Survey Olat Maras Institute (OMI), Zul-Rohmi Pemenangnya

Suara untuk pasangan Zul—Rohmi cukup tinggi, jauh dibandingkan dengan pasangan-pasangan calon lainnya. Namun karena jumlah opsi tidak menjawab juga tinggi, posisi seluruh calon masih berada di zona merah (berbahaya)

SUMBAWA BESAR —

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masih beberapa bulan lagi. Namun jika digelar pada Bulan Februari 2018 ini, dapat dipastikan pasangan Dr. H. Zulkiflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul—Rohmi), menjadi pemenang dengan meraih suara terbanyak.

Hal ini berdasarkan hasil survey Olat Maras Institute (OMI) terhadap elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta prilaku pemilih masyarakat NTB di Pilkada serentak 2018.

Metodologi Survei dilaksanakan pada tanggal 15-24 Februari 2018 untuk periode Februari—April ini menggunakan Multy Stage Random Sampling dengan populasi dan sampel 3.522.679 juta jiwa/sampel 1200 responden. Tingkat kepercayaan 95% dan Margin of Error 2,6%. Jumlah pemilih opsi tidak menjawab atau belum menentukan sikap cukup tinggi, mencapai 44,20 persen.

Menurut OMI, ini disebabkan karena sampai saat ini beberapa calon belum turun menyambangi masyarakat. Kemudian kecendrungan responden belum mengenal calon atau wajah baru dalam Pilkada NTB. Masyarakat berharap didatangi dan disapa calon-calon. Alasan lain, waktu pemilihan masih 4 bulan lagi yang dirasakan masih cukup lama.

Meski demikian persentasi suara untuk pasangan Zul—Rohmi cukup tinggi, jauh dibandingkan dengan pasangan-pasangan calon lainnya. Namun karena jumlah opsi tidak menjawab juga tinggi, posisi seluruh calon masih berada di zona merah (berbahaya).

Selain pasangan Zul-Rohmi, tiga paslon lainnya memiliki persentase suara yang berdekatan. Dalam survey itu pasangan Zul—Rohmi meraih 32,80%, Suhaili—Amin 24,60%, disusul Ali—Sakti 21,60% yang tidak terpaut jauh dengan Ahyar—Mori 21,00 %.

OMI yang bekerjasama dan disupervisi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini juga merilis survey elektabilitas per Kabupaten. Untuk Kabupaten Lombok Timur, Ali-Sakti meraih 33,56%, disusul Zul—Rohmi 20,50%, Suhaili—Amin 10,25% dan paling buntut Ahyar—Mori 4,24%. Tidak menjawab 31,45%.

Kabupaten Lombok Tengah 44,13%, Ali—Sakti 6,89%, Zul—Rohmi 5,66%, dan Ahyar—Mori 4,86%, dengan tidak menjawab 38,46%. Lombok Utara, Ahyar—Mori 27,77%, Ali-Sakti 11,11%, Zul—Rohmi 9,25% dan Suhaili—Amin 0,20% (tidak menjawab 51,85%).

Kota Mataram, Ahyar—Mori 51,51%,  Zul—Rohmi 9,10%, Suhaili—Amin 6,60%, dan Ali—Sakti 5,05% (tidak menjawab 28,28%). Kabupaten Lombok Barat, Ahyar—Mori 19,13%, Zul—Rohmi 13,58%, Ali-Sakti 6,80% dan Suhaili—Amin 4,32 % serta 56,17% tidak menjawab.

Zul—Rohmi Merajai Pulau Sumbawa

Sementara untuk Pulau Sumbawa elektabilitas pasangan Zul—Rohmi tak tertandingi. Untuk Kabupaten Sumbawa Barat Zul—Rohmi 25,80%, Suhaili Amin 3,20%, Ahyar-Mori 1,70%, Ali-Sakti 1,30% dan tidak menjawab 68,00%. Kabupaten Sumbawa, Zul—Rohmi 45,10%, Suhaili—Amin 5,30%, Ahyar—Mori dan Ali—Sakti sama-sama 2,70%, tidak menjawab 44,20%. Kabupaten Dompu Zul—Rohmi 22,20%, tiga pasangan calon lainnya masing-masing 7,40% dan tidak menjawab 55,60 %. Kabupaten Bima, Zul—Rohmi 27,30%, Ahyar Mori 5,00%, Ali-Sakti 2,50% dan Suhaili—Amin 1,70% serta tidak menjawab 63,60%. Kota Bima Zul—Rohmi 22,20%, Ahyar-Mori 16,70%, Suhaili Amin dan Ali Sakti sama-sama 2,80%, tidak menjawab 55,60%.

