Lombok Marathon 2017, Amburadul dan Mengecewakan

Soal kekecewaan peserta, pihak KONI NTB menganggap kurang sabar saja, padahal medali sudah ada cuma terlambat dikirim dari Singapura, dan Lombok Marathon diaktakan sebagaqi sport tourism terbaik di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com —  – Lomba lari Marathon 2017 yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB bersama Dinas Pariwisata hari Minggu (29/01) 2018 pagi, yang diharapkan menjadi sport tourism  andalan,  berlangsung mengecewakan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut meuai keluhan peserta,  sebab tidak mendapatkan baju dan medali sesuai janji panitia.

“Mestinya, KONI harus kerjasama dengan dunia lari supaya tidak amburadul seperti ini. Kalau begini, harus kita dievaluasi lagi, ” ungkap Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal, Minggu (29/1).

Faozal mengatakan, teknis pelaksanaan ada di KONI, Dispar hanya siapkan venue sport tourism kemudian branding wisata NTB, dan tidak ada persoalan yang ditangani Dispar

“Asli, belajar dari berbagai persoalan, malu sekali rasanya. Yang jelas, pasca ini kita akan evaluasi, sungguh memalukan pelaksanaan kegiatan kali ini,” tegasnya terus terang.

Faozal mengaku, tidak terlibat dalam teknis lomba karena yang mengatur pendaftaran adalah KONI dengan dunia lari.

“Kecewa sekali, jika pelaksanaan sperti ini sangat berdampak ke NTB,” cetusnya.

Faozal menambahkan, kegiatan tersebut bermakna untuk mendorong Lombok sebagai venue sport tourism di Indonesia. Karena penyelenggaraan Lombok Marathon merupakan event tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2016.

Sehingga, diharapkan dapat mendorong dan menjadikan Pulau Lombok sebagai daya tarik sport tourism di Indonesia.

“Padahal setelah ajang ini akan ada lagi Rinjani 100, yang akan dilaksanakan Mei 2018,” terangnya.

Untuk diketahui sebanyak 5.000 pelari dari 15 negara dipastikan ikut dalam penyelenggaraan Lombok Marathon yang ikut meriahkan tersebut.

Lima belas negara itu, antara lain Amerika Serikat, Australia, Belanda, Kanada, Denmark, China, Francis, Jerman, Jepang, Malaysia, Kenya, Puerto Rico, Singapura, Ukraina, dan tuan rumah Indonesia. Bahkan, jumlah pelari dan negara masih diperkirakan akan bertambah.

“Tapi, pelaksanaan sangat mengecewakan, ini perlu di evaluasi, “terangnya.

Kepada wartawam, Ketua KONI NTB Andy Hadianto, menyampaikan yang bertolak belakang. Andy menyatakan,  Lombok Marathon menjadi sport tourism terbaik di Indonesia. Bahkan, memiliki ciri khas seperti lari marathon di tempat lain.

“Sebenarnya kita ingin happy ending. Agar jadi ciri khas tersendiri. Agar bisa kalahkan event lari di tempat lain,” ucapnya.

Disinggung soal kekecewaan peserta? Andy menegaskan, itu karena kurang sabar saja. Padahal medali sudah ada, cuma terjadi keterlambatan pengiriman dari Singapura sehingga, proses pemasangan tidak langsung saat finish.

Dia mengaku, medali diperuntukkan bagi 500 finisher pertama saja, bukan bagi semua peserta.

“Mungkin peserta lokal juga beranggapan dapat medali semua, itu yang bikin ricuh. Soal baju, lengkap kok, malah tersisa, siapa bilang tidak dapat,” kilahnya.

Yang jelas, semua sudah dijelaskan dari awal terhadap peserta lokal mengenai medali. Tapi karena tidak paham, kalau menginginkan medali supaya kumpulkan nomor lari agar diantarkan ke alamat bersangkutan.

Pantau wartawan di lapangan banyak peserta kecewa bahkan teriak minta medali juga baju. Termasuk, panggung juga jebol akibat.

Salah seorang peserta sempat melontarkan kekecewaan.

“Pak Wagub, kita ini mau diapain, apakah biarkan kami seperti ini. Pimpin daerah kok kayak begini,” tutupnya salah seorang peserta asal Surabaya yang enggan sebut namanya.

