Sekda NTB Hadiri Expose Progress PT. AMNT-PT. AMIN

Pemaparan Management PT. AMNT tentang progress pembangunan Smelter yang mencapai 47 persen dihadiri Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Management PT. AMNT memaparkan mengenai progress pembangunan Smelter yang telah mencapai 47 persen.

Selain hal itu, juga diungkapkan permasalahan tenaga kerja serta pengembangan industri turunan. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong mulai Peletakan Batu Pertama

Sekda NTB menghadiri pemapara PT AMNT tentang progres pembangunan smelter

Sekretaris Daerah NTB, H.Lalu Gita Ariadi yang mewakili Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menghadiri acara Expose Progress Kegiatan Pembangunan Smelter oleh PT. AMNT-PT. AMIN, di ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa malam (10/01/23).

Selain itu, usulan dari BAPPEDA NTB terkait pemanfaatan dari program pengembangan pemberdayaan masyarakat turut dibahas, guna mengatasi kemiskinan ekstrem  di KSB dan Kabupaten Sumbawa. 

Pemerintah daerah pun berkomitmen akan menyiapkan data by name by adress terkait kemiskinan ekstrem tersebut, sehingga program yang diluncurkan tepat sasaran.

Merespon hal tersebut, PT. AMNT berjanji akan menyesuaikan dan mengintegrasikan program PPM nya  untuk keperluan program sesuai dengan kebutuhan.

Turut hadir mendampingi Sekda, yaitu Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Prov. NTB, Kepala Dinas ESDM Prov. NTB, Kepala Dinas Perindustrian Prov. NTB, BAPPEDA NTB, BRIDA NTB dan Asisten II Setda NTB. ***

BACA JUGA: Gerak Bersama Menuju Penyelenggaraan Event WSBK 2023

 

 




Gerak Bersama Menuju Penyelenggaraan event WSBK 2023

Aksi GEBER atau Gerak Bersama, Dinas Kominfotik NTB menekankan pentingnya sinergitas dan kerjasama dalam mendukung tiap event di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menyambut gelaran internasional World Superbike (WSBK) Maret 2023 mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfotik NTB memantapkan kerjasama dan sinergitas bersama mitra pelaksana. 

Melalui aksi GEBER atau Gerak Bersama, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy memimpin rapat koordinasi di Aula Diskominfotik NTB, Selasa (10/01/23). 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong, Mulai Pelatakan Batu Pertama

Kepala Diskominfotik mengajak mitra pelaksana WSBK 2023 meningkatkan gerak bersama
Najamuddin Amy

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala TVRI Stasiun NTB, Ketua KI NTB, Ketua KPID NTB, Perwakilan Bank NTB Syariah, Telkomsel, Balmon, Kantor Bahasa, dan mitra lainnya. 

“Seluruh infrastruktur dan seluruh persiapan terkait WSBK sudah dikoordinasikan sedari awal. Agar WSBK 2023 bisa sukses digelar,” tutur Bang Najam.

Najam dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergitas dan kerja sama dalam mendukung tiap event di NTB. 

Dengan mendukung setiap event yang digelar, dapat membantu pemulihan dampak ekonomi pasca Pandemi Covid-19. Selain menjadi bentuk cinta terhadap Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Salah satu bentuk mencintai NTB adalah dengan memberikan dukungan maksimal terhadap event yang digelar di Nusa Tenggara Barat,” tuturnya. 

Para Mitra yang hadir dalam rapat tersebut juga menyampaikan komitmenya dalam sinergi mensukseskan, tak hanya event WSBK namun seluruh program Pemprov NTB. 

Salah satunya, M Syaiful R perwakilan Telkomsel yang siap memberikan pelayanan sinyal komunikasi terbaik. 

