Nenek Tunanetra Berusia 60 Tahun Akhirnya Dapat Bantuan Rumah

Banyaknya rumah kumuh diharapkan mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat bersama-sama membantu pemerintah dalam membangun rumah yang layak bagi masyarakat

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Pemerintah Daerah Lombok Utara akhirnya memulai proses pembangunan rumah milik Inaq Naritep (60), warga Dusun Busur, Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Jumat (23/3).

Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, yang hadir langsung melakukan peletakan batu pertama didampingi Kadis Pengendalian Penduduk KB dan PMD, Asisten III, Kasatpol PP, Kepala Desa, Kapolsek Gangga dan Koramil Kecamatan Gangga.

“Bantuan Jubah ini merupakan usulan temen-temen awak media di KLU. Kita prioritaskan karna kondisi pemilik rumah sangat memprihatinkan, tua dan tunanetra,” ungkap Najmul, di hadapan seluruh awak media usia acara.

Anggarannya, kata Najmul, sudah diserahkan ke Kepala Dusun setempat sebesar Rp10 juta, yang bersumber dari Dinas P2KB PMD dan Baznas Lombok Utara.

“Saya juga berharap dukungan penuh dari pihak desa dan warga di sini untuk membantu proses pembangunan rumah inaq Naritep,” paparnya.

Masih tingginya jumlah warga yang tinggal di rumah kumuh di Lombok Utara, menurut Najmul, diharapkan dapat mendorong keterlibatan seluruh eleman masyarakat, baik NGO, organisasi pemuda, BUMD dan BUMN untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam membangun rumah yang layak bagi masyarakat.

Salah seorang warga setempat, Wadi, menargetkan pembangunan rumah inaq Naritep selesai dalam dua minggu ke depan.

“Saya dan warga siap gotong royong. Kita bangunkan MCK juga. Beberapa material sudah dipesan, kemungkinan besok datang. Desa dan Camat siap membantu jika ada kekurangan,” tegasnya.

Inaq Naritep sejak lama tinggal bersama anak dan cucunya di rumah reot miliknya. Selain tidak layak huni, rumah Inaq Naritep juga hanya memanfaatkan aliran listrik dari rumah tetangga.

Bahkan beberapa minggu terakhir Inaq Naritep dan keluarganya hidup tanpa penerangan karna kabel listrik putus.

Program Jubah ke-13 ini merupakan usulan awak media Lombok Utara sekaligus menjadi rangkaian dari acara Hari Pers Nasional (HPN) yang di selenggarakan beberapa waktu lalu.

DNU




Bekraf Seleksi 100 Pengusaha Startup Kuliner Indonesia Untuk Ikuti FSI

Bekraf menggelar sosialisasi FSI 2018 di sepuluh kota untuk menyebarluaskan informasi serta memberikan peluang yang sama kepada talenta-talenta startup kuliner daerah

MATARAM.lombokjournal.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Food Startup Indonesia (FSI) untuk menyatukan ekosistem kuliner Indonesia. Sekaligus juga meningkatkan kontribusi kuliner pada PDB ekraf.

Bekraf menyeleksi 100 pengusaha rintisan (startup) kuliner Indonesia untuk mengikuti FSI 2018 secara langsung pada demoday.

“Kami menyempurnakan kegiatan ini supaya lebih baik dari dua tahun sebelumnya,” tutur Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo dalam pembukaan sosialisasi FSI Bekraf di Hotel Santika Mataram, Jumat( 23/3)

Tahun 2016 lalu, kuliner menyumbang 41,40 persen pada PDB ekonomi kreatif (ekraf), atau sebesar sebesar Rp 382 triliun dari total Rp 922,59 triliun berdasarkan data statistik ekraf oleh BPS.

Bekraf menggelar sosialisasi FSI 2018 di sepuluh kota untuk menyebarluaskan informasi serta memberikan peluang yang sama kepada talenta-talenta startup kuliner daerah. Mataram menjadi kota kesembilan penyelenggaraan sosialisasi tersebut.

Fadjar Hutomo menuturkan,  Startup kuliner Indonesia bisa mengikuti demoday FSI dengan mendaftar online pada www.foodstartupindonesia.com yang ditutup 26 Juni mendatang.

