Tahun 2019, Rumah Sakit Swasta Wajib Bergabung Dengan BPJS Kesehatan

Saat ini rumah sakit swasta belum diiwajibkan bergabung dengan BPJS Kesehatan. Tapi kalau semua penduduk sudah masuk sistem JKN, seluruh rumah sakit swasta wajib bergabung

JAKARTA.lombokjournal.com – Rumah sakit swasta wajib ikut BPJS Kesehatan mulai 2019 mendatang.  Menjelang 2019, rumah sakit swasta yang tergabung dalam ARSSI Asosiasi umah Sakit Swasta Indonesia (melakukan persiapan mulai dari sistem maupun sarana medis yang mengikuti aturan Clinical Pathway.

“Rumah sakit swasta (saat ini) tidak wajib ikut BPJS, namun kalau semua penduduk sudah masuk dalam sistem JKN, tentu masuk dalam BPJS tak bisa dihindari,” ujar Ketua Umum ARSSI) Drg susi Setiawati Susi Setiawaty pada Seminar Nasional IV dan Healthcare Expo III, di Jakarta, Selasa (22/08).

Saat ini ada persoalaan yang dihadapi RS swasta dalam melayani peserta BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yakni soal ketersediaan obat yang hingga kini masih banyak yang harus diperbaiki.

”Hal seperti inilah yang membuat rumah sakit swasta sering kesulitan obat, Kemudian rumah sakit swasta cari padanan formula di rumah sakit masing-masing,” kata Susi.

Selain itu ada masalah terkait akreditasi rumah sakit. Semua rumah sakit yang bekerja sama dengan JKN harus terakreditasi. Kewajiban itu diberikan waktu sampai 2021.

Masalahnya, sumah sakit swasta membiayai semua kebutuhan operasionalnya termasuk ruang ICU yang membutuhkan investasi cukup besar. Di era JKN, rumah sakit dituntut menambah fasilitas tersebut.

“Untuk tempat tidur ICU, ventilator saja sudah ratusan juta,” ucapnya.

Tantangan Era JKN

Drg Susi Setiawati mengatakan, era Jaminan Kesehatan Nasiona (JKN) menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit swasta. Beberapa strategi harus dilakukan guna meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Rumah sakit smart, safety, ramah, aman, bermutu, harus memiliki sarana dan prasarana yang mendukung serta menerapkan operasional yang efektif dan efisien,” kata Susi dalam keterangan persnya, Selasa (5/9).

Pihak rumah sakit harus mempersiapkan sejak dini terkait target pemerintah mencapai Universal Health Coverage (UHC) pada 2019. Selain bergabung dengan BPJS Kesehatan, rumah sakit harus menyiapkan mutu layanan sehingga menjadi pilihan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

“Menjadi rumah sakit pilihan itu tidak mudah. Dibutuhkan komitmwen semua pihak, baik pimpinan rumah sakit, staf maupn tenaga medis,” kata Susi.

Ketua Umum Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Kuntjoro mengatakan, tantangan yang dhadapi rumah sakit pada era JKN cukup banyak. Salah satunya, rumah sakit harus efisien.

Efisien antara lain dalam pengadaan obat. Rumah sakit bila perlu membeli obat dengan sistem fast moving, sehingga tak perlu punya gudang obat. Hal lain yang perlu diefisienkan adalah soal listrik, air, pembelian obat dan sebagainya.

“Namun perlu digarisbawahi bahwa era JKN berarti bisa menurunkan kualitas layanan,” kata Kuntjoro.

kGS

 

 

 




NTB Prioritaskan Pengentasan Kemiskinan

Strategi dan program pengentasan kemiskinan dari desa tersebut, dibahas dalam Rakor Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB tahun 2017

MATARAM.lombokjournal.com – Strategi dan program pengentasan kemiskinan dari desa tersebut, dibahas dalam Rakor Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB tahun 2017, yang dihadiri para Wakil Bupati/Walikota se-NTB,  para tokoh masyarakat, akademisi dan pakar dari perguruan tinggi serta  kalangan dunia usaha, di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (5/8).

