Dinas Perdagangan NTB menggelar Pasar Murah yang terjangkau masyarakat ekonomi ke bawah
Sarjana (Foto: AYA)
MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut Hari raya Idul adha pemerintah provinsi melalui kembali menggelar pasar murah di Pondok Pesantren Nurul islam Sekarbela di Mataram.
Kepala Seksi Pemesaran Produk Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Sarjana mengungkapkan, lokasi Sekarbela dipilih karena di daerah ini banyak mencakup masyarakat ekonomi ke bawah.
“Di pasar murah ini diharapkan menjangkau masyarakat, dengan kualitas baik tapi harga murah,” kata Sarjana, Selasa (29/8).
Sebanyak 27 stand sembako dari retail-retail moderen yang dihadirkan. Selain menjual sembako murah, juga diperkenalkan retail moderen kepada masyarakat bawah yang selama ini mengganggap harga barang di retail moderen itu jauh lebih mahal.
“Namun di retail- retail moderen harga sembako bisa dibilang jauh lebih murah,” jelasnya.
Jenis sembako yang dijual di pasar murah ini seperti Beras premium dengan kisaran harga 8000/ kg, gula pasir dengan harga 12.000/ Kg , minyak goreng 10000/bungkus, serta telur dengan kisaran harga 36.000/ trei. Daging sapi dijual dengan harga 80.000/ kilogram.
Kegiatan pasar murah ini dilakukan hanya satu hari saja, karena banyak kegiatan di beberapa titik di Mataram sampai tanggal 31 Agustus.
AYA
Pemuda Pancasila NTB Diminta Berperan Berantas Narkoba dan Berita Hoax
Peran penting Pemuda Pancasila bagi pembangunan daerah, diharapkan aktif memberantas penyalahgunaan narkoba yang mengancam masa depan generasi muda serta berita-berita hoax yang berkembang di masyarakat
MATARAM.lombokjournal.com – Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH. M.Si pada organisasi masyarakat Pemuda Pancasila saat membuka Musyawarah Wilayah V (lima) Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila, di Hotel Lombok Plaza, Senin (28/8).
Seluruh elemen dalam organisasi Pemuda Pancasila diminta bekerja keras memberikan yang terbaik bagi bangsa dan Negara, seperti membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta ikut mendorong program pengentasan kemiskinan dan kebodohan.
“Pemuda Pancasila NTB harus dapat memberikan dampak positif dan kontribusi besar bagi pembangunan di Provinsi NTB, terutama dalam menjaga dan merawat stabilitas politik, ekonomi dan keamanan di NTB,” ungkap wagub.
Menurut Wagub, peran itu dibutuhkan untuk mengelola segala potensi serta sumber daya alam yang ada di NTB yang telah menjadi program unggulan pemerintah, seperti sektor pertanian, pariwisata dan sektor jasa lainnya
Wagub berharap Muswil Pemuda Pancasila harus mampu mengkonsolidasikan kepengurusan, serta mampu menggasilkan ide-ide dan gagasan strategis yang tatap bermuara pada empat pilar kebangsaan yakni Pancasla, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai idiologi perekat dari segala perbedaan pendapat, perbedaan Suku dan perbedaan agama yang ada.
“Kesampingkan perbedaan dan keberagaman yang akan melemahkan perjuangan kita dalam mewujudkan Indonesia sejahtera. Berikan pengabdian terbaik sesuai dengan kemampuan dan kapasitas untuk Indonesia tercinta,” tegasnya
Sekjen Pemuda Pancasila Tengku Muhamad Nurdin, dalam sambutannya mengatakan, pemuda pacasila harus mampu menaungi organisasi-organisasi lain yang ada di Indonesia. Pemuda pancasila harus menjadi mitra strategis pemerintah di Indonesia khususnya di Provinsi NTB dalam merekatkan segala perbedaan sebagai potensi besar membangun Bangsa.
“Pemuda pancasila harus seperti air, mampu memberikan kesegaran dan kesejukan bagi semua elemen bangsa, pemuda pancasila seperti jalan setapak yang akan mampu menuntun siapa saja menuju jalan yang benar yakni kembali kepada pacasila sebagai idiologi bangsa kita,” katanya.
