunjung disuguhkan pemandangan hamparan sawah serta gunung yang menjulang tinggi.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan disuguhkan dengan sejuknya pemandangan. Di tempat ini terdapat berbagai spot-spot menarik, yang menjadi primadona wisatawan untuk mengabadikan momen, seperti replika kupu-kupu berukuran 1, 5 meter dan terdapat “taman cinta” yang menjadi tempat favorit para wisatawan untuk mengabadikan momen.

Di lokasi ini terdapat rumah pohon, serta replika pesawat terbang yang terbuat dari kayu. Dan juga menarik, terdapat beberapa spot outbond yang cukup antimainstrem lainnya.

Lukmanul Hakim, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kerujuk Lestari, selaku pengelola menuturkan, kampung ekowisata tersebut merupakan kolam pemancingan. Kolam tersebut dibangun dari dana PNPM. Meski hanya kolam pemancingan, namun ternyata antusias pengunjung semakin tinggi.

“Akhirnya kami perkumpulan anak muda berdiskusi mencari kegiatan lain yang mendukung kolam pemancingan tersebut,” ujarnya.

Dirinya mengaku, Setelah melakukan pemetaan selama 6 bulan, akhirnya mulai terbentuk desain kampung ekowisata. Dirinya tak ingin seperti destinasi wisata kebanyakan lainnya yang hanya mengembangkan hiburan dan rekreasi. Kampung ekowisata Kerujuk juga mengembangkan wisata berbasis lingkungan dan budaya. Selain itu juga pengembangan ekonomi masyarakat lokal.

Pengembangan berbasis lingkungan yang dimaksud adalah pengunjung dapat membawa pohon dan menanamnya di lokasi ekowisata. Sementara budaya dengan melestarikan aneka permainan rakyat yang mulai memudar. Seperti permainan egrang, terompah, dan lainnya.

Sedangkan pengembangan ekonomi masyarakat lokal, di lokasi ini menyediakan aneka kuliner yang dijual masyarakat sekitar. “Ada beragam kuliner juga disediakan,” jelasnya.

Penghasilan dari ekowisata ini terbilang cukup besar. Hal ini dikarenakan pengunjungnya yang cukup banyak, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Lukman mengaku, jika dirata-ratakan pengunjung sehari mendekati 100 orang untuk wisatawan lokal. Sementara wisatawan asing per hari bisa mencapai 10 orang.

Terkait pendapatan, ia mengaku pendapatan dari penjualan tiket masuk dan paket wisata yang ditawarkan bisa mencapai Rp 6 juta. Bila saat liburan panjang bisa meningkat dua kali lipatnya.

wisata yang ditawarkan di lokasi ini berupa permainan rakyat, makan, snack dan kopi.

“Sementara ini pendapatan belum masuk pades, tapi kedepannya akan mengarah kesana,” jelasnya.

AYA

 

 

 




Ahmad Ziadi Nahkodai ASPPI NTB

52 peserta Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (NTB) dalam Musda di Mataram untuk akhirnya memilih Ahmad Ziadi sebagai nahkoda baru

MAtARAM.lombokjournal.com —  Dalam persaingan ketat merebut suara anggota, Ahmad Zuhaedi terpilih untuk menahkodai ASPPI NTB selama empat tahun ke depan. Ahmad Zuhaedi terpilih menjadi ketua dengan memperoleh 21 suara,, disusul Badrun 17 suara, dan Suhaely hanya mendapatkan satu suara.

Pada periode pertama berdiri, ASPPI NTB telah berhasil menggelar Lombok Travel Mart (LTM) sebanyak empat kali dengan jumlah buyer mencapai 250 orang.

“Buyer ini berasal dari domestik maupun luar negeri,” kata JN Wirajagat.

Diharapkannya, di periode kedua kepengurusan ASPPI NTB lebih mampu meningkatkan jumlah buyer, dan membantu pemerintah menaikkan angka kunjungan pariwisata.

Apalgi, mengingat pesatnya perkembangan pariwisata di NTB. Wirajagat optimis target pemerintah mendatangkan lima juta wisatawan ke NTB tercapai.

Kepengurusan baru diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap iklim pariwisata di NTB.

