Rahmi Djalillah Contohkan TGB Sebagai Pemimpin Inspiratif

Saat bicara di depan santri Ponpes Darul Mahmudien, Rahmi Mencontohkan TGB Sebagai Pemimpin Inspiratif

LOTENG.lombokjournal.com  – Figur Dr M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang kini masih Gubernur NTB, menjadi magnet bagi jamaah NW. Bahkan kakak kandungnya, DR. Ir. Hj. Siti Rahmi Djalillah, MPd yang resmi menjadi calon NW untuk Pilgub NTB 2018, menyebut TGB sebagai tokoh inspiratif.

Itru dikatakan Hj. Siti Rahmi Djalillah saat menghadiri silaturrahmi dengan keluarga Pondok Pesantren Darul Mahmudien NW Montonggamang, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Rabu (26/7).

Saat memberikan tausyiah kepada jamaah NW dan tamu undangan yang menyambutnya, ia memberikan motivasi dan semangat kepada semua siswa yang bernaung dibawah Yayasan Ponpes Darul Mahmudien atau YADAMA, dengan mengambil sosok TGB sebagai contoh.

“TGB itu contoh pejuang yang ulet sejak kecil,” ungkapnya..

Saat ini TGB muncul sebagai figur  yang dikenal secara nasional. Rahmi mengatakan, seperti hanya para siswa YADAMA, TGB sosok yang lahir dari daerah atau kota kecil di Lombok Timur.

“TGB memiliki hobi yang sama dengan kebanyakan orang (Sasak), yaitu makan pelecing kangkung, dan sayur bening,” kata Rahmi.

Rahmi memberi ilustrasi kehidupan TGB sebagai alasannya mengambil TGB sebagai contoh tokoh inspiratif di hadapan seluruh siswa semua dan tamu undangan. Intinya, semua siswa YADAMA khususnya dan  generasi muda umumnya, bisa meniru jejak TGB.

“Hanya saja butuhkeseriusan dan niat yang mulia,’ kata Rahmi. Rahmi yang kini menjabat Rektor salah satu Universitas NW di Lotim ini juga memberikan tip menggapai kesuksesan, yaitu mengembangkan kepampuan yang ada pada diri sendiri.

Di tempat sama, Ketua Yayasan Darual Mahmudien NW yang sekaligus masih menduduki jabatan penasehat NW Loteng menyatakan rasa bangganya atas kehadiran Rahmi.

Tokoh NW di Loteng itu juga berharap agar kegiatan ini bisa memberi pencerahan bagi Yayasan untuk kedepannya. Ia sempat menegaskan, YADAMA adalah pintu utama masuk NW ke Loteng.

Gilang




Premium Tidak Langka, Konsumen Cenderung Beralih ke Pertalite dan Pertamax

Tidak ada pengurangan premium untuk SPBU, justru permintaan dari SPBU berkurang karena adanya Pertlite yang untungnya lebih banyak

Mahendra Gandhi (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) NTB, Mahendra Gandhi membantah isu langkanya bahan bakar jenis premium di sejumlah SPBU di Mataram. “Tidak ada pembatasan premium,” katanya di Mataram, Rabu (26/7)

Hingga kini tak ada kelangkaan premium, pensuplaian dari Pertamina ke SPBU selalu memenuhi permintaan pengusaha SPBU.

“Premium itu stoknnya aman berapa pun diminta. Kalau soal cepat habis hanya soal tekhis saja,” jelasnya.

Tiap hari premium selalu ada per SPBU, kisarannya 16 sampai 24 KL (kilo liter )  per SPBU tiap hari. Keseluruhan jumlah SPBU di NTB sebanyak 68, yang ada di Lombok 46, sisanya di sumbawa.

Dikatakannya, berapa pun diminta premium cukup stoknya dui Pertamina. Sebaliknya, permintaan dari SPBU berkurag karena kecenderungan konsumen yang beralih ke pertalite dan pertamax.

Kedua jenis bahan ini memiliki RON lebih tinggi yang baik bagi mesin kendaraan. Selain itu, harga premium, pertalite, dan pertamax tak terpaut jauh. Namun bukan berarti adanya pertalite dan premium itu merupakan peralihan.

“Bukan untuk peralihan. Pemakaian pertalite ada peningkatan atau bertambah. Karena animo permintaan masyarakat mengingat kwalitanya lebih bagus,” kata Mahendra.

Hingga kini penjualan pertalite dan pertamax kisarannya 10 sampai 30 persen dari awal dikeluarkan tahun lalu. Pihak Hiswana Migas menjamin tetap ada jenis bahan bakar premium, juga  pertalite dan pertamax.