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si saat membuka Rakor menegaskan, pihaknya kini berkomitmen menempatkan program penanggulangan kemiskinan sebagai prioritas utama dalam program kerja pemerintah daerah ke depan.

Komitmen tersebut  diwujudkan dalam politik anggaran. “Anggaran program penangulangan kemiskinan diberi porsi terbesar,” tegasnya.

Ia mencontohkan, alokasi dana penanggulangan kemiskinan pada 2017 telah menembus satu triliun. Persisnya sekitar 1,3 triliun pada APBD murni dan meningkat menjadi 1,7 triliun pada APBD perubahan.

“Ini komitmen nyata Pemerintah Provinsi NTB dengan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan mulai dari tingkat desa hingga perkotaan,” ujarnya.

Jajaran pemerintahan desa diharapkan memaksimalkan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk  mengelola segenap peluang dan potensi di desa. Dan lebih berorientasi  pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga desa

Selain itu, dana transfer dari pusat  dan APBD NTB yang  tiap tahun meningkat, dapat diprioritaskan untuk program penanggulangan kemiskinan.

Wagub mengingatkan, meski sejak 2008 hingga 2016 progres penurunan kemiskinan di NTB terhitung tercepat ketiga setelah Maluku (0,61 persen) dan Papua (0,57). Jauh lebih baik dibanding kinerja program pengurangan kemiskinan nasional.

Namun angka kemiskinan belum mencapai indikator kinerja RPJMD yang telah ditetapkan. Saat ini angka kemiskinan kita masih mencapai 16,07 persen per maret 2017 atau 793,78 ribu orang. Padahal target pada akhir tahun 2018 sebesar 12,25 persen.

Singkronisasi program pemerintah pusat dan pemerintah daerah mutlak sangat mendukung, terutama dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia khususnya di Provinsi NTB.

Wagub menyinggung, upaya memudahkan regulasi perizinan investasi di NTB. Iklim investasi yang kondusif akan menjadi daya tarik bagi para investor.

Rakor Penanggulangan Kemiskinan yang melibatkan seluruh kabupaten/kota se-NTB dan elemen masyarakat NTB,  diharapkan lahir ide-ide cerdas berupa program dalam penurunan angka kemiskinan di NTB.

Ikhtiar penurunan kemiskinan di NTB pada akhir tahun 2018 menjadi 12,25 persen akan tercapai dengan baik.

AYA

 




Program kerjasama yang digagas Australia-Pemerintah Provinsi NTB selama ini sesuai dengan program prioritas daerah.

MATARAM.lombokjournal.com –  Kerjasama antara Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Australia, selain memperbesar kapasitas ekonomi masyarakat diharapkan  juga mengantarkan pertumbuhan bersama.

“Kerjasama itu tidak hanya memperbesar kapasitas ekonomi masyarakat, tapi juga dapat mengantarkan pertumbuhan bersama bagi kedua negara,” kata Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau TGB (Tuan Gurtu Bajang)  saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Konsulat Jenderal (Konjen) Australia Bali, Dr Helena Studdert, di ruang kerjanya, Selasa (5/9) pagi.

Helena menemui Gubernur untuk membicarakan berbagai perkembangan kerjasama antara Provinsi NTB dengan Pemerintah Australia, khususnya berkenaan dengan Indonesia Australia comprehensive Economic Partnership (IA CEPA).

IA CEPA merupakan kemitraan yang digagas untuk menunjukkan kedekatan dan juga hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Australia.

Konjen yang berkantor di Bali itu berharap melaui konsep Kemitraan ekonomi, hubungan NTB-Australia kelak tidak hanya soal perdagangan.

Namun juga lebih kepada upaya promosi investasi timbal balik di kedua negara.  Termasuk kerja sama ekonomi dan kerja sama teknik untuk mengangkat standar hidup rakyat Indonesia secara lebih luas, khususnya masyarakat NTB.

Terlebih, NTB sedang dalam proses membangun membangun mega proyek, seperti Mandalika Resort dan Global Hub.

Gubernur menyampaikan hasil evaluasi Pemerintah Prov. NTB, berbagai program kerjasama yang digagas Australia-Pemerintah Provinsi NTB selama ini sesuai dengan program prioritas daerah.