“Selama ini kita cukup bangga dengan mampu melaksanakan LTM empat kali, jangan sampai kendor, harus bisa memberikan dampak yang lebih dari sebelumnya,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPD BPPD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Afan Ahmad yang membuka Musda mengatakan,  kehadiran ASPPI sebagai organisasi yang masih baru cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan dunia pariwisata NTB.

Menurutnya, para pelaku dan praktisi yang tergabung dalam organisasi ini turut serta membantu pemerintah meningkatkan angka kunjungan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Afan Ahmad mengapresiasi pagelaran LTM yang menurutnya sukses di gelar di Lombok. Namun ia minta, agar pengurus DPD ASPPI NTB bekerja lebih keras lagi guna mendongkrak angka kunjungan wisatawan sesuai target NTB mencapai 5 juta orang.

“Prestasi yang luar biasa pada periode pertama, tapi jangan terlena masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Apalagi, pemerintah sudah menargetkan angka kunjungan wisatawan, jadi bergerak dan lakukan yang terbaik,” cetusnya.

AYA

 




Musda ASPPI NTB Mengutamakan Regenerasi Kepemimpinan Asosiasi

JN Wirajagat

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) menyelenggarakan Musda untuk menentukan calon pemimpin baru, karena asosiasi ini menginginkan adanya regenerasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam Musda kali peridoe kedua DPD ASPPI Nusa Tenggara Barat (NTB) memunculkan tiga kandidat yang mempunyai potensi besar, yakni pak Badrun, Suhaili, dan ibu Nunik.

“Ada tiga orang calon yang akan maju, dan saya tidak mencalonkan dirinya, sebab perlu dilakukan regenerasi di asosiasi,” kata Ketua Demisioner ASPPI, JN Wirajagad.

ASPPI NTB memang menekankan pentingnya regenerasi disebuah asosiasi agar berjalan benar . Wirajagat ingin memeberikan contoh kepada asosiasi serupa, regenerasi itu penting supaya ada penyegaran ide-ide kreatif kemudian kerja kreatif.

Proses pergantian pengurus yang berlangsung di ASPPI NTB ingin dijadikan contoh asosiasi lain, untuk memilih calon ketua melalui mekanisme Musda yang regular hingga 4 sampai 5 tahun.

“Mudah- mudahan ASPPI ini menjadi salah satu Asosiasi yang melaksanakan semua amanah ADRTnya dengan baik,” terangnya.

Musda ASPPI tahun ini diikuti 51 orang yang terdiri dari para pelaku pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

BACA : Ahmad Ziadi Nahkodai ASPPI NTB

“Saya berharap nantinya ketua terpilih bisa menginisiasi program-program kreatif yang punya potensi baik,” tegasnya.

AYA




Bulan Juni Ekspor NTB Meningkat, Sebaliknya Impor Merosot

Nilai ekspor Provinsi NTB bulan Juni  2017 mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Mei 2017. Sebaliknya, impor mengalami penurunan

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Badan Pusat Statistik (NTB), Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, nilai ekspor NTB selama bulan Juni  2017 sebesar US$ 59.925.062. Terjadi peningkatan  nilai tersebut meningkat 36.70 persen dibandingkan bulan Mei yang nilai ekspornya hanya sebesar US$ 43.837.836.

“Kenaikan nilai ekspor itu sumbangan ekspor barang tambang/galian non migas, perhiasan dan ikan,” katanya, Senin (17/7).

Pada bulan juni 2017, ekspor terbesar ditujukan ke Jepang senilai 63,94 persen, Korea Selatan 31,94  persen,serta  sisanya  Vietnam dan Pliphina 0,02 Persen.

Sedang jenis barang yang diekspor bulan Juni, barang tambang/galian non migas senilai US$ 57.339.689 (95,69 Persen), Ikan dan Udang  US$ 273.096  (0,46 persen), dan perhiasan sebanyak US $ 2.098030 ( 3,50 persen ).

“Selebihnya adalah garam belerang, kapur , kendaraan dan bagiannya serta buah- buahan,” jelas Endang

Sebaliknya, untuk  nilai Impor bulan Juni  2017 sebesar US$ 2.251.496 mengalami penurunan 81,38 persen dibandingkan bulan Mei  2017 senilai US$ 12.093.991.

Negara asal impor terbesar pada bulan Juni  2017 adalah Australia senilai US$ 875.693 (38,89 persen),  Cina senilai US$ 462.702 (20,55 persen), Malaysia Senilai US$ 378.580 (16,81  Persen) .

