Festival Bulan Budaya Lombok Sumbawa Resmi Digelar.

Pengembangan pariwisata dibarengi penguatan agama dan pengokohan nilai-nilai budaya

Salah satu peserta karnaval

MATARAM.lombokjournal.com —  Festival Bulan Budaya Lombok Lumbawa (BBLS) sebagai rangkaian Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017, mulai digelar di Taman Sangkareang di Mataram, Jum’at (18/8).

Dalam pembukaan festival yang merupakan Kalender Pariwisata NTB yang digelar tiap tahun itu dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan Karnaval. Kegiatan.

“Karnaval ini merupakan rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017 sesuai kalender pariwisata NTB yang dimulai pada 18 Agustus sampai 16 September,” ujar Lalu Muhammad Faozal, Kepala Dinas Pariwisata NTB. Festival ini diikuti 10 kabupaten/kota di NTB dan didukung pelajar SMA dan SMK serta masyarakat yang ambil bagian pada kegiatan tersebut.

“InsyaAllah karnaval ini akan diikuti sedikitnya 1.500 peserta dengan 12 kendaraan hias yang mencerminkan kekayaan dan potensi yang ada di NTB,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kemenpar, Tazbir mengatakan, Kemenpar mengapresiasi  langkah Gubernur dan Wagub NTB, Walikota serta Dinas Pariwisata NTB yang aktif mempromosikan NTB sebagai destinasi wisata tingkat internasional.

“Ini bukti sudah banyak kegiatan yang dilakukan di NTB,” kata Tazbir.

Ia memaparkan, secara nasional pertumbuhannya pariwisata  merupakan salah satu tertinggi tinggi pariwisata di Asean, dan di dunia termasuk 20 negara yang pertumbuhan wisman tertinggi mencapai 24 persen.

“Saya yakin kontribusi NTB tidak bisa dipungkiri, karena Pak Gubernur dan Pemprov NTB sudah banyak sekali berbua. Tidak hanya event tapi juga meningkatkan kunjungan dengan akses penerbangan, termasuk Korea. Mudah-mudahan nantinya bisa reguler,” terangnya

Di tempat sama, Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi sangat menghargai para pelaku industri wisata yang punya hajat, insan nusantara, dan manusia Indonesia yang beriman dan berbudaya.

“Kenapa beriman dan budaya penting, karena dalam era apa pun termasuk era kompetisi, era globalisasi, ada dua hal yang mampu jadi benteng terkuat meminimalisir dampak dari globalisasi dan kemajuan dunia. Dua hal penting itu yang jadi benteng yakni agama dan budaya,” tegas pria yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang).

Dikatakan, pengembangan pariwisata dibarengi upaya mengokohkan agama dan budaya, sehingga bisa menyerap hal yang baik, dan saat yang sama bisa menyaring yang negatif. “Apa yang bisa menyaring pengaruh negatif, yakni agama dan budaya,” tegasnya.

Karena itu perlu upaya terus menerus promosi budaya, menciptakan inovasi dalam ranah budaya, selain bertujuan agar daerah kita lebih atraktif. “Yang utama agar agama dan budaya bisa berperan sebagai filter terbaik bagi kita semua,”kata TGB.

AYA

BACA: TGB Tekankan Promosi Pariwisata Yang Bernuansa Agama dan Budaya




NTB Resmikan i-Shop, Solusi Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan

NTB sering dirugikan karena produk NTB diklaim daerah lain, Solusinya dengan i-shop

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Dinas Perdagangan NTB Putu Sally Andayani berharap, kehadiran i-shop menjadi jalan keluar bagi para pelaku UKM di NTB dalam mempromosikan dan memasarkan produknya.

Selama ini, lanjut Sally, nilai ekspor dari UKM di NTB masih sangat kecil. Ditambah sejumlah persoalan lain seperti seringnya produk NTB diklaim dari daerah lain dan juga tidak adanya surat keterangan asal (SKA) produk.

“Kita tentu dirugikan. Solusinya dengan i-shop ini,” ujar Sally saat peresmian i-shop di Kantor Pemprov NTB, Kamis (17/8).

