Kartu JKN-KIS Diberikan Secara Simbolis Untuk Warga KLU

Pemerintah Kabupaten  Lombok Utara menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 950 juta pada tahun 2017 untuk mendaftarkan warganya yang kurang mampu

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com- Menindaklanjuti penandatanganan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, BPJS Kesehatan  Cabang Mataram menyerahan kartu JKN-KIS secara simbolis kepada satu Kepala Keluarga (KK), Rabu (29/11)

“Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh pak Bupati KLU, kepada 4 orang warga,” kata Kepala BPJS Cabang Mataram, Muhammad Ali. usai mengikuti upacara peringatan hari jadi PGRI, KORPRI dan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di lapangan umum Tioq Tata Tunak, Tanjung.

Dikatakan Ali, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 950 juta untuk mendaftarkan warganya yang kurang mampu dalam Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2017 ini.

“Lombok Utara merupakan kabupaten ke dua di NTB yang telah melampaui target nasional dengan jumlah peserta JKN-KIS diatas 95 persen atau 97,46 persen,” paparnya.

Sementara secara nasional, Lombok Utara bergabung bersama 70 kabupaten/kota lainnya di Indonesia yang telah melampaui target diatas 95 persen.

DNU

 




Ajakan Boikot film “Naura & Genk Juara” Itu Sikap Intoleran

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia anggap film itu mendidik

lombokjournal.com —

Ajakan untuk memboikot film “Naura & Genk Juara” menunjukkan sikap-sikap intoleren dan cupat (picik) dalam hidup bermasyarakat. Apalagi, sebelumnya film itu sudah dinyatakan lolos sensor oleh Lembaga Sensor Film.

Hal itu dikatakan Hendardi, Ketua Setara Institut, menanggapi kontroversi beredarnya film “Naura & Genk Juara” yang secara sepihak dikatakan kelompok masyarakat sebagai menista agama.

Hendardi menegaskan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia bahkan sudah menyatakan film tersebut baik dan mendidik.

“Kalau lembaga yang punya otoritas dalam peredaran film sudah menyatakan lolos sensor, kenapa masyarakat masih mempermasalahkan dan meributkan?”, ujar Ketua Setara Institut Hendardi.

Menurut Hendardi, sejak pilkada DKI ada fenomena saling curiga dalam masyarakat. Terlebih jika itu berkait dengan isu SARA.

“Apa pun, tindakan boikot atau petisi terhadap sebuah karya seni, itu tidak bisa dibenarkan. Lebih baik, mereka yg menolak membuat film tandingan,” ujarnya.

Hendardi menyatakan, kebebasan dalam berkarya tidak boleh dibatasi dan diintimidasi dengan ajakan boikot. Meskipun belum terjadi demontrasi jalanan, apa yang dilakukan sebagian masyarakat tersebut telah membuktikan adanya sikap-sikap intoleran, introvert dan kepicikan dalamhidup bermasyarakat

AYA (*).

BACA JUGA :

 




Ketua Lembaga Sensor Film; Tidak Ada Muatan Menista Agama

Kritik terhadap suatu film semestinya sesuai proporsi dan konteks.

lombokjournal.com —

Pihak Lembaga Sensor Film (LSF) angkat bicara soal kontroversi film “Naura & Genk Juara”. Ketua LSF, Ahmad Yani Basuki menegaskan, LSF selaku penanggungjawab yang meloloskan film tersebut, mempunyai standar dasar atau parameter untuk menyensor sebuah film.

Penilaian sensor itu, meliputi judul, tema adegan dan ungkapan dalam film. Dari semua aspek yang yang kita teliti, tak satu pun yang mencitrakan Islam secara negatif.

“Jadi, kalau diarahkan seperti menista agama atau melecehkan, kami tidak sampai kesana. LSF tidak melihat muatan semacam itu,” ujar Ahmad Yani dalam siara pers yang diterima Lombok Journal, Rabu (29/11).

Meski begitu, Ahmad Yani berharap agar orang tua mendampingi anaknya saat menonton film. Menurut Ahmad Yani, orang tua memiliki kewajiban untuk menjelaskan kepada anak, bukan lantas bereaksi berlebihan terhadap sebuah film.