Secara umum dari survey ini dapat dilihat, setiap Cagub menang di basisnya masing-masing. Tapi Zul-Rohmi berpeluang menyalip paslon lain di Pulau Lombok karena saat ini TGB belum turun dan gerakan NW Pancor belum begitu masif.

Di bagian lain surveynya, OMI meliris hasil survey pemilih dilihat dari umur, suku, pendidikan, pekerjaan dan jenis kelamin. Untuk Umur, rata-rata pemilih masing-masing calon tersebar di pemilih muda 17-30 tahun dan 31-45 tahun, terkecuali pemilih Ali Sakti yaitu 31,72% pada umur 46-65 tahun. Sedangkan pemilih yang banyak memilih opsi tidak menjawab rata-rata umur 17-45 tahun.

Artinya potensi untuk menarik minat pemilih umur 17—45 tahun masih besar. Kemudian Suku, ini menjadi salah satu daya tarik pemilih.

Berdasarkan survei, Suhaili, Rohmi dan Ali BD merebut pemilih dari Suku Sasak. Sedangkan H.M Amin, SH., M.Si (Suku Samawa) tidak terlalu banyak pemilihnya dibandingkan Dr. H. Zulkieflimansyah di Kabupaten Sumbawa yang juga dari Suku Samawa.

Begitu juga dengan H. Mori Hanafi yang pemilihnya di Suku Mbojo hanya 12,85%, sedangkan Dr. H. Zulkieflimansyah mencapai 24,54%. Salah satu alasannya karena suku Mbojo dengan Samawa berada dalam satu Pulau dan responden beranggapan masih satu rumpun suku.

Terlebih jika dikaitkan dengan sejarah kerajaan di Sumbawa dengan Bima serta Dompu, sehingga keterwakilan Suku Mbojo sama dengan Suku Samawa.

Selanjutnya dilihat dari latar belakang pendidikan ini tidak terlalu signifikan berpengaruh. Persebaran pemilih dengan latar belakang pendidikan merata di seluruh kandidat atau tidak ada yang terlalu menonjol. Zul Rohmi dan Ahyar Mori rata-rata pemilihnya dari kalangan tamatan SMA/MA dan D4/S1. Sedangkan Suhaili Amin dan Ali Sakti rata-rata tamatan SD, SMP dan SMA.

Untuk profesi, dari hasil survei yang dilaksanakan ini, mayoritas pemilih berprofesi sebagai Petani, wiraswasta dan ibu rumah tangga.

Sedangkan pemilih seluruh calon merata dari berbagai profesi tersebut. Terakhir, dari jenis kelamin pemilih dalam survei ini juga merata. Pemilih Suhaili Amin, Ahyar Mori dan Ali Sakti rata-rata laki-laki. Sedangkan pemilih Zul Rohmi mayoritas perempuan.

Ini membuktikan bahwa keterwakilan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi D, M.Pd menarik perhatian kaum perempuan dalam Pilkada NTB 2018 ini.

Dimintai tanggapannya, Selasa (27/2), Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc dari Cagub Zul—Rohmi, mengatakan dilihat dari metodologinya, jumlah responden, dan validitasnya, hasil survey tersebut cukup obyektif.

Karena bagaimanapun Ia selaku calon di lapangan bisa merasakan seperti apa respon masyarakat di setiap kabupaten/kota yang dikunjungi. Hasil survey ini juga tidak terkesan mengada-ada. Ini juga menunjukkan bahwa persaingan sangat terbuka bagi semua calon dengan peluang yang cukup besar.

“Tinggal bagaimana di sisa waktu ini setiap calon mengoptimalkan peluang yang ada untuk meraih kemenangan,” ujar Doktor Zul—sapaan calon kelahiran Sumbawa ini.

Doktor Zul tetap berharap masyarakat dihidangkan demokrasi yang fair dan sehat karena hampir semua kandidat ini adalah sahabat.

Terkadang yang memperuncing keadaan dan membuat gaduh, adalah tim sukses. “Semoga dengan politik dan demokrasi yang sehat inilah hadiah kita buat demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.