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meluncurkan i-shop NTB sebagai sarana jual beli dan media promosi produk-produk unggulan dari para pelaku usaha kecil, dan menengah (UKM).

Program i-shop NTB merupakan sebuah toko daring (online) yang terintegrasi atas kerja sama Dinas Perdagangan NTB dengan BNI dan Pos Indonesia sebagai transaksi keuangan dan juga pengiriman produk.

Sally memaparkan, dari 100 UKM yang mendaftar telah disaring menjadi 20 UKM yang dianggap memenuhi syarat berjualan di i-shop. Ragam jenis produk unggulan NTB di i-shop terdiri atas produk kerajinan tangan seperti gerabah, kain tenun, ketak, cukli, mutiara, hingga susu kuda liar bisa ditemukan di toko daring ini.

“Satu UKM bisa hasilkan macam-macam jenis produk. Kita minta komitmen para pelaku UKM,” kata Sally.

AYA

 




Napi Tindak Pidana Korupsi NTB, Tidak Ada Remisi

Pada peringatan Hari Kemerdekaan RI, 16 orang Napi (narapidana) dapat remisi bebas murni

MATARAM.lombokjournal.com – Dari 40 napi tindak pidana korupsi yang diajukan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham dan KPK, belum satu pun mendapat persetujuan memperoleh remisi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTB Sevial Akmily mengatakan itu di Lapas Kelas II A Mataram, NTB, Kamis (17/8). Hal itu berarti, pada momen peringatan Hari kemerdekaan RI, tidak ada pemberian remisi bagi napi tindak pidana korupsi di NTB.

“Kita ajukan napi koruptor untuk remisi tapi belum turun, di beberapa daerah ada yang dapat,” ucap Savial.

Di sembilan lapas/rutan yang ada di NTB, dari total 1.765 napi yang ada, 1.280 napi mendapatkan remisi umum pada Hari Kemerdekaan. Mereka yang memperoleh remisi  ini terdiri atas napi tindak pidana narkotika, pencucian uang, dan tindak pidana umum lainnya.

Sevial menyampaikan, jumlah pemotongan masa tahanan para napi bervariasi, mulai dari satu bulan hingga enam bulan. Selain itu, Sevial menambahkan, pada momen peringatan hari jadi NKRI ini, terdapat sejumlah napi yang mendapatkan remisi bebas murni.

“Untuk remisi bebas murni itu ada 16 orang,” ujar Savial

Lebih lanjut diungkapkannya, proses remisi saat ini juga telah dilayani secara daring (online). Dari sembilan lapas/rutan di NTB, enam di antaranya sudah bisa melakukan pelayanan remisi secara daring.

Sevial menyebutkan, pelayanan secara daring akan menjamin proses layanan tepat waktu dan bebas pungutan liar (pungli).

Dari sembilan unit lapas teknis di NTB terdapat enam unit yang laksanakan remisi secara online akan menjamin tepat waktu dan bebas pungli.

Di tempat yang sama, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul yang sempat menyerahkan remisi bebas murni, mengucapkan selamat kepada para napi yang telah mendapatkan remisi baik remisi umum dengan masih menjalani masa tahanan maupun remisi bebas murni.

“Bagi seluruh napi yang dapat remisi (bebas murni) selamat dan janji pada diri sendiri tidak kembali melanggar hukum,” kata pria yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut.

TGB juga berpesan kepada lembaga pemasyaratan untuk terus berbenah dalam melakukan pembinaan. TGB berharap lapas bisa menjadi sarana bagi transformasi para napi untuk menuju arah yang lebih baik dan juga mengeliminir tindak kriminal.

“Saya minta jajaran pemasyarakatan segera berbenah diri agar lebih baik lagi. Kepada seluruh jajaran pemasyarakatan tetap menjaga integritas moral dan membangun pemasyarakatan lebih baik,” kata TGB

AYA.

 




Kemewahan Keragaman Indonesia, Karena Karuniah Allah SWT

Banyak negara yang bahasanya satu dua, hanya dua-tiga etnis tapi pecah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan, bangsa Indonesia diberi kemewahan dengan keragaman yang membangun negara Indonesia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Gubernur yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjelaskan, Indonesia memiliki begitu banyak suku, sekurangnya 1.300 suku dengan 1.200 bahasa dari Sabang sampai Merauke.