Jenis barang impor bulan Juni  2017 dengan nilai terbesar adalah benda-benda dari besi dan baja ( 20,17 Persen ), benda kimia anorganik ( 19, 66 persen) dan bahan bakar Mineral ( 19, 33 persen).

AYA

 




PKK NTB Tekankan Program Yang Dipahami dan Mengubah Cara Pandang Masyarakat

Jajaran PKK NTB ditekankan menyusun program kegiatan di masing-masing kelompok kerja (POKJA), lebih memprioritaskan program yang membumi.

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua TP PKK NTB, Hj Erica Zainul Majdi menegaskan perlunya masing-masing  kelompok kerja (POKJA), menyusun program yang mampu mengubah cara pandang masyarakat.

“Apa pun bentuk program tersebut, yang terpenting adalah program  dapat dipahami dan mampu mengubah cara pandang masyarakat menjadi lebih baik,” katanya saat memimpin rapat pleno PKK NTB, Senin (17/7) di Pendopo Gubernur NTB di Mataram.

Rapat pleno membahas evaluasi dan progres pelaksanaan program/kegiayan triwulan I dan II serta pembahasan program/kegiatan TP PKK NTB. triwulan III tahun 2017.

Saat itu Hj. Erica lebih banyak mendengarkan laporan pelaksanaan dan progres kinerja dan rencana program masing-masing pokja.

Beberapa program PKK yang akan dilaksanakan pada triwulan ketiga itu,  antara lain program ‘Bebas Iva’  di seluruh kab/kota se-NTB, sosialisasi  gizi yang melibatkan kader di Kabupaten/kota serta sosialisasi pengelolaan limbah rumah tangga. Program tersebut berada dalam wilayah kerja pokja IV.

Untuk kelompok kerja III, pada triwulan sebelumnya telah menggelar pelatihan pembuatan pupuk pestisida di 10 Kabupaten/kota, sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan keluarga.

Program itu dilaksanakan melalui kerjasama kemitraan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan BPTP. Sedangkan untuk triwulan ini, akan melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal, pelatihan pembuatan tas dengan tali kur.

Untuk pokja II dan I masing masing akan melaksanakan monitoring dan evaluasi PAUD se-NTB,  dan secara rutin melakukan Pembinaan majelis ta’lim di seluruh Kabupaten/kota di NTB.

Hj. Erica mengapresiasi komitmen tinggi dan kinerja  ibu- ibu PKK tersebut. Namun ia juga menekankan, akan lebih baik lagi jika dalam melaksanakan sebuah program, para kader PKK dapat memberi contoh langsung kepada masyarakat.

Untuk gerakan cuci tangan pakai sabun  dalam rumah tangga misalnya, akan dapat berjalan maksimal jika ibu, sosok yang menjadi panutan bagi anak anak, dapat memberi contoh terlebih dahulu kepada anak anaknya.

“Kalau mau anak-anak mencuci tangan pakai sabun,maka ibunya dulu yang harus melakukan, pasti akan ditiru oleh sang anak,” jelasnya.

Pada saat itu Hj Erica juga berharap agar pelaksanaan program tahun 2017 dapat terus ditingkatkan. “Semoga di tahun 2017 ini kerja sama kita semakin lancar, kita semakin kompak,”tutupnya.

Rapat Pleno tersebut dihadiri wakil Ketua I, Hj. Syamsiah M.Amin, Wakil Ketua II Hj. Ikhsanti Komala Rimbun, serta seluruh anggota dan pengurus dari keempat POKJA tersebut.

AYA




Meriahnya HUT BPJS Kesehatan di Cabang Mataram

HUT ke 49 BPJS Kesehatan juga diperingati meriah di Kantor Cabang Mataram, mulai Dari lomba best practices sharing, ‘Gerakan Sayang Meja’, lomba masak hingga bakti sosial

Meriahnya Lomba Memasak

MATARAM.lombokjournal.com –Hari Ulang Tahun (HUT) ke 49 BPJS Kesehatan yang jatuh tanggal 15 Juli, tak diperingati secara meriah di semua kantor cabang.

Namun BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram mempunyai serangkaian kegiatan, yang berlangsung hari Jum’at (14/7), sesuai tema “Budaya hidup sehat dan gotong royong memperkuat terwujudnya JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.”

