TGB Bicara Kejujuran, Agama dan Karakter Pancasila di Universitas Kristen

Kata TGB, Pancasila itu adalah kemanusiaan yang berketuhanan

lombokjournal.com

Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) menegaskan, kejujuran merupakan pondasi atau sumbu yang menentukan kadar integritas sesorang.

Sedangkan integritas atau karakter yang baik merupakan modal utama mewujudkan bangsa yang kuat dan maju. Dengan kejujuran, seseorang memiliki integritas.

Gubernur TGB memaparkan itu saat memenuhi undangan Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Dr. Maruarar Siahaan, SH.MH sebagai narasumber pada kuliah umum mahasiswa  UKI, di Kampus UKI di Jakarta, Jum’at (27/10), dengan tema “Pendidikan Wawasan Kebangsaan Pada Generasi Milenial”.

Menurut TGB, untuk mencapai kemajuan yang besar disegala bidang, bangsa  ini harus didukung dan dibangun oleh generasi muda berkarakter kuat. Yakni generasi muda yang memiliki integritas pribadi dan sosial yang baik, moralitas yang kuat serta kejujuran yang tinggi.

Di hadapan sekitar 200 mahasiswa, TGB mengungkapkan pandangannya tentang agama dan hubungannya dengan Pancasila. Tuan Guru Bajang memaknakan Pancasila  sebagai ” Kemanusiaan  yang Berketuhanan Yang Maha Esa”.

Menurutnya, agama merupakan modal terpenting dan utama dalam membangun bangsa. Dan nilai nilai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat didalam wadah NKRI ini, termasuk Pancasila bersumber dari norma dasar dan meta norma  yang diambil dari nilai nilai ajaran agama.

“Pancasila adalah modal penting membangun bangsa,” kata TGB.

Tidak ada  satu pun nilai Pancasila sebagai dasar negara yang bertentangan dengan agama. Bahkan, nilai-nilai tersebut sangat fundamen dalam kehidupan manusia.

Karena itu, TGB mengajak para pemuda untuk membangun karakter yang kuat untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih baik.  Terlebih pancasila ini merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa sebagai modal sosial bagi warga negara.

Dengan modal ini, bangsa Indonesia akan lebih maju seiring semakin cerdasnya para pemuda memandang dan mencermati modal sosial tersebut.

“Maka, ketika ada yang bertanya kepada saya, Tuan Guru, kalau dalam satu kalimat menurut Tuan Guru, Pancasila itu apa? Saya sampaikan, kalau dalam satu kalimat bagi saya, pancasila itu adalah kemanusiaan yang berketuhanan,” ungkap Gubernur Alumni Al-Azhar tersebut.

Menurut TGB, dari lima sila yang ada di pancasila tersebut, empat diantaranya berbicara tentang kemanusiaan dan satunya berbicara tentang ketuhanan.

Sebagai modal sosial dan hasil konsensus para pendiri bangsa, TGB mengajak  seluruh mahasiswa yang hadir untuk betul-betul menghiasi ranah kehidupan dengan nilai-nilai baik yang ada dalam Pancasila.

Termasuk, jika suatu saat nanti para mahasiswa terjun ke dunia politik dan mengemban tugas besar untuk memperbaiki bangsa.

Praktik-praktik politik yang baik harus ditradisikan mulai saat ini, ajaknya. Generasi muda juga perlu mambangun karakter yang baik sejak dini dengan menjalankan ajaran agama,” tegas TGB.

Apalagi saat ini, generasi muda sudah masuk ke era milenial, dimana seluruh informasi yang terjadi di belahan dunia dapat diakses oleh siapa pun.  Era milenial tidak perlu dilawan atau dijadikan ancaman. Justru momentum itu harus dijadikan peluang untuk menyebar dan berbagi informasi tentang pengalam-pengalaman hebat kita.

“Generasi milenial merupakan generasi yang membangun kebersamaan melalui persahabatan dan pertemanan.,” katanya.

Sebelumnya Rektor UKI, Dr. Maruarar Siahaan mengapresiasi TGB yang menghadiri undangan sekaligus berbagi pengalaman dan wawasan kepada seluruh mahasiswanya. Kehadiran TGB tersebut harus dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa untuk menyerap dengan baik ilmu dan pengalaman yang disampaikan TGB.