Kerjasama bidang pendidikan, hingga saat ini tercatat banyak mahasiswa NTB yang mendapatkan post graduated dalam program master atau doktornya di Australia. Baik bidang pertanian, kesehatan, bahasa maupun ilmu sosial.

Ke depan diharapkan bisa diperluas bidang kerjasamanya untuk disiplin ilmu teknik.

Kerjasama sektor kesehatan juga telah dirasakan secara nyata manfaatnya. eberhasilan penanganan pasca kelahiran, baik terhadap ibu maupun bayi, sangat berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak.

Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wedha Magma Ardhi, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Australia atas kerjasama khusus bidang infrastruktur di NTB, melalui Proyek Perawatan Perbaikan Jalan Provinsi (Provincial Road Improvement Maintenance Project/PRIM).

Proyek ini merupakan bentuk  dukungan pemerintah Australia terhadap perbaikan pembangunan dan perawatan infrastruktur jalanan provinsi di NTB.

“Proyek ini sangat membantu menekan laju penurunan kualitas jalan (utilitas/ kemanfaatan jalan bisa lebih lama. Selain itu, PRIM juga dapat membantu merubah pola pikir pelaku konstruksi di NTB,” jelas Gubernur.

Gubernur berharap, PRIM dapat dilanjutkan kembali, karena masih ada ruas-ruas jalan yang butuh ditangani dengan sistem ini.

Dalam kesempatan itu disampaikan, Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dapat menjadi tempat yang nyaman untuk berwisata maupun berinvestasi bagi warga Australia.

AYA




Di Ajang Sea Games, Atlet NTB Ukir Prestasi

Gubernur berharap ada putera NTB yang menyumbangkan medali di Ajang Asian Games tahun 2018

MATARAM.lombokjournal.com —  Dari enam atlet NTB yang dikirim, lima di antaranya berhasil menyabet medali.  Ketua KONI NTB H. Andy Hadianto menyampaikan, atlet NTB sudah berskala nasional bahkan internasional.

“Alhamdulillah dari 6 atlet yang dikirim, 5 atlet berhasil memperoleh medali,” ujarnya saat menemui Gubernur bersama Kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Prov. NTB Hj. Husnanidiaty Nurdin di Mataram, Selasa (5/9).

Perolehan Medali Atles Asal NTB pada ajang Sea Games 2017 di Malaysia, yaiitu Medali Emas : I Gusti Bagus Saputra Cabang Olahraga BMX, Medali Perak: Ahmad Zigi Zaresta Yuda Cabang Olahraga Karate, Fadlin & Iswandi Cabang Olahraga Atletik Lari Estafet 4×100 Meter Putra, Medali Perunggu: Andrian Cabang Olahraga Atletik Lari 400 Meter Gawang.

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi bersyukur anak-anak NTB ikut memberikan kebanggaan bagi Indonesia, melalui prestasi di ajang Sea Games Tahun 2017 di Malaysia. “Alhamdulillah, NTB melalui kalian berhasil menyumbangkan prestasi untuk Indonesia,” ungkapnya

Gubernur mengatakan,menang kita syukuri dan kalah menjadi pelajaran untuk tingkatkan kemampuan diri,” ujar Gubernur saat menerima Ketua KONI, H. Andy Hadianto di Ruang Tamu Gubernur.

Dikatakan, pentingnya memiliki spirit fighter bagi atlet yang akan berkompetisi. Para atlet dipesan terus berlatih agar berprestasi pada ajang Asian Games tahun 2018.

“Harus ada putera NTB yang menyumbangkan medali di Ajang Asian Games,” harapnya.

AYA

 

 




Digagalkan, Penyelundupan 1.313 Burung Dilindungi

Satwa dilindungi yang ditangkap di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok yang akan diselundupkan ke Bali dan Jawa, digagalkan di Lembar

Kepala BKSDA NTB, Widada (Foto; AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI menggagalkan penyelundupan ratusan ekor burung berkicau, Selasa pagi (5/9) di pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Burung-burung yang termasuk satwa dilindungi itu diduga akan diselundupkan ke Bali dan Jawa melalui pelabuhan Lembar yang menghubungkan penyeberangan Lombok-Padangbai, Bali.

