Erica Ingatkan Tiga Hal Penting Bagi Masa Depan Anak

Jika 10 program PKK berhasil, maka separuh permasalahan yang dihadapi pemerintah dapat terselesaikan

MATARAM.lombokjournal.com  — Ketua TP. PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi kembali mengingatkan para ibu dan orang tua tiga hal penting yang terbaik untuk mempersiapkan masa depan anak. Yaitu selalu memperhatikan asupan gizi anak, awasi anak-anak dari predator anak, dan awasi anak dari penggunaan gadget terutama paparan gambar dan video porno.

Hal itu dikatakannya roadshow di Kabupaten Sumbawa, Rabu (11/10).

“Jika ibu-ibu bisa menerapkan 3 hal tersebut, Insya Allah bapak-bapak dan ibu-ibu telah melakukan yang terbaik dalam mempersiapkan masa depan anak, bangsa, dan agama,” ujar Bunda Paud Prov. NTB ini.

Hj. Erica Zainul Majdi didampingi Wakil Ketua I, Hj. Syamsiah M. Amin dan sejumlah pengurus lainnya. Selain silaturahim dengan Tim Penggerak PKK dan Jajaran Pemda Kabupaten Sumbawa, juga menyerahkan sejumlah bantuan peralatan untuk mendukung dan memperkuat  akselerasi program Pokok PKK. Termasuk kegiatan produktif masyarakat dalam ikhtiar mewujudkan masyarakat Sumbawa yang lebih sejahtera.

Diawali  kunjungan ke PAUD Holistik Integratif (Paud HI) Nurul Hidayah di Kelurahan Samapuin. Ditempat itu, Hj. Erica berdialog dan memberikan bantuan sikat gigi, pasta gigi, susu, dan makanan tambahan kepada anak-anak Paud. Juga diserahkan tanda kasih kepada guru-guru PAUD HI Nurul Hidayah.

Juga dibagikan goodie bag berisi perlengkapan mandi kepada anak-anak Paud yang berhasil menjawab pertanyaan. Acara silaturrahim dengan kader PKK Kabupaten Sumbawa, dipusatkan di Halaman UPT Puskesmas Unit Kelurahan Brang Biji Kecamatan Sumbawa.

Istri Gubernur NTB itu juga menyerahkan bantuan kepada TP. PKK Kabupaten Sumbawa berupa alat perbengkelan sebanyak 1 paket, sembako sebanyak 20 paket, alat pengolahan pangan 2 paket untuk 2 Kelompok Wanita Tani (KWT).

Selain itu juga makanan tambahan untuk balita kurang gizi dan ibu menyusui sebanyak 4 dus, serta sumbangan jilbab untuk 30 istri kepala desa di Kabupaten Sumbawa.

Di hadapan Bupati Sumbawa, Drs.H.M. Husni Djibril bersama istri dan seluruh jajaran Kader serta pengurus PKK Kabupaten Sumbawa, sejumlah Kepala Desa dan tokoh masyarakat yang hadir, Erica menegaskan Keluarga Berencana (KB) adalah inti dari pelaksanaan roadshow TP. PKK Prov. NTB.

Dijelaskan, membentuk keluarga yang berkualitas, KB merupakan faktor yang strategis.

“Kepada bapak Kepala desa, jangan lupa untuk menggunakan dana desa dalam mendukung 10 program PKK. Jika 10 program PKK berhasil, maka separuh permasalahan yang dihadapi pemerintah dapat terselesaikan,” ujar Erica.

AYA/Hms

 




Pembawa Sabu Yang Dimasukkan Tubuh Melalui Anus, Tertangkap Bea Cukai

Tersangka terancam hukuman penjara  lima Tahun, dan paling lama 20 tahun penjara

Barang bukti empat poket sabu, berat bersih 223,95 gram

MATARAM.lombokjournal.com — Bandar narkoba jenis sabu yang berusaha masuk ke NTB, ditangkap di bandara Lombok International Airport (LIA) sekitar pukul 15.00 Wita oleh petugas Bea Cukai, Selasa (10/10). Tersangka Nurdin alias Udin (46), warga Lhokseumawe Aceh.

Awalnya petugas Bea Cukai Bandara mencurigai gerak-gerik Udin saat masuk ke area bandara. Petugas berinisiatif memeriksa Nurdin alias Udin.

