Musim Hujan Di NTB, Diprediksi Akhir Oktober

Meski sudah turun hujan, menurut Srasiun Metereologi NTB belum musim hujan

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok Oral Sem Wilar mengatakan, musim penghujan diperkirakan baru akan memasuki wilayah NTB pada akhir Oktober.

Wilar menyampaikan, hujan yang terjadi di sejumlah wilayah di NTB akhir-akhir ini bukan lantaran sudah memasuki musim penghujan. Pasalnya, BMKG memiliki kriteria tertentu dalam memutuskan musim hujan.

Meski cuaca di NTB akhir-akhir ini sudah mulai hujan, namun pihak BMKG NTB menyebutnya bukan sebagai tanda masuknya musimhujan.

“Perkiraaan masih belum masuk musim penghujan. Ini masih kemarau,” ujar Wilar di Kantor Geofisika, BMKG NTB, Jalan Adi Sucipto, Mataram, NTB, Senin (16/10).

Wilar menjelaskan, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di NTB lantaran adanya pengaruh tekanan rendah di Australia. Dengan demikian, kata dia, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di NTB hingga saat ini masih dalam kategori hujan lokal.

“2-3 hari belakangan itu memang hujan, tapi hujan lokal,” kata Wilar menambahkan.

AYA




Open Tournament Kejuaraan Silat Rektor Cup Unram 2017, Diikuti 260 Pesilat Se Lombok

Open Tournament ini merupakan ajang mengukur kemampuan dan prestasi pesilat pemula, yang nantinya akan lahir bibit-bibit pencak silat yang bagus di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Turnamen terbuka pencak silat kembali digelar dalam Kejuaraan Pencak Silat Lombok Rektor Cup Universitas Negeri Mataram 2017.

Kejuaraan itu berlangsung di Auditorium Unram selama  empat hari tersebut, diikuti sebanyak 260 peserta dari 32  perguruan silat yang ada di Pulau Lombok.

Kegiatan memperebutkan piala bergilir tersebut akan berlangsung hingga hari Minggu (15/10) mendatang, mempertandingkan kelas usia dini, remaja dan seni tunggal baku.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut, IPSI dapat melakukan pembinaan untuk generasi pesilat NTB.

Menurut Ketua IPSI Kota Mataram, yang juga Ketua Pengurus Daerah perguruan pencak silat Merpati Putih NTB, H. Agus Hidayatullah, kegiatan ini untuk mengembangkan budaya bangsa. Diharapkan akan motivasi lebih banyak yang tertarik belajar silat, ssebab silat membangun karakter kepribadian  yang positif.

“Menurut saya ajang ini merupakan ruang untuk mengukur kemampuan dan prestasi untuk pesilat pemula. Dari sini nantinya akan lahir bibit-bibit pencak silat yang bagus di NTB,” tuturnya.

Antusiasme para pesilat pemula terlihat dari banyaknya peserta dan sporter yang datang menyemarakkan acara.

“Banyak yang hadir ya dari peserta maupun sporter, itu artinya kegiatan ini diminati,” tutur Agus

Pertandingan yang di selenggarakan dari pagi hingga malam tersebut, tidak menyurutkan semangat mereka. Walau terlihat dari beberapa pertandingan para peserta tidak sedikit  yang keseleo dan memar.

Namun hal tersebut tidak mematahkan harapan para pesilat untuk bertanding menjadi juara di kelas yang di ikuti.

AYA

 




Anak-anak Butuh Keteladanan Orang Tua dan Lingkungan Yang Ramah

Penggunaan gadget dapat menciderai perilaku dan saraf anak

BIMA.lombokjournal.com — Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi menegaskan, proses pendidikan dan penanaman nilai nilai karakter yang baik pada anak, penting teladan dari orang tua dan lingkungan yang ramah serta masyarakat yang perduli,

“Sangatlah diperlukan dalam mendukung tumbuh kembangnya anak,” ajak Hj. Erica saat acara  silaturrahim dengan jajaran pemerintah Kota Bima dan seluruh kader PKK serta para tokoh masyarakat, pemuda dan remaja kota Bima, di Aula Kantor Walikota Bima di Raba, Jumat (13/10).

Bunda PAUD itu mengajak masyarakat dan para orang tua lebih perduli dan selalu memperhatikan kesehatan, kecerdasan, pergaulan dan kebutuhan  anak.