Ia mengatakan, startup kuliner bisa mendaftar demoday FSI untuk mendapatkan fasilitas expo, mentoring, dan pitching di hadapan investor.  Sedangkan bagi yang belum terpilih, masih tetap bisa tergabung pada ekosistem startup kuliner melalui platform foodstartupindonesia.com.

Demoday FSI 2018 diselenggarakan di Surabaya pada akhir Juli mendatang. 100 startup kuliner Indonesia terpilih berkesempatan memperlihatkan produk mereka pada masyarakat luas saat expo.

Selain itu juga mendapatkan ilmu peningkatan produk dan pitch desk saat mentoring dengan mentor ahli di bidang kuliner.

Sementara 30 startup kuliner terpilih dari 100 startup berhak pitching di depan investor. Mereka juga berpeluang menjadi top three FSI 2018. Bekraf memfasilitasi 30 startup kuliner ini mendapatkan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Top three FSI 2018 mendapatkan dukungan penuh Bekraf untuk pameran di dalam dan luar negeri

“Menjadi pemenang bukan satu-satunya hal yang bisa diraih oleh startup kuliner yang mengikuti demoday FSI. Tetapi, mereka juga berpeluang meningkatkan network dan berkolaborasi dengan startup kuliner lainnya,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, ia menekankan era ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi dan kreativitas SDM. Ia berharap ekraf menjadi tulang punggung perekonomian nasional masa depan.

“Tulang punggung ekonomi yang tidak bertumpu pada SDA yang bisa habis,” katanya.

Sementara itu, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, didampingi oleh Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf Hanifah Makarim, memberikan penjelasan FSI, demoday, dan pitch desk. Bekraf memberikan mini class mentoring bertema food safety dengan menghadirkan Chef Hugo dari Universitas Ciputra.

Selain itu, Perwakilan Foodlab Indonesia, Bonnie Susilo, juga diundang Bekraf untuk memberikan materi bertema investasi.

Bekraf melengkapi sosialisasi dengan menghadirkan perwakilan top three FSI 2017. Di antaranya founder produk Matchamu Lintang Wuriantari untuk menceritakan pengalamannya mengikuti FSI 2017.

AYA (*)




Relawan Zul-Rohmi Gencar “Serbu” Mataram

Mataram menjadi salah satu basis pemilih potensial  yang akan  diprioritaskan sebagai wilayah perolehan suara  Zul Rohmi

lombokjournal.com

MATARAM;  Relawan pasangan calon (Paslon) No. 3 Zul – Rohmi makin gencar mendatangi basis-basis potensial,  mengkampanyekan Paslon yang diusung Koalisi Partai PKS-Demokrat.

Kota Mataram saat ini jadi fokus perolehan suara. Kamis  (23/03), relawan NTB Gemilang di bawah koordinator Samsul Hadi, melakukan sosialisasi di wilayah kelurahan Jempong kota Mataram. Ratusan warga masyarakat menghadiri acara tersebut. dan diakhiri dengan foto bareng.

Menurut Sansul Hadi,  politisi Partai Demokrat Kota Mataram ini,  Wilayah Kota Mataram menjadi salah satu basis pemilih potensial  yang akan  di prioritaskan sebagai wilayah perolehan suara  Zul Rohmi.

“Antusiasme warga  masyarakat Jempong menyambut  rombongan relawan Gerakan NTB Gemilang  mensosialisasikan Paslon  No 3, membuktikan Zul-Rohmi diatensi  secara baik ,” kata Samsul Hadi, meskipun Dr Zul dan Sitti Rohmi tidak hadir  dalam acara tersebut.

Salah satu perwakilan warga  masyarakat di kelurahan Jempong yakni Sahnan,  menginginkan keberlanjutan kepemimpinan yang tepat sebagai pengganti Tuan Guru Bajang (TGB). Salah satu kriteria yang mereka inginkan adalah calon yang mendapat restu dari Gubernur TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa TGB.

“Masyarakat  menyadari dan merasakan betul selama kepemimpinan Tuan Guru Bajang, soal  kenyamanan seperti akses jalan – jalan yang yang bagus,  kerukunan serta kedamaian antar warga masyarakat,” lanjutnya .