“Itu kan fenomena sosial yang seperti itu bisa saja terjadi. Sama lah ketika film barat, pencurinya yang tentu bukan Islam, misalnya [menyebut] ‘Oh my God!,”

Diakui Ahmad Yani, dalam film tersebut terdapat adegan dimana salah satu penjahat mengucapkan istighfar. Namun, menurutnya ucapan tersebut merupakan ucapan spontanitas yang awam diucapkan oleh orang-orang kebanyakan.

“Dari kacamata LSF melihatnya itu bentuk-bentuk spontanitas, itu bisa terjadi pada siapa saja. Begitu juga, kebetulan itu terjadi di Indonesia, kita tidak fokus pencuri itu Islam atau Kristen, tapi dia kan tidak menggunakan atribut Islam. Dan tampilannya, menurut LSF, adalah tampilan penjahat,” jelasnya.

Bagi LSF, imbuhnya, film yang diloloskan dan dikritisi publik menjadi perhatian badan tersebut. Namun ia menegaskan kritik terhadap suatu film semestinya sesuai proporsi dan konteks.

Terkait kontroversi film Naura & Genk Juara yang belakangan ini menjadi viral di media sosial, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku sudah menerima klarifikasi dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Wakil Ketua MUI Masduki Baidlawi mengatakan, dalam klarifikasi itu, LSF telah menyatakan bahwa tidak ada permasalahan dalam film yanf saat ini sedang diputar di bioskop-bioskop itu.

“Apalagi, ada penghinaan terhadap agama Islam, ” ujar Masduki saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Menurut Wasekjen PBNU itu, sebelum meloloskan film drama musikal anak tersebut LSF telah mengundang sejumlah ahli dan akademisi untuk ikut menyaksikan film. “Bahkan, salah satunya berasal dari MUI. Jadi, sebetulnya sudah clear dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Meski begitu, lanjut Masduki, MUI akan menerima permintaan LSF untuk menyaksikan film tersebut dalam rangka melakukan klarifikasi. “Hal itu perlu kami lakukan agar masyarakat menjadi tenang,” tuturnya.

Sembari menunggu sikap resmi MUI, Masduki menghimbau agar masyarakat mampu menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan negatif. “Jangan sedikit-sedikit umat merasa terpojokkan dan seolah-oleh dikepung oleh musuh, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa,” pungkas Masduki.

AYA (*)

BACA JUGA :




Kontroversi Film “Naura dan Genk Juara”, Produsernya Jelaskan Ke MUI

Seniman jangan patah semangat, masyarakat dihimbau untuk Tabayyun, menonton dulu baru berpendapat

lombokjournal.com –

Munculnya kontroversi film “Naura & Genk Juara”, yang belakangan menjadi viral di media sosial, mendorong poduser film Naura dan Genk Juara, Amalia Prabowo menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, di Bogor, Rabu (27/11).

Kedatangan Amalia untuk menjelaskan latar belakang dibuatnya film ini, dan tidak sedikit pun bertujuan mendiskreditkan pihak tertentu.

Menurut Amalia, film yang dibintangi oleh aktris cilik Adyla Rafa Naura Ayu ini benar-benar bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan pesan-pesan positif kepada anak-anak Indonesia.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak ditengah sedikitnya film musikal yang ditujukan untuk mereka. Tujuan kami sowan ke Kiai Maruf Amin adalah mengkomunikasikan hal tersebut dan meluruskan pandangan yang berkembang di masyarakat,” ujar perempuan berjilbab ini.

Ketua Umum MUI, KH Maruf Amin mengungkapkan, pihaknya mendukung film Naura dan Genk Juara, bila memang tujuannya memberikan pembelajaran positif bagi anak-anak Indonesia.

MUI, menurut Maruf, juga menghargai mekanisme yang dilakukan Lembaga Sensor Film (LSF) sebelum film ini dirilis, termasuk adanya unsur MUI di dalam proses screening tersebut.

“Kami menghimbau masyarakat untuk Tabayyun, menonton terlebih dahulu baru berpendapat. Jangan hanya melihat dari sosial media. Untuk para pekerja seni, saya himbau jangan patah semangat,” ungkap Maruf.

