Dr Zulkieflimansyah Beberkan Visi Besar UTS, Di Depan 528 Calon Mahasiswa

Zul mendirikan UTS. mengundang dosen-dosen muda terbaik. Dosen-dosen muda ini diibaratkan elang yang akan mengerami telur bukan hanya telur elang, tapi beraneka ragam telur. Harapannya, telur-telur yang dierami, kelak bisa menetas, tumbuh, besar, dan bisa terbang ke angkasa

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR ;  Dr. H. Zulkieflimansyah, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), bertemu calon mahasiswa baru UTS yang akan mengikuti tes masuk jalur beasiswa Tau Samawa, Minggu (22/04).

Di hadapan 528 calon Mahasiswa Baru (MaBa), Doktor Zul menjelaskan visi UTS. Kampus yang dijuluki ‘Kampus Elang’ ini memiliki visi “Menjadi Rumah Pembelajaran yang Nyaman dan Menyenangkan untuk Tumbuh Utuh Sebagai Manusia dan Bermanfaat bagi Semesta Alam”.

Mengapa UTS disebut ‘Kampus Elang’?

Kampus Elang filosofinya terinspirasi dari cerita seorang petani yang menemukan telur elang. Telur tersebut dierami ayam milik petani.

Kemudian menetas, seiring berjalan waktu anak elang pun tumbuh besar seperti elang-elang pada umumnya, namun ada yang aneh. Elang tersebut tidak bisa terbang.

Dia tidak pernah mengepakkan sayapnya. Dia mati dalam keadaan tidak bisa terbang.

Sendainya elang tersebut berusaha mengepakkan sayapnya, jangankan dua atau tiga pulau, lautan, samudra akan mampu ia taklukkan. Bahka dapat melayang terbang tinggi ke angkasa.

Sayangnya, telur elang yang dierami ayam, besar bersama ayam dan hidup di lingkungan ayam ini tidak pernah satu kali pun mengepakkan sayapnya. Ia pun mati meninggalkan nama seekor elang yang tidak bisa terbang.

Doktor Zul terinspirasi dari cerita tersebut, mengapa UTS dinamakan Kampus Elang.

Menurutnya, di Sumbawa perlu ada satu tempat khusus mengerami telur elang. “Jangan sampai telur-telur elang dierami ayam, hidup dan besar di lingkungan ayam,” katanya.

Karenanya, Zul mendirikan UTS. Ia mengundang dosen-dosen muda terbaik. Dosen-dosen muda ini diibaratkan elang yang akan mengerami telur bukan hanya telur elang, tapi beraneka ragam telur. Harapannya, telur-telur yang dierami, kelak bisa menetas, tumbuh, besar, dan bisa terbang ke angkasa.

Doktor yang pernah menjadi Peneliti Terbaik Indonesia Bidang Ekonomi dan Manajemen ini menjelaskan misi UTS merekrut dosen-dosen muda terbaik dan berbakat. Karena tugas Dosen bukan hanya sekedar mengajar, tetapi tugas dosen memberikan inspirasi, mendustribusukan harapan, sehingga yang dieram tumbuh berkembang, bisa mengepakkan sayapnya dan mampu terbang.

“Kenapa itu penting, karena UTS punya cita-cita mulia. Bisa melahirkan para pemenang. Kalau jebolan UTS bukan pemenang, kalau tidak berani meretas jalan baru, mustahil akan bisa bertahan dalam segala ujian kehidupan,” katanya.

Visi UTS sebagai Learning Comunity, sebagai rumah pembelajaran. Pembelajaran adalah inti kehidupan. Orang kalau tidak belajar sebebarnya sudah mati.

“Setiap hari, kita saksikan kehidupan di sekeliling kita, pohon yang tadinya kecil tumbuh besar, terus berubah menjadi tempat yang nyaman disinggahi oleh siapa pun. Itu merupakan proses pembelajaran. Bagaimana dengan kita, sudah berubah atau belum. Apa yang sudah kita berikan buat kehidupan,” bebernya.

Rumah pembelajaran itu maknanya dalam. UTS adalah rumah yang nyaman dan menyenangan bagi siapapun.

UTS baru dikatakan nyaman kalau dosen, para staf, mahasiswa dan siapun yang ada di lingkungan ini merasa betah dan enggan pulang. Di UTS menghadirkan kebahagiaan bagi siapa pun.

“Karena kita bertemu orang yang selalu tersenyum, kita bertemu orang yang ramah, kita bertemu orang yang bersahabat. Di UTS kita bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia, di UTS kita berjejaring, di UTS kita belajar dan tumbuh bersama dalam kebahagiaan,” kata Zul.

Kemudian Doktor Zul menegaskan, siapa pun yang berada dan belajar di lingkungan UTS, harus tumbuh utuh sebagai manusia. Di UTS, siapa saja, para Dosen, Staf, Mahasiswa, harus tumbuh.

Tapi jangan hanya tumbuh fisiknya, kematangan spiritualnya harus tumbuh, intelektualnya juga harus tumbuh. Fisiknya prima, staminanya ok, intelektualnya juga hebat.

“Tiga hal ini yang harus tumbuh, Fisik ok, Intelektual ok, dan spiritual juga ok,” tegasnya.

Terakhir, selain tumbuh utuh sebagai manusia juga bermanfaat bagi semesta alam. Jadi, UTS ini menjadi rumah pembelajaran yang menyenangkan bagi siapa saja sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang dapat menghadirkan bermanfaat bagi semesta alam, bukan hanya buat sesama manusia tapi juga buat makhluk hidup yang ada di sekeliling manusia.

