Ponpes Nurul Islam Siap Sambut Peserta Munas NU

Nurul Islam tidak sekadar menjadi tempat menginap para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Nuansa penyelenggaraan musyawarah nasional (Munas) dan konferensi besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mulai terasa. Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam, Sekarbela, Mataram.

Baliho hingga spanduk Munas NU terpampang di sejumlah jalan menuju Ponpes Nurul Islam.

Pimpinan Ponpes Nurul Islam Wartiah mengatakan, persiapan Ponpes Nurul Islam sudah mencapai 85 persen. Areal kamar dengan kasur dan bantal sudah disiapkan untuk para peserta yang diprediksi mencapai 99 orang. Sedangkan, sarana ruang untuk sidang komisi organisasi masih dikebut dan ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat.

Wartiah mengatakan, kedatangan para peserta diperkirakan mulai akan terjadi pada Rabu (22/11). Hari ini, baru panitia pusat yang berjumlah 20 orang yang sudah tiba di Ponpes dengan total santri sebanyak 833 orang tersebut.

“Alhamdulilah kami senang dan bersyukur Ponpes Nurul Islam menjadi tuan rumah, semoga membawa berkah bagi Ponpes dan juga masyarakat sekitar,” ujar Wartiah di Ponpes Nurul Islam, Mataram, Rabu (22/11).

Wartiah menjelaskan, di sekitar Ponpes Nurul Islam juga mulai tersedia lapak para masyarakat sekitar yang menjajakan produknya, mulai dari busana muslim hingga kuliner. Wartiah berharap penyelenggaraan Munas NU mampu dirasakan warga sekitar dalam aspek ekonomi.

Ponpes Nurul Islam, lanjut Wartiah, tidak sekadar menjadi tempat menginap bagi para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi pada Jumat (24/11).

“Mengenai seperti apa pembahasan itu dari pusat, mungkin besok sudah ada infonya,” ungkap Wartiah.

AYA




Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi, Rangkaian Munas NU

Pemkot Mataram menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar, meski berkorban anggaran cukup besar namun dinilai tak sebanding dengan keberkahan yang dirasakan semua pihak

MATARAM.lombokjournal.com — Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/!1).

Hadir dalam pembukaan, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Pagutan, TGH. Abdul Hamid, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy bersama panitia dan ribuan warga Kota Mataram.

Ahyar menegaskan keseriusan Kota Mataram yang dipimpinnya untuk menjamu tak kurang dari 1.500 tamu – khususnya dari kalangan Nahdliyin – selama rangkaian kegiatannya di Mataram.

Demi melayani peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini Ahyar menegaskan, Pemkot Mataram menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar. Meski berkorban anggaran cukup besar, namun menurutnya itu tak sebanding dengan keberkahan dan manfaat ekonomis yang dirasakan semua pihak atas kegiatan ini.

Ahyar meyakini, kehadiran para alim ulama di Mataram tentu akan membawa keberkahan. “Bayangkan, besok yang akan datang ini tidak kurang dari 1.500 orang yang akan datang. Ini suatu keberkahan yang besar karena alim ulama itu akan berkumpul di Mataram,” ujarnya.

Ia menegaskan, ulama dan kyai-kyai sepuh tersebut akan berkumpul membahas berbagai hal yang menyangkut kondisi kebangsaan, dan kondisi umat.

“Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan sepenuhnya. Mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menyambut tamu-tamu mulia kita,” tegasnya.

Selama ini, Ahyar bersyukur karena Kota Mataram selalu dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional.

Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut, menurutnya telah memberikan citra yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Mataram.

Menjadi tuan rumah untuk pelbagai kegiatan itu, pihaknya selalu mengusung tekad meraih Tri Sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi.

Berkat kegiatan-kegiatan itu pula, Kota Mataram berhasil mencatatkan kemajuan yang menggembirakan. Salah satunya, adalah dengan kenaikan PAD yang jauh melampaui daerah-daerah lain di NTB.

Saat ini, sebut Ahyar, PAD Kota Mataram berada di angka Rp 350 miliar. Angka ini menurutnya adalah yang tertinggi diantara kabupaten/kota di NTB.

“Dan (sumber) pendapatan yang besar itu dari pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan. Itu semua karena tamu-tamu kita senang datang ke Kota Mataram,” tegasnya.

Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy, menjelaskan Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang digelar di Lapangan Karang Genteng, Mataram itu digelar sebagai pencerminan tema besar, “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi.”