Amalia menambahkan, setelah menggelar nonton bareng bersama tokoh-tokoh NU dan puluhan anak yatim di Surabaya (25/11), dan puluhan tokoh serta pengurus Muhammadiyah di Jakarta (23/11), pihaknya perlu menyampaikan tanggapan positif para tokoh dan anak yatim tersebut kepada Ketua Umum MUI.

Nobar juga sudah digelar di berbagai kota, seperti Balikpapan, Makasar, Lampung, Bandung, Jakarta, dan sejumlah kota lain dengan respon positif dari orang tua dan anak-anak yang menonton.

“Tanggapan positif tersebut menguatkan kami. Dan semangat positif ini yang juga ingin kami sampaikan kepada Kiai Ma’ruf sebagai tokoh Islam yang sangat kita hormati. Kami juga meminta pendapat dan wejangan dari beliau agar terus bersemangat berkarya untuk anak-anak Indonesia,” ujar sineas yang juga memproduseri film Wonderdul Life ini.

Film yang disutradarai Eugene Panji ini melibatkan 140 pemeran anak dan pengambilan gambar dilakukan selama bulan puasa.

Menurut Amalia, para pemeran cilik tetap berpuasa penuh ditengah jadwal syuting yang padat. Film yang dirilis tanggal 16 November lalu ini juga untuk mengobati kerinduan akan film musikal anak, setelah Petualangan Sherina yang dirilis 17 tahun lalu.

Polemik film drama musikal, Naura dan Genk Juara terus berlanjut di masyarakat. Film garapan sutradara Eugene Panji ini menuai kontroversi lantaran dianggap mendiskreditkan agama Islam. Selain ajakan boikot terhadap film tersebut, muncul juga petisi melalui media digital.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Sensor Film ( LSF ) Ahmad Yani Basuki , Wakil Ketua MUI, Masduki Baidlawi dan Direktur Setara Institute Hendardi melalui siaran pers yang disampaikan ke Media di Mataram , Rabu (29/11).

AYA (*)

BACA JUGA :

 




Penerbangan di Bandara Lombok Beroperasi Normal

Penerbangan menuju Bali, saat ini masih dibatalkan karena penutupan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com -– Lombok International Airport kembali beroperasi normal sejak Selasa (28/11) pukul 06.00 WITA. Sebelumnya bandara di Lombok itu sempat ditutup sementara pada Senin (27/11) pada pukul 19.50 WITA, karena debu vulkanik dari erupsi Gunung Agung di Bali.

Dalam siaran pers yang diterima Lombok Journal, pihak Lombok International Airport menyiapkan Posko Layanan Terpadu yang dapat dimanfaatkan untuk para penumpang mendapatkan informasi terkait penerbangan serta operasional bandara.

Lombok International Airport terus melakukan rapat kordinasi setiap 6 (enam) jam sekali, bersama stakeholders (Airlines, BMKG, AIRNAV, CIQ, Ground Handling dan Perwakilan Otban Wil.IV).

Untuk penerbangan domestik menuju Jakarta, Bandung, Surabaya, Ujungpandang, Sumbawa, Bima dan Yogyakarta, baik dari maupun menuju Lombok International Airport mulai kembali normal.

Sedangkan untuk penerbangan menuju Bali, saat ini masih dibatalkan karena penutupan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup pada Senin (27/11) sejak pukul 07.15 WITA hingga hari ini, Selasa (28/11), akibat dampak dari debu vulkanik Gunung Agung.

“Jumlah penerbangan yang dibatakan pada tanggal 29 November 2017sebanyak 12 Flight menuju dan dari bali. Sedangkan  jumlah penerbangan yang dibatalkan sampai pada pukul 10.00 WITA sebanyak 17 Flight,,” Ujar I Gusti Ngurah Ardita General Manager Lombok International Airport.

AYA




Wabup Syarifuddin Ikut Panen Madu Trigona

Pendampingan dari WWF berdampak signifikan dan mendorong pewningkatan ekonomii petani

LOMBOK UTARA.lombokjurnal.com — Wakil Bupati KLU, Sarifudin. SH. MH. ikut bersama-sama warga Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Girang Genem Gelek Dusun Blencong desa Mumbulsari, Kecamatan Bayan memanen madu trigona, Selasa (28/11).

