DPD PKS Sumbawa Besar Gelar Pesta Rakyat Meriahkan Milad Ke 20

Ke depan PKS Sumbawa Besar bertekad untuk bisa berkhidmat dengan lebih baik lagi kepada masyarakat

Ketua DPD PKS Sumbawa Besar, M. Takdir (Foto: Me)

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR ;  Milad ke 20 PKS yang jatuh pada tanggal 20 April, diperingati meriah oleh DPD PKS sumbawa dengan serangkaian acara digelar selama seminggu penuh.

Puncak peringatan Milad akan dilaksanakan pada hari ahad, 22 April 2018 di Taman Mangga Sumbawa.

“Milad ke 20 PKS ini puncaknya kami bikin acara PESTA Rakyat, melalui acara ini kami ingin menegaskan bahwa PKS sumbawa selalu bersama rakyat dan akan terus berjuang untuk rakyat,” jelas ketua panitia A. Rahman melalui siaran pers yang disampaikan ke media, Jumat 920/4)

Acara pesta rakyat tersebut nantinya akan diisi dengan beberapa kegiatan antara lain : donor darah kader dan simpatisan PKS, bazar, pentas seni, lomba-lomba dan orasi dari calon gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, yang merupakan putra asli sumbawa-NTB.

Ketua DPD PKS sumbawa,  M Takdir  menambahkan, usia yang genap 20 tahun ini, tentu bukan usia yang muda lagi bagi sebuah partai politik, sudah banyak agenda yang dikerjakan.

Ke depan PKS sumbawa bertekad untuk bisa berkhidmat dengan lebih baik lagi kepada masyarakat. Pelayanan dan fungsi-fungsi advokasi akan kami optimalkan; contoh di pesta rakyat nanti, akan ada launching beras BERKAH Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang dijual dengan harga murah.

“Kami berharap, berkat doa dan dukungan masyarakat sumbawa PKS bisa lebih baik lagi melayani,” terang M takdir yang juga merupakan Caleg dapil 1 kabupaten  Sumbawa.

Acara yang akan dilaksanakan pagi hari, diharapkan sebagai bentuk syukur PKS akan 20 tahun usianya sekaligus sebagai ajang konsolidasi untuk memaksimalkan gerak PKS dalam mengantarkan kadernya Dr. Zulkieflimasnyah memenangkan pilkada NTB.

“Kami mengundang saudara-saudara kami masyarakat sumbawa untuk hadir diacara tersebut, karena kami juga akan menyiapkan beberapa makanan lokal, hasil bumi Sumbawa, gratis,” ungkap ketua panitia

Me (*)




Dr Zul; Lulusan SMK AL- Al-Kahfi KAHFI Harus Bisa Terbang Tinggi

Hadir untuk mencetak siswa yang tidak hanya pandai mengaji tetapi juga hebat dalam bidang matematika dan bahasa asingnya

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. H. Zulkieflimansyah melepas puluhan lulusan SMK Al-Kahfi Angkatan ke-II tahun 2017-2018 di Pondok Modern Al-Kahfi Sumbawa, Jum’at (20/04).

Sekolah yang diresmikan pada 2014 ini meluluskan 32 siswa, 20 di antaranya perempuan dan sisanya 12 laki-laki. Di hadapan para lulusan dan orang tua siswa yang mendampingi, Doktor Zul menyampaikan misi besar didirikannya Al-Kahfi.

SMK berbasis pesantren dan pelaku industri ini didirikan melihat banyaknya sekolah islam atau pesantren di NTB mempunyai banyak siswa yang pandai mengaji, tapi alergi dengan pelajaran matematika.

Al-Kahfi hadir untuk mencetak siswa yang tidak hanya pandai mengaji tetapi juga hebat dalam bidang matematika dan bahasa asingnya.

Sejak didirikan 2014 lalu, Al-Kahfi telah banyak melakukan terobosan, seperti mengembangkan Kawasan Ekonomi Masyarakat di pegunungan di Batu Alang, sudah mempunyai koperasi, dan sudah mulai mengelola Air Siap Minim (Arsinum) RO Al-Kahfi. Al-Kahfi akan terus berinovasi, walaupun kebanyakan orang tidak percaya, Al-Kahfi mampu membuktikan.

“Insya Allah, dengan pertolongan Allah yang tidak mungkin menurut orang lain menjadi mungkin. Where there’s a will there’s a way,” ungkapnya.

Selanjutnya, Doktor Zul berpesan agar jangan sampai ada anak-anak Sumbawa yang putus sekolah. Jangan karena kendala biaya, terpaksa berhenti sekolah dan tidak melanjutkan kuliah. Ia mendirikan perguruan tinggi agar anak-anak yang punya kemauan keras untuk menuntut ilmu namun terkendala biaya mendapatkan tempat melanjutkan sekolahnya.

“Sekolah terus, jangan sampai ada anak Sumbawa yang tidak melanjutkan kuliah karena tidak mampu. Kita siapkan UTS, IISBUD, dan AKOM, sebagai tempatnya. Jangan sampai lulus di Al-Kahfi tidak melanjutkan sekolah. Teruslah kuliah hingga ke luar negeri. Dari Al-Kahfi teruslah terbang tinggi,” Jelasnya.