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif dari masyarakat setempat.

“Hajatan ini menjadi bagian agenda penting dari NU minimal dalam upaya kita memenuhi hajatan agar generasi kita, pada saat kegiatan ini bisa kita dorong untuk melakukan aktivitas yang bersifat religius, positif dan konstruktif. Di samping itu, juga ada unsur hiburan,” tegas Marinah.

Marinah juga menyerukan kepada masyarakat dan panitia bazar yang juga digelar di lokasi untuk membuka seluas-luasnya partisipasi melalui kerjasama yang konstruktif.

Bila perlu, ujarnya, stan penjualan yang masih kosong bisa diisi oleh masyarakat setempat tanpa terlebih dulu harus membayar sewa lokasi. Urusan sewa ini, menurutnya bisa dibicarakan jika pengguna tempat tersebut telah memperoleh keuntungan dari berjualan di lokasi tersebut.

“Kalau perlu, saran saya, tidak usah patok sewa dulu. Nanti kalau ada untungnya baru bagi hasil. Isi saja, silakan isi. Ketimbang kosong,” tegasnya.

AYA

 

 

FOTO :

 

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, saat membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa, 21 November 2017.




Munas dan Konbes NU; Pagar Nusa, Penjaga Kehormatan Para Ulama

Anggota Pagar Nusa diingatkan agar tetap rendah diri dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua Pimpinan Wilayah NU NTB , TGH Taqiuddin Mansyur dalam tauziahnya, Selasa (21/11) malam di Aula PW NU mengatakan, dalam Munas dan Konbes NU seluruh anggota Pagar  Nusa NTB wajib hukumnya menjadi penjaga kehormatan Para Ulama yang hadir.

“Pagar Nusa dalam menjalankan tugasnya tidak boleh sombong dan jumawa,” ujar TGH Taqiuddin Mansyur di hadapan ratusan anggota Pagar Nusa dan utusan pimpinan pusat pagar nusa yang dipimpin Waketum PP Pagar Nusa, Pendekar Edi Junaidi.

Pimpinan Ponpes Ta’limus Sibyan Bonder, Lombok Tengah juga mengatakan, keberadaan dan eksistensi Pagar Nusa di NTB diuji pada saat mengamankan secara paripurna pelaksanaan Munas dan Konbes NU, khususnya menjadi pengawal para ulama.

TGH Taqiuddin Mansyur mengingatkan kepada anggota Pagar Nusa, agar tetap rendah diri dalam melaksanakan tugas pengawalan para ulama nanti.

“Pahala dan barokah dari para ulama senantiasa akan melimpahi anggota pagar nusa yg menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pagar Nusa , Pendekar Athoilah Habib mengatakan, tiap kader Pagar Nusa NU tidak boleh jauh dari para ulama karena roh pagar nusa bersumber dari barokah, doa dan restu para ulama.

“Untuk itu setiap anggota Pagar Nusa harus meniru ahklahtul kharimah para ulama,” pungkasnya sembari mengatakan kader Pagar Nusa tidak boleh jauh dari ulama.

Sementara itu, Ketua Pagar Nusa NTB, Murokieb Usman mengatakan, untuk pengamanan munas dan Konbes NU ini pihaknya mengerahkan 182 anggota Pagar Nusa yang melayani dan mengawal para ulama.

“Sebanyak 80 orang pagar nusa akan melakukan pengamanan tertutup bersama Paspampres saat Jokowi membuka pelaksanaan Munas dan Konbes NU,” pungkasnya.

AYA




Kios Pedagang Kecil di KEK Mandalika

Kios akan disewakan kepada masyarakat di sekitar KEK, masing- masing dikenakan dua juta per tahun agar bisa dipelihara dengan baik kiosnya

Mataram.lombokjournal.com — Dinas Pariwisata NTB akan membangun Kos Untuk pedagang UMKM di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) Mandalika.  Hal ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi saat mengujungi Kute beberapa waktu lalu.

Pemerintah Daerah bersama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mulai membangun ratusan unit kios bagi masyarakat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk pedagang asongan.

