Dari 10 Kabupaten/Kota di NTB, 9 Daerah Dilanda Kekeringan.

Mengatasi dampak kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan dalam peraturan daerah dialokasikan minimal satu persen atau sebesar Rp 10 miliar dari total APBD NTB yang sebesar Rp 5 triliun.

MATARAM.lombokjournal.com —  Bencana kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum mengatakan, kekeringan pada kali ini merata di hampir seluruh wilayah di NTB.

Dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB, sembilan di antaranya terdampak kekeringan, kecuali Kota Mataram.

Kesembilan kabupaten/kota di NTB, tujuh kabupaten/kota yakni Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima telah menetapkan soaga darurat bencana kekeringan. Sedangkan, dua kabupaten lainnya yaitu Kabupaten Lombok Utara dan Sumbawa dalam proses penetapan siaga darurat bencana kekeringan.

“Lombok Utara dan Sumbawa akan menyusul menetapkan status darurat bencana,” ujar Rum saat Konferensi Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Mataram, NTB, Selasa (12/9).

Rum menyampaikan, total desa terdampak tercatat sebanyak 318 desa di 71 kecamatan yang tersebar di 9 kabupaten/kota di NTB. Sebaran warga yang terdampak kekeringan juga terus meningkat menjadi 640.048 jiwa atau 127.940 KK.

BPBD NTB telah menetapkan siaga darurat bencana kekeringan tingkat provinsi hingga 31 Desember 2017. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, diperkirakan hujan baru akan kembali mengguyur wilayah NTB pada awal November mendatang.

Terkait alokasi anggaran, BPBD NTB mengusulkan dalam peraturan daerah minimal satu persen atau sebesar Rp 10 miliar dari total APBD NTB yang sebesar Rp 5 triliun.

“Tapi kenyataan di dalam APBD itu belum satu persen. Kita seharusnya memperoleh minimal Rp 10 miliar dari seharusnya Rp 50 miliar,” ucap Rum.

Mengantisipasi persoalan ini, BPBD NTB mengusulkan dana siap pakai kepada BNPB sebesar Rp 10 miliar. “Tapi belum ada. Syukurlah di APBD, kita dikasi Rp 3,5 miliar,” lanjut Rum.

Rum mengatakan, anggaran dana ini dialokasikan untuk membantu warga terdampak kekeringan, mulai dari distribusi air bersih, hingga pembuatan sumur bor.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Raditia Jati mengatakan, BNPB saat ini sedang melakukan koordinasi dalam mengatasi bencana kekeringan. Salah satunya, bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menampung air hujan.

Raditia menilai, permasalahan kekeringan yang terjadi saat ini bukan hanya menjadi tanggungjawab BNPB, melainkan seluruh elemen lain, baik di pemerintah maupun masyarakat.

BNPB bersama BPBD selama ini telah menyalurkan distribusi air bersih, maupun air untuk areal persawahan. Raditia melanjutkan, upaya-upaya yang dilakukan BNPB dan BPBD menyasar agar bagaimana dapat meminimalisir dampak dari kekeringan.

“Target kita supaya bisa mengurangi kerugian ekonomi, mengurangi kerugian infrastruktur fisik seperti rumah sakit, meningkatkan risiko bencana di nasional dan daerah, hingga peningkatan peringatan dini,”  kata Raditia.

Di Lombok Barat, BPBD Lombok Barat telah menyalurkan bantuan air bersih di wilayah yang cukup parah terdampak kekeringan, seperti di  Kecamatan Sekotong, Lembar, dan Kuripan.

Kepala Sub Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lombok Barat Tohri menerangkan BPBD Lombok Barat dibantu sejumlah instansi lain seperti Dinas Sosial, Damkar, dan Polres Lombok Barat telah menyalurkan air bersih di 11 Desa sejak 4 September hingga saat ini.