Senada dengan Sahnan, Inaq Irah salah seorang ibu rumah tangga menyampaikan kebanggaanya terhadap pasangan Zul-Rohmi, Inaq Irah merasa bangga karena ada sosok perempuan yang bisa jadi calon pemimpin NTB.

“Karena selama ini biasanya banyak yang mau jadi kepala daerah itu dari kalangan bapak – bapak,”  ungkapnya.

Dengan majunya Siti Rohmi sebagai wakil dari DR Zul,  Inaq Sanirah berharap nasib inaq-inaq ke depan minimal bisa diperjuangkan,  sehingga kaum perempuan tidak mesti harus jadi Ibu Rumah tangga saja sembari mengangkat Jari 3.

“InsyaAllah kami do’akan semoga pasangan Zul – Rohmi menang. “ingat inaq – inaq kendek de lupak pilek jilbab ijo,” imbuhnya”

Samsul Hadi beserta relawan Gerakan NTB Gemilang berjanji akan menyampikan baik kepada DR Zul atau Sitti  Rohmi, apa harapan dan masukan dari warga Jempong ini, seraya menegaskan kembali bahwa pasangan Zul – Rohmilah yang didukung TGB. #

Me




Garuda Travel Fair, Mengoptimalkan Pasar Potensial Di Lombok

 Travel Fair memberikan berbagai macam penawaran menarik yang dapat dinikmati, antara lain harga-harga terbaik, waktu liburan yang tepat dan paket yang lebih menarik

MATARAM.lombokjournal.com — Travel Fair di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diselenggarakan Garuda Indonesia Cabang Lombok bersama partnernya BCA, bertempat di Lombok Epicentrum Mall, tanggal 23-25 Maret 2018.

Penyelenggaraan Garuda Indonesia Travel Fair  2018 untuk menberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata di NTB, sehingga mengoptimalkan pasar potensial khususnya yang berada di wilayah Lombok dan sekitarnya.

Rudy Tinton Soeprapto selaku Kepala Cabang Utama BCA, sangat mengapresiasi Garuda Indonesia Travel Fair dan mendukung program ini.

“Semoga di tahun 2018 ini dapat menjadikan angka-angka penjualan menjadi lebih baik. Peningkatan pariwisata NTB di tahun ini semakin membaik, dulu saya harus mengundang orang untuk datang, namun beberapa tahun terakhir banyak tamu yang datang tanpa diundang” ungkapnya.

Dalam kesempatan sama Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Drs. H. Imhal, MM mengapresiasi Garuda Indonesia telah ikut memajukan NTB dalam peningkatan  wisatawan.

Melalui kegiatan travel fair ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif untuk NTB. Pada tahun 2018 target Pemerintah NTB menghadirkan sampai 4 juta wisatawan.

“Garuda Indonesia Travel Fair merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dan akan mempercepat tercapainya wisatawan di NTB” tuturnya.

Melalui Travel Fair ini, pelanggan mendapat berbagai macam penawaran menarik yang dapat dinikmati. Antara lain harga-harga terbaik, waktu liburan yang tepat dan paket yang lebih menarik.

Garuda Indonesia Travel Fair selain menjual tiket penerbangan, juga memberikan penawaran hotel, paket tour, dan perlengkapan liburan lainnya.

Sementara itu , Nina Sulistyowati selaku Direktur  Marketing dan Tekhnologi dari PT . Garuda Indonesia menyatakan, target transaksi Garuda Travel Fair terus bertambah.

Tahun lalu target transaksi sekitar Rp 2 miliar dan berhasil tercapai

“Tahun ini target kita Rp 5 miliar dan kami juga menggandeng bank BCA untuk transaksi,” jelasnya

Garuda indonesia Travel Fair akan terus diselenggarakan, agar para pelanggan mendapatkan harg-harga terbaik, waktu liburan yang tepat, serta paket yang lebih menarik,

Karena dalam GATF kali ini merupakan One Stop Shoping bagi para pelanggan, karena selain menjual tiket penerbangan, juga ada penawaran hotel, paket Tour hingga barang perlengkapan liburan lainnya.

