Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Trawangan

Di lahan ex kerjasama dengan PT. GTI, Pemprov NTB melakukan penataan dan pemasangan papan kepemilikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB tengah melakukan penataan dan penertiban lahan aset lahan milik Pemerintah Provinsi NTB seluas 75 hektar di Gili Trawangan. 

Lahan yang ditertibkan itu merupakan lahan ex kerjasama dengan PT. GTI yang telah putus kontrak dengan Pemprov NTB. 

BACA JUGA: Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Selesai dalam 10 Bulan

Yusron Hadi mengatakan, yang dilakukan Pemprov NTB hanya pasang tanda kepemilikan aset
Yusron Hadi

Langkah penertiban ini untuk memberikan kepastian hukum dan peningkatan kualitas tata kelola aset, sebagaimana yang diamanatkan oleh KPK dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Kasat Pol PP, .Yusron Hadi menegaskan, kegiatan yang telah dilakukan di Gili Trawangan bukanlah penggusuran, melainkan penataan dan pemasangan Papan nama kepemilikan lahan tersebut. 

“Tidak ada maksud maupun upaya yang dilakukan dalam rangka menggusur tanah milik masyarakat. Hanya melakukan pemasangan papan nama kepemilikan,” jelas Yusron Hadi di Kantor Sat Pol PP NTB, Rabu (11/01/23).

Pemanfaatan dan pengelolaan lahan dapat dilakukan oleh individu atau pun kelompok usaha  dengan cara melakukan kerjasama dengan Pemprov NTB.

“Bila ada masyarakat yang berkeinginan memanfaatkan lahan tersebut, maupun kelompok usaha, silahkan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB,” jelasnya. 

Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi para wisatawan yang mengunjungi ke Gili Trawangan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

“Mari bersama-sama kita ciptakan situasi yang kondusif bagi pengembangan pariwisata kita, sehingga kita dapat memberikan situasi yang aman dan kondusif bagi semua pihak,” ujar Yusron. ***

 

 

 




Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Selesai dalam 10 Bulan

Kalau pembangunan pelabuhan Teluk Santong yang sudah direncanakan sejak tahun 2018 dimulai sekarang, akan selesai 10 bulan

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendampingi Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo, menghadiri Acara Ground Breaking Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Rabu (11/01/23).

Dalam kesempatan tetsebut, Bang Zul sapaan Gubernur berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong, Mulai Peletakan Batu Pertama

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menargetkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong akan selesai dalam waktu 10 bulan.

Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, serta investor yang telah membantu mewujudkan pembangunan pelabuhan Santong yang nantinya akan berperan signifikan dalam mendistribusikan produk pertanian dan perternakan di Pulau Sumbawa.

Pemerintah Provinsi NTB, dikatakan Gubernur akan mendukung dan memberikan bantuan terbaik demi kelancaran pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. 

“Adanya satu pelabuhan untuk kelancaran aktifitas produk-produk pertanian kita akan membuat kesejahteraan lebih dekat kepada masyarakat. Sekali lagi terima kasih,” ungkap Bang Zul. 

Gubernur Bang Zul juga menyampaikan harapannya, agar pembangunan Pelabuhan Santong dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

Karena pembangunan Pelabuhan Teluk Santong sendiri telah direncanakan sejak tahun 2018 yang lalu. 

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menargetkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong akan selesai dalam waktu 10 bulan. 

Ia akan mengupayakan berbagai hal demi percepatan pembangunan

“Kalau bisa dimulai sekarang maka bisa tuntas 10 atau 12 bulan ke depan,” ujarnya. 

Selain itu, Arif menyebutkan akan memastikan harga jagung yang merupakan komoditi pertanian terbanyak di Pulau Sumbawa tidak turun.

“Dan  kapal yang nyandar nanti itu berkapasitas 30 ribu ton,” jelasnya. 

Optimisme juga disuarakan Yanuar selaku pelaksana pembangunan Pelabuhan Teluk Santong. 

Ia menjelaskan, dirinya siap untuk melakukan investasi di Pulau Sumbawa 

BACA JUGA: Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

“Jika jagung Sumbawa saat ini 1,5 juta ton dengan adanya Pelabuhan Teluk Santong nantinya bisa 2 sampai 3 juta ton,” paparnya.

