Kunjungi Lombok, Presiden Hadiri Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar.

Presiden Joko Widodo mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden Joko Widodo siang ini, Kamis (19/10), bertolak menuju Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, guna melakukan kegiatan kunjungan kerja.

Kepala Negara lepas landas dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-400 TNI AU dari Halim Perdanakusuma Jakarta sekira pukul 14.00 WIB.

Setibanya di Bandar Udara Internasional Lombok pukul 16.33 WITA, Presiden disambut Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH M Zainul Majdi dan langsung menuju Gedung Islamic Center, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Presiden menghadiri Penutupan Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional IV Alumni Al-Azhar Indonesia.

Malam harinya, Presiden juga akan melakukan silaturahmi dengan sejumlah pimpinan Pondok Pesantren se-Nusa Tenggara Barat. Setelahnya, Presiden akan bermalam di Kota Mataram, untuk melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

AYA

Sumber: Media Sekretariat Presiden




Rinjani Golf Tournament 2017, Atraksi Sport Tourism Setelah Sepeda

Sebagai sport tourism, olahraga golf menjadi pelengkap setelah gencar dilombakan olahraga sepeda dan lari marathon

MATARAM.lombokjournal.com — Rinjani Golf Tournament 2017  akan digelar Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Golong, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada 9 Desember mendatang.

“Golf menambah jualan kita terkait atraksi sport tourism, di samping sejumlah ajang sport tourism lain yang telah dahulu dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal kepada wartawan, Kamis (19/10).

Rinjani Golf Tournament 2017 merupakan salah satu ajang wisata olahraga (sport tourism) yang sedang digencarkan NTB.

Faozal menambahkan, Rinjani Golf Tournament 2017 menjadi pelengkap atraksi sport tourism NTB setelah sebelumnya menggelar ajang sport tourism di bidang sepeda, hingga lari.

Pengembangan sport tourism, perlu digencarkan secara berkelanjutan. Sebab, NTB memiliki potensi sumber daya alam yang besar, untuk mendukung pengembangan sport tourism.

Ia mengatakan, pemilihan Desember sebagai waktu penyelenggaraan mengingat kondisi cuaca yang mendukung, dan bersamaan dengan hari jadi Provinsi NTB.

” Kita pilih Desember karena itu merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT NTB, ” tegasnya.

Dinas Pariwisata menargetkan 100 orang peserta mengikuti ajang ini, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya diikuti 85 peserta.

“Dari Malaysia juga sudah kita infokan untuk ikut.  Ini (golf tournament,red) jualannya  lebih mudah. Karena kita tinggal komunikasi dengan komunitas golf yang ada dimasing – masing wilayah,” pungkasnya

AYA




Nuri Kedepankan Nilai Agama dan Budaya.

Kader Partai Hanura, H. Subuhunnuri  mengaku sudah bersilaturahmi  dengan pembina dan pengasuh ponpes Qamarul Huda TGH LM Turmdzi Badarudin, beberapa  waktu lalu.

MATARAM.lombokjournal.com — -Bakal calon Wakil Gubernur  NTB H Subuhunnuri mengatakan, dalam politiknya selalu  mengedepankan nilai agamis serta kultur untuk menembus pemilihan gubernur (Pilkgub) 2018 yang bakal digelar 2018 mendatang.

“Insyalloh,  sya selalu mengedepankan nilai Agama dan budaya dalam menjalankan tujuan politik saya,” katanya, Selasa (18/10).

Nilai agamais serta budaya yang dimaksud  adalah dengan cara silaturrahmi  dengan masyarakat  serta tokoh-tokoh agama yang ada di NTB.

“Dan alhamdulillah beberapa  waktu lalu saya sudah bersilaturahmi  dengan pembina dan pengasuh ponpes Qamarul Huda Bagu TGH LM Turmdzi Badarudin,” ujarnya.

Subuhunnuri berkeyakinan, jalan politik yang mengedepankan nilai-nilai kultur dan agama akan lebih bermartabat pada pandangan masyarakat. Apalagi NTB sangat kental dengan nilai-nilai itu dalam bingkai Ke-NTB-an.

“Tugas kita sebagai manusia hanya ikhtiar dan terus ikhtiar. Terkait dengan dinamika yang terjadi di lapangan ya itu hanya proses saja,”cetusnya.

Pria yang terlair dari keluarga sederhana ini Juga mengatakan semua bisa terjadi dalam politik ini, manuver dan klaim mengklaim itu wajar Saja terjadi namun endingnya akan sengat tergantung pada komitmen antara pasangan calon.