Kepala Dinas Pariwisata, L. Moh Fauzal di Mataram mengatakan itu di Mataram, Selasa (21/ 11). “Untuk di KEK Mandalika, ITDC membangunkan 300 unik kios bagi UMKM di atas lahan seluas 2 hektar, di mana masyarakat sekitar kawasan akan lebih banyak diprioritaskan,” terangnya

Ia mengatakan Selain membangun 300 unit kios UMKM, di lokasi yang sama juga akan dibangunkan pasar seni yang di dalamnya nantinya ada restoran model, dengan sajian utama kuliner khas lokal

“Nanti kita juga akan membangu Pasar Seni di Kawasan itu ” Tegasnya

Pemanfaatan kios tersebut nantinya, akan dilakukan dengan sistim sewa pakai 2 juta rupiah setiap tahun atau 180 ribu setiap bulan untuk satu blok. Kenapa harus disewa, supaya mereka bisa memelihara, kalau diberikan gratis, saya hawatir kurang bertanggung jawab dan tidak dipelihara.

“Kita aka sewakan kepada masyarakat disekitaran KEK, masing- masing akan kita kenakan dua juta pertahun agar bis dipelihara dengan baik kiosnya” ujarnya

Selain kios UMKM, di sekitar KEK Mandalika juga akan dikembangkan bisnis jasa penginapan homestay, dengan luas lahan 40 are, sertifikat milik penduduk setempat.

“Selain kios Nanti dikawasan KEK akan kita kembangkan Penginapan Homestay, di lahan milik warga dan sertipikat akan dimiliki penduduk setempat,” pungkasnya

AYA




Gubernur Pastikan Kesiapan Munas Alim Ulama NU

Sebagai tuan rumah,  NTB melakukan persiapan sebaik baiknya, termasuk memastikan sarana MCK  tersedia dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) alim ulama Nahdatul Ulama dan Konferensi Besar ( Konbes) PBNU yang akan dilaksanakan pada 23-25 November 2017 di Islamic Center Nusa Tenggara Barat (NTB), berbagai persiapan untuk mendukung dan mensukseskan agenda Akbar tersebut terus dikebut.

Munas dan Konbes NU itu yang nantinya dijadwalkan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Bapak Ir.H.Joko Widodo, maka telah dilakukan pemerintah daerah.

Guna memastikan seluruh persiapan rampung, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi   Selasa (22/11) siang, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi  acara untuk melihat secara langsung berbagai persiapan yang telah dilakukan panitia.

Didampingi Sekretaris Daerah, Ir.H.Rosiady Sayuti, M.Sc.P.hD dan pejabat terkait lainnya, Gubernur TGB memeriksa kesiapan panggung dan penataan venue utama, yang secara umum kesemuanya  sudah hampir rampung.

Kepada Panitia dan jajarannya dilingkungan Pemprov. NTB, Gubernur meminta agar terus bersinergi dan berkoordinasi untuk memastikan, keseluruhan fasilitas pendukung, baik venue venue yang akan digunakan maupun akses pengamanan, peliputan dan pelayanan kepada tamu-tamu yang akan hadir, benar-benar dapat disediakan dan terlayani dengan baik.

“Sebagai tuan rumah  yang baik,  kita berkewajiban melakukan persiapan dengan sebaik baiknya, termasuk memastikan sarana MCK  tersedia dengan baik,” tegasnya

Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini merupakan forum tinggi kedua setelah Muktamar dalam NU. Tidak kurang dari 1000 Ulama se- Indonesia akan hadir pada event nasional  itu, disamping sejumlah menteri  kabinet Indonesia kerja dan para tokoh masyarakat lainnya dijadwalkan juga akan hadir.

Ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah, tentu memberikan berkah bagi masyarakat.  Ini mendukung pertumbuhan pembangunan daerah di berbagai bidang dan sektor. Termasuk kemampuan merawat toleransi umat beragama di Pulau Seribu Masjid, meenjdi contoh baik  bagi kerukunan bangsa maupun dunia.

AYA




Tak Dapat Anggaran, Desa Persiapan Mengadu Ke Pemda KLU

KLU hingga saat ini belum memiliki Perbup yang mengatur tentang alokasi dana operasional Desa Persiapan

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Belasan orang perwakilan dari 10 desa persiapan di Lombok Utara mendatangi kantor Bupati setempat. Selasa (21/11)

“Hingga saat ini dasa persiapan tidak mendapat alokasi dana operasional dari desa induk,” kata staf desa persiapan Samaguna. Fahrudin, dalam hearing yang berlangsung di aula Bupati itu.

Fahrudin menambahkan, dalam ketentuan Permendagri No.1 tahun 2017 tentang Penataan Desa, menerangkan bahwa desa induk harus mengalokasikan sebesar 30 persen anggaran APBDes untuk desa yang dinaunginya atau desa persiapan.