AYA




Iuran atau Tarif BPJS Kesehatan Terbaru

Sistem gotong royong, iuran yang dibayarkan akan digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan (sedang sakit).  Ketika anda sakit, biaya di rumah sakit ditanggung BPJS Kesehatan melalui iuran peserta lainnya

BPJS Kesehatan yang semula merupakan Askes (asuransi kesehatan) telah melayani masyarakat sejak 1 Januari 2014. Untuk menjamin layanan kesehatan masyarakat, semua Warga Negara dan anggota keluarganya, diwajibkan mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Kesehatan baik itu melalui BPJS Kesehatan Mandiri atau PBI.

Pada tanggal 1 Januari 2019,  semua WNI harus sudah mendaftar sebagai peserta BPJA Kesehatan tanpa terkecuali.

Bila tidak mendaftar maka akan dikenakan sanksi, yaitu tidak bisa menggunakan layanan publik seperti mengurus KTP, mengurus SIM, mengurus paspor, mengurus KK atau layanan pemerintah lainnya.

Peserta PBI adalah peserta yang mendapatkan bantuan iuran dari Pemerintah. Artinya iurannya akan ditanggung pemerintah daerah melalui Dinas sosial. Sedangkan untuk peserta BPJS Mandiri harus membayar iuran bpjs sendiri sesuai dengan kelas yang dipilih, ada kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Berapa Tarif Iuran Peserta Tahun 2018? 

Sebenarnya, sudah berulang kali pihak BPJS Kesehatan menyampaikan informasi kepada seluruh pembaca mengenai program BPJS Kesehatan, tentu saja termasuk besaran iuran yang harus dibayar bagi peserta sesuai pilihan kelasnya.

BPJS Kesehatan telah menetapkan harga atau biaya atau tarif iuran peserta berdasarkan kelas, yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016. Perlu anda ketahui bahwa iuran ini wajib dibayar oleh Peserta BPJS Mandiri tiap bulannya.

Sistem iuran yang dibuat adalah sistem gotong royong, iuran yang dibayarkan akan digunakan untuk membiayai peserta lain yang membutuhkan (sedang sakit). Begitu sebaliknya ketika anda sakit, biaya berobat anda di rumah sakit akan ditanggung BPJS Kesehatan melalui iuran peserta lainnya.

Iuran Kelas 1 Rp80.000

BPJS Kesehatan telah menetapkan biaya iuran untuk peserta kelas 1 sebesar Rp80.000 per orang per bulan, besar iuran peserta telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2016. Peserta kelas 1 akan mendapatkan fasilitas ruang rawat inap sesuai dengan kelas yang dipilih, yaitu peserta akan mendapatkan kamar kelas 1 untuk dirawat dan biayanya akan ditanggung BPJS Kesehatan.

Iuran Kelas 2 Rp51.000

Iuran peserta kelas 2 sebesar Rp51.000 per orang perbulan, yang juga telah menjadi ketetapan dalam peraturan yang berlaku. Peserta tidak boleh menunggak, apabila menunggak maka status kartu BPJS Kesehatan akan dihentikan (tidak aktif)  sementara sampai peserta melunasi iuran yang tertunggak.

Fasilitas yang diberikan juga sesuai dengan hak nya, yaitu mendapatkan kamar rawat kelas 2. Peserta boleh mengajukan naik kelas ruang rawat inap kelas 1. Namun peserta akan dikenakan biaya selisih dari yang menjadi tanggung BPJS Kesehatan.

Iuran Kelas 3 Rp25.500

Iuran kelas 3 sebesar Rp25.500, ini kelas yang paling bawah dengan iuran terjangkau. Bagi  yang merasa tidak mampu maka bisa pilih kelas 3. Bila masih tidak mampu juga maka kami sarankan untuk mengajukan bantuan untuk mendaftar menjadi peserta PBI.

Demikian informasi mengenai iuran peserta BPJS berdasarkan kelas. Perlu diketahui, perbedaan tiap-tiap kelas hanya pada kamar nya saja sedangkan untuk obat-obatan yang diberikan kepada pasien tetap sama. Jadi tidak ada perbedaan dari layanan selain kamar rawat inap.

Dian Armaia

(Sumber: Pasien BPJS Kesehatan)




Jangan Lihat ‘Wisata Halal’ Pakai Sedotan

Negara-negara yang minoritas muslim saja seperti London, Tokyo, Korea dll sedang giat-giatnya mengembangkan konsep wisata halal mengejar prestasi kita (NTB

oleh : Dian Sandi Utama
Aliansi Pemuda NTB-Jakarta

Trend wisata halal mulai berkembang seiring dengan meningkatnya populasi Muslim dunia. Meningkatnya populasi Muslim yang berusia muda, berpendidikan dan memiliki jumlah pendapatan yang tinggi, membuat industri pariwisata internasional mulai menargetkan wisatawan Muslim sebagai target pasarnya.