Untuk diketahui tes jalur beasiswa Tau Samawa dilaksanakan selama 3 Hari, yakni minggu hingga selasa (22-24 April 2018). Beasiswa Tau Samawa adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa-siswi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang ingin mengembangkan diri dan memiliki tekad membangun dan berkontribusi bagi daerah Sumbawa, khususnya dan Indonesia umumnya.

Tahun ini, beasiswa Tau Samawa diikuti oleh 528 calon mahasiswa baru UTS. Yang akan diterima hanya 300 mahasiswa. Jadi ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya menerima 200 mahasiswa khusus beasiswa tau samawa. Disamping itu, UTS juga menerima mahasiswa baru jalur Beasiswa Nusantara, yang membuka peluang bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bisa kuliah di UTS.

Me (*)




Dinas Perdagangan Pantau Harga Jelang Puasa

Harga beras medium di ke dua pasar tersebut masih dibawah HET

Pantau harga beras

MATARAM.lombokjornal.com —  Guna Memastikan harga stabil menjelang bulan puasa, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB turun melakukan pemantauan ke dua pasar rakyat di Kota Mataram, senin  (23/04).

Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram, Disdag NTB tidak menemukan kenaikan harga beberapa komoditas diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga komoditas di ke dua pasar masih stabil,” ujar Kepala Disdag NTB Hj Putu Selly Andayani usai pemantauan.

Ia menuturkan, untuk harga beras medium di ke dua pasar tersebut masih dibawah HET.

Hal ini dikarenakan saat ini sudah musim panen masyarakat dan Bulog. Selly mengaku memberikan atensi cukup besar pada komoditas beras. Karenakan beras bisa menjadi penyebab utama inflasi di NTB jika tidak dikontrol.

“Intinya di ke dua pasar ini harganya masih di bawah HET,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pada Pasar Cakra ada intervensi Bulog kepada pedagang. Hal ini terlihat dari harga beras yang dijual Bulog sebesar Rp 8.500 per kilogram pada pedagang.

Pedagang menjualnya kembali ke konsumen seharga Rp 9.000 per kilogramnya. Sedangkan di Pasar Pagesangan tidak ada intervensi Bulog.

“Memang ada beras Bulog tapi disini juga banyak dijual beras premium,” ungkapnya.

Ia mengatakan, patahan beras medium maksimal 25 persen dan premium maksimal 15 persen. Di Pasar Pagesangan, Disdag melihat patahannya masuk dalam kategori beras premium. Sebab beras tersebut dijual seharga Rp 10 ribu. Namun ini masih dibawah HET beras premium yang sebesar Rp 12.500 per kilogramnya.

“Kami berterimakasih pada kepala pasar yang terus mengendalikan harga di pasar,” katanya.

Sementara untuk Bahan Pokok (Bapok), ada perbedaan harga antara ke dua pasar. Terutama pada harga daging sapi. Harga daging sapi di Pasar Cakra sebesar Rp 130.000 per kilogram.

Ini lebih mahal dibandingkan harga di Pasar Pagesangan yang hanya sekitar Rp 120.000 per kilogram. Menurutnya,harga di ke dua pasar tidak bisa dibandingkan, sebab Pasar Cakra diakui Selly merupakan pasar high class.

“Pasar Cakra itu jadi pantauan BPS NTB,” akunya.

Harga di Pasar Cakra cenderung mahal dikarenakan berasal dari tangan kedua. Sementara di pasar Pagesangan berasal dari tangan pertama sehingga lebih murah. Hal ini juga yang menyebabkan Pasar Pagesangan tidak memerlukan intervensi pemerintah.

Selly menambahkan terkait beras, sudah ada telekonfrensi dengan Bulog beberapa waktu lalu. Dalam telekonfrensi tersebut menyatakan NTB nomor satu dalam menjual beras dibawah HET. Sebab itu ia berharap harga akan terus stabil hingga Idul Adha mendatang.

“Ini peran kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan satgas pangan untuk rutin turun ke masyarakat,” pungkasnya.

AYA




Sebanyak 124 Perda Telah Diundangkan Dalam Kurun 2008-2018

Peraturan Daerah (Perda) terbaru yang diundangkan adalah Perda Mediasi, yang merupakan yang pertama kali ada di indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Dalam kurun waktu  10 tahun, dengan rentang waktu tahun 2008 hingga 2018, Pemerintah Provinsi Nusa Tengga Barat (NTB) telah melahirkan sebanyak 124 Peraturan Daerah (Perda) yang telah diundangkan.

Di antara 124 perda tersebut yang terbaru adalah peraturan daerah terkait dengan penyelesaian perdata dan pidana yang dapat menimbulkam konflik sosial di tengah masyarakat

Karo Pemerintahan Setda NTB, Ruslan Abdul Gani mengatakan, peraturan daerah (perda) yang terbaru diundangkan adalah perda mediasi.

“Terkait yang baru adalah perda mediasi dan pertama kali di indonesia,” ucapnya, Senin (23/04) siang didampingi Kabag Humas Setda NTB, Lalu Ismu Nandar.

Menurutmya,  dengan perda mediasi tersebut diharapkan mengatasi baik persoalan perdata, pidana dan konflik sosial.  Dengan lahirnya perda ini tidak berarti over alih tugas polisi, karena  yang diatur pidana ringan dan perdata yang ringan.

