PKK NTB Aktif Salurkan Bantuan

Roadshow  Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, mengunjungi PKK Kabupaten/Kota dan Sejumlah PAUD se-NTB,  aktif menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com — Bantuan tersebut sebagai wujud peran aktif PKK  mendorong dan memotivasi masyarakat untuk  penguatan ekonominya. Namun lebih dari  itu, juga memberi spirit penanaman nilai nilai karakter yang baik pada anak sebagai generasi penerus bangsa.

Wakil Ketua I TP PKK Provinsi NTB, Hj. Syamsiah M. Amin pada kesempatan roadshow TP. PKK Provinsi NTB di Kantor Lurah Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Selasa (24/10), dengan menggandeng Dinas Perindustrian Provinsi NTB, juga menyalurkan paket bantuan usaha perbengkelan kepada masyarakat.

Pada saat yang sama diserahkan pula paket bantuan makanan tambahan ibu hamil dan makanan pendamping ASI (MP ASI) dari Dinas kesehatan Provinsi NTB.  Disalurkan pula bantuan peralatan sekolah dan kebutuhan sembako dari Dinas sosial Provinsi NTB kepada  ibu-ibu kader PKK.

“Bantuan yang diserahkan semoga dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam membantu perekonomian dan mendukung tumbuh kembang ibu dan anak di NTB khususnya di dasan cermen ini,” harap Hj. Syamsiah usai menyerahkan bantuan.

Dalam roadshow kali ini diawali berkunjung ke PAUD Edelweiss, tidak bosan-bosannya Hj. Syamsiah mengajak ibu-ibu untuk menerapkan pola asuh anak yang baik dalam membentuk karakter anak.

“Anak sebagai aset bangsa, generasi penerus kita yang nantinya akan melanjutkan pekerjaan kita dalam membangun negeri ini harus kita jaga perkembangan karakternya. Ajari cara bersikap mereka mulai dari anggota keluarga sampai di lingkungan tempat tinggalnya sesuai dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat,” ujarnya.

Istri Wakil Gubernur NTB ini juga menghimbau ibu-ibu dan para calon ibu untuk menjaga kesehatan anak sedini mungkin, sebagai proses awal mewujudkan penurunan angka kematian anak serta meningkatkan tumbuh kembang anak sedini mungkin.

“Anak itu titipan Tuhan yang harus kita perhatikan asupan gizinya mulai dari awal kehamilan sampai 1000 hari kelahiran. Nantinya diharapkan anak-anak ini akan lahir sehat dan tumbuh di lingkungan yang sehat juga,” ucapnya.

Hj. Syamsiah mengingatkan para ibu untuk cerdas memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam buah-buahan dan sayur-sayuran yang bisa diolah dirumah menjadi makanan sehat. Selain  untuk dikonsumsi  anggota keluarga, selebihnya bisa dijual sehingga bisa membantu ekonomi keluarga.

Dalam sambutan selamat datang, Ketua TP PKK kota Mataram, Hj. Suryani Ahyar Abduh menyampaikan apresiasinya atas kunjungan TP PKK Provinsi NTB, dan mengucapkan terimakasih kepada kader-kader PKK yang telah melaksanakan 10 program PKK dengan baik.

AYA

 

 

 

 

 




“Kawan Jokowi NTB” Segera Terbentuk

Gaya kepemimpinan, kesederhanaan dan kinerja Presiden RI, Ir. Joko Widodo menginspirasi sejumlah pihak di Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk wadah baru, yakni “Kawan Jokowi”.

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembentukan wadah atau lembaga “Kawan Jokowi” terinspirasi gaya yang ditampilkan Presiden Jokowi, terutama cara Presiden RI ke VII itu mendekatkan diri dengan masyarakat.

Koordinator persiapan pembentukan “Kawan Jokowi”, H.L. Winengan yang saat ini menjadi Sekretaris Nahdlatul Ulama (NU) NTB, mengaku menyukai gaya presiden.

“Kenapa secara pribadi saya tertarik dan suka dengan Jokowi akhir-akhir ini, bukan karena akan hadir di Munas (Musyawarah Nasional) dan Konbes (Konferensi Besar) NU, tapi gayanya itu yang saya suka,” katanya, dalam jumpa pers kepada awak media, Selasa  (24/10).