Wisata halal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan wisata umumnya. Wisata halal merupakan konsep wisata yang memudahkan wisatawan Muslim untuk memenuhi kebutuhan berwisata mereka. Kebutuhan itu antara lain : adanya rumah makan bersertifikasi halal, tersedianya masjid/musholla di tempat umum, adanya fasilitas kolam renang terpisah antara pria dan wanita, dan lain-lain.

Adapun wisata syariah mengandung konsep yang lebih luas, yaitu  pariwisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Itu Point-nya!

Kalau saya membaca pernyataan salah seorang Cagub NTB, yang mengharamkan ‘Wisata Halal’ hanya karena mengartikan wisata sebagai ajang foya-foya, yang kemudian membandingkan dengan; pernah atau tidak itu dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, saya rasa itu sangat tidak relevan dengan keadaan kita hari ini. Kondisinya jelas tidak sama sebab hari ini ‘berwisata’ sudah masuk kategori kebutuhan.

Pada jaman dahulu wisata itu sejenis tadabur alam; menikmati keindahan alam sebagai refleksi diri untuk terus mensyukuri keagungan Allah SWT akan alam semesta dan ciptaan-Nya. Namun, kalau yang dibandingkan adalah “Sikap foya-foyanya” dengan jaman dahulu, ya memang wisata pada saat itu tidak menyediakan tempat belanja-belanja seperti hari ini. Lagipula hari ini-pun tidak semua wisatawan bersifat foya-foya.

Sedangkan, kalau beliau kritik kesempurnaan dari konsep-nya, saya sependapat dengan beliau. Oleh karena itu kita harus terus mendorong pihak-pihak terkait dan yang memiliki otoritas untuk memperbaiki sistemnya, agar kemudian apa yang telah kita capai benar-benar menjadi sebuah kebanggaan.

Seperti hal-nya pada tahun 2015, Indonesia meraih penghargaan dari The World Halal Travel Summit & Exhibition 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Lombok itu terpilih sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia mengalahkan Malaysia, Abu Dhabi, Turki, Qatar, dan beberapa negara nominasi lainnya.

Bahkan negara-negara yang minoritas muslim saja seperti London, Tokyo, Korea dll sedang giat-giatnya mengembangkan konsep wisata halal mengejar prestasi kita (NTB).

Itu jelas sebuah prestasi dan pengakuan Dunia internasional terhadap kita. Makanya saya heran kalau ada tokoh yang mengkritik keras bahkan sampai ‘mengharamkan’ konsep itu.

Jelas itu adalah sebuah ‘dekadensi’ dalam berfikir menurut saya dan bagi saya itu cukup sebagai bukti bahwa selama ini beliau melihat konsep ‘wisata halal’ hanya menggunakan corong sedotan.

Lombok, 26 Januari 2018

 

 

 

 




TGB; Peluncuran Wisata Halal Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Ke NTB

Wisata halal  akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat

MATARAM.lombokjournal.com –  Peluncuran wisata halal bukan bertujuan mematikan wisata konvensional.  Tapi membuka pasar baru serta memperbanyak pilihan wisata bagi sebagian wisatawan, khusunya wisatawan muslim yang ingin berwisata sesuai dengan tuntunan agama.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menjelaskan itu, saat menerimA kunjungan silaturrahim Forum Masjid dan Mushollah BSD dan sekitarnya (FMMB)., serta rombongan dari Alumni Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah, Jakarta, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (26/1/18).

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menjelaskan, NTB mendeklarasikan destinasi halal tourisme ata pariwisata halal didasari pertimbangan, pariwisata memiliki nilai potensi pasar sangat besar. Hal itu memberikan kemanfaatan besar bagi umat.

“Setelah peluncuran wisata halal di NTB, alhamdulillah wisatawan yang berkunjung di NTB terus meningkat,’ ujar TGB TGB yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

Membuka dan membangun satu wilayah ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai Islam akan meningkatan kesejahteraan bagi semua.

“Begitu pula halnya dengan wisata halal yang akan membuka ruang ekonomi baru tidak hanya terbatas bagi umat muslim tapi juga untuk semua kalangan umat,” ujar gubernur.

Gubernur menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dipilihnya NTB sebagai lokasi kunjungan. Diharapkannya, pertemuan akan membawa keberkahan yang lebih besar bagi pembangunan ke depan, khususnya bagi kemaslahatan umat.