Ia menyemangati para lulusan agar jangan mudah menyerah. Untuk menjadi pemenang, butuh perjuangan. Untuk berubah harus berkorban. Kondisi Al-Kahfi yang penuh tantangan justru akan membuat siswa semakin hebat.

Mereka yang sekolah di Al-Kahfi akan menjadi calon-calon pemimpin tidak hanya buat daerah tapi juga buat negeri ini.

“Perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama. Para pemenang berbeda denga orang biasa. Pemenang sejati adalah orang yang selalu mencari jalan yang jarang ditempuh oleh kebanyakan orang untuk mencapai kemenangan. Kalau lolos di Al-Kahfi, Insya Allah akan lolos di segala ujian dalam kehidupan,”.tutupnya.

Me (*)




Optimisme Remaja Binaan di Balai Sosial Karya Mandiri

Para remaja tinggal selama 10 bulan, dua bulan sisanya akan praktik di luar BSBR Karya Mandiri. Selama tinggal, para remaja akan diberikan bimbingan fisik, mental, sosial, dan keterampilan

 LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Sosial memberikan perhatian terhadap remaja terlantar, putus sekolah, dan rentan akan permasalahan sosial.

Salah satunya dengan menyediakan tempat binaan Balai Sosial Bina Remaja (BSBR) Karya Mandiri di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

Kepala BSBR Karya Mandiri, Wahyu Hidayat, mengatakan, remaja merupakan tulang punggung bagi kemajuan bangsa dan daerah. BSBR Karya Mandiri merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di bawah Dinas Sosial Provinsi NTB dan memiliki luas sekitar 2,5 hektare.

BSBR Karya Mandiri mempunyai berbagai fasilitas untuk menunjang keterampilan para remaja, mulai dari peralatan perbengkelan, otomotif, tata boga, tata rias, dan tata busana.

“Untuk tahun ini, ada 65 remaja berusia antara 16 tahun hingga 21 tahun yang tinggal di sini,” ujar Wahyu di BSBR Karya Mandiri, Labuapi, Lombok Barat, NTB, Jumat (20/04).

Kata Wahyu, para remaja tinggal di sini selama 10 bulan, sedangkan dua bulan sisanya akan praktik di luar BSBR Karya Mandiri. Selama di sini, para remaja akan diberikan bimbingan fisik, mental, sosial, dan keterampilan.

Selain itu, para remaja juga mendapatkan asupan makanan selama tiga kali sehari, dan makanan ringan dua kali sehari dengan menu yang bervariasi. Kondisi ini berbeda jauh bagi para remaja sebelum berada di sini.

“Memang membina remaja dengan latar belakang yang putus sekolah, terlantar, maupun rawan permasalahan sosial tentu tidak mudah, tapi di situlah menjadi tantangannya,” ucap Wahyu.

Agar tidak membosankan, BSBR Karya Mandiri, kata Wahyu, mencoba menciptakan suasana kekeluargaan agar para remaja bisa menikmati dan belajar dengan gembira.

Selain pembinaan yang bersifat keterampilan, BSBR Karya Mandiri juga mengedepankan aspek spiritualitas. Hal ini penting agar para remaja memiliki karakter yang baik dan berintegritas ke depan.

“Agenda remaja binaan kita mulai dengan shalat shubuh berjamaah, sarapan bersama, apel pagi, dan shalat Dhuha yang diiringi pembekalan materi agama melalui Majelis Taklim,” ucap Wahyu.

Wahyu mengaku gembira melihat kesuksesan para remaja usai menempuh pembinaan di BSBR Karya Mandiri. Kata Wahyu, 85 persen dari remaja binaan BSBR Karya Mandiri dapat dikatakan berhasil lantaran mampu diterima kerja usai menjalani praktik magang.

Wahyu menceritakan, aspek spiritualitas yang ditekankan mampu mengantarkan para remaja BSBR Karya Mandiri menjadi pribadi yang memiliki karakter penuh kejujuran.

Wahyu mencontohkan, seorang remaja binaan BSBR Karya Mandiri yang sedang menjalani praktik magang di bengkel menemukan uang Rp 1.000 dan langsung ia berikan ke pemilik bengkel.

“Karena dinilai jujur, si remaja ini langsung dipekerjakan si pemilik bengkel tersebut. Ini yang selalu kita tekankan agar keterampilan dengan relijiusitas harus berjalan seiring bersama,” kisah Wahyu.

Menurut Wahyu, remaja memiliki peran penting dalam pembangunan dan kemajuan NTB yang sedang gencar mengembangkan sektor pariwisata. Wahyu berharap, para remaja juga bisa menempati sektor lapangan kerja di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Seorang remaja binaan asal asal Sakra, Lombok Timur, Alan (19), mengaku senang bisa berada di BSBR Karya Mandiri. Meski awalnya mengaku bingung dan ragu, Alan pada akhirnya mendapat banyak pengalaman selama di sini. Alan sendiri berkeinginan melanjutkan pendidikannya di universitas usai lulus SMK.

