Al-Quran Harus Selalu Dekat Dengan Anak-anak

Kewajiban utama para orang tua membangun kedekatan  anak anak dengan al- Quran

lombokjournal.com –  Membangun kedekatan  anak anak dengan al Qur’an merupakan tugas utama para orang tua. Pendidikan terbaik bagi anak-anak ada dalam Al Quran.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengatakan itu di depan ratusan jamaa’ah di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jum’at (/8).

“Menjadi anak yang sholeh atau terbaik,  jalan yang paling utama adalah al quran,”  kata TGB.

TGB menegaskan, membangun masa depan bukan pembangunan sisi lahir belaka. Juga penting membangun kekuatan batin bangsa seperti keberanian, semangat juang dan kepercayaa diri juga sangat penting.

“Bangsa ini perlu orang-orang dengan keteguhan iman,  karakter yang kuat dan tak kenal menyerah. Dan kita akan mendapatkannya dengan terus  mendekatkan anak-anak dengan Al Quran, ” tegasnya.

TGB dijadwalkan melakukan kunjungan di Kota Medan, Sumatera Utara, sejak Jumat (4/8) hingga Minggu (6/8), memenuhi undangan para ulama dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, KH.  DR.  Dedi Masri,  LC. MA serta sejumlah Pimpinan Ponpes. Kunjungannya menghadiri acara temu tokoh dan dialog kebangsaan pada pelantikan DPW Ikatan Pondok Pesantren (IPI ) Sumut, Jum’at malam.

Kemudian, Hari Sabtu (5/8-17) diawali shalat subuh berjemaah, dilanjutkan Tablik Akbar dan silaturahim dengan sejumlah Tokoh Masyarakat.

Hari pertama tiba di Sumut, Jumat siang, TGB mengawalinya dengan sholat Jum’at dan menjadi khotib di Masjid Agung Kota Medan. Usai sholat Jum’at dilanjutkan bersilaturrahmi dan bertausyiah di Rumah Tahfizh Miftahul Jannah, di Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

“Menjadi anak yang sholeh atau terbaik,  jalan yang paling utama adalah al quran,”  kata TGB.

Rasulukllah membangun kota Madinah tidak hanya melihat kekayaan sumber daya alamnya. Tapi lebih melihat potensi penduduk dan generasinya mudanya, dan mendidiknya sebagai  pembawa cahaya Al Quran

“Nabi Muhammad melihat Madinah sebagai kota cahaya yang akan memancarkan agama islam, dan anak anak kita sekarang adalah para penjaga cahaya islam, ” ungkapnya.

AYA




Setelah Keripik Tempe dan Peyek, Komariah Menjual Keripik Ares dan Keripik Pare

Kreasi Komariah membuat keripik, sebulan mengantongi jutaan rupiah

MATARAM.lombokjournal.com – Ini dia inovasi membuat camilan keripik, yang bisa ditemui di salah satu stan UMKM Lombok Barat (Lobar) pada EXPO NTB 2017 di Islamic Center NTB, Jumat (4/8).

Inovasi tersebut berupa keripik Ares (pelepah pisang) serta keripik dari sayuran Pare, yang produk asli dari Gerung, Lombok barat, yang  belum ditemukan di daerah lain di NTB.  Komariah selaku pemilik  UKM dan yang mengkreasi keripik ares dan pare itu menuturkan inovasinya membuat  camilan tersebut.

Komariah sudah memulai usaha camilan itu sejak sembilan tahun lalu, semula membuat keripik tempe dan peyek, bertempat di jembatan gantung di Gerung, Lombok barat.

Pelepah pisang muda atau ares sangat populer bagi masyarakat Sasak di Lombok. Biasanya Ares disuguhkan sebagai lauk saat masyarakat Sasak begawe atau ada acara hajatan besar saja. Namun saat Komariah melihat pohon pisang di rumahnya, ia terinspirasi membuat keripik Ares.

“Banyak Pohon pisang di rumah, sayang kalau tidak di manfaatkan. Makanya timbul ide, terus saya mencobanya, jadilah keripik ini,” tuturnya.

Jangan dikira keripik ares itu hanya jadi jajanan di kampung. Poduk buatan Komariah sekarang sudah bisa masuk di retail moderen, seperti alfamart dan Idomaret, serta bisa didapat di pusat  Ole-ole jajanan khas lombok.

