Inflasi Gabungan NTB Bulan April

Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,80 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat statistik ( BPS ) NTB merilis, bulan April 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK), dari 130,73 pada bulan Maret 2018 menjadi 131,21 pada bulan April 2018.

Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,10 persen.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Rabu (02/05 ).

Endang menyatakan Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.

Menurut Endang, inflasi Nusa Tenggara Barat bulan April 2018 sebesar 0,37 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,93 persen.

“Sedang pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,71 persen; Kelompok Bahan Makanan skoebesar 0,47 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,2 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,2 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,15 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,02 persen,” terangnya.

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender April 2018 sebesar 1,02 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender April 2017 sebesar 1,07 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” April 2018 sebesar 3,65 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan April 2017 sebesar 3,05 persen.

AYA




Ratusan Mahasiswa Gedor Kantor Dikpora NTB

Mahasiswa menyoal komersialisasi pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi

MATARAM.lombokjournal.com  —  Kantor Dinas Pendidikan Provinsi NTB pada Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari  Rabu (02/05), jadi sasaran aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Untuk Pendidikan (ARP).

Mahasiswa yanng berunjuk rasa dari berbagai organisasi seperti PMII Cabang Mataram dan belasan organisasi Mahasiswa lainnya.

Dalam orasinya, dipertanyakan nasib guru honorer dan guru swasta yang tidak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah. Mereka menilai selama ini pemerintah masih menganak tirikan guru honor baik dari segi gaji maupun perekrutan.

Selain itu, mereka meminta pemerintah lebih memperhatikan nasib para guru honorer tersebut.

Selain itu massa aksi juga menyoal komersialisasi pendidikan mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Mahasiswa menilai pendidikan saat ini sudah menjadi ajang bisnis. Mereka mencontohkan biaya pendidikan di TK yang melambung tinggi, bahkan komersialisasi hingga perguruan tinggi yang membutuhkan biaya tinggi.

Mahasiswa menuntut, agar pemerintah khsusnya Dikpora NTB mencabut regulasi pendidikan yang memperdagangkan pendidikan. Mereka juga menuntut penghapusan pungutan liar. Sementara dari PC PMII Kota Mataram menuntut agar pemprov NTB mengakomodir semua guru honorer baik negeri maupun swasta.

Massa PMII juga meminta pihak sekolah untuk tidak memberikan doktrin radikalisasi, serta meminta agar sekolah terbebas dari politisasi pendidikan dan menuntut pemerintah peningkatan sarana dan prasarana di sekolah swasta.

Sementara dari pihak Dikpora NTB di wakili oleh Sekretaris Dinas, Sukron yang menerima perwakilan massa menyatakan semua aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan ke Kepala Dinas. Pasalnya Kadisdikpora NTB tidak berada di tempat.

Usai menggelar orasi ratusan mahasiswa ini membubarkan diri dengan tertib.  Namun mereka mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar bila tuntutan mereka tidak dilaksanakan.

 




BPJS Kesehatan Bersinergi Bersama Kemensos Dalam Pengelolaan Data Peserta PBI JK

Masih ada potensi kuota bagi sekitar 15 juta jiwa lagi penduduk Indonesia yang bisa ditanggung pemerintah pusat sebagai peserta PBI JK

lombokjournal.com —

JAKARTA Pemerintah telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, sebagai komitmen memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Salah satu targetnya, tahun 2019 memastikan 107,2 juta penduduk menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) melalui Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sampai dengan 27 April 2018, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 196,4 juta jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 92,2 juta jiwa merupakan peserta PBI Jaminan Kesehatan (JK).

Artinya jika melihat target RPJMN, masih ada potensi kuota bagi sekitar 15 juta jiwa lagi penduduk Indonesia yang bisa ditanggung pemerintah pusat sebagai peserta PBI JK. Untuk memastikan peserta yang menjadi PBI adalah yang benar-benar berhak dan memenuhi kualifikasi yang ditetapkan pemerintah, pemutakhiran data pun secara rutin dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, pemutakhiran data merupakan wujud keseriusan pemerintah untuk memastikan penduduk yang terdata sebagai peserta PBI JK adalah yang benar-benar berhak.  BPJS Kesehatan, siap mendukung proses verifikasi-validasi (verivali) yang dilakukan Kemensos.

“Sesuai dengan peraturan yang berlaku, ada beberapa hal yang diverifikasi dan divalidasi Kemensos setiap waktu. Misalnya, penghapusan peserta PBI yang sudah mampu, sudah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU), meninggal dunia, atau memiliki NIK ganda. BPJS Kesehatan melaporkan setiap bulan ke Kemenkes dengan tembusan Kemensos. Selanjutnya jika sudah dikoordinasikan lintas kementerian, BPJS Kesehatan akan menerima perubahan PBI JK tersebut untuk diperbarui,” terangnya usai melakukan pertemuan dengan Menteri Sosial, Idrus Marham di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (02/05).