Namun, kendala perekonomian keluarga menjadi kendala bagi Alan untuk kuliah. Alan yang belum memiliki pekerjaan kemudian diminta bibinya untuk masuk di BSBR Karya Mandiri dan menimba ilmu di sana.

“Awalnya memang sangat canggung karena tidak kenal sama sekali, apalagi beda-beda suku dan bahasa, tapi lama kelamaan malah sudah seperti saudara dan keluarga sendiri,” kata Alan.

Selain Alan, ada Muhammad Ridwan yang juga menjadi remaja binaan BSBR Karya Mandiri. Ridwan (20) yang berasal dari Kabupaten Sumbawa mengungkapkan kekhawatiran yang sama saat baru pertama kali berada di BSBR Karya

AYA




Mutu Layanan Faskes Tingkat Pertama Jadi Fokus BPJS Kesehatan

FKTP diharapkan mengoptimalkan fungsinya sebagai gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga angka rujukan bisa dikendalikan sesuai kebutuhan medis

lombokjournal.com —

JAKARTA: Menjelang Universal Health Coverage yang ditargetkan tahun 2019 mendatang, BPJS Kesehatan mengedepankan mutu pelayanan kesehatan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Performa Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pun terus didongkrak. Salah satunya melalui implementasi Kapitasi Berbasis Kompetensi Pelayanan (KBK).

Dalam penerapan KBK, terdapat model reward dan konsekuensi pemenuhan komitmen pelayanan alias kinerja FKTP.

Jika kinerjanya optimal, maka FKTP tersebut akan memperoleh tarif kapitasi maksimal. Hal ini merupakan bagian dari pengembangan sistem kendali mutu pelayanan, demi efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan di FKTP.

Hingga bulan Maret 2018, ada 21.893 FKTP yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dari angka tersebut, sebanyak 17.035 FKTP resmi berkomitmen menerapkan KBK, 8.392 di antaranya adalah FKTP non Puskesmas alias FKTP swasta.

Sisanya secara bertahap tengah berproses menerapkan skema tersebut.

Tiap hari jumlah peserta JKN-KIS makin bertambah. karenanya, FKTP diharapkan mengoptimalkan fungsinya sebagai gate keeper dalam memberikan pelayanan kesehatan, sehingga angka rujukan bisa dikendalikan sesuai kebutuhan medis.

“Efek ke depannya, pembiayaan kesehatan pun jadi makin terkontrol,” kata Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya Amiarny Rusady, dalam acara pembukaan Pertemuan Nasional FKTP bertema Penguatan Manajerial FKTP, Rabu (18/04) di Jakarta.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Syarifuddin.

Upaya peningkatan kepuasan peserta JKN-KIS bukan dari segi kualitas saja. Dari sisi kuantitas, BPJS Kesehatan juga gencar memperluas jaringan mitra kerja sama.

Tujuannya, agar semua peserta JKN-KIS memperoleh pelayanan kesehatan yang adil dan merata.

Tak bisa dipungkiri, saat ini fasilitas kesehatan masih terkonsentrasi di sejumlah titik padat penduduk, antara lain di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sementara di daerah perbatasan dan pedalaman, jumlahnya belum sesuai dengan kebutuhan, ditambah pula dengan kondisi geografis dan akses transportasi yang menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, diperlukan upaya dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, serta para pemangku kepentingan lainnya, bersama-sama mengupayakan pemerataan persebaran tenaga medis dan fasilitas kesehatan,

“sehingga peserta JKN-KIS di seluruh wilayah Indonesia memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai,” ungkap Maya.

Peserta JKN-KIS Bisa Nilai Mutu Layanan FKTP

Untuk mengukur kepuasan peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan menjalankan Walk Through Audit (WTA)  sejak tahun 2017. Seiring dengan pelaksanaannya, saat ini telah dikembangkan tools untuk menunjang proses WTA bernama KESSAN (Kesan Pesan Peserta Setelah Layanan).

KESSAN merupakan bentuk upaya mendorong FKTP untuk meningkatkan layanan bagi peserta JKN-KIS dan memenuhi kewajibannya terhadap kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Peserta JKN-KIS yang berkunjung ke FKTP bisa langsung memberikan penilaiannya, melalui aplikasi Mobile JKN. Skor penilaian FKTP tersebut oleh BPJS Kesehatan akan dilakukan umpan balik ke FKTP tersebut.

Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain, apakah hari dan jam praktik sesuai, adakah petugas yang melayani, apakah peserta mendapatkan informasi hak dan kewajiban, apakah sarana dan prasarana di fasilitas kesehatan tersebut nyaman, apakah waktu tunggu kurang dari 30 menit, apakah dokter memeriksa dan menjelaskan kondisi kesehatan pasien, apakah fasilitas kesehatan membedakan peserta JKN-KIS dengan pasien umum, dan yang terakhir apakah pasien dikenakan iur biaya oleh fasilitas kesehatan.