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa, staff Ahli Menteri Perhubungan RI, dan para perjabat lainnya. Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong tersebut berlokasi di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa-NTB. ***




Pembangunan Teluk Santong, Mulai Peletakan Batu Pertama 

Ground Breaking pembangunan pelabuhan Teluk Santong, Sumbawa, dilakukan hari ini di oleh Kepala Badan Pangan Nasional

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyambut kedatangan Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, kemudian langsung bertolak ke Sumbawa, Rabu (11/01/23).

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Gubernur NTB menyambut Kepala Badan Pangan Nasional yang akan melakukan ground breaking pembangunan Teluk Santong

Kedatangan Kepala Badan Pangan Nasional ke Nusa Tenggara Barat dalam rangka Ground Breaking )peletakan batu pertama) Pelabuhan Teluk Santong, direncanakan dilakukan hari ini.

“Menyambut Kapala Badan Pangan Nasional bersama Investor yang akan membangun pelabuhan. Kepala Badan Pangan kebetulan teman lama, anak muda yang luar biasa. Tanpa birokrasi yg bertele-tele Ground Breaking Pelabuhan Teluk Santong akan di lakukan hari ini,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur. 

Menurutnya, ground breaking pembangunan Teluk Santong yang akan dilakukan merupakan langkah awal untuk membangun NTB, khususnya Pulau Sumbawa menuju yang lebih baik. Berbagai potensi yang dimiliki Teluk Santong bisa dimaksimalkan. 

“Perjalanan panjang, selalu harus di mulai dgn  langkah pertama. Pelabuhan Teluk Santongg Insya Allah jadi nyata!” ungkap Bang Zul mantap.***

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

 




Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

Workshop mikroplastik yang disampaikan Wagub NTB di Universitas NU, merupakan komitmen kampus ini terhadap lingkungan  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Warisan terbaik bagi anak cucu ke depan sebagai generasi penerus yang akan datang adalah meninggalkan lingkungan yang asri  dan lestari.

InsyaAllah akan survive selama bisa dijaga dan makin asri dan lestari ke depan, akan bisa memberikan kontribusi yang luar biasa.

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Wagub NTB mengapresiasi UNU NTB yang punya perhatian pada lingkungan

Wakil Gubernur NTB,. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikannya pada Workshop MikroPlastik ”Bagaimana Kondisi Mikroplastik Setelah Alih fungsi Sungai Menjadi Tempat Sampah” di Aula Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram (11/01/23).

Wagub juga mengapresiasi  ikhtiar-ikhtiar Civitas Akademika UNU yang sudah ditujukkan selama ini. 

Ia menyebut, salah satunya bayar SPP dengan sampah, melakukan kegiatan-kegiatan terkait lingkungan, kesehatan (pencegahan stunting), dan sosial keagamaan lainnya.

“Berdiri sudah delapan tahun, bagi umur sebuah Universitas masih kecil tetapi progresnya sudah luar biasa. Jadi ini harus terus dinamkan dan tingkatkan,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Ditambahkan Umi Rohmi, berbicara pada isu mikroplastik sudah berada pada posisi yang membahayakan kalo tidak peduli. 

Karena itu harus didorong agar terus dibentuk bank-bank sampah sehingga bisa menjadi nilai ekonomi bukan malah menjadi masalah bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bagian dari komitmen UNU terhadap lingkungan karena lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun daerah,” jelas Rektor Universitas HAMZANWADI, Pancor, Lombok Timur ini.

Sementara itu, Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M. Pd., menyampaikan terimakasih dan selamat datang di Kampus UNU.

Dijelaskan Baiq Mulianah, Kampus yang sudah berusia delapan tahun itu sudah memiliki 4.000 Civitas akademika, terdiri dari 4 Fakultas.

“Tentu saja apa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar panjang apa yang menjadi misi berdirinya lembaga pendidikan,” ungkapnya.

Diceritakan Rektor UNU, sejak tahun 2018 awal kampus sudah menginisiasi terbentuknya bank sampah, dan mahasiswa-mahasiswi boleh boleh bayar SPP dengan sampah.