“Dampingi anak anak kita, dengan siapa mereka bergaul kita harus cari tahu. Jangan kendorkan perhatian kita pada anak,” jelasnya.

Pesannya, para orang tua memberikan teladan dan contoh yang baik pada anak. “Beri Satu teladan, lebih baik dari seribu nasehat,” ungkap istri Gubernur NTB itu menyampaikan satu ungkapan bijak.

Hj. Erica  yang hadir didampingi Wakil Ketua I, Hj Syamsiah Muh. Amin dan rombongan roadshow Tim Penggerak PKK Provinsi NTB di Pulau Sumbawa, diterima penuh hangat oleh Walikota Bima, H. M. Quraish H. Abidin, SE  didampingi istri dan segenap Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Bima.

Di hadapan ratusan undangan yang hadir, Erica  menekankan pentingnya pola asuh dalam mewujudkan generasi emas NTB.

Ditegaskannya, sesuai dengan program  PKK Kota Bima yang menitikberatkan pada pola asuh anak, diharapkannya pemerintah kota dan seluruh Masyarakat Kota Bima untuk terus meningkatkan kepedulian dan perhatian pada kesehatan dan pendidikan  anak.

Yakni dengan melibatkan semua unsur. Termasuk dengan merencanakan program PKK ke dalam anggaran desa atau kelurahan. “Percayalah pada ibu ibu PKK,” harapnya.

“Insya Allah dana itu akan dimanfaatkan ke hal hal yang baik bagi masyarakat,” ungkap Hj. Erica di hadapan puluhan lurah dan kader PKK.

Dengan kepedulian itu berarti peduli dengan kesehatan, kecerdasan dan masa depan anak, lebih-lebih masa depan Kota Bima, tegasnya.

Termasuk pemanfaatan gadget yang akhir akhir ini sangat digandrungi anak anak dan orang tua, Bunda PAUD itu tidak bosan-bosannya mengingatkan agar lebih selektif. Karena, penggunaan alat tersebut, menurutnya dapat menciderai perilaku dan saraf anak.

Apalagi disajikan konten-konten di gedget itu merupakan konten  yang tidak patut untuk anak anak, seperti konten pornografi dan pornoaksi. Kalau anak sudah terpapar dengan itu, maka mereka menjadi anak qyang lemah, malas dan tidak bisa merencanakan masa depan. Serta tidak mampu mengabdikan diri pada bangsa dan negara, tuturnya.

Di tempat itu, Hj. Erica  juga menyerahkan sejumlah bantuan pemerintah provinsi kepada masyarakat Kota Bima. Yakni berupa peralatan masak, peralatan bengkel dan removal implan. Kemudian, Hj. Erica melakukan kunjungan ke Puskemas Kecamatan Mpunda, yang tidak jauh dari Kantor Walikota Bima.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kota Bima, Hj. Yani Marlina M. Qurais melaporkan, kader PKK telah melaksanakan  berbagai program PKK dengan baik dan sukses. Seperti Pelayanan KB yang diselenggarakan dengan tujuan mengendalikan angka kelahiran.

Juga telah dilaksanakan sosialisasi bahaya narkoba, hatinya PPK serta kegiatan lain yang mendukung program PKK. Ia berharap ketua PKK NTB terus melakukan melakukan pembinaan.

Sedangkan Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin, dalam sambutannya menegaskan PKK telah aktif mendukung pemerintah Kota Bima dalam segala hal. Sehingga banyak program program pemerintah yang sukses dilaksanakan berkat dukungan dan kerjasama dengan PKK.

Termasuk penghargaan Upakarti dari Kemenko Perekonomian RI yang diraih Pemkot Bima, berkat kerja keras ibu ibu PKK. Penghargaan itu diraih atas pembinaan PKK terhadap pelaku industri kreatif Tenun Ikat Bima.

Ke depan, Pemkot akan mengembangkan industri Pariwisata, dengan memoles pantai pink yang dimiliki.

AYA/Hms




TGB Tinjau KEK Mandalika di Loteng, Untuk Pastikan Progres Pembangunannya

Di Masjid Nurul Bilad di kawasan KEK MANDALIKA, yang baru pertama kali dimanfaatkan untuk sholat Jum’at sejak dibangun oleh ITDC sejak tahun 2016 lalu, TGB menjadi Imam sekaligus khotib.