Fachmi juga menjelaskan, tahun 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah memperkokoh sinergi dengan Kementerian Sosial dalam hal pengintegrasian sistem informasi data PBI berbasis NIK.

Melalui kerja sama tersebut, Kementerian Sosial dapat melakukan pengecekan data pengganti peserta PBI secara realtime, serta memperoleh data peserta PBI yang pindah ke segmen lain dan peserta PBI meninggal setiap bulan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2016, saat ini pengisian instrumen verifikasi dan validasi data PBI JK yang akan didaftarkan, wajib mencantumkan NIK. Jika masih ada data PBI JK yang belum sesuai dengan dokumen kependudukan, maka akan dilakukan proses update data peserta dalam masterfile BPJS Kesehatan sesuai dengan dokumen kependudukan akurat yang dimiliki peserta terkait.

Alternatif lainnya, BPJS Kesehatan akan melakukan pemadanan data dengan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Hingga 27 April 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 20.069 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Dokter Praktek Perorangan, Klinik Pratama, RS Kelas D dan Dokter Gigi), 2.381 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Klinik Utama), serta 2.690 fasilitas kesehatan penunjang seperti apotek dan optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rr

(sumber : BPJS Kesehatan)




PBNU Siapkan Forum ‘Islam Nusantara’ Sambut Grand Syekh al-Azhar

Diharapkan forum tersebut berkontribusi konkret bagi dakwah Islam yang ramah pada level internasional

lombokjournal.com —

JAKARTA – Grand Syekh al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb akan berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (02/05).

Dalam kunjungan silaturahim ini, PBNU menyiapkan sebuah forum bertema “Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia”.

Pemimpin tertinggi al-Azhar ini bakal disambut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj beserta para kiai dan pengurus lainnya di auditorium PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB.

Grand Syekh al-Azhar tiba di Istana Merdeka Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (30/04) dan diterima langsung Presiden Joko Widodo.

Hari ini hadir dalam pembukaan High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyah Islam (HLC-WMS) yang bakal berlangsung di Bogor dan Jakarta pada 1-4 Mei 2018. Ulama dan juga cendekiawan Muslim dari berbagai negara dijadwalkan akan menghadiri HLC-WMS.

Steering Commite HLC-WMS yang juga Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini berharap bisa forum tersebut berkontribusi konkret bagi dakwah Islam yang ramah pada level internasional. Hal ini relevan, lanjut Helmy, seiring banyaknya konflik dan gejolak yang belakangan kerap mengguncang dunia internasional.

Memuji Indonesia

Grand Syekh al-Azhar melalui delegasinya Prof Dr Abdul Mun’im Fuad bersama rombongan dari Mesir juga berkunjung ke kantor PBNU pada Mei 2015, menjelang Muktamar Ke-33 NU. Mereka menyampaikan salam hormat dan maaf karena Grand Syekh al-Azhar berhalangan datang langsung ke PBNU.

Di hadapan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Mun’im Fuad menyatakan kekagumannya pada NU. Menurutnya, NU dengan massanya yang besar bahkan mayoritas di Indonesia berani pasang badan melindungi hak-hak dasar warga Indonesia yang memiliki keragaman suku, keyakinan, agama, bahkan paham politik.

Pada 2016 lalu Grand Syekh berkunjung ke Indonesia seiring pertemuan rutin Majelis al-Hukama al-Muslimin di Jakarta. Grand Syekh saat itu memuji bangsa Indonesia sebagai negeri yang telah dipilih Allah untuk menyebarkan lslam yang menyerukan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat serta menjaga orisinalitas.

Menurut Ahmad ath-Thayyeb, bangsa Indonesia juga telah mampu menyingkap khazanah keislaman yang suci serta nilai-nilai hukum Islam dan akhlaknya dengan mewujudkan nilai keadilan, persamaan, sikap terbuka pada orang lain, serta memotivasi untuk memiliki sumber-sumber kekuatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Me




Disnaker Ajak Buruh Berdialog

Para buruh diajak menggunakan peringatan Hhari Buruh secara efektif untuk menyampaikan hal-hal yang memang patut diperjuangkan

MATARAM.lombokjournal.com — Hari buruh se dunia atau May Day yang jatuh setiap Tanggal 1 Mei, diperingati Pemerintah Provinsi melalui Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Provinsi NTB, Selasa (01/05).

Biasanya, tiap hari Buruh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi selalu mengadakan acara khusus.  Namun untuk Hari Buruh tahun ini terlihat berbeda karena.

Para buruh diajak berdiskusi, bagaimana merencanakan nasib untuk ke depannya, agar dapat membina kerja sama dan menjalin hubungan industrial yang lebih baik.

“kita berharap dengan tema dialog ketenagakerjaan ini di kita harapakan terwujud sebuah hubungan industrial yang dinamis, harmonis dan berkeadilan,” ujar  Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi NTB, H.Wildan saat membuka acara dialog Selasa di Pantai Kerandangan.