“Saat ini penyaluran dilakukan di tiga titik di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan,  tepatnya di Dusun Buntage, Lendang Sedi dan Tanah Putih. Ratusan warga dengan aneka ember dan jerigen, mengantri untuk memperoleh jatah air layak konsumsi itu,” ucap Tohri.

Tohri menambahkan, penyaluran air bersih berdasarkan kemampuan DPA BPBD yaitu 90 kali pendistribusian untuk desa-desa yang dianggap tingkat kerawanan air bersihnya parah.

Selain pendistribusian air bersih, BPBD Lombok Barat juga terus berusaha mencarikan solusi lain untuk jangka panjang, yaitu membangun sumur bor melaui bantuan BPBD NTB di Desa Sekotong Tengah dan Desa Bengkaung Batulayar.

“Mudah mudahan bantuan yang diberikan pemerintah dapat membantu masyarakat Lombok Barat,” kata Tohri.

AYA




Erica: Media Sosial Harus Dimanfaatkan Untuk Kegiatan Produktif

TP PKK Provinsi NTB selenggarakan bimbingan teknis yang menjawab tantangan perempuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang dihadiri kader PKK kabupaten/kota se NTB

MATARAM.lombokjournal.com –  Media sosial  (medsos) yang hampir dimiliki tiap orang, seperti tweeter, facebook, instagram dan lainnya, harus diarahkan kepada hal-hal yang produktif.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi mengajak jajaran PKK Provinsi dan Kabupaten Kota se-NTB FC memanfaatkan Sosmed untuk kepentingan positif.

“Gunakan sosmed untuk menggali ilmu mengenai apa yang ibu-ibu akan buat, apa yang bisa ibu-ibu kreasikan untuk dapat menambah pendapatan keluarga,” himbau Erica saat memberikan pengarahan pada acara Bimbingan Teknis Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Bagi Pengelola Dan Pengurus TP PKK kab/kota se NTB di aula PKK NTB, Selasa (12/9).

Kalau penggunaan positif, Sosmed sangat membantu mempromosikan barang atau produk.  Terlebih lagi, prospek penjualan online ini dinilainya sangat bagus. Bahkan jumlah transaksi melalui online semakin tinggi dan diminati, mengalahkan transaksi langsung.

Kepada peserta Bimtek, Hj. Erica berpesan, agar ilmu yang diperoleh dalam bimtek dibagi kepada rekan-rekan yang lain. Dengan ilmu tersebut, makin banyak perempuan di NTB yang memiliki pengetahuan guna meningkatkan pendapatan keluarga.

“Ilmu tentang apa yang sebaiknya diproduksi, kecermatan membaca peluang usaha, bagaimana memasarkan produk, termasuk manajemen administrasinya,” jelasnya.

Selain mampu memanfaatkan medsos, para ibu menurut Hj. Erica, harus pandai mengambil peran manajerial rumah tangga. Kebiasaan yang seringkali terjadi kepada para ibu adalah lupa mencatat pengeluaran di setiap bulannya.

“Mencatat pengeluaran itu diperlukan untuk menghindari pengeluaran yang tidak terduga yang pada akhirnya menimbulkan kebingunan bagi para ibu,” kata Erica.

Hj. Erica yang juga Ketua Dekranasda NTB berbagi tips, bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Menurutnya, sebaiknya para ibu sudah menyusun perencanaan akan dialokasikan kemana uang tersebut. Termasuk harus ada pos anggaran yang dialokasikan untuk tabungan.

Tentu  urusan rumah tangga beda lagi dengan pengelolaan bisnis atau usaha, yang dibutuhkan manajemen yang baik. Dalam bisnis dibutuhkan ketelitian menghitung modal dan kebutuhan usaha yang direncanakan.

Termasuk juga, mampu menominalkan berapa jumlah gaji untuk diri sendiri, sebagai bentuk kompensasi untuk waktu mendidik anak yang berkurang, waktu istirahat, waktu sosialisasi yang berkurang akibat usaha tersebut.