Akhirnya pada pukul 15.50  Wita, Udin diangkut ke Mataram untuk dilakukan pemeriksaan di Klinik Catur Warga. Tim Bea Cukai pun berkoordinasi dengan pihak BNN NTB.

Akhirnya diketahui modus bandar narkoba membawa sabu itu dengan memasukkan barang bukti narkoba jenis sabu ke dalam tubuh Swallowed melalui anus (dubur). Hal ini disampaikan Kepala BNN Provinsi, Pol .Drs.Imam Margono dalam jumpa pers di BNN Kota Mataram.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan dan hasil ditemukan benda mencurigakan di dalam anusnya,” tutur imam Margono.

Di dalam anusnya terdapat empat buah benda berupa bungkusan yang berisi narkoba. “Petugas akhirnya memerintahkan agar benda itu dikeluarkan,” katanya.

Setelah berhasil dikeluarkan, ternyata ada empat poket sabu dengan berat bersih 223,95 gram.

Menurut pengakuan Tersangka, narkoba tersebut dibawanya dari Batam ke Lombok sudah dua kali disuruh oleh seseorag dari Batam dengan Imbalan Rp.5.000.000,-. Dari hasil pengungkapan kasus ini  diketahui, nilai barang Bukti lebih kurang seharga RP550 juta.

Dengan asumsi tiap satu gram dikonsumsi 10 orang, dengann demikian berhasil diselamatkan penerus bangsa dari pengaruh buruk narkotika jenis sabu sejumlah lebih kurang 2.240 orang.

Atas perbuatannya ini Tersangka Nurdin dapat dikenakan Undang- undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 112 ayat ( 1 ).114 ayat ( 1 ) , 132 ayat (1). “Ancamannya hukuman penjara  lima Tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” kata Imam.

AYA

 




1409 Penderita Gangguan Jiwa Dipasung Keluarganya

Penyakit “gila” bisa disembuhkan melalui pendekatan-pendekatan dengan penderita

MATARAM.lombokjournal.com — Penderita gangguan jiwa berat di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masih cukup tinggi. Jumlahnya mencapai angka sembilan ribu delapan ratus orang atau 6,4 persen dari total penduduk NTB yang rata-rata di usia 15 Tahun.

Dari sembilan ribu delapan ratus orang itu ada gangguan jiwa berat, 1.409 dipasung oleh keluarga dengan berbagai alasan.

Pemasungan dikarenakan kekurangpahaman yang terjadi pada masyarakat terhadap penderita gangguan jiwa berat. Selain itu, pemasungan dilakukan lantaran keluarga khawatir penderita gangguan jiwa bisa membahayakan orang lain.

“Padahal gangguan jiwa dalam status berat pun bisa disembuhkan. Pemasungan juga termasuk pelanggaran hak asasi,” kata Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma Elly Rosila Wijaya saat konfrensi pers, Senin (10/10).

Dia mengatakan, dari 1.409 yang dipasung, pihaknya telah menemukan 571  (By name by adress) orang yang tersebar di 10 Kabupaten dan Kotamadya di NTB.

Sementara, lainnya belum terdeteksi keberadaannya.  Penderita gangguan jiwa berat yang sudah berhasil dilepas dalam bebera tahun terakhir, sudah sembuh dan bisa kembali aktif di masyarakat.

Ia mengatakan Jumlah gangguan jiwa yang dipasung tertinggi itu ada di kabupaten Bima disusul oleh Kabupaten Lombok Timur.

RSJ Mutiara Sukma bersama Dinas Kesehatan NTB, katanya, terus bergerak mencari kasus pemasungan penderita gangguan jiwa berat yang belum ditemukan dan dilaporkan.

Dia juga mengajak peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat ada kasus pemasungan bagi penderita gangguan jiwa berat.

“Silahkan lapor ke kami ( Dikes, puskesmas, RSJ) jika ada yang melihat orang  gila yang dipasung, nanti kami akan datangi langsung” ungkapnya

Elly menyatakan akan memberikan tindakan Langsung kepada penderita yang pasung, karena penyakit “gila” itu bisa disembuhkan dengan melakukan pendekatan-pendekatan dengan penderita.