Meskipun, bagi sebagian orang melihat Jokowi terkesan berlebihan dengan rakyat, tapi sebenarnya memang itulah kenyataannya. Jokowi dinilai sebagai sosok sangat dekat dengan masyarakat dipimpinnya dan tidak berjarak.

Winengan pun mencontohkan, bagaimana Presiden Jokowi berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, ada masyarakat yang ingin foto bersama Presiden tidak keberatan melayani.

Jokowi tidak berjarak dengan masyarakat, bahkan dengan anak-anak sekalipun.

“Ini figur yang dapat dikatakan sebagai pemersatu bangsa. Tidak memilih dan tidak membeda-bedakan orang,” tandas Winengan.

Dikatakan, dengan pembentukan “Kawan Jokowi”, bertujuan mensosialisasikan program-program Presiden Joko Widodo ke tengah-tengah masyarakat. Karena ada program seperti dalam Nawa Cita yang tidak dipahami oleh masyarakat.

Meski demikian, ia tak menepis dalam perkembangan ke depan “Kawan Jokowi” akan juga dihajatkan bagi agenda suksesi mendukung Jokowi di Pemilu Presiden 2019 mendatang.

” Semua itu sangat tergantung situasi dan dinamika politik ada,” ujar Wiinengan.

Sejalan dengan itu, Abudul Majid yang menjadi Bendahara pembentukan Kawan Jokowi mengungkapkan, pembentukan Kawan Jokowi ini akan dapat mengakselerasi program pemerintahan Jokowi dan kepentingan pembangunan di daerah.

“Ini bisa mengakselerasi program-program pusat dengan kepentingan pembangunan yang ada di NTB. Artinya, Kawan Jokowi ini ingin bergerak supaya bagaimana program Jokowi itu dapat diketahui di tiap masyarakat NTB,” ungkapnya.

Maka kepengurusan maupun keanggotaan nantinya bersifat plural. “Melibatkan semua elemen yang ada di NTB, lebih-lebih di sini telah mencerminkan ke-bhineka-an,” pungkasnya.

AYA




Sampai Agustus 2017, Sedikitnya 137 Kasus TKI Non Prosedural Ditangani BP3TKI.

TKI bermasalah yang ditangani BP3TKI Mataram tahun ini mencapai 369 kasus.

MATARAM.lombokjournal.com — Maraknya Persoalan kasus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada hentinya. Padahal, pemerintah provinsi sudah membuat layanan terpadu satu pintu (LTSP) yang dihajatkan untuk mencegah terjadinya TKI non prosedural.

Noerman Adhiguna

Data kasus TKI bermasalah yang ditangani BP3TKI hingga bulan Agustus 2017 mencapai 369 kasus. Kepala Bidang Perlindungan BP3TKI Mataram, Noerman Adhiguna menjelaskan, hingga Agustus 2017 tercatat sedikitnya 137 kasus TKI non prosedural ditangani BP3TKI.

“Jumlah itu merupakan jumlah kasus TKI nonprosedural yang kami tangani, baik yang berhasil digagalkan maupun yang tercatat dan bermasalah di negara tujuan,” katanya.

Menurutnya, dalam kurun yang sama jumlah total kasus TKI bermasalah yang ditangani BP3TKI Mataram tahun ini mencapai 369 kasus.

” Tahun ini kita Tangani kasus TKI yang bermasah sebanyak 369 kasus ” tegasnya

Kasus non prosedural merupakan kasus tertinggi 137 kasus, disusul dengan kasus klaim asuransi 64 kasus, PHK sepihak di tempat kerja sebanyak 56 kasus, dan kasus gaji tidak sesuai kontrak 20 kasus.

Sementara dari data penyebarannya tercatat, 171 kasus dengan negara tujuan Malaysia, 124 kasus Arab Saudi, 24 kasus UEA, 9 kasus Qatar, dan 14 kasus Brunei Darusallam.

Dia menambahkan, data kasus tahun 2016 sebanyak 573 kasus. Yang bisa tertangani atau selesai sebanyak 352 kasus, masih proses hingga 2017 sebanyak 221 kasus. Kemudian yang meninggal dunia karena sakit sebanyak 28 kasus dan meninggal dunia akibat kasus sendiri sebanyak 36 orang.

“Kemungkinan untuk tahun 2017 bisa saja meningkat karena data itu sampai bulan Agustus, ” terangnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, H Wildan mengaku selalu mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak menggunakan jalur cepat atau non prosedur. Kalau begitu, namun selalu ada kasus.

