NTB Masih Butuh 558 Guru Produktif

Kekurangnya guru produktif yang mengajar di SMK ini, menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka pengangguran dari SMK

 MATARAM.lombokjournal.com – Dari 1.207 guru guru produktif yang dibutuhkan di Provinsi NTB, yang tersedia hanya 649 orang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Privinsi NTB, Muhammad Suruji mengatakan itu hari Kamis (31/8).

“Dari 94 kompetensi keahlian yang ada di NTB, guru produktif baru 649 orang. Jumlah ini masih setengah dari yang kita butuhkan,” kata Suruji.

Untuk menutupi kekurangan guru produktif, pemerintah dalam hal ini Dikbud NTB terus berupaya mengatasinya, salah satunya dengan mengangkat guru honorer.

Namun, hambatannya pada minimnya guru honorer yang masuk dalam kriteria sebagai guru produktif.

“Jelas ada hambatannya, karena guru produktif itu tidak di cetak oleh semua perguruan tinggi, yang ada hanya beberapa perguruan tinggi saja,” jelasnya.

Ia meminta kepada pemerintah pusat, jika memang serius mengelola SMK, maka cukupkanlah kebutuhan guru produktif.

“Kalau bisa mereka diangkat menjadi PNS, penuhi seluruh kebutuhan guru produktif di sekolah negeri maupun swasta,” harapnya.

Kurangnya ketersediaan guru produktif juga menjadi salah satu faktor tingginya penyumbang pengangguran. Tingginya angka pengangguran dari kalangan SMK bukan hanya karena faktor jurusan atau kurikulum yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dikatakan Suruji, kurangnya guru produktif yang mengajar di SMK menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka pengangguran dari SMK.

“Siswa SMK di NTB tidak betul-betul disiapkan untuk menjadi tenaga kerja siap terampil, karena tidak di dukung dengan ketersediaan guru produktif,” jelasnya.

AYA

 




Lombok Kembali Jadi Tuan Rumah GFNY (Grand Fondo New York) Championship Asia

Para peserta akan melintasi daerah wisata di antaranya Pusuk Pass, Tanjung, Bayan, Nipah, Malimbu, dan menyusuri sepanjang pinggiran Pantai Utara.

MATARAM.lombokjournal.com  — GFNY Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah GFNY Championship Asia. Event balap sepeda internasional GFNY (Grand Fondo New York) Indonesia kembali berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 3 September 2017.

Tahun ini merupakan kali kedua GFNY Indonesia digelar setelah 2016.

800 peserta dari 33 negara akan ambil bagian pada event yang juga menyuguhkan keindahan alam di Pulau Lombok. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh Faozal menyampaikan itu di Mataram, Rabu (30/8).

Para peserta akan melintasi daerah wisata di antaranya Pusuk Pass, Tanjung, Bayan, Nipah, Malimbu, yang menyusuri sepanjang pinggiran Pantai Utara.

“Kita menunjuk Lombok bagian utara, karena dicari jalur yang tidak melalui lampu stop,” ujarnya

Jarak balapan dibagi dua, yaitu Long distance (168 kilometer) dan medio distance (82 kilometer). Semua peserta akan melakukan Start di Mangsit, Senggigi. Para peserta akan melewati medan datar sejauh 27 kilometer pertama.

Setelah itu, tantangan berupa tanjakan di kawasan Pusuk Pass setinggi 332 kilometer harus dihadapi. Di Pusuk Pass ini para peserta akan melewati Monkey Forest (Hutan Monyet).

Dari medan tanjakan Pusuk Pass, peserta lang distance akan lanjut ke Tanjung, kemudian ke Anyar dan putar balik ke finis.

“Para peserta GFNY ini akan melewati spot- spot wisata yang ada di lombok untuk itu jalur- jalur yang dilewati para peserta akan ditutup “ujarnya

Para peserta short distance, akan ke Tanjung dan langsung putar balik ke finis di Mangsit. Start balapan akan dimulai pada pukul 06.00 Wita Cut of time (batas maksimal) untuk peserta long distance adalah pukul 15.41 Wita, sementara untuk medio distance adalah 11.59 Wita.

Peserta dibagi dalam beberapa kategori yaitu individu untuk putra dan putri. Ada tujuh pembagian untuk kategori ini yaitu 18-39 tahun putra/putri, 40-44 tahun putra/putri, 45-49 tahun putra, 45+ tahun putri, 50-s4 tahun putra, 55-59 tahun putra.