Musyawarah Wilayah V (lima) Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila itu dihadiri ratusan anggota Pemuda Pancasila NTB, termasuk Sekjen Pemuda Pancasila Tengku Muhamad Nurdin, Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Ibu Sari Maya, Ketua Majelis Adat Sasak Drs. H. L. Mujitahid, Forkominda Provinsi NTB serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Provinsi NTB.
AYA/Hms
Dukung Pariwisata NTB, PLN Siap Pasang SPLU
Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Kota Mataram sudah terpasang di Taman Sangkareang dan Udayana
MATARAM.lombokjournal.com — Keseriusan Pemerintah Provinsi NTB untuk membangun kawasan-kawasan wisata dengan konsep ramah lingkungan. Kawasan seperti Mandalika, Samota, Tiga Gili, dan Sekotong, direncanakan akan menggunakan konsep pembangunan hijau, termasuk pengembangan transportasi ramah lingkungan di Mataram.
Guna mendukung konsep wisata ramah lingkungan di NTB, PLN akan menyiapkan SPLU di beberapa titik.
Kawasan Tiga Gili bisa menjadi awal. Sebab di sana tidak boleh ada kendaraan berbahan bakar minyak, banyak yang menggunakan motor listrik, selanjutnya KEK Mandalika juga bisa.
“Kita akan koordinasi dengan pemerintah untuk lokasi dan izin pemasangannya. Intinya kami siap mendukung rencana Pemerintah Provinsi.” kata Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Wilayah NTB, Andy Adchaminoerdin.
Di Provinsi NTB sendiri, SPLU telah terpasang di Taman Sangkareang dan Taman Udayana, Kota Mataram, sejak Oktober 2016. Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin yang saat itu meresmikan SPLU, mengapresiasi keberadaan SPLU karena memudahkan masyarakat, khususnya pedagang kecil dalam memenuhi kebutuhan listriknya.
Era Kendaraan Listrik, PLN Pasang 875 SPLU Di Sejumlah Kota
Ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW
STASIUN PENYEDIA LISTRIK UMUM (SPLU). Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi (Foto: Dok PLN)
MATARAM.lombokjournal.com — Perkembangan teknologi ramah lingkungan — dengan maraknya kendaraan listrik, baik sepeda, motor maupun mobil listrik – saat ini mendapat dukungan Pemerintah.
Jauh sebelum itu, PLN melihat tantangan ini, dan mendukungnya dengan menyediakan infrastruktur yang diperlukan, salah satunya berupa Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU). Saat ini PLN sudah menyediakan sedikitnya 875 SPLU yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia.
“Hal ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk menjawab tantangan di masa depan.” ujar Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, dalam siaran pers yang diterima Lombok Journal, Senin (28/8).
Dijelaskan Suprateka, saat ini kendaraan listrik sudah banyak bermunculan. Ini tak hanya hemat energi, tapi juga ramah lingkungan. Untuk mengimbangi perkembangan teknologi ini, PLN sudah menyiapkan SPLU dari jauh-jauh hari.
“Kami yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW,” katanya.
SPLU yang dikembangkan PLN sejak 2015 ini, antara lain dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar, Mataram dan masih banyak lagi.
SPLU di Jakarta sendiri, sejak diluncurkan 4 Agustus 2016 sampai dengan akhir Juli 2017, telah terpasang di 542 titik. Keberadaan SPLU akan terus bertambah seiring dengan kebutuhan konsumen, termasuk kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum.
Tahun ini ditargetkan sudah ada 1.000 unit SPLU khusus di Jakarta. Lokasi SPLU-SPLU ini dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps dengan kata kunci “SPLU PLN”.
Inovasi PLN sebagai infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini, pada awalnya dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum, seperti untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau pedagang kaki lima (PKL).
Seiring dengan berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik. SPLU Beji Lintar mengadopsi sistem prabayar. Untuk menggunakannya, masyarakat perlu mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU yang akan digunakan.
SPLU sendiri terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe hook yang dapat ditemui di tiang-tiang milik PLN, dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. SPLU tipe hook terdiri dari 2 kWh Meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh Meter.
Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA. Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500 –2.500 Watt.
Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan energi listriknya dapat terpenuhi, termasuk sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir.