Me




Doktor Zul Blusukan Di Pasar dan Terminal

Pedagang, sopir dan penumpang bus yang sudah mengenal DR Zul siap memilih dan memenangkan pasangan Zul-Rohmi

SUMBAWA BESAR.lombokjournl.com —

Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc, Calon Gubernur NTB, disambut antusias para pedagang dan pengunjung di Pasar Labuan Sumbawa, Selasa (27/2) pagi.

Para pedatang Hal bersemangat berswa foto (selfi) dengan Calon Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Mereka juga menyampaikan berbagai harapan untuk memanfaatkan kehadiran Cagub bernomor urut 3 ini.

Mereka berharap, psangan Zul—Rohmi yang melanjutkan ikhtiar TGB, mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumbawa berkembang ke taraf kesejahteraan.

Doktor Zul yang didampingi Ketua Tim Relawan Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si dan Ketua Sareng (Sahabat Rengga) Edy “Rio’ Mochtar serta anggota tim lainnya, sempat berbelanja ikan, sayur dan bumbu sepat. Bahkan Mbok Mariyam, penjual jamu, menyuguhkan segelas jamu yang sudah diracik khusus.

Wanita paruh baya ini mengaku jamu tersebut untuk menghilangkan pegal linu, rasa lelah dan mengembalikan kebugaran. Harapannya agar Doktor Zul diberikan kesehatan untuk selalu dan terus menyapa masyarakat.

Doktor Zul juga menyempatkan diri ke Terminal Sumer Payung. Di sana, Cagub pasangan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Rohmi)—kakak kandung Tuang Guru Bajang (TGB) — disambut sopir, pedagang kaki lima dan penumpang bus dari berbagai daerah di NTB. Ada dari Lombok Tengah, Lotim, Lobar, Lombok Utara, Bima, Dompu dan KSB termasuk Sumbawa.

Mereka sudah mengenal lama Doktor Zul, dan siap memilih pada Pilkada Juni mendatang. Bahkan para pedagang mengajak Doktor Zul ke warung, yang di sana sudah lama tertempel kalender Zul—Rohmi. Mereka juga menyempatkan untuk berfoto sambil memperlihatkan salam tiga jari.

Selepas dari Terminal Sumer Payung, Doktor Zul bertolak ke Hotel Sernu Raya untuk menghadiri Rakercab Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa. Seperti Rakercab di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, hasilnya bertekad mewujudkan Zul-Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018—2023.

Untuk diketahui, pada hari yang sama, Cagub NTB Dr. Zulkiflimansyah berdiskusi dengan Persatuan Guru PAUD.  Kemudian bertatap muka dengan masyarakat Kecamatan Plampang dan Labangka.

Me




Suhaili-Amin Ingin Menjadi “Pembantu Masyarakat”

janji pertama Suhaili-Amin adalah menjadi pelayan masyarakat, karena pada hakekatnya pemimpin itu adalah pelayan

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023, H Moh Suhaili FT – H Muh Amin menegaskan, jika pasangan calon (paslon) nomor menjadi mudhorat, jangan dukung Suhaili-Amin.

Penegasan itu disampaikan Suhaili, pada kampanye terbatas yang ke 4 di gedung Al-Ikhsan Pelembak, Ampenan, Kota Mataram (27/02)

Suhaili mengatakan, jabatan itu tidak lah penting. Karena, yang terpenting adalah menjalin silaturrahim, perkuat rasa persaudaraan, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Bahkan kata Suhaili, dirinya bersama Amin, ingin menjadikan diri pelayan (anak akon, red) kata lain abdi masyarakat atau pembantu.

Di hadapan ratusan simpatisan, Suhaili sanjung semua calon, mulai dari Ahyar Abduh merupakan Walikota Mataram dua periode, anggota DPRD Kota Mataram, seorang tuan guru, kata lain tokoh NTB.

Begitu juga dengan calon wakil, Mori Hanafi adalah pemuda yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam membangun NTB. Untuk Zul-Rohmi sama-sama doktor dan ilmuan yang memiliki kemampuan dan ide memajukan daerah ini.

Terakhir, Ali-Sakti salah satu pasangan yang senior dalam ilmu pembangunan daerah. Untuk Gede Sakti sendiri merupakan tuan guru memiliki organisasi massa. Bisa dikatakan semua calon itu hebat , sehingga mari saling menghormati, jangan membuat perpecahan.