“ Ibu-ibu, dituntut pandai mengatur strategi, bagaimana agar bisa meningkatkan pendapatan dalam rumah tangga, tanpa membuang waktu mengasuh putra-putri tercinta di rumah,” kata Erica.

Kegiatan bimbingan teknis dihajatkan menambah pengetahuan ibu-ibu kader, agar pandai dan cermat membuka peluang usaha untuk menambah pendapatan keluarga. Ketua Pokja IV, Hj Komala Rimbun sebelum membuka bimtek berharap kegiatan ini dapat menjadi majelis ilmu yang bermanfaat bagi seluruh kader PKK di Provinsi NTB.

AYA




SK Gubernur Untuk 5.200 Tenaga Honorer, Keluar Desember.

Tidak hanya tenaga honorer sekolah negeri yang diangkat, termasuk sekolah swasta dan pondok pesantren

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Suruji (Foto; AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB akan mengakomodir Gaji Guru Non PNS (Honorer) yang direalisasikan tahun 2018.  Target anggaran yang akan digelontorkan sebanyak 120 miliar per tahun dengan jumlah 5.200 tenaga honorer.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  NTB, Suruji mengatakan, Selasa (12/09), SK Gubernur tersebut akan mulai berlaku Januari 2018.

“Harus bulan Desember SK terbit, dan aturannya Januari 2018 SK tersebut berlaku. Mudah-mudahan semuanya berjalan lurus,” ungkapnya

Kebutuhan sekolah Negeri hanya 3500 guru, namun dari jumlah 5200 tentu kemudian harus dilakukan seleksi mana yang diambil dari jumlah tersebut.

“Setelah  kita coba telaah di internal, dan kita dikusikan dengan lembaga- lembaga pendidikan swasta terutama yang berbasis pesantren juga akan ikut diakomodir,” tuturnya.

Suruji mengungkapkan SMA, SMK dan Sekolah Pesantren, terutama untuk pelajaran IPA yaitu Fisika, Kimia, Bologi dan Matematika itu. Tidak hanya sekolah negeri yang diangkat, tapi juga sekolah- sekolah swasta.  Sebab pondok-pondok pesantren mutunya tidak kalah dengan sekolah negeri.

“Mata pelajaran IPA itu mutunya tidak kalah dengan yang ada di SMA dan SMK negeri. Karena itu kita buat usulan, nantinya menyeleksi 5200 termasuk pegawai administrasi, laboratorium dan perpustakaan,” ungkapnya.

Bila SK  Gubernur mengangkat 5200 kemudian, membayar honornya sesuai UMP  yaitu Rp1,65 juta sebulan, maka setahun dibutuhkan 120 miliar tahun. “Sudah kita buat telaahnya, disposisi di gubernur sudah ACC,” tutur Suruji

Suruji juga mengaku  SK Gubernur tersebut sudah  sampai di TAPD, Sekda, Bappeda,  BPKAD, supaya di KUAPPS 2018 sudah masuk untuk dana guru honor dan administrasi non PNS.

Perkembangannya sampai kemarin, di draf KUAPPS sudah masuk. Tapi draf yang dibuàt oleh TAPD mungkin mulai dua minggu lagi.  Karena kemarin APBD perubahan baru selesai di Kemendagri, dan sekarang sedang proses SK Gubernur.

‘Masuklah  TAPD itu membahas KUAPPS 2018 dan kemudian oleh TAPD dan Banggar Legislatif itu  akan disepakati,” Jelasnya.

Apabila  sudah disepakati, maka  masuklah KUAPPS disetujui untuk APBD 2018. Begitu masuk maka BKD akan memproaes seleksinya.  “Harus Desember SK terbit itu dan akan berlaku januari 2018, ” ucap Suruji

Perekrutan guru Honorer oleh SK Gunernur melalui seleksai yang ketat, lantaran Guru honorer akan diberikan mata pelajaran sesuai kealihannya/Jurusannya. “Seleksinya ketat, untuk saat ini kita akan menaruh guru honor sesuai mata pelajaran bidangnya,”Katanya.