Ia mengatakan, telah beberapa tahun ini, peringatan Hari Buruh selalu dilakukan dengan mengajak berdisku para buruh. Karena sebagaiman diketahui pada peringatan hari buruh, banyak para buruh berdemo untuk menyampaikan aspirasi mereka dan berkonfoi keliling kota. Itu sangat beresiko terjadi kecelakaan dan lain sebagainya.

“Selalu kan setiap Hari buruh ada saja yang melakukan aksi Orasinya, ya itu semua dilakukan para buruh untuk menyampikn aspirasinya, “terangnya.

Untuk itu Wildan menghimbau agar para buruh dapat menggunakan peringatan hari buruh secara efektif untuk menyampaikan hal-hal yang memang patut untuk perjuangkan. Maka dari itu disnaker mengajak berdialog antar serikat buruh dan serikat pekerja.

“Para pekerja dapat berdiskusi dan berdialog terkait bagaimana nasib para pekerja, mengeluarkan unek-unek atau kendala yamg dihadapi di tempat kerjanya. Seputaran itu saja,” jelasnya.

S ini banyaknya keluhan yang di sampaikan dari para kerja dalam dialog tersebut terkait dengan program-program disampaikan pemerintah mengenai jaminan sosial. Seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Masih banyak serikat pekerja mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan jaminan tersebut.

“Untuk itu kita adakan kegiatan ini, agar semua aspirasi buruh dapat didengar oleh pemangku kebijakan,”pungkasnya.

AYA




Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemerintah Tinjau Harga Pokok

Ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat sudah terpenuhi dan terjangkau

MATARAM.lombokjournal.com — Guna Memantau Harga Bahan Pokok menjelang Hari Besar Keagaamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Pusat melalui Staf Ahli Perdagangan RI melakukan kunjungan kerja ke semua daerah di indonesia,

Kunjungan kerja ini  disertai juga dengan Rakor yng diadakan oleh Dinas Perdagangan NTB, dan Kepala Divre NTB.

Laksminingsih selaku Staf Ahli Bidang Perdagangan ditugaskan untuk melihat dan memantau sendiri serta melaksnanakan dan memantu sendiri untuk persiapan bahan pokok di bulan Puasa dan Idul Fitri.

“Tadi Kita mulai dengan   berkeliling pasar, retail moderen dan sekarang ada di Gudang Bulog guna memastikan ketersediaan bahan Bahan pokok,” terang Laksminingsih saat berada di Gudang bulog, Senin (30/04)

Ia menyatakan, saat melakukan pemantauan sudah ada harga komoditi kebutuhan yng harganya sudah mulai turun yakni mulai dari harga bawang dn cabai, serta harga beras yang sudah mulai terjangkau harganya.

Di NTB sendiri dengan harga harga beras sekitar 8-9 ribu, padahal harga eceran tertinggi untuk beras mencapai Rp.9.450  untuk yang medium. Untuk ayam ras juga masih berkisar di harga 35 ribu hingga 36 ribu, walaupun beberapa minggu lalu terjadi lonjakan hingga mencapai harga 40 ribu.

“Kita merasa senang karena ketersediaan untuk masyarakat sudah terpenuhi dan terjangkau,” imbunnya.

Ia mengaku, sebagai wakil Pemerintah Pusat hadir ke setiap daerah, pihaknya berharap agar harga bisa dipertahankan.

Untuk mengantisipasi harga yang sering melonjak di saat menjelang puasa dan lebaran, Laksminingsih menekankan kepada Dinas Perdagangan dan satgas pangan untuk melakukan pengecekan.

“Inilah tugas Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan untuk selalu menegecek setiap harga agar stabil,” ujarnya.

Naik seribu atau dua ribu masih dinilai wajar, dan ia tidak menutup kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Tapi ya naiknya jangan 100 persen. Kalau 10 persen masih wajar. Inilah gunanya Satgas Pangan dan petugas Dinas Perdagangan, ” pungkasnya.

AYA




Perempuan Harus Tampil Pimpin NTB

Peran perempuan sama pentingnya dengan lelaki sebagai subjek yang membangun

lombokjournal.com —

LLOMBOK TENGAH :  Pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zulrohmi) dalam kontestasi pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018-2023, menjadi semacam peletakan batu pertama untuk membangun kesetaraan kepemimpinan antara laki-laki dan perempuan.

Dalam arti, Zul-Rohmi adalah paket yang menginisiasi munculnya laki-perempuan dalam satu bingkai kepemimpinan yang saling mengisi dan menguatkan bagi pembangunan NTB ke depan.

Hal itu ditegaskan, Hj. Enok Muthia, Komandan Barisan Perempuan (BAPER) Loteng, pada Pertemuan Akbar Relawan Pendukung Zulrohmi itu di Hotel Grand Royal, Batujai, Lombok Tengah, Sabtu (28/04).

