Semua logistik yang sudah terlanjur disebar ke panitia Pilkades, akhirnya ditarik kembali
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Pemungutan Suara Ulang (PSU) Desa Sokong, Kecatan Tanjung, yang sejatinya digelar hari ini, Rabu (31/1), ditunda. Meski surat undagan atau surat suara sudah disebar Panitia sejak Senin lalu.
Penundaan PSU dilakukan berdasarkan Surat Bupati KLU, Nomor. 141/94/KLU/2018. yang merujuk pada keluarnya keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram, Nomor. 177/G/2017/PTUN.MTR.
“Benar, ditunda. Bupati sudah mengeluarkan surat penundaan PSU, Seiring keluarnya keputusan PTUN hari Senin Kemarin,” beber Kabag Pemerintahan Setda KLU, Tresnahadi, Selasa (30/1).
Atas intruksi penundaan tersebut, lanjut Tresnahadi, semua logistik yang sudah terlanjur disebar ke panitia Pilkades, akhirnya ditarik kembali.
Kepala Bagian Hukum Setda KLU, Raden Eka Asmarahadi, menjelaskan jika pihaknya tidak tahu secara pasti hingga kapan batas waktu penundaan PSU.
“Surat penundaan dari PTUN baru diterima Setda pada Senin Sore. Kita tunggu sampai ada putusan akhir, sebab dalam surat putusan itu tidak tertera batas waktu penundaan,” paparnya.
DNU
Jarang Turun Ke Desa, Asosiasi Kepala Desa KLU Minta Dua Camat Diganti
Kedua Camat tidak pernah sekali pun mengadakan rapat koordinasi antar desa.
Budiawan, SH, Sekretaris AKAD KLU
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lombok Utara, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera melakukan pergantian terhadap Camat Tanjung dan Camat Kayangan.
Kedua Camat itu (Samsudin dan Husna Albayani-red) selama ini dinilai tidak mampu menjalani tupoksinya.
“Camat semestinya sering turun ke desa dan menemui masyarakat, tapi hal itu tidak pernah dilakukan oleh kedua Camat ini,” cetus Kepala Desa Tanjung, Budiawan, yang juga mnejabat sebagai Sekertaris AKAD KLU, Selasa (30/1).
Bahkan selama ini, kata Budiawan, kedua Camat tersebut tidak pernah sekalipun mengadakan rapat koordinasi antar desa.
“AKAD sudah berkoordinasi dengan Bupati, wakil Bupati, termasuk Sekda, terkait usulan pergantian kedua camat tersebut,” sambungnya.
Budiawan menambahkan, Camat smestinya mampu sebagai pembina bagi para Kepala Desa yang ada di wilayahnya.
Kepala Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Airman, mengakui jika sejauh ini koordinasi antara Desa dan Camat, sangat jarang dilakukan.
“Karena jarang koordinasi, menyebabkan mis komunikasi antara camat dan Kepala Desa, terutama dalam proses pengeksekusian anggaran, baik DD, ADD atau APBDes,” katanya.
Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan Setda KLU, Tresnahadi, menegaskan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengevaluasi para Camat dimaksud.
“Kami menilai kinerja kedua camat sejauh ini sudah baik. Tapi terhadap usulan evaluasi atau pergantian, itu wewenang penuh Bupati,” katanya.
DNU
BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System, Untuk Kualitas Layanan Peserta Badan Usaha
Badan usaha atau perusahaan harus membayar besaran iuran sesuai jumlah yang ditagihkan
Sosialisasi close payment system .
lombokjournal.com
Jakarta – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang didaftarkan Badan Usaha atau sektor Pekerja Penerima Upah (PPU), kini bisa menikmati sistem pembayaran tertutup (close payment system) dari BPJS Kesehatan.
Sistem pembayaran tertutup akan diterapkan mulai 1 Februari 2018. Demikian siaran pers dari BPJS Kesehatan Kantor Pusat yang disampaikan ke media, Senin (29/01)
Penerapan sistem tersebut, data peserta terdaftar terkini (updated) diharapkan selalu sesuai dengan perubahan yang terjadi di masing-masing perusahaan.
