Atlet Kempo NTB Tingkatkan Kemampuan Menuju PON 26

Para Shorinji diminta memantapkan teknik Kempo dengan mengikuti tiap event kompetisi, untuk mengasah kemampuan dan skill bertanding, agar pada ajang PON dapat mengharumkan nama NTB.

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, S.H., M.Si didampingi Ketua PERKEMI NTB Ibnu Salim, SH., M.Si, Ketua Koni NTB, Andy Haandianto, Kepala Dispora NTB,  Hj. Husnidiaty Nurdin  dan Kapolres Mataram menyampaikan harapan itu, saat membuka Ghasuku Nasional Wilayah IV, Jatim, Bali, NTB dan NTT, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI), di Aula Rinjani BPSDM Provinsi NTB, Jum’at (28/7) sore.

Di hadapan ratusan Shorinji, Wagub minta kepada seluruh atlet kempo untuk terus berlatih dengan keras agar dapat memberikan yang terbaik bagi daerah NTB seperti cabang olah raga lainnya. “Pemerintah daerah akan memberikan dukungan seperti pembenahan tempat latihan dan peningkatan sarana prasarana latihan,” kata wagub.

Wagub memberikan arahan kepada para atlet Kempo untuk menghindari prilaku-prilaku tidak  baik, seperti penggunaan obat-obat terlarang, narkoba, rokok dan sejenisnya, karena itu akan mengurangai kekuatan fisik para atlet.

“Berkompetisilah dengan sehat, tanpa narkoba, raihlah prestasi dengan sehat untuk kebanggaan daerah dan bangsa,”  pinta Wagub.

Sebelumnya, Ketua Panitia PERKEMI Ibnu Salim, SH., M.Si mengatakan, Ghasuku Nasional Wilayah IV kali ini dihajatkan untuk ujian kenaikan tingkat sebanyak 200 Shorinji. Selain itu, juga sebagai ajang untuk silaturrahmi para Shorinji Wilayah IV yakni Jatim, Bali, NTB dan NTT.

“ Ini merupakan sarana memotivasi para atlet, sekaligus ajang memantapkan teknik  bertarung,” pungkasnya.

AYA




Kejuaraan Taekwondo Piala Gubernur, Diikuti Atlit Dari Bali

Kejuaraan yang menjadi ajang mengasah pengalaman dan jam terbang para atlet usia muda ini, juga untuk penjaringan untuk dipersiapkan menjadi atlit andalan NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Kejuaraan Taekwondo Indonesia (TI) Piala Gubernur 2017, dibuka Wakil Gubernur NTB di Mataram, Jum’at (28/07). Peserta kejuaraan sebanyak 650 peserta tingkat SMP dan SMA dari Pulau lombok dan Bali akan bertanding tanggal 28-30 Juli 2017.

Kejuaraan Taekwondo itu merupakan ajang pembinaan generasi muda, agar terhindar dari kegiatan- kegiatan yang tidak bermanfaat dengan berolahraga dan meraih prestasi. “Bisa terhindar dari obatan teralarang dan kegiatan yang kurang edukatif,” kata wagub.

Taekwondo merupakan salah satu dari 15 cabang yang akan dimainkan di PON. Kejuaraan kali ini jadi ajang menambah jam terbang bagi atlet- atlet muda. Peraih prestasi terbaik I sampai III, akan ditarik dan dibina lebih lanjut sebagai atlet NTB dalam wadah PPLP.

Taekwondo Piala Gubernur akan dijadikan agenda tahunan oleh Dispora NTB bekerja sama dengan Pengprov Taekwindo NTB. Kejuaraan ini bisa dijadikan ajang mengasah pengalaman dan jam terbang para atlet usia muda dalam meniti karier menjadi atlet Taekwondo NTB dalam menghadapi berbagai even kejuarnas taekwondo di tanah air.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NtB, saya minta seluruh Atlet Muda yang bertanding termasuk para pelatih dan Pengurus Pengcab, dapat mengikuti Kejuaraan ini dengan sportif dalam meraih prestasi terbaik,” Ujar  Wakil Gubernur dalam sambutannya.