LOTENG.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.TGH. M.Zainul Majdi yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB)  berkunjung ke kawasan pembangunan destinasi wisata berkelas dunia, di KEK MANDALIKA Resort  Lombok Tengah, Jum’at (13/10-).

TGB  didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM&PTSP), Drs.H.L. Gita Aryadi, M.Si dan Karo Humas Protokol Setda NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STp. ME.

Selain melihat langsung progress pembangunan berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan kawasan wisata termegah di Bumi Seribu Madjid ini, dalam kunjungan TGB menunaikan Sholat Jum’at di Masjid Nurul Bilad yang baru pertama kali dimanfaatkan untuk sholat Jum’at sejak dibangun oleh ITDC sejak tahun 2016 lalu.

Sebelum waktu sholat tiba, Gubernur TGB didampingi sejumlah pejabat ITDC, diantaranya Direktur Operasi, Indah Juanita, direktur Konstruksi ITDC, Agus Setiawan dan Kepala PTSP Lombok Tengah, Winarno dengan berjalan kaki meninjau sejumlah lokasi di area KEK MANDALIKA Resort tersebut.

Diawali dengan meninjau fasilitas  di area Masjid yang bangun diatas lahan seluas 8 hektar, dan alokasi biaya pembangunan yang disediakan sekitar Rp. 38 Milyar, Gubernur TGB tampak serius memperhatikan kualitas konstruksi serta berbagai fasilitas interior maupun fasilitas pendukung lainnya.

Dari areal Masjid yang tepat dibangun di pintu masuk KEK MANDALIKA, sekaligus sebagai etalase dan simbol pengembangan destinasi Lombok Sumbawa sebagai “Muslim Friendly Tourism”.

Dengan berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer Gubernur TGB menyusuri  jalan sepanjang pantai Seger Kuta guna melihat dari dekat berbagai fasilitas yang dibangun di lokasi sekitarnya.

Sambil terus berjalan kaki,  saat yang sama Gubernur secara detail menanyakan kepada Kepala Divisi operasisional dan Divisi Konstruksi ITDC. Pertanyaan menyasar berbagai aspek pembangunan berbagai infastruktur dasar, seperti akses jalan, saluran drainase, listrik air, area parkir dan akses pengamanan.

Hal yang paling penting ditanyakan Gubernur adalah fasilitas publik  apa saja yang disediakan untuk  dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat secara gratis, serta lokasinya di mana saja.

Setelah mendapat penjelasan dari petugas ITDC yang mendampingi,  kemudian Gubernur menyarankan kepada ITDC agar akses jalan, khususnya yang berada di dalam kawasan wisata MANDALIKA ke depannya, bebas dari kendaraan bermotor atau  alat transportasi bermesin.

Yakni bebas dari kendaraan umum, kendaraan berat dan lain- lain. Tapi kendaraan para tamu dan wisatawan  cukup sampai diarea parkir di luar, dan  di dalam kawasan, cukup dengan jalan kaki atau menggunakan alat angkut tanpa  kendaraan  bermotor, seperti sepeda gunung, mobil listrik dan lain-lain.

Hal itu selain untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, juga untuk menghindari polusi dan kesemrawutan.

Usai sholat Jum’at, gubernur kembali melakukan peninjauan ke seluruh area  kawasan Mandalika, terutama nelihat progress pembangunan jalan sepanjang 8 Km serta saluran drainase. Peninjauan tersebut dilakukan dengan menggunakan kendaraan.

AYA

BACA JUGA :

TGB Mengawali Penggunaan Masjid ‘Nurul Bilad’ di KEK MANDALIKA Untuk Sholat Jum’atan

 

 




TGB Mengawali Penggunaan Masjid ‘Nurul Bilad’ di KEK MANDALIKA Untuk Sholat Jum’at

Nurul Bilad yang berarti Cahaya Negeri-negeri diharapkan menjadi penerang semua aspek yang ada di kawasan KEK Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com — Jum’at Tanggal 13 Oktober 2017 merupakan salah satu momen bersejarah terutama bagi masyarakat Desa Kuta, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.  Untuk pertama kalinya masjid “Nurul Bilad”, masjid yang berdiri megah dalam kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK) digunakan untuk sholat Jum’at.