Sebenarnya permintaan produk keripik Komariah cukup banyak, tapi belum bisa memenuhi permintaan pasar.

“Sebab produk kami masih dikerjakan manual. Masih iris bahan dengan tangan belum bisa menghasilkan produk dalamjumlah banyak. Kami masih minta bantuan ke Dinas Perindstrian  Lobar, agar diberikan mesin pemotong bahan,” terangnya.

Dalam sehari Komariah bisa membuat 200 bungkus keripik ares dari sepuluh buah pohon Pisang. Untuk Keripik pare, biasanya membutuhkan bahan 30-40 kg dan per kilonya menghasilkan lima bungkus Keripik.

Bisnis pembuatan keripik Ares dan Pare ini tidak menggunakan bahan pengawet. Itu sebabnya hanya bisa bertahan samapai dua setenga bulan saja. “Ya cuman bisa bertahan sampai dua bulan, setengah saja karena kita masih alami ya gak pake bahan pengawet,” ungkapnya.

Dari hasil keripik buatannya, Komariah bisa mengantongi penghasilan delapan juta rupiah per bulan.

AYA

 

??foto komariah pemilik ukm dan pencetus keripik pare dan ares




Berkunjung Ke Pantai Unting-Unting, Pantai Bagian Selatan Lombok Tengah

Keindahan pantai di Lombok Tengah, pantai-pantai di bagian selatan Pulau Lombok, ibarat sebagian kecil keindahan sorga yang diperlihatkan di dunia

LOTENG.lombokjournal.com – Banyak pantai indah yang diceritakan. Tapi salah satu lokasi wisata yang belum banyak diketahui orang ini, menyuguhkan pemandangan menakjubkan.

Pantai yang sangat layak dipromosikan sebagai destinasi wisata ini, lokasinya di bagian selatan, tepatnya di Desa Mekar Sari, masih dalam kawasan Selong Belanak, Lombok Tengah.

Mulai dari suara deburan ombak yang ramah, menyapa pegunjungnya. Hamparan pasir putih sebesar merica, memaksa rasa ingin berlama-lama. Dan masih terlihat jejak makhluk Tuhan yang bernama Kura-kura, mengundang rasa penasaran ingin menemukannya.

Tim Lensa Humas Lombok Tengah dibantu warga sekitar salah satunya Andi, anak Kades Selong Belanak, mencoba langsung ketempat yang kebanyakan warga sekitar memanfaatkan  pantai tersebut untuk mencari udang dan ikan.

“Perbekalan yang cukup tentu sangat dibutuhkan, terutama air minum, maklum rutenya selain terjal juga jarak tempuhnya lumayan jauh,” pesan salah seorang Tim Lensa Humas, Loteng, sebelum melakukan perjalanan.

Itu pesan yang bijak. Sebab perjalanan menuju Unting-Unting, memang perjalanan pertama bahkan masyarakat Lombok Tengah sendiri kebanyakan tidak mengenal kokasi ini. Betapa tidak, dari tempat Tim Lensa Humas memarkir kendaraan masih harus menempuh perjalanan sekitar sejam di jalan berliku-liku yang kadang-kadang  melewati tanjakan terjal. Bahkan seluruh Tim Lensa Humas sendiri belum pernah mendatangi pantai ini.

“Perjuangan keras akhirnya mencapai tujuan.  Terbayar segenap perjuangan ke Unting-Unting, dengan suguhan pemandangan ekstra natural,” kata salah seorang.

Lokasi pantai di Desa Mekar Sari  merupakan pantai yang belum terlalu dikenal banyak orang. Untuk mencapai pantai tersebut dibutuhkan tenaga ekstra dan nyali tinggi untuk mencapai lokasi tersebut, dengan  menyusuri perbukitan yang merupakan kawasan hutan lindung, dan membutuhkan waktu satu jam dari tempat parkir di pantai Semeti.

Masyarakat sekitar menyebut pantai tersebut dengan nama pantai Unting-Unting bersebelahan dengan pantai Munah dan pantai Gili Gansing, di tempat ini juga merupakan tempat bertelurnya kura-kura.

Kita juga mendapat disuguhkan deburan ombak seperti air terjun yang mengalir melalui dua celah batu, satu obyek wisata Nambung yang berada di perbatasan Lombok tengah dengan Lombok Barat.