TGB menekankan, eksperimen menghadirkan satu kebijakan yang mengedepankan nilai-nilai Islam akan menghadirkan banyak kebaikan dalam kehidupan. Saat ini seluruh elemen umat Islam lebih semangat dalam membangun negeri.

“Perjuangan tidak cukup hanya dengan semangat, tapi membutuhkan ilmu dan pemahaman. Karenanya tepat kiranya saat ini kita saling bersilaturrahim dan berdialog dengan FMMB dan alumni UIN Syarifhidayatullah Malang yang di dalamnya ada para kaum cendikiawan yang berilmu,” tutup TGB.

Pimpinan rombongan FMMB, Marta Bachtiar menyampaikan tujuan silaturrahim ke Nusa Tenggara Barat adalah dalam rangka sharing informasi dan berbagi pengalaman terkait wisata halal.

NTB merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan icon wisata halalnya. Begitu pula Dr. Karsa Sukarna sebagai pimpinan rombongan dari alumni UIN Syarifhidayatullah, memiliki tujuan dan maksud yang sama.

AYA/Hms

 




‘Tendangan Kungfu’ Ahyar Abduh Sampai Ke Negeri Cina

Saat penyerahan tongkat komando, Kasat Sat Pol PP minta walikota melakukan apa yang disebut uji kesigapan

MATARAM.lombokjournal.com — Walikota Mataram TGH. Ahyar Abduh angkat bicara terkait pemberitaan tendangan kungfunya kepada salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Mataram, yang kini viral di media sosial (medsos).

Ahyar mengatakan, kejadian itu tidak sedramatis yang dikira, sehingga membuatnya menjadi cukup viral. Bukan saja di Kota Mataram atau NTB, bahkan viral di Nasional bahkan sampai ke negeri Cina.

“Saya kaget, ternyata seorang Walikota itu tendangannya kalah-kalah tendangan kungfu dari negeri Cina,” ujar Ahyar saat jumpa pers di Pendopo Walikota Mataram, Jumat (26/1).

Ahyar menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (17/1) usai melantik dua pejabat di Kota Mataram, yakni Kepala Dinas Sosial dan Kapala Sat Pol PP Kota Mataram.

“Kejadiannya itu di dihalaman Kantor Walikota ” katanya

Khusus untuk Sat Pol PP, secara internal atau satu tradisi dilakukan penyerahan tongkat komando dan pemasangan tanda jabatan yang dilakukan di depan halaman Kantor Walikota.

Di saat penyerahan tersebut, di depan dirinya sudah berbaris siap satu pasukan Sat Pol PP yang menggunakan kaos khusus. Setelah selesai penyerahan, Kasat Sat Pol PP meminta dirinya untuk melakukan apa yang disebut uji kesigapan.

“Saya diminta secara spontan dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, itu suatu permintaan dari anggota maka dengan sendirinya saya lakukan,” jelas Ahyar.

“Saya juga kan seorang pesilat, mungkin kaget melihat saya dengan kejadian itu. Tapi tendangan itu tidak kena, saya hanya menguji kesigapan,”

Untuk itu, pada kesempatan tersebut, Ahyar mengharapkan masyarakat dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, seorang Walikota tidak bisa sewenang-wenang terhadap bawahan apalagi melakukan kekerasan.

“Kejadian itu adalah spontanitas dari permintaan bawahan,” tegas Ahyar Abduh.

AYA




Paslon Zul-Rohmi Makin Eksotik, Dan Menolak ‘Tunduk Takluk’

Dengan strategi silent operation, Zul Rohmi ingin memberikan pesan tidak tunduk takluk meskipun rating elektabilitasnya belum di atas 20 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Paska pengumuman Paslon oleh KPU NTB, 12 Februari lalu, paslon Zul-Rohmi makin  melesat  elektabilitasnya.

Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei F, paslon Zul-Rohmi makin intensif membuka jejaring baru di kalangan warga masyarakat dari berbagai strata sosial.

Zul-Rohmi menjaga dan mengamankan jejaring  konstituen yang baru agar tidak ‘dibandrek’ paslon lain. “Caranya  tetap menyambangi pemilihnya door to door, dan menempatkan kontak person di setiap wilayah pemilihnya,” kata Bambang melalui siaran persnya di Mataram, Jum’at (26/01).

Paslon ini  bergerak secara fleksible dan cepat di basis pemilihnya dengan tim yang ramping. “Ibarat das boat, baik Dr Zul dan Siti Rohmi day by day tetap ‘move on’ sambangi pemilihnya rata rata 5 sampai dengan 7 titik per hari,” ujar Bambang yang didampingi Sekretarisnya, Lalu Athari Fathullah, SE.