Selain gangguan jiwa berat, jumlah penderita gangguan jiwa ringan diprediksikan mulai bertambah

“Potensi gangguan jiwa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun di NTB dan gangguan ini tidak mengenal siapapun,” kata Elly

AYA




Bupati dan Walikota di NTB Diminta Ajak Masyarakat Lakukan Perekaman E-KTP

Memberikan kemudahan dari sisi pelayanan proses perekaman, sehingga masyarakat mau melakukan perekaman

Agus Patria

MATARAM.lombokjournal.com —  Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2018 secara serentak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),  masih banyak warga masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Padahal perekaman  merupakan persyaratan mutlak bagi masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya.

“Untuk mendorong masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP, aparatur pemerintahan mulai dari Dukcapil hingga aparatur pemerintahan tingkat kelurahan diharapkan bisa lebih maksimal bekerja,” kata Asisten l Pemprov NTB, Agus Patria di Mataram

Kepada Bupati dan Walikota di seluruh Kabupaten Kota, Agus juga meminta untuk bisa turun mengawal kerja aparaturnya. Mengajak dan mendorong masyarakat segera melakukan perekaman e-KTP.

“Karena bagaimana pun,  itu juga merupakan kepentingan mereka yang hendak mencalonkan diri,” kata Agus.

Artinya untuk mendorong kesadaran masyarakat, harus jemput bola dengan turun langsung. Termasuk dengan memberikan kemudahan dari sisi pelayanan proses perekaman, sehingga masyarakat mau melakukan perekaman

“Dengan cara tersebut, masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilukada 2018 mendatang,” terang Agus

Meski demikian, Agus mengaku, dirinya belum sepenuhnya membaca secara  detail regulasi terkait e-KTP sebagai persyaratan memilih dari KPU. “Apakah ada alternatif lain atau tidak,” katanya.

AYA

 




30 Guide Porter dan Guide Gunung Akan Dilatih Untuk Peroleh Lisensi

Kalau melakukan pelanggaran kode etik, lisensinya akan dicabut

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata NTB dalam waktu dekat ini akan melakkan pelatihan kepada 30 orang guide porter dan guide gunung yang akan diberikan Lisensi .

Hal ini disampaikan oleh kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu  Faozal di Mataram. “Sebentar lagi kita akan melatih guide porter dan guide gunung itu sekitar 30 orang, langsung akan diberikan lisensi,” cetusnya di Mataram, Senin (09/10).

Pemerintah menyiapkan subsidi untuk Lisensi Guide ini. Seperti diketahui, kalau di luar pemerintah untuk memperoleh lisensi ( gaet) harus membayar 2- 5 juta per orang .

“Kita siapkan supaya standarisasi guide itu bisa bertahap kita lakukan ,” katanya.

Saat ditanya soal guide yang minta cas itu merupakan urusan personal .

Faozal menjelaskan, kalau ada guide meminta atau  praktek di luar skenario kesepakatan lisensi akan terancam dicabut .

“Laporkan ke saya kalau memang ada guide yang seperti itu,” tegasnya.

Jika betul guide itu melakukan pelanggaran kode etik, kita akan cabut.

“Kan ada rambu-rambunya. Dalam Perda, guide punya satu-satunya asosiasi yaitu Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI ).  Perda pramuwisata di Indonesia baru ada di Bali dan di Lombok saja . Kalau ada rill bukti, kode etik dilanggar oleh guide, lisensinya dicabut saja,” pungkasnya.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[




Generasi Islam Punya Tanggungjawab Paling Besar Membangun Indonesia

Memahami Al Qur’an berarti juga sekaligus mampu menerapkannya  dalam kehidupan berbangsa,  untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat

lombokjournal.com  —

Umat islam yang jumlahnya 85 persen dari penduduk Indonesia memiliki tanggung jawab terbesar mengisi kemerdekaan. “Generasi muda Islam, terlebih mahasiswa Islam sebagai ummat yag memahami Al-Qur’an, memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dari ummat yang lainnya,” kata Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menngatakan itu  dalam orasi ilmiah “Pengamalan Nilai Nilai Al Qur’an Dalam Membangun Negeri’, di hadapan Rapat Senat Terbuka Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam (STKQ AL-Hikam) Depok Jawa Barat.