Jumlah burung yang akan diselundupkan itu sekitar 1.313 ekor, terdiri dari 11 species burung berkicau, termasuk jenis Kecial Kumbuk yang dilindungi, diangkut pakai truk.

“(Burung-burung itu) kami amankan di Lembar saat hendak menyeberang ke Bali,” kata Kepala BKSDA NTB, Widada, Selasa (5/9) di Mataram.

Dijelaskan, tim BKSDA NTB, Polres Lombok Barat, TNI, dan Balai Karantina Pertanian Mataram, sejak Selasa dinihari melakukan pemeriksaan kendaraan, dari Lembar ke Padangbai dan sebaliknya. Ini mengantisipasi peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) illegal di provinsi NTB yang makin marak melalui Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

“Kegiatan ini difokuskan dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang akan menuju atau menyeberang ke Pulau Bali. Ditemukan sebuah truk bernopol DK 9389 KL, yang ternyata mengangkut ratusan burung itu, tanpa dokumen izin yang sah,” katanya.

Ttruk pengangkut burung illegal itu diamankan di kantor BKSDA NTB di Mataram untuk proses hukum. Ratusan ekor burung yang disita akan dilepasliarkan di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan, Senggigi, Lombok Barat, agar kembali ke habitat aslinya.

Berdasarkan  identifikasi, sekitar 1.313 burung yang berhasil diamankan terdiri dari 11 jenis burung Kemodong, Srigunting, Kelincer, Kecial Kumbuk, Cico Kopi Melayu, Bondol Haji, Gelatik Batu Alam, Burung Cabai, Kecial Kuning, Kepodang dan Branjangan Jawa.

“Dari 11 jenis burung tersebut 1 jenis burung yaitu Kecial Kumbuk merupakan jenis burung dilindungi,” katanya.

BKSDA NTB sudah melakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, untuk proses hukum lebih lanjut.

Dikatakan, temuan ini merupakan salah satu upaya intensif BKSDA NTB dengan dukungan stakeholders terkait dalam pengawasan dan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TLS) di Provinsi NTB.

BKSDA NTB secara intensif melakukan konservasi satwa liar lain dengan kampanye dan sosialisasi perlindungan satwa liar, patroli rutin di dalam kawasan hutan, dan upaya penegakan hukum bidang Tumbuhan dan Satwa Liar.

Barang bukti berupa burung akan akan dilakukan habituasi (adaptasi habitat) di kandang, kemudian pelepasliaran di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan.

“Ini sebagai konservasi satwa liar melalui upaya mengembalikan satwa liar ke habitatnya dan upaya peningkatan populasi burung di alam,” katanya.

Hingga kini, sopir truk bermuatan burung illegal itu masih  menjalani pemeriksaan intensif oleh Penyidik  Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di kantor BKSDA NTB di Mataram.

Bulan Juni lalu, BKSDA juga mengamankan lebih dari 2.500 ekor burung illegal yang hendak di selundupkan ke Bali melalui pelabuhan Lembar.

AYA

 




Mendaftarkan dan Menanggung Iuran Peserta BPJS Kesehatan Tetangga Yang Tidak Mampu

Kisah tentang pekerja travel agnt, yang menyelamatkan jiwa tetangganya dengan mendaftarkan dan menanggung biaya iuran kepesertaan BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ada anggota masyarakat yang secara sukarela berpartisipasi membantu BPJS Kesehatan dalam mensosialisasikan pentingnya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Tujuannya untuk mendapat manfaat jaminan kesehatan.

Seperti terjadi di Medan, Sumatera Utara, ada relawan yang bersedia mendaftarkan dan menanggung biaya iuran bulanan peserta BPJS Kesehatan yang berasal dari masyarakat miskin.

Namanya Muhammad Ricky Rivai, seorang warga asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Hatinya terketuk melihat para tetangganya yang kurang mampu belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Tetangganya yang erba kekurangan itu tidak memiliki biaya yang cukup untuk mendaftar ke BPJS Kesehatan. Jangankan untuk membayar iuran bulanan, untuk makan dan kebutuhan sehari-harinya pun mereka harus banting tulang.