Selain SPLU, PLN juga mulai menggunakan kendaraan listrik, seperti motor listrik, untuk petugas ULC (Unit Layanan Cepat). Motor listrik merupakaan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan.
Kendaraan ini baru digunakan PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya). Selanjutnya, diharapkan dapat diterapkan di Unit-unit pelayanan PLN lainnya karena sangat ramah lingkungan.
OJK Pantau Bank NTB Yang Akan Dikonversi Menuju Bank Syariah
Nasabah Bank NTB diminta tidak mengkhawatirkan terkait konversi menjadi Bank Syariah, mengingat banyak manfaat yang bisa didapatkan nasabah melalui perbankan syariah.
MATARAM.lombokjournal.com – Bank NTB yang akan dikonversi menjadi Bank Syariah, kini dalam pantauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB.
Kepala OJK NTB, Yusri menuturkan, pihak OJK bukan hanya melakukan pemantauan terhadap konversi Bank NTB menjadi syariah. Seluruh aktivitas kegiatan yang berlangsung di Bank NTB juga diawasi.
” Kita memantau seluruhnya, dari menuju Konversi hingga kegiatan Bank NTB, ” kata Yusri, Senin (28/8).
Terkait konversi menjadi Bank Syariah, hal tersebut sudah merupakan keputusan para pemegang saham. Proses konversi tersebut sedang berlangsung.
“Untuk konversi ke syariah itu sudah menjadi keputusan para pemegang saham” tegasnya
Konversi bank NTB ke syariah diakui Yusri sudah on the track, sesuai rencana. Kemungkinan konversi tersebut diperkirakan rampung pada April atau selambat-lambatnya bulan Agustus tahun 2018.
Bank NTB dinilai OJK sudah memiliki mainframe terkait konversi tersebut. Ia berharap apa yang diharapkan masyarakat dan stakeholder dalam hal ini pemerintah daerah bisa segera terwujud. Bank NTB segera berubah menjadi bank syariah.
“Lebih cepat lebih baik,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan OJK, perjalanan konversi bank NTB belum mengalami kendala apa pun. Hal ini dikarenakan masyarakat dan stakeholder sangat mendukung kegiatan konversi tersebut.
Yusri menilai, perbankan syariah di NTB akan berkembang baik. Konversi Bank NTB menjadi Bank Umum Syariah akan positif bagi perkembangan industri syariah ke depan. Selanjutnya tugas OJK melakukan pengawasan dan pemantauan.
“Ini juga akan memberikan manfaat masyarakat bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi,”ungkapnya.
Yusri melanjutkan, ia menghimbau para nasabah Bank NTB untuk tidak khawatir dengan konversi tersebut. Ia menilai hal tersebut merupakan pilihan yang baik bagi nasabah. Mengingat banyak manfaat yang bisa didapatkan nasabah melalui perbankan syariah.
AYA
Membangkitkan Badan Amil Zakat Nasional Dari NTB
TGB Mendapat BAZNAS Award dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) NTB meraih penghargaan sebagai lembaga Amil Zakat dengan pertumbuhan pengumpulan ZIS terbaik se Indonesia
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi membangkitkan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dari NTB. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan penghargaan sebagai Kepala Daerah terbaik se Indonesia yang aktif mendukung kebangkitan Zakat Nasional bersama Gubernur Banten.
Gubernur NTB menerima Baznas Award 2017 pada malam puncak di Aula KH. Muh. Rasyidi Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Jumat (25/08/). Penghargaan tersebut diserahkan Sekjen Kemendagri, Dr. Ir. Yuswandi A. Temenggung didampingi Ketua BAZNAS RI, Bambang Sudibyo.
Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan Gubernur NTB dua periode itu dinilai mampu manjaga komitmen mendukung program Basnaz di daerah, khususnya dalam hal pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedeqah.
Selain Gubernur, Baznas Provinsi NTB juga meraih penghargaan sebagai lembaga Amil Zakat dengan pertumbuhan pengumpulan ZIS terbaik se Indonesia. Diterima oleh Ir. H. Subhan, Wakil Ketua III Basnaz NTB. Bupati Lombok Tengah, juga maraih penghargaan sebagai bupati terbaik yang mendukung kebangkitan Zakat Nasional.