Berdasarkan data per Maret 2018, dari 126.723 peserta JKN-KIS yang telah menjajal aplikasi KESSAN, hal yang paling banyak diapresiasi peserta JKN-KIS adalah mengenai tidak adanya perbedaan pelayanan oleh fasilitas kesehatan terhadap pasien JKN-KIS dengan pasien umum.

Sementara itu, hal yang masih perlu dievaluasi fasilitas kesehatan adalah soal ketersediaan petugas administrasi yang melayani peserta JKN-KIS.

“Umpan balik peserta JKN-KIS tersebut juga nantinya akan digunakan untuk dasar BPJS Kesehatan membantu suatu fasilitas kesehatan meng-improve kinerjanya. Dengan adanya feedback langsung dari peserta JKN-KIS tersebut, diharapkan fasilitas kesehatan dapat menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanannya,” tutup Maya.

Sampai dengan 13 April 2018, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 196.047.305 jiwa atau lebih dari 75% dari total penduduk Indonesia.

Rr

(sumber: Bpjs Kesehatan)




KPU Mataram Tetapkan 270.523 Daftar Pemilih Tetap

Jumlah DPT yang telah ditetapkan itu, sudah kecil kemungkinannya untuk mengalami pengurangan jumlah

MATARAM.lombokjournal.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram mulai Pleno terbuka mentapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedikitnya 270.523 pemilih telah ditetapkan dalam DPT.

Hal itu dilakukan mengingat penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) tingkat kabupaten atau kota pada 10 hingga 16 Maret 2018 lalu dan disusul perbaikan DPS pada 3 hingga 7 April 2018 lalu telah rampung.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Mataram, H Aninul Asikin  mengatakan, dari hasil pleno DPT terbuka itu, jumlah total DPT yang telah ditetapkan kali ini merupakan hasil final pendataan daftar pemilih di Kota Mataram.

Ia menjelaskan, rincian jumlah pemilih dari setiap kecamatan yang ada di Kota Mataram. Seperti data dari Kecamatan Ampenan  yang terdiri dari 10 kelurahan, akan disebar 132 titik TPS saat pelaksanaan Pilkada nanti.

“Jumlah dari Kecamatan Ampenan, pemilih laki-laki 26.670, wanita 27.821 total 54.491 yang telah kami tetapkan di DPT,” ujarnya.

Kecamatan Cakranegara  terdapat 10 kelurahan, nantinya akan disebar ke 114 TPS. Jumlah pemilih laki-laki 21.802, wanita 22.669 total 44.471 pemilih yang telah ditetapkan di DPT.

Kecamatan Mataram terdiri dari sembilan kelurahan, akan ada 116 TPS dari jumlah pemilih laki-laki 24.639, wanita 26.005, total 50.644 yang telah sah ditetapkan dalam DPT.

Kecamatan Sandubaya terdiri dari 7 kelurahan, akan ada 101 TPS dengan jumalah pemilih laki-laki 21.217, wanita 21.577 total 42.794.

Kecamatan Skarbela terdiri dari Lima kelurahan, dengan 79 TPS jumalah pemilih Laki-laki 16.501, Wanita 16.942 total 33.433.

Kecamatan Slaparang dengan sembilan kelurahan dengan jumlah TPS 128. Pemilih laki-laki 21.639 wanita 23.041 jadi total 44.680.

“Dari enam kecamatan dengan jumlah total 50 kelurahan, ada 667 TPS, pemilih laki-laki 132.468,  perempuan 138.055,  jumlah total 270.523 DPT,” tandasnya.

Jumlah DPT yang telah ditetapkan itu, kata Asikin sudah kecil kemungkinannya untuk mengalami pengurangan jumlah.

“Ya karena sudah kami lakukan verifikasi data dengan Dispendukcapil, jadi kecil kemungkinannya untuk jumlahnya berkurang,”cetusnya.

Pleno terbuka itu dihadiri Ketua Panwaslu, pihak dinas kependudukan dan catatan sipil, serta masing-masing LO empat pasangan calon.

AYA




Menakar Peluang Zul-Rohmi Lewat Strategi Blusukan Day by Day

Oleh : Bambang Mei F /Didu

lombokjournal.com —

MATARAM ; Ibarat  bercocok tanam, apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi hari ini  menganut falsafah itu , seperti menyemai , merawat dan petik hasil . Menyemai bibit padanannya adalah gerakan day by day Zul Rohmi ataupun relawannya menemui konstituen dari titik ke titik secara cepat.

Hal ini dimaknai sebagai upaya memperbanyak kontak konstituen di setiap wilayah sebagai bagian operasi teritorial untuk mengenal lebih awal para calon pemilih Zul Rohmi .

Ibarat deret hitung politik , maka yg dilakukan oleh Zul Rohmi secara kecil kecilan ini  menemui titik titik pemilihnya ingin menegaskan sikap bahwa rakyat hrslah didatangi dan didengarkan kehendaknya oleh calon yg akan ia pilih.