“Jangan pernah menjelekkan siapa pun, apalagi menjelekkan partai Golkar, yang pernah memberikan rejeki, ” kata dia.

Dia menambahkan, janji pertama adalah sebagai pelayan, karena pada hakekatnya pemimpin itu adalah pelayan. Untuk diketahui, begitu kampanye dimulai, Suhaili menyapa masyarakat dengan sebuah lagu ciptaan Rhoma Irama.

Kesempatan yang sama, calon Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin menegaskan, kampanye terbatas merupakan ke empat kali setelah di Lobar, Lotim, KLU. Sehingga, dirinya tidak henti mengajak masyarakat menjaga suasana yang kondusif, pasangan ini bertekad memenangkan, spirit bangun NTB lebih baik.

“Andai Allah SWT, tidak mengizinkan saya nanti. Namun, jabatan sebagai wakil gubernur masih sampai tanggal 17 September 2018. Perlu dijaga kondusifitas, ” ujarnya.

Amin memaparkan alasan berkomitmen berpasangan dengan Suhaili yakni, ingin bangun NTB lebih baik kedepan. Terlebih, berbagai pertumbuhan mulai terlihat, seperti pertumbuhan ekonomi diangka 5,2 persen sudah biasa mendekati angka pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Setelah melakukan orasi kampanye, Suhaili kembali mengajak simpatisan bergoyang dengan persembahkan lagu ciptaan Rhoma Irama berjudul Taqwa.

AYA




Doktor Zul Blusukan Di Pasar dan Terminal

Pedagang, sopir dan penumpang bus yang sudah mengenal DR Zul, siap memilih dan memenangkan pasangan Zul-Rohmi

SUMBAWA BESAR.lombokjournal.com —

Dr. H. Zulkieflimansyah SE M.Sc, Calon Gubernur NTB, disambut antusias para pedagang dan pengunjung di Pasar Labuan Sumbawa, Selasa (27/02) pagi.

Para pedatang Hal bersemangat berswa foto (selfi) dengan Calon Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Mereka juga menyampaikan berbagai harapan untuk memanfaatkan kehadiran Cagub bernomor urut 3 ini.

Mereka berharap, psangan Zul—Rohmi yang melanjutkan ikhtiar TGB, mengangkat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumbawa berkembang ke taraf kesejahteraan.

Doktor Zul yang didampingi Ketua Tim Relawan Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si dan Ketua Sareng (Sahabat Rengga) Edy “Rio’ Mochtar serta anggota tim lainnya, sempat berbelanja ikan, sayur dan bumbu sepat. Bahkan Mbok Mariyam, penjual jamu, menyuguhkan segelas jamu yang sudah diracik khusus.

Wanita paruh baya ini mengaku jamu tersebut untuk menghilangkan pegal linu, rasa lelah dan mengembalikan kebugaran. Harapannya agar Doktor Zul diberikan kesehatan untuk selalu dan terus menyapa masyarakat.

Doktor Zul juga menyempatkan diri ke Terminal Sumer Payung. Di sana, Cagub pasangan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Rohmi)—kakak kandung Tuang Guru Bajang (TGB) — disambut sopir, pedagang kaki lima dan penumpang bus dari berbagai daerah di NTB. Ada dari Lombok Tengah, Lotim, Lobar, Lombok Utara, Bima, Dompu dan KSB termasuk Sumbawa.

Mereka sudah mengenal lama Doktor Zul, dan siap memilih pada Pilkada Juni mendatang. Bahkan para pedagang mengajak Doktor Zul ke warung, yang di sana sudah lama tertempel kalender Zul—Rohmi. Mereka juga menyempatkan untuk berfoto sambil memperlihatkan salam tiga jari.

Selepas dari Terminal Sumer Payung, Doktor Zul bertolak ke Hotel Sernu Raya untuk menghadiri Rakercab Partai Demokrat Kabupaten Sumbawa. Seperti Rakercab di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, hasilnya bertekad mewujudkan Zul-Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018—2023.

Untuk diketahui, pada hari yang sama, Cagub NTB Dr. Zulkiflimansyah berdiskusi dengan Persatuan Guru PAUD.  Kemudian bertatap muka dengan masyarakat Kecamatan Plampang dan Labangka.