Momen itu terasa berkesan bagi masyarakat setempat, karena Sholat Jum’at di masjid yang sesuai dengan namanya yaitu “Cahaya Negeri-negeri” tersebut, dihadiri Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang dan langsung menjadi Khotib sekaligus menjadi imam Sholat Jum’at.

Sholat Jumat perdana di masjid tersebut dihadiri tidak kurang dari 200 jamaah, nampak diantara jamaah sholat Jum’at yaitu kepala Desa Kuta dan warga desa setempat. Beberapa wisatawan muslim yang kebetulan sedang berwisata ditempat tersebut berbaur dengan warga setempat.

Dalam khutbahnya, Gubernur Nusa Tenggara Barat yang juga seorang Hafidz Qur’an ini menyampaikan pesan kepada jamaah untuk senantiasa meningkatkan iman dan Taqwa. Karena begitu pentingnya iman dan taqwa dalam menjalin kehidupan bermasyarakat dan bernegara, terutama bagi masyarakat Kuta dan sekitarnya yang berada disekitar kawasan KEK Mandalika.

Salah satu pertimbangan Mengapa masjid yang ada di kawasan  Mandalika tersebut dinamakan “Nurul Bilad”, karena diharapkan dengan nama Nurul Bilad yang berarti Cahaya Negeri-negeri akan menjadi penerang tidak hanya bagi warga dan jamaah masjid. “Tatapi juga menerangi semua aspek yang ada di kawasan KEK Mandalika,” kata TGB.

Dengan tetap berpegang teguh pada Iman dan Taqwa,  sehingga sekuat apa pun pengaruh perkembangan zaman termasuk berkembangnya kawasan KEK Mandalika ke depannya, warga akan tetap merasakan keberkahan.

“Sebab ada orang yang memiliki harta berlimpah tetapi tidak bahagia. Ada juga orang yang diberi pangkat dan Jabatan yang tinggi  namun justru membawanya kepada kemaksiatan,” ujarnya.

Itu bisa menjadi pertanda bahwa tidak ada keberkahan dalam hidup. Karena itu yang diharapkan, bagaimana hidup ini berkah dan ada keberkahan di dalamnya,” kata TGB dalam khotbahnya.

TGB mengingatkan, kalau ingin menjalani hidup dan kehidupan khususnya ketika bersentuhan dengan pariwisata di KEK Mandalika yang diliputi oleh  rasa kedamaian, maka keberkahan harus dijaga.

Dalam menjaga keberkahan itu, semaksimal mungkin satu sama lain untuk selalu saling ingat mengingatkan,” tutur Tuan Guru Bajang.

Terkadang ada orang yang tidak peduli dengan orang lain, padahal dirinya tahu yang dilakukan orang lain itu salah. “Namun tidak pernah diingatkan bahkan didiamkan saja. Disinilah pentingnya ada upaya untuk menegakkan Amar ma’ruf dan Nahi Mungkar, “pesan TGB.

Mengakhiri Khutbah Jumat, TGB mengajak kepada para Jamaah ikut mengawali sholat jumat di Masjid Nurul Bilad tersebut, untuk turut memakmurkan masjid.

“Mulai dari hari ini dan seterusnya, masjid Nurul Bilad digunakan sebagai tempat untuk sholat Jumat,” ujar Gubernur.

AYA

BACA JUGA :

TGB Tinjau KEK Mandalika di Loteng,  Untuk Pastikan Progres Pembangunannya




60 WNA Dideportasi Sepanjang Tahun 2017

Warga Negara Cina paling banyak dideportasikan

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah mendeportasi 60 warga Negara asing (WNA) selama 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Ramdhani menjellaskan, kebanyakan kasus deportasi disebabkan penyalahgunaan dokumen ijin keimigrasian.

“WNA yang dideportasi didominasi dari Cina sebanyak 18 orang,” ujar Ramdhani di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat (13/10).

Selanjutnya, ada Malaysia sebanyak 11 orang, Australia (6 orang), Timor Leste (5), Perancis (4), Inggris (3), Korsel (2), dan Belgia, Jepang, Kanada, Swiss, Hungaria, Bulgaria, Jerman, Rusia, Bangladesh, Italia, serta Turki masing-masing satu orang.