Tes yang akan diberikan kepada Guru Honorer berupa tes komputer untuk kompetensi dasar, lalu kemudian ada tes wawancara dan praktek untuk kompetensi bidang. Supaya kalau dibutuhkan Guru Biologi, jangan yang direkrut Guru Fisika

“Supaya pas nantinya,” jelas Suruji

Peserta yang ikut tes bukan merupakan honorer yang sidah lama, melainkan juga guru honorer yang baru pun bisa mrngikuti tes. “Kita kasih kesempatan siapapun itu, silahkan,”  tuturnya

Bagi yang ingin melamar, harus bisa melihat dengan jeli tenaga yang dibutuhkan, dan penempatannya. Jangan sampai setelah diterima, jadi menyesal bila ditempatkan di daerah yang tidak diinginkan.

“Jika diterima tapi tidak  ditempatkan di daerah yang tidak diinginkan, jadi mengundurkan diri,” pungkasnya.

AYA




Mahasiswa Tuntut Gubernur Wujudkan Pendidikan Gratis

Pemerintah Provinsi NTB akan mengundang seluruh Perguran Tinggi yang ada di NTB  melakukan rapat khusus guna merumuskan tuntutan dari mahasiswa.

MATARAM.lombokjournal —  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Indonesia melakukan aksi demo di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Senin (11/9).

Mereka menuntut agar Gubernur Nusa Tenggara Barat mewujudkan pendidikan gratis bagi masyarakat tidak mampu. Aksi ini merupakan lanjutan dua minggu sebelumnya, para mahasiswa juga melakukan aksi serupa di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Dalam orasinya, massa menuntut agar Gubernur TGH M Zainul Majdi memenuhi tuntutan dari aksi sebelumnya. “Gubernur harus melakukan intervensi ke perguruan tinggi untuk menghentikan aksi pungli serta Kenaikan SPP,” ungkap Taufik Akbar selaku Koordinator Aksi.

Sementara itu, Kepala biro Humas Setda Provinsi NTB Irnadi Kusuma, saat menemui massa aksi mengatakan, Pemprov NTB sedang melakukan upaya untuk merealisasi rekomendasi tuntutan dari mahasiswa.

“Kita selaku pemeritah akan tetap merekomendasikan tuntutan para mahasiswa. Tuntutan ini akan disampaikan ke Gubernur,” kata Irnadi.

Ia menyatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi NTB akan mengundang seluruh Perguran Tinggi yang ada di NTB  melakukan rapat khusus guna merumuskan tuntutan dari mahasiswa.

Selanjutnya pihak pemprov akan membuat rekomendasi ke pemerintah pusat perihal hasil dari rumusan tersebut.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Kepala Biro Humas dan Protokol, massa aksi membubarkan diri dengan Tertib.

AYA

 

11/09/17, 15.00 – Yati LombokKini: IMG-20170911-WA0008.jpg (file terlampir)




Mengikis Kesenjangan Pembangunan Lombok-Sumbawa

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, H. Lalu Muhammad Fauzal, MSi diminta untuk memperhatikan potensi pariwisata yang dimiliki Sumbawa.

MATARAM.lombokjournal.com — Di tengah berlangsungnya pertunjukan Festival Moyo, Wagub juga menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terus mengembangkan pembangunan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa secara proporsional, sesuai dengan potensi dan sumber daya yang tersedia.

Ia memastikan, tidak ada disparitas perlakuan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Hanya saja kedua pulau besar tersebut memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang berbeda.

“Marilah kita memberikan pengabdian terbaik baik kita. Mulai kepada daerah sampai kepala desa harus bersatu, menyatukan tekad, semangat dan tujuan untuk membangun daerah kita tercinta,” ajak Wagub di Sumbawa, Minggu (10/09) malam.