Untuk dalam pelaksanaannya nanti, penanganan tim mediasi akan koordinasi dengan kepolisian dan membuat MoU.

Mediator yang diatur dalam perda mediasi adalah berada di tengah tengah, dan yang memutuskan siapa mediatornya adalah para pihak. Dan perlu diingat, dalam mediasi tersebut atas kemauan dari para pihak.

Disebutkan,  perda mediasi ini dalam waktu dekat akan segera duundangkan hingga memiliki nomor.

“Dua tiga hari ke depan perda ini sudah mengantongi nomor dan diundangkan,” ucapnya.

Sementara itu jumlah Peraturan Gubernur NTB yang telah diproduksi dalam kurun 2018-2018 sebanyak 8524 buah.

AYA




BPJS Kesehatan Mataram Klarifikasi Berita Lambatnya Realisasi Klaim

Pembayaran sudah dilakukan pihak BPJS tanggal 11 tapi pemberitaan di media terbit tanggal 13

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com –  BPJS Kesehatan menyambangi RSUD Tripat Gerung guna melakukan klarifikasi pemberitaan media terkait pernyataan Direktur RSUD Tripat Gerung, Drg. Arbain Ishak, Senin (23/04).

Pernyataan Drg Arbain yang diberitakan menyoroti soal lambannya realisasi pencairan klaim dari BPJS Kesehatan Cabang mataram.

Kedatangan BPJS Kesehatan juga disertai sejumlah insan pers sekaligus agar  klarifikasi tersebut agar dipublikasikan kembali perihal fakta sebenarnya.

Dalam klarifikasi itu Drg.Arbain Ishak mengakui pernyataannya di beberapa media beberapa hari lalu, bahwa setiap kali pengajuan klaim BPJS Kesehatan kerap  terlambatb menyelesaikan klaim tersebut.

Padahal RSUD Tripat Gerunng pasiennya sekitar 90 persen merupakan pasien yang merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Selain itu jelas Arbain, pernyataan di media saat itu menyebutkan terjadi molornya pencairan antara bulan Oktober lalu. Hanya saja, pemberitaan di media bila hari terbit tanggal 13 sementara sisa pencairan itu dibayar tanggal 11.

“Artinya pembayaran sudah dilakukan oleh pihak BPJS tanggal 11 tapi pemberitaan di media terbit tanggal 13, itu saja sih kami luruskan sekarang biar jelas,” terangnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Lombok Barat, I Wayan Sumarjana  menegaskan, kedatangannya pun sebagai bentuk klarifikasi untuk mempertegas kebenaran yang ada.

Merujuk pada pemberitaan yang terekspose hari lalu, ada yang tidak sesuai, karena pembayaran jasa klaim BPJS Kesehatan itu sekitar tanggal 11. Dan baru muncul di media koran setelah BPJS membayar sekitar tanggal 13.

“Itu yang ingin kita pertegas dan klarifikasi,” ujarnya.

Jika melihat dari sisi pemberitaan itu, sepertinya BPJS menunggak selama beberapa bulan. Sebenarnya dari pihak menejemen tuntutannya, bahwa dari penyampaian pak Direktur yaitu jasanya belum didapatkan haknya sekitar bulan Oktober itu mengalami tunggakan.

Menurutnya dari pernyataan Direktur yang mengutarakan dari Bulan Oktober itu, jasa pembayaran klaim BPJS Kesehatan itu belum terselesaikan dan masih menunggak. Padahal kata dia kalau dalam limit lima hari itu bukan dari klaim bulan Januari, itu seharusnya bulan Oktober.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram  R.Kristandono Dwicahyo menjelaskan, mekanisme pembayaran jasa klaim BPJS itu terhitung 15 hari kerja dengan  kertas, serah terima lengkap dan yang sudah ditandatangani.

Jadi paling lama 15 hari kerja itu, sudah harus dibayar. Tetapi ada berapa klaim yang sudah diverfikasi ternyata tidak sesuai, dan dikembalikan kemudian diserahkan kembali untuk diperbaiki. Baru pihak rumah sakit mengajukan kembali ke BPJS Kesehatan.

“Kami buatkan kembali berita acara bahwa pengajuan itu dihitung kembali selama 15 hari kerja,” ungkapnya.

Ditanya dari tahun ke tahun apakah pembayaran jasa klaim BPJS mengalami keterlambatan?

Dihjelaskan, untuk pengajuan klaim, tidak bisa kalau tanggal 31 Januari langsung diajukan tanggal itu juga. Karena ada proses entrian di aplikasi.

“Sehingga diajukan ke kami, pun bukan di Januari,” jawabnya.

Lebih labjut dijelaskan, terkait pemberitaan kemarin, secara umum kelihatan bahwa BPJS itu masih menunggak dari klaim bulan Oktober. Padahal Klim bulan Oktober sudah dilakukan pembayaran, walaupun sebenarnya masih terdapat keterlambatan.

“Namun soal itu kita komitmen berlakukan denda sebesar satu persen,” jelasnya sambil menambahkan pihaknya tapi hanya meluruskan saja,” jelasnya.

AYA




BPJS Kesehatan Mataram Klarifikasi Berita Lambatnya Realisasi Klaim

Pembayaran sudah dilakukan pihak BPJS tanggal 11 tapi pemberitaan di media terbit tanggal 13

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com –  BPJS Kesehatan menyambangi RSUD Tripat Gerung guna melakukan klarifikasi pemberitaan media terkait pernyataan Direktur RSUD Tripat Gerung, Drg. Arbain Ishak, Senin (23/04).