Pembayarannya juga sesuai dengan jumlah tagihan yang dikirimkan ke setiap badan usaha atau perusahaan.
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso menjelaskan, close payment adalah sistem pembayaran iuran JKN-KIS yang mensyaratkan pembayaran iuran hanya dapat dilakukan sesuai dengan jumlah tagihan yang ditagihkan oleh BPJS Kesehatan.
Artinya, badan usaha atau perusahaan harus membayar besaran iuran sesuai jumlah yang ditagihkan.
Kebijakan ini ditetapkan untuk kepentingan peserta. Terutama untuk memastikan tidak ada kendala saat peserta membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Misalnya kartu tidak aktif karena badan usaha membayar iuran tidak sesuai dengan yang ditagihkan. Pembayaran iuran tidak boleh kurang, dan kalau lebih harus sesuai dengan kelipatannya,” ujar Kemal.
Kemal melanjutkan, dengan sistem tersebut, badan usaha atau perusahaan juga lebih mudah dalam memprediksi biaya yang harus dikeluarkan untuk jaminan kesehatan pegawai/karyawannya.
Saat ini, iuran JKN-KIS untuk sektor Pekerja Penerima Upah (PNS, Anggota TNI atau POLRI, pejabat negara, serta pegawai pemerintah non pegawai negeri dan pegawai swasta), dibayar oleh pemberi kerja sebesar 5 persen dari gaji atau upah per bulan sesuai ketentuan.
“Perusahaan punya kewajiban membayar besaran iuran kepesertaan pegawai sebesar 4 persen. Sedangkan pegawai membayar 1 persen sisanya,” ujar Kemal.
Agar berjalan dengan sukses dan tidak terhalang hambatan pada 1 Februari 2018, saat ini BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan rekonsiliasi data.
Kemal mengimbau kepada badan usaha atau perusahaan untuk segera melakukan rekonsiliasi data.
BPJS Kesehatan membuka akses seluas-luasnya kepada badan usaha atau perusahaan terkait rekonsiliasi data. Sebab, hal ini penting untuk menghitung kekurangan atau kelebihan pembayaran iuran sebelum pelaksanaan close payment system.
Selain itu, akan terdapat data individual peserta terkini sehingga bisa meningkatkan kualitas dan akurasi data peserta JKN-KIS. Dengan demikian, akurasi data kepesertaan dan jumlah iuran yang tercatat baik di perusahaan maupun pada BPJS Kesehatan akan lebih terjamin.
Badan usaha diimbau menggunakan aplikasi New e-Dabu (aplikasi online untuk perubahan data karyawan badan usaha atau perusahaan).
“Karena akan memudahkan dalam hal administrasi data peserta serta tidak perlu repot-repot mendatangi kantor BPJS Kesehatan,” jelas Kemal.
Kemal mengundang perusahaan yang belum melakukan rekonsiliasi data untuk segera menghubungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan tempat badan usaha atau perusahaan tersebut terdaftar. Tujuannya agar close payment system dapat memberikan manfaat terbaik bagi mereka.
Re
(Sumber : Siara pers BPJS KESEHATAN)
BPJS Kesehatan Terapkan Close Payment System, Untuk Kualitas Layanan Peserta Badan Usaha
Badan usaha atau perusahaan harus membayar besaran iuran sesuai jumlah yang ditagihkan
sosialisasi sistem pembayaran tertutup (close payment system) dari BPJS Kesehatan, Senin (29/01) (Foto: Dok BPJS Kesehatan).
lombokjournal.com
Jakarta – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang didaftarkan Badan Usaha atau sektor Pekerja Penerima Upah (PPU), kini bisa menikmati sistem pembayaran tertutup (close payment system) dari BPJS Kesehatan.
Sistem pembayaran tertutup akan diterapkan mulai 1 Februari 2018. Demikian siaran pers dari BPJS Kesehatan Kantor Pusat yang disampaikan ke media, Senin (29/01)
Penerapan sistem tersebut, data peserta terdaftar terkini (updated) diharapkan selalu sesuai dengan perubahan yang terjadi di masing-masing perusahaan.