“Harapannya, event ini akan lebih sukses lagi dari tahun sebelumnya karena para peserta bisa menikmati keindahan Lombok,” ujarnya

AYA

 




Lewat Organisasi Wanita, Tangkal Kekerasan Terhadap Anak

Tindakan bullying atau penindasan dengan kekerasan sudah alama ada, tapi sekarang bullying terjadi di tingkat anak sekolah, pelakunya berperilaku semena-mena yang berdampak buruk terhadap motivasi belajar anak

Peserta seminar

MATARAM.lombokjournal.com — Organisasi Wanita di NTB untuk solid dan semakin diajak kompak melakukan upaya pencegahan dan menangkal bullying dan kekerasan terhadap anak.

“Sebab itu dapat mempengaruhi dan merusak mental anak anak kita,” ujar Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur Provinsi NTB, Rabu (30/8).

Ia menyambut baik atas pelaksanaan seminar “sosialisasi kepemimpinan wanita, pencegahan bullying terhadap anak, perdagangan orang/traffiking dan penyalahgunaan narkoba” yang diadakan oleh organisasi-organisasi wanita di NTB.

Ditegaskannya, organisasi wanita merupakan mitra kerja pemerintah sekaligus pendukung program pembangunan. Sebab organisasi wanita di NTB merupakan perpanjangan tangan yang tidak jauh beda dengan organisasi besar lainnya.

“Saya rasa semua organisasi wanita punya program masing-masing yang sasarannya kepada masyarakat”, ucapnya.

Penyelenggaraan seminar, organisasi wanita di NTB tetap kompak dan solid, walaupun terdapat banyak perbedaan tapi dapat menjadikan perbedaan tersebut sebagai motivasi dan evaluasi untuk mempererat tali silaturrahmi.

Dijelaskannya, tindakan ‘bullying’ atau penindasan sama dengan ‘human traffiking’. Karena itu, Ketua BKOW NTB ini berharap agar organisasi wanita memberi pemahaman kepada para calon TKW.

“Beri pemahaman, bahwa tidak harus bekerja keluar negeri. Bisa saja berjualan kecil-kecilan disini, untuk meningkatkan ekonomi keluarga, yang penting ada kemauan,” tambahnya.

Sebelumnya Dr. Stella Utomo selaku Ketua Panitia melaporkan, seminar ini akan berlangsung dari tanggal 30 Agustus 2017 sampai dengan 2 September 2017 dan dihadiri oleh ibu-ibu GOW (Gabungan Organisasi Wanita) kabupaten/kota se-NTB. Acara ini merupakan program BKOW tahun 2017.

Dikatakannya, perilaku bullying merupakan perbuatan yang menjadi masalah nasional dan internasional, yakni anak-anak generasi muda penerus bangsa mengalami kekerasan di usia muda. Lain halnya dengan trafikking atau perdagangan orang yang beda tipis dengan pengiriman TKW ilegal.

Dengan seminar ini, ilmu yang diperoleh dapat diteruskan ke organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW.

Turut hadir sekaligus membuka acara tersebut, Staf Ahli Bidang Sosial Kemasyarakatan, Drs. H. Imhal. Dalam sambutannya, ia mengatakan atas nama pemerintah provinsi NTB menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas terlaksananya kegiatan ini.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini akan lahir masukan-masukan, rekomendasi yang bisa disampaikan ke pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi mengatasi permasalahan ini,” ujarnya.

AYA

 




KPU NTB Cegah Rendahnya Partisipasi Pemilih

Mengajak tokoh menyampaikan pencerahan politik yang mendidik, agar Pilkada memberikan nilai pendidikan

 (Foto: AYA)
Lalu Akshar Anshori

MATARAM.lombokjournal.com  — Mencegah rendahnya partisipasi pemmilih, KPU NTB mensosialiasi pemilu dengan melibatkan tokoh agama, masyarakat, mahasiswa penyandang disabilitas dan pemilih pemula.

Ketua KPU NTB, L. Ashar Ansori memaparkan, sosialisasi yang diikuti Tokoh masyarakat ini dimaksutkan mengajak masyarakat mendukung pilkada 2018/2019.