Ketua Pengprov TI NTB,  Lalu Wirahman mengatakan, ajang ini merupakan penjaringan atlit agar bisa menjadi atlit andalan NTB. “Kita koordinaai dengan Dispora dan mendpatkan Restu  dari gubernur. Karena pertama kita pakai nama  kejuaraan Pila Gubernur,” katanya.

Sebenarnya kejuaraan hanya diikuti atlit Lombok, tapi karena ada permintaan dari Bali, akhirnya hanya dari Klungkung dan Bangli yang diikutkan.

AYA




Agus Suryadin, S.Pd, Guru Berprestasi Dari Montong Bile, Pernah Belajar ELPSA di Australia

Agus Suryadin, S.Pd. guru  SMPN 6 Kopang, Lombok Tengah dinobatkan menjadi guru berprestasi tingkat Provinsi, sempat membuat panitia tercengang

Agus Suryadin, S.Pd

LOTENG.lombokjounal.com – Bulan Juni lalu, Agus Suryadin terpilih menjadi guru berprestasi tingkat provinsi, dan akan mewakili NTB untuk pemilihan tingkat nasional.  Guru yang masih dipercaya sebagai Ketua MGMP Matematika ini bercerita terkait penilaian guru berprestasi itu, di antaranya tentang karya tulis, presentasi, wawancara, dan portofolio.

Agus sempat mencengangkan juri dan panitia. Saat itu, Agus mengeluarkan sertifikat dari Cambera University, Australia tahun 2015. Ternyata Agus juga pernah belajar ELPSA, Australia tahun 2015 silam, kemudian sempat menjadi tutor ELPSA di Lombok Tengah.

Memang, selama ini Agus termasuk guru penggerak bagi teman sejawat melalui kegiatan sebagai tutor, instruktur di tingkat kabupaten. Di SMPN 6 Kopang pernah menjadi Wakasek Kesiswaan, Wakasek Kurikulum, dan pembimbing Olimpiade Matematika, selain pembina ekstra kurikuler Pramuka.

Semula ia tak begitu tertarik ikut kompetisi guru berprestasi.  Tapi tiba-tiba ia termotivasi.

“Saya membaca surat edaran dari Dinas Pendidikan Lombok Tengah, yang mencantumkan hadiah Umroh bagi yang berhasil. Itu yang membuat saya mantap ikut lomba itu,” tutur Agus, saat dikonfirmasi, Jum’ at (28/7) di ruangannya.

Agus tidak pernah berpikir akan mewakili NTB ke tingkat nasional. Malah ia sempat ragu karena persiapannya apa adanya, dibanding persiapan peserta lainnya yang lengkap. Tapi ia ingat pesan kepala Dinas Pendidikan Loteng,  H. Sumum, S.Pd, SH.M.Pd yang mengatakan,”Yang penting sudah berusaha maksimal, soal hasil kita pasrahkan.”

Menurutnya, keberhasilannya tak lepas dari dukungan teman seprofesinnya khususnya Kepala Sekolah, Lalu Sukmayadi, S.Pd.

“Kami dukung semua guru mengikuti Lomba-loba selama tidak mengganggu tugas pokoknya. Tentu kami sangat bangga jika ada guru yang berprestasi,”  tutur Lalu Sukmayadi saat dikonfirmasi.

Sebab dengan adanya salah satu guru yang bisa meraih prestasi gemilang, guru-guru lainnya  jadi terinspirasi. “Bukan sekedar itu, siswa juga makin giat belajar,” tambahnya.

Termasuk Kepala Dinas Pendidikan Loteng berharap, prestasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi guru-guru yang lain. “Kami ingin memberikan kesempatan Agus berbagi pengalaman kepada dewan guru se Loteng sepulangnya dari mengikuti Lomba tingkat Nasional,” H Sumun di ruangannya, Jum’at (28/7).

Agus Suryadinn kelahiran Montong Bile, Desa Pendem, Kacamatan Janapria, Loteng, 18 Agustus 1974, mengaku dengan bermodalkan artikel tentang pengalamannya itulah, ia meraih nilai tertinggi.