Me




Ini Alasan Investor Korsel Ngebet Menjalankan Investasinya di KLU

Lombok Utara sangat cocok untuk kegiatan investasi, selain ketersediaan lahan yang memadai, aspek budaya dan keamanan juga sangat mendukung

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —Sejumlah perusahaan asal Korea Selatan benar-benar memenuhi janji kunjungannya ke Lombok Utara.

Rombongan investor yang sejak lama menyampaikan ketertarikannya untuk berbisnis di daerah ini disambut dan diterima langsung Bupati Najmul Akhyar  dan Wakil Bupati KLU Syarifuddin, di ruang kerjanya. Senin (25/2).

Pimpinan Rombongan investor melalui Juru Bicara sekaligus penerjemah, Abdurahman Wahid, menyampaikan agenda lawatannya ke Lombok Utara, bersama para investor tidak lain untuk membahas kelanjutan rencana investasi yang sudah disepakati melalui penandatanganan MoU antara Pemda KLU dengan investor beberapa waktu lalu.

“Lombok Utara sangat cocok untuk kegiatan investasi, selain ketersediaan lahan yang memadai, aspek budaya dan keamanan juga sangat mendukung. Kami ingin mempercepat investasi ini,” katanya dalam acara ekspose rencana investasi di aula Bupati.

Saat ini, kata Wahid, pihak perusahaan akan membicarakan tahapan-tahapan kerjasamanya terlebih dahulu dengan pemerintah daerah Lombok Utara. Sementara untuk teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut.

Bupati KLU. H. Najmul Akhyar, berharap dekedatangan para investor tidak hanya segedar kegiatan ekspose saja, namun harus diwujudnya di lapangan.

“Saat ini kita tidak bisa merumuskan secara teknis terkait kerjasama ini, hanya tahapannya saja. Meski begitu, nanti kita minta kepada SKPD terkait untuk membicarakan kembali dengan para investor seperti apa teknisnya,” bebernya.

Rencana kerjasama investasi ini meliputi bidang PJU Solar Soill, listrik LED, kosmetik, Alat berat, dan besi baja.

 DNU

 

 




Presiden Tinjau Fasilitas Kesehatan (Faskes) Mitra BPJS Kesehatan

Jaminan Kesehatan dalam jumlah sangat besar hanya ada di Indonesia yaitu Kartu Indonesia Sehat yang dikelola oleh BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAKARTA –  Salah satu fasilitas kesehatan (faskes) mitra atau yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yaitu RS Pusat Pertamina (RSPP), ditinjau Presiden Joko Widodo bersama dengan Managing Director Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF) Christine Lagarde, Senin (26/02).

Kunjungan tersebut untuk melihat implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia (JKN-KIS).

Presiden Jokowi dalam kunjungan ini didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moloek, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Presiden Jokowi menjelaskan, melalui kunjungan tersebut pemerintah ingin menunjukkan, Indonesia saat ini memiliki sistem jaminan sosial untuk kesehatan yaitu Kartu Indonesia Sehat yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Saya tadi sampaikan ke beliau bahwa untuk KIS sekarang sudah mencapai 92,4 juta yang iurannya dibayarkan pemerintah, kemudian total peserta untuk seluruhnya sudah mencapai 193,1 juta jiwa. Jaminan kesehatan dalam jumlah yang sangat besar seperti ini hanya ada di Indonesia,” kata Presiden.

Managing Director IMF, Christian Lagarde, saat Presiden di Istana Merdeka, meminta untuk melihat sistem jaminan kesehatan ini seperti apa dan bagaimana dengan pelayanannya.

Menurut Presiden, tidak mudah untuk mengelola jaminan kesehatan dalam jumlah besar, dan membutuhkan kerjasama semua pihak. Banyak negara melihat ini betul-betul sebuah jaminan kesehatan yang sangat besar.

Senada dengan Presiden, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan, peran serta rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta sangat dibutuhkan.

Fahmi mengapresiasi bagaimana pelayanan di rumah sakit swasta seperti RSPP dalam melayani peserta JKN-KIS dengan baik sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Re

(Sumber : BPJS Kesehatan)




Golden Palace, Kini Sediakan Medical Clinik

Ingin memberikan pelayanan terbaik, mengingat industri pariwisata di Lombok semakin berkembang

MATARAM.lombokjournal.com —  Golden Palace — hotel bintang empat namun pelayanan setara bintang lima yang ada di Kota Mataram — terus berupaya tingkatkan pelayanan terbaik bagi konsumen atau tamunya.  Kini, Golden Palace sediakan medical clinik bagi tamu hotel dan karyawannya.