GILANG




Bertani Hidroponik, Solusi Sempitnya Lahan Pertanian Kota

Sempitnya lahan pertanian di perkotaan, membutuhkan inovasi kreatif agar sektor pertanian mensejahterakan petani

Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana bersama istri, didampingi Kepala Dinas Pertanian Mataram, foto bersama di depan grren house

Mataram.lombokjournal.com – Wakil Walikota Mataram, H Mohan Roliskana, mengngatkan tantangan yang dihadapi Kota Mataram, yang lahan pertaniannya hanya tersisa 33 persen. Ini berdampak signifikan pada kesejahteraan sekitar 4900 petani di Mataram.

“Program sitalas (sistem bertani lahan sempit, red) dengan hidroponik sudah berhasil.  Mudah-mudahan bisa direplikasi di tempat lain,” kata Mohan saat melaunnching Program Sistem  Bertani Lahan Sempit (Sitalas) dengan hidroponik di Lingkungan Taman, Karang Baru (depan Kantor BPK) di Mataram, Kamis (3/8) siang.

Acara launching itu berlangsung di tanah pekarangan yang cukup luas. Di areal lain pekarangan itu berdiri green house hidroponik di atas lahan sekitar 195 m2 (2 are) dengan jumlah 9400 (lubang) tanaman sayur, yang siap memanen berbagai macam sayuran. Bahkan bibit padi yang ditanam sudah mulai tumbuh subur.

Meski sekitar dua bulan berbagai sayuran itu baru ditanam dengan media air dalam lubang-labang paralon, tapi  sudah bisa melayani pengumpul yang biasa memasok ke hotel. “Hasil dari yang 2 are (19 m2) ini setara dengan lahan seluas 50 are (5000 m2),” tutur H Masbuhin yang dikenal sebagai penggerak petani kota sistem hidroponik.

Kadis Pertanian Kota Mataram, H Mutawali, mengawali acara itu menegaskan, dengan program Sitalas beryujuan menguatkan kembali kontribusi sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi.

Dikatakan, tahun 2031 diprediksi lahan pertanian di Mataram hanya tersisa sekitar 350 ha. “Ini tidak boleh hanya dpandang dengan kesediah. Tapi butuh kepedulian,” kata Mutawali.

Dengan program siitalas dengan hidroponik, ingin dijawab masalah yang timbul terkait menyempitnya lahan pertanian.   Masalah seperti petani buruh tani yang menganggur, kekuragan kebuuhan sayur mayur, menghilangnya lahan kangkung, kelangkaan cabe, bisa mendapatkan solusinya.

“Jangan menangis karena kehilangan lahan. Mari gunakan yang masih ada,” ajak Mutawali.

Menurutnya, bertani dengan hidroponik punya kelebihan. Disamping tak membutuhkan lahan luas, masa panen relatif singkat, selain itu bisa memanfaatkan  pekarangan,lorong-lorong, bahkan bisa dilakukan di halaman kantor atau sekolah.

Peluncuran program Sitalas dengan hidroponik itu dihadiri Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Priyono, GM Lombok Raya, Gusti Lanang Patra, Luran se Kota Mataram,  pengusaha yang bergerak di pertanian dan kelompok tani.

Pada akhir acara, para undangan meninjau green house hidroponik. Dalam kesempatan itu, langsung terjadi traksaksi pengelola green house, H Masbuhin, dengan beberapa pengusaha pertanian maupun kalangan perhotelan.

Rr

 

 

 

 

 




Kesenian Dipercaya Bisa Cegah Terorisme dan Paham Radikalisme

Karya seni bisa menyampaikan pesan-pesan penuh makna, sebagai sarana cegah terorisme dan berkembangnya pahan radikalisme

MATARAM.lombokjournal.com — Kesenian memiliki nilai kuat sebagai sarana sosialisasi pencegahan terorisme dan berkembangnya paham radikalisme.  Dengan melibatkan seniman dapat disampaikan pesan-pesan untuk mitigasi tindakan terorisme dan berkembangnya radikaslisme di masyarakat.

Wakil Gubernur NTB. H. Muh. Amin, SH., M.Si menegaskan itu saat membuka dialog pelibatan komunitas seni budaya dalam pencegahan terorisme dengan tema “Sastra cinta damai, cegah faham radikalisme”, di Hotel Grand Legi Mataram, Kamis, (3/8).