Panen perdana madu trigona oleh KUBe binaan Koperasi Maju Bersama itu diselenggarakan bersamaan dengan peresmian Rumah Produksi Madu bantuan MCA Indonesia dan Konsosrsium WWF Indonesia.

“Ini positif. Kita sangat terbantu dengan program pendampingan serta bantuan dari MCA dan WWF, mengingat KLU sangat potensial untuk pengembangan budidaya lebah dan kemiri,” kata Sarifudin.

Dikatakan Syarifudin, pendampingan yang diberikan WWF berdampak signifikan terhadap kualitas produski sekaligus mendorong peningkatan ekononi para petani, khususnya petani lebah.

Ketua Koperasi Maju Bersama Desa Santong. Kecamatan Kayangan. H. Artim, selaku pemegang izin pengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) seluas 750 hektar itu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pendampingan dari WWF dan MCA.

Karena dengan adanya pendampingan itu, menurut H.Artim, kelompok petani madu kini jauh lebih baik.

“Banyak pengetahuan yang kami dapat. Kerjasama atau pendampingan ini sangat membantu para petani. Jika dulu kayu kemiri kami jual gelondongan, sekarang sudah bisa diolah menjadi minyak kemiri. Akses pasar juga lebih terbuka karena sekarang kami sudah punya label produk,” paparnya.

Sementara Direktur WWF Indonesia, M. Ridha Hakim, yang hadir dalam kesempatan itu berharap program pendampingan oleh WWF terintegrasi ke dalam RPJMDes.

“Dalam proses pemberdayaan masyarakat, kita tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produksi, tapi juga menyiapkan pasar,” tandasnya.

Sejauh ini pihaknya sudah membangun 3 unit rumah produksi. Diantaranya rumah produksi pengolahan kemiri desa salut, rumah produksi dusun blencong desa Mumbulsari (KLU).dan rumah produksi pengolahan HHBK di Desa Lantan (Loteng).

DNU




Posko Mendata Kedatangan Pengungsi Gunung Agung, Dibuka Di Lembar

 Posko dibuka untuk mengantisipasi pendataan pengungsi dari Bali

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah ( BPBD ) membuka posko untuk mendata kedatangan Pengungsi Gunung Agung Bali.

Posko yang didirikan di Pelabuhan lembar ini dibuka mulai dari hari Senin (27/11) .

Posko Pendataan Pengungsi  warga Bali ini  ini merupakan posko gabungan dari BPBD, Dinas Sosial NTB, dan ASDP. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum, di Mataram.

Ia menjelaskan langkah BPBD membuat posko merupakan bentuk antisipasi dari Peprov NTB untuk mendata para pengungsi yang masuk ke Lombok.

Rum menyampaikan, laporan dari ASDP menyebutkan, tercatat sebanyak dua ribu pengungsi sudah tiba di Pelabuhan Lembar, mulai dari Sabtu (25/11) hingga Senin (27/11).

Sedangkan, laporan posko yang diambil pada Senin (27/11) pukul 22.41 Wita mencatat terdapat empat kepala keluarga yang tiba di Lembar dan pengungsi tersebut sudah di bawa langsung oleh keluarganya yang di Lombok.

“Semua pengungsi yang tiba di Lembar dijemput dan dibawa keluarga mereka di Lombok,”

Namun tidak menutup kemungkinan jika nantinya terjadi Luapan pengungsi ke Lombok, pihaknya dengan Dinsos, TNI, Polri akan membuat skenario dengan menmpatkan para pengungsi di GOR Turida, Asrama Haji, dan Gelanggang Pemuda.

” Apa pun itu semua kami akan mempersiapkannya,” pungkas Rum.

AYA

BACA JUGA : Gunung Agung Meletus, Lombok Maraton Diundur 28 Januari 2018




Gunung Agung Meletus, Lombok Marathon Diundur 28 Januari 2018

Dengan diikuti 18 negara, panitia mentargetkan 5000 peserta yang akan meramaikan Lombok Marathon kedua ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Panitia Lombok Marathon 2017, akhirnya mengambil keputusan final, yakni menunda pelaksanaan event sport tourism tersebut, yang sediannya akan digelar 3 Desember 2017 terpaksa diundur pada 28 Januari 2018.