Kini, Agus harus mempersiapkan diri menghadapi lomba tingkat nasional,  yang persyaratannya lebih rumit dibandingkan provinsi. Tapi ia kembali ingat pesan Kepala Dinas Pendidikan Loteng.

“Yang penting menyiapkan mental. Karena sudah sampai tingkat nasional, mentalnya juga harus nasional, bahkan internasional,” pesan H Sumun.

GILANG




Munas Jaringan Sekolah Islam Terpadu Berlangsung di Mataram

Munas IV Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) yang berlangsung di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) diharap memberi efek positif citra NTB sebagai destinasi wisata halal

MATARAM.lombokjournal.com – Penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IV JSIT diapresiasi Wagub NTB, saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama stakeholder terkait, sedang fokus pada pengembangan  wisata halal dan  wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Selama dua tahun berturut-turut NTB berhasil meraih penghargaan the Best Halal Tourism dan Best Halal Honeymoon Destination.

“Jadi, bapak/ibu tidak perlu ragu untuk mengadakan pertemuan berskala nasional di tempat kami,” ujar Wagub NTB, H Muhammad Amin saat membuka Munas JSIT dengan Tema “Bersinergi Membangun Bangsa Melalui Pendidikan yang bermutu Religius dan Berdaya Saing Global” di Hotel Lombok Raya Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jum’at (28/7).

Seperti dilaporkan Ketua Panitia L. Muhammad Alfian, ST melaporkan, Munas ke-4 ini diikuti 1.500 orang dari seluruh Indonesia, berlangsung tanggal 27-30 Juli 2017, yang diisi berbagai kegiatan, seperti Talkshow, Seminar, dan dialog kebangsaan.

Wagub berharap event ini memberi efek positif pada citra NTB sebagai distinasi Wisata  halal  terbaik dunia.

Wagub memaparkan, mayoritas penduduk NTB beragama Islam, didukung beragamnya suku Sasak, Samawa, Mbojo dan etnis lainnya, namun rasa kebangsaan dan tingkat toleransi beragama di NTB sangatlah tinggi.

” Mari Kkta tunjukkan kepada dunia, islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin,” ajak Wagub, sambil berpesan agar Sekolah Islam Terpadu (SIT) memberikan pendidikan islam yang baik kepada siswanya sekaligus menangkal paham-paham radikal.

Senada dengan Wagub, Ketua Umum JSIT Indonesia DR. H. Sukro Muhab, M.Si mengatakan,  jumlah Sekolah Islam Terpadu (SIT) semakin meningkat tiap tahun. Ketika Munas pertama tahun 2003, anggota SIT yang terdaftar  baru berjumlah 126 sekola.

Pada tahun 2006 meningkat menjadi  387 sekolah, dan terus mengalami laju pertumbuhan signifikan. Tahun 2009 menjadi 874 sekolah, tahun 2013  berjumlah 1.984  dan hingga pada Munas ke-4 tahun 2017, total anggota  SIT yang terdaftar berjumlah 2.462 sekolah.

“Ini menunjukkan SIT terus dipercaya oleh masyarakat dalam menghadirkan pendidikan islam,” ujarnya.

Terkait radikalisme yang sering melekat pada sekolah Islam, Sukro mengatakan SIT bekerja sama dengan MPR RI dan DPR RI untuk mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan. Ini menunjukkan bahwa sekolah Islam tidak anti Pancasila dan anti NKRI.

“Bagi kami, NKRI adalah harga mati yang harus dipelihara dan dijaga,” tegasnya.

Oleh karenanya,  ia meminta komitmen seluruh anggota SIT agar benar benar menjadi sekolah yang mengajarkan siswanya untuk sholat dengan rajin, taat kepada Allah dan negara, serta menjunjung tinggi nilai keadilan,” pintanya.