Pernyataan Drg Arbain yang diberitakan menyoroti soal lambannya realisasi pencairan klaim dari BPJS Kesehatan Cabang mataram.

Kedatangan BPJS Kesehatan juga disertai sejumlah insan pers sekaligus agar  klarifikasi tersebut agar dipublikasikan kembali perihal fakta sebenarnya.

Dalam klarifikasi itu Drg.Arbain Ishak mengakui pernyataannya di beberapa media beberapa hari lalu, bahwa setiap kali pengajuan klaim BPJS Kesehatan kerap  terlambatb menyelesaikan klaim tersebut.

Padahal RSUD Tripat Gerunng pasiennya sekitar 90 persen merupakan pasien yang merupakan peserta BPJS Kesehatan.

Selain itu jelas Arbain, pernyataan di media saat itu menyebutkan terjadi molornya pencairan antara bulan Oktober lalu. Hanya saja, pemberitaan di media bila hari terbit tanggal 13 sementara sisa pencairan itu dibayar tanggal 11.

“Artinya pembayaran sudah dilakukan oleh pihak BPJS tanggal 11 tapi pemberitaan di media terbit tanggal 13, itu saja sih kami luruskan sekarang biar jelas,” terangnya.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Lombok Barat, I Wayan Sumarjana  menegaskan, kedatangannya pun sebagai bentuk klarifikasi untuk mempertegas kebenaran yang ada.

Merujuk pada pemberitaan yang terekspose hari lalu, ada yang tidak sesuai, karena pembayaran jasa klaim BPJS Kesehatan itu sekitar tanggal 11. Dan baru muncul di media koran setelah BPJS membayar sekitar tanggal 13.

“Itu yang ingin kita pertegas dan klarifikasi,” ujarnya.

Jika melihat dari sisi pemberitaan itu, sepertinya BPJS menunggak selama beberapa bulan. Sebenarnya dari pihak menejemen tuntutannya, bahwa dari penyampaian pak Direktur yaitu jasanya belum didapatkan haknya sekitar bulan Oktober itu mengalami tunggakan.

Menurutnya dari pernyataan Direktur yang mengutarakan dari Bulan Oktober itu, jasa pembayaran klaim BPJS Kesehatan itu belum terselesaikan dan masih menunggak. Padahal kata dia kalau dalam limit lima hari itu bukan dari klaim bulan Januari, itu seharusnya bulan Oktober.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Mataram  R.Kristandono Dwicahyo menjelaskan, mekanisme pembayaran jasa klaim BPJS itu terhitung 15 hari kerja dengan  kertas, serah terima lengkap dan yang sudah ditandatangani.

Jadi paling lama 15 hari kerja itu, sudah harus dibayar. Tetapi ada berapa klaim yang sudah diverfikasi ternyata tidak sesuai, dan dikembalikan kemudian diserahkan kembali untuk diperbaiki. Baru pihak rumah sakit mengajukan kembali ke BPJS Kesehatan.

“Kami buatkan kembali berita acara bahwa pengajuan itu dihitung kembali selama 15 hari kerja,” ungkapnya.

Ditanya dari tahun ke tahun apakah pembayaran jasa klaim BPJS mengalami keterlambatan?

Dihjelaskan, untuk pengajuan klaim, tidak bisa kalau tanggal 31 Januari langsung diajukan tanggal itu juga. Karena ada proses entrian di aplikasi.

“Sehingga diajukan ke kami, pun bukan di Januari,” jawabnya.

Lebih labjut dijelaskan, terkait pemberitaan kemarin, secara umum kelihatan bahwa BPJS itu masih menunggak dari klaim bulan Oktober. Padahal Klim bulan Oktober sudah dilakukan pembayaran, walaupun sebenarnya masih terdapat keterlambatan.

“Namun soal itu kita komitmen berlakukan denda sebesar satu persen,” jelasnya sambil menambahkan pihaknya tapi hanya meluruskan saja,” jelasnya.

AYA




Doktor Zul Beri Tips Kemenangan Buat PKS Sumbawa

Para kader PKS diminta untuk mengambil ilustrasi dari The Alchemist buku karangan Paulo Coelho

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc menyampaikan orasi politiknya di puncak perayaan Milad PKS ke-20 di Kabupaten Sumbawa, Minggu (22/04).

Bertempat di Taman Mangga Kota Sumbawa Besar dan dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKS, Doktor Zul memberikan tips agar PKS menjadi partai pemenang.

Dalam orasi singkatnya ini Doktor Zul meminta para kader PKS untuk mengambil ilustrasi dari The Alchemist buku karangan Paulo Coelho.

Buku ini menceritakan kisah seorang pemuda berumur 20 tahunan dalam perjalanannya mencari makna bahagia dan menang dalam kehidupan. Ada sebuah tradisi di Andalusia Spanyol, jika seseorang ingin bahagia dan menang berkompetisi harus bertemu dengan the holyman (pertapa yang suci).

Anak muda inipun mulai melakukan perjalanan tradisi tersebut unuk bertemu dengan the holyman. Setelah menempuh perjalanan 40 hari siang dan malam yang melelahkan, pemuda ini akhirnya bertemu dengan pertapa dimaksud.

Ternyata pertapa di hadapannya berbeda yang ada di dalam bayangannya yaitu berusia tua, berambut panjang dan putih, serta pakaiannya sangat sederhana. Tapi pertapa yang ditemuinya ini merupakan seorang raja yang hidup di istana megah dan dikerubuti ribuan manusia.