Tak hanya itu, jarak antara tempat tinggal Ricky dengan kantor BPJS Kesehatan terdekat terbilang cukup jauh, yaitu 35 kilometer.

“Kondisi jalannya rusak, angkot pun jarang lewat. Kalaupun ada, harus dioper dua kali. Wajar jika masyarakat enggan ke sana untuk mengurus pendaftaran karena akses dari tempat kami susah,” kata Ricky.

Ricky pun berinisiatif mendaftarkan masyarakat di tempatnya melalui jalur online. Bekerjasama dengan Ketua RT setempat, ia mendata dan mendaftarkan tetangga-tetangganya yang belum memiliki jaminan kesehatan. Ia juga menanggung biaya iuran bulanan sejumlah tetangganya yang kurang mampu.

Total sudah ada mencapai 80 warga yang dibantu daftar tanpa dipungut biaya macam-macam, selain biaya untuk iuran bulanan pada pertama kali mendaftar. Ada tujuh orang warga miskin yang didaftarkan di kelas III, dan sudah dua bulan ini saya tanggung secara pribadi iuran per bulannya.

“Saya bilang sama mereka, kalau perekonomiannya sudah membaik, nanti iuran bulanannya agar ditanggung yang bersangkutan,” ujar pria kelahiran 29 Agustus 1992 ini.

Sebagai tour agent yang memiliki kendaraan travel, ia juga mempersilakan masyarakat yang sakit, termasuk yang kurang mampu, menggunakan mobilnya untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Ya itu tadi, sarana transportasi di sini susah. Kita tidak membeda-bedakan siapa yang sakit, kalau butuh langsung kita antar ke rumah sakit secepatnya,” tegasnya.

Ia pun bercerita, dulu pernah mengantarkan salah satu peserta BPJS Kesehatan tanggungannya ke rumah sakit tengah malam karena kondisinya sudah mengkhawatirkan.

Di RS Imelda Pekerja Indonesia Medan, dokter mengatakan bahwa ada penumpukan cairan di bagian dalam liver dan harus segera dioperasi.

“Total lama perawatan pasca operasi adalah 14 hari; 2 hari di ICU dan 12 hari di ruang perawatan biasa. Seluruh biayanya ditanggung biaya BPJS Kesehatan, tidak ada kutipan biaya apapun, termasuk obat yang harus dibeli sendiri ataupun sekedar biaya administrasi,” tutur Ricky.

Ke depannya ia berharap agar JKN bisa memberi harapan baru bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam penjaminan kesehatan yang baik dan berkualitas, tanpa membeda-bedakan si kaya dan si miskin.

Inilah kisah sederhana, tapi bisa menyelamatkan orang yang membutuhkan pelayanan kesehatan, saat sakit yang membutuhkan biaya besar.

Sumber; Info BPJS Kesehatan




TGB Sebut Militer Myanmar Gila

Di depan massa Aksi Peduli Rohingya, TGB sebut militer Myanmar bertindak gila dan kehilangan akal sehat

MATARAM.lombokjournal.com — Guberbur NTB, TGH M Zainul Majdi atau TGB (Tuan Guru Bajang) menemui massa Aksi Peduli Rohingya di Kantor Gubernur NTB, Senin (4/9).

TGB mengecam tindakan yang dilakukan militer Myanmar dalam membantai muslim Rohingya. Tindakan itu dikatakan sebagai kejahatan kemanusiaan yang tidak diajarkan agama mana pun.

Menurutnya, isu Rohingya tidak hanya terkait dengan umat Islam, tapi menyangkut kemanusiaan, sama dengan isu Palestina.

“Selama kita berundang-undang dasar yang di dalamnya dijelaskan bahwa penjajahan harus dihapuskan, maka semua hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai itu adalah bertentangan dengan nilai kebangsaan kita,” ujarnya.

TGB menyerukan agar semua satu suara. “Hentikan penindasan terhadap saudara-saudara kita yang ada di Myanmar etnis Rohingya,” tegasnya.