“Saya yakin, sebentar lagi akan susah gunakan jalur cepat itu karena, akan ada UU perlindungan pekerja migran Indonesia (PPMI). Dimana, sebelumnya diatur UU perlindungan penempatan tenaga kerja Indonesia,” ujarnya

Dia menegaskan, Dinas bersama instansi lain terus sosialisasi. Bahkan, mempersilahkan, masyarakat berangkat karena hak mereka, namun jangan melalui jalur pintas.

“Saya berharap mudahan lounching LTSP di Loteng dan Lotim bisa untuk berantas calo TKI ilegal, dengan adanya proses diperketat oleh Disnaker Kabupaten,” Pugkasnya

AYA




Pemprov NTB Lakukan Perbaikan SAKIP

NTB memperoleh nilai SAKIP B dari yang sebelumnya selalu CC.

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh. Amin SH. M.Si menegaskan, dalam upaya  meningkatkan kinerja menuju terwujudnya good and clean government, maka Pemerintah Provinsi NTB terus melakukan berbagai  perbaikan akuntabilitas kinerja instansinya.

Sejak tahun 2016 lalu, telah dilakukan perbaikan yang menyangkut keselarasan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pembangunan daerah, serta capaian indikator kinerja pembangunan.

Ikhtiar itu, kata Wagub, berhasil mengantarkan NTB memperoleh nilai SAKIP B dari yang sebelumnya selalu CC.

“Semoga tahun ini dapat meraih nilai yang lebih baik lagi, dari tahun sebelumnya ya,” harapnya.

Wagub  menyambut baik upaya Kemenpan RB mengawal pembenahan reformasi birokrasi. Terlebih dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang SAKIP, dan Peraturan Menpan Tahun 2015,  tentang pedoman evaluasi atas implementasi Sakip,  mewajibkan  instansi pemerintah untuk menyusun perencanaan, pelaporan dan evaluasi,.

Hal itu merupkan wujud pertanggungjawaban atas segala tugas dan kewajiban yang dijalankan, untuk kemudian diinformasikan kepada publik.

Hal itu disampaikan Wagub saat menerima tim dari Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yang mengadakan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip/LKJP) Reformasi Birokrasi dan zona Integritas Tahun 2017,  di gedung Graha Bhakti kantor Gubernur NTB, Senin ( 23/10) .

Ia berharap, melalui penerapan e-SAKIP untuk pertama kalinya pada tahun 2017 di seluruh perangkat daerah Provinsi NTB, diharapkan dapat menjamin sinergitas keselarasan dan konsistensi kinerja instansi pemerintah.

Wagub hadir didampingi Ketua TAPD, H. Rosyadi H Sayuti.

Lebih lanjut, Wagub menyebut, keseriusan kab/kota yang juga turut menerapkan e sakip, menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah secara bersama menghadirkan kinerja instansi yang akuntabel.

Dalam Kesempatan sama, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah 2 Kementerian PAN-RB, Dra Nadimah MBA mewakili anggota tim yang lain, menyebut tujuan timnya melakukan evaluasi bukan untuk mengaudit.

Maksudnya hanya “memotret” tentang kemajuan, progres penerimaan kebijakaan baik yang terkait dengan penerapan reformasi birokrasi, kinerja instansi dan zona integritas.

“Kehadiran kami Ini menunjukkan  mungkin lebih tepat dikatakan sebagai evaluator bukan auditor,” ujarnya.

Dengan posisi sebagai evaluator maka ada unsur pembinaan, untuk bisa melihat kekurangan, selanjutnya melakukan pendampingan untuk perbaikan yang lebih baik dalam implementasi kedepan.

Dra. Nadimah juga mengungkap, sebagai salah satu pemerintah daerah yang menjadi pilot project penerapan Sakip, Provinsi NTB pada tahun 2016 lalu berhasil menunjukkan prestasi yang menggembirakan.

Dengan total 60,64, NTB dapat meraih nilai B, disusul kota mataram dengan total  58,88 pada nilai CC dan Kabupaten Lombok Barat 50,83 nilai CC. Namun keberhasilan ini tentu harus terus ditingkatkan,demi mendukung tercapainya sasaran reformasi birokrasi, yakni mewujudkan pemerntahan yang akuntabel, efektif dan efisien, yang memberikan pelayanan publik yang baik, dan  bersih.