General Manager, Golden Palace, Ernanda Agung D menyampaikan, keberadaan medical clinik itu  semata-mata untuk memberikan jaminan kesehatan bagi tamu hotel ketika tiba-tiba mengalami sakit. Itu hanya penanganan awal saja.

“Jika dokter yang ditugaskan sudah menangani, kemudian perlu dirujuk ke rumah sakit, maka akan  kami rujukan,” ungkapnya saat grand opening medical clinik di hotel golden palace, Senin (26/2).

Ernanda mengatakan, keberadaan medical clinik itu bukan berarti tamu hotel digratiskan. Pihak hotel menyediakan klinik untuk penanganan awal, saat tamu yang mengalami sakit tiba tiba.

“Biayanya ya langsung berurusan dengan klinik, tidak masuk biaya cek in,” katanya.

Sementara itu, dokter yang ditugaskan seperti dr Umi Kulsum menegaskan, keberadaan medical clinik untuk menangani pasien panas dingin, mual atau muntah, dehidrasi, terlebih misal, jika tamu hotel ada eksiden saat renang.

“Kami juga sediakan bagi pasien asma, atau sulit bernafas. Kedepan, saya akan  bekerjasama dengan BPJS, “ujarnya

Dia mengaku, berbagai fasilitas sudah disediakan seperti, alat untuk lepas sumbatan asma, oksigen, anti nyeri dan lain sebagainya, sebelum dirujuk ke rumah sakit. Operasional klini mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 14.00 siang. Selanjutnya akan dibuka sampai pukul 20.00 wita.

Terkait keberadaan medical clinik, Direktur Utama Golden Palace Ir. Teddy Sanyoto, MT.,MBA menyampaikan, ide tersebut muncul karena perkembangan pariwisata NTB semakin mencuat dan wisata semakin banyak berdatangan.

Tamu di hotel disediakan medical clinik, ketika ada insiden mendadak terjadi di hotel, bisa langsung ditangani sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Intinya, ingin memberikan pelayanan terbaik saja. Karena industri pariwisata semakin berkembang,” tutupnya

AYA




Pelantikan DPW KOMANDO NTB, Wujudkan Visi Perindo

Komando lahir dari pikiran dan gagasan beberapa tokoh pemuda lintas ormas, bergabung menjadi bagian Partai Perindo karena memiliki kesamaan visi

MATARAM.lombokjournal.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Koalisi Muda Partai Perindo (KOMANDO) Provinsi Nusa Tenggara Barat dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP KOMANDO, Beni Pramula, Senin (26/02) di Kantor DPD PERINDO Lombok Barat.

Hadir Sekretaris Jenderal KOMANDO, Aminullah Siagian. Selain itu, hadir juga Ketua DPW PERINDO NTB, H. Izzul Islam beserta Sekretaris DPW NTB M Juaini, dan beberapa Ketua DPD Perindo.

Ketua DPW KOMANDO NTB, Parwadi, SE usai dilantik mengatakan, hadirnya Komando di NTB melengkapi perjuangan Perindo memenangkan Pemilu 2019. “Untuk terwujudnya visi besar partai, yaitu Indonesia Sejahtera.” Katanya.

Parwadi juga menambahkan tenntang komitmen memenangkan H. izzul Islam di Pilgub Lombok Barat 2018. DPW NTB dipimpin oleh Parwadi selaku Ketua dan Saidin Al Fajri sebagai Sekretaris dan Oqy sebagai Bendahara.

Sedangkan di tempat yang sama, Ketua Umum DPP KOMANDO, Beni Pramula menjelaskan kelahiran dan fungsi Komando.

“Komando lahir dari pikiran dan gagasan beberapa tokoh pemuda lintas ormas. Dan bergabung menjadi bagian Partai Perindo karena memiliki kesamaan visi,” jelasnya.

Beni mengajak supaya pemuda dan Mahasiswa di NTB untuk bergabung dalam politik praktis melalui Komando. Karena dengan begitu bisa meningkatkan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Mahasiswa dan pemuda harus sibuk dengan kegiatan-kegiatan organisasi dan kegiatan positif lainnya. Jangan hanya sibuk memikiran urusan personal.