Untuk menemui Raja ini saja, pemuda tersebut harus mengantri selama dua jam. Raja pun menanyakan apa keinginan pemuda itu ingin bertemu dengannya. Pemuda itu ingin mencari makna kebahagiaan dan menang dalam kehidupan.

Raja menilai pertanyaan pemuda itu terlalu sederhana sedangkan raja ini harus menyelesaikan ribuan masalah rakyatnya. Namun sebelum menjawab pertanyaan itu, Sang Raja meminta pemuda itu berkeliling melihat keindahan istananya, sembari menitipkan dua tetes minyak dan sendok.

Raja meminta agar minyak di sendok itu boleh jatuh selama pemuda itu keliling-keliling istana.

Pemuda ini mulai menyusuri istana tersebut dan mengamatinya secara detail mulai dari depan belakang samping kanan dan kiri. Saat pemuda itu telah kembali,

Raja bertanya,“Anda sudah melihat istana saya, apa pendapat anda tentang perpustakaan istana?”

Pemuda ini terkejut dengan perrtanyaan sang raja. Sebab dia sudah datang ke perpustakaan istana tapi tidak sempat membaca buku dan melihat lukisan karena istiqomah menjaga dua tetes minyak dan sendok tersebut.

Demikian dengan taman istana, pemuda ini hanya tapi tidak sempat menikmati pohon mangga dan buah-buahan yang berbuah cukup ranum. Selanjutnya pusat kuliner istana dan permainan musik di sudut istana juga tidak sempat dinikmati pemuda ini, hanya karena dua tetes minyak dan sendok.

Raja lalu berkata, seseorang tidak mungkin diberikan kepercayaan jika belum mengenal rumahnya secara detail. Raja pun meminta pemuda itu kembali berkeliling di istananya. Saat tugas yang kedua ini, pemuda itu tak menyia-nyiakan kesempatan.

Mulai dari perpustakaan, taman, kuliner dan live music semua dinikmatinya. Saat kembali dan ditanya raja, pemuda mengaku sudah menikmati semuanya.

Karena keasyikan dengan kenikmatan itu, menyebabkan dua tetes minyak dan sendok itu hilang.

Apa kata pertapa (raja) itu? Kalau anda ingin menang dalam pertarungan dalam kehidupan ini anda tidak boleh  punya jarak psikologis untuk takut dan tidak mau bertemu dengan siapa saja, anda harus berani masuk kemana saja, anda lihat perpustakaan lihat taman, menikmati kuliner, musik dan lainnya.

“Tapi pada saat yang sama anda tidak boleh lupa dua tetes minyak dan sendok itu harus tetap dijaga,” kata Doktor Zul mengutip isi cerita di buku tersebut.

Merujuk dari cerita The Alchemist buku karangan Paulo Coelho ini, Doktor Zul mengemukakan alasan mengapa PKS tidak menang di Sumbawa.

Ini karena ekstrim pada salah satunya. Terkadang terlampau asyik menjaga sendok dan dua tetes minyak, kader PKS jarang duduk menikmati indahnya Taman Mangga ini, tidak sempat menikmati live musik, serta nyaris tidak pernah mendatangi pusat kuliner dan menikmati beragam sajiannya.

“Silakan datangi semua musik, datangi pusat kuliner menikmati hidangan itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Tapi pada saat yang sama dua tetes minyak dan sendok itu harus dijaga. Sebaliknya jangan ekstrim juga, sudah datang ke kuliner, tempat musik dan kemana-mana tapi melupakan dua tetes minyak dan sendok.

“Mentang-mentang jadi anggota DPRD tidak mau mengaji, itu berarti melupakan minyak dan sendok. Karena itu datang ke kuliner, taman dan lainnya, tapi pada saat yang sama, liqo nya bagus, hafalan Qur’annya bagus dan dakwahnya juga kencang. Insya Allah di kepemimpinan 20 tahun PKS ini semua persyaratan untuk menang ada pada kita semua. Selamat HUT PKS ke-20 insya Allah kita menang di Sumbawa, menang di NTB dan suatu saat menang di Indonesia,” cetus Doktor Zul disambut takbir dari para kader dan simpatisan yang memadati arena.

Strategi PKS menangkan Zul Rohmi

Sementara itu Ketua DPD PKS Kabupaten Sumbawa, M. Takdir menjelaskan, Milad PKS ke-20 dilaksanakan secara nasional. Khusus di Kabupaten Sumbawa, Milad ini dimeriahkan dengan pagelaran Pesta Rakyat dan menghadirkan tokoh PKS, Dr. H. Zulkieflimansyah yang juga Cagub NTB untuk menyampaikan orasi politik.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin mensosialisasikan program-program PKS, agar partainya semakin dekat dengan masyarakat. Di antaranya program Rumah Keluarga Indonesia dengan melaunching Beras Berkah. Beras ini diluncurkan seminggu sekali dalam bentuk 50—100 paket.

Harga jual beras yang dikerjasamakan dengan majelis-majelis ta’lim di bawah harga pasaran. Misalnya di pasaran harga beras Rp 10 ribu/Kg, maka Beras Berkah hanya Rp 5000/Kg.

Di bagian lain, Takdir menyinggung strategi memenangkan Pasangan Zul-Rohmi di Kabupaten Sumbawa. Belum lama ini PKS sudah melaunching bakal calon anggota legislatif. Launching lebih awal ini agar para Caleg terus bergerak di tengah masyarakat mengumpulkan by name, by address, dan by KTP untuk menggugah masyarakat memilih pasangan nomor 3 pada Pilgub NTB 2018 mendatang. Gerakan mereka harus jelas dan terukur.