Sebelumnya, Kepala Biro Organisasi H. Yusron Hadi menyampaikan, kegiatan evaluasi akan berlangsung dua hari, yakni , tanggal 23-24 oktober 2017. Dijadwalkan, hari pertama ini akan berlangsung  evaluasi Sakip dan reformasi birokrasi di seluruh OPD lingkup pemprov NTB, dan hari kedua untuk evaluasi zona integritas dengab dua sampel, di RSUD Provinsi dan RSJ Mutiara Sukma.

Yusron melaporkan berbagai upaya dan terobosan dilakukan guna meningkatkan kualitas sakip/lakip di Provinsi NTB, diantaranya melalui penerapan ENTEBEPLAN, yang didalamnya memuat e-RPJMD, e-RKPD, e-KUA/PPAS. Hal ini, untuk memastikan bahwa dalam tataran perencanaan, telah diupayakan keselarasan dan konsistensi kebijakan antar dokumen dan perencanaan.

AYA

 




HJ. Erica Ajak Orang Tua Murid Kreatif Bikin Jajanan Sehat

Ibu-ibu diajak kreatif mengolah makanan sehat anak-anak di rumah dari ubi ungu, labu kuning, singkong atau jagung.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Lombok Barat-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi mengajak Ibu- ibu wali murid memperhatikan asupan gizi anaknya. Hal tersebut dikatakan saat berkunjung ke Paud Ceria Dusun Muhajirin Desa sesela Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Senin (23/10).

Erica berpesan, daripada beli jajan sembarangan, ibu-ibu diajak lebih kreatif mengolah makanan sehat untuk anak-anak di rumah dari ubi ungu, labu kuning, singkong atau jagung.

“Tolong perhatikan betul asupan gizi anak-anak kita. Jangan biarkan mereka jajan sembarangan, yang banyak mengandung pewarna pakaian, pengawet, penyedap rasa dan pemanis buatan,” katanya.

Di hadapan para orang tua murid, para guru, kades dan para kader PKK Provinsi NTB dan PKK Kabupaten Lombok Barat, Bunda PAUD itu menegaskan, secara ekonomi, jajanan sehat produksi rumah tangga sendiri  jauh lebih murah, dan dari segi kesehatan manfaatnya sangat luar biasa.

Hj. Erica juga tak henti-hentinya mengingatkan peran orangtua dalam mendampingi dan membatasi tontonan anak di televisi, mengawasi pergaulan anak, dan mewaspadai predator anak.

Pada kesempatan yang sama bertempat di kantor Camat Gunung Sari, ia mengapresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK Lombok Barat yang telah memperoleh juara terbaik I tertib administrasi di tingkat Nasional beberapa waktu lalu, dan capaian penurunan angka pernikahan usia dini di Kabupaten Lombok Barat.

PKK Provinsi NTB juga mendukung semua lomba yang akan diikuti  oleh tim PKK Lombok Barat yaitu lomba penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan lomba cipta menu ikan di tingkat nasional pada 2018 mendatang.

Asisten I, Drs. Halawi Mustafa, mewakili Bupati Lombok Barat yang berhalangan hadir menyampaikan, acara roadshow kali ini dapat dijadikan momen untuk semakin mengukuhkan kerja nyata pengurus dan kader PKK bagi masyarakat.

PKK sesuai perannya sebagai pemberdaya keluarga diharapkan dapat mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mampu mengajak berbagai pihak untuk terus bekerjasama berkontribusi dalam menyukseskan program KB.

Ketua TP PKK kabupaten Lombok Barat, Hj. Haeratun Fauzan Khalid melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka HKG PKK KB-Kesehatan ke 45 di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan yang tgelah dilaksanakan, yakni lomba penyuluh pola asuh anak dan remaja se-kabupaten Lombok Barat, lomba paduan suara pengurus TP PKK Lobar, lomba bunda dan balita mengaji, cerdas cermat kader PKK, sosialisasi tanaman obat keluarga, sosialisasi promosi buku pramuka dan kunjungan pada kegiatan posyandu dengan memberikan sosialisasi tentang pendewasaan usia perkawinan.