Ia berharap, Pengalaman TGB yang sukses memimpin NTB serta wawasan kebangsaan yang dimilikinya, dijadikan modal bagi para mahasiswa jika suatu saat menjadi pemimpin di negeri ini.

Hadir juga saat itu Warek I, Dr. Wilson Rajaguguk Warek III, Dr Dhaniswara Harjono, Wakil Dekan Kerdid Simbolon dan ratusan mahasiswa UKI dan umum

AYA/Hms




TGB Apresasi Pihak Yang Perjuangkan Maulanasyeikh Jadi Pahlawan Nasional

Pemberian gelar nasional ini menegaskan, keterlibatan para ulama dalam memperjuangkan maupun mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau lebih dikenal Maulanasyeikh

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) mengapresiasi semua pihak yang ikut memperjuangkan  agar TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau lebih dikenal Maulanasyeikh mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Kabar terakhir, Maulanasyeikh masuk nominasi 5 tokoh pejuang nasional yang akan mendapat gelar pahlawan nasional. Pengumuman  secara resmi oleh pemerintah tanggal 10 November 2017 bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan tahun ini.

TGB yang juga cucu Maulanasyeikh menyatakan bersyukur dan berterima kasih. Menurut TGB, memperjuangkan untuk meraih gelar pahlawan nasional bukanlah pekerjaan sederhana, tetapi cukup berat dan berliku.

“Saya fikir ini adalah bentuk kerja dan ikhtiar dari semua pihak. Dan perjuangan ini tidaklah sederhana tetapi berat dan cukup berliku,” ungkapnya, Jumat, (27/20).

Masyarakat memberikan  dukungan dan do’a, maka pengusulan ini bisa rampung dan hasilnya baik.

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menegaskan keterlibatan para ulama dalam memperjuangkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus memperlihatkan keterlibatan tokoh-tokoh NTB.

Tak banyak orang tahu, bagaimana perjuangan masyarakat, terutama para keluarga besar Maulanasyech saling bahu membahu melengkapi berbagai dokumen dan data yang dibutuhkan, dalam pengusulan gelar kepahlawanan bagi Tuan Guru Pancor.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB menjelaskan, setelah pengusulan pertama yang oleh Kementerian Sosial melalui TP2GP,  pihaknya diminta melengkapi berbagai kekurangan yang ada dalam pengusulan. Ditambah begitu banyaknya tahapan dan proses yang  harus dilalui dan  dilakukan.

Untuk mengetahui kronologis tersebut, secara umum pengusulan gelar kepahlawanan dibagi menjadi tiga tahapan.

Pertama, gagasan pemberian gelar ini muncul pertama kali dari keluarga besar yang kemudian mendapat dukungan dari banyak pihak masyarakat NTB, termasuk semua organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan NU serta organisasi lainnya, termasuk perguruan tinggi seperti UNRAM dan UIN Mataram serta Perguruan tinggi swasta lainnya.

Dan dalam pengusulan kali ini semua bupati/walikota juga menberikan dukungannya dalam bentuk surat pernyataan resmi yang kesemua dukungan tersebut menjadi satu kesatuan dalam dokumen usulan.

Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan penggalian dari berbagai sumber, mulai dari kalangan internal Nahdatul Wathon, para sahabat Maulanasyeikh, para santri dan tokoh-tokoh di luar NW. Semua rata-rata menyampaikan, almarhum TGKH Zainuddin Abdul Madjid kalau dilihat dari jasa jasanya, baik saat memperjuangkan kemerdekaan, maupun jasa jasanya dalam menyatukan umat Islam untuk menerima ideologi negara Pancasila, memperlihatkan semangat kebangsaan dan ke-Islaman berjalan seiring sejalan.

Maka sangat layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Pemerintah Provinsi NTB melalui  Dinas Sosial melakukan kajian-kajian mulai dari diskusi, seminar dan penelusuran berbagai dokumen baik di perpustakaan dan arsip nasional ataupu pun di MUI pusat dan bahkan sampai Makasar dan Sumatera.

Kedua, ide ini kemudian diperkuat dengan membentuk Tim Pengkajian yang terdiri dari tiga tim.