Dengan strategi silent operation, Zul Rohmi ingin memberikan pesan tidak tunduk takluk meskipun rating elektabilitasnya belum di atas 20 persen. Paket Zul.Rohmi meski dipandang sebelah mata, tapi justru itu menjadi spirit yang kuat untuk membalikkan asumsi tersebut.

“Tidak tertutup kemungkinan Zul Rohmi memenangi PilGub NTB,“ tambah Bambang Mei F yang kerap disapa Didu.

Zul makin Eksotik

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah menilai, manuver dan gerakan Dr Zul  makin Eksotik dan piawai dalam operasi ke basis dan  konstituen , khususnya di Bima dan Sumbawa.

“Beberapa   media di kota  Bima mengakui, intensitas Dr Zul ke Bima melebihi Paslon lain,” tambah Athar.

Paslon  Zul Rohmi makin leluasa bergerak di kota Bima, karena linier dengan Paslon Pilwakot kota Bima yakni ManuFer yang diusung Demokrat, PKS dan PDIP.

“DPT kota Bima 104 ribuan, Jika Zul-Rohmi dapat suara 50 persen itu sdh bagus karena pilkada kota Bima ada empat Paslon,” lanjut Athar.

Bagi Athar, pasangan ini berani menambrak mainstream yang memasang Dr Zul dari Sumbawa jadi papan satu . Sementara demokrat yg punya 8 kursi parlemen justru memasang Rohmi yang tidak memiliki pengalaman politik sebagai Cawagub ntb.

“Intinya  Zul Rohmi ini  adalah kreasi politik  ekstra ordinary yang berani dan penuh sensasi yang tidak biasa,” imbuhnya.

Menurut Bambang, figur Siti Rohmi merupakan tandem politik yang baik buat Dr Zul karena kharisma dan aura Rohmi yang sejuk,  jauh dari kesan politiking.”Dari sisi gestur, tampilan Rohmi memiliki magnet yang kuat menarik simpati pemilih,” jelasnya.

PilGub NTB 2018 penuh kejutan politik tak terduga, seperti tampil nya paket Anomali,  Zul- Rohmi. Selain itu tampil calon independen Ali-Sakti.

Dalam sejarah PilGub NTB, momentum PilGub NTB kali ini paling mempesona dari aktor aktor yang terlibat pertarungan ‘die hard’. “Pasti akan  ada kejutan politik tak terduga,” tegas Bambang.

Konstruksi empat Paslon PilGub NTB membawa konsekwensi politik tidak mudah dilupakan di akhir konstestasi nanti. “Seandainya Zul Rohmi yang tak diunggulkan menang, bisa dibayangkan bagaimana runtuhnya psykologi politik para jawara petarung tersebut,” ujarnya

Pun demikian sebaliknya, jika Ali Sakti yang menang PilGub NTB, betapa malu dan hancurnya moral politik para pimpinan Parpol di NTB atas realitas tersebut.

“Kemungkinan Ali Sakti memenangi PilGub NTB tetap terbuka, mengingat tren kenaikkan elektabilitas Ali Sakti cukup signifikan,” kata Bambang.

Karena politik itu unpredictable, maka di akhir konstestasi ini akan ada tiga Paslon yang menjadi pecundang.

Re (*)




Perbedaan Fasilitas BPJS Kesehatan; Kelas 1, 2 dan 3

Tidak ada perbedaan antara kelas I, kelas II, kelas III ketika pasien melakukan rawat jalan, namun ketika rawat inap, maka pelayanan perawatan pasien disesuaikan dengan kelas BPJS

lombokjournal.com —

Yang hendak melakukan pendaftaran BPJS Kesehatan, dua hal yang harus ditentukan.  Pertama, menentukan fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama; puskesmas/poliklinik/dokter pribadi. Tentang ini, dianjurkan pilih lokasi poliklinik atau puskesmas yang paling dekat dengan kediaman yang bersangkutan.

Kedua, memilih kelas BPJS, khusus untuk kelas BPJS, ada 3 kategori kelas BPJS yang bisa anda pilih, yaitu kelas 1, kelas 2 dan kelas 3.

Kedua point di atas harus dipertimbangkan dengan baik.  Secara khusus,  terutama ketika memilih kelas BPJS Kesehatan, harus disesuaikan dengan kemampuan finansial.  Menjadi peserta BPJS Kesehatan akan dibebani iuran bulanan yang besar kecilnya disesuaikan dengan ‘kelas BPJS’ yang dipilih. Tentu saja, kelas I iuran bulanannya lebih mahal, diikuti oleh kelas II dan kelas III.