Pembayarannya juga sesuai dengan jumlah tagihan yang dikirimkan ke setiap badan usaha atau perusahaan.
Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso menjelaskan, close payment adalah sistem pembayaran iuran JKN-KIS yang mensyaratkan pembayaran iuran hanya dapat dilakukan sesuai dengan jumlah tagihan yang ditagihkan oleh BPJS Kesehatan.
Artinya, badan usaha atau perusahaan harus membayar besaran iuran sesuai jumlah yang ditagihkan.
Kebijakan ini ditetapkan untuk kepentingan peserta. Terutama untuk memastikan tidak ada kendala saat peserta membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Misalnya kartu tidak aktif karena badan usaha membayar iuran tidak sesuai dengan yang ditagihkan. Pembayaran iuran tidak boleh kurang, dan kalau lebih harus sesuai dengan kelipatannya,” ujar Kemal.
Kemal melanjutkan, dengan sistem tersebut, badan usaha atau perusahaan juga lebih mudah dalam memprediksi biaya yang harus dikeluarkan untuk jaminan kesehatan pegawai/karyawannya.
Saat ini, iuran JKN-KIS untuk sektor Pekerja Penerima Upah (PNS, Anggota TNI atau POLRI, pejabat negara, serta pegawai pemerintah non pegawai negeri dan pegawai swasta), dibayar oleh pemberi kerja sebesar 5 persen dari gaji atau upah per bulan sesuai ketentuan.
“Perusahaan punya kewajiban membayar besaran iuran kepesertaan pegawai sebesar 4 persen. Sedangkan pegawai membayar 1 persen sisanya,” ujar Kemal.
Agar berjalan dengan sukses dan tidak terhalang hambatan pada 1 Februari 2018, saat ini BPJS Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan rekonsiliasi data.
Kemal mengimbau kepada badan usaha atau perusahaan untuk segera melakukan rekonsiliasi data.
BPJS Kesehatan membuka akses seluas-luasnya kepada badan usaha atau perusahaan terkait rekonsiliasi data. Sebab, hal ini penting untuk menghitung kekurangan atau kelebihan pembayaran iuran sebelum pelaksanaan close payment system.
Selain itu, akan terdapat data individual peserta terkini sehingga bisa meningkatkan kualitas dan akurasi data peserta JKN-KIS. Dengan demikian, akurasi data kepesertaan dan jumlah iuran yang tercatat baik di perusahaan maupun pada BPJS Kesehatan akan lebih terjamin.
Badan usaha diimbau menggunakan aplikasi New e-Dabu (aplikasi online untuk perubahan data karyawan badan usaha atau perusahaan).
“Karena akan memudahkan dalam hal administrasi data peserta serta tidak perlu repot-repot mendatangi kantor BPJS Kesehatan,” jelas Kemal.
Kemal mengundang perusahaan yang belum melakukan rekonsiliasi data untuk segera menghubungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan tempat badan usaha atau perusahaan tersebut terdaftar. Tujuannya agar close payment system dapat memberikan manfaat terbaik bagi mereka.
Re
(Sumber : Siara pers BPJS KESEHATAN)
Lombok Marathon Kacau, Dipicu Keterlambatan Datangnya Medali
Kadispar NTB, Lalu Mohammad Faozal tidak menampik, insiden tersebut akan berdampak besar pada pariwisata di NTB.
MATARAM.lombokjournal.com – Ketua KONI NTB, Andy Hadianto angkat bicara terkait insiden ricuh yang terjadi pada event Lombok Marathon, Minggu (28/1). Andi mengatakan, kericuhan tersebut diakibatkan oleh keterlambatan datangnya medali.
“Keterlambatan itu bukan disengaja, karena medali yang disediakan penyelenggara (EO) datang pada pukul 09.00 Wita,” kata Andy saat acara konferensi pers terkkait insiden itu di Rumah Langko, Senin (29/1).
Ia menjelaskan, kericuhan berawal ketika staf penyelenggara yang membawa medali, peserta yang melihat kedatangan medali tersebut langsung menyerbu dan berupaya mengambil medali.