Tim pertama, melakukan kajian dan pembuatan naskah akademik dalam bidang perjuangan kebangsaan. Tim kedua, melakukan kajian dan pembuatan naskah akademik dalam bidang pendidikan. Kemudian tim ketiga melakukan kajian, dan pembuatan naskah akademik tentang karya-karya maulanasyech maupun karya org lain tentang Maulanasyeikh.

Semua itu melalui proses yang tidak mudah karena juga harus melibatkan banyak pihak untuk mendapat hasil kajian berdasarkan fakta-fakta, dokumen dan sumber.

AYA/Hms




KEK Mandalika Peluang Besar Bagi UKM Olahan Makanan

KEK Mandalika juga membuka kesempatan untuk peningkatan perekonomian masyarakat pesisir

MATARAM.lombokjournal.com – Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika oleh Presiden Joko Widodo baru-baru ini, dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha industri. Terutama bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) olahan makanan.

Sebab itu perlu adanya kolaborasi antara pariwisata dengan pelaku usaha industri di NTB.

“Home industri yang punya produk akan sangat bagus dipromosikan di KEK tersebut,” ungkàp Kasubdit Tanaman Pangan, Holtikultura, Perikanan dan Peternakan Kementerian Perdagangan, Andria Zubir SE, di Mataram, Kamis 26/10).

Ia menyatakan, hal ini bisa berjalan dengan baik. Namun semua kembali pada pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

KEK Mandalika membuka lebar pasar bagi mereka. Banyak wisatawan asing maupun nusantara yang akan datang ke kawasan tersebut. Mereka tentu ingin merasakan atau membawa sesuatu ke daerah asal mereka.

“Akan ada yang ingin mereka bawa dan rasakan dari NTB,” sambungnya.

Hal ini yang harus diperhatikan pemerintah setempat maupun NTB. Pemerintah dan pelaku usaha perlu menyesuaikan produk yang ingin dijual dengan selera wisatawan. Baik itu wisatawan asing maupun nusantara.

Sebab itu, pemerintah khususnya Dinas Pariwisata perlu memetakan wisatawan yang datang ke KEK Mandalika nantinya.

“Apakah dari China, Malaysia atau justru lokal,” tukasnya.

Pemetaan tersebut untuk mempermudah pemerintah dan pelaku usaha industri menyajikan produk sesuai dengan selera wisatawan. Misalnya kunjungan lebih banyak wisatawan yang datang dari Eropa, maka produk olahan nantinya akan menyelipkan selera wisatawan tersebut.

Tentunya tanpa merubah keaslian dari produk tersebut.

“Sekarang tergantung pelaku usaha bagaimana memanfaatkan situasi itu,” pungkasnya

Kemendag sendiri diakui Andria sangat mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan usaha mereka.  Semua pelaku usaha diberikan kebebasan untuk berinovasi dengan produk yang akan dihasilkan.

Terlebih lagi saat ini merupakan era persaingan yang cukup ketat. Para pelaku usaha harus terus berinovasi menghasilkan produk terbaik untuk dijual.

Hadirnya KEK Mandalika juga membuka kesempatan untuk peningkatan perekonomian masyarakat pesisir. Mereka bisa mengembangkan usaha beberapa komoditi perikanan dan kelautan.  Seperti sea food hingga olahan rumput laut.

Banyaknya wisatawan yang hadir membuat penghasilan mereka semakin meningkat.

“Dampaknya sangat bagus dan besar bagi mereka kelak,” pungkasnya.

AYA




Kosmetik Ilegal Beredar di NTB Tanpa Ijin BBPOM.

Oknum produsen menggunakan ijin edar orang lain

Drs Ondri Dwi Sampurna

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) RI mengakui, kosmetik illegal masih beredar bebas di pasar, termasuk di pasar NTB.

Untuk mengatasi hal tersebut, BBPOM tentu tak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga dihimbau untuk ikut bekerjasama membantu BBPOM.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional Kosmetik dan Produk Komplemen  BPOM RI Drs Ondri Dwi Sampurna mengakui banyak kosmetik illegal beredar di pasar tradisional. Berdasarkan data BBPOM RI, peredaran kosmetik illegal sebesar 17 persen. Meski tak terlalu besar namun hal tersebut tetap harus menjadi perhatian BBPOM.