Menurutnya, perempuan NTB layak berbangga, karena perempuan NTB sudah siap dan berani tampil saling membahu dengan segenap masyarakat membangun NTB yang gemilang.

“Sitti Rohmi Djalillah telah menjadi inspirasi kita, bahwa perempuan NTB adalah pribadi yang cerdas, tangguh dan memiliki visi ke depan untuk mengawal langkah keberlanjutan daerah kita tercinta ini,” imbuh Hj. Enok.

Hj. Enok mengajak semua perempuan NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah untuk berkarya, bersinergi, dan saling mendukung setiap kerja-kerja konstruktif kaum perempuan.

Salah satu bentuk dukungan itu, selayaknya diatributkan kepada semangat bersama perempuan untuk berdaya saing dalam segala aspek.

“Termasuk di dunia pemerintahan seperti kehadiran Ibu Rohmi sebagai satu-satunya perempuan yang ikut berkompetisi di Pilgub NTB untuk pertama kalinya,” kata peserta program Doktor UIN Mataram ini.

Kepada media Hj. Enok mengungkapkan, BAPER bersama-sama setiap perwakilan perempuan dari setiap desa di Loteng, berkumpul dengan tujuan menyatukan visi dengan segenap perasaan hati dan pikiran.

“Baper biasanya dikaitkan dengan sedikit-sedikit bawa perasaan. kami ini beda. Kami nggak suka mewek atau cengeng,” kata istri TGH Facruddin, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Subulussalam Gerunung, Loteng ini.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Loteng, Ahmad Ziadi, menyebutkan peran perempuan sama pentingnya dengan lelaki sebagai subjek yang membangun. Lebih-lebih di era pasca informasi dewasa ini, geliat wanita di ranah publik sudah semakin menguat dan terbukti berhasil.

Ia menyebut Angela Markel di Jerman, Pemimpin Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Khofifah Indar Parawangsa kontestan Pilgub Jatim, menjadi contoh perempuan-perempuan cerdas yang mampu menjalankan tugasnya di rimba yang banyak diisi kaum Adam.

Secara agak filosofis, Ziadi menggambarkan bahwa kehadiran paket laki-perempuan melalui Zulrohmi menawarkan keseimbangan (equilbrium) antara tata pikir dan tata hati yang akan mengelola multidimensi kehidupan secara ajeg dan penuh harmoni.

“Kelebihan Zulrohmi dari kandidat lain, paket ini ibarat mengembalikan kembali sejarah awal kreasi manusia melalui Adam dan Hawa. Semacam kombinasi otak dan hati yang saling mengisi dan berkreasi. Oleh karna itulah mari kita ajak siapapun untuk mendukung paket ini, untuk menjalankan roda kepemimpinan NTB yang penuh kreasi dan harmoni,” imbuhnya sarat dengan renungan filosofis.

Dalam sesi pembekalan umum, Wakil Ketua Tim Pemenangan Koalisi Zulrohmi, H. Zainul Aidi, menekankan keberlanjutan kepemimpinan NTB pasca TGB harus diisi oleh kandidat yang mampu melakukan visi percepatan di segala bidang.

Selama dua periode kepemimpinan cucu ulama besar dan Pahlawan Nasional, Maulana Syaikh TGH. Zainuddin Abdul Majid, imbuh mantan Dirut PT. Gerbang NTB Emas ini, nama NTB yang sebelumnya dipandang sebelah mata, kini telah mewarnai panggung depan pemerintahan, baik di tingkat Nasional maupun internasional.

Betapa tidak, papar Zainul, Gubernur yang namanya melejit dan digadang-gadang bakal ikut meramaikan bursa pilpres 2019 ini, telah membawa pulau yang dihuni tiga suku besar, Sasak, Samawa dan Mbojo, meraih predikat provinsi terbaik dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di atas rata-rata nasional selama tiga tahun berturut.

Dengan visi percepatan, program unggulan PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut) dan file project pariwisata yang tak terus menggeliat, meningkatnya posisi IPM (Indeks Prestasi Manusia) di antara daerah lain di Indonesia.

NTB yang semakin berdaya saing di level nasional, maka menjadi wajar jika harapan masyarakat NTB terhadap keberlangsungan kepemimpinan TGB dilanjutkan oleh sosok kandidat yang bergegas, bervisi selaras dan cerdas dalam menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks dan kompetitif.

Dr. Zul dan Dr. Rohmi telah dipilih TGB untuk melanjutkan ikhtiar ini. Keduanya Doktor, masih muda, cerdas dan enerjik. Sama-sama berpengalaman dalam urusan kepemimpinan.

Yang satu mantan DPR RI tiga periode yang pernah menimba pengalaman internasional di sejumlah negara seperti Australia, Swedia, Kanada, Amerika dan lain-lain. Bahasa inggrisnya kelep gati (sangat baik, Red.).