Rangkaian kegiatan itu, misalnya lomba-lomba yang diperuntukkan kalangan internal. Antara lain lomba Best Practices Sharing,  lomba yang memberi kesempatan staf menuangkan gagasan inovatifnya dan mempresentasikan di hadapan staf lainnya.

Gagasan inovatif penting dimilik para karyawan, yang ditujukan mencapai tiga goal BPJS Kesehatan, yaitu kepuasan peserta, cakupan semesta dan suistanable program.

Ada juga kegiatan foto meja sebelum kerja, dan sesudahnya. Ini merupakan ‘gerakan sayang meja’, yang bertujuan menjaga lingkungan kerja yang bersih.

“Ada juga lomba masak, seperti master chef di TV. Saya pemenangnya,” kata Lalu Kusman, Kepala  Bidang Kepesertaan dan Pelayanan.

Pada hari Jum’at itu juga dilakukan senam prolanis yang diikuti karyawan dan club senam dari faskes kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram.

Salah satu kegiatan dimaksudkan memudahkan masyarakat mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.  Di salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Utara, hari Jum’at (14/7), dilakukan penyerahan drop box, sarana yang diperlukan memudahkan calon peserta mandiri mendaftar menjadi peserta program BPJS Kesehatan.

“Dengan adanya drop box itu, untuk mendaftar menjadi peserta tak perlu lagi datang dari jauh ke kantor cabang,” terang Lalu Kusman.

Sudah disediakan keperluan mendaftar peserta, mulai formulir, leaflet, buku pedoman hingga amplop, tinggal mengisi dan memasukkan ke drop box.  Nantinya petugas dari kantor cabang akan mengambil berkas-berkas kepesertaan yang sudah diisi calon peserta.

Tentu yang tak bisa ditiggalkan adalah kegiatan bakti sosial. Kali ini yang dituju adalah panti asuhan Hidayaturrahman di sekitar Abian Tubuh, Cakranegara. Disamping memberikan donasi, juga dibagikan pakaian bekas layak pakai.

Dan yang perlu dicatat, pada momen peringatan HUT itu, BPJS Kesehatan Cabang Mataram menandatangani PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan Faskes lanjutan swasta yang menjadi mitra pelayanan kesehatan, yaitu RS Harapan Keluarga di Selagalas.

Rr

 




Guru NU Diminta Proaktif Cegah Radikalisme

Nahdlatul Ulama (NU) selalu kecam radikalisme, karena itu para guru NU harus cegah radikalisme

LOTIM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin, SH.M.Si mengapresiasi NU secara regional dan nasional hingga tingkat internasional yang menolak keras dan mengecam radikalisme tersebut.

Karena itu, penggurus dan anggota Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) harus mensosialisasikan bahaya radikalisme untuk keselamatan dan keamanan hidup masyarakat.

“Radikalisme bukan bagian dari Islam, karena Islam agama yang mengutamakan kedamaian dan toleransi,” kata wagub ketika membuka Seminar dan halal bihalal PERGUNU, Sabtu (15/07)  di Aula STIT NU Danger, Kab. Lombok Timur (Lotim).

Para Guru NU, dimintanya untuk terus melakukan langkah langkah preventif agar tidak ada ruang lagi bagi masuknya pengaruh paham radikal. “Sebab Guru memiliki peran penting penjaga moral bangsa,” kata Amin.

Di depan peserta seminat “Penguatan Basis NU Dalam Mendorong Kepemimpinan” tersebut, Wagub H. Muh Amin menyebut PERGUNU sebagai organisasi terbesar kedua setelah PGRI. Semua anggota Pergunu di Lotim diajak membesarkan NU di NTB, dengan  berpegang pada ahlussunah waljamaah.

Wagub mengatakan, kondusifitas masyarakat di NTB yang aman dan tentram  juga berkat dukungan dan peran serta para guru.

Karenanya, ia menyampaikan terima kasih atas jasa dan pengabdian yang telah diberikan oleh para guru selama ini. Menurutnya, Guru merupakan ujung tombak yang membentuk kepribadian manusia dari kecil sampai dewasa. Maka  dari itu,

“Kepribadian bangsa ini dimasa depan, ditentukan komitmen para guru dalam menjalankan perannya sebagai pembentuk karakter generasi muda kita,’ tegas wagub.