Diberitahukan juga beberapa keberhasilan yang telah dicapai TP PKK Lobar yaitu desa Senggigi Batu layar sebagai juara 1 lomba PKDRT tingkat Provinsi NTB dan akan mewakili lomba PKDRT pada tingkat nasional, juara 1 Lomba masak serba ikan tingkat provinsi NTB dan akan mewakili pada tingkat Nasional pada 2018 nanti.

Selanjutnya Ketua TP PKK NTB didampingi Wakil Ketua TP PKK I NTB, Hj. Syamsiah Amin dan Wakil Ketua II Hj. Ikhsanti Komala Rimbun menyerahkan bantuan dari dinas kesehatan Provinsi NTB.

Bantuan berupa pemberian Makanan Tambahan ibu hamil dan Mp ASI, bantuan dari Dinas Perindustrian Provinsi NTB berupa peralatan perbengkelan, Dinas Sosial Provinsi NTB berupa peralatan sekolah dan kebutuhan makanan, dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Barat untuk kelompok pembudidaya ikan Desa Mekarsari dan bantuan dari TP PKK Provinsi NTB kepada TP PKK Lobar.

AYA




Jelang Musda, IJTI NTB Bentuk Panitia

Agenda kegiatan untuk mensuport pelaksanaan Musda ketiga, yakni Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) dan seminar yang dirangkaikan dengan Musda pemilihan Ketua baru.

MATARAM.lombojournal.com — Sebagai langkah terus menghidupkan  organisasi serta proses regenerasi dalam tubuh organisasi insan pertelevisian di NTB,

IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) NTB sebagai salah satu wadah organisasi jurnalistik segera meregenerasi kepengurusannya, setelah kepengurusan periode kedua di bawah kepemimpinan Herman Zuhdi (periode 2015-2017), pungkas melaksanakan tugas selama tiga tahun.

Sebagai bentuk komitmen membangun organisasi yang sehat dan simultan,m usyawarah Daerah (Musda) Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia wilayah NTB akan segera digelar menyusul akan demisionernya kepengurusan lama pada 8 Nopember 2017 nanti.

Guna mensukseskan gawe besar organisasi IJTI tersebut forum kepanitiaan kecil pengurus IJTI NTB kembali dibentuk  dalam rapat perdana yang digelar di Caffe Mogen Gomong Mataram, baru-baru ini. Kepanitiaan ini direncanakan akan akan menghandel 2 item agenda kegiatan untuk mensuport pelaksanaan Musda ketiga, yakni Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) dan seminar yang dirangkaikan dengan Musda pemilihan Ketua baru.

Ketua IJTI NTB Herman Zuhdi mengatakan, Forum kecil ini akan difokuskan pada pembentukan panitia, dimana selanjutnya akan intens melakukan komunikasi dengan pengurus IJTI Pusat.

“Kesibukan kita nantinya selain fokus pada pembentukan panitia, kita juga akan intens melakukan komunikasi dengan IJTI Pusat. Koordinasi berupa surat mandat untuk pelaksanaan Musda sesuai juknis pelaksanaan Musda,” katanya.

Sebagai bentuk transparansi Herman menyampaikan, dalam pelaksanaan Musda dan UKJ nanti nilai dana yang telah tersedia sebesar 150 juta rupiah. Dana ini bersumber dari dana anggaran rutin Dishubkominfo NTB.

” Dana pelaksanaan Musda dan Uji Kempetensi, dana IJTI yang dititip dari Kominfo. Jadi seluruh pertanggungjawaban harus sesuai dengan pertanggungjawaban Kominfo.Teman – teman perlu dipahami bahwa dana ini selebihnya harus melalui kominfo. 150jt untuk dua kegiatan. Jadi setiap kegiatan anggaran ini akan terdata rapi dan erencana dari Kominfo,” jelasnya.

Anggota IJTI NTB Abdi Ananta berharap agar kepengurusan IJTI NTB yang baru tidak boleh lepas dari peranan Ketua dan Sekjen IJTI NTB lama. Menurutnya, kondisi yang ada saat ini keberadaan IJTI masih tetap dirasakan para anggota meski kegiatannya terkesan lengang.

“Teman – teman sejauh ini tetap merasakan keberadaan IJTI meski kegiatan yang dilaksanakan terbilang masih lengang namun tak tentu dikatakan vakum. Saat ini kita hanya butuh orang yang intens di kesekratariatan untuk kepengurusan. Harapan saya yang akan nyalon nanti senior maupun junior tidak masalah yang jelas mereka punya inovasi, visi dan misi untuk kemajuan iIJTI kedepannya,” harapnya.