AYA

 

 




Sudah Banyak Jago, Fahri Hamzah Tidak Ramaikan Pilgub NTB

Dipastikan anggota DPR RI dari Sumbawa, Fahri Hamzah, tak maju dalam bursa Pilgub NTB 2018

H Fahri Hamza, SE

LOTENG.lombokjournal.com – Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah, SE dipastikan tidak maju meramaikan Pilgub NTB 2018.  Wakil rakyat di DPR RI yang mewakili masyarakat NTB itu, sejak awal ia tak berencana maju.

“Tidak, saya tidak maju,” katanya pada Lombok Journal di Praya, Selasa (25/7) usai menjadi pembicara sosialisasi UUD 45 di SMK Anak Bangsa, Praya, Loteng.

Selain hanya berniat di legislatif dan juga mau jadi Duta NTB di Jakarta, ia merasa sudah banyak jago yang maju.

“Saya tidak mau berkompetisi di Pilgub NTB. Sudah banhyak jago yang bermuncula dan siap berkompetisi,” katanya.

Tentang jgo yang akan didukung dalam pilgub mendatang, ia mengaku tak perlu dibukanya sekarang. Meski didesak ia menolak bicara tentang siapa yang akan didukungnya.

“Jangan paksa saya karena itu adalah rahasia saya.” katanya.

Gilang




Uji Petik Lahan Parkir Sudah Dilakukan Dishub Loteng

Setelah dilakukan uji petik, bulan depan obyek lahan parkir Lombok Tengah sudah keluar

Kadis Pewrhubungan Loteng, Supardan (foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perhubungan Lombok Tengah (Dishub Loteng), Supardan menyatakan, sejak 6 bulan lalu pihaknya sudah mulai melaksanakan sistem uji petik terhadap beberapa objek lahan parkir.

“Pihak Dinas Perhubungan Loteng akan menerapkan  sistem get seperti hal di Mall atau tempat yang lain. Namun itu masih dalam pengkajian,” katanya di halaman Kantor Bupati Loteng, Selasa (25/7)

Dikatakannnya, Dinas Perhubungan akan segera mengeluarkan hasil uji petik tersebut. “Insha Allah, bulan depan sudah keluar,” katanya.

Uji petik ini dilakukan Dinas Perhubungan sebagai cara mengevaluasi, sejauh mana para Jukir di Lombok Tengah mentaati dan menjalankan peraturan yang ada.Sejauh ini, banyak juru parkir yang dinilai karena kebanyakan masih banyak melaporkan yang sebenarnya, atau dengan kata lain tidak jujur.

Mengenai objek parkir yang disediakan kantor pemerintah, tidak dilakukan pemungutan parkir.

“Tiap fasilitas pemerintah yang disediakkan kantor, maka kami tidak berhak untuk memungutnya,” kata Supardan.

Meski demikian, ke depan pihaknya akan mencoba melakukan pendekatan di Kantor Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan di Dinas Dikpora.

“Kami akan coba,” katanya. Sementara yang dari masyarakat itu sendiri adalah pajak parkir.

Target pendapatan dari lahan parkir di Loteng seperti yang telah disepakati Dinas Pendapatan Daerah  (Dispenda) Loteng berkisar Rp340 juta.

Gilang




Harga Beras Tak Sesuai Kualitas, Hanya Untungkan Pedagang

Banyak kasus yang merugikan masyarakat, harga beras kemasan tak sesuai dengan kualitas yang dijanjikan

MATARAM.lombokjournal.com –  Tim Satgas Pangan Provinsi NTB saat ini sedang fokus mengawasi perbedaan harga pangan yang merugikan masyarakat. Disamping itu, harga beras yang dipatok yang tak sesuai kualitasnya, hanya menguntungkan pedagang.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi NTB, Kombes Pol Anom Wibowo  dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) pangan yang berlangsung di Ruang Rapat Bulog, Selasa (25/7).

Anom menyayangkan, komoditi beras sebagai makanan utama diindonesia, para pedagang yang banyak menangguk untung, sedang petani tetap tak meningkat kesejahteraannya.

“Ada ketimpangan keuntungan antara para petani dan pedagang di lapangan” katanya.

Dikatakannya, banyak kasus yang dialami masyarakat, harga beras kemasan tak sesuai dngan kondisi atau kualitas beras yang didapatnya. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan pengawasan.

Seperti diketahui, saat ini kepolisian di pusat sedang mengungkap kasus ‘beras premium’ kemasan yang berkualitas rendah. Beras premium kandungan karbohidratnya hanya sebesar 25 persen, sedang beras kualitas rendah kandungannya hingga sebesar 80 persen.