Bupati Sumbawa, H. HusniI Jibril tampak sangat gembira dengan terselenggaranya acara pembukaan Festival Pesona Moyo berlangsung sangat meriah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTB yang mendukung dan menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurur Bupati, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB telah bekerja keras menata dan menyusun acara ini sedemikian meriahnya. Sehingga dapat terlaksana dan masuk sebagai kalender event pariwisata NTB.

Husni Jibril minta kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, H. Lalu Muhammad Fauzal, MSi untuk memperhatikan potensi pariwisata yang dimiliki Sumbawa. Sehingga, target nasional untuk kunjungan wisatawan sebesar 3,5 juta di NTB bisa tercapai.

Diisebutkan, pendapatan dari satu hotel berbintang di Sumbawa bisa mencapai 3 miliar per tahun, apalagi kalau makin banyak hotel.

“Mari segera kita tuntaskan grand design induk pariwisata. Jika langkah-langkah ini bisa kita implementasikan, maka mimpi pariwisata Sumbawa maju akan terwujud,” katanya.

Sekretaris Daerah Sumbawa, Drs. H. Rasydi, selaku Ketua Panitia melaporkan, Festival Pesona Moyo sudah diselenggarakan sebanyak 6 kali sejak tahun 2012. Tahun 2017, panitia mengangkat tema “Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif Dan Investasi”.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menggerakkan pembangunan dan UMKM sebagai basis pengembangan ekonomi masyarkat. Juga, memperkenalkan pesona keindahan alam, budya dan kuliner guna mendungkung peningkatan kunjungan wisatawan khusunya di Pulau Sumbawa.

Kegiatan festival ini meliputi Karnaval, Pawai Budaya, Pegelaran Budaya, Pameran Expo UMK.

AYA

BACA : Festival Pesona Moyo, Bangkitkan Budaya dan Ekonomi Kerakyatan




Festival Moyo, Bangkitkan Budaya dan Ekonomi Kerakyatan

Festival Moyo tahun ini tak lagi terkesan seremonial, tahun ini pelaksanaannya malam hari yang mengesdankan suasana santai, romantik, syahdu dan penuh kemeriahan.

SUMBAWA.lombokjournal.com –  Salah satu acara utama rangkaian event besar pariwisata Lombok-Sumbawa yaitu Festival Moyo, yang digelar di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (10/09) malam.

Malam itu ditampilkan tarian budaya dari suku Sasak, Samawa dan Mbojo, yang menjadikan acara ini meriah dan menghibur seluruh tamu, termasuk masyarakat yang menyaksikan agenda tahunan tersebut.

Rangkaian Festival Moyo berlangsung sebulan penuh, dari 10 September hingga 8 Oktober 2017 mendatang.

Festival semacam ini harus dimanfaatkan sebagai ajang membangkitkan seni budaya dan ekonomi kreatif,  mendukung pembangunan sektor pariwisata. Wagub NTB, H Muh Amin menegaskan itu saat membuka festival.

Wagub mengatakan,  Festival Moyo merupakan komitmen memajukan patiwisata. Karena sektor pariwisata mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat, dengan Multiplier effect  yang berdampak besar tumbuhnya sektor-sektor lain.

Pembangunan infrastruktur dasar seperti air, listrik, jalan, fasilitas keamanan daerah, lembaga pelaku wisata terus dilakukan dan ditata dengan baik.  “Jika ini sudah disiapkan, otomatis pengembangan pariwiata di NTB, khususnya di Pulau Sumbawa, akan berjalan semakin maju,” katanya.

Festival Moyo merupakan bagian dari event pariwisata Lombok-Sumbawa yang diluncurkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, 18 Agustus 2017 lalu. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata telah menggelar berbagai event yang masuk dalam agenda Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017.