“Bagi kita itu tetap masih tinggi,” ujarnya usai pembukaan kegiatan sosialisasi ketentuan persyaratan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan BBPOM RI, di Mataram, Kamis (26/10).

Ia mengatakan, perlu ada tindak lanjut dan penelusuran lebih lanjut. BBPOM Mataram harus lebih intens melakukan pemeriksaan terhadap produk tersebut.

“BPOM Mataram harus lebih Intens lagi dalam pemeriksaan.” ujarnya

Terutama terkait ijin edar dari BBPOM sendiri. Ijin edar yang berada di produk kosmetik seringkali bukan berasal dari BBPOM. Oknum produsen menggunakan ijin edar orang lain.

“Bahkan mereka buat sendiri,” akunya.

Produk yang tidak memiliki ijin edar sah harus ditarik dari pasaran. Hal ini dilakukan agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat luas. Ini juga sekaligus menghindarkan masyarakat terhadap bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan.

Berbagai upaya dapat dilakukan untuk menekan peredaran kosmetik illegal di pasar. Mulai dari penelusuran terhadap distributor hingga produsen kosmetik-kosmetik tersebut.

Hal ini bisa didapatkan dengan adanya kerjasama dari masyarakat untuk melapor setiap temuan. Namun ia yakin jika distributor kosmetik illegal tersebut bukan dari NTB.

Ia menambahkan, distributor dan produsen kosmetik illegal ini sangat perlu ditelusuri. Hal ini dilakukan agar bisa menekan jumlah sebaran kosmetik illegal di pasar.

Disamping itu, BBPOM RI terus melakukan edukasi terhadap masyarakat luas agar lebih cerdas dalam membeli.

“Ketika mereka tahu itu tidak berijin mereka tidak akan pakai,” pungkasnya.

Selain pasar tradisional, peredaran kosmetik illegal di online juga perlu diawasi. Bea cukai mencatat, banyak kosmetik yang masuk Indonesia melalui pembelian online. Sementara produk tersebut banyak yang diduga tidak memiliki ijin edar di Indonesia.

“Ini juga yang terus kita awasi,” pungkasnya.

AYA




Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan ke-X di Mataram

Provinsi NTB baru pertamakali menjadi tuan rumah seminar yang rutin digelar setiap dua tahun sekali

MATARAM.lombokjournal.com  — Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut positif penyelenggaraan Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan ke-X di Mataram, NTB, pada Kamis (26/10) hingga Jumat (27/10).

Asisten I Budaya, Pemerintahan, dan SDM Pemerintah Kota Mataram, I Made Swastika mengatakan, tradisi lisan merupakan kekayaan bangsa yang tidak boleh hilang dan harus dilestarikan. Nilai-nilai budaya merupakan perekat dan juga menjadi sarana dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Kita hidup dari budaya. Saat ini, tradisi lisan mulai terpinggirkan karena dunia modern,” ujar Swastika saat membuka seminar internasional Tradisi Lisan di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB, Kamis (26/10).

Pemkot Mataram, mendukung seminar tentang tradisi lisan dalam upaya menjaga keberlangsungan budaya Indonesia. Swastika berharap, seminar ini memunculkan rekomendasi dan konsep yang kuat dalam upaya menjaga kelestarian tradisi lisan ke depan, baik untuk Kota Mataram, dan juga Indonesia.

“Meski masih ada yang masih terjaga (tradisi lisan). Ini seminar yang bagus dalam melestarikan budaya kita,” lanjut Swastika.

Provinsi NTB sendiri baru pertamakali menjadi tuan rumah seminar yang rutin digelar setiap dua tahun sekali. Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat Prudentia mengatakan, pemilihan Mataram sebagai tuan rumah tak lepas dari keinginan Pemerintah Kota Mataram yang mengajukan diri sebagai tuan rumah seminar.

“Mataram sudah dua tahun lalu mengajukan diri. Ini terobosan baru karena sebelumnya digelar di Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan,” pungkasnya

AYA




TNI Manunggal Membangun Desa Menghidupkan Gotong Royong

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke100 resmi berakhir

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-100 tahun 2017 resmi berakhir. Upacara penutupan berlangsung di  Lapangan Tioq Tata Tunaq Desa Tanjung Kec. Tanjung Kab. Lombok Utara, Kamis (26/10)

Kegiatan TMMD yang ke-100  berlangsung satu bulan dilaksanakan di Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten  Lombok Utara.

Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A bertindak sebagai  inspektur upacara.  Dalam kesempatan itu, Danrem 162/WB membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat RI.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada anggota Satgas TMMD dan seluruh masyarakat serta pemerintah Daerah dan seluruh instansi terkait, yang membantu dan bekerjasama menyelesaikan berbagai program TMMD ke-100 baik sasaran fisik maupun sasaran non fisik.

Kegiatan fisik TMMD ke-100 berupa pembangunan jalan baru sepanjang 1500 meter dengan lebar 7 meter, pembangunan duiker plat beton tipe W1 di Desa Persiapan Menggala Kec. Pemenang. Di Desa Rempek berbagai sasaran fisik telah diselesaikan, seperti  pembangunan jalan dan pengerasan jalan sepanjang 415 meter dengan lebar 4 meter.

Selain itu, pembangunan talud pengaman badan jalan dengan tinggi 3 meter dan panjang 40 meter serta pembangunan kamar mandi di Ponpes Hidayaturrahman NW 2 yang berada di Desa Bentek juga telah selesai dikerjakan dengan baik dan tepat waktu.

“Melalui kegiatan TMMD ini, kita bangkitkan kembali pembangunan Desa yang selaras dengan program dari Presiden yakni membangun melalui pinggiran,” ucap Danrem.

Danrem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf, M.A., juga menyampaikan, bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan yang cukup komplek. Seperti radikalisme, adanya upaya memecah belah masyarakat, sikap hedonisme, dan adanya keinginan dari golongan tertentu untuk mengganti ideologi Pancasila.

“Bila berbagai persoalan tersebut tidak segera kita atasi maka akan melumpuhkan  negara,” tegasnya.

Kegiatan TMMD diharapkan dapat membangkitkan kembali sistem imunitas bangsa dan rakyat. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat  menghidupkan kembali budaya gotong royong yang belakangan ini sudah mulai tergerus jaman.  Perkembangan globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi membuat masyarakat cenderung bersikap individualisme dan hedonisme.

Kegiatan TMMD ini juga merupakan perekat hubungan TNI dengan rakyat, karena pelaksanaan kegiatan TMMD Satgas TMMD diwajibkan untuk tinggal dan tidur dirumah masyarakat. Ini bertujuan lebih mendekatkan TNI dengan rakyat.

Selama mereka tinggal bersama warga maka para anggota Satgas TMMD ini akan berbaur dengan masyarakat,  dapat bertukar fikiran dan bertukar pengalaman.

Dengan kebersamaan dan bersatunya TNI dengan rakyat, maka pembangunan dapat terus dilaksanakan sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat. “Bila rakyat sejahtera maka bangsa kita akan semakin kuat dan semakin maju,” katanya.

Pada kesempatan sama Bupati Kab. Lombok Utara, Najmul Ahyar apresiasi kepada TNI. Keberadaan TNI sungguh sangat membantu dalam mengatasi kesulitan masyarakat, bukan saja dalam kegiatan TMMD tetapi juga pada moment lain di keseharian.

Bupati berharap, kebersamaan ini akan tetap terjaga sehingga soliditas TNI dengan rakyat dapat terus berjalan terutama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Hadir dalam kegiatan upacara penutupan tersebut yaitu Danrem 162/WB, Dandim se Pulau Lombok,  Bupati Kab. Lombok Utara, FKPD dan SKPD Kab Lombok Utara , Para Kasirem 162/WB, Dan/Ka/Pa Satdisjan Rem 162/WB, Kapolres KLU, Para Asisten KLU, Kadis PU dan Pertanian KLU, Muspika Kec Pemenang dan Gangga, Kades se Kec Pemenang dan Gangga, Toga, Tomas, Todat dan Toda, Ketua Persit Koorcab Rem 162, Ketua Persit Cabang KLU.

AYA




Pesona Wisata NTB Memikat Uni Eropa, 15 Konsulat Kunjungi Lombok

NTB merupakan daerah tujuan ketiga bagi para turis Eropa, setelah Jawa dan Bali.