AYA




TGB Launching Gemar Sholat Subuh Berjamaah di Papua

Dalam kunjungan ke Kabupaten Timika, Papua, TGB melaunching gerakan sholah Subuh berjamaah

PAPUA.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam kunjungannya di Provinsi Papua, Sabtu (15/07), semmpat melauncing Gerakan Gemar Shalat Subuh berjemaah di Masjid Al-Multazam, Kabupaten Timika.

Saat melaunching Program yang digagas MUI dan Takmir Masjid Al Multazam tersebut,  TGB-pun Mengingatkan  3  (tiga) hal yang  perlu diperkuat agar Gerakan tersebut dapat berjalan dengan baik dan terus berkelanjutan.

Pertama adalah kesadaran.  karena kesadaran merupakan pokok dari segala ikhtiar yang dikerjakan. “Waktu Subuh adalah kunci dari kebaikan dunia dan kebaikan di akhirat,” terangnya.

Sesungguhnya Gemar sholat subuh bukanlah untuk Allah, tapi manfaatnya akan dirasakan oleh  manusia, jelas TGB.

Kemudian kedua, memupuk semangat kebersamaan. Tidakl mungkin suatu gerakan akan berhasil bila hanya  dilaksanakan satu atau dua orang saja.

“Tetapi yang diperlukan adalah  kolektivitas,’ ujarnyaseraya mengingatkan,  perintah Allah kepada manusia untuk mengerjakan kebaikan secara bersama-sama sangatlah jelas dan mutlak.

Ketiga, suatu gerakan  akan berhasil bila ada kesiapan  semua pihak untuk berkorban. Pengorbanan yang berat untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah terletak kepada individu-individu untuk ikhlas berjalan ke masjid di pagi buta yang dingin, meninggalkan tempat tidurnya yang empuk dan selimut yang hangat.

“Pentingnya berkorban ini, maka Hari raya yg terbesar pun dalam tradisi Islam adalah hari raya qurban. Diawal, yang namanya pengorbanan memang berat, namun yakinlah sesuai janji Allah ujungnya akan berbuah indah dan nikmat,” tegasTGB.

TGB juga mengajak seluruh jama’ah yang hadir untuk senantiasa menghadirkan kebaikan di setiap pertemuan. Pertemuan itu, akan mengandung kebaikan apabila seluruh umat manusia ini mengisinya dengan tiga hal. Pertama, pertemuan yang berisi ajakan untuk bersama-sama berkorban atau bersedekah bagi agama, bangsa dan daerah.

“Membangun apapun termasuk membangun agama, bangsa dan negara perlu ikhtiar yang nyata yang dalam bahasa agama  disebut pengorbanan” ungkap TGB.

Menurutnya  , pertemuan berisi kebaikan bila di dalamnya  ada ajakan berbuat baik secara terus menerus. Dalam bahasa agama disebut amar ma’ruf yaitu mengajak untuk berbuat baik. TGB mangajak ratusan jama’ah itu untuk senantiasa menghiasi aktifitasnya sehari-hari dengan berbuat baik dan mengajak pada kebaikan.

“Dalam konteks  ini, jangan pernah putus asa untuk mengajak sauadara-saudara dan keluarga kita untuk berbuat baik,” ungkap alumnus terbaik Universitas Al-Azhar Kairo itu.

Pertemuan iakan mengandung kebaikan, bila diisi dengan islah atau saling memperbaiki. Memperbaiki manusia bicara tentang hati manusia

“Memperbaiki hati manusia tidaklah mudah. Bahkan Rasul untuk membangun kesadaran umat  memerlukan waktu 13 tahun di mekkah,” jelas Gubernur Hafizd Al-Qur’an itu.

AYA

 

 




Warga NTB di Papua Diajak Rawat Toleransi

Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) Mimika dan Papua pada umumnya, diminta terus merajut ilmu, menjalin ukhuwah dan merawat toleransi sebagai modal utama membangun Mimika dan Provinsi Papua dengan kebersamaan.

PAPUA.lombokjpurnal.com –  Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyerukan itu pada  Tablik Akbar dan halal bihalal dengan Warga NTB di Gedung Graha Eme Neme Yauware milik Pemerintah Kabupaten Mimika Papua,  Sabtu (15/07).