BACA JUGA: Penenun NTB Wajib Mengikuti Trend Fashion 

“Kami siap bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan layanan dalam setiap event yang digelar Pemerintah Provinsi NTB,” tandasnya. ***

 




Gubernur NTB dan Menteri PPN/Bappenas Kunjungi Trawangan

Dalam kunjungan ke Gili Trawangan, Gubernur NTB memantau abrasi karena perairan yang memiliki gelombang dan arus yang besar

TRAWANGAN.lombokjournal ~ Abrasi atau penyusutan garis pantai di kawasan wisata tiga Gili Trawangan, Meno dan Air  membutuhkan kebijakan segera. 

“Sudah lama menjadi keluhan masyarakat karena datanya, abrasi terjadi empat meter setiap tahunnya. Kita sedang mengupayakan kebijakan penanganan”, jelas Gubernur di Gili Terawangan, Senin (09/01/23). 

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah ke Gili Terawangan mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Perencanaan Pembangunan (PPN/ Bappenas) Republik Indonesia. Titik terdekat utara dermaga menjadi lokasi kunjungan. 

Fenomena abrasi di Tiga Gili utamanya karena kondisi perairan di sana yang memiliki karakteristik gelombang dan arus yang cukup besar. 

Gubernur NTB BERSAMA mENTERI ppb/Bappenas memantau abrasi di Trawangan

Ditambah lagi dengan ekosistem perairan bawah laut yang mulai tergerus, sehingga kecepatan arus yang menghantam pulau itu tidak lagi mampu difilter oleh ekosistem yang ada.

Opsi penanaman mangrove di Tiga Gili untuk menahan laju abrasi bisa saja dilakukan, namun hal itu tergantung dari area topografi. 

Di sana memang terlihat beberapa titik yang tidak bisa ditanami mangrove karena menjadi snorkling atau pemandian.

Staf Khusus Menteri Bappenas, Erfan Maksum mengatakan, yang terpenting adalah menata tata ruang pantai agar beradaptasi dengan dinamika gelombang laut. 

“Walau ada program korektif seperti pemecah gelombang atau penanaman mangrove tapi tata ruang seperti bangunan di bibir pantai yang terlalu menonjol juga menjadi penyebab dan harus ditata,” kata Erfan. 

Dari data Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, setiap tahunnya terjadi pengikisan bibir pantai akibat gelombang pasang di ketiga pulau. 

Abrasi cukup ekstrem terjadi di bagian Timur Gili Air, kemudian bagian Utara Gili Trawangan, serta di bagian selatan atau depan Pelabuhan Gili Meno.

BACA JUGA: Gubernur NTB Tandatangani Kerjasama di Gili Trawangan

“Kami juga pernah melakukan pengukuran dari bibir pantai ke daratan. Sejak 2002 itu sudah berkurang 60 meter,” tambahnya. 

Oleh karena itu pihaknya meminta pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi ancaman abrasi di destinasi wisata  kelas dunia tersebut. ***

 

 




Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Dengan kunjungan wisatawan ke tiga gili 1500 orang per hari, menurut Gubernur NTB  pola one gate system ini sangat rasional

TRAWANGAN.lombokjournal ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah serius membenahi kawasan wisata tiga gili Tramena (Terawangan, Meno, Air), khususmya persoalan abrasi pantai dan pengelolaan sampah.

BACA JUGA: TVRI NTB Diminta Siarkan Program Pemprov ala Masa Kini

Gubernur NTB serius membenahi destinasi tiga giliGILI

“Kita sedang mematangkan rencana one gate system (sistem satu pintu) agar daerah sekitar tiga gili bisa mendapatkan manfaat dari datangnya wisatawan,” ujar Bang Zul sapaan Gubernur NTB di Gili Terawangan, Senin (09/01/23). 

Mwnurut Bang Zul, pola one gate system ini sangat rasional mengingat kedatangan wisatawan saat ini ke tiga gili mencapai 1500 orang per hari. 

Dukungan perbaikan infrastruktur di gili seperti jalan dan fasilitas umum lainnya akan terus disempurnakan selain mematangkan polanya dengan berkonsultasi ke Kementerian Pariwisata selain dukungan regulasi. 