Serangkaian kegiatan, Wagub beserta Ketua Umum JSIT menyerahkan penghargaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Terpadu Guru SIT oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Tampak hadir Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil Ketua DPRD, H. Abdul Hadi, Rektor Yala Islamic University Thailand, Prof. Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, Ketua Majelis Persatuan Pendidikan Islam Malaysia Prof. Dr. Khodori, dan Vice Principle of Attaqwa Islamic College Australia Muhammad Hallak, Med.

AYA/Hms

 




NTB Terima Mobil Pelatihan Untuk Tenaga Konstruksi

Mobile Training Unit (MTU) akan mendukung peningkatan kualitas dan keterampilan SDM bidang konstruksi sampai pelosok

Wagub H Muhammad Amin bersama peserta workshop (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com — Satu unit Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan keliling diserahkan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dari Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR), Yusid Toyib

Serah terima pinjam pakai MTU itu sesaat setelah Dirjen Bina Konstruksi Kemen PU PR membuka kegiatan workshop regulasi dan kebijakan pola pembiayaan investasi infrastruktur bidang PUPR, di Hotel Golden Palace, Mataram, Kamis, (27/7).

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H,Muh. Amin secara simbolis menerima 1 unit MTU itu didampingi kepala Dinas PU Prov. NTB, Wedha Magma Ardi dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Prov. NTB, Gusti Bagus Sugiartha.

MTU bisa dimanfaatkan memberi pelatihan on job training sampai ke pelosok, menghampiri tenaga konstruksi di lokasi pekerjaannya. Pelatihan keliling mendukung kebijakan Pemrov NTB dalam menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan generasi muda, termasuk di bidang usaha jasa konstruksi.

Dalam sambutannya, Wagub mengatakan pentingnya infrastruktur bagi NTB sebagai provinsi di wilayah timur yang menjadi pintu gerbang pariwisata dan penyangga pangan nasional. Infrastruktur yang memadai, makin membantu percepatan pembangunan.

“Target pemerintah berinvestasi di bidang infrastrukutur merupakan hal yang sangat urgent dan tidak beresiko,” kata wagub..

Layaknya di daerah lain, di NTB pun keterpenuhan Infrastruktur dasar menjadi tolak ukur  berhasil tidaknya penbangunan.

Terkait pemenuhan dasar. Wagub Amin menyambut baik niat Kementerian PUPR yang memberi hak pinjam pakai unit MTU. “Saya harap  MTU ini nantinya dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan sumber daya manusia di bidang bina konstruksi,” kata wagub.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen bina konstruksi Kemen PU PR, Ir Yusid Toyib mengatakan, pekerja terampil dan “qualified” menjamin kesuksesan dan keberhasilan. NTB sebagai salah satu Provinsi yang giat menggalakkan pembangunan infrastruktur, membutuhkan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan bersertifikat yang memiliki pola kerja efektif.

MTU diharapkan untuk mengenalkan dan mengajarkan pola kerja efektif dan efisien pada tenaga kerja konstruksi.  Ini akan memberikan hasil optimal pada pembangunan infrastruktur.

“Pembinaan melalui MTU juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM generasi muda yang siap menghadapi tantangan kehidupan kerja,” kata Yusid Toyib..

Persaingan dunia kerja dengan dunia luar makin keta. Tenaga kerja yang datang ke Indonesia mereka adalah tenaga kerja yang terampil dan memiliki sertifikat atau telah diakui dalam suatu lembaga. “ari kita lawan dengan kompetensi, “ujar Yusid memberi semangat.

Sebelumnya, Ketua Panitia Workshop, Direktur Bina Investasi Infrastruktur Dr.Ir Masrianto MT, melaporkan,  penyerahan pinjam pakai MTU antara lain bertujuan memberikan stimulus bagi stakeholder untuk meningkatkan kompetensi SDM bidang konstruksi.

Workshop yang digagas Direktorat Bina Investasi Infrastruktur, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat RI, menghadirkan narasumber dari Kemendagri, Kemenkeu, Bappenas, Kemeterian PUPR dan Bappeda DKI Jakarta.

Peserta workshop terdiri dari Kepala Dinas PUPR kab/kota, penanaman modal se-NTB, unsur LPJK, Kadin dan Perguruan Tinggi.