“Masing-masing Caleg dibebankan 250—500 KTP by name by addres, sehingga target ratusan ribu suara akan tercapai. Insya Allah kami yakin, karena soliditas kader kami tidak perlu diragukan lagi,” pungkasnya.

Me (*)




Di Kecamatan Lape, Doktor Zul Disebut Pahlawan Kemanusiaan

Kalau masyarakat NTB mau mengangkat harkat dan martabatnya maka harus berilmu, dan Doktor Zul menyediakan wadah terbaik buat anak-anak NTB untuk menuntut ilmu

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Calon Gubernur Nomor Urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah disebut Pahlawan Kemanusiaan saat kampanye dialogis di Kecamatan Lape Sumbawa, Minggu (22/04).

Doktor Ekonomi Industri pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini dinilai layak disebut Pahlawan Kemanusiaan, atas dedikasinya membangun banyak institusi pendidikan di NTB, dari Taman Kanak-kanak hingga Perguruan Tinggi.

Walaupun menjadi Anggota DPR RI 3 periode mewakili Banten, tapi perannya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) NTB dinilai sangat besar.

“Tujuan besar dari pertemuan ini adalah Doktor datang menyapa dan berdialog dengan kita menyatakan komitmen, siap mengabdi untuk NTB. Beliau adalah putra terbaik daerah ini yang diakui tidak hanya di NTB tapi juga nasional. Beberapa waktu lalu kampus UTS yang didirikannya membawa nama NTB di tingkat kompetisi dunia. Jadi, beliau layak kita sebut Pahlawan Kemanusiaan di NTB. Doktor mendirikan beberapa jenis bidang pendidikan, ribuan mahasiswanya dari seluruh Indonesia,” ungkap tokoh masyarakat Kecamatan Lape, Drs. Syafruddin AR, M.Pd.

Syafruddin memaparkan, partisipasi Doktor Zul membangun begitu banyak lembaga pendidikan adalah untuk meningkatkan derajat manusia NTB.

Menurutnya, kalau masyarakat NTB mau mengangkat harkat dan martabatnya maka harus berilmu. Doktor Zul telah menyediakan wadah terbaik buat anak-anak NTB untuk menuntut ilmu.

Saat ini, perguruan tinggi yang didirikannya itu telah menerima ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Melihat kiprah tersebut, Ia meyakini, Doktor Zul faham betul bagaimana membangun manusia NTB.

“Doktor ini orang yang faham bagaimana membangun manusia NTB, dia sudah membuktikan,” bebernya.

“Dengan mengucapkan bismillah, memohon ridho dan petunjuk Allah, untuk mengantarkan beliau menjadi pemimpin NTB yang saat ini sudah berusia 59 tahun, tanggal 27 Juni 2018 kita akan membuktikan hajat kita secara nyata dengan mencoblos nomor 3, pasangan Zul-Rohmi,” lanjutnya

Doktor Zul sendiri menyampaikan, lebih kurang 3 bulan telah berziarah keliling NTB. Banyak pelajaran yang diperolehnya.

12 tahun lalu Ia pernah menjadi calon gubernur di Provinsi Banten. Ia menjadi Calon Gubernur termudah di Indonesia, satu-satunya putra NTB yang pernah menjadi calon gubernur di daerah lain.

Ia menjelaskan, kembalinya ke NTB menjadi calon gubernur dengan suasana batin yang berbeda. Setelah menyapa desa dan dusun-dusun, ia menyimpulkan NTB butuh gubernur yang mau turun ke masyarakat, datang bertemu, menyapa dan berdialog dengan masyarakat.

“Sebagian besar dari desa dan dusun yang saya kunjungi mengatakan, seumur hidup kami belum ada calon gubernur yang mendatangi kami seperti ini. Oleh karena itu, menurut mereka, kita butuh gubernur yang mau mendatangi kita. Gubernur NTB ke depan mesti punya fisik dan ketahanan prima yang kuat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keputusannya mencalonkan diri menjadi Gubernur NTB bukan pilihan main-main. Buat anggota DPR RI seperti dirinya sekali dia melangkah maju, maka tidak ada tempat buat dirinya kembali lagi.

“Tidak seperti ketiga calon lainnya, kalau menang Alhamdulillah, kalau kalah bisa kembali lagi menjadi Bupati dan Walikota,” imbuhnya.

Di hadapan ratusan  masyarakat yang menghadiri kampanyenya, Dr  Zul bersyukur, sampai saat ini hasil survei membuktikan Zul-Rohmi masih unggul dari ketiga pasangan calon lainnya.

Awalnya Zul-Rohmi diremehkan, kini mulai diperhitungkan. Zul-Rohmi telah menang di Lombok Timur, menang di KLU, menang di Lombok Barat, dan menang di semua Kabupaten dan Kota di Pulau Sumbawa.

Dr Zul menambahkan walaupun suara kabupaten kota di Pulau Sumbawa jauh lebih kecil dari suara di Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Tapi jangan lupa kalau Kabupaten Sumbawa ditautkan hatinya dengan Sumbawa Barat, didukung Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima maka basis elektoral kita juga tidak kalah dengan Lombok Timur ataupun Lombok Tengah.

Dan Alhamdulillah, Allah telah merencanakan kita satu-satunya calon gubernur dari Pulau Sumbawa.