“Dalam kegiatan ini kita ingin mendegar banyak masukan- masukan dari tokoh-tokoh, mendapatkan kritik dan saran. “Agar KPU bisa merespon kontruksi progman nyata yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya di Mataram, Rabu (30/8)

Pilkada dan pemilu adalah milik masyarakat dan KPU ingin mengajak para tokoh menghimbau dan memberikan pendidikan serta pencerahan politik yang mendidik, membangun  agar pilkada aman, lancar, damai sekaligus memberikan nilai-nilai pendidikan tinggi.

“Memilih pemimpin ini merupakan hak  kita, karena itu sangat penting dan serius,” tegasnya

Para tokoh masyarakan diharapkan menyebarkan informasi tentang Pemilu di NTB akan berjalan masif.  Agar mereka menggugah peningkatan partisipasi pemilih.

“Saat ini tinggkat partisipasi dalam memilih di masyarakat hanya 70 persen,” jelasnya.

Pilkada terakhir tingkat partisipasi pemilih masih 70 persen. Diharapkan dengan sosialisasi ini tingkat pemilih bisa ditingkatkan.

AYA

 

 




Rakerda II DPD Askonas dan Hatsindo NTB, Menguatkan Jasa Konstruksi Di daerah

Pengusaha konstruksi harus memiliki standar internasional, agar mereka tak jadi penonton di daerah sendiri.

MATARAM.lombokjournal.com — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) bersama Hatsindo (Himpunan Ahli Teknik Konstruksi Indonesia) NTB di Senggigi Ballroom di Hotel Aston Inn, kemarin (29/8), diharapkan akan menguatan jasa konstruksi di daerah.

Kegiatan Rakerda II itu sekaligus dibarengi pelatihan peningkatan admin verifikasi dan validasi, serta SIKI-LPJK NTB.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Wedha Magma Ardhi, Wakil Ketua LPJK NTB Sumantri Yuli Prastowo, dan Ketua umum DPP Askonas Rahmatulloh, dan Ketua DPP Hatsindo Bambang Widiatmo.

Ketua Umum DPP Askonas, Rahmatulloh mengatakan, kebijakan Askonas merupakan spirit spirit dan target sesuai UU No 2 tahun 2017.

Menurutnya, disparitas atau kesenjangan antara pengusaha jasa konstruksi besar, menengah dan kecil sangat besar. Rata-rata nasional 83 persen merupakan jasa konstruksi kecil.

Saat ini Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan 2020 mendatang akan memasuki pasar global. “Kita akan bersaing antar bangsa,” sambungnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki prospek yang bagus, dan merupakan penyanggah ekonomi global. Dengan kekayaan sumber daya alam dan energi, solusi dunia ada di Indonesia. Baik itu pangan, energi, dan infrastruktur yang diorientasikan untuk penguatan lumbung pangan dunia, targetnya ada di Indonesia.

Dalam rakerda ini diharapkan ada penguatan jasa konstruksi di daerah. Pengusaha konstruksi harus memiliki standar internasional, kalau tidak hanya jadi penonton di daerah sendiri bukan pelaku.

Lebih lanjut dikatakannya, capaian konstruksi di NTB luar biasa, yang teah bekerjasama dengan Australia.  Kalau pemerintah baru membuat konsep K4 atau kesetaraan, NTB sudah dua langkah di depan mengimplementasikannya.

“Pemerintah pusat harus belajar ke NTB,” tandasnya.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPD Askonas NTB, Aulia Muttaqin dengan rakerda akan terjadi penguatan internal organisasi. Ini juga menjadi bagian menyambut Undang-Undang nomor 2 tentang Jasa Konstruksi, poin terpentingnya mengenai akreditasi.

“Jika sudah memiliki akreditasi maka bisa menerbitkan Surat Badan Usaha (SBU),” katanya. Sekarang masih oleh LPJK.