MATARAM.lombokjournal.com — Mengaku kagum dan terpikat dengan pesona destinasi wisata NTB, hari Senin (25/10-2017) sebanyak 15 konsulat yang mewakili 30 negara Uni Eropa datang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Para konsulat yang mengaku merasa penasaran akan keunikan pariwisata lombok sumbawa itu, diterima resmi Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh. Amin, SH M.Si didampingi,Kapolda NTB, Danlanal, Danlanud, Danrem 162 Wirabhakti, Kakannwil Imigrasi, Badan Promosi Pariwisata NTB serta jajaran pejabat Pemprov NTB di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB di Mataram.

Rombongan konsulat Uni Eropa yang dipimpin Minister/Deputy Head of Delegation Chair EU Consular Group, Charles Michel Geurts, mengaku senang sekali dapat hadir di Lombok berasama 15 perwakilan negara Eropa, mewakili 30 negara uni Eropa.

Diantaranya berasal dari Belgia, Bulgaria, Finlandia, Spanyol, Kroasia, Italia,Belanda, Polandia, Portugal, Swedia, Jerman, Republik Slovakia dan Inggris.

Charles Michel Guerts mengaku gembira jika 500 juta orang di 30 negara itu bisa datang ke Lombok.

Ia mengungkapkan, NTB merupakan daerah tujuan ketiga bagi para turis Eropa, setelah Jawa dan Bali. Untuk itu ia menyambut baik rencana Pemprov NTB segera membuka rute penerbangan internasional langsung ke Lombok.

Sehingga Lombok bisa menjadi tujuan utama para wisatawan mancanegara, tanpa harus singgah terlebih dahulu di daerah lain.

Ia dan Rombongan mengunjungi Lombok, untuk melakukan pendekatan otoritas lokal, terkait kekonsuleran sekaligus guna melihat secara lebih dekat potensi wisata di Provinsi Seribu Masjid ini.

Atas tingginya ketertarikan akan pesona lombok, ia dan perwakilan semua negara yang hadir mengaku telah turut mempromosikan Lombok di negaranya.

” Kami sudah mempublish di web travel advice tentang pesona lombok,”tuturnya.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan warga negaranya, Charles mengaku concern memperhatikan “nasib” warga negaranya, saat berkunjung ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Untuk itu, kesempatan bertatap muka langsung dengan para pemangku kebijakan di NTB itu ia kemudian mengajukan berbagai pertanyaan kepada pihak Pemprov NTB, untuk menggali informasi.

Berbagai isu lokal di daerah, permasalahan bidang imigrasi, keamanan, termasuk mengenai jaminan, fasilitas, alur pelayanan kesehatan bagi turis saat berkunjung ke NTB dilontarkan para konsulat kepada pihak terkait.

“Kami ingin tau apa yang harus dilakukan, kemana dan siapa yang harus dihubungi jika ada warga negara kami yang sakit, termasuk jika terjadi masalah di tempat wisata, termasuk jika terjadi masalah hukum dan keimigrasian yang mengaitkan warga negaranya.

Dengan peningkatan jumlah kunjungan warga negara kami ke Indonesia, sekitar 20-30%, maka kami semakin dituntut untuk bekerja keras melindungi warga negara kami, jelas Charles, seraya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat pemerintah provinsi NTB atas kunker rombongannya itu.

Kesempatan baik itu dimanfaatkan oleh Wagub untuk mengundang investor dari negara Uni Eropa, berinvestasi di Lombok dan Sumbawa.

“Kami ingin lebih banyak menarik investastor, baik dalam bidang pertanian, peternakan termasuk sektor pariwisata,” kata Wagub.

Wagub menyamaikan, NTB punya zona ekonomi khusus, yang hari Jumat (20/10) kemarin diresmikan Presiden RI Joko Widodo. KEK Mandalika rencananya akan menyerap 58 ribu tenaga kerja dan sudah menyerap investasi di sektor perhotelan hingga Rp13,1 triliun itu.

“Silahkan ceritakan yang baik-baik tentang NTB di negara anda, jangan khawatir untuk berkunjung ke indonesia, ke Lombok dan Sumbawa, karena Stabilitas politik dan keamanan di daerah kami ini terjamin,” ujar Wagub spontan kepada tamu-tamu asingnya itu.