Setelah melalui tahap seleksi dan diskusi forum, ditetapkan panitia untuk kegiatan Musda dan UKJ yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Berikut struktur pantia yang dibentuk:

Ketua Panitia                                   :  Abdi Ananta (Lombok Post TV)
Sekretaris                                        :  Hari Kasidi (iNews TV)
Bendahara                                       :  Andar (Antara TV)
Seksi Perlengkapan                         :  Idrus Jalmonadi (Sasambo TV)
Seksi Acara                                      :  Misbariyudin (Get! TV)
Publikasi dan Dokumentasi              :  Dani (NET TV)
AYA



KEK Mandalika, Target Tahun 2019 Dibangun 2 Ribu Kamar

Selain dibangun sirkuit kelas dunia, convention center dan 7 hotel terealisasi  tahun 2019

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan, pemerintah selain telah membangun infrastruktur fisik yang menyebar di seluruh Indonesia.  Pemerintah juga mengembangkan 3 macam infrastruktur industri, yaitu Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan kawasan strategis pariwisata nasional.

Mandalika adalah KEK sekaligus kawasan strategis parwisata nasional. Hal itu disampaikan Darmin Nasution, menjelang peresmian beroperasinya KEK Mandalika di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah,  Jum’at (20/10).

Dalam mendorong kesejahteraan masyarakat berbagai upaya perlu dilakukan. “Untuk itu, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pengusaha mendorong pengembangan kawasan industri, KEK, dan kawasan strategis pariwisata nasional,” ujar Darmin.

KEK Mandalika, terang Menko Darmin, difokuskan untuk kegiatan utama pariwisata. ITDC bertugas untuk membangun dan mengelola KEK Mandalika. Bahkan KEK Mandalika akan diproyeksikan memiliki 10.000 kamar hotel, dengan target 2.000 kamar hotel sampai dengan tahun 2019.

“Selain itu, KEK Mandalika akan dibangun sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan 7 hotel yang diperkirakan terealisir pada tahun 2019,” jelasnya.

Sekretaris Dewan KEK Mandalika Enoh Suharto Pranoto kepada wartawan menjelaskan, KEK Mandalika mereplikasi kawasan Nusa Dua di Bali. Lebih dari itu, kawasan tersebut ditambah sirkuit balap.

“Konsepnya mereplikasi Nusa Dua, tapi ini akan lebih dikembangkan lagi, misalnya ada sirkuit MotoGP di dalam kawasan,” ujar Enoh.

Sudah ada investor yang akan membangun sirkuit balap. Bulan November 2017, akan dilakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak Vinci Construction Grand Project untuk pembangunan sirkuit.

Sejumlah pejabat negara nampak ikut dalam peresmian KEK Mandalika, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri PU PR Basuki Hadimulyono, Menteri Agraria dan Tara Ruang BPN Sofyan Djalil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

AYA

BACA JUGA : Resmikan KEK Mandalika, Presiden Joko Widodo Titip Lima Pesan




Resmikan KEK Mandalika, Presiden Joko Widodo Titip Lima Pesan

Presiden tegaskan perlu kontrak jelas dengan investor, jika 6 bulan proses konstruksi tidak dimulai kontraknya langsung dicabut

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo meresmikan mulai beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Pantai Kute kawasan Mandalika  Kab. Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat, Jum’at ( 20/10).

Tiba di lokasi peresmian tepat pukul 10.35 Wita, Presiden didampingi Menko bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Mentri BUMN, Rini Soemarno, Menpar, Arief Yahya dan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang lebih dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB), disambut tarian Sedah Pangkesaman sebuah tradisional Sasak, yang secara khusus disajikan menyambut tamu-tamu kehormatan.

Saat meresmikan, Presiden  Joko Widodo mengatakan, permasalahan KEK Mandalika  hampir selama 26 tahun terkatung-katung dan belum dapat dirampungkan permasalahannya. Lamanya proses pembebasan di KEK Mandalika menyebabkan terhambatnya proses investasi.

“Setelah saya telusuri ternyata lamanya proses pembebasan lahan tersebut terletak pada perlunya payung hukum atau Inpres terkait pembebasan lahan,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden bersama dengan jajarannya melakukan rapat untuk membuat Inpres pembebasan lahan, dan dalam 2 bulan proses pembebasan lahan berjalan dengan lancar.