Sebaran anggota mencapai sepertiga anggota NTB. Sedangkan sebaran anggota di NTB sekitar 2000 ribuan anggota. Rakerda juga menampung seluruh permasalahan yang terjadi di tingkat DPC hingga DPD, yang akan dibawa ke Rakernas

AYA

 




“Peluang Politik Bisa Dikalkulasi, Tapi Takdir Tak Bisa Dikalkulasi,” kata Amin

Ketua Partai Nasdem Nusa Tenggara Barat (NTB), H Muhammad Amin mengajak kader partainya terus bersemangat melakukan kerja politik, soal Pilgub NTB 2018 yang makin menghangat Amin masih tenang

Ketua DPW Partai Nasdem, H. Muhammad Amin (Foto: KGS)

SENGGIGI.lombokjournal.com – Ketua DPW Partai Nasdem NTB, H Muhammad Amin yang saat ini masih menjadi wakil gubernur NTB, terus melakukan kalkulasi politik. Meski seluruh kader partainya bulat mendukungnya maju dalam Pilgub NTB 2018, Amin menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan sikapnya.

“Partai Nasdem belum memenuhi persyaratan (perolehan kursinya,pen)untuk mengusung sendiri kadernya sebagai balon pilkada. Perlu menggalang kerjasama dengan partai lain,” kata Amin saat bicara dalam Rakorwilsus Partai Nasdem NTB di Hotel Jayakarta, Senggigi, Selasa (29/8)

Amin terus mengikuti dinamika Pilgub NTB 2018 yang makin menghangat, bahkan para figur-figur yng akan maju mulai gencar memasang baliho sosialisasi. Namun ia memandang proses Pilgub masih cair.

“Saya masih menunaikan kerja sebagai wagub untuk kepentingan publik. Banyak yang tanya saya apa saya mau maju nomor satu atau dua, karena saya selama ini belum menyatakan sikap. Sebab semua pasangan yang dipublikasikan baik di baliho maupun media massa itu masih cair. Bisa bongkar pasang kapan saja,” katanya.

Amin mengatakan, yang perlu dilakukan kadernya adalah terus melakukan kerja politik. Hasil final tentang maju tidaknya dirinya diserahkan pada DPP.

“Saya belum bisa mengatakan,maju nomor satu atau nomor dua. Peluang-peluang yang ada bisa dikalkulasikan. Tapi yang tidak bisa dikalkulasi adalah takdir Allah,” ujarnya sambil menegaskan bahwa ia akan maju kalau DPP Partai Nasdem menugaskannya untuk maju.

Terkait tugasnya sebagai Wakil Gubernur NTB, ia menjelaskan tentang kerjanya bersama Gubernur Zainul Majdi tetap harmonis. Keduanya tepat berkomitmen menjalankan amanat rakyat yang selalu mengutamakan kepentingan publik.

Namun sebagai ketua Pimpinan Partai di tingkat wilayah, maju tidaknya dirinya dalam Pilgub NTB 2018 tergantung instruksi partai.

“Kalau ditugaskan partai untuk maju, saya siap maju. Untuk menjadi calon tidak sulit.  Tapi untuk menang dalam pertarungan Pilkada butuh perjuangan keras,” tegasnya.

KGS

BACA : Rakorwilsus Partai Nasdem, Sepakat Dukung Amin Maju Dalam Pilgub 2018

 




Rakorwilsus Partai Nasdem, Sepakat Dukung Amin Maju Pilgub 2018

Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) Partai Nasdem NTB, bertekad memenangkan Wagub NTB, H Muhammad Amin dalam Pilgub (Pemilihan Gubernur) NTB 2018

Pembukaan Rakorwilsus (Foto: KGS)

SENGGIGI.lombokjournal.com – Seluruh DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Nasdem se Nusa Tenggara Barat (NTB),  menyatakan kebulatan tekad mendukung Wagub NTB, H Muhammad Amin yang juga Ketua Wilayah Partai Nasdem NTB, untuk maju berlaga dalam Pilgub NTB 2018.

“Tidak hanya maju sebagai calon, tapi Cagub Partai Nasdem harus menang,” kata Sekretaris DPD Partai Nasdem Lombok Tengah, Ahmad, SH saat menyampaikan pandangan umum dan sikapnya terkait Pilgub NTB 2018 dalam Rakorwilsus di Hotel Jayakarta, Senggigi Lombok Barat, Selasa (29/8).

Ibarat menghidupkan mesin kendaraan, Rakorwilsus Partai Nasdem NTB digelar sebagai pemanasan mesin partai menyongsong beberapa agenda politik di NTB. Baik menyongsong Pilgub tahun 2018 maupun Pemilihan Legislatif tahun 2019.