Di hadapan seluruh delegasi, Wagub menjelaskan bahwa saat ini NTB sedang giat-giatnya mengembangkan potensi pariwisata, yang sepanjang triwulan II tahun 2017, tumbuh sebesar 6%. ”

Potensi pariwisata terus kami kembangkan dengan tujuan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke NTB tahun 2017, dengan target 3.5 juta turis, terdiri dari 2 juta wisatawan nusantara dan 1,5 juta wisatawan mancanegara”, jelas Wagub. Pencapaian target itu, lanjutnya diharapkan dapat memberi kontribusi 10% dari target pariwisata nasional.

Melihat potensi pariwisata yang dimilki NTB, Wagub mengungkapkan keoptimisannya NTB bisa memenuhi target yang telah ditetapkan, disertai berbagai ikhtiar demi mendukung tercapainya target tersebut.

“Pemenuhan berbagai infrastruktur dasar, termasuk sarana dan prasarana untuk menunjang industri pariwisata terus dilakukan. Berbagai bentuk promosi, baik di dalam maupun luar negeri juga makin digalakkan,”ujarnya.

Namun demikian, berbagai upaya promosi perlu didukung dengan terus mempertahankan keamanan yang kondusif ini, serta memperkuat kelancaran transportasi. Termasuk kuantitas rute penerbangan langsung dari daerah lain di Indonesia maupun dari mancanegara ke Lombok Internasional Airport (LIA).

AYA




4 Juta Wisatawan ke NTB, Optimis Dicapai Tahun 2018

Tahun ini target kunjungan wisatawan ke NTB mencapai  3,5 juta wisatawan.

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) optimistis target 4 juta kunjungan wisatawan pada 2018 dapat terealisasi.

“Saya pikir optimistis kalau melihat persiapan. Target itu tidak terlalu fantastis ya, masih realistis,” ujar Asisten II Setda Pemprov NTB Chaerul Mahsul di sela-sela rapat koordinasi tata kelola destinasi wisata NTB di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB, Rabu (25/10).

Chaerul menyampaikan, persiapan NTB dalam menggaet 4 juta wisawatan sudah dilakukan sejak jauh hari, seperti penataan destinasi wisata, kalender event yang terjadwal, dan juga dalam hal strategi promosi.

“Bahkan, kita terbantu dengan promosi Vlog Presiden Jokowi (di Mandalika) yang jadi viral,” lanjut Chaerul.

Jika dilihat dari data kunjungan wisatawan pada 2016, NTB berhasil meraih kunjungan wisatawan hingga 3,2 juta wisatawan, atau lebih dari target 3 juta wisatawan. Sedangkan, untuk tahun ini target yang diberikan sebanyak 3,5 juta wisatawan.

“Tahun-tahun sebelumnya kita selalu melebihi target, jadi 4 juta wisatawan pada 2018 juga kita optimistis,” Pungkasnya

AYA




Taksi Daring di NTB Diminta Ikuti Revisi Peraturan Menteri 26

Jumlah armada taksi online saat ini sudah mencapai 700 armada

MATARAM.lombokjournal.com  — Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Bayu Windia meminta perusahan taksi daring (online) di NTB mengikuti rancangan revisi Peraturan Menteri (PM) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“(Taksi) online sudah ada revisi dari PM 26, poin-poinnya sudah ada, kita harapkan pengguna taksi online mengikuti revisi itu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan NTB Lalu Bayu Windia Rabu (25/10).

Peraturan yang dikeluarkan pemerintah tersebut bertujuan melindungi masyarakat, baik taksi online, taksi konvensional, dan konsumen. Seperti adanya tarif batas atas dan tarif batas bawah, di mana tarif batas bawah bertujuan melindungi para perusahaan. Sedangkan, tarif batas atas demi melindungi konsumen.

“Tarif batas atas agar melindungi konsumen. Jangan sampai (dari Mataram) ke Bandara Internasional Lombok itu Rp 500 ribu, jangan dong,” ujarnya.

Pelarangan taksi online yang sempat terjadi di sejumlah daerah, tak lepas dari adanya kekosongan hukum lantaran keputusan PM 26 dianulir demi menghindari gesekan yang terjadi di lapangan.