Pola gerakan day by day seperti ini dari  sisi ilmu komunikasi memiliki implikasi yakni saban hari Zul Rohmi tetap diperbincangkan di basis , minimal disetiap tempat yg dia kunjungi. Perbincangan dimasyarakat bawah karakteristiknya yg utama adalah mudah menyebar jika ada hal hal yg tidak biasa yg terjadi di wilayah tsb . Maka dari sisi tindakan pragmatis , apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi ,  selain ingin meraih persepsi pemilih juga agar menjadi perbincangan di basis basis rakyat tsb . Ini lah yg dimaksudkan sebagai deret hitung dlm konteks resonansi perbincangan yang tinggal dikalikan kelipatannya.

Sementara itu dalam konteks strategi politik tentu semua Paslon punya variasi tersendiri dlm mendesign metode pendekatan ke basis pemilih. Hal ini untuk memastikan segala gerakan dalam meraih simpati pemilih yang bisa terpastikan dan terverifikasi  secara akurat populasi dukungannya .

Zul Rohmi dengan pola blusukan atau apapun istilahnya,  ingin memberikan pesan bahwa gerakan harian temu konstituen day by day tersebut sebagai bentuk tanggungjawab moral dan politik untuk mengintertain ( baca: memanusiakan ) pemilihnya dari berbagai strata sosial. Pada akhirnya saat  ini Zul Rohmi tidak boleh dipandang lemah karena faktanya  Paslon ini lebih sering jalan dan bergerak membuka jejaring pemilih secara all out.

Saat ini di H – 70 hari jelang 27 Juni , sudah ratusan titik yg telah dijelajahi oleh ZR maupun relawannya yg bergerak secara mandiri dan simultan tersebut. Tentu sudah ada data base pemilih tsb yakni by name , by adress ataupun by phone yg dimiliki oleh ZR.  Yang penting  what next to do ?

Merawat konstituen

Demikian pula dengan konstituen , setelah berkenalan , bersilaturahmi , berdialog , dll tentu harus ada yg menjaga dan membesarkan hati nya para pemilih yang telah dikunjungi tsb . Maka apa yg dilakukan oleh Zul Rohmi dengan mengadakan rolling kunjungan ke basis konstituen disetiap kabupaten/kota di NTB sebagai bagian menjaga semangat dan perhatian kepada pemilihnya.

Selain itu menjadi tanggungjawab relawan Zul Rohmi ataupun Partai Pengusung untuk menjaga agregasi yg telah dilakukan Zul Rohmi agar tetap solid basis basis konstituen tersebut. Suatu pekerjaan yg tidak mudah dilakukan oleh Komponen Zul Rohmi ditengah persaingan dengan Paslon lain yang dipandang lebih memiliki kedigdayaan. Zul Rohmi dipandang paket Underdogs ditambah lagi dengan hasil survey lembaga Nasional yg tetap menempatkan Zul Rohmi diposisi terakhir.

Sebagai info pembanding, hasil survey tersebut  menjadi second opini tapi juga tidak boleh terlalu diyakini kebenarannya 100 persen . Karena  survey itu hanya tools yakni salah satu alat untuk melihat persepsi pemilih terhadap Paslon pada waktu itu,  bukan menentukan perolehan suara di TPS.

Dalam konteks ini tentu dengan sisa 70 hari ini maka apapun bisa terjadi dlm meraih dukungan pemilih . Pun demikian dengan Zul Rohmi bukan tidak mungkin meraih succes glory di Pilgub NTB ini.

Dengan pola gerakan blusukan seperti ini setidaknya Zul Rohmi telah memiliki jejaring pemilih yang makin banyak dan menyebar yang teridentifikasi secara pasti wilayahnya. Tentu pada akhirnya akan memudahkan proses komunikasi dan konsolidasinya .

Peran strategis TGB

Tandem politik atau vote Getter Zul Rohmi yang ditunggu khalayak adalah turunnya TGB dlm memback up Zul Rohmi di basis konstituen lewat pendekatan safari dakwah dan  pengajian ala TGB.

Memori publikpun tentu tak lupa pada Pilgub NTB 2008 saat TGB maju dalam konstestasi itu dan  menang mengalahkan petahana. Padahal saat itu TGB sebagai pendatang baru , hampir tidak diunggulkan . Tapi realitasnya justru TGB mengalahkan calon kuat saat itu yakni paket Serius , Serinata -Husni Djibril.

Apa yang diukir TGB sepuluh tahun lalu,  agaknya mengilhami Zul Rohmi untuk meraih kemenangan serupa.Dengan berbagai strategi dan pendekatan ke konstituen ,Zul Rohmi bergerak dan terus mendatangi pemilihnya tanpa jeda. Zul Rohmi sadar bahwa sebagai new comer harus membuktikan kapasitasnya sebagai petarung politik yang tangguh .

Sementara itu terlepas dari berbagai ikhtiar yang sudah dilakukan Zul Rohmi, secara power politik dan kekuatan massa ,  brand TGB masih  dipandang memiliki  magnet kuat  dalam merekatkan pemilih  mendukung Zul Rohmi . Energi dan aurora  TGB bisa menambah energizer atau daya laju kekuatan Zul Rohmi meraih simpati dan dukungan publik.