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H Johan Samsu mengatakan, perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum di gili termasuk pula merencanakan mengganti cidomo dengan kendaraan listrik. 

“Kami Pemkab Lombok Utara berharap dukungan  Kementerian PPN/ Bappenas RI soal pengelolaan sampah juga segera terealisasi,” ujarnya. 

Ia menambahkan, pola one gate system yang nanti akan diusulkan ke Kementerian Pariwisata diyakini akan ikut menggerakkan roda ekonomi di Tanjung, Pemenang dan sekitarnya.

Terkait pengelolaan sampah, Staf Khusus Menteri Bappenas RI, Erfan Maksum mengatakan, sebagai destinasi wisata kelas dunia, fasilitas pengelolaan sampah menjadi syarat utama.

“Terawangan menghasilkan 15 – 20 ton sampah sehari. Maka harus dikelola lebih baik lagi”,sebutnya.

BACA JUGA: Guru Bukan Sekedar Profesi, Jadikan Sebagai Passion

Dikatakannya, pengelolaan sampah TPA Trawangan sekarang akan diupgrade menjadi pengelolaan sampah berbasis RDF (refuse derived fuel) atau pendekatan pemilahan sampah agar lebih maksimal.***

 

 




TVRI NTB Diminta Siarkan Program Pemprov ala Masa Kini

Wagub NTB minta TVRI NTB siarkan konten program Pemprov NTB disiarkan melalui kanal media sosial terkini

MATARAM.lombokjournal.com ~ TVRI Stasiun NTB diminta untuk menyiarkan berbagai Program Pemerintah dengan konten ala masa kini. Yakni melalui video pendek yang tengah digandrungi masyarakat, seperti pada tik tok, youtube, instagram, dan kanal lainnya.

Karena berbagai program yang sedang dijalankan Pemprov NTB, untuk kepentingan masyarakat. 

Seperti penurunan angka stunting, bahayanya pernikahan anak, kesadaran mitigasi bencana di desa, dan banyak lainnya akan mudah dipahami masyarakat melalui konten yang fresh. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Qagub NTB minta TVRI NTB siarkan konten Program Pemprov melaluo kanal medsosi masa kini
Wagub NTB dan Ka TVRI NTB

“Bagaimana memahamkan masyarakat bahwa program ini untuk mereka,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

Wagub menyampaikan itu saat menerima audiensi Kepala TVRI Stasiun NTB yang baru, Saktiono wahyujati, S. Sos, beserta staff lainnya di Pendopo Wagub, Senin (09/01/23). 

Menurutnya, jika masyarakat telah mengerti bahwa program yang tengah dijalankan pemerintah untuk kepentingan masyarakat, Maka masyarakat akan mendukung program itu dengan suka cita. 

“Mereka yang akan mensuport program dengan suka cita,” tutur wagub. 

Menanggapi pesan itu, Kepala TVRI Stasiun NTB menyambut baik permintaan Ummi Rohmi. 

Ia menjelaskan, TVRI NTB sendiri memang tengah konsen membuat berbagai konten pada kanal media sosial terkini. 

“TVRI NTB siap menyiarkan berbagai program unggulan Pemprov. Kami memiliki akun tik tok, youtube, intagram, dan berbagai sosial media lainnya,” tuturnya. 

BACA JUGA: Optimis dan Kerjasama Modal Utama Suksesnya PORPROV XI NTB

Tampak hadir Asisten Gubernur dr. Nurhandini Eka Dewi serta Kepala Dinas Kominfotik NTB Najamuddin Amy. ***

 

 




Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Sudah banyak dilakukan dialog antara Denmark dan Pemprov NTB, khsususnya bagaimana menguatkan dan membantu dalam penanganan sampah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB menggandeng Denmark menjadi salah satu mitra kerjasama NTB dalam hal pengelolaan sampah dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, NTB telah mulai menjalankan program pengelolaan sampah “zero waste” NTB Bersih. Di antaranya melakukan pengurangan jumlah sampah, daur ulang, dan penggunaan kembali sejak tahun 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Bornholms Affaldsbehandling (BOFA) Denmark di Aula Pendopo Wagub, Senin (09/01/22).