Baru-baru ini, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram juga berhasil mengamankan tiga WNA yang menyalahi dokumen keimigrasian. Dua warga Spanyol dan seorang warga Australia, menggunakan visa wisata ke Lombok, namun justru berbisnis di bidang properti di Senggigi, Lombok Barat dan jasa penginapan di Gili Air, Lombok Utara.

Tiga WNA ini terciduk tim pengawasan orang asing (timpora) yang berisikan Imigrasi Kelas I Mataram dan Polda NTB dalam operasi gabungan (opgab) terhadap orang asing di wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat pada Kamis (12/10).

Kepala Kasubid Ijin Tinggal dan Status Keimigrasian, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTB Sayid Zulkifli mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat atau mendapatkan informasi terkait adanya dugaan penyalahgunaan ijin keimigrasian.

“Kami imbau warga yang dapatkan informasi untuk jangan ragu melaporkan ke kita,” kata Sayid.

AYA

 




60 WNA Dideportasi Sepanjang Tahun 2017

Warga Negara Cina paling banyak dideportasikan

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah mendeportasi 60 warga Negara asing (WNA) selama 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Ramdhani menjellaskan, kebanyakan kasus deportasi disebabkan penyalahgunaan dokumen ijin keimigrasian.

“WNA yang dideportasi didominasi dari Cina sebanyak 18 orang,” ujar Ramdhani di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat (13/10).

Selanjutnya, ada Malaysia sebanyak 11 orang, Australia (6 orang), Timor Leste (5), Perancis (4), Inggris (3), Korsel (2), dan Belgia, Jepang, Kanada, Swiss, Hungaria, Bulgaria, Jerman, Rusia, Bangladesh, Italia, serta Turki masing-masing satu orang.

Baru-baru ini, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram juga berhasil mengamankan tiga WNA yang menyalahi dokumen keimigrasian. Dua warga Spanyol dan seorang warga Australia, menggunakan visa wisata ke Lombok, namun justru berbisnis di bidang properti di Senggigi, Lombok Barat dan jasa penginapan di Gili Air, Lombok Utara.

Tiga WNA ini terciduk tim pengawasan orang asing (timpora) yang berisikan Imigrasi Kelas I Mataram dan Polda NTB dalam operasi gabungan (opgab) terhadap orang asing di wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat pada Kamis (12/10).

Kepala Kasubid Ijin Tinggal dan Status Keimigrasian, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTB Sayid Zulkifli mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat atau mendapatkan informasi terkait adanya dugaan penyalahgunaan ijin keimigrasian.

“Kami imbau warga yang dapatkan informasi untuk jangan ragu melaporkan ke kita,” kata Sayid.

AYA

BACA JUGA: Salah Gunakan Visa di Lombok, Warga Spanyol dan Australia Diciduk

 




Salah Gunakan Visa di Lombok,Warga Spanyol dan Australia Diciduk

Pelanggaran melakukan kegiatan bisnis menjadi penyebab ketiga WNA itu terciduk

MATARAM.lombokjournal.com — Tiga Warga Negara asing (WNA) diamankan Kantor Imigrasi Kelas I Mataram. Ketiga WANA ini terciduk tim pengawasan orang asing (timpora) dari petugas Imigrasi Kelas I Mataram dan Polda NTB dalam operasi gabungan (opgab) terhadap orang asing di wilayah Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat, Kamis (12/10).

Kepala seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Infokim) Kelas I Mataram, Azhan Miraza mengatakan, tiga WNA yang terdiri atas dua warga Spanyol, dan satu warga Australia.

“Dari hasil operasi gabungan itu kami amankan tiga WNA,” ujar Azhan di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat (13/10).

Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Ramdhani menjelaskan, penangkapan ini bermula dari adanya laporan warga sekitar terkait aktivitas ketiga WNA tersebut.

Setelah ditelusuri, kata Ramdhani, ketiganya terindikasi melakukan penyalahgunaan keimigrasian. “Kita telurusi ternyata memang benar melakukan penyalahgunaaan izin tinggal,” tegasnya

Ramdhani menyebutkan, dua warga Spanyol yang diamankan berinisial IRU (34) dan AJG (53). Keduanya terduduk di Gili Air, Lombok Utara. Meski ijin tinggal ketiganya masih berlaku, namun pelanggaran melalui bisnis menjadi penyebab ketiga WNA itu terciduk.