Dalam label beras kemasan itu tertulis kandungan karbohidratnya 25 persen, padahal hasil setelah cek laboratorium nilai karbohidratnya 81,45 persen. Jadi bukan jenis premium, tapi dijual dengan harga premium. Ini termasuk penipuan yang merugikan masyarakat.

Beras kualitas rendah yang diberi label premium itu merupakan beras jenis IR 64 sebanyak 1.162 ton, yang siap edar ke wilayah Jabodetabek itu, disita polisi sebagai barang bukti.

“Kita akan terus melakukan pengawasan agar ketidaksamaan harga serta kwalitas ini bisa diatasi, ” tegas Anom.

Di wilayah NTB sendiri, harga kebutuhan pokok khususnya beras, memang belum terjadi disparitas yang tinggi yang merugikan masyarakat.  Di NTB belum terjadi perbedaan harga yang terlalu tinggi.

Pernyataan Anom itu terkait adanya beras yang dikatakan premium dengan harga tinggi, namun kualitasnya rendah. “Sekarang sedang dilakukan penegakan hukum oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Terkait dengan itu, Anom memang tidak akan langsung mengambil langkah penegakan hukum, sebelum tahu pasti apa yang menjadi keputusan pusat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian maupun Kepala Bulog NTB.

“Terkait keberadaan beras premium yang banyak beredar di retail-retail di NTB itu, kami masih menunggu petunjuk proses hukum yang ada di pusat,” ungkapnya.

Disinggung banyaknya aksi penimbunan beras yang dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha, Anom akan melakukan pendataan dan pengawasan. jika tidak terjadi kelangkaan maka tidak akan ada masalah.

“Kalau terjadi kelangkaan dan kenaikan harga, maka kita akan langsung bertindak,” tegasnya.

AYA




Fahri Hamzah Bicara Tentang Duta NTB Di Pusat

Wakil Ketua DPR RI, H Fahri Hamzah, bicara tentang perlunya penyadaran nilai dasar Negara Republik Indonesia. Dan  mau jadi juru bicara NTB di pusat.

LOTENG.lombokjournal.com —  “Niat saya, saya ingin menjadi duta NTB di pusat,” kata Wakil Ketua DPR RI, H Fahri Hamzah.  Soal niat itu disampaikannya saat acara sosialisasi Undang-undang Dasar 1945, di Praya, Lombok Tengah, Selasa (25/7). .

Acara itu diselenggarakan wakil rakyat NTB di pusat  itu bekerja sama  dengan SMK ANAK BANGSA Praya Lombok Tengah.

Menurut Fahri, dalam sistem pemerintahan dan sistem keungan negara seperti sekarang, perhatian pusat sangat penting karena pendapatan asli daerah jauh dari data tranfer. “Logikanya, harus ada orang yang bisa melobi anggaran yang ada di pusat,” kata Fahri.

Karena itu, Ia menegaskan akan menjadi juru bicara masyarakat NTB di pusat.

“Biar orang pusat tau bahwa disitu ada orang NTB,” tambahnya

Kemudian, seperti menebak kalau ia identik wakil rakyat yang suka berulah, Fahri mengungkapkan dengan nada bergurau. “Biarlah saya ribut-ribut di pusat,” celetuknya.

Tidak seperti biasanya, Fahri Hamzah dalam acara itu tanpa menyampaikan mengkritik pemerintahan Jokowi-JK, atau menyampaikan ‘kegeraman’nya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fahri mengaku, warga Indonesia perlu penyadaran akan nilai dasar NKRI.

“Kkita perlu memperkokoh kembali pemahaman bahwa Kebhinekaan itu merupakan rahmat,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang menghadiri acara tersebut..

AYA

GILANG




Disiapkan Satgas Rinjani Bersih, Tangani Menangani Sampah di Rinjani

Penanganan Sampah di Gunung Rinjani yang tak pernah beres, sekarang dibentuk Satgas Rinjani Bersih

MATARAM.lombokjournal.com — Secara rutin Satgas Rinjani Bersih membersihkan empat titik, mulai dari Plawangan, areal danau, pintu masuk Sembalun, dan pintu masuk Senaru yang merupakan titik awal pendakian.

Itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Fauzal.  Pihaknya bersama dengan Balai TNGR serta Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi melaunching Satgas Rinjani Bersih, Senin (24/7) di kantor Dinas Pariwisata NTB.