Orasi itu berlangsung saat Wisuda Sarjana Angkatan II dan Pengukuhan Mahasiswa Baru STKQ, di Kampus STKQ AL-Hikam, Depok, Sabtu ( 7/10) pagi.

Meski semua umat di Nusantara ini kokoh untuk membangun bangsa, tapi TGB mengingatkan, mahasiswa islamlah yang paling besar tanggung jawabnya.

“Memahami Alquran bermakna bukan hanya berarti tahu, hafal dan mengerti saja, tetapi  memahami Al Qur’an berarti juga sekaligus mampu menerapkannya  dalam kehidupan berbangsa,  untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat di negeri ini,” papar TGB.

Menerapkan nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, kemanfaatannya harus dirasakan sebanyak banyaknya orang. Maka membangun negeri adalah kewajiban agama. Apalagi yang berinteraksi dengan Al Qur’an.

“Mengembangkan dan membangun Indonesia adalah bentuk tanggungjawab kepada Al-Quran,” tegas TGB. Mahasiswa diharapkan menempatkan diri mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab dalam Al-Qur’an.

Dipaparkan, ada  tiga ciri peradaban Islam yang utama, yang harus diwujudkan. Pertama, Ubudiyah yakni menyangkut  ilahiah atau penghambaan kepada Allah SWT. Kemudian, insaniah adalah nilai kemanusiaan, dan akhlakiah yakni nilai-nilai moralitas.

Ciri kedua, Hubbul Ilmi. Ketika anda ingin berjuang, harus membuka cakrawala keilmuan. Tanpa ilmu jadi sebab tersebarnya segala macam kerusakan.

“Dalam konteks negara, banyak yang aneh. Bahkan Imam Al-Gazali pernah menyampaikan bahwa setengah dosa dari segala macam kerusakan dari perilaku kita akan ditanggung oleh orang orang yang beragama,” urainya.

Yang ketiga, nilai Al wasatiyah, yaitu orang- atau bangsa maupun umat yang melekat padanya kebagaikan dan keadilan. Ini adalah nilai AlQuran. Al-Qur’an bukan sesuatu yang statis. Tetapi merupakan upaya nyata dan aktif dalam masyarakat.

“Ukuran anda adalah pada pengkhidmatan. Amar Makruf nahi mungkar,” tegasnya.

Sembari mengingatkan, semua wujud pengabdian adalah baik. “Mau mengabdi di TPQ, di majelis taklim sampai di tengah ibu kota negara sekalipun di pusat republik,  semuanya baik,” imbuhnya.

Kata TGB, yang terpenting  adalah Assyahadah.  Secara sederhana, menjadi referensi bagi umat Islam atau umat-umat lain.

“Kalau ingin menjadi refernsi bagi umat lain, maka berkontribusilah lebih banyak dan lebih besar dari umat lain,” katanya.

AYA/Hms

BACA JUGA: TGB Orasi Nilai A Qur’an Untuk Membangun Negeri di Depok

 




TGB Orasi Nilai Al Qur’an Untuk Membangun Negeri di Depok

Bangsa Indonesia punya kesadaran kolektif, pentingnya agama dan nilai-nilai religius sebagai pondasi membangun bangsa.

lombokjournal.com –

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB menguraikan, Manusia Nusantara merupakan manusia berama dan religius, “Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan kesadaran kita bahwa kita adalah manusia beragama,” katanya.

TGB mengatakannnya dalam  Orasi ilmiah berjudul ” Pengamalan Nilai- Nilai Al Qur’an dalam Membangun Negeri” di hadapan Rapat Senat Terbuka Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam (STKQ AL-HIKAM) Depok Jawa Barat, dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan II dan pengukuhan mahasiswa baru STKQ, di Kampus STKQ AL HIKAM, Depok, Sabtu (07/10) pagi.

Dalam orasinya itu TGB menegaskan, agama dan nilai nilai religiusitas masyarakat Nusantara merupakan modal utama dan kekuatan terbesar dalam membangun negeri.

Manusia Nusantara adalah manusia yang beragama dan religius. Nilai-nilai agama dan religiusitas itu dijadikan oleh para orang tua  atau founding father sebagai modal paling istimewa membangun bangsa, tuturnya.

Kesadaran kolektif dan keinginan luhur itulah yang pertama, yakni Iktiraf dulu baru membangun kesadaran kolektif.