BACA JUGA: Pilah Sampah Dari Rumah, Ciptakan Lingkungan Sehat

“Walaupun jauh dari kata sempurna, setidaknya kita sudah menginisiasi dan memulai menebarkan kebaikan-kebaikan yang diyakini memiliki dampak positif,” pungkasnya. ***

 




Penenun NTB Wajib ikuti Tren Fashion

Perajin tenun atau penenun diminta selalu melihat tren, produk yang dihasilkan harus menyesuaikan model fashion

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah  meminta kepada designer dan pengrajin NTB untuk mengikuti tren fashion.

Hanya dengan cara demikian bisa memenangkan persaingan di pasar. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Hj Niken minta para penenun menghasilkan produk yang mengikuti tren

“Saat ini pasar selalu melihat tren,  untuk  memenuhi keinginan pasar  seperti model fashion dari produk yang dihasilkan perajin kain tenun harus bisa menyesuaikan,” pinta Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda NTB.

Hal ini disampaikan Bunda Niken disaat mengunjungi 2 tempat sentra Tenun lokasi Kebun Ayu dan Gunung Malang yang keduanya berada di Lombok Barat.

NTB memiliki potensi kekayaan warisan budaya yang berlimpah. Mulai dari tenun, sarung, songket, yang dirancang mejadi fashion.

“Seperti model pakaian, tas, sepatu, hijab dan banyak produk pernak-pernik lainnya,” jelas Bunda Niken yang juga menjadi Ketua TP.PKK NTB.

“Kita tidak ingin kekayaan budaya seperti tenun, hanya kita yang nikmati sendiri,  tapi harus lebih daripada itu, tenun ini dapat dipakai semua kalangan  bahkan dunia. Yang terpenting akan menjadi warisan anak dan cucu kita selanjutnya,” katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Nur Aziziyah seorang Ibu muda  yang suka menenun sejak tahun 2014, berasal dari Desa Kebun Ayu Lobar, menyampaikan komitmennya ikut memajukan tenun lokal.

Ia berharap mendapat pembinaan sehingga ke depan tenunnya bisa menjadi trend fashion Indonesia bahkan mendunia.

“Karena NTB ini memiliki kekayaan tenun atau songket yang kaya, ini dapat menginspirasi dan menginovasi untuk tren fashion asal kami terus dapat pembinaan dan sering dikunjungi guna jadi penyemangat kami,”  ucap Nur penuh harap.

BACA JUGA: Bang Zul Kunjungi Perajin Tenun di Dusun Rentang

Lain halnya dengan Ibu Mutmaini asal Desa Gunung Malang yang dari gadis juga suka menenun. 

Ia mengatakan, ada 2 motif yang saat ini menjadi trend namanya Motif Jogang dan Selingkuh. Hal terbukti para pendamping dan Ibu-ibu pemerhati pengemar tenun langsung memborong habis.

Usai kunjungan Bunda Niken di 2 Sentra Kerajinan Tenun Kebun Ayu dan Gunung Malang, Bunda Niken lanjut meninjau aktivitas kuliner dan panen melon  di Desa Wisata Kebun Ayu.

Kegiatan ini dibarengi dengan pameran hasil kerajinan dari Akram Mutiara, 

Uniq Rajut dan Larose Fasilitas, hadir pejabat Istri Sekda NTB, Istri Sekda Lombok Barat, Kadis Perindustrian NTB, Camat dan Kades serta Babinsa setempat.***

 

 




Pilah Sampah Dari Rumah, Ciptakan Lingkungan Sehat

Dengan melakukan pilah sampah, kita telah melakukan hal yang benar untuk menjaga dari bencana lingkungan, sekaligus menyelamatkan ekosistem

lombokjournal.com ~ Kita sering mendengar atau membaca tentang Ekosistem. Apakah yang dimaksud dengan Ekosistem?

Ekosistem merupakan kesatuan fungsional antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalamnya terdapat hubungan dan interaksi sangat erat dan saling memengaruhi.

Lingkungan dan makhluk hidup (termasuk manusia) berlangsung interaksi yang erat, bila terjadi kerusakan lingkungan akan mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.  