“Hampir semua desa induk tidak mengalokasikan Anggaran operasional untuk desa yang dinaunginya. Padahal awal tahun ini Pemerintah Provinsi sudah mengeluarkan nomor Kode Register untuk semua desa persiapan,” katanya lagi.

Terhadap kondisi tersebut, Fahrudin menilai akan dapat berdampak pada pelayanan masyarakat yang tidak maksimal.

Sekda KLU. H. Suardi, mengakui jika KLU hingga saat ini belum memiliki Perbup yang mengatur tentang alokasi dana operasional tersebut. Meski begitu pihaknya berjanji tahun 2018 mendatang Perbup tersebut sudah ada.

“Kita berharap alokasi dana tersebut bisa dimasukkan dalam APBDes 2018 mendatang. Terkait aturannya tentu akan kita buatkan Perbup dulu,” paparnya.

DNU

 




Tinjau Korban Banjir, TGB Perintahkan Segera Bangun Rumah Yang Hancur

Gubernur puji kebersamaan masyarakat NTB dengan bergotong royong membantu korban bencana banjir.

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr TGH. M. Zainul Majdi, berkeliling melihat langsung puing puing rumah warga yang luluhlantah akibat diterjang banjir di Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (21/11).

Dalam kunjungannya, gubernur sempat mengunjungi kondisi warga di tempat pengungsian dan tenda tenda penampungan yang disediakan petugas di lapangan

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu  bahkan sempat memimpin doa, memohon keselamatan dan perlindungan bagi warga korban banjir.

Usai melakukan peninjauan dan  motivasi kepada masyarakat ditempat penampungan, Gubernur langsung memerintahkan kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan koordinasi dalam proses percepatan rehabilitasi pasca tanggap darurat terhadap korban banjir.

“Warga masyarakat kita harapkan tidak terlalu lama berada di tempat penampungan, apalagi di tenda seperti ini,” ujarnya.

TGB memerintahkan BPBD-NTB dan Kabupaten Lombok timur, setelah tanggap darurat selesai  untuk segera melakukan pendataan terhadap korban terdampak banjir.

Gubernur memerintahkan pemerintah kabupaten Lombok Timur membangun rumah-rumah yang hancur akibat banjir sehingga dapat kembali ditempati warga.

“Kita harapkan rumah-rumah warga yang betul-betul hancur untuk segera kita bangun dan kita masukkan dalam program pembangunan rumah layak huni untuk tahun 2018. Kalau bisa untuk percepatan kita upayakan, ini adalah kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten Lombok Timur,” harap TGB.

Dalam kunjungan itu TGB sempat berdialog di lokasi korban bajir dengan masyarakat korban banjir dan anak-anak sekolah. Ia berupaya memastikan kelancaran distribusi bantuan bahan makanan bagi korban banjir, dan ketersediaan sarana prasana belajar untuk anak sekolah yang terdampak banjir.

TGB menyerahkan bantuan sembako dan alat-alat tulis kepada anak-anak sekolah di Desa Sepit. Seain itu juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman TNI, Polri dan BPBD serta masyarakat yang telah bekerja keras dalam upaya melakukan proses pembersihan di lokasi terdampak banjir  dan pengamanan terhadap para korban banjir,” ujarnya.

Didampingi Kepala BPBD Provinsi NTB, H.Moh. Rum dan pejabat terkait lainnya serta Kepala BPBD Kabupaten Lombok Timur, saat berdialog dengan warga masyarakat di lokasi banjir, Gubernur memuji kebersamaan masyarakat NTB dengan bergotong royong dalam membantu korban bencana banjir.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, baik kepala desa yang datang langsung bersama masyarakatnya membawa bantuan. Ini adalah cermin nyata semangat kegotong royongan masyarakat”, pungkasnya.

AYA




Tabungan Sehat BNI, Memudahkan Pembayaran Iuran JKN-KIS

 Melalui inovasi produk perbankan Tabungan Sehat, menjadi jawaban permasalahan tunggakan pembayaran iuran peserta, sehingga dapat melunasi tunggakan iuran dan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa hambatan.

Lombokjournal

JAKARTA  –

BPJS Kesehatan bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero), dalam upaya meningkatkan kolektabilitas iuran peserta JKN-KIS melalui berbagai inovasi dan terobosan produk perbankan.