BACA JUGA: Masalah Lingkungan Tidak Main-main, Ini Kata Wagub NTB

Kata Wagub, Pemprov NTB menggandengan Denmark yang berpengalaman dalam penanganan sampah
Wagub Sitti Rohmi dan Jens Hjul Nielsen, CEO of BOFA

“Kita sudah melakukan itu (program zero waste) sejak 2019 lalu. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota. Mulainya step by step, tapi memang itu bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu,” jelas Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

NTB membutuhkan pengalaman Demark dalam hal pengelolaan sampah. Sebab Denmark telah melakukan persiapan dan transisi energi sejak 50 tahun lalu dan sangat unggul dalam pendekatan sirkular ekonomi sampah.

“Sejak Oktober lalu, sudah banyak dialog antara Denmark dan Indonesia tentang bagaimana menguatkan dan membantu satu sama lain dalam penanganan sampah. Kami sudah berjalan jauh dan tentu belum selesai. Namun, kami merasa sangat senang bisa membagi pengalaman tersebut ke Indonesia. Ini merupakan sebuah awal yang baik,” tutur Jens Hjul Nielsen, CEO of BOFA. 

Ia melanjutkan,  kerjasama antara Denmark-Indonesia dilatar belakangi oleh sumber daya bumi yang terbatas namun penduduknya semakin bertambah, yaitu sekitar 8 miliar jiwa.

“Dalam situasi tersebut, kita harus lebih baik dalam pengelolaan sampah. Itu yang kami kerjakan dengan rekan kami di Indonesia. Yang paling penting adalah bagaimana sikap masyarakat terhadap sampah. Kalau itu terwujud, pasti akan bisa menyelesaikan masalah yang ada,” tambah Jens.

Sebagai informasi, Denmark pertama kali berkunjung ke NTB pada Oktober 2022 saat melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemprov NTB. 

Kemudian, rombongan dari Pemprov juga berkunjung ke Denmark pada bulan November untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi 

Kunjungan ketiga Denmark ke NTB akan direncanakan pada bulan Maret mendatang.

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Asisten I dan Asisten II Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Guru Bukan Sekedar Profesi, Jadikan Sebagai Passion 

PGSD diharapkan Wagub NTB bisa mencetak sarjana sekaligus guru yang berguna bagi Nusa dan bangsa

MATARAM.lombokjournal.com ~ Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, Senantiasa memberikan kenyamanan dan perubahan pada suatu tempat. 

Seorang guru bukan hanya tentang profesi tapi juga harus dijadikan sebagai passion

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center

Wagub NTB mengatakan, guru bukan sekedar profesi tapi jadikan sebagai passion

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmidjalillah menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada acara Penutupan Semarak Milad Program Studi Program Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Hamzanwadi ke-16. melalui Zoom Meeting di Pandopo wagub, Senin (09/01/23)

Dijelaskan Umi Rohmi sapaan akrab Wagub menjelaskan, passion merupakan sebuah pekerjaan atau perbuatan yang dilakukan secara ikhlas dan tanpa paksaan sebagai bentuk panggilan alam bawah sadar. 

Passion dikerjakan terus menerus, dengan tak pernah merasa bosan, tak memikirkan untung rugi, dan jika tidak dilakukan akan merasa ada sesuatu yang kurang.

“Passion itu Ikhlas, senantiasa membangun serta menyebarkan hal positif pada setiap waktu, dan tentu merupakan itu hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru,” kata Ummi Rohmi. 

Rektor Universitas Hamzanwadi ini juga berharap agar calon sarjana jurusan PGSD Universitas Hamzanwadi agar tidak gagap teknologi (gaptek), supaya ke depan bisa dibutuhkan dan siap berkompetisi dengan zaman. 