AYA




Gerilya Ala Rohmi, Agar Pemilih Tak Tersesat Saat Di Bilik Suara

LANGKAH GERILYA ala Cawagub NTB  No. 3, Siti Rohmi Djalilah (SRD) makin intensif dan masif  melakukan sosialisasi dan menyapa masya rakat,  mulai dari Mataram , Lombok Tengah, Lombok Barat dan Lombok Timur. Kecepatan gerak Jilbab ijo didasari semangat menjadi yang terbaik dalam konstestasi Pilgub NTB di tengah persaingan ketat dengan Paslon lainnya

lombokjournal.com —

MATARAM; Siti Rohmi bersama tim jilbaber ijonya menyadari, rakyat harus didatangi dan ditegur agar mereka tersadarkan oleh pilihan politik yang benar dan tidak tersesat saat di bililk suara, tanggal 27 Juni 2018.

Bagi Rohmi, keluar masuk kampung-kampung menemui konstituennya merupakan kewajiban moralnya, agar pemilih setianya tetap di sisinya. Selain itu sebagai  pendatang baru dalam Pilgub NTB, SRD terus giat melakukan  sosialisasi dan bersilaturrohmi bersama  rakyat dari berbagai strata sosial  memperkenalkan program – program NTB Gemilang.

Demikian catatan Ketua Pemuda NTB-Jakarta,  Dian Sandi Utama dan Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadullah mengamati pergerakan yang cepat dan taktis  Cawagub NTB, Sitti Rohmi melalui pers release kepada Media, Jumat (23/03).

Menurut Dian Sandi, tindakan  cerdik yang dilakukan oleh SRD saat  mengunjungi basis basis konstituennya, nampak jelas tersirat ekspektasi kaum perempuan dan ibu-ibu  banyak menaruh harapan kepada SRD untuk memajukan dan membawa perubahan buat kepentingan  kaum perempuan.

“Hal ini karena SRD memahami betul kondisi psikologis kaum perempuan melalui pendekatan door to door yang saling memanusiakan ini,” lanjut Dian Sandi .

Dian Sandi menambahkan, jika kelak Zul Rohmi ditakdirkan menang dalam Pilgub NTB,  Paslon dengan Jargon NTB Gemilang ini dipastikan memenuhi janji-janji politiknya.

“Termasuk  memperjuangkan kaum ibu-ibu dan perempuan, baik di sektor wirausaha dan lapangan pekrjaan,  sehingga perempuan NTB bisa bersaing dalam mewujudkan NTB yang lebih baik,” tambahnya.

Door to door Jilbab Ijo

Secara terpisah, Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlullah, SE menggarisbawahi, semangat antusiasme warga menyambut hangat kehadiran Sitti Rohmi  dan tim jilbab ijonya, dengan suasana  kekeluargaan tersebut menunjukkan tingkat keberterimaan yang tinggi dan rasa empati yang kuat dari kaum perempuan, meskipun  jamuannya  ditempat yang sederhana.

“Bagi Sitti Rohmi yang memahami kultur dan budaya masyarakat setempat, sikap baik dan legowo yang ditunjukkan konstituennya merupakan energizer dan spirit yg kuat bagi Zul Rohmi ,” ulas Athar

Dalam pandangan Sekretaris Mi6 ini, setiap  sosialisasinya di wilayah pemilihnya, Sitti  Rohmi, selain menyampikan Visi-Misi Zul Rohmi secara gamblang dan mudah dipahami, tak lupa  mengajak masyarakat untuk selalu santun dan tidak menjelek-jelekan paslon lain.

“Seraya mengajak dan mengingatkan konstituennya pada tanggal  27 Juni nanti memilih perempuan yang  memakai  Jilbab Ijo,” kata Athar .

Hal lain yang menarik pada setiap gerakan SRD, menurut Athar, Sitti Rohmi maupun Dr Zul tetap mendatangi door to door setiap pemilihnya tidak dengan cara cara formal dan penuh protokoler.

“Semangat budaya kekeluargaan yang apa adanya inilah yang justru memperkuat ikatan emosional yang tak lekang oleh waktu dan kepentingan,” pungkas Athar.  #

Me




Bea Cukai Tak Bisa Bendung Pakaian Bekas Luar Negeri

Pihak Bea Cukai beberapa kali melakukan pemeriksaan pakaian Bekas yang masuk ke NTB, namun tiap ada kapal yang datang ditanyakan barangnya dari mana, dibilang barang itu dari Sulawesi, Kalimantam atau  wilayah Indonesia lainnya

I Wayan Tapamuka

MATARAM.lombokjournal.com — -Sejak tahun 2009 pakaian bekas impor sudah dinyatakan sebagai barang ilegal dan dilarang masuk ke Indonesia. Namun, penyelundupan pakaian bekas buatan luar negeri tidak bisa terbendung karena tingginya permintaan domestik.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan dan Pelaksana harian Bea Cukai Mataram I Wayan Tapamuka saat mengadakan media gethering dikantor bea cukai ( 22/3).