Permasalahannya adalah kapan TGB akan turun gelanggang bela  Zul Rohmi ?. Jika TGB turun dalam palagan Pilgub NTB  bisa dipastikan   secara otomatis dapat mendongkrak elektabilitas Zul Rohmi.

Konsekwensi lainnya yakni  naiknya  intensitas  dinamika politik Pilgub NTB.  Paslon lain pasti  tidak ingin dipecundangi atau kalah telak oleh Zul Rohmi. Disinilah publik akan disuguhi permainan cantik para Paslon lewat strategi dan taktik politik yang tidak biasa.

Terkait perubahan konstelasi politik itu,  paslon lain saat ini sedang menunggu kepastian,  apakah TGB akan  all out back up Zul Rohmi ataukah ada taktik lain yang akan dimainkan oleh Zul Rohmi di babak  injuri time .

Mataram , 19 April 2018




Masih Banyak Pemilih Tidak Terdaftar

Yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah direkomendasikan ke Dukcapil dan KPU

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB menemukan masih banyak pemilih bermaslah, bahkan banyak pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid menyebutkan, dari jumlah DPS di NTB 3.545.106 komprehensifitas data pemilih dalam DPS yang bermasalah adalah mulai dari NIK kosong sebanyak 28.496 orang, NKK kosong 59.755 orang, NIK dan NKK 9.703 orang, NIK Ganda 4.708 orang, Tanggal Lahir Kosong 1.887 orang dan Alamat kosong 1.709 orang.

Dari segi validitas data pemilih, juga banyak bermaslah mulai dari Nik tidak standar 21.961 orang,  NKK tidak standar 17.220 orang,  Pemilih meninggal dunia 3.708 orang,  pemilih ganda 16.681 orang, pemilih di bawah umur 389 orang, pemilih TNI POLRI 174 orang, pemilih pindah domosili 5.172, pemilih hilang ingatan 56 orang.

“Kami sudah meminta kepada seluruh pengawas tingkat kabupaten/kota untuk merekomendasikan dan menyampaikan segala temuannya itu kepada KPU,  agar kemudian segara di laksanakan kordonasi dengan dukcapil sebagai pihak yang punya otoritas terhadap NIK,” ujarnya, Kamis (19/04).

Ia menuturkan untuk yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah di rekomendasikan ke Dukcapil dan KPU.

“Jadi Pemilih yang belum terdaftar ini dari proses coklit itu belum di lakukan pendataan di pemilih yang bersangkutan,” tururnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu fahmi, misalnya soal NIK,  ini kemudian di dukcapil sebetulnya harus bergerak cepat untuk memberikan Nomer Induk kependudukan kepada pemilih- pemilih yang belum punya NIK.

Belum lagi soal pemilih yang belum memiki identitas dan belum melakukan perekaman.

“Nah itukan menjadi penting bagi dukcalil bergerak lebih cepat untuk melakukan perekaman dan sterusnya,” ucap Khuwailid.

Kalau melihat angka tersebut, lanjutnya, lumayan besar daftar pemih yang bermasalah. Artinya permaslahanya itu mulai dari Nik,  Nik tidak standar itu yang kemudian harus di tuntaskan oleh dukcalil.

Apabila hal tersebut diselesaikan maka akan menjadi atensi masalah pada saat penetapan DPT samapai pada pemungutan suara tgal 27 Juni nanti.

Ia mencontoh terkahir di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ada 2000 pemilih yang tidak jelas identitasnya, itu kemudian kalau itu tidak terlselesaikan itu bisa bermaslah , karna pemilih di kSB itu hanya 88 ribu.

“Ya kita harapkan diselesaikan lah segara, dan penetapan DPT tinggal beberapa hari lagi,”tambahnya.

Khuwailid juga mengaku sampai saat ini, Bawaslu NTB terus melakukan monitor terkit dengan hasil kordinasi dengan pengawas kabupaten/kota.

“Kordonasi terus kita lakukan,” akunya

Sementara itu Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori mengatakan, data Bawaslu tersebut sudah dituntaskan,  meski belum semuanya.

“Data itu sudah kita tindaklanjuti, Sekarang sudah banyak progres,” katanya.

Ia menuturkan sebagian besar sudah didata, dan KPU kabupaten /kota hingga Rabu 18/4 terus berkoordinasi dengan Dukcapil, PPK, PPS dan panwas kabupaten/kota menuntaskan itu.

“Intinya penetapan DPT Sabtu  (21/4/2018) siap akan di laksanakan,” pungkasnya.

AYA




Masih Banyak Pemilih Tidak Terdaftar Yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah direkomendasikan ke Dukcapil dan KPU

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB menemukan masih banyak pemilih bermaslah, bahkan banyak pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid menyebutkan, dari jumlah DPS di NTB 3.545.106 komprehensifitas data pemilih dalam DPS yang bermasalah adalah mulai dari NIK kosong sebanyak 28.496 orang, NKK kosong 59.755 orang, NIK dan NKK 9.703 orang, NIK Ganda 4.708 orang, Tanggal Lahir Kosong 1.887 orang dan Alamat kosong 1.709 orang.