AYA

BACA: Mengikis Kesenjangan Pembangunan Lombok-Sumbawa




Pesan TGB Di Malang, NKRI Tak Boleh Diterlantarkan

Karakter yang mulia lebih utama dari ibadah sunnah yang lain, kata TGB

lombokjournal.com —  Dalam kunjungan maraton di Kota Malang hingga Kabupaten Blitar dan Ponorogo Jawa Timur, Sepanjang hari Sabtu, (9/9), Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengadakan silaturrahmi dengan FKPD Kota Malang, Habaib, Alim Ulama, Ormas Islam dan Organisasi Mahasiswa.

Gubernur bersilaturahmi sekaligus menghadiri undangan sejumlah yayasan dan lembaga pendidikan. Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB menghadiri diskusi dengan tema “Menjalin ukhuwah untuk merajut nusantara” diselenggarakan Yayasan Ariosan Pimpinan, Dr. KH. Imam Muslimin di Jalan Willis Kota Malang.

TGB  menyampaikan pentingnya ukhuwah atau ikatan persaudaraan yang akan menghadirkan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kecintaan itu akan melahirkan semangat menegakkan keadilan, membebaskannya dari berbagai bentuk penjajahan.

Termasuk memperjuangkan hak-hak agama islam dan agama lain untuk dapat menjalankan agama sesuai dengan ajaran yang diyakininya. “Kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan para ulama dan seluruh bangsa Indonesia,” katanya.

Cara terbaik untuk menghormati hasil dari perjuangan para ulama, adalah dengan menjaga dan merawat NKRI dengan penuh kebaikan.

“Sebagai rahmat yang dititipkan oleh para pejuang bangsa,” tegasnya.

Peran untuk merawat NKRI dengan menjadi kewajiban, mulai dari tingkat keluarga sampai kepada tokoh agama untuk membangun konstruksi sesuai tuntunan Islam.

“Sampaikan kebenaran dalam Islam dengan hikmah dan nasihat yang baik,’ ujarnya.

Demikian pula ketika harus adu argumentasi, sampaikanlah dengan penuh kesopanan, pinta Gubernur TGB, sembari mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif, NKRI adalah amanah Allah yang tidak boleh ditelantarkan.

Pendidikan Karakter

Dalam acara sholat subuh berjema’ah di Masjid Jami’ Baiturrahim Kabupaten Blitar Jawa Timur Sabtu, (9/9) didaulat oleh pengurus Masjid Jami’ Baiturrahim, Juni Arifin, memberikan tausiyah.

Dalam tausiyahnya di hadapan ratusan jemaah, TGB menegaskan pentingnya pendidikan karakter untuk membangun bangsa.  Kakter yang kuat akan menjadi pondasi kokoh terhadap kemajuan suatu bangsa.

Dikatakannya, memberikan pendidikan karakter sesuai tuntunan dan ajaran Rasulullah SAW kepada para generasi bangsa merupakan kewajiban dalam ajaran Islam.

“Memiliki karakter yang mulia, lebih utama dari ibadah-ibadah sunnah yang lain,” katanya.

Menjadi seorang muslim yang baik tidaklah sulit, cukup dengan mengamalkan suatu yang baik yang kita ketahui.

“Hal-hal sederhana yang kita amalkan, akan membangun karakter yang mulia,’ tegasnya.

Sumber dari karakter yang mulia itu ada dalam ajaran Rasulullah SAW, yakni menyayangi sesama manusia. “Serta menghormati dan memuliakan orang lain,” tegasnya.

AYA/Hms




Erica Kampanyekan Wira Usaha, Sebab Banyak Anak Muda Cita-citanya PNS

Tantangan bagi Dekranasda NTB, yaitu lemahnya mental usaha khususnya bagi anak muda yang cita-cita jadi PNS, tidak tertarik menekuni usaha di industri kreatif

MATARAM.lombokjournal.ccom —   Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi menegaskan, Dekranasda NTB bersinergi baik dengan pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya, mendorong peningkatan mental wirausaha di kalangan generasi muda dan masyarakat NTB.

Hal itu diungkapkannya saat hadir di Kantor Dekranas “Rumah Kriya Asri” Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Jumat siang (8/9-2017).