Ia mengatakan bawa selama ini Bea cukai susah untuk membuktikan bawa pakain bekas tersebut dikirim Dari luar negri.

“Kalau kita periksa selalu pengakuannya datang dari indonesia bukan dari Luar negeri  kami tidak bisa membuktikan  bahwa itu dari Luar negeri,”ujarnya

Ia menjelaskan selama ini, Bea cukai sudah beberapa kali melakukan pemeriksaa terhadap pakaian Bekas yang masuk ke NTB, namun setiap ada kapal yang datang yang ditanyakan barangnya dari mana dibilang barang itu dari Sulawesi, Kalimantam atau  lain di wilayah Indonesia .

“Ya mungkin itu modusnya dari sana. Terus dilanjutkan ke sini (NTB). kami tidak bisa bertindak disini  dengan mengatakan bahwa itu impor dari Luar negeri. Karena mereka juga menyertakan kwitansi dari indonesia, Jadi itu kelemahan kami,”tuturnya

Disinggung terkit apakah tidak upaya lain Bea Cukai untuk mengawasi masuknya pakaian bekas? Wayan menegaskan selalu selalu berkoordinasi dengan aparat terkait untuk penanganan itu.

“Kordinasi dengan kepolisian ya terus kita lakukan, tapi untuk membuktikan itu yang susah,”ucapnya.

Sementara itu untuk pengawasan masuknya pakaian bekas di pulau Sumbawa, Bea Cukai Sumbawa dan  Dinas Perdagangan Sumbawa sudah dilakukan pengawasan termasuk apalagi pulau Sumbawa tempat masuknya pakaian Bekas terbanyak.

“Kan aturannya tidak boleh impor barang bekas, Tetapi selalu alibinya bukan barang import. Jadi kita tidak bisa menindak.Karena mereka punya modus masuk dulu ketempat lain dimana yang dia bsa masuki setelah itu baru dioper ke indoneaia dengan transaksi yang  di dalam negeri,” pungkasnya.

AYA




Untuk Kemenangan Zul-Rohmi, Warga Kampung Banjar Ampenan “Rowah” dan Doa Bersama

Estafet kepemimpinan NTB ke depan pengganti TGB harus mampu melanjutkan prestasi dan pembangunan NTB lebih baik lagi

lombokjournal.com —

MATARAM;  Warga Banjar Ampenan Mataram rowah dan doa bersama, Selasa (20/03) malam, untuk kemenangan pasangan Zul Rohmi dalam Pilghub 2018

Doa bersama itu dihajatkan sebagai rasa syukur,  atas keberlanjutan kepemimpinan TGB, menjadi makin maju dan lebih baik oleh pemimpin baru hasil Pilgub NTB.

Rasa syukur dan bangga terhadap TGB, panggilan akrab Gubernur NTB, TGH. M Zainul Majdi, yang kini tengah mengunjungi  Masyarakat Indonesia dari Sabang Sampai Marauke, yang digadang-gadang akan jadi Capres atau Cawapres 2019.

“kami warga NTB merasa senang dan bangga dengan kiprah beliau, yang terus moncer di pentas nasional, sebagai seorang Tuan Guru/ulama dengan segudang prestasi dalam membangun NTB selama masa kepemimpinan beliau,”  kata Haji Sanah, tokoh agama di kampung banjar Ampenan, Selasa malam itu.

Haji Sanah  mengatakan, untuk estafet kepemimpinan NTB ke depan pengganti TGB harus mampu melanjutkan prestasi dan pembangunan NTB lebih baik lagi. Harapan itu  akan bisa dilanjutkan oleh paslon yang  memiliki pengalaman yang  baik secara Nasional.

Haji Sanah menambahkan,  pasangan  Zul-Rohmi lah yang tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan TGB lima tahun mendatang.