Faozal mefokuskan dan menyelesaikan masalah tata kelola destinasi khususnya gunung Rinjani “Untuk permasalahan sampah di Rinjani, sekarang sudah kita bentuk Satgas Rinjani Bersih untuk menyelesaikannya,” ucapnya.

Selain melakukan pembersihan sampah di Rinjani, Satgas nantinya akan elakukan colecting  sampah-sampah dan juga memberikan edukasi atau pemahaman terhadap semua pendaki tentang pentingnya menjaga kebersihan gunung Rinjani.

Nanti konsentrasi satgas ini akan dipusatkan di Pelawangan yang merupakan titik kumpul dari pintu Senaru dan pintu Sembalun. Sehingga potensi sampah dan kerusakan alam di situ sangat besar.

Selain di Pelawangan, tim satgas juga akan ditempatkan di areal danau. Karenatujuan akhir semua pendaki pasti menuju danau, sehingga potensi sampah juga sangat besar terjadi.

Untuk menunjang kinerja tim satgas, Dinas Pariwisata NTB akan memberikan tunjangan atau reward kepada personil tim satgas. “Tim satgas ini hanya bekerja untuk mengumpulkan sampah saja, untuk evakuasi turunnya sampah akan dilakukan oleh TNGR,” katanya.

Kasubag TU TNGR, Mustafa Imam Lubis sangat mendukung program pembentukan Satgas Rinjani Bersih oleh Dinas Pariwisata tersebut. Ini merupakan kabar baik bagi proses pembersihan gunung Rinjani yang memang selalu memiliki masalah sampah yang sulit untuk ditanggulangi setiap tahunnya.

“Mudah-mudahan dengan dibentuknya satgas ini, bisa menyelesaikan permasalahan- permasalahan yang ada di Rinjani khususnya masalah sampah,” harap Imam Lubis.

AYA




Membekali Siswa Jadi Konsumen Cerdas

Para siswa agar bisa jadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli barang atau produk, apalagi produk-produk yang berasal dari luar negeri.

MATARAM.lombokjournal.com – Sosialisasi perlindungan konsumen terhadap bahan berbahaya bagi Siswa SLTP dan SLTA diselenggarakan Dinas perdagangan Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Senin (24/7).

“Mereka diberikan pelatihan bagaimana teliti sebelum membeli. Karena ini efek dari arus globalosasi dan MEA. Jadi semua jasa, semua tenaga kerja semuanya bebas masuk ke indonesia,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provins NTB Hj. Putu Selly Andayani. Berlakunya MEA (masyarakat ekonomi Asean) saat ini, Semua bisa masuk ke indonesia serba bebas.

Sosialisasi pemahaman tentang hak dan kewajiban konsumen khususnya generasi muda itu, diikuti sebanyak 105.  Terdiri siswa perwakilan sebanyak 20 orang, dan masing masing satu guru pembimbing dari SLTP atau SMP yakni SMP 1 dan SMP 7 mataram, dan SLTA ( SMK ) yakni di SMK 4 dan SMK 3.

Sebagai narasumber yakni Haerani, Ketua Harian BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa konsumen), memberikan informasi bagaimanaa menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara konsumen dengan penyedia jasa.

Selain menyampaikan materi tentang hak dan kewajiban konsumen, perlindungan konsumen, narasumber juga memberikan tips-tips sebagai dasar mereka menjadi konsumen yang kritis. Terutama saat melakukan transaksi jual beli.

Materi lainnya yang diberikan adalah bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri.  “Karena bagaimanapun juga kita harus membantu para pelaku usaha. Siapa lagi yang akan membantu mereka kalau bukan kita sendiri,” tegas Putu Selly.

Dalam kesempatan itu juga diberikan sosialisasi  tentang pembelian barang yang harus sesuai dengan standar SNI sehingga terjamin kualitasnya.

“Selain itu konsumen juga terlindungi dari Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan dan Lingkungan Hidup (K3L),” jelas Puutu Selly.

AYA

 

 




Rencana Kereta Gantung Ke Rinjani Hanya Untuk Ramaikan Medsos

Rencana pembangunan fasilitas kereta gantung menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah hanya meramaikan media sosial (medsos)

Mustafa Imam Lubis

MATARAM.lombokjournal.com – memang menarik rencana pembangunan fasilitas kereta gantung menuju Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).  Kabarnya  Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bekerja sama dengan investor Tiongkok untuk mewujudkan mimpi itu.

Tapi sebenarnya, rencana itu hanya untuk meramaikan cerita atau perbincangan hangat masyarakat NTB di jejaring Media Sosial (medsos). Buktinya, sampai sekarang tidak ada langkah apa pun yang ditempuh Pemkab Lombok Tengah terkait rencana itu.