“Jadilah warga  Kabupaten Mimika  yang memiliki semangat yang sama dengan warga yang lainnya untuk ikut membangun daerah ini, dengan menunjukkan ketauladan dalam kebaikan,” kata TGB.

Warga NTB di tanah Papua, baik berasal dari Bima, Dompu, Sumbawa dan Pulau Lombok,  harus membawa kedamaian dan menjadi motor pembangunan di Mimika.

Tablik Akbar itu diawali pengukuhan Pengurus kerukunan Keluarga  NTB Kabupaten Mimika. tersebut,  Ketua MUI Mimika dan warga Masyarakat sejak pagi hari memadati gedung berkapasitas 2000 oran yang juga dihadiri Bupati Mimika, Eltinus Omaleng didampingi sejumlah jajarannya.

“TGB merupakan tokoh muda yang menasional,” kata Bupati Mimika dalam sambutan pengukuhan Keluarga NTB. Ia mengaku bahagia atas kunjungan TGB di papua Khusunya di Kabupaten Mimika.

Selain didiami oleh penduduk asli,  Kabupaten Mimika juga didiami oleh para pendatang yang berasal dari daerah lain termasuk dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Masyarakat NTB turut andil dan  mewarnai dinamika kehidupan dan pembangunan di Mimika.

“Sehingga dapat mencapai kemajuan seperti sekarang,” ungkap Bupati.

Sambutan hangat Bupati Mimika tersebut diapresiasi TGB.  Khususnya keramah tamahan dan penerimaan baik Pemda dan masyarakat Mimika terhadap kehadiran warga NTB.

TGB sempat menitip warga NTB, agar diberi peran dan kesempatan sama ikut membangun Mimika. Dan pada warga NTB di Papua, TGB berpesan agar memperlakukan masyarakat asli Mimika dan para pendatang adalah saudara.

AYA

 




Di Timika, TGB Ajak Mensyukuri Keberagaman

Di Kabupaten Timika, Provinsi Papua, TGB mengajak melihat Indonesia dari  sisi keberagaman dan kekayaannya adalah karunia, dan sisi lainnya, Indonesia adalah akumulasi dari hasil perjuangan panjang seluruh anak bangsa

PAPUA.lombokjournal.com —  Ajakan merawat keberagaman disampaikan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB)  dalam dialog dengan Pemerintah Daerah dan Para Tokoh Lintas Agama di Mimika, Jumat  (14/7) malam di Mimika, Papua.

“Kewajiban kita bukan sekedar hanya mensyukurinya tapi juga merawat dan menjaganya dengan sebaik-baiknya,” kata TGB.

Kehadiran TGB diundang oleh MUI dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Mimika Papua. TGB dalam pertemuan itu disebut Bupati Mimika sebagai tokoh muda, tokoh bangsa dan  tokoh pejuang dari NTB.

“Pertemuan ini sebagai  nikmat dari Tuhan yang harus disyukuri,” kata bupati yang diwakili Asisten I. Dialog juga dihadiri dan Ketua DPRD Mimika, Kakantor Kementrian Agama dan para tokoh lintas Agama.

Visi pemerintah Kabupaten Timika adalah Membangun Timika yang aman, damai dan sejahtera. Mmasyarakat Mimika dari berbagai etnis dengan perbedaan nilai-nilai menjadi kekuatan membangun Timika.

Toleransi umat beragama di Mimika sangat terjaga sejak kabupaten tersebut dibentuk tahun 1996  hingga saat ini.

Menanggapi toleransi di Timika, TGB mengajak belajar dan melihat dari  kondisi beberapa negara lain yang dulunya bersatu dan kuat,  kini terpecah pecah.

“Mereka tidak bisa merawat pebedaan dalam kebersamaan,” ujarnya.

Menurut  TGB keberagaman dalam pandangan agama adalah sunatullah. Menentang keberagaman berarti menentang sunatullah.

Di NTB, mayoritas penduduknya yang beragama muslim,  tidak merusak keharmonisan dalam interaksi dengan umat lain . Kuncinya, terus bersama mencari persamaan-persamaan. Interaksi kita di ruang publik lebih banyak membicarakan petsanaan.

Perbedaan tidak dimunculkan  ke ruang publik. “Perbedaan jangan diperdebatkan, apalagi dibawa ke ranah publik,” ungkapnya.

AYA