“Dan saya secara pribadi, sangat mengedepankan aspek-aspek moralitas, loyalitas dan menghormati serta tunduk kepada Calon Gubernur yang Insya Alloh akan saya dampingi. Ingat lho, saya ini latar belakang orang pergerakan dan tahu bagaimana memposisikan diri,”ucap pria yang akrab di Sapa Bung Nuri itu.

Disinggung soal dukungan, apakah Hanura akan memberi dukungan ke padanya atau tidak? Ia tak ingin mengklaim  didukung atau tidaknya,  namun ia tetap  Berharap  dapat didukung oleh partainya sendiri .

“Saya nyatakan itu sangat tergantung dari Cagub yang akan saya dampingi nanti. Saya kan hanya tunduk dan taat Sama cagub yang saya dampingi, Tapi tentu sebagai kader, saya tetap berharap Hanura mendukung langkah kadernya,” jawab Nuri Sembari  Tersenyum.

Nuri  mengaku sudah lama melakukan pergerakan bersama tim pemenangannya, dan tim sudah terbentuk sampe tingkat desa se –NTB. Tentu, disamping itu tentu alat-alat pendukung lainnya sudah disiapkan.

“Kan politik ini tidak cukup dengan untaian kalimat-kalimat indah. Saya sudah siap lahir bathin dan materil maupun spirtuil,”tegasnya.

Pemilik jargon ‘Yang Penting Rakyat Senang” ini mengaku, sampai sekarang belum pernah melalukan komunikasi/Sulaturrahmi politik dengan Cagub-Cagub  lain. Kecuali hanya sama Amaq Asrul alias Ali Bin Dachlan (Ali BD). Namun itupun berlasung hnya dalam hitungan beberapa menit.

“Lima menit bertemu  pak Ali, saya sangat senang dan ternyata Amaq Asrul sangat Enjoi tanpa beban orangnya,”tuturnya.

AYA

 




NTB Cerminan Islam Moderat dan Toleran

Umat Islam di dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Potret Umat Islam di NTB mencerminan Islam di Indonesia yang penuh moderasi dan toleransi. Selain itu, mengedepankan nilai-nilai kebersamaan menjadi contoh terbaik bagi kehidupan beragama di dunia.

Tatanan kehidupan umat Islam di Bumi Seribu Masjid dapat meluruskan persepsi tentang Islam yang selama ini disalahpahami oleh banyak kalangan. Islam yang hidup rukun dan tolong menolong dengan umat agama lain.

Kehidupan Islam di NTB dirindukan oleh umat-umat di dunia, bahkan di Arab.

Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi menyatakan kekagumannya, sekaligus menyerukan Ummat Islam dunia  untuk mencontoh kehidupan toleransi kehidupan beragama di NTB,  saat pembukaan Multaqa Nasional Alumni Mesir, di Ballroom Islamic Center Provinsi NTB, Rabu (18/10).

“Contoh di NTB ini, kami kehilangan di Arab,” ungkap Wakil Ketua WOAG tersebut di hadapan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan ratusan alumni Al Azhar Mesir yang hadir.

Ditegaskannya, Islam itu bukan potongan potongan tubuh manusia yang terlempar akibat bom bunuh diri. Islam itu bukanlah kehidupan yang saling membenci atau saling menjauhkan  diri dengan umat lain.

Namun, Islam itu adalah saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh  umat beragama. Seperti yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW saat membangun Kota Madinah.

Hanya saja, ia masih merasa heran kenapa toleransi yang baik di Indonesia atau di NTB ini belum ditularkan di seluruh belahan dunia. “Umat Islam di dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB,” katanya.

Saat ini yang dibutuhkan umat Islam bukanlah wacana atau apa yang tertulis di buku-buku atau di kertas-kertas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Di tempat yang sama, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan, Islam di NTB itu bukanlah sekedar wacana atau sekadar teori yang tidak diterapkan dalam kehidupan nyata.

Hal ini tegas Tuan Guru Bajang (TGB) dengan dibukanya segmen baru Pariwisata di NTB. Yaitu, wisata halal atau  mouslem friendly tourism. Melalui segmen ini, disamping menambah segmen Pariwisata yang ada juga untuk menunjukkan, ada bagian-bagian dalam Islam itu yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Itu menunjukkan, ajaran Islam membawa kebaikan di dalam tataran dunia nyata,” ungkap Gubernur Ahli Tafsir tersebut.

Wisata halal ini, lanjut TGB, tidak hanya dapat dinikmati umat muslim. Namun seluruh masyarakat, baik muslim, Hindu, Budha, Kristen dan umat umat lainnya dapat MENGAMBIL manfaat dari pertumbuhan pariwisata tersebut.