Rakorwilkus yang berlangsung sejak pagi hingga malam yang diikuti pengurus DPC, DPD serta Ketua Komisi Saksi Nasional (KSN) masing-masing kabupaten/kota itu berlangsung penuh semangat.  Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung yang menyemangati kadernya mengatakan, Partai Nasdem sejak berdiri mengusung cita-cita besar, melakukan restorasi Indonesia.

“Partai yang bercita-cita kecil tidak akan bisa melakukan perubahan,” kata Martin dalam pidato politiknya menjelang pembukaaan Rakorwilsus.

Mantan aktivis angkatan 1998 itu mengingatkan kadernya, cita-cita besar partai untuk melakukan perubahan tidak boleh dibawah kepentingan pribadi atau kelompok. “Target capaian pribadi, tidak boleh mengalahkan target capaian cita-cita partai,” tegasnya.

Menurut martin, menuju capaian cita-cita besar partai tentu banyak halangan. Termasuk tekad mendukung ketua Wilayah Partai Nasdem, H Muhammad Amin maju dalam Pilgub banyak yang tidak senang.

“Tapi kita bertekad untuk mendukung Pak Amin, dan berjuang untuk menang dan mewujudkan cita-cita menjadikan Partai Nasdem sebagai partai besar,” ucap Martin yang mendapat sambutan bersemangat.

Rakorwilsus itu selain dihadiri H Muhammad Amin dan Bupati Lobar, Faosan Khalid, juga jajaran DPP diantaranya Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung dan mantan komisioner KPU, I Gusti Putu Artha yang saat ini bergabung di DPP partai Nasdem, anggota KPU NTB, Suhardi Soud, SE, juga pakar pemasaran politik dan Direktur Lembaga Survey Charta Politica, Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya dalam Rakorwilsus itu memberi wawasan tentang seluk beluk survey politik, dan pentingnya memahami perilaku pemilih.

“Saat ini masyarakat lebih pintar, masyarakat lebih pragmatis, dan perilaku pemilih sekarang sangat cair,” kata Yunarto yang banyak mengambil contoh pengalaman Pilgub DKI.

KGS

BACA : “Peluang Politik Bisa Dikalkulasi, Tapi takdir Tak Bisa Dikalkulasi,” kata Amin




Ika Asmi Susanti, Menggabungkan Kerajinan Batok dan Ketak

Kerajinan batok dan ketak menghasilkan asesoris, tas jinjing, tempat minum hingga lampu hias

Kerajinan gabungan batok dan ketak (Foto: AYA)

MATARAM,lombokjournal.com — Masyarakat NTB maupun wisatawan tak asing lagi dengan kerajinan ketak khas Lombok. Begitu juga dengan kerajinan batok kelapa yang mulai berkembang di pasaran industri kerajinan NTB.

Hal inilah yang membuat salah satu pemilik Bale  Creative di Mataram mempunyai ide menggabungkan Kerajinan batok dan ketak tersebut.Ide ini dituangkan oleh Ika Asmi Susanti, pemilik Bale Creative saat ditemui di Majeluk, Mataram, Selasa (29/8).

Ika menuturkan, ide ini muncul saat ia berada di Pulau Jawa. Saat itu ia melihat kerajinan batok kelapa, lalu muncul ide menggabungkan kerajinan ketak yang sudah ada di NTB. Yang diketahui bahwa Kerajinan ini belum ada di NTB bahkan Indonesia.

“Saya beri nama kerajinan Batket (batok dan kelapa)agar mudah diingat,” ungkapnya.

Ia mulai membuat kerajinan tersebut sejak 1,5 tahun lalu. Ika tak menemukan kesulitan membuat kerajinan ini. Terutama dari segi bahan baku, karena melimpah dan juga murah.

” untuk kerajinan Batket ini saya mulai dari 1,5 Tahun yang lalu,” ucapnya.

Harga Batok kelapa hanya seharga Rp 60 ribu per karung. Sedangkan ketak sendiri bisa didapatkan seharga Rp 25 ribu per bungkul.

“Sejauh ini Prospeknya kerajinan dari Batok klapa dan ketak ini sangat bagus karena unik, begitu juga nilai jualnya,” sambung Ika.

Kerajinan yang dia buat ini kini sudah mulai  dikenal masyarakat NTB. Ia mengaku sudah  beberapa kali menyertakan kerajinan Batket dalam galeri pameran.