Andy yang melihat hal tersebut berupaya menghalangi peserta yang jumlahnya mencapai ribuan, karena kalah jumlah ia pun meminta pihak keamanan untuk mengamankan situasi.
“Akhirnya saya arahkan pembagian medali di atas panggung,” ujar Andy.
Sementara itu, Kadis Pariwisata NTB, Lalu Faozal dihadapan wartawan menyampaikan permintaan maafnya akibat kejadian yang tentunya diluar dugaan tersebut.
“Saya mewakili pemerintah Provinsi NTB meminta maaf atas kejadian ini,” ucap Faozal.
Faozal tidak menampik insiden tersebut akan berdampak besar pada pariwisata di NTB. Untuk itu, dengan kejadian tersebut pihaknya bersama dengan instansi terkait akan melakukan evaluasi.
“Kami akan ambil pelajaran dari kejadian ini. Dispar dan KONI tidak ingin di posisi yang benar, tapi ini harus menjadi pembelajaran kita bersama,” pungkas Faozal.
AYA
Keluarga Sepakat Segera Memakamkan Jasad Munawir
Korban yang hanyut di Lokoq Segara ditemukan sudah membengkak
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).
Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.
“Korban yang sudah tak bernyawa berhasil dievakuasi sekitar 11.20 Wita, oleh Tim SAR Gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, Senin.
Setelah dievakuasi Tim SAR, lanjut Nyoman, korban langsung dibawa menuju kediamannya di Dusun Todo.
Pihak keluarga korban sepakat untuk segera dimakamkan mengingat kondisi korban yang sudah membengkak.
DNU
Keluarga Sepakat Segera Memakamkan Jasad Munawir
Korban yang hanyut di Lokoq Segara akhirnya ditemukan sudah membengkak
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).
Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.
Korban Hanyut Lokoq Segara Akhirnya Ditemukan
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com-Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).
Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.
“Korban yang sudah tak bernyawa berhasil dievakuasi sekitar 11.20 Wita, oleh Tim SAR Gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, Senin (29/1).
Setelah dievakuasi Tim SAR, lanjut Nyoman, korban langsung dibawa menuju kediamannya di Dusun Todo.
Pihak keluarga korban sepakat untuk segera dimakamkan mengingat kondisi korban yang sudah membengkak.
DNU
Rajabatu Siap Menangkan Zul-Rohmi Di Lombok Barat
Dr Zul–Rohmi yang berpengalaman dalam pengembangan SDM tentu sudah menyiapkan strategi mengantisipasi dampak perdagangan bebas dunia
Abdul Hafiz
lombokjournal.com —
Barisan Rakyat Jajar Karang Bersatu (RaJaBaTu) Kabupaten Lombok Barat siap menangkan Zul Rohmi di wilayah Lombok Barat. Paslon Zul-Rohmi dinilai paling mumpuni menggantikan TGB-Amin, karea memenuhi harapan untuk melanjutkan ikhtiar TGB.
Penilaian itu disampaikan Ketua Besar RaJaBaTu, Abdul Hafizd, melalui siaran pers yang disampaikan ke Media, Senin (29/01).
“Mereka sama-sama masih muda, namun sudah memiliki pengalaman yang tidak diragukan,” katanya.
Menurut Abdul Hafidz, Dr. Zul adalah sosok yang humble, senang bergaul namun faham sekali kultur dan budaya NTB, baik Lombok maupun Sumbawa. “Dr Zul adalah figur pemimpin muda yang mengerti dan memahami kultur budaya NTB yang heterogen,” kata Hafidz
Hafidz melihat Paslon Zul-Rohmi merupakan refresentatif dari kualitas masyarakat NTB. Mereka memiliki wawasan pendidikan luas, tingkat kecerdasan tinggi dan lahir dari kalangan beragama yang kuat.
Ketua Rajabatu menambahkan, Zul-Rohmi perpaduan antara Politisi-Akademisi dan mereka mewakili gender dari segi keterwakilan dan mereka sama-sama peduli pada pendidikan.
“Paket Zul Rohmi memiliki atensi dan kepedulian yang kuat untuk memajukan dunia pendidikan di NTB agar sejajar dengan propinsi lain yang sudah maju,” tandasnya .