“Mereka mencari keuntungan dengan menyewakan bungalow, padahal ijin tinggal mereka menggunakan visa wisata selama sebulan, namun disalahgunakan,” kata Ramdhani.

Ramdhani mengungkapkan, AJG telah tinggal selama lima tahun dan berinvestasi di bidang jasa penginapan di Gili Air. Sedangkan, IRU bertindak sebagai manajer pemasaran diketahui baru tinggal selama dua bulan.

Turis Spanyol ini kedapatan menyewakan usaha bungalow dengan tarif sebesar Rp 700 ribu per malam.

“Mereka sewakan Bungalow di gili Air dengan harga permalamnya itu 700 ribu,” ungkapnya

Sama halnya dengan warga spanyol, warga Australia berinisial JWP (71), terciduk di kediamannya yang berada di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

“JWP kita ciduk di kediamannya langsung di Senggigi.” terangnya

Pelanggaran yang dilakukan JWP juga sama dengan dua warga Spanyol tersebut, yakni menjalankan usaha di Lombok. JWP disebut telah tinggal di Lombok selama dua tahun terakhir, dan 20 tahun berada di Indonesia, dengan bolak-balik Bali dan Lombok.

“Warga Australia itu gunakan Kitas Lansia, tapi dia cari keuntungan di sini dengan menjual properti,” lanjut Ramdhani.

JWP menyewakan rumah kepada para ekspatriat yang ada di Lombok dengan tarif sebesar Rp 300 ribu per malam. Pihak Imigrasi, kata Ramdhani, masih mendalami modus operandi ketiga WNA tersebut. Termasuk mengenai besaran keuntungan yang didapat.

Menurut Ramdhani, ketiganya diduga melanggar pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011 tentang Ijin Tinggal Keimigrasian.

“Kita tindak lanjuti apakah projustisia atau deportasi. Jika terbukti melakukan pelanggaran terancam hukuman lima tahun penjara,” kata Ramdhani.

AYA

BACA JUGA : 60 WNA Dideportasi Sepanjang Tahun 2017




Program Seeing is Believing dari SCB Cegah Kebutaan

SCB, Fred Hollows, Upayakan Reduksi Kerusakan Mata 550 ribu anak di NTB

launching Seeing is Believing

MATARAM.lombokjournal.com — Program kesehatan mata yang akan berjalan hingga tahun 2020 ini, menargetkan menekan angka kebutaan anak, low vision, dan kerusakan mata pada anak dengan sasaran sekitar 550 ribu anak usia Sekolah Dasar di NTB.

Di NTB, program akan menyasar 550 ribu anak SD di lima Kabupaten/Kota, yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa Barat.

“Program ini akan berlangsung hingga 2020 mendatang,” kata Country Head Brand Marketing SCB Indonesia, Rosalinda Hoesin, Kamis (12/10), usai launching program di SDN 11 Mataram, Kota Mataram, NTB.

Seremoni launching dihadiri Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, Wail Walikota Mataram, Mohan Roliskana, dan National Program Coordinator FHF Indonesia, Courtney Saville.

Rosalinda menjelaskan, program Seeing is Believing merupakan inisiatif global Standard Chartered Bank untuk mencegah kebutaan di komunitas-komunitas di mana Bank beroperasi.

Program ini menurutnya, telah berhasil mengumpulkan dana sebesar USD95 juta dan menyentuh sedikitnya 150,3 juta penerima bantuan di 30an negara, termasuk Indonesia.

National Program Coordinator FHF Indonesia, Courtney Saville mengatakan, FHF mengimplementasikan program seeing is believing di NTB dengan menyasar sekitar 3.500 Sekolah Dasar di lima daerah Kabupaten dan Kota.

“Sasaran program adalah 550 ribu anak SD serta 3.500 guru hingga 2020. Selama program ini kami juga akan memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan serta menyediakan peralatan screening mata untuk 97 unit Puskesmas di NTB,” kata Courtney.

Menurutnya, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebutaan dan cacat penglihatan pada anak.

Gangguan penglihatan seperti kebutaan dan low vision akan berpengaruh terhadap proses belajar dan tumbuh kembang anak yang kurang maksimal. Lebih jauh, hal ini juga akan berdampak pada perilaku dan mempengaruhi partisipasi mereka dalam aktivitas fisik dan sosial.