“Jika ditakdirkan menang, Paslon No Urut 3 ini selain muda,  kwalitas dan kapabilitasnya  hampir sama seperti TGB,” ujarnya.

Lebih jauh Haji Sanah menambahkan , pasangan dengan Jargon NTB Gemilang ini nerupakan pasangan yang komplit dengan hadirnya Ibu Rohmi sebagai satu – satunya calon perempuan  yang di harapkan mampu membawa aspiras perempuan NTB kedepan.

“Ciri Jilbab ijo ini yang akan menjadi magnet kuat dikalangan pemilih perempuan,” tambah Haji Sanah yang dihormati dikampung Banjar ini.

Selain itu Haji Sanah bersama warga kampung banjar lainnya berkomitmen  terus mensosialisasikan dan mengajak masyarakatnya   tanggal 27 Juni 2018 yang akan datang agar memilih pasangan Zul – Rohmi.

“Coblos perempuan  yang pakai Jilbab Ijo,” tandasnya.

Me




Perkawinan Usia Anak, Penyebab IPM NTB Lamban Meningkat

Idealnya usia perkawinan di atas 21 tahun bagi wanita, dan usia 25 tahun bagi laki – laki

MATARAM.lombokjournal.com —  Pernikahan usia anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih belum sepenuhnya bisa diatasi, dan menjadi salah satu penyebab Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB lamban meningkat.

“70 perseribu dari wanita usia 15 sampai 19 tahun di NTB telah menikah dan melahirkan masih fokus pendewasaan usia perkawinan, karena kita lihat data kita, 70 per seribu dari wanita usia 15 – 19 tahun, 70 di antaranya telah melahirkan,” kata Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB, Lalu Makrippudin di Mataram, Rabu (21/03) di Mataram.

Banyaknya wanita usia muda melahirkan di NTB terjadi, karena perkawinan dilakukan pada usia anak. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan angka nasional yang hanya mencapai 48 persen

Karena itu penekanan utama BKKBN NTB, bagaimana menekan perkawinan usia anak, dengan menggandeng berbagai mitra dari institusi pendidikan seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Perguruan Tinggi

“Selain institusi pendidikan negeri maupun Pondok Pesantren, BKKBN juga menggandeng Ormas keagamaan seperti Muslimat Nahdlatul Ulama, Muslimat Nahdlatul Wathan dan Muhammadiyah,” Tegasnya

“Idealnya usia perkawinan yang baik di atas 21 tahun bagi wanita, dan usia 25 tahun bagi laki – laki. Karena untuk menikah itu diperlukan persiapan, baik sehat secara fisik termasuk rahimnya juga siap, termasuk kesiapan secara ekonomi dan psikologis,” tambah Makrippudin.

AYA




Tenaga Konstruksi Mutlak Bersertifikasi, Untuk Acuan Dapat Pekerjaan

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), baik pusat dan daerah harus mengambil peran dalam melahirkan tenaga konstruksi yang handal dan bersertifikasi

Sekda NTB, Ir. H. Rosyadi Sayuti, M.Sc., Ph.D (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com — Seluruh tenaga professional termasuk tenaga konstruksi dituntut memiliki sertifikasi, agar tenaga konstruksi di Indonesia termasuk NTB, mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Ir. H. Rosyadi Sayuti, M.Sc., Ph.D menyampaikan itu saat membuka Seminar Penerapan Teknologi Konstruksi “Penyiapan Air Baku untuk Mendukung Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika”, Rabu (21/03), di Kampus Universitas Islam Al-Azhar Mataram.

Menurut Sekda, sertifikasi terhadap tenaga konstruksi mutlak harus dilakukan, karena dengan hal itu akan menjadi salah satu acuan untuk mendapatkan pekerjaan, baik  di tingkat lokal, nasional bahkan di luar negeri.

“Saat ini tenaga konstruksi kita belum bisa mendapatkan pekerjaan tanpa sertifikasi, baik di dalam negeri maupun sebagai TKI di luar negeri,” jelas Sekda.

Sekda berpesan, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), baik pusat dan daerah harus mengambil peran dalam melahirkan tenaga konstruksi yang handal dan bersertifikasi

Sekda menambahkan, tenaga konstruksi yang ada di NTB harus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan yang ada. Salah satunya di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika (KEK), sebagai salah satu mega proyek yang dikerjakan di NTB saat ini.