Hadir saat itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, tokoh agama, tokoh adat, para budayawan dan mahasiswa.

Di depan ratusan peserta tokoh agama, tokoh adat, budayawan dan mahasiswa, wagub menegaskan pentingnya kerjasama berkesinambungan semua pihak, melalui program-program strategis mencegah terorisme dan radikalisme.

“Kita jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk membangun negara dan daerah menjadi lebih maju dan kuat, bukan sebaliknya sebagai sumber perpecahan,”  ajak Wagub sambil mengingatkan  pentingnya mewaspadai adanya sel-sel tidur teroris yang siap bangun.

Pemerintah dan DPR diharapkan segera bersinergi membuat regulasi sebagai payung hukum meminimalisir atau men-zero-kan tindakan terorisme.

Sebelumnya, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung menyampaikan, pelibatan komunitas seni budaya dalam pencegahan terorisme merupakan kegiatan sangat strategis dan perlu terus dilakukan.

Pendekatan seni budaya, akan menjadi strategi efektif mengeleminir masuknya faham radikalisme  di kalangan generasi muda. “Melibatkan mereka secara langsung, dan kesenian disenangi oleh banyak pihak,” katanya.

Mitigasi harus mulai dari generasi muda, karena mereka paling aktif berinteraksi dengan media sosial. Generasi muda paling rentan terpapar persoalan radikalisme.

Diharapkan peran tokoh agama dan tokoh adat mencegah tindakan terorisme dan faham radikal. “NTB sebagai daerah yang paling terkenal dengan kepatuhan masyarakatnya terhadap tokoh agama dan kearifan lokal yang ada,” kata Hj. Andi Intang Dulung.

AYA

 




PKK Diajak Kuatkan Semangat ‘Fastabiqul Khairat’

Penting terus memupuk kekompakan dan persatuan dalam mewujudkan program program pemberdayaan perempuan dan keluarga yang sejahtera.

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Erica  Zainul Majdi mengajak segenap jajaran PKK dan Organisasi Wanita di Nusa Tenggara Barat menyalakan semangat fastabiqul khairat.

“Mari kita tanam dan nyalakan semangat fastabiqul  khairat di jiwa setiap insan PKK dan Wanita untuk satu tujuan, memajukan NTB melalui pemberdayaan perempuan,” ajak Hj. Erica saat menghadiri Halal Bi Halal TP. PKK Prov. NTB di Aula TP. PKK Prov. NTB, di Mataram, Kamis (3/8/).

Fastabiqul khairat merupakan ajakan `berlomba-lombalah berbuat kebajikan’. Kebajikan yang dimaksud pasti kebaikan yang sesuai dengan perintah Allah.

“Pengabdian dalam pelaksanaan program program PKK diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” katanya. Ditambahkan, seluruh organisasi perempuan di NTB ini memiliki satu tujuan, memajukan NTB melalui pemberdayaan perempuan.

Kekompakan mencapai tujuan itu tidak lepas dari prinsip fastabiqul khairot, yang terus dipegang oleh kader PKK dalam melaksanakan tugasnya.

Halal Bi Halal yang mengangkat tema Dengan Silaturrahim Kita Teguhkan Kebersamaan tersebut dihadiri oleh Ketua BKOW Prov. NTB Hj. Syamsiah M. Amin dan Ketua Dharma Wanita Prov. NTB Hj. Ikhsanti Komala Rimbun Rosiady.

Kegiatan halal bi halal itu juga diisi ceramah Dr. H. Zaidi Abdad, MA, yang mengatakan, rasa kebersamaan yang kuat adalah kunci mengatasi berbagai masalah.

“Ada tiga hal dalam membangun kebersamaan, pertama membangun keimanan dan ketaqwaan, kedua membangun pendidikan, dan ketiga membangun ekonomi,” ujar Zaidi Abdad.

Keimanan dan ketaqwaan adalah segala perbuatan yang dilakukan di dunia dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

“Kenalkan anak-anak tentang  hakikat keimanan dan ketaqwaan sejak dini agar anak-anak kita kelak memiliki moralitas dan akhlak yang baik,” himbaunya.