BACA JUGA: Optimis dan Kerjasama Modal Suksesnya PORPROV XI NTB 

“Gelar diskusi yang bermanfaat dan membangun. Mudah mudahan PGSD bisa mencetak sarjana yang berguna bagi Nusa dan bangsa,” katanya. ***

 

 




Optimis dan Kerjasama Modal Suksesnya PORPROV XI NTB

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi dengan optimis mengatakan, pelaksanaan PORPROV untuk sukseskan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Optimisme menjadi modal awal yang penting bagi suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XI yang bakal digelar mulai 18-26 Februari 2022 mendatang di Kota Mataram. 

Semangat, kekompakan dan kerjasama dipadu dengan koordinasi yang intensif diyakini PORPROV NTB yang dihajatkan untuk melahirkan atlet-atlet olahraga NTB. Mampu berprestasi di kancah nasional dan internasional menjadi sprit utama yang harus dijaga sebnaik-baiknya untuk menuju kesuksesan.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperanan Menggerakkan Perekonomian NTB

Sekda NTB mengatakan, optimis dan kerjasama merupakan modal suksesnya penyelenggaraan PORPROV

“Gelaran PORPROV ini adalah momentum yang tepat dan sebagai langkah awal menuju pelaksanaan PON 2024 yang akan diselenggarakan di Aceh dan Medan. Dan yang lebih bergengsi lagi untuk menyukseskan NTB sebagai tuan rumah pelaksanaan PON 2028 bersama NTT. Dan kami juga meyakni koordinasi yang baik dalam hal pengamanan yang melibatkan Satpol PP, TNI-Polri dan Pemkab/kota yang juga menjadi tuan rumah gelaran event ini akan terlaksana dengan baik,” kata Sekda NTB Lalu. Gita Ariadi, M.Si di Mataram, Senin (09/01/23).

Sekda meminta dukungan dari seluruh Kepala OPD lingkup Provinsi NTB terkait aset-aset daerah yang ditanganinya, bisa digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Porprov selain stadion atau gelanggang olahraga yang sudah ada. 

Sekda berharap banyak dari kalangan perbankan dan dunia usaha dan steakholder yang ada sama-sama memberikan kontribusi bagi terlaksananya PORPROV NTB ini. 

“Bahkan untuk mendukung transportasi para atlit dari 10 kabupaten/kota akan saya kontak masing-masing Sekdanya untuk menyiapkan kelengkapan alat transportasi dari masing-masing Kabupaten/kota. Insya Alloh semuanya sukses kalau kita bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu karena PORPROV XI NTB ini akan digelar bulan depan Sekda NTB mengaku siap ikut terlibat dalam mengawal perjalanan persiapan multi event ini. 

Sekda juga siap melakukan road show untuk menggaungkan PORPROV ini ke setiap kabupaten/kota.

Ketua Umum KONI NTB, H Mori Hanafi juga optimis Poprov XI NTB yang menjadi ajang prestasi bagi para atlit dari 10 kabupaten/kota akan berjalan dengan baik, karena pihaknya telah mempersiapkan kegiatan ini cukup detail. 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

“Karena itu agar kegiatan ini sukses diminta seluruh panitia bekerja maksimal,” katanya.

Kadispora NTB Tri Budi Prayitno menambahkan, dengan semangat dan gotong-royong bersama tidak ada yang sulit dan berharap semua sukses meski terkendala anggaran.

“Kita yakin PORPROV XI ini sukses dari segala sisi, baik sukses secara prestasi maupun sukses penyelenggaraan,” ujar Budi  mantan Kasat Pol PP ini. 

 

 




Solusi Permanen Atasi Kekeringan Kesulitan Air Bersih 

HBK bagun sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk warga yang kesulitan air Bersih di Pulau Seribu Masjid

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memberi solusi bagi masyarakat P. Lombok yang puluhan tahun terdampak bencana kekeringan. 