“Tenaga kerja kita harus menjadi bagian dari proyek yang ada, termasuk di KEK Mandalika saat ini. Kita berikan pelatihan agar mampu bersaing dengan orang luar bahkan dengan tenaga kerja asing. Jangan sampai orang lokal jadi penonton saja,” harap Sekda yang akrab disapa Pak Ros itu.

Untuk itu, komunikasi yang efektif harus terus dibangun antara LPJK NTB dengan ITDC. Agar semua potensi yang bisa mengangkat daerah dapat dimanfaatkan dengan maksimal

Pada acara yang sama, dilakukan penandatanganan MoU antara LPJK NTB dengan Fakultas Teknik dari 8 Universitas di NTB. Antara lain Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Unizar Mataram, Universitas NTB, Universitas Maha Saraswati Mataram, Universitas Kordofa Sumbawa, Universitas Samawa dan Universitas Teknik Samawa (UTS).

Ketua LPJK Nasional, Ruslan Rivai mengatakan, penandatanganan MoU Fakultas Teknik dari 8 Universitas di NTB ini, akan mendorong kemajuan jasa kontruksi di NTB khususnya segi penelitian konstruksi.

“MoU ini diharapkan akan melahirkan teknologi penyediaan air baku di KEK Mandalika. Teknologi ini dibutuhkan karena kedepan kebutuhan akan air bersih di kawasan mega proyek tersebut akan semakin tinggi,” ujar Ruslan.

Tampak hadir Rektor Unizar Mataram Ahmad Firdaus Sukmono, Ketua Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementrian PUPR RI dan Seluruh Civitas Akademika Unizar

AYA




Perawat Tidak Diterima Kerja, Gara-Gara Belum Punya STR

Perawat lulusan D III ataupun S I tidak bisa diterima kerja hanya karena belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), itu tidak adil

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Masih banyaknya lulusan tenaga perawat di Lombok Utara, yang belum dapat kesempatan bekerja di RSUD maupun Puskesmas hanya karena belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), mendapat sorotan Bupati KLU. H. Najmul Akhayar.

“Banyak tenaga perawat, baik yang lulusan D III ataupun S I saat ini tidak bisa diterima kerja hanya karena belum memiliki STR. Rasanya ini tidak adil,” kata Najmul, dalam peringatan hari jadi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) 2018 di halaman kantor Bupati KLU. Rabu (21/3).

Ditambahkan Najmul, pengurus PPNI di daerah hingga pusat, diharapkan agar membantu anggotanya yang hingga kini masih belum mendapatkan STR.

“Kasihan mereka, sudah sekolah 4 tahun tapi belun cukup untuk bisa diterima bekerja. Secara keilmuan mereka saya rasa layak diberikan kesempatan bekerja,” Tukasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Najmul meminta kepada lembaga pendidikan pencetak tenaga perawat agar STR bisa dipaketkan menjadi satu dengan ijajah.

“Tahun ini kita juga sudah melakukan penilaian kepada tenaga kesehatan teladan. Inshaallah akan diumumkan pada HUT KLU mendatang. Hadiahnya 1 Unit motor,” terangnya.

Tak sampai disana, Najmul yang bertindak selaku pemimpin upacara, juga berjanji akan memprioritaskan tenaga perawat honorer untuk diangkat menjadi CPNS.

“Saya sudah koordinasi dengan BKD, agar nama-nama yang sudah direkomendasikan ke pusat itu segera diprioritaskan,” tukas Najmul, disambut tepuk tangan seluruh perawat yang hadir.

Ketua DPD PPNI Lombok Utara. Sukamto, mengatakan ada 370 anggota yang saat ini terakomodir di PPNI dan sudah mengantongi Nomor Induk Registrasi Anggota (Nira).

“Perawat mandiri, artinya temen-temen perawat dianjurkan praktik atau memberikan pelayanan dirumah, tentu dengan mekanisme dan prosedur yang ada, sperti sudah memiliki STR dan SIPP,” cetusnya.

Seusai Upacara, DPD PPNI KLU juga mengadakan beberapa kegiatan lainnya, di antaranya donor darah bekerjasama dengan PMI, dan pengobatan gratis.

DNU