Iuran BPJS sifatnya wajib dan harus terus menerus dibayar selama anda menjadi peserta.Jika satu satu  saja tidak anda bayar, kepesertaan BPJS anda akan dinonaktifkan. Konsekwensinya pada layanan kesehatan yang terhenti, sampai diaktifkan kembali kepesertaannya.

Tidak ada perbedaan anatara kelas I, kelas II, kelas III ketika pasien melakukan rawat jalan, namun ketika pasien di rawat inap, maka pelayanan perawatan akan disesuaikan dengan kelas BPJS yang diambil oleh pasien yang bersangkutan.

Berikut perbedaan kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 pasien BPJS:

  1. Iuran Bulanan

Perbedaan BPJS kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 dilihat dari besar kecilnya iuran bulanan yang harus dibayar

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, iuran BPJS resmi mengalami kenaikan.

Untuk Iuran Peserta BPJS mandiri atau peseta BPJS pekerja bukan penerima upah  (PBPU) adalah sebagai berikut:

  • Kelas 1, iuran bulanan yang harus dibayar awalnya Rp. 59.500 menjadi Rp. 80.000
  • Kelas 2, awalnya Rp. 42.500 menjadi Rp. 51.000
  • Kelas 3, awalnya Rp. 25.500 menjadi Rp. 30.000 (update: khusus kelas 3 kenaikan dibatalkan jadi tetap besarnya Rp. 25.500 sesuai diterbitkannya pp nomor 28 tahun 2016 revisi ketiga atas pp no 12 tahun 2013).

Sedangkan untuk peserta PJS penerima bantuan iuran (PBI) serta penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah juga mengalami kenaikan, sebagai berikut;  Iuran bulanan yang harus dibayar awalnya Rp. 19.225 menjadi Rp. 23.000 untuk semua kelas.

  1. Fasilitas Rawat Inap

Perbedaan BPJS kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 berikutnya adalah pada fsilitas kamar perawatan ketika pasien harus di rawat inap.

  • Peserta BPJS kelas 1 akan mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 1, biasanya ruangan rawat inap dengan 2 sampai 4 kamar tidur.
  • Peserta BPJS kesehatan kelas 2 akan mendapatkan fasilitas kamar rawat inap kelas 2, ruangan rawat inap yang terdiri dari 3 sampai 5 bed di setiap ruangan.
  • Sedangkan untuk Peserta BPJS kesehatan kelas 3, akan mendapatkan faslitas kamar rawat inap kelas 3, pada umumnya akan memiliki bed dari 4 sampai 6 bed tiap kamar.

kelas BPJS Kesehatan yang memiliki fasilitas ruangan rawat inap paling baik adalah kelas 1, dengan minimal 2 kamar atau ada juga yang 4 bed di setiap ruangan, seperti di RSCM karena memang kelas 1 umumnya memiliki jumlah bed 2 sampai 4 bed di setiap ruangan tergantung rumah sakit. yang memiliki 1 bed di ruangan hanyalah untuk kelas VIP.

  1. Tarif INA – CBGS

Perbedaan BPJS kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 berikutnya adalah pada Tarif INA-CBGS. INA-CBG merupakan singkatan dari Indonesia Case Base Groups, sebuah aplikasi yang digunakan rumah sakit untuk mengajukan klaim pada pemerintah. INA-CBG merupakan sistem pembayaran dengan sistem “paket”, berdasarkan penyakit yang diderita pasien.

Misalnya, pasien menderita demam berdarah. Sistem INA-CBG sudah “menghitung” layanan apa saja yang akan diterima pasien tersebut, berikut pengobatannya, sampai dinyatakan sembuh.

Klaim tarif untuk biaya perawatan atas penyakit tersebut bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, pada umumnya kelas 1 biaya klaim lebih mahal jika dibandingkan dengan kelas 2, dan kelas 3 adalah yang paling murah.

Berdasarkan Permenkes no 59 tahun 2014 tentang standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan, perbedaan tarif terletak pada tarif ruangan rawat inap saja. Untuk obat tidak ada perbedaan.

Ini akan berpengaruh pada pasien yang naik kelas perawatan atas permintaan sendiri (APS), maka pasien akan dikenakan selisih biaya tambahan, dengan perhitungan tarif INA-CBGS kelas perawatan yang diambil dikurangi tarif INA-CBGS kelas perawatan haknya.