Politisi Partai Gerindra tersebut, menghadirkan solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang, sehingga masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses ketersediaan air bersih, tidak lagi mengalami hal yang sama.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperan Menggerakkan Perekonomian NTB

HBK membantu pengadaan sumur bor sebagai solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang untuk masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses air bersih

Seperti diketahui, selama ini persoalan dukungan air bersih bagi sebagian warga P. Lombok masih menjadi persoalan sulit, tak terselesaikan, dan terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2022, HBK telah berhasil membawa program aspirasi yang berasal dari Kemenhan RI untuk membangun sumur-sumur bor di titik-titik pemukiman warga yang selama ini selalu mengalami bencana kekeringan. 

Sumur-sumur bor tersebut berhasil diperjuangkan HBK di Kemenhan RI dan dipersembahkan kepada masyarakat P. Lombok yang diwakilinya.

“Pembangunan sumur-sumur bor ini kita harapkan akan mampu menjadi solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang, bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini, Ahad (08/01/23).

Pembangunan sumur-sumur bor tersebut dilakukan Kemenhan RI, yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi I DPR RI. 

Sumur-sumur bor tersebut kini telah menjadi penyuplai utama kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Persoalan kekeringan saat ini memang masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat di P. Lombok, juga NTB. Sepanjang tahun 2022 lalu misalnya, sebanyak tujuh Kabupaten dan satu Kota memberlakukan status siaga darurat kekeringan. 

Dua Kabupaten bahkan menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat kekeringan karena warganya sangat kesulitan dalam mengakses air bersih.

Saban tahun, sedikitnya lebih dari 500 ribu jiwa selalu kena dampak kekeringan. Di P. Lombok, bencana kekeringan terjadi di empat Kabupaten yakni di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Kekeringan tersebut, utamanya melanda masyarakat yang bermukim di pesisir bagian selatan. 

Dan juga sebagian di pesisir bagian utara dan timur Pulau Seribu Masjid.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center 

Selama ini, HBK memang dikenal sangat concern dan memiliki perhatian besar terhadap terjadinya bencana kekeringan yang menimpa warga dari tahun ke tahun.

Di P. Lombok, HBK sendiri melalui Yayasan miliknya, yaitu HBK PEDULI, bahkan telah menyiapkan tiga armada mobil tangki air yang setiap harinya rutin menyuplai kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah terdampak kekeringan.

Bahkan di tahun 2023 ini, akan ada tambahan satu unit armada tangki air bersih lain untuk memperkuat armada tangki air bersih yang sudah ada.

Namun begitu, HBK menyadari sepenuhnya, bahwa bantuan air bersih yang dilakukan dengan armada mobil tangki air yang selama ini dilakukan HBK PEDULI, hanyalah solusi sementara, parsial, dan sangat situasional.

“Pembangunan sumur-sumur bor oleh Kemenhan RI  ini adalah solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang,” kata HBK.

Secara khusus, HBK menyampaikan apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada Menteri Pertahanan RI, H. Prabowo Subianto atas segala perhatian serta bantuannya dalam mengatasi ancaman bencana kekeringan di wilayah P. Lombok, juga NTB.

Program bantuan sumur-sumur bor ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat P. Lombok, tetapi juga kepada masyarakat di P. Sumbawa. 

Pada pertengahan bulan Januari ini, pembuatan sumur-sumur bor di P. Sumbawa akan segera dilaksanakan.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, pak Menhan dapat berkunjung kesini dan menyaksikan langsung bagaimana penting dan vitalnya bantuan sumur-sumur bor ini bagi kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata HBK.

Menghidupkan Lahan Pekarangan

Di sisi lain, keberadaan sumur-sumur bor yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih warga ini, diharapkan juga bisa menjadi jalan untuk memacu warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan keluarga.

Masyarakat bisa menanam aneka sayuran dan bahan pangan cepat panen seperti kangkung, bawang, cabai rawit, dan juga yang lainnya. 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Program Magister Mitigasi Bencana

Dengan begitu, masyarakat mempunyai stok dan cadangan pangan yang bisa dimasak saat dibutuhkan.

“Cara ini memungkinkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya sehari-hari,” kata HBK.