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah dari Rumah

Dengan melakukan pilah sampah dari rumah, lingkungan pun tak tercemar

Kerusakan lingkungan yang kita lihat sehari-hari seperti sungai yang tercemar oleh sampah dan limbah, tanah yang tercemar oleh plastik maupun polusi udara, adalah bukti nyata banyak lingkungan semakin rusak dari hari ke hari.

Pada masa sekarang, manusia menjadi faktor paling dominan dalam kerusakan lingkungan. Misalnya, penanganan sampah yang salah akan mengakibatkan pencemaran sungai, tanah dan udara. 

Contoh paling dekat adalah dalam penanganan sampah

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Jalillah mengatakan, penanganan sampah yang dihasilkan manusia kalau tidak dilakukan dengan benar akan menyebabkan kerusakan ekosistem.

Pilah sampah dari rumah merupakan faktor terpenting dalam mengelola sampah, katanya.

“Mengelola sampah dengan baik merupakan cara agar ekosistem kita tidak terancam,” kata Wagub NTB.

Maka untuk menyelamatkan lingkungan, yang berarti juga menyelamatkan hidup manusia dalam jangka panjang, salah satunya bisa dimulai dari penanganan sampah yang benar.

Pilah Sampah

Pemilahan sampah yaitu kegiatan mengelompokkan dan memisahkan sampah sesuai dengan jenis, jumlah dan/atau sifat sampah. 

Pemilahan sampah di rumah bisa dikelompokkan menjadi 3, yaitu sampah organik, sampah anorganik dan sampah residu. Tujuan pemilahan sampah yaitu untuk mempermudah pengelolaan sampah selanjutnya. 

Selain memudahkan pengelolaan sampah selanjutnya, pemilahan sampah organik dan anorganik dapat mengurangi pencemaran udara. Sebab pendemaran udara salah satunya diakibatkan oleh penumpukan sampah, tercampurnya antara sampah organik dan anorganik.

Pencemaran udara dapat menimbulkan masalah kesehatan,terutama yang berhubungan dengan paru-paru dan pernapasan. 

Manfaat lain dari pemilahan sampah dari rumah, yaitu dapat menambah nilai ekonomi dari hasil sampah yang terpilah tersebut. 

Karena itu, sangat tepat anjuran kita memilah sampah mulai dari sumbernya, yaitu dari rumah. Karena memilah sampah dari rumah ternyata dapat memberikan manfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan

BACA JUGA: Pilah Sampah, Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Berikut ini adalah cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah masing-masing yang dapat membantu kelestarian lingkungan kita :

  • Menyediakan tempat sampah (karung pemilah) terpilah 3 di rumah kita masing-masing (Organik, Anorganik, Residu)
  • Memilah sampah sesuai jenisnya (organik, anorganik, residu)
  • Sampah hasil pemilahan yang mempunyai nilai ekonomi disetorkan ke Bank Sampah terdekat atau dibuat kreasi daur ulang
  • Sampah organik dari hasil pemilahan sebaiknya dikelola secara mandiri (misal dijadikan pupuk kompos, pakan ternak atau pakan maggot).
  • Sampah residu diserahkan ke pengelola sampah untuk dibawa ke TPA
  • Perpanjang usia makanan untuk mengurangi jumlah sampah organik
  • Melakukan Zero waste, menyediakan makanan secukupnya jangan berlebihan.
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Melakukan ini sebenarnya tidak sulit. Hanya membutuhkan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang sehat. 

BACA JUGA: NTB Zero Waste, Pengelolaan Sampah Harus dari Rumah Tangga

Dangatlah mulia bila masing-masing warga bersama-sama melakukan pilah sampah dari rumah masing-masing, mulai dari sekarang. Hal ini akan memberikan manfaat besar bagi kelestarian lingkungan yang akan diwariskan kepada anak cucu. *** 

 




Sekda NTB Hadiri Expose Progress PT. AMNT-PT. AMIN

Pemaparan Management PT. AMNT tentang progress pembangunan Smelter yang mencapai 47 persen dihadiri Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Management PT. AMNT memaparkan mengenai progress pembangunan Smelter yang telah mencapai 47 persen.