Sontak saja orasi TGB disambut teriakan takbir oleh massa aksi. TGB juga mengatakan aksi kebrutalan militer Myanmar merupakan suatu tindakan yang gila dan hilang akal sehat.

“Satu suara kita ini menunjukan bahwa kita tahu persis yang kita lawan adalah kegilaan atas nama apa pun, kehilangan akal sehat. Sebagai umat beragama saya yakin tidak ada agama manapun yang membolehkan penindasan sebagaimana yang terjadi di Myanmar,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu TGB menyerahkan donasi untuk Rohingya yang berhasil dikumpulkan dari setiap masjid dan ASN pada Jumat kemarin.

Total dana yang terkumpul pada Jumat (saat idul adha) kemarin mencapai Rp 80 juta. Dana tersebut diserahkan pada Perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB Lalu M. Alfian.

AYA

BACA : Aksi Peduli Rohingyia, Serukan Ang Suu Kyi Diadili Mahkamah Internasional




Aksi Peduli Rohingya, Serukan Aung San Suu Kyi Diadili Ke Mahkamah Internasional

Buntut kebrutalan atas etnis Rohingya di Myanmar, aksi massa tuntut peraih Nobel Perdamaian asal Myanmar, Aung San Suu Kyi diadili ke Mahkamah Internasional.

MATARAM.lombokjournal.com – Koordinator Umum Aliansi Kemanusiaan Peduli Rohingya, M.Isnaini saat berorasi dalam aksi massa, minta kepada  pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomatik terhadap negara-negara ASEAN lainnya. Peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi dan Militer Myanmar untuk diadili Mahkamah Internasional atas kejahatan dan pembantaian yang dilakukan terhadap etnis muslim Rohingya.

Menurut M Isnaiani, pembantaian terhadap etnis muslim Rohingya merupakan upaya penghapusan sebuah etnis.

“Ini bukan lagi bicara tentang kelompok agama tertentu, bukan lagi bicara kepentingan suku atau bangsa tertentu tetapi semata-mata tentang dan demi penegakan nilai-nilai kemanusiaan secara uUniversal,” teriak Isnaini dalam aksi yang berlangsung damai.

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Peduli Rohingya menggelar aksi di Mataram, Senin (4/9). Massa bergerak dari KNPI NTB menuju Islamic Center (IC) Mataram.

Rasatuan massa kemudian bergerak ke  Perempatan Bank Indonesia (BI) Mataram, menggelar orasi yang di temui Wakil DPR Mori Hanafi. Usai menggelar aksi di simpang BI tersebut, massa bergerak menuju Kantor Gubernur NTB.

AYA

BACA: TGB Sebut Militer Myanmar Gila




Perayaan Idhul Adha, TGB Ingatkan Penderitaan Muslim Rohingya

Selain mengajak masyarakat muslim memberikan hartanya untuk berqurban, TGB (Tuan Guru Bajang) juga menyinggung penderitaan masyarakat muslim etnis Rohingya di Myanmar

Wagub NTB, H Muhammad Amin menyerahkan satu ekor sapi untuk diqurbankan di Masjid Hubbul Wathan, Jum’at (01/9). (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa TGB mengingatkan peristiwa kemanusiaan yang menimpa masyarakat mulim Etnis Rohingya di Myanmar.

Menurut TGB, apa yang dialami masyarakat muslim di negara itu merupakan penderitaan masyarakat muslim di dunia, termasuk di NTB.

Sebagaimana pesan Rasulullah, muslim yang satu dengan muslim lainnya laksana satu tubuh, bila satu bagian tubuh sakit, maka seluruh bagian tubuh ikut merasakan sakit.

“Kalau ada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, maka kita wajib merasakannya. Tetapi tidak hanya sekedar mersakannya, kita ulurkan tangan untuk membantu mereka,” ungkap TGB di hadapan ribuan jama’ah sholat Idul Adha di di Masjd Hubbul Wathan, Islamic Center Nusa Tenggara Barat,Jum’at (01/9).

Menjelang sholat idhul Adha itu, TGB  minta keihlasan jama’ah yang hadir mensedeqahkan sebagian harta yang dimiliki untuk masyarakat muslim tersebut.