Selama ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan layaknya urban farming di daerah perkotaan, sulit dilakukan di daerah-daerah terdampak bencana kekeringan. 

Jangankan air untuk suplai kebutuhan tanaman, air untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka sangat kesulitan.

Kini, dengan kehadiran sumur-sumur  bor bantuan Kemenhan RI ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dapat digalakkan kembali. 

HBK yakin sepenuhnya, dengan edukasi dan bimbingan yang masif dari seluruh pemangku kepentingan, hal tersebut dapat digalakkan di tengah-tengah masyarakat.

“Bencana pandemi Covid-19 telah membuka mata kita, betapa ketahanan pangan sebuah Negara juga bisa ikut runtuh. Kini kita patut bersyukur memiliki cukup air untuk memanfaatkan lahan pekarangan kita menjadi penopang ketahanan pangan setiap keluarga,” kata HBK.

Selain menjadi sumber pangan, pemanfaatan pekarangan juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk sumber pendapatan. 

Tanaman-tanaman yang dibudidayakan di pekarangan juga bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat karena juga bisa dijual setelah kebutuhan pangan keluarga terpenuhi. Dengan begitu, masyarakat selain memiliki ketahanan pangan, juga akan memiliki ketahanan ekonomi.(*)

 

 

 




DEVELOPING BEKAYAT CREATIVELY IN THE ERA OF DIGITALIZATION 

There are problems with the creative to developing of Bekayat into a digital program

lombokjournal.com ~

By Cukup Wibowo,  
Student of Master Program in English Language Education Mandalika University of Education, Mataram

INTRODUCTION 

The Bekayat tradition as one of the oral literature that still exists in the Sasak Islamic community of Lombok is currently in the challenge of a real era. On the one hand, this tradition has an important role as a medium for learning about morality, the goodness of life, and how to make society take a part in a social interaction. 

But on the other hand, with the advancement of information technology where it is marked by the practice of digitizing in almost all activities, In fact, besides being one of the historical artifacts, the content in the text of the bekayat story, according to Made Suyasa (2019) can still be exemplified by millennials today. 

That is why real steps are needed to be able to revitalize the bekayat tradition by developing creativity by utilizing digital technology so that the bekayat tradition can still show its existence in the midst of the currents of globalization and modernization. 

DISCUSSION 

If we are on the island of Lombok, especially at the celebration of Isra’ Mi’raj Nabi, Maulid Nabi, circumcision, marriage or death, it is not uncommon for us to hear the voices of several people taking turns filling the night air after Isya prayers. 

The men performed the recitation of the hikayat (verse) by chanting then followed by alternating translation and interpretation by the main reader called as hadi and the supporting reader called as saruf as well as the translator called as bujangge who with his skill translated and deciphered the story read from various Islamic Books into Sasak language. 

The reading activity which is well known as an oral tradition by the Sasak Islamic community is called Bekayat. 

BACA JUGA: Lombok akan Jadi Kiblat POacuan Kuda Nasional 

The Sasak Islamic community has been familiar with the tradition of Bekayat or ‘reading hikayat’ since the Hindu-Buddhist kingdom ruled Lombok. Then in its historical movement, Sasak Muslims are more familiar with the tradition of reading this saga in the term nyaer. The term nyaer denotes a reading pattern that uses tembang and is similar to the old Malay literary verse model. In terms of reading objects. 

Bekayat as one of the surviving forms of oral literature among the Sasak Islamic community was once used to broadcast Islam. Therefore, it is not surprising that the books used in this tradition are in the form of books that contain and tell about the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW, death treatises, to the history of Islamic travel to enter the archipelago (especially Lombok). 

If we look at the series of Bekayat activities which include the procession, time, and place of implementation, Bekayat activities, as described by Saharudin (2012), will do require complex and long preparations. The aforementioned series are as follows: 

  • Bekayat Procession 

The flow or sequence of the bekayat procession in the implementation of the kayat reading is not carried out individually, but in groups (gathering the community). Starting from teenagers and parents by first holding a notice or in Sasak language known as “pesilaq”, either through loudspeakers as well as through direct invitations to their respective homes. It shows what people do is always based on togetherness. 