Salah satu upaya yang dikembangkan adalah Program Tabungan Sehat, produk BNI yang mendukung Program JKN-KIS. Melalui Tabungan Sehat para peserta JKN-KIS khususnya yang memiliki tunggakan dapat lebih mudah menyelesaikan kewajibannya membayar iuran peserta.

“Langkah BNI selaras dengan strategi BPJS Kesehatan untuk keberlangsungan financial. Di antaranya peningkatan kolektabilitas iuran peserta, dan peningkatan kepastian dan kemudahan pembayaran iuran,” jelas Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso di Jakarta (21/11).

Kemal menambahkan, saat ini terdapat peserta JKN-KIS yang menunggak pembayaran iuran dan sudah terlanjur memiliki tunggakan yang cukup besar.

BPJS Kesehatan senantiasa mengingatkan peserta yang menunggak untuk membayar iurannya, baik secara langsung maupun melalui Kader JKN. Alhasil cukup banyak peserta yang berniat melunasi tunggakannya. Namun, memang masih ada sebagian peserta yang tidak bisa melunasi sekaligus.

Melalui inovasi produk perbankan Tabungan Sehat, diharapkan dapat menjadi jawaban terkait permasalahan tunggakan pembayaran iuran tersebut. Sehingga peserta dapat melunasi tunggakan iuran dan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa menemui hambatan.

Mekanisme peserta yang ingin mengikuti program angsuran melalui tabungan sehat ini sangatlah mudah. Pertama peserta JKN-KIS datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan membawa KTP, KK, Kartu JKN-KIS dan setoran awal Rp. 100.000,-.

Oleh petugas BNI, peserta akan mendapatkan gambaran jumlah setoran bulanan yang harus disetor, sesuai jumlah tunggakan dan jangka waktu yang diinginkan. Setelah menentukan jumlah setoran dan jangka waktu, peserta mengisi form autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan.

Setoran selanjutnya peserta dapat melakukan melalui Agen BNI 46 terdekat di seluruh Indonesia maupun ke Kantor BNI terdekat. Saldo peserta tidak akan didebet sebelum memenuhi dari jumlah yang ditentukan.

Kemal meyakini, produk simpanan ini merupakan langkah awal untuk makin mempermudah aksesibilitas masyarakat terhadap layanan keuangan perbankan. Ke depan, diharapkan akan ada layanan-layanan keuangan lainnya yang dapat disinergikan antara BPJS Kesehatan dengan BNI. Juga bank-bank lain dalam upaya mendukung Program JKN-KIS.

“Kami juga menghimbau kepada peserta untuk tetap rutin membayar iuran. Untuk menghindari lupa membayar iuran kami juga bekerjasama dengan beberapa bank untuk mekanisme autodebet,’ kata Kemal.

Ditambahkannya, sejak awal, salah satu trigger yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan adalah dengan mensyaratkan calon peserta kelas 1 dan 2 untuk memiliki rekening tabungan. Dengan memiliki rekening tabungan, masyarakat yang menjadi peserta program JKN-KIS lebih mudah membayar iuran melalui autodebet maupun layanan perbankan lainnya.

Visi BPJS Kesehatan terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah terwujudnya jaminan kesehatan semesta (Universal health Coverage/UHC) bagi seluruh rakyat Indonesia pada 1 Januari 2019 mendatang.

Di tahun 2017, salah satu fokus utama BPJS Kesehatan adalah Keberlangsungan financial. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin sustainibilitas program JKN-KIS. Caranya, dengan peningkatan rekrutmen peserta potensial dan meminimalkan adverse selection.

Di sisi lain, diperlukan peningkatan kolektibilitas iuran peserta, peningkatan kepastian dan kemudahan pembayaran iuran. Serta efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana operasional serta optimalisasi kendali mutu dan kendali biaya Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan.

Karenanya, diperlukan strategi tertentu agar fokus utama ini dapat terwujud.

Ka-eS (*)

BACA JUGA :

 




Gunung Agung Meletus, Asap Telabu Tebal Setinggi 700 Meter Ke Timur Tenggara

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis, dapat berubah tiap waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung paling aktual/terbaru.

lombokjournal.com –

Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali meletus sejak Selasa (21/11) pukul 17.05 WITA.  Letusan terus berlangsung, dengan asap kelabu tebal dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter di atas puncak. Abu letusan bertiup ke arah Timur – Tenggara.