Di “Rumah Kriya Asri” Istri Gubernur NTB itu memaparkan program kerja Dekranasda Provinsi NTB sebagai bagian dari penjurian Dekranas Award Pembina Teladan Tahun 2017.

Menurut Hj Erica, tantangan terbesar untuk Dekranasda NTB saat ini adalah masalah mindset atau sikap mental, yakni rendahnya mental berwira usaha.

“Cita–cita pertama anak-anak NTB, menjadi PNS. Sehingga jiwa enterpreuner menjadi kurang berkembang,” katanya.

Lebih lanjut, Hj. Erica memaparkan,  pendapatan NTB dari sektor pemerintahan hanya 6 persen. Sedang pendapatan dari industri kreatif mencapai 12,5 persen. Hal ini mendorong istri Gubernur NTB tergerak mengkampanyekan enterpreunership atau kewirausahaan.

Dekranasda NTB mempunyai program go to school, program go to campus. “Para pengrajin yang jelas-jelas berhasil, pendapatannya tinggi, punya nama di nasional maupun di internasional, didorong dan dilibatkan untuk memotivasi anak–anak agar nemiliki mental wirausaha yang baik,” ujar Erica Zainul Majdi menjelaskan salah satu program Dekranasda NTB.

Secara rutin, Dekranasda NTB juga mengundang wirausahawan muda yang sukses. Tahun 2016, Dekranasda NTB bekerja sama dengan 3 desainer Indonesia membawa tenun lombok menuju New York Fashion Week.

Tahun 2017, Dekranasda NTB menggandeng Sari Ayu dalam hal warna kosmetik bertema Lombok dan Tambora.

Selain itu Erica Zainul Majdi menjabarkan, target Dekranasda NTB tiap tahun harus ada headline Kompas tentang kepala negara memakai tenun NTB.

Target itu terpenuhi, pada tahun 2016 Presiden Jokowi datang pada perayaan (Hari Pers Nasional) HPN 2016, kemudian di tahun 2017 pada pembukaan MTQ Nasional.

“Ini merupakan pelajaran berharga buat kami, karena sekarang jika orang mencari tenun, mereka bilangnya ‘TENUN JOKOWI’ dan ini sangat strategis,” ujar Erica bersemangat.

AYA/Hms

 




Awas Tertipu Tawaran Umroh Murah

Kalau ada penyedia jasa Tour dan Travel Umroh dengan biaya di bawah 25 juta, patut dicurigai

Sirojudin (Foto: AYA)

MATARAM.lom,bokjournal.com —  Penipuan yang dilakukan penyedia jasa tour dan travel umroh dengan biaya murah mendapat sorotan Pemerintah Provinsi melalui Kementrian Agama NTB.  Sebab banyak kasus terjadi di berbagai tempat, tawaran biaya umroh murah ternyata modus penipuan.

Pelaksana Harian Bidang Haji dan Umroh, Kanwil Kemenag NTB, Sirojudin mengingatkan agar masyarakat waspada.  Dan mencari tahu mana saja travel umroh yang sudah diberikan izin Kemenag NTB.

“Masyarakat NTB harus tetap waspada dengan modus penipuan, terlebih dengan iming- iming biaya umroh murah,” kata Sirojudin di Mataram, Sabtu (09/09).

Saat ini di NTB baru 8 penyedia Jasa Travel Umroh yang sudah mengantongi Izin dari Kemenag NTB. Perusahaan yang mengantongi izin itu, PT. Al-Muhsinin yang berpusat di Lombok, sedangkan 7 lainnya merupakan Kantor Cabang, yakni Al-Gido di Rembiga, PT. Medias Tour Travel di Ampenan, Fortuna Tour and Travel di Mataram, Al-Qadri di Praya, Ar-Mindo di Pagutan, Al-Musafir di Rembiga, dan Al-Mahdar di Cakranegara.

Sirojudin menekankan perlu adanya sosialisasi agar masyarakat mengetahui travel umroh yang sudah mendapat izin dan belum. Pemberian izin kepada penyedia jasa tour dan travel umroh, merupakan kewenangan Dirjen Kemenag pusat.