As for the personnel, before the speech of the bekayat event began, the bekayat expert was invited a few days earlier. The bekayat expert asks what event is carried out by the inviter, meaning that he can prepare the bekayat material to be delivered, and adjusted to what will be planned. 

The process of the bekayat ritual itself is bekayat which is carried out after the core event of the celebration is completed. So, this bekayat is the culmination of the end of the celebration event, or the closing event of the celebration. If it is to hold a seven-monthly pregnancy, nine-day death of a person or nyiwaq or shaving on baby traditional ceremony or aqiqah-an then this bekayat is held after the core event of the event procession and is carried out in the evening.

 As for those related to the celebration of Islamic holidays, in particular Isra’ Mi’raj and Maulud are usually held after the lecture at the mosque or mushalla is over.

  • The Event-Time of Bekayat 

Bekayat is always done at night, that is, after isya prayers. This is because after the Isya’ prayer the time is long/loose compared to the Magrib prayer. In addition, bekayat is carried out at night because it is believed to bring tranquility to people who read and listen to it, so it is believed that it can open the door of the heart and hidayah for them to immediately repent and ask for mercy to God Almighty. 

In the context of the early spread of Islam in Lombok, this is certainly very relevant to the condition of Sasak people at that time who often drank tuak (old nira) or berem (mixed glutinous rice water— in the Sasak term called poteng— which was stored for long time) at the moment after Isya’s time to get drunk. If in the last time people closed their celebration, with perebak jangkih followed by the puppetry performance overnight. As time went by Perebak Jangkih event was replaced with Bekayat. 

  • The Event Location of Bekayat 

The place where Bekayat is carried out is adjusted to the type of event. If a prayer is held for a woman who commemorates seven months of pregnancy, the death of a person or aqiqah-an then it is usually held in a house as the place celebrate it.. 

The meaning to believe is that the house will be given a blesing for all residents of the house and for someone who is intended to get salvation from this process. 

Meanwhile, if this bekayat is carried out on the commemoration of Islamic holidays, such as Isra’ Mi’raj and Maulid Nabi, it is held in a mosque or mushalla which functions as a center for proselytizing. 

Seeing and understanding 3 things in the implementation of Bekayat as mentioned above, of course, the role of technology becomes very necessary so that Bekayat is not abandoned by the community in the future. 

This is because the values conceived by Bekayat are still very relevant, which are needed to be a medium for expressing moral values in society. 

BACA JUGA: Pola Pikir Jadi Kunci Sukses, Bagaimana Mengubahnya?

In today’s digital era, it is possible develop Bekayat as one of oral traditions to be more creative and innovative. Bekayat becomes more acceptable and develops more widely through the internet or cyberspace. 

This gave rise to a new era of the presence of Bekayat as an internet oral tradition. Bekayat, which was originally developed and known limited in its distribution, then become an activity widely known by public. 

With digital technology, the development and preservation of Bekayat oral traditions can be realized more creatively. In the digital era, Bekayat activities are no longer an offline event, but can be an online event that reaches a wider audience. 

CONCLUSION 

There are problems with the creative development of Bekayat into a digital program. Bekayat as it has been discussed above is a tradition that involves many elements in it. This Bekayat certainly contains a lot of cultural messages to provide knowledge for the next generations. Based on this idea, the role and existence of Bekayat should be conducted seriously, because Bekayat contains messages containing the noble values of society. When Bekayat becomes a digitized activity, it is necessary to choose a digital platform concerning the characteristics of Bekayat activities. 

Bekayat as an oral tradition if it does not follow the digital change and remains in its original condition, it will slowly disappear and be forgotten. Therefore, digitizing the entire series of Bekayat activities will make it easier for many people to know how important the significant role of Bekayat is.

Therefore, it is urgently needed intervention and support from various parties (especially the government and other cultural stakeholders) in caring for and facilitating the survival of Bekayat ***