Ketua BAZNAS Republik Indonesia, Bambang Sudibyo mengatakan, Festival Zakat dan Baznas Award, baru kali pertama digelar dan merupakan rangkaian dari kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia ke-72 bertajuk ‘Zakat untuk Indonesia’.
Diharapkan, kegiatan berskala nasional ini memberi dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung program kebangkitan zakat di Indonesia dan bahkan di dunia.
Mantan Mendiknas itu menegaskan, digelarnya Festival Zakat dan Baznas Award untuk mempererat tali silaturahim antar lembaga pemerintah dan nonpemerintah juga untuk meningkatkan semangat juang dalam meraih prestasi basnas sesuai visi dan misi baznas.
“Kegiatan ini juga diharapkan memupuk semangat kebangsaan antar generasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global,” tegas Bambang Sudibyo.
Ketua Panitia Festival Zakat dan Baznas Award, H. Jaja Jaelani menyampaikan, penganugerahan Baznas Award ini merupakan program untuk terus mendukung mewujudkan kebangkitan zakat nasional.
Hadir saat itu sejumlah perwakilan Kementerian dan Lembaga Republik Indonesia, Duta Besar negara asing. gubernur dan walikota se-indonesia yang menerima penghargaan. Pergelaran budaya reliji nusantara, seperti marawis, angklung serta Mars dan Jingle Zakat, mewarnai malam penganugerahan BAZNAS Award tersebut.
AYA/Hms
—
Kejurnas Rally Wisata 2017, Setelah Sulawesi dan Kalsel Kini Giliran Lombok
Kejurnas Rallly Wisata 2017 Putaran III, selain promosi destinasi wisata juga edukasi bagi masyarakat bagaimana berkendara yang baik (safety riding)
MATARAM.lombokjournal.com — Tidak kurang dari 300 orang peserta dari seluruh di Indonesia ikut ambil bagian dalam event Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Putaran III Rally Wisata tahun 2017 di Lombok Nusa Tenggara Barat.
Acara itu dibuka Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H.Muh Amin, SH., M.Si di Eks Bandara Selaparang, Rembiga Kota Mataram, Sabtu (26/
Rally Wisata yang diinisiasi oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) bekerja sama dengan stakeholder terkait tersebut, sebelumnya sukses melaksanakan Putaran I di Sidrap Sulawesi Selatan dan putaran II di Banjarmasin Kalsel.
Menyusul kesuksesan itu, pada Kejurnas Putaran III di Lombok NTB tahun ini, para pe-rally dijadwalkan berkompetisi dalam ajang kejurnas dan fun rally keliling Pulau Lombok sambil berwisata. Mereka menikmati pesona alam yang indah, kesejukan atmosfir bumi seribu masjid yang masih perawan, bagaikan surga bagi para pecinta sport tourism dari berbagai belahan dunia tersebut.
Event yang merupakan kejuaraan nasional putaran ketiga tersebut, terbagi kedalam 4 trayek dan 2 etape dengan jarak kurang lebih 300 km dan akan berlangsung selama dua hari (26-27 Agustus 2017).
Lokasi-lokasi yang dituju juga merupakan lokasi wisata yang mana tak lain tujuannya adalah untuk promosi pariwisata. Sebab, para peserta Rally Wisata ini berasal dari seluruh penjuru nusantara.
Event ini diharapkan akan dapat menginspirasi tumbuhnya inovasi dan kreativitas Pemerintah Daerah dan warga masyarakat untuk lebih giat lagi mengembangkan beragam potensi pariwisata yang dimilikinya untuk mendapatkan kemanfaatan yang lebih besar. Sekaligus memberikan edukasi baru kepada warga masyarakat tentang apa itu safety riding dan bagaimana mengendarai kendaraan yang baik, aman, nyaman dan cerdas.
Kejurnas Rally Wisata tahun 2017, Mengatrol Destinasi Wisata NTB
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Putaran III Rally Wisata tahun 2017 di Lombok, dinilai berkontribusi untuk meningkatkan popularitas destinasi wisata Nusa Tenggara Barat (NTB).
MATARAM.lombokjournal.com – Penyelenggaraan Kejurnas Putaran III Rally Wisata di Lombok yang dituju adalah promosi pariwisata. Karena itu, Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin menilai sangat positif Kejurnas Ralyy Wisata yang akan mengatrol destinasi wisata di Lombok khususnya, dan NTB umumnya.