“Yang satunya lagi seorang perempuan cerdas pemimpin kampus alias rektor. Gak salah TGB melepaskan harapan di pundak pasangan ini. Jadi, bersama rekan BAPER, ayo kita gaungkan pasangan Zulrohmi sampai ke pelosok-pelosok. Kita cetak sejarah baru. Perempuan semakin di depan,” orasi Zainul yang diiringi gemuruh tepuk tangan relawan.

Dari pantauan wartawan, pertemuan Akbar yang dihadiri lebih dari 300 relawan Baper Loteng berjilbab hijau yang datang dari hampir seluruh Dusun di Daerah Tatas Tuhu Trasna tersebut tampak semarak.

Acara yang dikemas dengan santai dan interaktif ini diiringi yel-yel penuh semangat menggaungkan nama Zulrohmi dan slogan “coblos jilbab Ijo”, dari pembukaan hingga penutupan acara.

Antusiasme tersebut sekaligus menjukkan pernyataan sikap bersama mereka untuk memenangkan satu-satunya pasangan laki-perempuan ini menuju kursi Gubernur NTB periode 2018-2023.

“Insya Alloh, kami akan berjuang semaksimal mungkin. Sebagai warga Loteng kami siap menangkan Zulrohmi di Loteng. Warga NTB yang lain saya yakin banyak yang akan coblos nomor tiga. Kami yang di Loteng tak mau kalah. Coblos jilbab ijo,” celetuk optismis Erliana, warga asal Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, di penghujung acara.

Me (*)




Perempuan NTB Harus Tampil Pimpin NTB

Peran perempuan sama pentingnya dengan lelaki sebagai subjek yang membangun

lombokjournal.com —

LLOMBOK TENGAH :  Pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zulrohmi) dalam kontestasi pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2018-2023, menjadi semacam peletakan batu pertama untuk membangun kesetaraan kepemimpinan antara laki-laki dan perempuan.

Dalam arti, Zul-Rohmi adalah paket yang menginisiasi munculnya laki-perempuan dalam satu bingkai kepemimpinan yang saling mengisi dan menguatkan bagi pembangunan NTB ke depan.

Hal itu ditegaskan, Hj. Enok Muthia, Komandan Barisan Perempuan (BAPER) Loteng, pada Pertemuan Akbar Relawan Pendukung Zulrohmi itu di Hotel Grand Royal, Batujai, Lombok Tengah, Sabtu (28/04).

Menurutnya, perempuan NTB layak berbangga, karena perempuan NTB sudah siap dan berani tampil saling membahu dengan segenap masyarakat membangun NTB yang gemilang.

“Sitti Rohmi Djalillah telah menjadi inspirasi kita, bahwa perempuan NTB adalah pribadi yang cerdas, tangguh dan memiliki visi ke depan untuk mengawal langkah keberlanjutan daerah kita tercinta ini,” imbuh Hj. Enok.

Hj. Enok mengajak semua perempuan NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah untuk berkarya, bersinergi, dan saling mendukung setiap kerja-kerja konstruktif kaum perempuan.

Salah satu bentuk dukungan itu, selayaknya diatributkan kepada semangat bersama perempuan untuk berdaya saing dalam segala aspek.

“Termasuk di dunia pemerintahan seperti kehadiran Ibu Rohmi sebagai satu-satunya perempuan yang ikut berkompetisi di Pilgub NTB untuk pertama kalinya,” kata peserta program Doktor UIN Mataram ini.

Kepada media Hj. Enok mengungkapkan, BAPER bersama-sama setiap perwakilan perempuan dari setiap desa di Loteng, berkumpul dengan tujuan menyatukan visi dengan segenap perasaan hati dan pikiran.

“Baper biasanya dikaitkan dengan sedikit-sedikit bawa perasaan. kami ini beda. Kami nggak suka mewek atau cengeng,” kata istri TGH Facruddin, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Subulussalam Gerunung, Loteng ini.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Loteng, Ahmad Ziadi, menyebutkan peran perempuan sama pentingnya dengan lelaki sebagai subjek yang membangun. Lebih-lebih di era pasca informasi dewasa ini, geliat wanita di ranah publik sudah semakin menguat dan terbukti berhasil.

Ia menyebut Angela Markel di Jerman, Pemimpin Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Khofifah Indar Parawangsa kontestan Pilgub Jatim, menjadi contoh perempuan-perempuan cerdas yang mampu menjalankan tugasnya di rimba yang banyak diisi kaum Adam.

Secara agak filosofis, Ziadi menggambarkan bahwa kehadiran paket laki-perempuan melalui Zulrohmi menawarkan keseimbangan (equilbrium) antara tata pikir dan tata hati yang akan mengelola multidimensi kehidupan secara ajeg dan penuh harmoni.

“Kelebihan Zulrohmi dari kandidat lain, paket ini ibarat mengembalikan kembali sejarah awal kreasi manusia melalui Adam dan Hawa. Semacam kombinasi otak dan hati yang saling mengisi dan berkreasi. Oleh karna itulah mari kita ajak siapapun untuk mendukung paket ini, untuk menjalankan roda kepemimpinan NTB yang penuh kreasi dan harmoni,” imbuhnya sarat dengan renungan filosofis.