“Kami di daerah hanya memliki kewenangan mengakomodir dan memberikan rekomendasi kepada penyedia jasa yang nantinya itu akan diajukan untuk penerbitan izin tersebut,” cetusnya

Kemenag sudah memberi batasan minimal terkait biaya yang harus dikeluarkan calon jamaah umroh, yakni sebesar Rp. 25 juta.  “Minimal Rp. 25 juta, kalau di bawah itu kemungkinan bisa terjadi ha-hal yang tidak diinginkan .

Karena itu masyarakat harus lebih jeli. Kalau ada perusahaan menawarkan harga di bawah standar Kemenag Pusat, patut dicurigai.

AYA

 




Indoor Archery Tournament 2017 Piala Gubernur, Mencari Bibit Atlet Panahan

Banyak event kejuaraan panahan, makin terbuka mendapat bibit yang handal

Wagub NTB, H Muh Amin dan ketua KONI NTB, Andy Hadiyanto.

MATARAM.lombokjournal.com — Turnamen olahraga panahan merebut Piala Gubernur NTB yang bertajuk Indoor Archery Tournament 2017, dibuka Wagub NTB H. Muh Amin, SH., M. Si di GOR 17 Desember Provinsi NTB, Jum’at (08/09)sore.

Kegiatan ini berlangsung 3 hari, yakni 8-10 September, di Padepokan Silat, GOR ‘17 Desember’ Turida. Turnamen diikuti 170 peserta dari 22 Club Perpani Kab/Kota se-NTB.

Dikatakan Wagub, adanya turnamen menunjukkan olah raga panahan saat ini kian diminati masyarakat NTB.  Animo masyarakat NTB sangat antusias memajukan olahraga panahan.

Dengan pembinaan terus menerus dan support dari pemerintah serta partisipasi warga masyarakat, diharapkan akan lahir atlet-atlet panahan yang handal di NTB.  Dengan banyak event kompetisi, bisa jadi cara merekrut bibit-bibit atlet pannahan.

“Kita bisa cari bibit yang handal dengan berbagai event yang kita selenggarakan,” ucap Wagub.

Penyelenggaraan event ini diharapkan dilakukan dengan serius.  Wagub menyemangati, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Peluang ada, dan yang penting kesempatan dan support kepada anak-anak.

Nasehat Wagub, prestasi bisa diraih, kalah bukan akhir, menang bukan segalanya. “Prestasi tidak kenal kata menyerah, selamat bertanding, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas,” katanya.

Acara pembukaan turnamen ini dihadiri Kepala Dispora NTB, Ir. Hj. Husnanidiaty Nurdin dan Ketua KONI NTB Andy Hadiyanto.

Sebelumnya Ketua panitia, Fauzan Abdullah menyampaikan, penyelenggaraan turnamen sebagai wujud dan realisasi prestasi olahraga di NTB, khususnya pelajar.  Selain itu, merupakan langkah awal rekrutmen atlet menuju ajang nasional dan internasional.

Turnamen ini sebagai moto penggerak gairah masyarakat berolahraga, dan lebih jauh mencari bibit atlet panahan khususnya kalangan pelajar.

Turnamen ini yang diselenggarakan kerjasama PERPANI NTB dengan DISPORA dan KONI NTB ini, dilombakan beberapa kategori. Untuk pelajar dibagi: Kategori tingkat SD 10 meter; Kategori SMP Individual dan Beregu 18 meter (indoor); Kategori SMA Individual dan Beregu 18 meter (indoor);

Sedang Kategori Dewasa Wanita Individu 18 meter (indoor); Kategori Dewasa Pria Instinctive 18 meter (indoor); Kategori Dewasa Pria Recurve Bow 18 meter (indoor); dan Kategori Dewasa Pria Compound Bow 18 meter (indoor).

AYA/Hms