Sebagaimana umat Islam di seluruh penjuru dunia, yang pada hari Jum’at (01/09) merayakan  Idul Adha 1438 Hijriyah yaitu Hari Raya Qurban, demikian juga seluruh masyarakat muslim NTB melakukan perayaan serupa.

TGB menyerukan, agar masyarakat muslim memberikan yang terbaik dari harta yang dimiliki dalam bentuk hewan qurban. Hewan yang diqurbankan tersebut kemudian disembelih untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berqurban merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena esensi kehidupan adalah mendekatkan diri kepada sang pencipta. “Hewan qurban yang dibagikan tersebut sebagian akan menjadi sedekah, hadiah serta dapat dimakan bersama keluarga yang berqurban,” kkata TGB.

Berkorban berarti memberikan yang terbaik dari harta yang dimiliki dalam bentuk hewan Qurban. Serta memaknai nilai-nilai berqurban sebagaimana yang telah diajarkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Gubernur didampingi istri, Hj. Erica Zainul Majdi, datang bersama Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M. Si beserta istri, Hj. Syamsiah Muh. Amin.

Usai melaksanakan sholat, Gubernur dan Wagub menyerahkan seekor sapi, bantuan Presiden RI, Joko Widodo kepada masyarakat. Sapi dengan berat 960 kg tersebut diterima pengurus Masjid untuk diqurbankan dan dibagi ke masyarakat.

Selain itu, Gubernur dan Wagub serta Sekretaris Daerahb juga menyerahkan masing-masing satu ekor sapi untuk diqurbankan di Masjid Hubbul Wathan. Total sapi yang diqurbankan saat itu berjumlah 39 ekor dan kambing sebanyak 82 ekor

AYA/Hms

 




Malam Takbiran ‘Idul Adha Religious Night’ Berlangsung Meriah

12 kafilah takbir keliling meramaikan malam takbiran di Kota Mataram

Malam takbiran dengan tema Idul Adha Religious Night Festival merupakan rangkaian kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS ) 2017, sejak 18 Agustus hingga 16 September mendatang. (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com — Malam takbiran Idul Adha 1438 Hijriah bertema Idul Adha Religious Night, Jum’at (31/8)  malam berlangsung semarak.  Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata NTB menggelar malam Takbiran yang bertema Idul Adha Religious Night ini menyedot perhatian ratusan warga kota.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal mengatakan, malam takbiran dengan tema Idul Adha Religious Night Festival merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa ( BPLS ) 2017, yang digelar sejak 18 Agustus hingga 16 September mendatang.

Sebanyak 12 kafilah takbir keliling, lanjut Faozal, akan berkeliling di sekitar Kota Mataram, kemudian kembali ke pelataran Islamic Center NTB. Kafilah dengan kreasi terbaik mendapat hadiah dari panitia penyelenggara.

“Ada tausiyah dari Ustaz Bobbi Hariwibowo, menyemarakkan malam takbiran,” ujar Faozal di pelataran Islamic Center NTB, Jumat (31/8).

Sekretaris Daerah NTB Rosiady Sayuti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya malam takbiran ini. Pak Ros, begitu akrab disapa, mengajak seluruh warga NTB memaknai malamtakbiran ini ini sebelum bersama-sama menunaikan ibadah shalat Idul Adha di Masjid Hubbul Wathan..

Parade takbir keliling sendiri mulai berjalan sekitar pukul 20.40 Wita. Usai dilepas oleh Sekda NTB Rosiady, satu persatu kafilah dengan ragam kendaraan hias mulai berjalan untuk takbir keliling di sejumlah area yang ada di Kota Mataram.

Tampilan unik yang tersaji dalam kendaraan hias, membius para warga yang memadati pelataran Islamic Center NTB untuk mengabadikannya melalui gawai, hingga tak terkadang ada juga yang berswafoto.

Miniatur Masjid Hubbul Wathan, replika Alquran dalam ukuran jumbo, hingga miniatur Masjid Kuno Bayan, menjadi primadona dalam takbir keliling di kota ini.

AYA