Keragaman sebanyak ini, lanjut TGB, tidak dijumpai pada negara-negara lain. Banyak negara dengan etnis dan bahasa yang tidak beragam justru mengalami perpecahan.

“(Negara) yang bahasanya hanya satu-dua, dengan dua-tiga etnis bisa pecah. Kita dikasih kemewahan oleh Allah SWT menjadi keluarga besar bernama Indonesia, ini yang harus kita syukuri,” lanjut TGB sebelum memimpin upacara kemerdekaan RI di Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Mataram, NTB, Kamis (17/8).

TGB mengajak seluruh elemen bangsa mensyukuri karunia yang telah diberikan Allah SWT kepada Indonesia. “Harus kita syukuri, di tengah keberagaman ini Indonesia (bersatu dan aman) karena karunia Allah SWT,” ujarnya.

TGB mengajak seluruh anak bangsa untuk mengembangkan sikap lapang dada dengan menerima dan saling mengisi segala kelebihan dan kekurangan yang ada

Saling mengokohkan satu sama lain itulah kunci dalam membangun negara kita termasuk di NTB. “Mungkin kedengaran klise. Tapi saya pikir, kalau ada kesadaran bersama saling mengokohkan kita akan menjadi bangsa yang kuat,” tegasTGB.

AYA

 




IHGMA se NTB Selenggarakan Workshop Road to GM

Para General Manager hotel se Nusa Trenggara Barat (NTB) menyelenggarakan workshop dan berbagi pengalaman

MATARAM.lombokjournal.com — Indonesia hotel General manager Assosiation (IHGMA) menggelar workshop di Hotel Golden Palace, Rabu (16/8), bertujuan meningkatkan sumber daya manusia dan pariwisata khususnya yang bergerak dalam bidang perhotelan.

Acara yang bertema Road to General Manager ini dihadiri oleh seluruh General Manager Hotel se NTB.

Ketua IHGMA chapter, Lombok Erik Tumberleka, workshop diselenggarakan untuk peningkatan kualitas SDM perhotelan di NTB.

“Ya, tujuannya agar bisa meeningkatkan sumber daya manusia dalam bidang perhotelan,” katanya.

Irmansjah Madewa, pendiri dan penasehat IHGMA, yang dalam kegiatan workshop tersebut sebagai pemateri menjelaskan, menjelaskan kegiatan workshop ini yang kelima belas dari 26 kota yang direncanakan.

“Lombok adalah kota yang ke lima belas untuk IHGMA. Nanti Acara IHGMA akan ada di 26 kota di Indonesia,” jelasnya.

Secara khusus, kegiatan workshop ini digelar untuk  meningkatkan pengetahuan para GM ataupun calon GM.  Dalam workshop tersebut juga berlangsung berbagi pengalaman, tentang bagaimana cara atau tahapan-tahapan apa yang harus ditempuh untuk menjadi seorang GM yang berdaya saing dan kompeten.

Madewa memberikan masukkan, tiap individu di bidang pariwisata, khususnya perhotelan harus terus meningkatkan kualitas diri atau kompetensinya. Agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap perkembangan dan kemajuan pariwisata di daerahnya bahkan Indonesia.

Harapannya setelah mengikuti kegiatan ini, 250 orang peserta yang hadir dapat menerapkan apa yang didapatnya pada bidang kerjanya masing-masing, khsususnya bagi para GM dan calon-calon GM.

Acara IHGMA dibuka Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Faozal. Dalam sambutannya, Faozal mengatakan, sangat terbantu sekali dengan keberadaan IHGMA.

Ia yakin tiap kegiatan yang dilakukan IHGMA merupakan salah satu cara untu meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia (SDM).

Ia pun berharap, dalam acara workshop yang digelar IHGMA ini agar bisa memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perhotelan di NTB.

“Mengingat yang hadir di acara ini adalah para GM hotel yang ada di NTB,” tutupnya.