“Insya Allah, pada tanggal 27 Juni kita akan buat sejarah baru, pasangan Zul-Rohmi, pasangan yang ada perempuannya akan memenangkan Pilgub NTB 2018,” pungkasnya.

Me (*)




Cagub Dr Zul Potong Tumpeng Di Milad PKS Sumbawa

PKS akan menjadi partai yg siap menargetkan menang di Pilkada Gubernur dan PILEG 2019

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Agenda Milad (PKS) yang ke 20 dimanfaatkan oleh pengurus dan kader DPD PKS Sumbawa dengan menggelar acara meriah,  Pesta RAKYAT

Acara yg dipusatkan di Taman Mangga, Sumbawa, Minggu (22/04). Acara yang terlihat sudah ramai sejak pagi hari, diisi dengan berbagai ragam acara, ada aneka  kuliner, pentas seni berupa nasyid, puisi, tari dan buat boks,  bazar, launching beras berkah, bazar, doorprize dan seremonial potong tumpeng dari cagub Dr zulkieflimansyah.

“PKS perlu membuat acara seperti ini, untuk memenangkan hati rakyat sehingga menjadi partai besar,” terang Dr zul dalam orasinya.

Sedangkan Ketua DPD PKS Sumbawa, M takdir, dalam sambutannya mengatakan, di usia 20 tahun ini PKS sedang enerjik-enerjiknya, dan penuh semangat.

“Maka PKS akan menjadi partai yg siap menargetkan menang di Pilkada Gubernur dan PILEG 2019,” katanya. Jadi acara ini menjadi awal konsolidasi dan membakar semangat kader PKS menghadapi tahun politik ke depan lanjutnya.

Acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat itu, ditutup dengan seremonial potong tumpeng oleh Dr zulkieflimansyah yang menandai MILAD 20 tahun PKS, dan diberikan kepada salah satu warga yang hadir.

“PKS Sumbawa siap memenangkan Doktor Zul di Sumbawa, dan meraih 12% suara Pileg di 2019,” lanjut Takdir.

Me (*)




Gerakan Dr Zul makin Agresif, Sisir Pulau Moyo dan Medang

Kunjungannya di Desa Sebotok mendapatkan banyak hal yang akan menjadi perhatian jika nanti DR Zul diamanahkan masyarakat NTB menjadi Gubernur

lombokjournal.com —

PULAU MOYO SUMBAWA :  Gerakan Kampanye menyapa masyarakat Cagub Nomor 3, Dr. Zulkieflimansyah, Sabtu (21/04) makin agresif menyisir pesisir utara Kabupaten Sumbawa.

Kali ini di empat Desa di Kecamatan Labuhan Badas yang berada di Pulau Medang dan Pulau Moyo.

Kebiasaan menyapa masyarakat tersebut dimanfaatkan oleh pendiri UTS tersebut mendengar langsung aspirasi mereka. Karena kebanyakan calon pemimpin hanya mengutus tim suksesnya saja tanpa berani mendatangi masyarakat secara langsung.

Seperti yang dilakukan di Desa Sebotok, Pulau Moyo, Kecamatan Labuhan Badas.

Di Desa bagian utara Pulau Moyo tersebut, juru bicara atau orator kampenye Dr. Zul, yaitu  Sambirang Ahmadi, menyampaikan di hadapan masyarakat yang multi etnis di Desa Sebotok, pihaknya sengaja datang dan memperkenalkan secara langsung Cagub NTB, Zulkieflimansyah.

“Kita harus mengenal calon pemimpin kita. Itu sebabnya Dr Zul untuk mendatangi masyarakat di Desa ini.,” katanya. Pernahkah ada calon pemimpin NTB datang bersilaturrahim ke Desa ini, katanya dengan nada bertanya.

Karena dengan datang langsung tanpa  bertanya pun sudah tahu apa yang dibutuhkan. Banyak calon pemimpin yang datang hanya timsesnya.

“Belum tentu yang disampaikan utuh kepada calon pemimpin,” ungkap Sambirang di tengah maraknya sambutan warga pulau Moyo dan Medang .

Dia pun mengajak agar masyarakat setempat memilih orang yang mengenal kita dan kita mengenalnya.

Dalam orasinya di lapangan Desa Sebotok, Cagub pasangan Zul-Rohmi tersebut mengutarakan bahwa banyak kandidat tidak berani mengunjungi Desa dan Dusun. Zul-Rohmi mengunjungi Desa dan Dusun untuk mendatangkan keberkahan.

“Ternyata banyak orang tua di Desa tidak kuat keluar rumah.  Jangan lagi membeli kucing dalam karung apalagi karung di dalam perut kucing. Calon pemimpin NTB ke depan harus mengetahui narasi tentang NTB,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr Zul menegaskan bahwa kunjungannya di Desa Sebotok mendapatkan banyak hal yang akan menjadi perhatian jika nanti diamanahkan masyarakat NTB menjadi Gubernur.

Antara lain persoalan pendidikan, kesehatan, maupun akses telekomunikasi yang selama ini menjadi masalah utama di Desa tersebut.

Sementara itu sambutan yang baik dan penuh persaudaraan yang telah ditunjukkan semua warga NTB ini   makin memperkuat keyakinan Zul Rohmi untuk berbuat yang terbaik serta  merawat kepercayaan loyalis votternya.

” Zul Rohmi akan tetap blusukan day by day agar keberterimaan pemilih Zul Rohmi makin meluas dan bertambah banyak,” ungkap Ali Akbar , politisi muda PKS yang memiliki talenta kuat ini.