Penundaan event itu diungkapkan Ketua Umum KONI NTB, H Andy Hadianto, kepada wartawan media cetak dan elektronik di Mataram, Selasa (28/11). karena erupsi Gunung Agung Bali yang merembes pada ditutupnya beberapa bandara di Indonesia.

Termasuk Bandara Internasional Lombok, dan kondisi itu menghambat kedatangan para peserta.

Disebutkan Andy, hingga saat ini sudah terdaftar 18 negara yang yang siap mengirim para pelari marathonnya. Diantaranya Malaysia, Kenya, Thailand, Amerika Serikat, Portugal, Prancis, Jerman, Swedia, Timur Leste, United Kingdom, Jepang, Philipina, Brazil, Australia, Italia, Hongkong, Singapura dan Indonesia.

“Ada 18 negara yang sudah memastikan diri mengirim pelarinya, termasuk pelari dari dalam negeri. Beberapa negara lainnya akan menyusul mendaftar. Panitia sendiri mentargetkan 5000 peserta meramaikan Lombok Marathon kedua ini,” jelas Andy yang didampingi Ketua Panitia Lombok Marathon 2017, Wibowo Budi Santoso dan Ketua PASI NTB, H Suhaimi, Bendahara, Turmuzi dan Humas Dr Kadri.

Sebagai perbandingan, tahun 2016 lalu, Lombok Marathon diikuti oleh 2.800 pelari. Mereka datang dari 20 negara.

“Tahun lalu, Lombok Marathon menyediakan hadiah sampai Rp 500 juta. Hadiah-hadiah itu diperebutkan dari nomor-nomor seperti full marathon, half marathon, ekiden (tim empat pelari secara estafet) dan nomor-nomor hiburan 10 dan 5 kilometer,” terang andy

Lombok Marathon dihajatkan sebagai kegiatan tahunan yang diinisiasi dunia lari, dimana lomba yang lintasan larinya dipastikan rute-rute yang menyajikan pemandangan menarik bagi para peserta.

Lombok Marathon sudah disertifikasi oleh IAAF (International Association of Athletics Federations) dan AIMS (Association of International Marathons and Road Races).

AYA

BACA JUGA : Posko Mendata kedatangan Pengungsi Gunung Agung, Dibuka di Lembar




Setelah Trawangan, Penertiban Kini Sasar Gili Air dan Meno

Pilihan bagi pengusaha, bongkar sendiri atau kalau tidak bisa karena alasan teknis, akan didatangkan alat berat

LOMBOKUTARA.lombokjurnal.com — Setelah sukses menertibkan kawasan sempadan pantai Gili Terawangan beberapa tahun lalu, kini Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan kembali menertibkan kesemrawutan di dua gili lainnya, yakni Gili Air dan Meno.

“Minggu ini kita mulai sosialisasi. Kita akan undang semua pengusaha termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat, sebelum dilakukannya penertiban sekitar awal tahun depan,” ungkap Kepala BBgian Pembangunan KLU. Lalu Majemuk kepada wartawan, Senin  (27/11).

Dikatakan Majemuk, seperti pada penertiban Terawangan, sosialisasi di gili Air dan Meno juga dilakuka bertahap sebanyak tiga kali, sampai dengan keluarnya surat pernyataan pembongkaran.

“Penataannya ke depan akan mengacu pada master plan yang ada. Sekarang masih di susun di Dinas PUPR. Pengusaha kita berikan pilihan, bagi yang ingin bongkar sendiri silahkan. Tapi kalau tidak bisa karna alasan teknis, maka kami bantu dengan mendatangkan alat berat,” paparnya.

Terhadap kebutuhan anggaran operasional penertiban, Majemmuk mengatakan pihaknya berencana akan mengajukan proposal ke pusat.

“Untuk pennertiban di Gili Air dan Meno kita tidak pakai anggaran daerah, melainkan anggaran pusat. Kita sedang ajukan proposalnya dengan besaran Rp. 600 juta,” tutupnya.

DNU

 




Kalau Bupati Najmul Akhyar Bertemu Pimpinan Media

Media tidak diminta berhenti mengkritik, tapi diharapkan bisa menyajikan berita yang berimbang dan mengedukasi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Untuk pertama kalinya, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), DR H Najmul Akhyar dan Wakil Bupati, Syarifuddin, SH MH, bertatap muka dengan pimpinan media/pemimpin redaksi di Mataram, Senin (27/11).