Saat dikonfirmasi, Kasubag TU TNGR, Mustafa Imam Lubis, belum menerima surat permohonan apa pun terkait rencana pembangunan kereta gantung tersebut.

“Kan hebohnya di medsos ya,” katanya saat ditemui di Dinas Pariwisata NTB, Senin (24/7).

Kalau memang serius, tentu ada pendekatan atau pembicaraan yang mengarah ke rencana itu. Tapi sampai saat ini pihak TNGR belum menerima permohonan atau surat apa pun terkait rencana itu.

Namun seandainya ada permohonan, belum tentu disetujui pihak TNGR. “Tidak langsung disetujui,” kata Imam Lubis. Masih perlu dilakukan beberapa kajian.

“Itu harus berproses dan kajiannya itu sampai ke Jakarta tidak di kita lagi. Nanti apakah akan di setujui atau tidak tergantung hasil kajian disana,” jelasnya.

Memang, memberi ijin kereta gantung tidak semudah memberi ijin angkot jurusan Ampenan-Bertais.

Tentang ijin kereta gantung itu, Imam Lubis mengatakan, selain harus dikaji dari berbagai aspek dampak baik dan buruknya, juga prosesnya membutuhkan waktu panjang.

Dikaji dulu mulai dari lingkungannya, ekosistemnya dan sosial masyarakatnya. Kajiannya banyak menyeluruh. Imam malah memberi saran, sebaiknya rencana tersebut dikaji ulang.

“Jika rencana tersebut terealisas,i dikhawatirkan berdampak buruk pada ekosistem dan lingkungan sekitar TNGR,” pungkas Imam.

AYA




Program Siswa Mengenal Nusantara, Perkuat Keutuhan Bangsa

Pertukaran pelajar antar provinsi se-Indonesia strategis tumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan menjaga keutuhan NKRI

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB,  H. Muh. Amin, SH. M.Si menegaskan itu saat acara penerimaan dan pelepasan 49 orang  Siswa/siswi peserta SMN dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk NTB, dan siswa/siswi dari NTB untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin, (24/7).

“Selain saling mengenal kebudayaan dan keperibadian satu sama lain, akan lahir  generasi bangsa yang  berwawasan luas,  berkarakter  dan mencintai tanah air dan bangsanya,” kata wagub.

Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) merupakan sinergi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia bersinergi dengan PT Jasa Raharja, PT. Indofarma Tbk dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sejak tahun 2015.

Program SMN merupakan kegiatan mengajak ribuan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia untuk saling berkunjung ke berbagai provinsi di tanah air.

Wagub mengapresiasi terlaksananya program ini yang berkelanjutan. “Ini modal bagi kita untuk membangun, menggali informasi, dan mengambil pelajaran dari setiap perjalanan kita,” ujarnya.

Perwakilan NTB untuk Aceh  tahun ini sebanyak dua puluh tiga (20) orang, ditambah pendamping tiga orang. Semua berasal dari siswa siswi SMA, SMK dan SLB. Sedangkan, dari NAD untuk NTB  juga sebanyak  23 orang termasuk pendamping 3 orang.

Perwakilan Kementerian BUMN, Ony Suprihartono memaparkan, Siswa Mengenal Nusantara sudah dimulai sejak 2015 dan merupakan program berkelanjutan. Pihaknya juga meluncurkan program-program bantuan seperti bantuan laboratorium bagi Sekolah Menengah Kejuruan, Bedah Rumah Veteran, Pembinaan Eks. Narapidana, Pembinaan Mantan Atlet, dan Pembinaan Desa Tertinggal.

Program SMN untuk menanamkan sejak dini kepada para siswa-siswi cinta tanah air, menghargai perbedaan dari berbagai macam dan bentuk suku, budaya, ras dan agama. “SMN hadir untuk menjaga kebhinekaan nilai luhur bangsa”, ungkap Ony.

Nantinya program-program yang ingin dicapai dengan adanya SMN adalah, memperoleh wawasan sosial budaya, wawasan pendidikan, wawasan enterpreneurship, dan wawasan pengenalan terhadap BUMN. Program ini hanya berlangsung seminggu saja.

“Ambil nilai positif dari tiap daerah yang dituju, publikasikan dan tulis pengalaman yang dirasakan,” tutur Ony.

Pelepasan dan penerimaan peserta SMN ditandai dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta dari NTB atas nama Arya Nusa Wahyu Nurada, dan dari NAD atas nama Fakhira.

AYA