Multi Talenta
NTB ke depan membutuhkan figur pemimpin seperti Dr. Zul yang memiliki berpengalaman dan net working di tingkat nasional maupun level internasional.
“Dengan relasi dan kemampuan Dr Zul yang multi talenta, bisa diterima berbagai kalangan di dalam.dan luar negri. Ini akan memudahkan NTB menggalang investasi maupun kerjasama strategis lsinnya ,” ujar Hafidz.
Tahun 2020 mendatang perdagangan bebas dunia mulai diberlakukan secara global, termasuk di Indonesia. Implikasi nya persaingan perdagangan barang, Jasa dan SDM makin sengit.
Dr Zul–Rohmi yang berpengalaman dalam pengembangan SDM tentu sudah menyiapkan strategi mengantisipasi dampak perdagangan bebas dunia.
“Kampus Universitas Tehnologi Sumbawa salah satu bukti bahwa Dr Zul menyiapkan pengembangan SDM yang berdaya saing,” lanjutnya Hafidz.
Dikatakan, Dr Zul. tiga Periode di DPR RI dan mampu membangun Universitas, merupakan bukti kemampuan sumber dayanya.
Tentang Dr. Rohmi, Abdul Hafidz yang mantan Ketua Tim Sukses Bung Nuri menilai, merupakan sosok Srikandi NTB muda dengan segudang pengalaman.
“Peduli pendidikan dan lahir dari keturunan pejuang, beliau cucu dari Maulana Syekh, Pahlawan Nasional dari NTB,” pungkasnya.
Mei
Munawir Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Sungai
Korban sempat ditolong teman-temannya, namun karena arus yang terlalu deras, korban akhirnya terlepas dan hanyut
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Todo, Desa Bentek Kecamatan Gangga, Munawir (25), dinyatakan hilang terseret arus saat mandi di sungai Lokoq Segara (perbatasan Desa Bentek-Jenggala), Sabtu (27/01).
Kronologi kejadian berwal saat Munawir bersama 8 orang temannya mandi di pinggir sungai sekitar pukul 17.00 Wita. Namun Naas, saat asyik mandi, korban tiba-tiba terseret arus sungai yang saat itu airnya sedang meluap.
“Ada warga hilang terseret arus pak, sampai sekarng blum ditemukan,” kata sejumlah warga yang berkumpul kenyaksikan proses pencarian, Sabtu (27/1) petang.
Kepala BPBD Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara., mengatakan menurut keterangan warga, korban sempat ditolong oleh teman-temannya, namun karena arus yang terlalu deras, korban akhirnya terlepas dan hanyut.
“Laporan warga hanyut kami terima Sabtu sore sekitar pukul 17 : 30 Wita,” paparnya.
Dikatakan Iwan, Proses pencarian terus dilakuan oleh 50 petugas yang dibantu warga hingga Sabtu malam, namun kondisi air yang keruhnya menyebabkan pencarian dihentikan sekitar pukul 22.30 malam.
“Pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu siang. Tapi hingga sekarang belum ditemukan,” katanya.
Dalam kesempatan berbeda, Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnunanda, memaparkan, Tim SAR Bangsal Pemenang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan pada Sabtu sore.
“Ada tambahan Tim SAR yang kembali diturunkan ke lokasi pencarian pada Minggu pagi. Pencarian dilakukan pada radius 4 kilometer dari lokasi kejadian,” terangnya, Minggu (28/1).
Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas Pos Bangsal, Tagana KLU, BPBD KLU, Polsek Gangga, Koramil Gangga, yang dibantu warga sekitar.
DNU
Amir Zaman Fiqrah Ranggabarani, Terpilih Sebagai Ketua FAS
Visi dan misinya menjadikan Anak Samawa yang hebat, bermartabat dan berdaya saing tingg
lombokjournal.com
Amir Zaman Fikhra Ranggabarani
Sorot matanya teduh sesekali mengulas senyum ramahnya. Namanya Amir Zaman Fiqra Ranggabarani, putra Nurdin Ranggabarani.