AYA

 




TGB Ingatkan Semangat Optimisme, Seperti Tertuang Dalam Qur’an

Untuk menang berkompetisi di persaingan global, TGB ingatkan pentingnya membangun semangat optimisme

lombokjournal.com –

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menjawab pertanyaan tentang tips  memenangkan kompetisi di persaingan global, saat menjadi pembicara pada diskusi panelis utama (main panel discussion), dalam konferensi ke-9 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sedunia  (Indonesian Scholars International Convention 9th)  di Kota Warwick, Inggris, Rabu (26/7).

Dikatakannya, untuk menang berkompetisi di persaingan global yang kian ketat, penting membangun semangat optimisme,” kata TGB.

“Ajaran Islam yang tertuang di dalam kitab suci Al-Qur’an, mengharuskan manusia bersikap optimis dan bukan pesimis,” tegas TGB.

Menanggapi beragam pertanyaan, TGB mengungkapkan  fakta fakta pembangunan daerah khususnya di NTB.  Banyak aspek perlu mendapatkan atensi penanganan, mulai yang tampak sederhana, tetapi berdampak besar bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Diungkapkannya, di NTB harus memberi atensi terkait kebiasaan pernikahan dini, kebiasaan pola asuh dan pola makan yang kurang baik. “Jika tidak ada pendekatan penanganan yang tepat, akan menimbulkan masalah sosial dan kesehatan,” paparnya.

Konferensi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Sedunia  (Indonesian Scholars International Convention 9th)  rutin dilaksanakan tiap tahun secara bergilir di semua negara di dunia. Pertemuan diisi dengan diskusi terkait berbagai isu yang berkembang baik di dunia maupun Indonesia.

Konferensi di Gedung Warwick Centre Kota Warwick Inggris itu, merupakan event gabungan Konvensi Internasional Peneliti Indonesia  (ISIC) dan Symposium Internasional ke-9  Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia.

Peserta konferensi mencapai 1.500 orang  peneliti dan pemuda pelajar dunia, mengupas  tema pokok Akselerasi Sumber Daya Potensial Indonesia Menyongsong 2030.

TGB membawakan  materi, “Strategi Terbaik Menyiapkan Generasi Muda Indonesia Menyongsong Bonus Demografi 2030”. Ia memaparkan strategi menyiapkan generasi muda Indonesia memanfaatkan  bonus demografi tahun 2030, , diperkirakan sebagian besar populasi di Indonesia didominasi penduduk usia produktif.

Acara di mulai pukul 10.30 waktu setempat, dibuka Duta Besar RI untuk Inggris, Dr. Rizal Sukma. Hadir juga saat itu, Duta Besar/Utusan Tetap Delegasi Republik Indonesia untuk UNESCO, Prof. Fauzi Soelaiman, Duta Perdagangan Perdana Menteri Inggris khusus untuk Indonesia, Richard Graham. Acara baru berakhir sekitar Pukul  13.00 waktu Inggris atau sekitar pukul 21.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Selain TGB sebagai panelis utama, penyelenggara, Samuel Leonardo Putra bersama Ketua PPI di Inggris, Alanda Kaiza juga mengundang mantan Menteri ESDM, Sudirman Said sebagai Keynote Speaker sekaligus membuat kesimpulan pada acara diskusi panel tersebut.

Memperkuat Pendidikan

TGB menguraikan strategi transformasi pemuda menyongsong persaingan global di masa datang. Kunci utama bagi pemuda untuk melakukan transformasi diri adalah pendidikan.

“Suatu negara atau daerah ingin maju, kuat dan sejahtera, maka yang perlu diperkuat adalah pendidikan,” tegasnya.

Dikatakannya, pemprov NTB konsisten mengalokasikan 20% anggaran untuk pendidikan. Selain itu telah menyediakan banyak anggaran untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemuda melalui beasiswa, peningkatan kapasitas guru, peningkatan metode pengajaran, serta membangun sekolah di daerah-daerah terpencil.