Selain itu, ia juga menjualnya melalui online. Pembelinya pun tak hanya dari NTB, namun juga dari luar. Salah satunya seperti dari daerah Sulawesi.

“Bahkan Oktober ini kita akan ikut pameran di Jakarta,” akunya.

Hasil kreasi kerajinan Batket beragam. Mulai dari tas jinjing, tempat minum, aksesoris, hingga lampu hias. Kisaran harganya pun beragam. Tergantung ukuran dan lama pengerjaan kerajinan Batket.

Untuk tas dihargai dari Rp150 ribu hingga Rp400 ribu. Sedangkan lampu hias mulai dari harga Rp 75 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Modalnya murah namun biaya pengerjaannya yang mahal,” pungkasnya

AYA

 




Ibu Berperan Tanamkan Semangat Bela Negara

Sangat penting peran seorang Ibu dalam memberikan pendidikan bela bangsa dan cinta tanah air pada anak.

MATARAM.lombojjournal.com — Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP. PKK Provinsi NTB, menegaskan peran penti ibu merupakan salah satu tolak ukur baik dan buruknya pada baik/buruknya kaum perempuan di suatu negara bergantung.

“Tugas para ibu di NTB adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai tersebut dari entitas yang paling kecil yaitu keluarga,” ungkap istri Gubernur NTB dua periode itu, saat membuka acara Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) Tahun 2017 di Aula TP. PKK Provinsi NTB, Selasa (29/8/17).

Menurutnya, ibu adalah madrasah pertama dan utama dalam menanamkan nilai nilai baik kepada anak- anak, termasuk semangat cinta  bangsa dan cinta tanah air.

Diharapkannya, Indonesia menjadi tanah yang damai, bukan menjadi tanah peperangan.

“Dan itu semua tak lepas dari tanggung jawab para ibu,” tegasnya, sembari mengingatkan kepada peserta agar hasil dari sosialisasi ini akan dapat diamalkan dan ditularkan.

Sebelumnya, Ketua Pokja I, Hj. Muhsinatin Mahali Fikri dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh masyarakat dan organisasi wanita di NTB tentang kesadaran bela negara.

“Insya Allah program-program yang dimiliki TP. PKK NTB bertujuan baik dan kami berharap bisa dilaksanakan dengan baik pula” ungkapnya.

Selanjutnya, Pasi Komsos Korem 162/Wira Bhakti, Kapten Inf Hardani, yang juga turut menjadi Narasumber menyampaikan bahwa pendidikan karakter bukan hanya tugas guru saja tetapi tugas kita semua (orang tua dan masyarakat).

Acara yang bertajuk “Dengan Semangat Bela Negara Kita Bangun Karakter Bangsa Untuk Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan” dihadiri pula oleh, Wakil Ketua I PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin, Wakil Ketua IV PKK Provinsi NTB, Hj. Rimbun Rosiady Sayuti, jajaran anggota PKK lima kabupaten/kota di pulau Lombok, Kepala Bakesbangpoldagri, Drs. H. L. Syafi’i, Kepala BPMPD Provinsi NTB.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Syafii, yang memaparkan, salah satu faktor penyebab melemahnya karakter dan jati diri bangsa adalah melemahnya nasionalisme.

Hal itu dipicu oleh menipisnya jiwa sosial dan toleransi umat beragama. Sehingga berdampak pada meningkatnya konflik antar masyarakat, terkikisnya rasa hormat, budi pekerti serta pemahaman akan makna yang terkandung dalam nilai-nilai luhur yang ada pada kearifan lokal (local wisdom).

Usai penyampaian materi oleh para narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan terkait dilontarkan kepada narasumber. Diskusi hangat penuh pesan moral terutama bagi kaum perempuan pun mewarnai acara tersebut.

Pada acara yang diikuti oleh Para Pengurus dan ibu – ibu anggota berbagai Organisasi wanita se- NTB tersebut, Hj. Erica mengajak menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Hal ini dimaksudkannya  memberi teladan sekaligus menggugah  kesadaran semua pihak akan pentingnya semangat bela negara.

“Anak-anak masa kini relatif tidak mengenal lagu-lagu wajib nasional, seperti Indonesia Pusaka,” tuturnya.