Media peliput berita di KLU yang diundang dalam “Forum Silaturrahmi antara Pimpinan daerah dan Pimpinan Media” itu, dari media cetak;  Lombok Post, Suara NTB, Radar Lombok, Radar Mandalika,Pos Bali, Pos Kota dan Seputar NTB. Dari media elektronik; TVRI, RRI dan radio swasta Sajaddah FM.  Dari media online; kicknews.com, lombokjournal.com, seputarlombok.com dan suara lombok.com.  

Pertemuan yang berlangsung di rumah makan Taliwang Murad di Pajang, Mataram itu, semula dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 wita, namun baru dimulai sekitar 15.00 wit lebih.

“Karena bupati harus mengikuti sidang bersama Dewan KLU. Kadang-kadang waktunya sidang sulit diprediksi,” kata Deddy Mujadid, Plt Kabag Humas, yang memulai acara sebelum bupati datang.

Semula akan berlangsung acara perkenalan, namun tak lama kemudian Bupati Najmul tiba di tempat pertemuan, kemudian disusul Wabup Syarifuddin.

Beberapa pimpinan redaksi semula secara berkelakar menduga pertemuan itu ada sesuatu “yang akan meledak”.  Mengingat setelah 2 tahun pemerintahan pasangan Najmul-Syarif, baru kali ini ada inisiatif pertemuan tersebut.

Setelah Bupati Najmul mulai bicara, barulah jelas tujuan pertemuan itu. Najmul langsung membicarakan tentang berita-berita yang ditulis wartawan yang meliput di Lombok Utara cenderung tak berimbang. Bahkan, sebagian berita yang muncul di media cenderung menyudutkan Pemkab Lombok Utara.

“Apakah memang seperti itu media memotret KLU?  Ada yang terlupakan, dan wartawan jarang mau konfirmasi apa yang mau diberitakan,” kata Najmul.

Menurutnya, seperti tak ada yang perlu diapresiasi hal-hal positif yang dilakukan oleh Pemkab KLU.  Karena itu, dibutuhkan saling komunikasi antara pimpinan daerah dan pimpinan media. “Mungkin ada yang tersumbat,” katanya.

Menanggapi itu, pimpinan Suara NTB, Agus Talino menganggap pertemuan pimpinan daerah dan pimpinan media sangat penting dilakukan. Hanya dengan komunikasi untuk menjalin saling pengertian, sehingga media dapat membantu pemerintah untuk membangun persepsi dan public trust yang baik.

Kongso Sukoco, pimpinan redaksi media online Lombok Journal, membenarkan bahwa dalam pemberitaan seorang wartawan sedang membangun persepsi. Karena itu, seharusnya pihak kehumasan di pemerintahan bekerja cekatan.  Salah satunya dengan menyampaikan rilis yang bisa mewakili “sudut pandang” pemerintahan tentang suatu berita.

“Dalam menulis berita, kadang tak bisa dihindari wartawan punya interest sendiri tentang suatu berita,” kata Kongso.

Sedang Rudi Hidayat, pimpinan redaksi Lombok Pos TV, juga menganggap penting pertemuan pimpinan daerah dan pimpinan media yang dilakukan secara berkala. “Perlu komunikasi dimana wartawan atau redaksi diberi kesempatan menyampaikan pikiran kritisnnya, namun tidak usah keluar,” sarannya.

Pertemuan yang berlangsung hingga sore itu memberi kesempatan redaksi untuk memberi masukan. Baik Bupati Najmul Akhyar maupun Wakil Bupati Syarifuddin, terkesan membuka diri untuk menerima masukan dari para pimpinan media/redaksi.

Berbeda dengan saat mulai pertemuan, setelah berlangsungnya dialog Bupati Najmul tampak lebih bisa menjalin pengertian dengan kalangan media. Bahkan ia mengaku akan menindaklanjuti masukan-masukan  yang disampaikan dalam dialog tersebut.

“Saya hanya minta agar berita-berita yang ditulis itu berimbang. Selain itu, saya berharap berita-berita itu bisa mengedukasi masyarakat Lombok Utara secara utuh,” kata Najmul.

Ka-eS