Amir terpilih sebagai Ketua Forum Anak Samawa (FAS) yang baru dalam pemilihan demokratis di Sekretariat Forum Anak Samawa, jalan Setia Budi Sumbawa Besar, Sabtu (27/01), yang dihadiri Dewan Pembina FAS.
Siswa kelas X SMA 2 Sumbawa ini tampil meyakinkan dalam penyampaian Visi Misi selama periode dua tahun ke depan. Amir yang gemar menggambar ini ingin memajukan Forum Anak Samawa dengan visi Forum Anak Samawa adalah garda terdepan menuju Anak Samawa yang Hebat Bermartabat dan berdaya saing tinggi.
Bersama (mendiang) Marwah Gilang Roshada
Kepemimpinannya akan menjadikan FAS sebagai wadah anak-anak Samawa menyalurkan aspirasi, inspirasi dan ide-ide sehingga bisa unggul dalam mutu dan prestasi dalam pemenuhan hak anak.
Selain itu, Amir akan mempertahankan hak hak anak sesuai konvensi Hak Anak (KHA) yaitu kelangsungan hidup, perlindungan, tumbuh kembang dan partisipasi. “Karena hal ini selaras pula dengan UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak,”tegasnya.
Dalam pemilihan yang demoratis santun dan saling menghargai itu, dipaparkan misinya untuk menguatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan semua kalangan dalam pengembangan pendidikan, bakat anak serta potensi anak termasuk anak-anak yang tinggal di pelosok pedalaman.
“Kita ingin mendorong agar pemerintah atau siapapun yang berwenang dalam penanganan anak, harus memperhatikan potensi teman teman yang tinggal di remote area atau pedalaman, kita ingin pemerintah memperhatikan kekurangan fasilitas belajar mereka sehingga mereka dapat belajar dengan layak dan wajar,” papar Emir
Penggemar badminton ini ingin mengangkat dan melestarikan tradisi lokal khususnya permainan khas Anak Samawa yang sudah mulai memudar tergantikan tekhnologi canggih atau gadget
Padahal menurut Emil, produk tekhnologi gadget tidak lebih baik dari permainan anak-anak.
“Saya lihat permainan anak lebih sehat karena memadukan gerakan fisik dan otak sedangkan gadget bisa dikatakan tidak ada gerakan hanya diam ditempat dan memainkan alat alat, tombol belum lagi bahaya radiasi layar screen dan signal wifi,” katanya.
Amir berjanji akan mengembangkan permainan anak Samawa baik skala kecamatan atau nanti kita pertandingkan di tingkat Kabupaten.
Emil yang akan bertugas dalam dua tahun ke depan 2018/2020 ini akan berduet pucuk pimpinan dengan wakilnya Fadly Duransyah siswa kelas 9 SMPN 1 Sumbawa.
Sementara itu ketua Demisioner Salsabila Mistaan (Salsa) dan wakilnya Yosa Amartya Rahmat (Yosa) berharap pada periode Emil ini, FAS lebih baik dan semakin banyak prestasi anak Samawa.
Sementara itu Forum Anak Samawa yang sudah terbentuk tingkat kecamatan saat ini Forum Anak Kecamatan Lape, Forum Anak Kecamatan Lopok, Forum Anak Kecamatan Tarano baru Tarano yang sudah dilantik dan diresmikan oleh camatnya.
Terpilihnya Amir Zaman Fiqra Ranggabarani jadi Ketua FAS Sumbawa tidak lepas dari peran dan motivasi sang kakak mendiang Ocha Matwah Gilang Rosadha Ranggabarani yang berpulang ke Rahmatullah tujuh hari berselang.
“Kakak Ocha yang jadi teman diskusi merumuskan visi misi yang saya sampaikan,” ungkapnyal lirih dan mata meremang sembari mengatakan, mendiang ocha berpesan agar tidak buat malu kakak Ocha kenangnya.
Terakhir dikatakannya, ia ingin mendedikasikan masa baktinya ini untuk kebahagiaan dan kemulyaan kakak Ocha karena ia juga adalah aktifis di organisasi ini selama hidupnya.
“Saya sangat terinspirasi dari keaktifan mendiang kakak Ocha,” pungkasnya .