AYA

 




Komisi II DPR RI Pastikan Masyarakat Tidak Kehilangan Hak Pilihnya

Mengantisipasi hilangnya hak pilih masyarakat pada Pemilu Kepala Daerah serentak tahun 2018, pemerintah dan DPR melakukan pengawalan  menyongsong agenda politik  lokal tersebut.

MATARAM.lombokjournal.com – kunjungan kerja Komisi II DPR-RI di Nusa Tenggara Barat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi, Drs. Al Muzzammil Yusuf, M.Si, agenda utamanya untuk memantau dan mengawal persiapan Pilkada serentak yang dihelat  tahun 2018.

Para wakil rakyat itu mendata jumlah warga yang belum memiliki E-KTP, dan memastikan upaya yang dilakukan KPU NTB untuk mendata masyarakat yang belum memiliki identitas tersebut berjalan baik dan lancar.

“Agar masyarakat yang belum memiliki E-KTP tidak kehilangan hak pilihnya dalam pilkada serentak tahun 2018,” ujar Al Muzzammil saat diterima Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (29/8).

Kepada Gubernur  NTB yang saat itu didampingi Ketua KPU-NTB dan jajarannya, Muzzamil menjelaskan  hasil kunjungan di daerah lain. Di beberapa daerah diketahui pihaknya masih banyak masyarakat yang belum memiliki E-KTP. Jumlahnya mencapai  sekitar 1,6 juta orang.

Mengantisipasi itu,Muzzamimil menjelaskan, sesuai tugas komisi II DPR-RI, pihaknya terus melakukan koordinasi dan pemantauan bersama Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Komisi II DPR RI itu, Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB  telah mulai  melakukan persiapan semaksimal mungkin sesuai dengan kewenangan berdasarkan arahan dari Kementerian Dalam Negeri.

Dijelaskannya, pada tahun 2018 mendatang, terdapat 4 daerah otonom yang akan menggelar pemilukada serentak di wilayah Provinsi NTB. Dismaping Pemilukada memilih Gubernur NTB uga pemilukada di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur dan Kota Bima.

“ Alhamdulillah, kami sudah memiliki kesepakatan hibah dengan Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan pemilukada tersebut,” terang TGB.

Ditegaskannya, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota yang melaksanakan pemilukada telah menganggarkan alokasi dana untuk pelaksanaan pemilukada, baik di APBD Perubahan tahun 2017 maupun APBD tahun 2018.

Besaran sharing pendanaan tersebut, dari  Pemerintah Prov NTB sebesar Rp. 18.628.616.500 untuk KPU, dan Rp. 3.209.632.500 untuk Bawaslu. Disusul Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Rp.11.431.500.000 untuk KPU, dan Rp. 2.903.724.000 untuk Bawaslu. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Rp20.180.100.000 untuk KPU dan Rp. 4.528.064.000 untuk Bawaslu; dan Pemerintah Kota Bima Rp. 3.872.950.000 untuk KPU dan Rp. 1.744.054.000 untuk Bawaslu.

“Karena ini hajat menyangkut kehidupan demokrasi di  NTB, Insya Allah kami berkomitmen untuk memfasilitasi sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.

Gubernur BERsyukur atas sinergi yang baik antara penyelenggara pemilu (Bawaslu dan KPU) dengan pemerintah daerah.

“Berdasarkan laporan dari Bakesbangpoldagri dan Biro Administrasi Pemerintahan, Alhamdulillah sinergi antara Bupati dan Walikota dengan penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten/kota berjalan dengan baik,” ungkap Gubernur. Insya Allah hubungan baik seperti ini akan kami jaga terus, karena kekompakan para penyelenggara memberikan pengaruh yang baik juga bagi masyarakat.

Gubernur juga mengapresiasi atas keberhasilan KPU NTB  meraih penghargaan  di bidang keuangan dan sosialisasi. Ia-pun berjanji  akan terus mendorong pelaksanaan governance

“Salah satunya dengan cara penyelenggaraan keuangan yang akuntabel dan transparan,” pungkasnya.

Hadir Sekda Provinsi NTB Ir. H. Rodiady H. Sayuti, Ph. D, Ketua KPU Prov. NTB Lalu Aksar Anshori, Ketua Bawaslu Prov. NTB Muhammad Khuwailid, dan Wakapolda NTB Kombes. Pol. Drs Imam Margono.

AYA