Selain hal itu, juga diungkapkan permasalahan tenaga kerja serta pengembangan industri turunan. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong mulai Peletakan Batu Pertama

Sekda NTB menghadiri pemapara PT AMNT tentang progres pembangunan smelter

Sekretaris Daerah NTB, H.Lalu Gita Ariadi yang mewakili Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menghadiri acara Expose Progress Kegiatan Pembangunan Smelter oleh PT. AMNT-PT. AMIN, di ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa malam (10/01/23).

Selain itu, usulan dari BAPPEDA NTB terkait pemanfaatan dari program pengembangan pemberdayaan masyarakat turut dibahas, guna mengatasi kemiskinan ekstrem  di KSB dan Kabupaten Sumbawa. 

Pemerintah daerah pun berkomitmen akan menyiapkan data by name by adress terkait kemiskinan ekstrem tersebut, sehingga program yang diluncurkan tepat sasaran.

Merespon hal tersebut, PT. AMNT berjanji akan menyesuaikan dan mengintegrasikan program PPM nya  untuk keperluan program sesuai dengan kebutuhan.

Turut hadir mendampingi Sekda, yaitu Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Prov. NTB, Kepala Dinas ESDM Prov. NTB, Kepala Dinas Perindustrian Prov. NTB, BAPPEDA NTB, BRIDA NTB dan Asisten II Setda NTB. ***

BACA JUGA: Gerak Bersama Menuju Penyelenggaraan Event WSBK 2023

 

 




Gerak Bersama Menuju Penyelenggaraan event WSBK 2023

Aksi GEBER atau Gerak Bersama, Dinas Kominfotik NTB menekankan pentingnya sinergitas dan kerjasama dalam mendukung tiap event di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menyambut gelaran internasional World Superbike (WSBK) Maret 2023 mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfotik NTB memantapkan kerjasama dan sinergitas bersama mitra pelaksana. 

Melalui aksi GEBER atau Gerak Bersama, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy memimpin rapat koordinasi di Aula Diskominfotik NTB, Selasa (10/01/23). 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong, Mulai Pelatakan Batu Pertama

Kepala Diskominfotik mengajak mitra pelaksana WSBK 2023 meningkatkan gerak bersama
Najamuddin Amy

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala TVRI Stasiun NTB, Ketua KI NTB, Ketua KPID NTB, Perwakilan Bank NTB Syariah, Telkomsel, Balmon, Kantor Bahasa, dan mitra lainnya. 

“Seluruh infrastruktur dan seluruh persiapan terkait WSBK sudah dikoordinasikan sedari awal. Agar WSBK 2023 bisa sukses digelar,” tutur Bang Najam.

Najam dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergitas dan kerja sama dalam mendukung tiap event di NTB. 

Dengan mendukung setiap event yang digelar, dapat membantu pemulihan dampak ekonomi pasca Pandemi Covid-19. Selain menjadi bentuk cinta terhadap Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Salah satu bentuk mencintai NTB adalah dengan memberikan dukungan maksimal terhadap event yang digelar di Nusa Tenggara Barat,” tuturnya. 

Para Mitra yang hadir dalam rapat tersebut juga menyampaikan komitmenya dalam sinergi mensukseskan, tak hanya event WSBK namun seluruh program Pemprov NTB. 

Salah satunya, M Syaiful R perwakilan Telkomsel yang siap memberikan pelayanan sinyal komunikasi terbaik. 

BACA JUGA: Penenun NTB Wajib Mengikuti Trend Fashion 

“Kami siap bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan layanan dalam setiap event yang digelar Pemerintah Provinsi NTB,” tandasnya. ***

 




Gubernur NTB dan Menteri PPN/Bappenas Kunjungi Trawangan

Dalam kunjungan ke Gili Trawangan, Gubernur NTB memantau abrasi karena perairan yang memiliki gelombang dan arus yang besar

TRAWANGAN.lombokjournal ~ Abrasi atau penyusutan garis pantai di kawasan wisata tiga Gili Trawangan, Meno dan Air  membutuhkan kebijakan segera. 

“Sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena datanya, abrasi terjadi empat meter setiap tahunnya. Kita sedang mengupayakan kebijakan penanganan”, jelas Gubernur di Gili Terawangan, Senin (09/01/23). 

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah ke Gili Terawangan mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan (PPN/ Bappenas) Republik Indonesia. Titik terdekat utara dermaga menjadi lokasi kunjungan. 