AYA

 




Sebagai Tuan Rumah, NTB Siap Sukseskan MNEK (Naval Exercise Komodo) 2018

Pemerintah daerah dan Masyarakat NTB siap menjadi tuan rumah  Naval Exercise Komodo

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi atau TGB (Tuan Guru Bajang) menyatakan kesiapan pemerintah daerah dan Masyarakat NTB untuk menyukseskan program internasional Naval Exercise Komodo (MNEK). Bahkan, NTB sudah merancang sejumlah event kegiatan untuk memeriahkannya.

Hal itu dikatakan TGB saat menerima Komandan Gugus Tempur Laut, Laksamana Pertama TNI Rachmad Jayadi yang melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturrahim di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (16/8).

Didampingi Dan Lanal Mataram, Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, pertemuan silaturahim tersebut dimanfaatkan untuk berkoordinasi mengenai kesiapan NTB menyongsong pelaksaan event

Multilateral, MNEK pada bulan Mei 2018 mendatang.

Pada event tersebut, NTB ditetapkan sebagai tuan rumah untuk menyambut kedatangan ribuan peserta yang berasal dari 38 negara di dunia tersebut.

Saat menerima kunjungan silaturahim, TGB menyampaikan terima kasih dan rasa syukurnya atas  ditunjuknya NTB sebagai Tuan rumah dan diberi kehormatan menggelar  event multilateral tersebut.

Sambil menyatakan kesiapan pemerintah daerah dan Masyarakat NTB menyukseskan program internasional tersebut,  TGB mengungkapkan teah merancang sejumlah event untuk memeriahkan MNEK.

Sebagai tuan rumah yang baik, pemerintah daerah akan mengerahkan sejumlah potensi pariwisata untuk ditampilkan dan dipromosikan pada acara itu. Karenanya, partisipasi semua pihak sangat diperlukan.

“Pasti kita akan bantu, karena kegiatan militer ini melibatkan beberapa negara dan memang kita ingin supaya NTB kedepan orientasi kemaritimannya lebih kuat,” ungkap TGB.

AYA

 

 




Terus Meningkat Tingkat Hunian Hotel Di Mataram

Okupansi atau tingkat hunian hotel di Kota Mataram mengalami peningkatan

Ernanda A. Dewobroto (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com —  Pada bulan Agustus, okupansi naik sebesar 75 persen, mengalami kenaikan seiring dengan mulai ramainya wisatawan yang berkunjung ke Lombok dan adanya beberapa kegitan MICE atau rapat pemerintahan.

Hal itu disampaikan General Manager Hotel Golden Palace, Ernanda A. Dewobroto yang juga sebagai Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) kepada wartawan, Rabu (16/8).

Ia mengatakan, okupansi hotel selama bulan Agustus di semua hotel mengalami kenaikan sebanyak 10 persen, dari bulan Juli sampai Agustus ini.

“Bulan lalu masih di angka 65 persen, sekarang sudah 75 persen kenaikan di semua hotel dimataram,” terangnya

Untuk hunian hotel di kota masih didominasi wisatawan nusantara, dan masih mengandalkan MICE.

“Hotel yang di kota Mataram kan jauh ya dari pemandangan pantai, gunung dan laut. Jadi untuk itu kita hanya mengandalkan MICE serta mengadkan promo-promo,” terangnya

Rata- rata hunian kamar di masing-masing hotel sebanyak 75 persen. “Lama menginap di bawah dua hari,” pungkasnya.

AYA

 




Peringati Kemerdekaan, Danrem Ceramah Kebangsaan di Ponpes

Para santri perlu ditanamkan rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme serta patriotisme sejak dini

MATARAM.lombokjournal.com — Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., memberikan ceramah wawasan kebangsaan kepada 2500 orang santri, di Masjid Ponpes Al Aziziyah Kec. Gunung Sari Kab. Lobar, Rabu (16/8).

Kegiatan Wawasan kebangsaan yang dilaksanakan ini bertepatan dengan moment peringatan HUT ke72 RI yang akan kita peringatan besok pada tanggal 17 Aguatus 2017. “Kegiatan ini merupakan rangkaina menuju hut RI yangke 72 besok,” ujar Farid Makruf

Pra santri merupakan generasi penerus bangsa, yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan para pahlawan menjaga keutuhan NKRI dan menjadikan negara ini lebih maju.