Dalam sesi pembekalan umum, Wakil Ketua Tim Pemenangan Koalisi Zulrohmi, H. Zainul Aidi, menekankan keberlanjutan kepemimpinan NTB pasca TGB harus diisi oleh kandidat yang mampu melakukan visi percepatan di segala bidang.

Selama dua periode kepemimpinan cucu ulama besar dan Pahlawan Nasional, Maulana Syaikh TGH. Zainuddin Abdul Majid, imbuh mantan Dirut PT. Gerbang NTB Emas ini, nama NTB yang sebelumnya dipandang sebelah mata, kini telah mewarnai panggung depan pemerintahan, baik di tingkat Nasional maupun internasional.

Betapa tidak, papar Zainul, Gubernur yang namanya melejit dan digadang-gadang bakal ikut meramaikan bursa pilpres 2019 ini, telah membawa pulau yang dihuni tiga suku besar, Sasak, Samawa dan Mbojo, meraih predikat provinsi terbaik dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di atas rata-rata nasional selama tiga tahun berturut.

Dengan visi percepatan, program unggulan PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut) dan file project pariwisata yang tak terus menggeliat, meningkatnya posisi IPM (Indeks Prestasi Manusia) di antara daerah lain di Indonesia.

NTB yang semakin berdaya saing di level nasional, maka menjadi wajar jika harapan masyarakat NTB terhadap keberlangsungan kepemimpinan TGB dilanjutkan oleh sosok kandidat yang bergegas, bervisi selaras dan cerdas dalam menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks dan kompetitif.

Dr. Zul dan Dr. Rohmi telah dipilih TGB untuk melanjutkan ikhtiar ini. Keduanya Doktor, masih muda, cerdas dan enerjik. Sama-sama berpengalaman dalam urusan kepemimpinan.

Yang satu mantan DPR RI tiga periode yang pernah menimba pengalaman internasional di sejumlah negara seperti Australia, Swedia, Kanada, Amerika dan lain-lain. Bahasa inggrisnya kelep gati (sangat baik, Red.).

“Yang satunya lagi seorang perempuan cerdas pemimpin kampus alias rektor. Gak salah TGB melepaskan harapan di pundak pasangan ini. Jadi, bersama rekan BAPER, ayo kita gaungkan pasangan Zulrohmi sampai ke pelosok-pelosok. Kita cetak sejarah baru. Perempuan semakin di depan,” orasi Zainul yang diiringi gemuruh tepuk tangan relawan.

Dari pantauan wartawan, pertemuan Akbar yang dihadiri lebih dari 300 relawan Baper Loteng berjilbab hijau yang datang dari hampir seluruh Dusun di Daerah Tatas Tuhu Trasna tersebut tampak semarak.

Acara yang dikemas dengan santai dan interaktif ini diiringi yel-yel penuh semangat menggaungkan nama Zulrohmi dan slogan “coblos jilbab Ijo”, dari pembukaan hingga penutupan acara.

Antusiasme tersebut sekaligus menjukkan pernyataan sikap bersama mereka untuk memenangkan satu-satunya pasangan laki-perempuan ini menuju kursi Gubernur NTB periode 2018-2023.

“Insya Alloh, kami akan berjuang semaksimal mungkin. Sebagai warga Loteng kami siap menangkan Zulrohmi di Loteng. Warga NTB yang lain saya yakin banyak yang akan coblos nomor tiga. Kami yang di Loteng tak mau kalah. Coblos jilbab ijo,” celetuk optismis Erliana, warga asal Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, di penghujung acara.

Me (*)




Doktor Zul Tanam Kurma, Tin dan Zaitun di Taman Qur’an Olat Maras

Ada 100 bibit yang ditanam, terdiri dari 60 bibit kurma yang dibagi dalam tiga jenis yakni Kurma Azwa, Kurma Barhe dan Kurma KL1 dari Thailand. Kemudian bibit Zaitun dan Tin masing-masing 20 bibit

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Kabupaten Sumbawa bakal memiliki kebun Kurma yang berbuah ranum. Diperkirakan itu terjadi tiga tahun ke depan. Selain Kurma, Sumbawa juga memiliki kebun Zaitun dan Tin yang berbuah lebat.

Harapan tersebut ditandai dengan penanaman bibit Kurma, Tin dan Zaitun di lahan seluas 1 hektar yang berlokasi di kaki Bukit Olat Maras, tepatnya antara Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) dan SMK Al-Kahfi, atau lokasi yang disebut dengan Taman Al-Qur’an.