Fenomena abrasi di Tiga Gili utamanya karena kondisi perairan di sana yang memiliki karakteristik gelombang dan arus yang cukup besar. 

Gubernur NTB BERSAMA mENTERI ppb/Bappenas memantau abrasi di Trawangan

Ditambah lagi dengan ekosistem perairan bawah laut yang mulai tergerus, sehingga kecepatan arus yang menghantam pulau itu tidak lagi mampu difilter oleh ekosistem yang ada.

Opsi penanaman mangrove di Tiga Gili untuk menahan laju abrasi bisa saja dilakukan, namun hal itu tergantung dari area topografi. 

Di sana memang terlihat beberapa titik yang tidak bisa ditanami mangrove karena menjadi snorkling atau pemandian.

Staf Khusus Menteri Bappenas, Erfan Maksum mengatakan, yang terpenting adalah menata tata ruang pantai agar beradaptasi dengan dinamika gelombang laut. 

“Walau ada program korektif seperti pemecah gelombang atau penanaman mangrove tapi tata ruang seperti bangunan di bibir pantai yang terlalu menonjol juga menjadi penyebab dan harus ditata,” kata Erfan. 

Dari data Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, setiap tahunnya terjadi pengikisan bibir pantai akibat gelombang pasang di ketiga pulau. 

Abrasi cukup ekstrem terjadi di bagian Timur Gili Air, kemudian bagian Utara Gili Trawangan, serta di bagian selatan atau depan Pelabuhan Gili Meno.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

“Kami juga pernah melakukan pengukuran dari bibir pantai ke daratan. Sejak 2002 itu sudah berkurang 60 meter,” tambahnya. 

Oleh karena itu pihaknya meminta pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi ancaman abrasi di destinasi wisata  kelas dunia tersebut. ***

 

 




Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Dengan kunjungan wisatawan ke tiga gili 1500 orang per hari, menurut Gubernur NTB  pola one gate system ini sangat rasional

TRAWANGAN.lombokjournal ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah serius membenahi kawasan wisata tiga gili Tramena (Terawangan, Meno, Air), khususmya persoalan abrasi pantai dan pengelolaan sampah.

BACA JUGA: TVRI NTB Diminta Siarkan Program Pemprov ala Masa Kini

Gubernur NTB serius membenahi destinasi tiga giliGILI

“Kita sedang mematangkan rencana one gate system (sistem satu pintu) agar daerah sekitar tiga gili bisa mendapatkan manfaat dari datangnya wisatawan,” ujar Bang Zul sapaan Gubernur NTB di Gili Terawangan, Senin (09/01/23). 

Mwnurut Bang Zul, pola one gate system ini sangat rasional mengingat kedatangan wisatawan saat ini ke tiga gili mencapai 1500 orang per hari. 

Dukungan perbaikan infrastruktur di gili seperti jalan dan fasilitas umum lainnya akan terus disempurnakan selain mematangkan polanya dengan berkonsultasi ke Kementerian Pariwisata selain dukungan regulasi. 

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H Johan Samsu mengatakan, perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum di gili termasuk pula merencanakan mengganti cidomo dengan kendaraan listrik. 

“Kami Pemkab Lombok Utara berharap dukungan  Kementerian PPN/ Bappenas RI soal pengelolaan sampah juga segera terealisasi,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pola one gate system yang nanti akan diusulkan ke Kementerian Pariwisata diyakini akan ikut menggerakkan roda ekonomi di Tanjung, Pemenang dan sekitarnya.

Terkait pengelolaan sampah, Staf Khusus Menteri Bappenas RI, Erfan Maksum mengatakan, sebagai destinasi wisata kelas dunia, fasilitas pengelolaan sampah menjadi syarat utama.

“Terawangan menghasilkan 15 – 20 ton sampah sehari. Maka harus dikelola lebih baik lagi”,sebutnya.

BACA JUGA: Guru Bukan Sekedar Profesi, Jadikan Sebagai Passion

Dikatakannya, pengelolaan sampah TPA Trawangan sekarang akan diupgrade menjadi pengelolaan sampah berbasis RDF (refuse derived fuel) atau pendekatan pemilahan sampah agar lebih maksimal.***