Dari segi validitas data pemilih, juga banyak bermaslah mulai dari Nik tidak standar 21.961 orang, NKK tidak standar 17.220 orang, Pemilih meninggal dunia 3.708 orang, pemilih ganda 16.681 orang, pemilih di bawah umur 389 orang, pemilih TNI POLRI 174 orang, pemilih pindah domosili 5.172, pemilih hilang ingatan 56 orang.

“Kami sudah meminta kepada seluruh pengawas tingkat kabupaten/kota untuk merekomendasikan dan menyampaikan segala temuannya itu kepada KPU, agar kemudian segara di laksanakan kordonasi dengan dukcapil sebagai pihak yang punya otoritas terhadap NIK,” ujarnya, Kamis (19/04).

Ia menuturkan untuk yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah di rekomendasikan ke Dukcapil dan KPU.

“Jadi Pemilih yang belum terdaftar ini dari proses coklit itu belum di lakukan pendataan di pemilih yang bersangkutan,” tururnya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu fahmi, misalnya soal NIK, ini kemudian di dukcapil sebetulnya harus bergerak cepat untuk memberikan Nomer Induk kependudukan kepada pemilih- pemilih yang belum punya NIK. Belum lagi soal pemilih yang belum memiki identitas dan belum melakukan perekaman.

“Nah itukan menjadi penting bagi dukcalil bergerak lebih cepat untuk melakukan perekaman dan sterusnya,” ucap Khuwailid.

Kalau melihat angka tersebut, lanjutnya, lumayan besar daftar pemih yang bermasalah. Artinya permaslahanya itu mulai dari Nik, Nik tidak standar itu yang kemudian harus di tuntaskan oleh dukcalil. Apabila hal tersebut diselesaikan maka akan menjadi atensi masalah pada saat penetapan DPT samapai pada pemungutan suara tgal 27 Juni nanti.

Ia mencontoh terkahir di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ada 2000 pemilih yang tidak jelas identitasnya, itu kemudian kalau itu tidak terlselesaikan itu bisa bermaslah , karna pemilih di kSB itu hanya 88 ribu.

“Ya kita harapkan diselesaikan lah segara, dan penetapan DPT tinggal beberapa hari lagi,”tambahnya.

Khuwailid juga mengaku sampai saat ini, Bawaslu NTB terus melakukan monitor terkit dengan hasil kordinasi dengan pengawas kabupaten/kota. “Kordonasi terus kita lakukan,” akunya

Sementara itu Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori mengatakan, data Bawaslu tersebut sudah dituntaskan, meski belum semuanya.

“Data itu sudah kita tindaklanjuti, Sekarang sudah banyak progres,” katanya. Ia menuturkan sebagian besar sudah didata, dan KPU kabupaten /kota hingga Rabu 18/4 terus berkoordinasi dengan Dukcapil, PPK, PPS dan panwas kabupaten/kota menuntaskan itu.

“Intinya penetapan DPT Sabtu (21/4/2018) siap akan di laksanakan,” pungkasnya.

AYA




Masih Banyak Pemilih Tidak Terdaftar

Yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah direkomendasikan ke Dukcapil dan KPU

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB menemukan masih banyak pemilih bermaslah, bahkan banyak pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid menyebutkan, dari jumlah DPS di NTB 3.545.106 komprehensifitas data pemilih dalam DPS yang bermasalah adalah mulai dari NIK kosong sebanyak 28.496 orang, NKK kosong 59.755 orang, NIK dan NKK 9.703 orang, NIK Ganda 4.708 orang, Tanggal Lahir Kosong 1.887 orang dan Alamat kosong 1.709 orang.

Dari segi validitas data pemilih, juga banyak bermaslah mulai dari Nik tidak standar 21.961 orang,  NKK tidak standar 17.220 orang,  Pemilih meninggal dunia 3.708 orang,  pemilih ganda 16.681 orang, pemilih di bawah umur 389 orang, pemilih TNI POLRI 174 orang, pemilih pindah domosili 5.172, pemilih hilang ingatan 56 orang.

“Kami sudah meminta kepada seluruh pengawas tingkat kabupaten/kota untuk merekomendasikan dan menyampaikan segala temuannya itu kepada KPU,  agar kemudian segara di laksanakan kordonasi dengan dukcapil sebagai pihak yang punya otoritas terhadap NIK,” ujarnya.

Ia menuturkan untuk yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah di rekomendasikan ke Dukcapil dan KPU.

“Jadi Pemilih yang belum terdaftar ini dari proses coklit itu belum di lakukan pendataan di pemilih yang bersangkutan,” tururnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu fahmi, misalnya soal NIK,  ini kemudian di dukcapil sebetulnya harus bergerak cepat untuk memberikan Nomer Induk kependudukan kepada pemilih- pemilih yang belum punya NIK.

Belum lagi soal pemilih yang belum memiki identitas dan belum melakukan perekaman.

“Nah itukan menjadi penting bagi dukcalil bergerak lebih cepat untuk melakukan perekaman dan sterusnya,” ucap Khuwailid.