Dikatakan wagub, penyelenggaraan Rally Wisata ini selain berkontribusi bagi peningkatan popularitas destinasi NTB dikancah nasional bahkan mancanegara, pada gilirannya juga memperkuat daya tarik dan arus kunjungan wisatawan.
“Ini juga mendorong semua pelaku dan pemangku kepentingan pariwisata di NTB terus berbenah meningkatkan kualitas dan kuantitas penunjang yang diperlukan,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H.Muh Amin, SH., M.Si saat membuka Kejuaraan Nasional Putaran III Rally Wisata Tahun 2017, di Eks Bandara Selaparang, Rembiga Kota Mataram, Sabtu (26/8).
Wagub mengapresiasi dipilihnya NTB sebagai tuan rumah rally wisata tersebut. “Pemerintah daerah dan Masyarakat harus senantiasa berbenah diri mengembangkan industri pariwisata dan industri kreatif yang lebih bekualitas,” ujar wagub
Menurutnya, ajang kejurnas rally wisata ini sebagai media promosi yang efektive untuk mengenalkan potensi NTB kepada dunia luar secara masif.
Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, Nur Haedin selaku penyelenggara melaporkan, total peserta baik yang mengikuti kejurnas maupun fun rally keliling Lombok berjumlah 300 orang peserta.
“Peserta berasal dari berbagai provinsi di indonesia yang antusias ambil bagian dalam event ini, sekaligus ingin menikmati pesona wisata rally di NTB,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwiasata Provinsi NTB, Drs. H.Lalu Moh Faosal menyatakan kesiapannya memfasilitasi dan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta yang hadir. Ia berharap event seperti ini tidak hanya diadakan di Pulau Lombok tapi juga di Pulau Sumbawa yang memiliki potensi wisata rally dan keindahan alam yang tidak kalah dengan pulau Lombok.
Kota Tua Ampenan merupakan kota yang kaya akan sejarah dan budaya, tapi masih perlu penataan sebagai destinasi wisata
Gendang Beleq mengawali pembukaan Festival Kota Tua (Foto: AYA)
MATARAM.lombokjournal.com — Festival Kota Tua Ampenan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), salah satu rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 dibuka, Jum’at (25/8) sore.
Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Endah Setyorini mengatakan, Festival Kota Tua Ampenan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (25/8) hingga Ahad (27/8).
Endah menyampaikan, Festival Kota Tua Ampenan merupakan salah satu rangkaian dari Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017 yang berlangsung selama sebulan penuh, mulai 18 Agustus hingga 16 September.
Penyelenggaran festival merupakan upaya mempromosikan kawasan Kota Tua Ampenan dan Pantai Ampenan. “Sebab kota tua meurpakan salah satu destinasi wisata di NTB,” ujar Endah saat membuka Festival Kota Tua Ampenan, Mataram, NTB, Jumat (25/8) sore.
Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi mengatakan, Festival Kota Tua Ampenan menjadi kesempatan strategis lebih mengenalkan potensi Kota Tua Ampenan kepada wisatawan. Meski memiliki potensi yang menarik, Didi tidak menampik jika pengembangan Kota Tua Ampenan sebagai destinasi wisata di Mataram belum maksimal.
“Yang harus dapat perhatian khusus adalah Kota Tua Mataram karena memegang peran penting dalam mewujudkan Mataram sebagai kota pusaka,” kata Didi.
Didi menambahkan, Kota Tua Ampenan merupakan wilayah yang kaya akan sejarah sebagai pintu masuk utama ke Pulau Lombok pada masa terdahulu. Selain sebagai objek wisata, Kota Tua Ampenan juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk belajar sejarah.
Berbeda dengan kondisi sejumlah kota tua di sejumlah daerah yang tergolong lebih maju, Kota Tua Ampenan masih banyak yang perlu diperbaiki dalam hal pengembangan sebagai objek destinasi wisata.
Didi menyebutkan sedang menyiapkan landasan hukum melalui peraturan daerah guna mempercepat pengembangan potensi wisata di Kota Tua Ampenan.