Presiden menegaskan untuk merinci permasalahan yang ada kepada pimpinan agar masalah tidak berlarut-larut.

KEK Mandalika adalah proyek yang berdampak langsung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena dapat menyerap tenaga kerja sekitar 58.000 orang dengan investasi yang berjalan sekitar Rp. 13 triliun.

“Kawasan ini akan terus berkembang dan masyarakat akan merasakan manfaatnya,” ujar Jokowi.

Presiden sempat menitip pesan khusus kepada Gubernur dan Bupati bersama Forkopimda. Pesannya, antara lain pertama, menghijaukan KEK Mandalika.

“Penghijauan ini penting untuk membuat kawasan ini menjadi cantik. Menanam pohon harus dirawat, jangan hanya ditanam saja,” tegasnya.

Kedua, ITDC harus menyiapkan pasar cinderamata. “Siapkan lahan untuk pasar cinderamata, agar masyarakat merasakan ikut menikmati adanya kawasan ini,” ujarnya.

Ketiga, karakter bangunan di KEK Mandalika harus ada diferensiasi/pembeda dengan daerah lain. Provinsi NTB memiliki kekuatan arsitektur yang baik.

“Kekuatan karakter kedaerahan harus dimunculkan,” kata Presiden.

Keempat, perlu untuk menata cafe dan homestay dengan baik serta menyiapkan toilet yang berstandar internasional.

“Mumpung pembangunan KEK Mandalika baru titik nol dimulai. Jadi, penataan kawasan ini betul-betul terkonsep dengan baik. Karena kita ingin kawasan mandalika ini menjadi kawasan yang besar bagi pariwisata Indonesia yang akan memberikan dampak kepada NTB,” ucap Presiden.

Kelima, kepada investor harus ada kontrak yang jelas. Jangan sampai di dalam kontrak tidak ada ketetapan waktu dimulainya proses konstruksi.

“Kontrak beri waktu 6 bulan, jika belum dilakukan proses konstruksi pada waktu 6 bulan, setelah kontrak ditandatangani maka kontraknya langsung dicabut,” tegasnya.

Presiden Jokowi meminta agar didalam kontrak harus ada klausul bahwa dalam 6 bulan harus dimulai proses konstruksi/pembangunan.

AYA

BACA JUGA: KEK Mandalika, Target Tahun 2019 Dibangun 2 Ribu Kamar

 




Presiden Jokowi; “Alumni Al-Azhar Dapat Membangun Pemahaman Moderasi dan Toleransi”

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menegaskan, Al-Azhar merupakan institusi besar yang melahirkan orang-orang dengan pemikiran besar.

MATARAM.lombokjournal.com — Jokowi menegaskan itu saat menutup Konferensi Internasional Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa Nasional  IV Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia, di Islamic Center NTB, Kamis (19/10).

Penutupan tersebut ditandai pemukulan Bedug oleh Presiden didampingi Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi selaku Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) cabang Indonesia,  Mustasyar, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA dan menteri agama RI, Lukman Hakim Saifudin.

Para ulama dari berbagai negara dan ribuan santri ikut menyaksikan. Hadir juga sejumlah menteri mendampingi kunjungan Presiden di Bumi Seribu Masjid ini.  Presiden  tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.

“Dengan pemikiran besar itu, menurut Jokowi, alumni-alumni Al-Azhar dapat membangun pemahaman masyarakat tentang moderasi dan toleransi. Karena moderasi dan toleransi merupakan hal penting bagi sebuah bangsa dengan masyarakat yang penuh keberagaman, baik agama, suku maupun bahasa,” kata Jokowi.

Presiden kelahiran Solo, Jawa tengah itu, juga sempat mengisahkan pertemuan-pertemuannya dengan Presiden, Perdana Menteri, atau Kepala Pemerintahan serta tokoh-tokoh dunia pada konferensi dan berbagai summit.

Hal  utama yang diceritakannya, kata Jokowi, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Hal kedua yang  disampaikan Presiden Jokowi kepada kepala-kepala negara di dunia, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, sekitar 250 juta jiwa, 17 ribu pulau, dan lebih 1.100 bahasa.