Inovasi dan strategi yang dilakukannya mempersiapkan generasi yang dapat menikmati Bonus Demografi 2030 mendatang. Kebijakan populer yang sampaikan TGB, di antaranya melakukan reviltasliasi, fasilitasi dan penguatan peranan pemuda bagi pertumbuhan ekonomi, melalui pelatihan skill dan manajemen usaha.

Dikatakannya  juga tentang penguatan peran dan keterlibatan mahasiswa untuk program pendampingan bagi ibu hamil dan bayi, yang dikenal program ASHAR (Aksi Seribu Hari Pertama Setelah Melahirkan), menciptkan 200.000 wirausahawan baru dan mendorong peningkatan kualitas UMKM.

Kebijakan lainnya, menumbuhkan semangat kepeloporan pemuda dalam menciptakan desa wisata berdasarkan ciri khas dan potensi setempat, sambil menjaga kelesatarian hutan dan lingkungan, serta menumbuhkan minat baca dan mengembangkan usaha kecil menengah dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

Para peserta diskusi sangat antusias  dengan gagasan dan pemikiran  TGB. Mereka ingin mengetahui dan mendengar penjelasan tentang capaian kemajuan pembangunan NTB yang selama ini hanya diperoleh dari media dan informasi dari mulut ke mulut.  TGB banyak mendapat pertanyaan terkait strategi mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah.

Kebijakan kebijakan pemerintah untuk mengatasi permasalahan pembangunan, serta  pemikirannya  mempersiapkan generasi muda untuk menatap masa depan, serta strategi dan kebijakan  yang perlu dilakukan sebagai modal bagi generasi untuk menghadapi tantangan.

Usai acara, hingga di luar ruang pertemuan, TGB dikerubuti oleh pelajar dan mahasiswa untuk berbincang,  ada di antaranya yang memanfaatkan untuk selfi bersama TGB.

AYA/HMS




Pelaku UMKM Diharapkan Membiasakan Transaksi Non Tunai

Digital banking memiliki andil yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

MATARAM.lombokjournal — Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Sally Andayani mengatakan, teknologi menjadi keniscayaan dalam pembangunan. Kehadiran digital banking suatu hal yang harus dilakukan, terlebih dengan citra NTB yang kini menjadi destinasi wisata.

Selain itu, potensi sektor UMKM yang sangat luar biasa terkendala sentuhan teknologi dalam produksi maupun pemasarannya.

“Masalah digitalisasi sangat penting,” ujar Sally dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Peran Digital Banking Mendorong Pertumbuhan Ekonomi NTB di Sektor Pariwisata dan Industri Kreatif di Hotel Fizz, Mataram, Rabu (25/7).

Layanan non tunai harus digiatkan kepada para pelaku industri wisata di NTB, termasuk bagi pelaku UMKM. Kehadiran layanan non tunai tentu akan memudahkan para wisatawan dalam bertransaksi saat berkunjung ke NTB.

“Proses sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku UMKM agar lebih melek teknologi juga menjadi tanggungjawab bersama. Pasalnya, para pelaku UMKM mempunyai peranan vital dalam kemajuan sektor pariwisata suatu daerah jelas,” Sally.

Ditegaskannya, sebagai destinasi wisata, para UMKM di NTB sepatutnya dibekali mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk kemudahan proses transaksi. Selain kemudahan bertransaksi, biasanya belanja dengan pembayaran melalui mesin EDC cenderung lebih tinggi dibanding pembayaran secara tunai.

“Seorang istri gubernur di Sumatera yang membeli mutiara Lombok hingga Rp 60 miliar melalui mesin EDC saat NTB Expo,” kisahnya.

Saat masih menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Sally menggagas kampung digital di sentra-sentra UMKM di NTB, seperti di Sekarbela, Mataram, yang dikenal sebagai sentra mutiara Lombok.

Dengan digitalisasi, Sally ingin adanya hubungan langsung antara pembeli dan penjual dalam bertransaksi, tidak melalui perantara yang justru merugikan para pelaku UMKM.

“Contoh Banyumulek (sentra gerabah) yang dulu jadi ikon NTB, sekarang seakan menangis,” kata Sally.