“Program ini memastikan bahwa anak-anak akan memperoleh kesempatan yang sama untuk pendidikan dan tidak akan ada seorang pun anak yang tertinggal, karena gangguan penglihatan,” katanya.

Courtney menjelaskan, selain di Indonesia, program yang sama juga dilakukan FHF di Vietnam, Filipina, Bangladesh, Nepal, dan China.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Nurhandini Eka Dewi mengatakan, prevalensi angka kebutaan di NTB masih tinggi dan menjadi urutan kedua tertinggi di Indonesia yakni berkisar 4 persen,  di saat angka rerata nasional hanya 2,8 persen.

Untuk resiko gangguan penglihatan pada anak usia SD, menurut Nurhandini, sekitar 10 persen anak SD di NTB mengalami gangguan penglihatan atau low vision.

“Berdasarkan survay di beberapa sampel SD, itu 10 persen anak SD di NTB mengalami gangguan penglihatan dan membutuhkan kacamata. Penyebabnya ada salah cara membaca, kurang cahaya, dan juga ada pengaruh penggunaan gadget, selain kelainan bawaan lainnya,” kata Nurhandini.

Ia menjelaskan, dalam program ini SCB bersama FHF juga akan memfasilitasi Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) Mataram dengan perangkat optik berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Salah satu masalah orang untuk memakai kacamata kan soal harga. Nah dalam program ini akan dibantu kacamata murah,” katanya.

Seremoni launching program seeing is believing di Mataram, juga dirangkai dengan pembagian kacamata gratis untuk 100 siswa SDN 11 Mataram, dan juga pemeriksaan mata untuk seluruh siswa di sekolah itu.

AYA

 




TGB Ajak Jadikan Disporseni Ajang Berbagi Ilmu

Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah Disporseni yang diikuti 154 peserta

TGB menabuh ‘gendang beleq’

MATARAM.lombokjournal.com — Pekan Diskusi Ilmiah, Olahraga dan Seni (Disporseni) hendaknya tidak semata-mata ajang kompetisi. Lebih jauh harus dijadikan medium berbagi ilmu.

Gubernur NTB. Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan harapan itu, dalam  sambutan selamat datangnya pada Disporseni Universitas Terbuka (UT) Wilayah Timur Tahun 2017, di Asrama Haji NTB Mataram, Kamis (12/10).

Menurutnya, Disporseni  merupakan salah satu sarana mempererat silaturrahim, menggalang sinergitas serta ajang bertukar pikiran antar sesama  mahasiswa.

Tahun ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi tuan rumah Disporseni UT, dengan peserta 154 orang. Pesertanya berasal dari mahasiswa UT Mataram, para mahasiswa UT wilayah timur , seperti Denpasar, Kupang, Majene, Kendari, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Jayapura.

Di hadapan seluruh kontingen yang akan bertanding itu, secara khusus, Gubernur juga memberi motivasi kepada seluruh mahasiswa UT.

“Masa depan Republik Indonesia berada di tangan anak-anak muda. Boleh saja UT itu sistem belajarnya jarak jauh tapi bukan berarti kualitasnya tidak baik. UT memang biayanya murah tetapi kualitasnya tidak berarti murahan, UT adalah salah satu jalan negara untuk menjalankan amanahnya,” tutur Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa TGB ini menambahkan, dengan metode belajarnya yang unik karena berlangsung jarak jauh, mahasiswa  UT terus diharapkan agar semangat membangun integritas, kejujuran dan disiplin, serta berkomitmen terhadap nilai-nilai yang diyakini.

“Bagaimanapun, masa depan bangsa ada di tangan anak-anak muda,” tegas TGB.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Dra Ngadi Marsinah MPd menyampaikan, Disporseni akan berlangsung 11-14 Oktober mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa di bidang diskusi ilmiah, cabang olahraga dan seni , termasuk untuk memotivasi mahasiswa dalam untuk berprestasi secara sehat.

Kesempatan yang sama, Rektor Rektor Universitas Terbuka , Prof. Drs. Ojat Darojat, M. Bus, PhD, juga menyampaikan harapannya, agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar, . Ia berharap, kontingen dapat berpartisipasi secara sportif serta melakukan yang terbaik, demi mengharumkan mama daerah masing-masing.

“Tunjukkan bakat dan prestasi anda tidak kalah dengan mahasiswa perguruan tinggi lain,” tutupnya.

AYA