4.  Biaya Tambahan Naik kelas Perawatan

  • Peserta BPJS kesehatan kelas 1 bisa naik ke ruang VIP lokal atas keinginan pribadi. Namun harus membayar selisih biaya tambahan (biaya PIV-biaya kelas 1 yang ditanggung BPJS Kesehatan), selisihnya harus ditanggung atau dibayar oleh pribadi. Hati-hati, biaya naik kelas VIP bisa membengkak.
  • Peserta BPJS Kesehatan kelas 2, bisa naik kelas menjadi kelas 1 atau kelas VIP atas keinginan pribadi.  Namun harus membayar selisih biaya oleh pribadi, jika naik ke kelas I maka (biaya kelas I – biaya kelas 2 yang ditanggung BPJS) selisihnya harus ditanggung oleh pribadi. Begitu juga jika naik kelas VIP.
  • Peserta BPJS Kesehatan kelas 3, tidak bisa naik kelas menjadi kelas 2 atau kelas lainnya kecuali ada kondisi-kondisi tertentu,  misalnya karena ruangan kelas 3 penuh maka bisa dipertimbangkan untuk naik kelas.

Rizqia Khoirunisa

(Sumber: Pasien BPJS)

 




Bupati Najmul Resmikan Dermaga Gili Air

Keberadaan Dermaga tidak hanya menarik pendapatan daerah melalui retribusi, tapi juga mempermudah penjagaan keamanan, khususnya terhadap peredaran narkoba di tiga gili

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, meresmikan dermaga penyebrangan di Dusun Gili Air Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kamis (25/1).

Hadir juga dalam peresmian yang dilangsungkan sekitar pukul 08.00 Wita itu, Kapolres Lombok Utara, AKBP Afriadi Lesmana, Sekda KLU, Drs. H. Suardi, MH., Asisten I, II dan III, Staf Ahli, sejumlah Kepala SKPD, Camat Pemenang, Kepala Bidang lingkup Pemkab Lombok Utara, dan Kepala.Desa Gili Indah.

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan dermaga ini. Khususnya kepada pemerintah Desa Gili Indah, yang trus mengawal proses pembangunannya,” kata Najmul, dalam sambutannya.

Ke depan, lanjut Najmul, dermaga ini tentunya butuh pemeliharaan, tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawatnya.

“Bila perlu ke depan Dinas terkait mengusulkan anggaran perawatan. Itu untuk antisipasi ketika ada kerusakan, jadi bisa langsung diperbaiki,” paparnya.

Keberadaan Dermaga, kata Najmul, tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk menarik pendapatan daerah melalui retribusi, tapi juga dapat mempermudah penjagaan keamanan, khususnya terhadap peredaran narkoba di tiga gili.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dishublutkan KLU, Agus Tisno, berharap keberadaan dermaga Gili Air dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pengusaha transportasi.

“Meski cuaca sempat menggangu jalannya proses pembangun, tapi alhamdulillah bisa rampung 100 persen. Kini kita berharap dermaga ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” katanya.

Pembangunan dermaga gili air, bersumber dari DAK afirmasi transportasi Kementerian Perhubungan tahun 2017 lalu. Dari total pagu yang dianggarkan sebesar Rp 6,6 miliar, proyek ini direalisasikan dengan nilai kontrak Rp 6,3 miliar.

DNU

 

 

 




Festival Indonesia, Dorong Pemasaran Event Daerah

Di NTB ada empat event yang masuk dalam 100 Wonderfull Event tahun 2018.

MATARAM.lombokjournal.com — Festival Indonesia 2018 akan digelar Kementerian Pariwisata R di Jakarta, 30-31 Januari, untuk mendorong pemasaran event di daerah.

Tahun 2018 ini Kementerian Pariwisata (Kemenpa) sudah menetapkan 100 event pariwisata di daerah sebagai “100 Wonderfull Event Indonesia”.

Hal itu dijelaskan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar, Esthy Reko Astuty. Event-event parwisata daerah itu tersebar di 34 Provinsi di Indonesia sepanjang 2018 ini.

“Untuk membantu promosi dan pemasaran event daerah itu, kami akan menggelar Festival Indonesia, 30-31 Januari di kantor Kemenpar RI,” kata Esthy, usai rapat koordinasi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), di Hotel Golden Palace Mataram, Kamis sore (25/1).

Menurut Esthy, Festival Indonesia akan menjadi wahana bertukar informasi dan promosi bagi daerah- daerah penyelenggara event.

Festival juga menjadi sarana informasi kebijakan-kebijakan Kemenpar bagi daerah.

Dalam kegiatan Festival Indonesia juga akan dilakukan kegiatan table top bisnis to bisnis (B to B).