Menurut Ahli Tafsir Al Qur’an itu, Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan pedoman dalam mengatur hubungan kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan  metayuris, yang mencerminkan  sejak awal.

“Ada kesadaran bersama, kita adalah mahluk Allah dan itu salah satu modal besar,” ujarnya.

STKQ AL-Hikam Depok Jawa Barat merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi dan Ponpes besar yang didirikan oleh mendiang KH. Hasyim Muzzadi, seorang Ulama NU yang kharismatik.  Kyai Hasyim semasa hidunnya dikenal sebagai tokoh bangsa yang banyak diteladani, karena kearifan pemikiran dan gagasannya yang konstektual.

TGB diundang secara khusus untuk menyampaikan orasi ilmiah oleh Lembaga Pendidikan yang dihajatkan sebagai tempat terbaik menyiapkan para Pemimpin Bangsa yang berkarakter itu.

Sebelum acara dimulai, TGB sempat bersilaturahmi dengan jajaran pengasuh Ponpes Al-Hikam dan melakukan ziarah kubur ke makam Kyai Haji Hasyim Muzadi.

Usai ziarah di kubur tersebut, TGB menuju kediaman almarhum KH. Hasyim Muzadi, diterima putra terakhir beliau, KH.Yusron Saddiqi yang sekaligus juga sebagai pengasuh ponpes Al Hikam, KH. Yusron Sidiqi.

Di hadapan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Ketua STKQ, H. Arif Zamhari, Ph.D dan ratusan undangan, TGB menyatakan memiliki kenangan yang sangat mengesankan dengan mendiang KH.Hasyim Muzzadi.

Bahkan TGB mengakui sangat kagum dan terinspirasi dengan pemikiran dan ketokohan Almarhum semasa hidupnya.

Diakui TGB, mantan Ketua PBNU itu turut mendorong dan memotivasi dirinya maju untuk periode kedua menjadi Gubernur NTB.  KH. Hasyim Muzzadi dikatakan sebagai sosok ulama  yang punya obsesi  membangun bangsa, di atas pondasi nilai-nilai masyarakat yang religius.

Bangsa Indonesia sendiri memiliki kesadaran kolektif pentingnya agama dan nilai-nilai religius sebagai pondasi membangun bangsa.

“Ketuhanan Yang Maha Esa  sebagai sila pertama dalam Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan kesadaran kita, kita adalah manusia beragama,” tegasnya.

AYA/Hms

BACA JUGA : Generasi Islam Punya Tanggungjawab Paling Besar Membangun Indonesia

 




Generasi Islam Punya Tanggungjawab Paling Besar Membangun Indonesia

Memahami Al Qur’an berarti juga sekaligus mampu menerapkannya  dalam kehidupan berbangsa,  untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat

lombokjournal.com  —

Umat islam yang jumlahnya 85 persen dari penduduk Indonesia memiliki tanggung jawab terbesar mengisi kemerdekaan.

“Generasi muda Islam, terlebih mahasiswa Islam sebagai ummat yag memahami Al-Qur’an, memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar dari ummat yang lainnya,” kata Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Orasi itu berlangsung saat Wisuda Sarjana Angkatan II dan Pengukuhan Mahasiswa Baru STKQ, di Kampus STKQ AL-Hikam, Depok, Sabtu ( 7/10) pagi.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menngatakan itu  dalam orasi ilmiah “Pengamalan Nilai Nilai Al Qur’an Dalam Membangun Negeri’, di hadapan Rapat Senat Terbuka Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam (STKQ AL-Hikam) Depok Jawa Barat.

Meski semua umat di Nusantara ini kokoh untuk membangun bangsa, tapi TGB mengingatkan, mahasiswa islamlah yang paling besar tanggung jawabnya.

“Memahami Alquran bermakna bukan hanya berarti tahu, hafal dan mengerti saja, tetapi  memahami Al Qur’an berarti juga sekaligus mampu menerapkannya  dalam kehidupan berbangsa,  untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat di negeri ini,” papar TGB.

Menerapkan nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, kemanfaatannya harus dirasakan sebanyak banyaknya orang. Maka membangun negeri adalah kewajiban agama. Apalagi yang berinteraksi dengan Al Qur’an.