“Ini adalah contoh bahwa Islam itu rahmatan Lil ‘alamiin,” tegas TGB.

Direktur OIAA, Dr. Muchlis melaporkan konferensi dan Multaqa akan berlangsung selama 3 hari, 18 hingga 20 Oktober 2017. Selama kegiatan tersebut akan dibahas tiga isu utama yang saat ini sedang dialami oleh masyarakat muslim di dunia.

Pertama, peserta akan membahas batasan antara keislaman dan kekufuran. Kedua, tentang fatwa-fatwa yamg akhir akhir ini semakin tidak memiliki pedoman. Apalagi di era informasi dan teknologi saat ini, termahal media sosial.

Sehingga, fatwa yang beredar di media sosial saat ini menimbulkan kekacauan penafsiran dan membingungkan umat. Isu yang ketiga adalah metode dakwah kontemporer.

Hadir dalam kegiatan Multaqa Nasional Alumni Mesir tersebut, Ketua Alumni Kairo Indonesia, Prof. Dr. H. Qurais Shihab.

AYA




Peserta Konferensi Al-Azhar Berdatangan, TGB Adakan Welcome Dinner

Penampilan kesenian bernuansa Islam akan menyemarakkan penyambutan para tamu

MATARAM.lombokjournal.com – Para peserta konferensi internasional alumni Al Azhar Mesir dan  Multaqa nasional IV alumni Al Azhar  Mesir sebagian besar sudah tiba di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kedatangan Para peserta Konferensi  sekitar 400 orang  dari berbagai  negara yang mengkonfirmasi akan hadir pada perhelatan konferensi international di Mataram, NTB, merupakan para ulama Alumni Al Azhar Kairo mesir.

Sebagian sudah  tiba  di Mataram pada hari Senin (16/10) kemarin.

Pada hari ini Selasa 17 Oktober 2017, seluruh peserta/delegasi dari berbagai negara diperkirakan sudah seluruhnya tiba di Mataram Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB ) dijadwalkan akan mengadakan jamuan makan malam atau welcome dinner kepada seluruh peserta dan delegasi di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (17/10 ) malam.

Dalam acara jamuan makan malam tersebut, selain diisi kegiatan ramah tamah dan  santap malam bersama, Gubernur Tuan Guru Bajang  dijadwalkan menyampaikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta dilanjutkan dengan sambutan dari Perwakilan Undangan oleh Prof. Dr. Abdul Fadhil El-Qoushi (Mesir).

Kepada para tamu juga disajikan penampilan Kesenian bernuansa Islam.

Agenda berikutnya adalah Pembukaan Multaqa IV Alumni Al-Azhar Indonesia dijadwalkan pada  hari Rabu, (18/10) di Islamic Centre  Mataram.

Prosesi pembukaan tersebut akan diawali pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ust. H. Jamúl Khayr (Qari Nasional)  dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta Sambutan OIAA Indonesia, Dr. Muchlis M. Hanafi  dan Gubernur NTB, Dr. Zainul Majdi, MA. Sementara Pembukaan Acara secara resmi oleh Prof. Dr. Abdul Fadhil el-Qoushi (Wakil Ketua WOAG, Mantan Menteri Wakaf, Mesir).

Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo dijadwalkan membuka konferensi di Islamic Centre Nusa Tenggara Barat di Mataram Kamis, (19/10).

Sebelum dibuka Presiden, akan diawali sambutan selamat datang dari Gubernur NTB, Dr. Zainul Majdi, dan Sambutan OIAA Indonesia, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.

AYA




Konferensi Al Azhar Momentum Kenalkan Lombok ke Mancanegara

Penyelenggaraan Konferensi Al Azhar di Islamic Center NTB merupakan hal yang sangat positif bagi sektor pariwisata NTB, khususnya destinasi di Pulau Lombok.

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Faozal mengatakan penyelenggaraan konferensi itu sangat positif bagi pariwisata di Lombok.

“Ini positif, bisa menjadi ruang promosi yang bagus bagi pariwisata kita di Lombok,” ujar Faozal di Mataram, NTB, Selasa (17/10).

Faozal menyampaikan, konferensi ini akan dihadiri ratusan peserta, di mana puluhan peserta di antaranya berasal dari luar negeri. Untuk itu, Dinas Pariwisata NTB telah menyiapkan paket city tour bagi para tamu untuk bisa menikmati sejumlah objek wisata yang ada di Lombok.

Menurut Faozal, sebagai tuan rumah, Pemprov NTB harus memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan para tamu yang berkunjung ke Pulau Seribu Masjid tersebut.