Menurut Danrem, menanamkan rasa cinta tanah air dan meningkatkan jiwa nasionalisme serta patriotisme sejak dini pada para santri sangat perlu dilaksanakan. Di era globalisasi, kemajuan teknologi membawa banyak pengaruh bagi kehidupan masyarakat terutama para generasi muda.

“Menanamkan cinta tanah air menangkal berbagai pengaruh terutama pengaruh negatif yang ditimbulkan kemajuan teknologi ini,”ungkapnya

Selain menanamkan nilai-nilai  agama sejak dini, memberikan wawasan kebangsaan juga sangat diperlukan. Generasi muda yang memahami bangsanya akan lebih mencintai tanah airnya.

Pada kegiatan ceramah wawasan kebangsaan tersebut, Danrem 162/WB memberikan meteri mengenai  empat konsensus kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Kegiatan ini disambut baik oleh pimpinan Pondok Pesantren Al Aziziyah, TGH Fathul Azis. Ia menghargai Danrem yang datang ke Ponpesnya untuk memberikan ceramah wawasan kebangsaan kepada para santri.

TGH Fathul Azis berharap, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin. Para santri diharapkan dapat mengikuti kegiatan pendidikan Bela Negara.

Selain kegiatan-kegiatan tersebut sangat positif untuk menghindarkan para generasi muda ini dari kegiatan negatif, melalui kegiatan ini juga akan lebih meningkatkan rasa nasionalisme para pemuda terutama para santri yang ada di Ponpes Al Aziziyah.

Kegiatan tersebut dihadiri, Dandim 1606/Lobar, Ketua Yayasan Ponpes Al Aziziyah dan para santri, hadir juga Toga dan Tomas setempat.

AYA




NU Tolak Sekolah Lima Hari, TGB Ajak Kokohkan Persatuan

Soal penolakan pemberlakuan Full Day School (FDS) atau dikenal sekolah lima hari yang disampaikan warga Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi NTB, TGB anjurkan banyak diskusi

MATARAM.lombokjournal.com – Penolakan terhadap kebijakan penerapan Full Day School (FDS) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, sangat dihargai Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi

Gubernur  menerima langsung aspirasi tersebut saat unjuk rasa damai di Depan Kantor Gubernur, Rabu (16/08). “Saya sebagai Gubernur menerima secara resmi aspirasi ini dan saya akan sampaikan aspirasi ini sebagai bagian dari aspirasi warga NTB,” ungkap Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si.

Di hadapan ratusan pengurus dan santri yang ikut unjuk rasa, Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan TGB (Tuan Guru Bajang), memandang aspirasi yang disampaikan mengandung pesan dan nilai yang baik bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di pondok pesantren.

“Terlebih aspirasi tersebut disampaikan orang-orang baik dan dengan cara-cara yang baik,” katanya.

Hanya saja, ia menghimbau seluruh warga yang hadir tetap menjaga serta mendoakan bangsa dan daerah agar tetap aman.

“Saya mengajak semua, warga Muhammadiyah, Warga NU, Warga Nahdatul Wathan, dan kita semua sebagai masyarakat NTB, kita jaga NTB kita, kita kokohkan persatuan. Dan kita doakan negara kita agar semakin maju,” harap TGB.

Terkait kebijakan Full Day School tersebut, TGB menyampaikan perlunya komunikasi dan penjelasan secara detail dan utuh kepada seluruh elemen masyarakat tentang esensi kebijakan tersebut. Dengan dialog dan komunikasi yang baik dapat menghilangkan barbagai kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat.

“Ada pemahaman, penguatan pendidikan karakter yang akan diterapkan dalam FDS itu tidak menyebabkan pengaruh buruk terhadap satu insitusi atau sistem pendidikan yang sudah jalan,” Jelas Gubernur.

TGB minta pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk lebih mengintensifkan sosialisasi, diskusi dan dialog untuk menerima masukan dari berbagai komponen masyarakat.

“Jadi, lebih banyak diskusilah,” kata TGB.