PVMBG masih menganalisis aktivitas vulkanik. Status tetap Siaga (level 3). Dari aktivitas vulkanik belum menunjukkan adanya lonjakan kenaikan kegempaan. Tremor Non-Harmonik sebanyak 1, kali dengan amplitudo 2 mm dan durasi 36 detik. Gempa vulkanik dalam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 5-6 mm dan durasi 8-26 detik.

Masyarakat dihimbau tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi dari PVMBG. Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya, yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari Kawah Puncak G. Agung, ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 7,5 km.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.

Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh.

Hingga saat ini jumlah pengungsi Gunung Agung sebanyak 29.245 jiwa di 278 titik pengungsian. BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG. BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus menyiapkan upaya penanganan terkait dengan meletusnya Gunung Agung.

 

Sutopo Purwo Nugroho/

Kepala Pusat Data Infornasi dan Humas BNPB




Banjir Bandang Mengagetkan, Karena Melanda Bagian Selatan lombok

Di Jerowaru dan Keruak informasi bencana masih minim, pengenalan bencana di wilayah selatan Lombok belum intensif

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu (18/11) cukup mengagetkan. Pasalnya, banjir ini menerjang wilayah-wilayah di bagian selatan Pulau Lombok, seperti Kecamatan Jerowaru, Keruak, dan Sakra Barat yang bukan menjadi ‘langganan’ banjir.

Tercatat 15 dusun dan 11 desa dari tiga kecamatan tersebut mengalami musibah banjir.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Lalu Masri Habibullah mengatakan, kondisi ini cukup berbeda jika dibandingkan dengan wilayah utara di Kabupaten Lombok Timur, seperti di Kecamatan Sambelia dan Sembalun yang kerap dilanda banjir setiap tahunnya.

Beragam faktor ditengarai menjadi penyebab banjir, yakni intensitas hujan yang cukup tinggi dengan lama hujan berkisar tujuh hingga delapan jam yang mengguyur tiga kecamatan ini pada Sabtu (18/11).

Selain itu, lanjut Masri, meluapnya Bendungan Pandandure juga ikut berperan mengakibatkan aliran air menerjang permukiman warga.

Mengingat tak biasanya dilanda banjir, Masri mengungkapkan respon masyarakat sekitar yang justru ikut menonton dan mendekati lokasi kejadian. Berbeda dengan wilayah utara di Lombok Timur yang telah mendapatkan informasi akan penanganan bencana, bahkan ada juga tim siaga desa sebagai langkah antisipatif jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Warga yang telah mendapatkan informasi penanganan bencana, lanjut Masri, langsung bergegas menjauhi lokasi bencana banjir, dan menuju lokasi yang lebih tinggi.

“Di Jerowaru dan Keruak informasi bencana masih minim karena tumben jadi pengenalan bencana belum intensif di sini,” ujar Masri di Kantor Camat Keruak, Lombok Timur, Ahad (19/11) malam.

Meski mengaku sempat kewalahan lantaran masyarakat justru mendekati lokasi banjir, Masri menilai hal ini menjadi masukan berharga bagi BPBD Lombok Timur untuk memberikan informasi tentang kebencanaan ke depan bagi masyarakat sekitar.

Kepala BPBD NTB, Muhammad Rum mengatakan, banjir sudah mulai berangsur surut pada Ahad (19/11). Namun, BPBD NTB maupun BPBD Lombok Timur tetap bersiaga penuh.

“Karena potensi terjadinya hujan masih tinggi,” kata Rum.

Selain itu, areal terdampak banjir juga tergolong cukup luas dan tersebar di beberapa titik. Hal ini diperparah dengan luapan air dan lumpur yang menggenangi akses jalan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari, mulai Sabtu (18/11) hingga Jumat (24/11). Rum menambahkan, posko tanggap darurat juga telah didirikan di Kantor BPBD Lombok Timur dan di Kantor Camat Keruak. Di posko ini, seluruh distribusi bantuan hingga dapur umum dipusatkan.

Rum merinci jumlah warga terdampak mencapai 2.280 jiwa dengan 578 kepala keluarga, 141 warga di antaranya sempat mengungsi, namun banyak yang sudah kembali ke rumah masing-masing. Dua warga dilaporkan meninggal dunia, yakni Wasila Cantika (10) akibat reruntuhan rumah, dan Rozi Gozali (16) yang hanyut.

Dari sisi infrastruktur, banjir mengakibatkan rusaknya 20 jembatan desa, satu unit gardu listrik, lima tiang listrik tumbang, 10 rumah rusak berat, dan 598 rumah rusak ringan.

AYA