Para pelaku UMKM diharapkan membuka diri dengan membiasakan melakukan pola transaksi pembayaran non tunai. Dari sektor perdagangan, Sally mengaku telah mengumpulkan ratusan pelaku UMKM untuk sosialisasi dan edukasi terkait digitalisasi serta pembentukan i-Shop NTB yang menjadi toko elektronik bersama UMKM di NTB.

“Saya ingin UMKM terbiasa dengan non tunai. 17 Agustus nanti akan ekspor 20 UMKM oleh Gubernur NTB melalui kerjasama dengan PT Pos Indonesia,” kata Sally menambahkan.

AYA




NTB Fokus Pendidikan Pranikah, Cegah KDRT dan Tingginya Perceraian

Pendidikan pranikah dimaksudkan agar pernikahan dilakukan di atas usia 21 tahun, salah satunya mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

MATARAM.lombokjournal.com – Saat ini pemerintah NTB fokus pada pendidikan pranikah sebagai upaya struktural dan edukasi pendewasaan usia pernikahan. Sudah dikeluarkan Surat Edaran Gubernur,  menghimbau masyarakat atau remaja agar menikah diatas 21 tahun.

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M. Si mengungkapkannya di tengah-tengah penandatanganan berita acara serah terima Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang dirangkaikan review program KKBPK Semester I Tahun 2017, di Hotel Grand Legi Mataram, Rabu (26/7).

Tujuannya, mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurunkan kasus KDRT (kekerasan dalam rumahtangga) yang biasa berakhir perceraian. Pekerjaan ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah.

“Mengatasi masalah kependudukan tidak bisa sendiri, dibutuhkan banyak elemen termasuk organisasi-organisasi wanita, LSM dan lain-lain,” katanya.

Terkait pengalihan status kepegawaian tenaga PKB/PLKB menjadi pegawai pusat,  seiring berlakukanya  UU Nomor 23 Tahun 2014, yang menegaskan, para penyuluh  menjadi urusan pemerintah pusat bukan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Wagub menegaskan bahwa dengan dilaksanakannya penandatanganan berita acara serah terima personel dan dokumen PKB/PLKB ini, maka secara resmi semua tenaga PKB/PLKB di Provinsi NTB telah beralih status dari pegawai daerah menjadi pegawai pusat.

“Apa pun status kepegawaiannya, yang terpenting adalah pengabdiannya,” ujar Wagub.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN NTB DR. Lalu Makripudin, M.Si melaporkan, tiap kesempatan Wagub NTB menekankan, tidak ada artinya kemajuan yang dicapai sektor lain bila program pengendalian penduduk tidak baik.

Harapannya, momentum ini dapat menjadi ‘trigger’ untuk mensukseskan program KKBPK di daerah guna mewujudkan generasi emas NTB 2025 yang berbudaya dan berdaya saing.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Bupati/Walikota dan Kepala BKKBN, serta disaksikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri dan Ketua DPRD.

Hadir dalam acara tersebut Deputi Keluaga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dr. Ir. Dwi Listiawardani, Kepala BKN RI Ahmad Yusad.

Tercatat jumlah penyuluh KB yang akan dialihkan untuk NTB sebanyak 458 orang. Kota Mataram 27 orang, Lombok Barat 57 orang, Lombok Tengah 52 orang, Lombok Timur 138 orang, Lombok Utara 7 orang, Sumbawa Barat 19 orang,Sumbawa 54 orang, Dompu 20 orang, Bima 61 orang, dan kota bima 23 orang.

AYA/Hms

 

 




Berpasangan Dengan Siapa pun, Yang Penting Rahmi Jadi NTB-1

Siti Rahmi Djalillah sudah siap-siap sosialisasi

LOTENG.lombokjournal.com — DR. Ir. Hj. Siti Rahmi Djalillah MPd makin mantab untuk melangkah dalam Pilgub 2018. Setelah bersosialisasi dengan kalangan NW, ia bersiap-siap melakukan sosialisasi ke semua penjuru.