Penanaman bibit buah yang banyak disebut dalam Al-Qur’an ini merupakan ide besar Dr. Arif Budi Witarto M.Eng, Direktur Sumbawa Techno Park (STP), yang juga Pakar Rekayasa Protein Dunia dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Penanaman bibit tersebut dilakukan secara simbolis oleh Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc yang juga Calon Gubernur NTB, didampingi Ketua Yayasan Dea Mas, Ny. Niken Saptarini M.Sc dan Direktur STP, Dr. Arif Budi Witarto, Sabtu (28/04).

Ada 100 bibit yang ditanam, terdiri dari 60 bibit kurma yang dibagi dalam tiga jenis yakni Kurma Azwa, Kurma Barhe dan Kurma KL1 dari Thailand. Kemudian bibit Zaitun dan Tin masing-masing 20 bibit.

Doktor Arif, demikian sapaan akrab Jebolan Departemen Biologi Fakultas Teknik Tokyo University of Agriculture and Technology ini mengatakan, program budidaya tanaman Al-Quran cocok dengan label wisata halal yang tengah dikembangkan NTB.

Dr Zul Tanam Kurma

Selain itu, iklim NTB dinilai sangat cocok untuk mendukung tumbuh kembangnya bibit pohon tersebut. Penanaman tiga bibit tanaman ini ungkap Doktor Arif, sebagai upaya untuk memperkaya khasanah Taman Al-Qur’an yang coba dihadirkan di daerah ini.

Penanaman tiga tanaman yang banyak disebut di dalam kitab suci umat Islam itu dilakukan dengan keyakinan akan mendatangkan keberkahan bagi masyarakat dan daerah.

Tiga tanaman ini sangat cocok dibudidayakan karena iklim di Sumbawa mendekati iklim di daerah asli asal tanaman tersebut karena sama-sama daerah panas. Diakui Doktor Arif, khusus Kurma, banyak tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, namun tidak berbuah. Ditanamnya Kurma dan Zaitun ini agar bisa berbuah karena pihaknya memiliki teknologi yang bisa membedakan mana kurma jantan dan betina sejak usia tiga bulan.

Dengan teknologi ini juga, Bunga Kurma betina akan direkayasa agar dibuahi Kurma jantan, sehingga diyakini Kurma di Taman Al-Qur’an Olat Maras ini akan tumbuh dan berbuah.

Untuk kurma asli Arab berbuah saat usianya mencapai 5 sampai 10 tahun, tapi Kurma KL1 dari Thailand berbuah pada usia tiga tahun yang terbilang lebih cepat.

Sedangkan buah Tin sudah banyak tumbuh dan berbuah di Indonesia. Sementara Zaitun sama seperti Kurma.

“Ketika saya di Jepang, di sana Zaitun dijadikan tanaman hias di pot-pot pekarangan rumah dan berbuah lebat. Jadi ada teknologi khusus yang kami siapkan sebagaimana yang diterapkan di Jepang,” papar peraih penghargaan Nano Award dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Masyarakat Nanoteknologi Indonesia 2009.

Mengenai pemeliharaan tanaman ini, Dr. Arif mengakui sangat sederhana. Selain tidak perlu dipupuk, hamanya juga tidak terlalu banyak.

Hanya yang diperhatikan di awal penanaman adalah penyiraman agar akarnya tumbuh dan kuat. Di samping itu menjaganya agar tidak dimakan sapi dan hewan ternak lainnya.

Menurut Dr Arif, Kurma berumur sampai 100 tahun dan Zaitun bisa sampai 1000 tahun. Selain untuk edukasi, tiga tanaman (Kurma, Tin dan Zaitun) ini jika ditanam dalam jumlah banyak di NTB memiliki potensi ekonomi yang bagus.

“Terutama Kurma, yang banyak dicari saat Bulan Ramadhan. Buah Tin dan Zaitun juga memiliki potensi bagus, apalagi jika melihat segudang manfaatnya bagi kesehatan. Ini sudah terbukti, daun Zaitun pun bisa kelola menjadi teh, dan ini sudah dipraktekkan mahasiswa kami menjadi sebuah produk,” ujarnya.

Dr. H. Zulkieflimansyah menyatakan, Olat Maras ini menjadi symbol untuk mewujudkan segala sesuatu yang menurut orang mustahil. Di kaki bukit ini UTS dibangun di tengah rasa pesimis dan keraguan berbagai pihak.

Kini di kaki bukit ini juga dibangun Taman Al-Quran yang di dalamnya ditanami Kurma, Tin dan Zaitun. “Kita selalu meretas jalan baru sehingga nanti jika (taman Al-Qur’an) ini sukses dalam 2 tahun saja, saya kira akan ditiru oleh banyak orang di Pulau Sumbawa,” kata Doktor Zul.

Ia membayangkan bukit yang tadinya tandus dan gersang diisi  Kurma, Zaitun dan Tin. Selain dapat meresap air dan menghasilkan buah yang bagus, lokasi tersebut juga dapat menjadi wisata rohani bagi banyak orang sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita butuh orang seperti Pak Arif ini yang memberikan inspirasi bagi banyak orang yang menurut orang tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan. Ini langkah pertama untuk perjalanan panjang. Sebagaimana yang biasa kami dengungkan, bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dari langkah pertama. Dan kita menjadi saksi bahwa langkah pertama itu selalu dimulai dari sini (Olat Maras),” pungkasnya.