Indonesia yang besar ini menurutnya, tidak banyak diketahui oleh tokoh-tokoh dunia. “Banyak yang terkaget-kaget saya ceritakan ini,” ungkap Jokowi di hadapan sekitar seribu masyarakat dan peserta konferensi yang hadir.

Negara yang besar ini lanjut Jokowi, dengan kamajemukan masyarakatnya seperti perbedaan agama, suku dan bahasa merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri. Sehingga perlu dirawat dengan sungguh-sungguh dan dikelola dengan baik serta penuh kehati-hatian.

“Ada pesan beliau yang masih saya ingat, kalau ada gesekan kecil segera selesaikan,” ungkap Jokowi ketika menceritakan pesan Presiden Afganistan kepadanya saat bertemu dalam sebuah konferensi.

Karenanya, Jokowi mendukung tema yang diusung dalam konferensi tersebut, yaitu Moderasi Islam: Dimensi dan Orientasi. Terlebih menurut Jokowi, bagaimana membangun dakwah yang merangkul semua, terutama anak-anak muda dengan metode-metode efektif seperti media sosial.

Di era milenia saat ini dakwah di media sosial dapat dikatakan efektif untuk merangkul anak muda. Dengan demikian, moderasi dan toleransi dapat dipahami dan diterima oleh para generasi muda.

“Kewajiban kita bersama ke depan adalah  membangun dakwah-dakwah untuk generasi milenia, agar moderasi Islam dan tolerasi dipahami betul oleh anak-anak muda kita,” kata presiden.

Karena itu, Jokowi mengajak semua untuk membangun ukhawah islamiah, ukhawa wataniah, ukhawa basyariah kita. Karena inilah yang dibutuhkan negara ini dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan Negara-negara lain.

Presiden menutup konferensi dengan harapan hasil-hasil konferensi yang ada dapat bermanfaat untuk membangun moderasi dan toleransi di tengah-tengah masyarakat.

AYA/Hms




Presiden Jokowi Berharap Alumni Al-Azhar Tularkan ajaran Islam Moderat

Didampingi Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, Presiden Jokowi memukul gendang beleq tandai penutupan konferensi alumni Al-Azhar

Presiden Jokowi di konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia di Islamic Center Mataram, Kamis (19/10)

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebagai salah satu Negara Muslim Terbesar di dunia, Indonesia memiiki berbagai jenis keberagaman masyarakat. Sebagian besar merupakan pemeluk Islam, namun di dalamnya juga terdapat dan hidup masyarakat dengan latar agama, suku, bahasa dan budaya berbeda

“Karena itulah, untuk bisa tetap menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan, maka  toleransi dan saling menghargai merupakan kata kunci yang harus senantiasa dijaga,” kata Presiden Jokowi saat menutup acara konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia di Islamic Center Mataram, Kamis (19/10)

Ia mengatakan, sebagai institusi pendidikan besar dengan alumni yang memiliki pemikiran besar, dirinya memiliki harapan besar, alumni Al-Azhar bisa terus menularkan ajaran Islam yang moderat, dengan penuh kedamaian dan kesejukan

“Saya berharap Alumni Al-Azhar bisa menularkan ajaran yang penuh kedamaian dimana-mana” tegasnya

Ia menyatakan, dengan kemajemukan yang dimiliki bangsa Indonesia, betapa toleransi menjadi sangat penting dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, itulah kenapa kemudian kenapa ia hadir di acara konferensi internasional, supaya itu bisa ditularkan di tengah masyarakat

“Kenapa saya hadir disini, karena saya sadar betapa toleransi ini sangatpenting,” tegas presiden.

Dengan keberagaman bangsa Indonesia dalam banyak sisi tersebut, harus bisa tetap dirawat.Sebab kalau tidak akan berpotensi menimbulkan perpecahan dan persatuan. “Itulah, kenapa setiap ada gesekan sekecil apa pun di tengah masyarakat, harus segera diselesaikan,”  kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan, ke depan dunia global terus berubah.  Sekarang dengan adanya medsos, semuanya sangat dimudahkan, informasi dan dakwah begitu banyak bertebaran, tapi harus hati – hati, kalau tidak di saring bisa mempengaruhi karakter dan perilaku bangsa kita, persatuan serta prilaku anak didik kita.

Penutupan konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia ditandai pemukulan bedug, yang di dampingi  Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dan para tokoh agama lulusan Al- Azhar.

AYA