Ketua DPW Perindo NTB, H. izzul Islam mengapresiasi Pelantikan DPW Komando NTB. Ia mengajak anak anak muda untuk ikut bergabung dalam Perindo.

Ke depan kata Cagub Lobar ini, akan ada mobil perpusatakaan keliling Komando. supaya kontribusi partai bisa langsung dirasakan rakyat katanya.

Acara pelantikan dirangkai dengan Santunan anak yatim, dan dimeriahkan dengan Tari Gandrung.

Me




Pendukung Antusias, Suhaili-Amin Targetkan Raih 40 Persen Suara Di KLU

Media sosial jadi arena saling fitnah, Suhaili mengajak pendukungnya menempuh cara baik-baik, jangan menyimpang dari sunatullah

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Pasangan Calon (Paslon) Gubernur/Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Suhaili-Amin, menggelar kampanye dialogis pertamanya di Kabupaten Lombok Utara, Minggu (24/2).

Di hadapan ribuan Masa yang hadir, pasangan nomor urut 1 ini, yakin mempu meraih 40 persen suara di gumi paer dayan gunung, dalam pemilihan Juni mendatang.

Dalam sambutannya, Calon Gubernur NTB. H. M. Suhaili, mengajak masa pendukungnya di Lombok Utara bersama- sama memenangkan paket Suhaili -Amin, tanpa harus menjatuhkan dan menjelekkan calon lainnya.

“Kita target 40 persen di KLU. Kami ihktiarkan sekiranya diberikan kepercayaan untuk menjadi abdi masyarakat, tentu akan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Suhaili disambut riuh tepuk tangan masa pendukung yang memenuh lokasi acara di Dusun Luk, Desa Sambiq Bangkol, Kecamatan Gangga.

Lebih jauh Suhaili,.menghimbau kepada tim, relawan dan masa pendukungnya untuk tidak menggunakan cara-cara yang tidak terpuji dalam proses pemilihan nanti.

“Saat ini media sosial sebagai arena saling fitnah. Maka dari itu dukunglah dengan cara baik-baik, jangan menyimpang dari sunatullah,” cetusnya.

Suhaili juga menyinggung potensi besar yang dimiliki NTB, salah satu yang disampaikan Suhaili, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lombok Tengah dan Global Hub Kayangan Lombok Utara. yang harus dihajatkan untuk kemaslahatan raktyat seluas-luasnya.

Sementara Ketua Tim Pemenangan Suhaili – Amin KLU, Mariadi, optimis pasangan Cagub/Cawagub yang diusung Golkar, Nasdem dan PKB itu akan memperoleh 40 persen suara dalam pilgub nanti.

“Ke dua Calon ini, baik pak Suhaili dan pak Amin sudah terbukti kinerjanya. Ini adalah pasangan yang sempurna,” paparnya.

Di akhir acara, tim pemenang Suhaili -Amin menggelar Simulasi pencoblosan kertas suara di hadapan masa pendukung. Selain itu, Suhaili juga menyumbangkan suara emasnya untuk menghibur masa yang hadir. Bahkan tidak sedikit masa yang ikut berjoget.

DNU

 




Aktivis Di Antara Pilkada dan Pemilu Legislatif 2019

Menyebarnya kekuatan kalangan Aktivis pergerakan pada masing-masing paslon Pilgub NTB  ini merupakan dinamika yang tidak harus dikontradiksikan.

Oleh: DIDU *)

Baru baru ini sejumlah Aktivis pergerakan NTB dari berbagai elemen mendeklarasikan dukungan politiknya ke paket AMAN. Secara taktik, sikap politik kalangan Aktivis Prodem ini bisa dibenarkan dan tepat. Hal ini tentu terkait dengan menambah daya resonansi kekuatan , khususnya terkait citra baik persepsi publik terhadap Aktivis .

Kedua, pilihan sikap sebagian Aktivis melakukan bloking politik ke AMAN ini harus dimaknai sebagai upaya menyatukan power politik kaum pergerakan dalam satu kesatuan sikap dan gerak dalam mewarnai konstelasi Pilgub NTB .

Ketiga, terkait ekspektasi atau harapan yang hendak diraih ke depan dari para aktivis  dengan adanya dua momentum yakni pilkada dan Pemilu Legislatif. Dimana kedua peristiwa  politik itu dijadikan isu perekat yang berujung pada pemilu legislative.