Me (*)




Dr Zul Guncang Kota Bima

Masyarakat Kota Bima yang ditemui langsung Dr. Zul di berbagai tempat, tidak mau lagi menyebut Dr. Zul sebagai Calon Gubernur

lombokjournal.com — KOTA BIMA :  Kota Bima kembali heboh dengan kedatangan Calon Gubernur NTB Nomor urut 3, Dr. H Zulkieflimansyah, Kamis (26/04).

Selama dua hari Kamis/Jumat  (26-27/04), Dosen terbang Universitas Harvard, Amerika, yang akrab disapa Dr.Zul ini, mampu mengunjungi  29 Kelurahan, 36 lingkungan, di lima kecamatan se-Kota Bima.

“Ini super dasyat, kami jamin tidak ada satu pun Calon Gubernur lain yang mampu melakukan hal serupa. Bayangkan, titik-titik kunjungan Dr. Zul bahkan merupakan titik terluar Kota Bima. Puncak Lelamase, Kebanta, Nungga, sampai Kelurahan Kolo di ujung utara. Itu semua dilakukan hanya dalam dua hari,” ujar Ketua Relawan Organisasi Pemuda Kreatif (OPK) Kota Bima, Arif Rahman, S. Sos, mengomentari kunjungan Dr Zul

Ketua Relawan Rumah Singgah Kota Bima, Gunawan, S. Sos mengaku terpukau dengan sosok Dr. Zul. Meski jadwal sangat padat, rute berat dan jauh, namun semuanya dijalani penuh semangat dan tak kenal lelah.

Hal itu membuat para relawan Dr. H. Zulkieflimansyah-Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, semakin bersemangat memperjuangkan kemenangan pasangan muda tersebut.

“Kami sebagai relawan menjadi terinspirasi oleh Dr. Zul, yang memaknai Pilkada sebagai ruang mengukuhkan silaturrahmi, serta menemukan sahabat-sahabat baru. Semangat itu juga menular pada masyarakat Kota Bima. Buktinya, di setiap titik pertemuan selalu dipadati ratusan warga,” jelas Gunawan

Sementara itu, Dr. Zul terlihat terus berorasi dan berdialog dengan semangat tinggi di titik yang dikunjunginya. Menurutnya, silaturrahmi tersebut adalah ruang untuk menularkan harapan-harapan bagi generasi muda dan masyarakat Kota Bima.

Dr Zul ingin melihat kondisi dan mendengar langsung aspirasi warga Kota Bima.

“Sehingga, ketika Allah mengamanahkan kepemimpinan NTB pada saya dan Ibu Rohmi. Kami bisa menetapkan dan menjalankan kebijakan yang benar-benar memenuhi harapan-harapan rakyat. Tidak lagi meraba-raba,” terang mantan Ketua Umum BEM Universitas Indonesia ini.

Langsung “Llntik” Dr. Zul  Jadi  Gubernur.

Uniknya, masyarakat Kota Bima yang ditemui langsung oleh Dr. Zul di berbagai tempat, tidak mau lagi menyebut Dr. Zul sebagai Calon Gubernur.

Hal itu, disampaikan setelah mendengar pemaparan visi-misi Calon Gubernur yang berpasangan dengan Dr. Sitti Rohmi Djalilah, kakak Kandung Gubernur NTB, TGB tersebut.

“Pak Dr. Zul, kami tidak mau panggil Bapak sebagai Calon Gubernur. Tapi langsung Bapak Gubernur saja. Karena track record dan kepribadian Bapak, sudah sangat jelas. Hanya Pak Dr. Zul yang pantas melanjutkan ikhtiar Pak TGB,” ujar tokoh Kota Bima, Ustadz dr. H. Irfan Zubaidy, yang disambut tepuk tangan riuh ratusan warga, yang memadati acara silaturrahmi di Kelurahan Nae Kota Bima.

Menurut Ustadz Aman Fusilat, Ketua Relawan Serikat Gemilang, hal itu wajar dilakukan oleh para tokoh dan masyarakat Kota Bima. Karena terpesona dengan sosok Dr. Zul yang cerdas, berjejaring luas, namun tetap bersahaja.

“Kami tidak kaget dengan banyaknya warga yang langsung menyebut Dr. Zul dengan sapaan Gubernur NTB. Karena warga Kota Bima sudah melihat sosok Dr. Zul yang luar biasa. Dr. Zul bahkan sering menghentikan mobil saat melihat warga di pinggir jalan yang sedang beraktivitas. Tanpa membedakan orang dari status sosial.  Semua diperlakukan dengan hormat dan bersahabat,” tandas Aman.

Me (*)