“Ini salah satu momentum kita untuk memberikan citra positif kepada dunia luar,” lanjut Faozal.

Ditemui terpisah,  General Manager  Lombok Internarional Airpot (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, manajemen BIL telah melakukan persiapan guna menyambut kedatangan peserta konferensi Al Azhar.

“Kami persiapkan dengan semaksimal mungkin untuk kelancaran pengguna jasa pesawat dan acara ini,” kata Ardita.

Ardita menilai, pelayanan terbaik menjadi satu keharusan. Pasalnya, konferensi ini bisa menjadi momentum bagi Lombok untuk mengenalkan potensi wisatanya kepada dunia luar. Pun dengan LIA, yang menjadi etalase bagi masuknya wisatawan ke Lombok.

“Inilah momentum kita kenalkan Lombok dengan baik, karena nantinya peserta juga akan membawa cerita positif kepada keluarga, dan teman tentang potensi Lombok,” kata Ardita menambahkan.

AYA

BACA JUGA :

 




Presiden Joko Widodo Akan Hadiri Konferensi Al Azhar di Lombok

Konferensi Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar akan dihadiri 400 alumni Al-Azhar dari 15 negara.

MATARAM.lombokjoural.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan menghadiri Konferensi Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar di Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (19/10).

Kehadiran Presiden Jokowi untuk bersilaturahmi dengan para alumni Al Azhar itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB, Irnadi.

“Pak Presiden direncanakan hadir di acara itu. Beliau akan bersilaturahmi (dengan alumni Al Azhar),” ujar di Mataram, NTB, Selasa (17/10).

Selain menghadiri acara konferensi Al Azhar, Presiden  Jokowi juga akan meresmikan Masjid Nurul Bilad di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, dan juga peletakan batu pertama PLTMGU/PLTGU Lombok Peaker 150 MW di Tanjung Karang, Mataram.

Konferensi Al Azhar akan dihadiri 400 peserta dari 15 negara. Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi berharap, konferensi ini menjadi sarana memperkenalkan citra Islam yang sesungguhnya, yakni Islam yang rahmatan lil alamin

“Islam bisa diterima semua bangsa, supaya tidak ada kesan bahwa Islam identik dengan kekerasan, hal-hal yang tradisional, dan tidak bisa menerima modernisasi. Dalam konferensi ini bertujuan menyampaikan Islam adalah rahmatan lil alamin,” ungkap Irnadi.

Irnadi melanjutkan, konferensi yang dihadiri ratusan peserta ini juga menjadi momentum yang baik bagi promosi Lombok sebagai destinasi wisata halal di Indonesia.

“Ini sekalian promosi, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui,” lanjut Irnadi.

Konferensi Al Azhar akan mulai berlangsung pada Selasa (17/10) malam, dengan makan malam bersama antara peserta konferensi bersama Gubernur NTB di Hotel Lombok Raya. Pembukaan konferensi sendiri akan digelar pada Rabu (18/10) di Kompleks Islamic Center NTB.

AYA

BACA JUGA :




TGB Tinjau Kesiapan Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar Mesir

400 Alumni Al-Azhar yang datang dari 25 negara akan hadiri Konferensi Internasional  “Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi” di Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) memimpin rapat persiapan sekaligus melakukan peninjauan lapangan, untuk memastikan kesiapan Kompleks Islamic Center NTB sebagai lokasi Konferensi Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar, Mesir, Senin (16/10).

Konferensi internasional  “Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi” tersebut diselenggarakan atas kerjasama organisasi International Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari, 17 hingga 20 Oktober,   di Islamic Center Nusa Tenggara Barat di Mataram.

Sedikitnya 400 Alumni Al-Azhar yang datang dari 25 negara akan menghadiri konferensi ini. Rencananya, konferensi ini juga akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rapat persiapan yang langsung dilaksanakan di lokasi acara, TGB memberikan arahan kepada panitia dan pejabat instansi terkait untuk memaksimalkan penataan arena dan semua venue konferensi, termasuk keamanan dan kenyamanan lokasi serta akses peliputan oleh media massa.

Saat itu, Gubernur didampingi Wakil Gubernur, H. Muh Amin dan Sekda, Ir.H. Rosiady bersama Kepala OPD terkait mengecek dan meninjau satu persatu venue yang akan digunakan di area Islamic Centre dan sekitarnya. Kepada Panitya  penyelenggara Gubernur meminta  agar menyiapkan lokasi dan acara dengan sebaik baiknya serta berupaya memberikan pelayanan atau menjamu tamu dengan semaksimal mungkin.