“Ya saya sudah siap maju menjadi nomor satu, “ ujar Rahmi saat dikonfirmasi usai silaturrahmi dengan Keluarga Ponpes Darul Mahmudien NW Montonggamang Lombok Tengah di halaman parkir Madrasah Aliyah Montonggamang, Rabu (26/7).

Bersama tim pemenangannya, Ia sudah melakukan konsolidasi untuk dalam waktu dekat mengadakan sosialisi baik di Lombok maupun Sumbawa.

Diungkapkannya, sejauh ini sudah banyak calon yang mulai meminangnya untuk berdampingan dalam  Pilgub mendatang, namun ia tidak menyebutkan nama-namanya. “Semua calon kuat dan pasti baik,” katanya.

Saat diminta tanggapannya kemungkinan Ia disandingkan dengan H. M. Suhaili FT. SH, dengan santai Rahmi mewnjelaskan pada wartawan. “Aspirasi orang kan sah-sah saja, Mau Suhaili atau yang lainnya boleh, tapi pada intinya saya siap jadi NTB-1,” katanya.

Giang




Forum Wartawan Diskusi Peranan Digital Banking

Digital banking memiliki peran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung inklusi keuangan di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua Forum Wartawan Pariwisata NTB mengatakan itu di tengah di tengah berlangsungnya Forum Group Discussion (FGD) dengan topik Peran Digital Banking dalam Pertumbuhan Ekonomi NTB di Sektor Pariwisata dan Industri Kreatif.

FGD yang diselenggarakan Forum wartawan NTB itu didukung Bank Mandiri dan dibuka Wagub NTB, H Muhammad Amin di hotel Fizz Mataram, NTB, Rabu (26/7).

Hadir dalam diskusi itu  Kepala Bank Mandiri NTB, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Kepala OJK NTB, melibatkan sekitar 50 orang peserta dari unsur pelaku wisata, pelaku UMKM, dan awak media.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, dukungan perbankan perlu terus ditingkatkan untuk sektor pariwisata dan juga UMKM di NTB. “Pertumbuhan sektor pariwisata di NTB cukup baik mencapai 21 persen pertahun. Dan akan lebih maksimal dengan keterlibatan semua pihak termasuk perbankan,” kata Amin.

Wagub berharap, FGD membuahkan pemikiran bersama semua pihak, dan menjadi rekomendasi kebijakan Pemerintah dan stakeholders terkait, untuk memaksimalkan sinergitas perbankan dengan pelaku wisata dan UMKM di NTB.

Ketua Forum,  Sigit Setyo Lelono mengatakan, Bank Indonesia mendorong inklusi keuangan dengan mengintegrasikan ekosistem non tunai dalam program dan layanan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

Pertumbuhan konsumsi yang tinggi itu, antara lain didorong makin mudahnya aktivitas jual beli melalui berbagai platform yang kini tersedia bagi konsumen untuk memperoleh barang dan jasa. Salah satunya adalah aktivitas belanja daring atau e-dagang (e-commerce).

Aktivitas belanja daring tersebut dapat menghubungkan konsumen langsung dengan produsen, termasuk berbagai UMKM.

” Digital Banking dipandang berpotensi menjembatani kebutuhan dan menggerakan kegiatan sektor usaha kecil dan mikro, serta masyarakat secara luas sekaligus turut mendorong inklusi keuangan termasuk di wilayah NTB,” ujar Sigit.

Layanan digital banking paling sederhana semisal pembayaran non tunai menggunakan kredit card dan debit card sudah mulai digunakan di jumlah destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa. Selain memudahkan wisatawan berbelanja, pola ini efektif membantu para pelaku usaha dalam setiap kali proses transaksi.

Penyebaran sistem digital banking masih belum optimal, karena banyak pelaku usaha, jasa pariwisata, pusat Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di sejumlah destinasi wisata yang masih menggunakan sistem traksaksi konvensional.

“FGD ini diharapkan dapat menjadi salah satu forum kolaborasi positif yang mampu mengangkat berbagai solusi bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarat NTB ke depan,” kata Sigit menambahkan.

AYA