AYA

 

 

 




Menyongsong Latihan Perang 45 Negara, NTB Akan Manfaatkan Untuk Promosi Pariwisata

Naval Exercise Komodo (MNEK) tahun 2018 di NTB,  akan menghadirkan ribuan tentara dan puluhan kapal perang dari 45 negara

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil gubernur NTB H. Muh Amin SH M.Si berharap, dalam event internasional itu seluruh  stakeholder memanfaatkan untuk mwempromosikan potensi pariwisata

“Tampilkan seluruh potensi yang dimiliki daerah, seperti budaya, tradisi, kuliner, serta memperkenalkan industri kreatif lainnya,” kata wagub saat rapat koordinasi persiapan MNEK, di Hotel Aston Inn, Kota Mataram, Kamis (03/08)..

Event akbar itu diperkirakan diikuti sekitar 2000 personil Tentara Nasional Indonesia dan dari mancanegara. Momentum tersebut  sangat cocok untuk mempromosikan  berbagai potensi pariwisata Nusa Tenggara Barat.

“Caranya dengan menyiapkan berbagai macam event yang akan digelar untuk mengisi program multilateral tersebut.” katanya.

Semua pihak diminta berkoordinasi dan bekerjasama menyukseskan kegiatan yang akan menghadirkan puluhan kapal perang dari 45 negara di dunia.

“Libatkan seluruh elemen masyarakat untuk menampilkan segenap potensi dan kemampuan yang dimilikinya,” pinta Wagub.

Menurutnya, pelibatan itu akan memotivasi masyarakat berkreasi dan berpartisipasi menyukseskan dalam event yang akan digelar. Masyarakat juga akan meraih manfaat  dan multiflayer effect dari event tersebut.

Ketua Tim Satuan Tugas MNEK, Kolonel Laut Antonius Wdyio Utomo sebelumnya melaporkan, kegiatan Naval Exercise Komodo (MNEK) rencananya berlangsung tanggal 4-8 Mei 2018.

Disamping ajang latihan perang,  event dua tahunan itu juga diisi berbagai kegiatan seperti Kirab Budaya, Baksos, city tour, pameran ekonomi bisnis, olahraga serta kegiatan-kegiatan lain yang dapat mendukung berkembangnya pariwisata NTB.

Pelabuhan Lembar dinilai sebagai lokasi yang pas untuk event tersebut. Sebanyak 2000 peserta dari berbagai pasukan di 45 negara di dunia itu akan mengikuti kegiatan tersebut.

Selain kapal perang, berbagai kapal komersial dan tradisional asal Indonesia juga akan turut ambil bagian pada event MNEKke-3 itu.

AYA

 




NTB Expo di Islamic Center, Menguatkan Branding Destinasi Wisata Halal

NTB Expo mengenalkan potensi wisata religi

H. Chairul Mahsul (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com – Pemilihan lokasi NTB Expo 2017 di Komplek Islamic Center NTB merupakan upaya untuk makin mengenalkan potensi wisata religi kepada para buyers dan sellers yang datang dari seluruh Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UMKM NTB Chairul Mahsul mengatakan, NTB Expo 2017 merupakan NTB Expo yang ke-15 sejak pertamakali digelar pada 2003.

“Islamic Center NTB dipilih sebagai ikhtiar kita mempromosikan branding NTB sebagai destinasi utama wisata halal Indonesia,” ujar Chairil di pelataran Kompleks Islamic Center NTB, Mataram, Kamis (3/8).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar NTB Expo 2017 di pelataran Kompleks Islamic Center NTB yang berlangsung sejak Kamis (3/8) hingga Ahad (6/8).

Sekitar 140 stand dari UMKM di seluruh NTB dan juga luar NTB ikut berpartisipasi dalam NTB Expo 2017, termasuk UMKM binaan BI, Bank NTB, dan BUMN-BUMN yang ada di NTB.

Chairul belum menyebutkan target transaksi yang dihasilkan selama ajang ini berlangsung. Menurutnya, NTB Expo 2017 merupakan persiapan ajang NTB Expo 2018 tahun depan yang digadang-gadang akan menjadi gelaran NTB Expo terbesar.

“InsyaAllah tahun depan akan jadi NTB Expo terbesar karena tahun depan merupakan tahun terakhir Gubernur dan Wakil Gubernur NTB,” jelas Chairul.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




NTB Expo, Ihtiar Mempromosikan Produk UMKM

Penyelenggaraan NTB Expo memacu kreatifitas  UMKM

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Amin mengatakan, penyelenggaraan NTB Expo merupakan salah satu ikhtiar memacu kreatifitas dan mempromosikan hasil kerajinan NTB.