AYA




Media Gathering; Peserta Program JKN Dapat Diskon Dari Hotel Santika

Jumlah peserta BPJS Kesehatan di NTB yang mencapai 65 persen dari seluruh jumlah penduduk merupakan target pasar hotel yang bagus

MATARAM.lombokjournal.com —  BPJS Kesehatan Cabang Mataram membuat terobosan dengan memberi manfaat tambahan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Manfaat tambahan yang diperoleh dari pemegang kartu BPJS Kesehatan yaitu mendapat diskon dari Hotel Santika sekitar 40 hingga 50 persen dari rate yang berlaku umum.

Hal itu dikatakan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram, dr Muhammad Ali, menjelang acara ”Penandatanganan Kerjasama Customer Royalty Program dan Media Gathering BPJS Kesehatan Cabang Mataram”, yang berlangsung di Hotel Santika di Mataram, Senin (16/10).

“Sinergi BPJS Kesehatan dan Hotel Santika ini untuk memberi manfaat tambahan bagi peserta program JKN yang masih aktif,” kata Muhammad Ali yang berdampingan dengan GM Hotel Santika Mataram, Reza Bovier.

Menurut Ali, sinergi antara BPJS Kesehatan dan perhotelan bisa memberi memberi manfaat kedua belah pihak. Sebab peserta BPJS Kesehatan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sudah mencapai 65 persen dari seluruh jumlah penduduknya merupakan target pasar hotel yang baik.

Sedang di Mataram, peserta BPJS Kesehatan yang mencakup wilayah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Kota Mataram, sudah mencapai 71 persen dari  jumlah penduduk 1,3 juta. “Sekitar 28 persen yang belum jadi peserta BPJS Kesehatan,” jelas Ali.

Dalam kesempatan itu, GM Hotel Santika, Reza Bovier mengatakan, kerjasama pihaknya dengan BPJS Kesehatan merupakan hari bersejarah. Diharapkannya, kerjasama ini akan memperkuas kepesertaan BPJS Kesehatan dengan benefit yang diberikan pada kliennya, khususnnya yang masih aktif. Sekarang jamannya klien yang menentukan, ungkapnya.

Selain itu, kerjasama dengan BPJS Kesehatan itu dianggap penting. “Karena ini program nasional,” katanya.

BPJS Kesehatan mempunyai jaringan nasional, dengan jumlah peserta yang besar jumlahnya.

“Ini jadi brand image bagi Santika,” kata Reza.

KS

 

 




Pembangunan Infrastruktur Harus Didukung Informasi Badan Meteorologi

Sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempa bumi, tsunami dan freuensi petir

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Pusat Gempabumi dan Potensi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhammad Riyadi mengatakan, kebutuhan data dan Informasi terkait gempabumi dan tsunami akan mengalami peningkatkan di masa mendatang.

Kata Riyadi,  Pemerintah Indonesia kini gencar membangun infrastuktur di hampir seluruh wilayah di Tanah Air. Riyadi menjelaskan, sebagian besar daerah di Indonesia merupakan wilayah yang memiliki potensi rawan bencana gempabumi dan tsunami.

“Sebagian besar wilayah Indonesia rawan gempabumi, tsunami, dan frekuensi petir yang cukup tinggi. Makanya pembangunan harus juga melihat kondisi informasi dari BMKG,” katanya, Senin (16/10) di Mataram

Tiap pembangunan infrastruktur wajib memperhitungkan aspek kebencanaan di lokasi setempat. Ini untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Sebagai institusi yang menyediakan layanan data gempabumi dan tsunami, BMKG memiliki tantangan yang cukup berat di masa mendatang lantaran tuntutan publik akan layanan data dan informasi terkait gempa bumi dan tsunami agar lebih cepat, akurat, dan mudah dipahami.

“Pelayanan data dan informasi yang prima akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap BMKG,” tegasnya

Hal ini juga diungkapkan Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Rianto.

Menurut Agus, data dan informasi terkait kebencanaan merupakan hal yang penting dalam mewujudkan pembangunan di NTB. Kantor Stasiun Geofisika sendiri baru berdiri pada 2016, di mana sebelumnya masih menginduk ke Bali.

Kehadiran Geofisika Mataram pada 2016 itu merupakan relokasi dari Bali, karena di pulau dewata itu sudah punya tiga padahal NTB belum ada.

“Karena NTB termasuk tinggi akan potensi gempabumi dan tsunami, sedangkan di Bali sudah ada tiga (kantor stasiun geofisika) maka didirikan juga di NTB,” katanya.

AYA