“Mengembangkan dan membangun Indonesia adalah bentuk tanggungjawab kepada Al-Quran,” tegas TGB. Mahasiswa diharapkan menempatkan diri mampu menjalankan amanah dan tanggung jawab dalam Al-Qur’an.

Dipaparkan, ada  tiga ciri peradaban Islam yang utama, yang harus diwujudkan. Pertama, Ubudiyah yakni menyangkut  ilahiah atau penghambaan kepada Allah SWT. Kemudian, insaniah adalah nilai kemanusiaan, dan akhlakiah yakni nilai-nilai moralitas.

Ciri kedua, Hubbul Ilmi. Ketika anda ingin berjuang, harus membuka cakrawala keilmuan. Tanpa ilmu jadi sebab tersebarnya segala macam kerusakan.

“Dalam konteks negara, banyak yang aneh. Bahkan Imam Al-Gazali pernah menyampaikan bahwa setengah dosa dari segala macam kerusakan dari perilaku kita akan ditanggung oleh orang orang yang beragama,” urainya.

Yang ketiga, nilai Al wasatiyah, yaitu orang- atau bangsa maupun umat yang melekat padanya kebagaikan dan keadilan. Ini adalah nilai AlQuran. Al-Qur’an bukan sesuatu yang statis. Tetapi merupakan upaya nyata dan aktif dalam masyarakat.

“Ukuran anda adalah pada pengkhidmatan. Amar Makruf nahi mungkar,” tegasnya.

Sembari mengingatkan, semua wujud pengabdian adalah baik. “Mau mengabdi di TPQ, di majelis taklim sampai di tengah ibu kota negara sekalipun di pusat republik,  semuanya baik,” imbuhnya.

Kata TGB, yang terpenting  adalah Assyahadah.  Secara sederhana, menjadi referensi bagi umat Islam atau umat-umat lain.

“Kalau ingin menjadi refernsi bagi umat lain, maka berkontribusilah lebih banyak dan lebih besar dari umat lain,” katanya.

AYA/Hms

BACA JUGA: TGB Orasi Nilai A Qur’an Untuk Membangun Negeri di Depok

 




TGB Orasi Nilai Al Qur’an Untuk Membangun Negeri di Depok

Bangsa Indonesia punya kesadaran kolektif, mementingkan  agama dan nilai-nilai religius sebagai pondasi membangun bangsa.

lombokjournal.com –

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB menguraikan, Manusia Nusantara merupakan manusia berama dan religius, “Ketuhanan Yang Maha Esa mencerminkan kesadaran kita bahwa kita adalah manusia beragama,” katanya.

TGB mengatakannnya dalam orasi ilmiah Orasi ilmiah berjudul ” Pengamalan Nilai- Nilai Al Qur’an dalam Membangun Negeri” di hadapan Rapat Senat Terbuka Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an Al-Hikam (STKQ AL-HIKAM) Depok Jawa Barat, dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan II dan pengukuhan mahasiswa baru STKQ, di Kampus STKQ AL HIKAM, Depok, Sabtu (07/10) pagi.

Dalam orasinya itu TGB menegaskan, agama dan nilai nilai religiusitas masyarakat Nusantara merupakan modal utama dan kekuatan terbesar dalam membangun negeri.

Manusia Nusantara adalah manusia yang beragama dan religius. Nilai-nilai agama dan religiusitas itu dijadikan oleh para orang tua  atau founding father sebagai modal paling istimewa membangun bangsa, tuturnya.

Kesadaran kolektif dan keinginan luhur itulah yang pertama, yakni Iktiraf dulu baru membangun kesadaran kolektif.

Menurut Ahli Tafsir Al Qur’an itu, Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar dan pedoman dalam mengatur hubungan kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan  metayuris, yang mencerminkan  sejak awal.

“Ada kesadaran bersama, kita adalah mahluk Allah dan itu salah satu modal besar,” ujarnya.

STKQ AL-Hikam Depok Jawa Barat merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi dan Ponpes besar yang didirikan oleh mendiang KH. Hasyim Muzzadi, seorang Ulama NU yang kharismatik.  Kyai Hasyim semasa hidunnya dikenal sebagai tokoh bangsa yang banyak diteladani, karena kearifan pemikiran dan gagasannya yang konstektual.