“Pameran ini menampilkan produk unggulan dari NTB yang bisa tingkatkan daya saing daerah,” katanya saat dimulainya NTB Expo di Islamic Center NTB di Mataram, Kamis (3/8)

Menurutnya, kontribusi sektor perdagangan termasuk produk-produk dari UMKM di NTB terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif kecil. Hanya berkisar di angka 21 persen.

Jumlah sebesar itu tertinggal jauh dari kontribusi sektor pertanian yang masih menjadi sektor andalan NTB dengan sumbangsih sebesar 46 persen.

Wagub memaparkan beragam kendala yang masih membelit para pelaku UMKM di NTB, sehingga kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi belum berjalan maksimal.

“Kendala utama memang masih pada bagian produksi dan pendanaan,” katanya.

Dikatakannya, sejumlah perbankan sudah berinisiasi memberikan akses permodalan pembiayaan bagi para pelaku UMKM di NTB. Namun tidak semuanya terpenuhi lantaran adanya proses seleksi cukup ketat.

Keterbatasan pembiayaan, menurutnya, kerap menjadi pemicu bagi para UMKM di NTB secara mandiri mengembangkan usahanya hingga mampu merambah pasar internasional.

Pemprov NTB berupaya mencari solusi terkait persoalan permodalan para pelaku UMKM mengingat peran pentingnya sektor ini dalam memajukan sektor pariwisata.

“Salah satunya solusi dengan menggelar NTB Expo 2017,” ungkap wagub.

BACA : NTB Expo di Islamic Center, Menguatkan Branding Destinasi Wisata Halal

AYA

 

 




Mayat Dikubur Puluhan Tahun, Tapi Jasadnya Masih Utuh

Penggali kubur sering menemukan mayat, tapi tak pernah ada mayat diperkirakan puluhan tahun dikubur tapi masih utuh

Penggali kubur melihatkan mayat yang hanya menyusut, jasad lainnya masih utuh (foto: Gilang)

LOTENG.lombokjournal.com –  Masyarakat Dusun Paok Dandak, Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu, (2 /8) sore, dikejutkan ditemukannya Jenazah yang diperkirakan sudah dikubur puluhan tahun, tapi jasadnya masih utuh.

Bapen Arip, penggali kubur di Pekuburan Serumbung, Desa Durian, saat tengah menggali kubur salah satu warga yang meninggal, menemukan mayat lain dari yang lain.

Temuan mayat itu merupakan pengalaman luar biasa bagi Baen Arip.  Menurut pengakuannya, ia seperti halnya para penggali kubur mengaku sering menemukan mayat di dalam makam yang diperkirakan sudah tidak diziarahi namun kali ini berbeda

“Sebelumnya saya pernah temukan hal seperti ini (mayat di kuburan,red), namun baru kali ini jenazahnya masih utuh. Hanya mengalami penyusutan dagingnya,” jelas Bapen Cin, penggali kubur lainnya yang juga ikut menggali.

Warga yang masih kental berbau mitos, menganggap orang yang meninggal itu Husnul Khotimah.

Belum diketahui identitas jenazah tersebut.  Belum bisa dipastikan, meski ada yang mengaku jenazah saudarinya yang meninggal puluhan tahun lalu.

“Mungkin itu jenazah almarhum saudari saya yang meninggal puluhan tahun, saat saya masih kecil,” pengakuan salah seorang warga yang kini sudah bercucu 3 orang.

Bapen Arip menjelaskan, lokasi kubur yang digalinya memang sudah bisa dipakai mengubur jenazah lain,mengingat batu misannya sudah tak jelas. “Menurut kebiasaan, kalau lokasi yang akan kita gunakan sudah rata dengan tanah, maka artinya ahli warisnya sudah lupa saking lamanya,” katanya.

Penggali kubur yang berjumlah puluhan orang itu tidak berani membuka kain kafan tersebut meski tali pocong di bagian tengah telah terbuka.

Dan jenazah tersebut kembali dimakamkan pada tempat yang sama dengan membuatkan lubang di sebelah jenazah yang baru.

GILANG