Kalau melihat angka tersebut, lanjutnya, lumayan besar daftar pemih yang bermasalah. Artinya permaslahanya itu mulai dari Nik,  Nik tidak standar itu yang kemudian harus di tuntaskan oleh dukcalil.

Apabila hal tersebut diselesaikan maka akan menjadi atensi masalah pada saat penetapan DPT samapai pada pemungutan suara tgal 27 Juni nanti.

Ia mencontoh terkahir di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ada 2000 pemilih yang tidak jelas identitasnya, itu kemudian kalau itu tidak terlselesaikan itu bisa bermaslah , karna pemilih di kSB itu hanya 88 ribu.

“Ya kita harapkan diselesaikan lah segara, dan penetapan DPT tinggal beberapa hari lagi,”tambahnya.

Khuwailid juga mengaku sampai saat ini, Bawaslu NTB terus melakukan monitor terkit dengan hasil kordinasi dengan pengawas kabupaten/kota.

“Kordonasi terus kita lakukan,” akunya

Sementara itu Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori mengatakan, data Bawaslu tersebut sudah dituntaskan,  meski belum semuanya.

“Data itu sudah kita tindaklanjuti, Sekarang sudah banyak progres,” katanya.

Ia menuturkan sebagian besar sudah didata, dan KPU kabupaten /kota hingga Rabu 18/4 terus berkoordinasi dengan Dukcapil, PPK, PPS dan panwas kabupaten/kota menuntaskan itu.

“Intinya penetapan DPT Sabtu  (21/4/2018) siap akan di laksanakan,” pungkasnya.

AYA




Rinjani 100 Siap Digelar Kembali.

Animo peminat Rinjani 100 begitu terlihat dengan banyaknya yang sudah mendaftarkan diri, tahun ini 1.144 peserta yang sudah daftar

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata NTB akan menggelar lomba lari lintas alam, Rinjani 100, pada tanggal 4 Mei sampai 6 Mei 2018.

Pagelaran Rinjani 100 untuk tahun ini terasa berbeda lantaran Gunung Rinjani baru saja ditetapkan sebagai geopark dunia oleh Unesco.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal mengatakan, animo peminat Rinjani 100 begitu terlihat dengan banyaknya yang sudah mendaftarkan diri.

“Tahun ini 1.144 peserta yang sudah daftar. Awalnya kita batasi 1.000 peserta, tapi ternyata lebih, inilah magnet Rinjani,” ujar Faozal saat jumpa pers Rinjani 100 di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Rabu (18/04).

Dinas Pariwisata NTB mempersiapkan semaksimal mungkin Rinjani 2018 agar lebih baik dibanding penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang mendapat perhatian ialah pembenahan jalur trekking, hingga penambahan toilet dan juga toilet portable.

“Persiapan Rinjani 100 sejauh ini sudah 80 persen. Aksesibilitas sudah tidak ada masalah,” lanjut Faozal.

Faozal menyebutkan, yang juga menjadi perhatian utama ialah amenitas atau berbagai fasilitas di luar akomodasi yang dapat dimanfaatkan wisatawan selama berada di Sembalun, Lombok Timur nanti. Pasalnya, seluruh kegiatan akan dipusatkan di kaki Gunung Rinjani tersebut.

“Amenitas yang masih ada maslaah. Nanti kita coba desain amenitas itu,” ucap Faozal.

Faozal menambahkan, Dinas Pariwisata NTB mendukung penuh kegiatan Rinjani 100 karena memiliki nilai ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar. Kata Faozal, atlet yang akan turun di Rinjani 100 juga menjadi wisatawan yang mengisi setiap penginapan, restoran, dan berbelanja di kawasan Sembalun.

“Selain menjadi atlet di Rinjani 100, tapi juga menjadi bagian penguatan ekonomi masyarakat di Sembalun,” ungkap Faozal.

Faozal menambahkan, Rinjani 100 tahun ini juga akan menggelar expo pada hari kedua dan ketiga dengan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat di Sembalun.

“Para peserta juga akan diberikan piagam penghargaan bahwa mereka pernah lari di Unesco Global Geopark (UGG),” lanjut Faozal.

Perwakilan dari panitia Rinjani 100 Ahmad Riston Sani mengatakan, Rinjani 100 pada 2018 masih menawarkan empat kategori seperti tahun lalu, yakni 100 kilometer (Km), 60 Km, 36 Km, dan 27 Km.

Kata Ahmad, terjadi peningkatan peserta yang cukup signifikan pada Rinjani 100 tahun ini yakni mencapai 1.144 peserta dari 38 negara, di mana 100 peserta dari NTB, dan sisanya dari luar NTB dan luar negeri. Jumlah ini melonjak dari tahun sebelumnya yang diikuti 600 peserta.

“Peminat selalu meningkat dari tahun ke tahun,” kata Ahmad.

Tim panitia Rinjani 100 saat ini sedang mematangkan persiapan teknis dan nonteknis dengan melibatkan tiga kelompok pemuda di Sembalun. Ahmad menyampaikan, untuk start lari terbagi di dua tempat, yakni di Sembalun dan Senaru tergantung kategorinya.

AYA