Dalam aspirasinya, warga NU menolak kebijakan sekolah lima hari tersebut karena dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran yang sudah diterapkan selama ini, khususnya di pondok pesantren.

Dalam aspirasinya, warga NU menolak kebijakan sekolah lima hari tersebut karena dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran yang sudah diterapkan selama ini, khususnya di pondok pesantren.

AYA/Hms




Sosialisasi JKN-KIS Untuk Jemaah Calon haji

Mulai tanggal 14 hingga 24 Agustus, BPJS Kesehatan Cabang Mataram membuka stand booth untuk melakukan sosialisasi pada Jemaah Calon Haji (JCH) di Asrama Haji NTB di Mataram.

Lalu Suryatna dan staf di sekretariat kesehatan Asrama Haji (Foto: Rr)

MATARAM.lombokjournal.com – Sejak pagi pukul 07.30 hingga sore hari pukul 15.00 wita, petugas BPJS memberi penjelasan terkait pentingnya bagi JCH memiliki kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kami mengingatkan kembali pada jemaah, ini menyangkut jaminan kesehatan bagi jemaah yang akan berangkat ke tanah suci,” jelas L Suryatna, Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan, BPJS Kesehatan Cabang Mataram di Asrama Haji, Rabu (16/08).

Pada pemberangkatan jemaah calon haji tahun ini, hingga hari ini sudah diketahui 7 orang yang harus dirawat, hanya 3 orang di antaranya sudah punya kartu peserta JKN.  Bagi peserta JKN tentu tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan.

“Sudah banyak jemaah yang mengambil formulir, bisa dikembalikan langsung, atau melalui drop box di kecamatan masing-masing,” kata Suryatna.

Memang belum diperoleh data, dari keseluruhan JCH yang berangkat tahun ini berapa jumlah yang telah tercatat sebagai peserta JKN-KIS.  Lebih-lebih  yang menjadi peserta mandiri, tentu jumlahnya sangat sedikit.

Tentu saja, bagi JCH yang berasal dari anggota TNI/Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) otomatis menjadi peserta JKN karena sudah diwajibkan. Demikian juga, karyawan perusahaan besar atau yang sudah mapan, seluruhnya jadi peserta JKN.

“Biasanya karyawan perusahaan menengah ke bawah atau kecil yang belum,” jelas Lalu Suryatna saat petugas BPJS Kesehatan tengah memberi penjelasan pada JCH di sekretariat kesehatan Asrama Haji.

BPJS Kesehatan Cabang Mataram gencar melakukan sosialisasi karena kesadaran masyarakat tentang fungsi kepesertaan JKN masih terbatas, tertutama tentang pentingnya mendaftarkan diri sebagai peserta. Selama ini, dengan adanya program JKN-KIS, sebagian masyarakat menganggap kalau sakit serta merta akan ditanggung pemerintah.

“Kadang-kadang ada yang menganggap sulit atau tidak tahu bagaimana caranya untuk mendaftar sebagai peserta,” tutur Suryatna.

Padahal, jelas Suryatna, saat ini di tiap kecamatan ada sistim pelayanan mandiri. Pihak BPJS Kesehatan sudah menyiapkan formulir isian, termasuk panduannya, kemudian setelah diisi tinggal dimasukkan dalam drop box yang sudah disiapkan di tiap kantor kecamatan. Tiap hari Senin, Rabu dan Jum’at ada petugas dari BPJS Kesehatan yang akan mengambil.

Sosialisasi gencar yang dilakukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram memang berhasil meluaskan kepesertaan JKN.  Untuk mencapai target cakupan semesta tahun 2019, target kepesertaan yang telah dicapai BPJS Kesehatan Cabang Mataram cukup menggembirakan.

Di Kabupaten Lombok Utara kepesertaannya mencapai 81 persen, Kota Mataram 89 persen, hanya di Kabupaten Lombok Barat sosialisasinya perlu digencarkan, karena baru mencapai sekitar 65 persen.

Gubernur  NTB, TGH M Zainul  Majdi, berharap target cakupan semesta  tercapai pada masa akhir masa jabatannya, tahun 2018.  “Kita kerja keras agar target itu terpenuhi,” kata lalu Suryatna.

Rr