“Setiap daerah akan diundang sebagai seller, dan kami dari Kementerian akan menyediakan mitra-mitra buyers baik nasional maupun mancanegara,”katanya.

Esthy berharap Dinas Pariwisata dan stakeholders terkait di daerah bisa menyiapkan paket-paket wisata yang menarik yang bisa dipromosikan dalam Festival Indonesia.

Menurutnya, paket-paket wisata sebagai pendukung event Festival di daerah harus terus ditumbuhkan agar daya tarik event memiliki nilai tambah bagi wisatawan.

“Kalau hanya Festival saja yang dijual, so what?. Wisatawan datang bukan hanya ingin lihat Festival saja, jadi daerah harus ada inovasi membuat paket pendukungnya,” katanya.

Ia memaparkan, tahun 2018 ini pemerintah menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan ke Indonesia.

100 Wonderfull Event Indonesia diharapkan mampu mendorong pencapaian target tersebut.

“Untuk tiap event daerah yang masuk dalam 100 Wonderfull Event, akan dibantu dana rata-rata Rp1,5 Miliar untuk promosinya,” katanya.

Event di NTB Masuk 100 Wonderfull Event

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, di NTB ada empat event yang masuk dalam 100 Wonderfull Event tahun 2018.

Empat event itu antara lain, Festival Bau Nyale, Festival Tambora, Festival Lombok Sumbawa, dan Festival Moyo.

Rakor Pariwisata NTB, Kamis (25/1) digelar untuk pemantapan event Festival Bau Nyale yang akan digelar puncaknya pada 6-7 Maret 2018 di pantai Seger, kawasan KEK Mandalika, di Lombok Tengah.

“Tahun ini merupakan tahun pertama di mana event Bau Nyale menjadi event nasional. Tentu event akan kami garap dengan maksimal untuk menarik wisatawan,” katanya.

Festival Bau Nyale akan diisi dengan 12 rangkaian kegiatan yang akan dimulai sejak 20 Februari mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Lalu Putria menjelaskan, Bau Nyale merupakan tradisi masyarakat Lombok berburu cacing laut jenis Wawo atau yang secara lokal disebut Nyale, yang muncul sekali setahun.

Tradisi berburu Nyale secara massal ini, erat kaitannya dengan legenda Putri Mandalika.

Konon, Nyale dipercaya sebagai sosok lain sang putri yang hadir kembali untuk menyapa masyarakat Lombok.

“Bagi masyarakat Lombok, substansi bukan pada cacing Nyale tapi menyambut janji putri Mandalika untuk hadir setiap tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak, yang tahun ini jatuh pada 6-7 Maret 2018,” katanya.

AYA (*)

BACA JUGA : Event Bau Nyale Dimulai 20 Februari




Event Bau Nyale Dimulai 20 Februari

Akan dimeriahkan dengan pawai budaya, seminar kelautan dan pariwisata, pameran budaya, lomba kuliner, dan Mandalika Fashion

MATARAM.lombokjournal.com —  Festival Bau Nyale 2018 yang akan diselenggarakan di Pantai Seger, Kabupaten Lombok Tengah, 6-7 Maret,. akan dimeriahkan  delapan kegiatan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB ) melalui Dinas Pariwisata NTB, antara lain akan menyelenggarakan pawai budaya, seminar kelautan dan pariwisata, pameran budaya, lomba kuliner, dan Mandalika Fashion.

“Total Acara yang akan memeriahkan event Bau nyale nantinya sebanyak 12 kegiatan ini yang akan dimulai dari tanggal 20 Februari 2018 ,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal di Mataram, Kamis  (25 /01)

Puncaknya tanggal 6-7 Maret, di pantai Seger, masyarakat secara massal berburu cacing Nyale.

Penetapan tanggal Festival Bau Nyale tahun ini berdasarkan musyawarah Sangkep Warige—ketua suku adat, yang dilaksanakan terbuka di Pantai Seger.

Seperti diketahui, Bau Nyale diadakan setiap tahun pada hari ke 20 bulan ke 10 dalam Kalender Suku Sasak tiap tahunnya.

‘Bau’ dalam bahasa Lombok berarti menangkap, dan ‘Nyale’ adalah sejenis cacing laut yang muncul sekali setahun. Makhluk tersebut juga dipercaya sebagai penampakan Putri Mandalika.

Bau Nyale menjadi meriah karena masyarakat lokal sudah lama menanti kemunculan cacing laut tersebut.

AYA

BACA JUGA : Festival Indonesia, Dorong Pemasaran Event Daerah