Me (*)




Awalnya Diragukan Kini Zul Rohmi Diperhitungkan

Hasil survey terakhir beberapa lembaga, Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Barat

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Pasangan Calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, perlahan tapi pasti makin mendapat dukungan masyarakat.

Masyarakat makin dekat dan bersimpati terhadap pasangan yang sangat giat blusukan dan menemui rakyat dari semua strata hingga di pelosok dusun sekalipun.

Cara pendekatan yang merakyat ini membuahkan hasil terutama di Pulau Lombok. Beberapa kabupaten di Lombok telah menempatkan posisi Zul—Rohmi pasangan yang diusung PKS dan Demokrat ini di tempat teratas.

Berdasarkan hasil survey terakhir beberapa lembaga, Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Barat. Pasangan bernomor urut tiga ini masih kalah di Lombok Tengah dan Kota Mataram. Sedangkan Pulau Sumbawa, Zul-Rohmi tetap mendominasi.

Hal ini diakui Doktor Zul—sapaan Cagub NTB yang dikenal santun dan sederhana ini.

“Hasil survey terakhir, alhamdulillah pasangan Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Lombok Utara, dan Lombok Barat. namun masih kalah di Lombok Tengah dan Kota Mataram, sehingga dibutuhkan upaya dan kerja keras dari tim dan relawan.

“Ini harus saya katakan sebagai acuan kita bersama untuk bekerja keras dan terus berjuang. Kami akan memanfaatkan waktu tersisa untuk meraih kemenangan di semua kabupaten/kota,”  ujar Doktor Zul saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC Partai Demokrat Zona III yang dipusatkan di Gedung Diponegoro Sumbawa, Sabtu (21/04) siang.

Doktor Zul mengakui, awalnya banyak yang meragukan pasangan Zul-Rohmi untuk bisa bersaing dengan tiga pasangan lainnya. Namun Zul—Rohmi tidak peduli dan terus bergerak.

Zul-Rohmi terinspirasi dengan salah satu buku yang sangat terkenal di Amerika berjudul “The Engenering Corporation” yakni bagaimana permainan dalam industri dan dalam persaingan kemudian ditata ulang.

Buku ini juga telah banyak menginspirasikan perusahaan-perusahan besar maupun industri besar di Amerika.

Dalam penggalan buku ini, menceritakan dua orang pimpinan eksekutif. Keduanya ingin membicarakan sesuatu yang sangat rahasia dan tidak boleh didengar orang lain. Keduanya pun bersepakat untuk membicarakannya sambil bermain Golf.

Merekapun memilih bermain di lapangan Golf yang jauh dari kota dan dekat dengan hutan, agar lebih tenang, sepi dan tidak ada yang mengganggu. Sembari berdiskusi, mulailah memukul bola di hold pertama.

Namun pada pukulan hold ketiga salah satu eksekutif memukul bola terlampau keras sehingga bola melambung dan terjatuh persis di pinggir hutan. Keduanya berjalan menuju bola sambil berdiskusi asyik sehingga mereka tidak sadar sudah berada di dalam hutan.

Keduanya juga sadar, menurut masyarakat setempat di sekeliling hutan tersebut masih banyak binatang buasnya. Belum sempat mereka mengambil bola, sudah ada seekor macan yang sedang menunggu sambil mengibas-ibas ekornya.

Kedua eksekutif itu mulai berpikir antara maju atau mundur, karena seekor Macan buas tersebut siap mengejar dan menerkamnya.

Akhirnya salah seorang di antaranya mulai membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan. Melihat itu eksekutif satunya sedikit heran dan bertanya mengenai tingkah rekannya tersebut. “Wahai sahabat kenapa membuka sepatu, kaos kaki, serta sarung tangan, sementara macan itu lebih cepat larinya dari kita,” tanya eksekutif yang tidak melakukan seperti yang dilakukan rekannya. Lalu dijawab, “benar sahabatku, saya buka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan agar saya bisa lari lebih cepat daripada anda. Sebab tidak mungkin Macan itu menerkam kita sekaligus, tentu diterkam satu per satu. Sehingga saya masih punya kesempatan untuk bisa selamat.

Menurut Doktor Zul, intisari dari cerita di buku tersebut bahwa di dalam berpolitik terlampau banyak Macan yang sudah siap menerkam. Sehingga politisi atau pengelola parpol yang akan menang yakni politisi yang sudah siap dan mengetahui persis bahwa ada macan yang menunggu di sana.

Tentunya karena Macan lebih cepat lari darinya, maka tugasnya harus mempersiapkan diri sematang mungkin dengan cara membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan agar mampu berlari lebih cepat. Minimal berlari lebih cepat dari teman-teman yang ada di sampingnya.

“Saya kira filosofi sederhana dari buku ini menjadi inspirasi bagi saya dalam menghadapi Pilgub 2018 ini,” ujar Doktor Zul.

Zul-Rohmi akan melakukan seperti yang dilakukan eksekutif yang membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan serta siap berlari kencang. Dengan harapan jika Macannya datang secara tiba-tiba, maka yang disergap terlebih dahulu bukan pasangan Zul-Rohmi.

Begitu juga dengan semangat kegiatan Musancab DPC Partai Demokrat Sumbawa yang digelar ini, semua partai lawannya lebih gesit. “Lawan pasangan Zul-Rohmi adalah siapa yang tidak siap membuka sepatu, kaos kaki, dan sarung tangan,” pungkasnya.

Me (*)