Dalam festival ini, pengunjung diajak kembali merasakan nuansa tempo dulu yang menjadi ikon Kota Tua Ampenan sebagai salah satu wilayah penuh sejarah di jantung Pulau Lombok. Beragam kegiatan menarik terlihat dalam festival ini, mulai dari parade sepeda onthel, mobil tua, festival kopi, senandung hingga fashion show jadoel
Kota Tua Ampenan memiliki letak lokasi yang sangat strategis, karena berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kota Mataram, maupun Pemerintah Provinsi NTB. Keberadaan bangunan bergaya arsitektur lawas menambahkan kesan tempo dulu saat mengunjungi kawasan ini.
Di Kota Tua Ampenan dikenal sebagai kawasan yang dihuni multi etnis, mulai dari Suku Sasak, Banjar, warga keturunan Arab dan Cina pun hidup secara harmonis sejak jaman dahulu hingga saat ini.
AYA
Layanan Kesehatan dan Peduli Kanker di Ulang Tahun TVRI
BPJS Kesehatan Cabang Mataram dan mitra kerjanya, meramaikan HUT TVRI NTB dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan penerangan tentang gejala kanker dan pennyakit kronis
FCP Sosialisasi IVA dan kanker payudara (foto: KGS)
MATARAM.lombokjournal.com – Lebih baik melakukan pencegahan daripada mengobati saat sakit. Itu bagian implementasi proaktif-preventif yang dilakukan BPJS Kesehatan mewujudkan Indonesia sehat.
Implementasi proaktif-preventif yakni melakukan pemeriksaan dan menjaga kesehatan. “Salah satu tindakan preventif adalah melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini gejala penyakit,” kata Nora dari Bidang Penjamin Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Jum’at (25/8), saat ditemui di tengah-tengah acara gebyar Ultah TVRI NTB.
Berpartisapasi memeriahkan di hari Ultah TVRI NTB, BPJS Kesehatan Cabang Mataram menggandeng mitranya, Klinik Nayaka dan FCP (Female Cancer Programe) melakukan layanan pencegahan.
Klinik Nayaka di Cakranegara hari itu membuka layanan pemeriksaan, tujuannya melakukan deteksi dini gejala hipertensi dan diabetes. Masyarakat yang mengunjungi kegiatan itu mendatangi stan, diukur tekanan darahnya untuk mendeteksi gejala hipertensi.
Selain itu, petugas Klinik Nayaka melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi gejala diabetes.
Di tempat lainnya, FCP satu lembaga yang bergerak pada pencegahan kanker, membuka konsultasi pencegahan kanker wanita. Pengunjung yang datang mendapat penjelasan mengenai IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan kanker payudara.
“Kanker rahim maupun kanker payudara paling banyak dijumpai pada wanita,” jelas Nora.
Sedangkan inspeksi sejauh ini inspeksi IVA kurang diminati karena prosedurnya kurang dikenal. Sedang sosialisasi prosedur pap smear (baik IVA maupun pap smear untuk mendeteksi kanker leher rahim) lebih dikenal kalangan luas, karena banyak rumah sakit swasta menyediakan layanan pap smear.
Kanker leher rahim atau kanker serviks jadi penyebab kematian perempuan nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Di negara berkembang seperti Indonesia, kanker serviks jadi salah satu penyebab utama kematian.
Nora menjelaskan, tiap hari masyarakat peserta JKN-KIS dapat memeriksa diri mendeteksi gejala kanker serviks. “Masyarakat dapat memeriksakan diri di fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.
Deteksi dini penyakit kronis itu perlu segera dilakukan, karena dengan diketahui lebih dini akan lebih mudah dilakukan pencegahan lebih dini. Sejauh ini, pencapaian target perempuan yang menjalani skrining serviks masih rendah.
Dari target 37 juta perempuan usia 30-50 tahun yang menjalani skrining kanker serviks (bersama kanker payudara), hingga tahun 2016 baru tercapai sekitar 1,5 juta dari. Cakupan skrining IVA hanya 3,5 persen, sedangkan pap smear 7,5 persen.
“Karena itu saya mengajak masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta JKN-KIS, sehingga dapat melakukan pemeriksaan untuk pencegahan penyakit kanker, juga penyhakit kronis lainnya,” kata Nora.” KGS