Untuk NTB, lanjut Bayu, jumlah armada taksi online saat ini sudah mencapai 700 armada. Dinas Perhubungan NTB sedang melakukan kajian untuk menetapkan besaran kuota armada agar mengatur keseimbangan antara taksi online dan taksi konvensional.

“(Kuota) kita mau hitung ulang, mungkin sampai 1.100 armada,” Pungkasnya

AYA




TGB Tegaskan, Hanya Manusia Berkarakter Yang Mampu Lakukan Perubahan

TGB memaparkan konsep yang menjadi  penentu kemajuan atau keruntuhan ekonomi suatu bangsa.

JAKARTA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr.TGH. M. Zainul Majdi yang dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) saat menyampaikan orasi ilmiah  di hadapan ribuan wisudawan dan para orang tua wisudawan  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) Jakarta, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Selasa  (24/10), menegaskan berharganya manusia berkarakter baik.

“Negara akan mampu membangun ekonomi yang kuat, bertahan di tengah berbagai tantangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya bila memiliki populasi cukup. Populasi yang dimaksud adalah manusia-manusia yang memiliki karakter yang baik,” kata TGB.

Diuraikannya, ada tiga tahapan seseorang untuk menjadi manusia berkarakter baik.  Pertama, moral knowing yakni kemampuan membedakan mana yang baik dan  buruk untuk diterapkan dalam seluruh konsep kehidupan. Kedua, moral feeling adalah seseorang yang dalam kesehariannya mampu mencintai kebaikan, berbuat baik dan bersahabat dengan orang orang baik.

Selain itu ada yang ketiga, yakni moral behavior, yaitu seluruh kebaikan yang ada dalam pikiran dan pemahaman seseorang. Bahkan menumbuhkan kecintaan pada kebaikan itu, sudah menjadi bagian hidup dan perilaku nyata dalam kehidupannya sehari hari.

Menurut Gubernur Tuan Guru Bajang, hanya manusia yang berkarakter baik inilah yang mampu menjadi pelaku perubahan.

“Terlebih  membangun ekonomi suatu bangsa secara konsisten dan konstan. Termasuk di dalamnya merubah sikap, pikiran dan pandangan dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun berbangsa,” katanya.

Di hadapan Ketua STIE Jakarta, Ridwan Maronrong beserta ribuan calon Ekonom dan Guru Besar STIE  Jakarta, TGB memaparkan konsep yang menjadi faktor penentu kemajuan atau keruntuhan ekonomi suatu bangsa.

Menurutnya faktor yang paling menentukan  adalah manusia itu sendiri, atau dalam bahasa umum disebut populasi.

Konsep ini, lanjut TGB sesuai dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an, yang bermakna bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.

Inilah konsep yang pas menurut Tuan Guru Bajang untuk membangun dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Yakni para generasi muda memiliki konsep dan komitmen kuat merubah diri ke arah yang lebih baik dan memiliki pengaruh pada kebaikan suatu bangsa.

“Saya berharap, bahwa tahapan wisuda yang anda semua jalani hari ini merupakan satu tahap untuk menyempurnakan karakter baik kalian,” harap TGB yang disambut tepuk undangan dan guru besar.

Pada tempat yang sama, Ketua STEI Jakarta, Ridwan Maronrong mengapresiasi TGB yang telah berbagi ide dan pemikiran tentang karakter dan peran pemuda bagi bangsa. Serta dijadikan bekal bagi para wisudawan dalam kehidupan sehari-hari.

Ridwan mengatakan, dalam pengabdian pada masyarakat bangsa dan negara, para alumni harus memiliki dan membangun serta mengedepankan integritas kepribadian yang kuat. Juga disiplin kerja keras ulet santun dan berperilaku atas dasar kejujuran dan kebenaran baik dalam niat pikiran ucapan maupun perbuatan ini.

“Saudara dan kita semua, harus meyakini dan tetap berpegang teguh pada kebenaran, dan norma-norma kehidupan terutama norma-norma etika dan moral yang dibenarkan oleh agama.  Masyarakat dan negara menantikan karya dan baktimu dan saudara kan dihargai untuk semua ini,” katanya.

AYA