Bagi kalangan Aktivis yang memiliki cita cita karier politik kedepan, maka momentum pilkada dijadikan tools untuk persiapan menyongsong Pemilu Legislatif lewat serangkaian gerakan investasi tanam budi kebaikkan dibasis rakyat yang dikuasai.

Pilkada juga dipakai  sebagai sarana mengartikulasikan kerja politik  di basis pemilih  oleh kalangan aktivis. Kerja kolektif Aktivis tentu diuji dalam pilkada ini sampai sejauhmana agregasi maupun daya penetrasinya di massa rakyat.

Hubungan simbiosis politik antara Paslon dengan kaum pergerakan tidak bisa lagi diartikan dalam kontek moral force semata, namun bersifat saling memahami maksud.

Kesetiaan dan menjaga trust tentu menjadi komitmen awal yg paling utama. Pada celah ini terjadi hubungan take and give yang bermuara pemberian privelese agar Aktivis bisa terback up dalam melaksanakan kerja dibasis secara masif maupun kerja politik lain untuk kepentingan paslon yg didukung .

Partisipasi Politik Aktivis

Dalam konstruksi politik yang tidak bebas nilai ini, perjuangan kaum pergerakan dalam memenangkan paslon yang didukung patut diapresiasi. Karena Hal tersebut merupakan partisipasi politik yang kongkret dari para aktivis yang siap pasang badan.

Demikian pula di paslon lain selain AMAN ,  beberapa kalangan Aktivis pergerakan juga melakukan bloking politik  . Semangat dan cita citanyapun sama yakni ingin berperan memenangkan paslon yang didukung dengan Sukses story.

Menyebarnya kekuatan kalangan Aktivis pergerakan pada masing-masing paslon Pilgub NTB  ini merupakan dinamika yang tidak harus dikontradiksikan.

Sebagai salah satu pilihan sikap politik yang otonom , apa yang dilakukan oleh Aktivis yg memilih berafiliasi ini merupakan tradisi politik yang baik. Dari momentum Pilkada ini para aktivis dapat belajar dan bekerja dengan cermat untuk terlibat sebagai vote getter dalam memperbesar perolehan suara paslon yang didukung.

Bagi kalangan aktivis pergerakan tentu sudah tidak asing bagamana melakukan proses pendampingan pemilih di basis konstituennya . Pelatihan metodologi tentang Community Organizer sudah pernah dijalani, sehingga memudahkan melakukan penetrasi di basis. Kelebihan para aktivis inilah yang menjadi kekuatan politik di mata paslon lain .

Relationship Aktivis Dan Media

Sudah barang tentu  tampilnya kaum pergerakan dalam dinamika Pilgub NTB tidak membawa cek kosong. Dengan sejumlah pengalaman lapangan dalam melakukan pendampingan Dan advokasi di grassroots, para aktivis memiliki bekal ketrampilan yang bisa dijadikan alat untuk bersinergi dalam meraih suara rakyat .

Peran media dalam mengartikulasikan kerja kerja politik para aktivis sangatlah penting. Hal ini setidaknya dapat memberikan spirit tersendiri atas kerja politik partisan yang dilakukan .

Sementara itu bagi kalangan aktivis, liputan media ini merupakan sarana untuk Pencitraan yang baik untuk menuju jenjang politik ke depannya. Pilkada Gubernur adalah sasaran antara utama menuju Pemilu Legislatif 2019. Untuk itu tidak salah jika dlm pilgub ntb banyak Aktivis turba politik ke empat paslon .

Hubungan simbiosis antara Aktivis dan Media sesuatu yang inheren. Sebagai sarana artikulator ke publik, media bisa menjadi sahabat yang baik para aktivis guna menerjemahkan arah maksud keinginan kaum pergerakan .

Media alat yang efektif untuk menyemai dan menabur segala kebaikkan perjuangan kaum aktivis dalam konstestasi PilGub NTB. Sehingga agak tidak masuk diakal jika para aktivis ada pola pikir menjauhi media .

Momentum Pilgub NTB ini salah satu tolok ukur menilai progress report kalangan aktivis dalam meraih dukungan dan mengamankan basis dukungannya. Dan Media adalah saksi dan bukti sejarah yang otentik dalam menilai kerja politik kalangan Aktivis lewat publikasinya ke publik .###

*Penulis adalah Direktur Mi6