TGB diundang secara khusus untuk menyampaikan orasi ilmiah oleh Lembaga Pendidikan yang dihajatkan sebagai tempat terbaik menyiapkan para Pemimpin Bangsa yang berkarakter itu.

Sebelum acara dimulai, TGB sempat bersilaturahmi dengan jajaran pengasuh Ponpes Al-Hikam dan melakukan ziarah kubur ke makam Kyai Haji Hasyim Muzadi.

Usai ziarah di kubur tersebut, TGB menuju kediaman almarhum KH. Hasyim Muzadi, diterima putra terakhir beliau, KH.Yusron Saddiqi yang sekaligus juga sebagai pengasuh ponpes Al Hikam, KH. Yusron Sidiqi.

Di hadapan Rapat Senat Terbuka yang dipimpin Ketua STKQ, H. Arif Zamhari, Ph.D dan ratusan undangan, TGB menyatakan memiliki kenangan yang sangat mengesankan dengan mendiang KH.Hasyim Muzzadi.

Bahkan TGB mengakui sangat kagum dan terinspirasi dengan pemikiran dan ketokohan Almarhum semasa hidupnya.

Diakui TGB, mantan Ketua PBNU itu turut mendorong dan memotivasi dirinya maju untuk periode kedua menjadi Gubernur NTB.  KH. Hasyim Muzzadi dikatakan sebagai sosok ulama  yang punya obsesi  membangun bangsa, di atas pondasi nilai-nilai masyarakat yang religius.

Bangsa Indonesia sendiri memiliki kesadaran kolektif pentingnya agama dan nilai-nilai religius sebagai pondasi membangun bangsa.

“Ketuhanan Yang Maha Esa  sebagai sila pertama dalam Pancasila sebagai dasar negara mencerminkan kesadaran kita, kita adalah manusia beragama,” tegasnya.

AYA/Hms

BACA JUGA : Generasi Islam Punya Tanggungjawab Paling Besar Membangun Indonesia

 




Baiq Mariah Margani Muhammad binti Abdul Gani, Jamaah Haji Tertua Tiba di Lombok

Selama di Arab Saudi Papuq Mariah mendapat perlakuan yang istimewa dari Kerajaan Arab Saudi.

MATARAM.lombokjournal.com — Jamaah haji tertua asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Mariah Margani Muhammad binti Abdul Gani yang berumur 104, telah tiba di Asrama Haji NTB pada Jumat siang (6/10).

Papuq  Mariah demikian ia dipanggil, tiba sekitar pukul 14.00 Wita bersama kelompok terbang (kloter) 10 atau kloter terakhir jamaah haji asal NTB.

Rahmi (54), jamaah asal Gunung Sari, yang selalu mendampingi Papuq Mariah, mengatakan kondisi Papuq sehat wal afiat.  Selama di Tanah Suci, Papuq tidak mengalami kendala berarti. Pendengaran Papuq Mariah sendiri kurang baik, karenanya Rahmi kerap seperti orang berteriak ketika bertanya sesuatu kepada Papuq Mariah.

“Paling awal-awal pas tiba, karena banyak yang meliput jadi dia kaget, bahkan sempat meminta pulang karena stres,” ujar Rahmi di Asrama Haji NTB, Jalan Lingkar Selatan, NTB, Jumat (6/10).

Namun, hal itu hanya berlangsung selama sehari. Setelahnya prosesi ibadah berjalan dengan lancar. Terlebih selama di Arab Saudi, Rahmi mengatakan Papuq mendapat perlakuan yang istimewa dari Kerajaan Arab Saudi.

“Kita tidak tinggal di tenda, tapi di hotel, kemana-mana juga dijemput dan diantar dengan mobil,” lanjut Rahmi.

Perlakuan istimewa lain ialah barang-barang berupa tas milik Papuq maupun Rahmi selalu dibawakan para petugas. Pun dengan akses beribadah di Tanah Suci yang kerap mendapat perlakuan khusus.

Rahmi yang baru mengenal Papuq saat manasik haji mengaku bersyukur lantaran niat mulianya mendampingi Papuq dibalas kemudahan dari Allah SWT.

“Papuq betul-betul membawa keberkahan selama beribadah di Tanah Suci,” kata Rahmi menambahkan.

AYA

BACA JUGA :

Jamaah Haji 2017 Tercatat 19 Orang Meninggal,  2 orang Meninggal di NTB