Monumen Bahari Kini Dimiliki NTB

Menunjukkan sebuah memorial upaya TNI angkatan laut bersama pemerintah daerah NTB dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia

MATARAM.lombokjournal.com — Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki monumen bahari dan dodokan yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, Minggu (06/05).

Peresmian monumen yang berlokasi di depan Stadion Malomba, Kota Mataram itu rangkaian kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018. Hadir juga saat itu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. Rosyadi H. Sayuti, M. Sc, Ph. D.

Monumen itu dibangun TNI sebagai ikon event berskala internasional Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) tahun 2018 sekaligus menunjukkan sebuah memorial upaya TNI angkatan laut bersama pemerintah daerah NTB dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, serta aktualisasi kemitraan maritim dengan berbagai negara di belahan dunia.

Peresmian Monumen Bahari yang terdiri dari bangunan tugu mercusuar setinggi 11,28 berbentuk segi lima bermahkota lumbung, rumah adat suku Sasak  mercusuar. Di sebelah barat monumen Bahari berdiri tank Amfibi PT-76 milik Marinir TNI AL yang merupakan produksi Uni Soviet Tahun 1954.

Kendaraan tempur milik TNI AL itu adalah bukti sejarahnya TNI dalam pelaksanaan operasi kampanye militer terbesar, yaitu Operasi Jayawijaya, yang digelar dalam rangka pembebasan Irian Barat.

Selain di Taman Malomba, di wilayah Lembar, Kabupaten Lombok Barat dibangun Monumen Dodokan 2018. Monumen Bahari Mataram dan Monumen Dodokan, diresmikan dengan penandatangan di atas batu plakat oleh KASAL, disaksikan oleh Sekda NTB dan Plt. Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, S.Sos., MH.

AYA




MNEK 2018 Dibuka Kasal TNI AL

Penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok ini merupakan ajang internasional digelar untuk ketiga kalinya oleh TNI AL. MNEK pertama dilaksanakan oleh TNI AL di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna pada tahun 2014, dan yang Kedua dilaksanakan di Padang serta Kepulauan Mentawai pada tahun 2016

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. resmi membuka Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, yang tahun ini diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggana Barat pada 4 sampai dengan 9 Mei 2018.

Latihan berskala Internasional yang digelar setiap dua tahun sekali oleh TNI AL.

Pada pelaksanaan MNEK tahun 2018 mengangkat tema ”Cooperation to Respons Disaster and Humanitarian Issues ” atau Kerjasama dalam Menanggulangi Bencana dan Masalah Kemanusiaan, dengan diikuti oieh Angkatan Laut dari 36 negara di dunia.

Diselenggarakannya kegiatan ini, khususnya bagi TNI AL, merupakan kegiatan panting dalam bentuk latihan non-perang dengan mengedepankan kerjasama maritim di kawasan regional, untuk mendapatkan dasar bangunan yang kuat, yaitu kepercayaan (trustworthy) antar negara dan antar Angkatan Laut.

Sehingga terjaln kesepahaman dan koordinasi yang baik diantara negara-negara peserta dalam kerjasama melaksanakan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pada rangkaian MNEK 2018 bukan saja latihan bersama, tapi juga diselenggarakan rangkaian kegiatan lainnya seperti Medical Civic Action Program (MEDCAP) dan Engineering Civic Action Program (ENCAP) yang dilaksanakan di dua sektor pelaksanaan yaitu di Lombok dan NusaPenida, Harbour dan Seaphase, City Parade, Maritime Exhibition, Culinary, Mataram Fun Run, City Tour dan Olahraga bersama.

Selain itu akan dilaksanakan juga Maritime EngagementActivity (MEA) yang akan menggelar tiga kegiatan utama yaitu Pertama transplantasi terumbu karang dengan penenggelaman Prasasti Komodo Exercise 2018 dan Kerangka Kapal sebagai Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Gili Trawangan, kedua Kemah Pesisir di pantai Krandangan yang diikuti 500 peserta dari Siswa pelajar dan Pramuka Saka Bahari, dan yang ketiga yaitu Joy Sailling dengan menggunakan KRl Makasar 590.

Penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok ini merupakan ajang internasional digelar untuk ketiga kalinya oleh TNI AL. MNEK pertama dilaksanakan oleh TNI AL di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna pada tahun 2014, dan yang Kedua dilaksanakan di Padang serta Kepulauan Mentawai pada tahun 2016.

Hadir pada pembukaan MNEK 2018 ini di antaranya Gubernur NTB DR. KH Zainul Majdi, Menkominfo Rudiantara, Duta Besar Eropa dan seluruh Kepala Staf Angkatan Laut peserta MNEK.

AYA




Pembukaan MNEK 2018 Diwarnai Atraksi Menegangkan

Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manuver

 

 

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Sejumlah atraksi menegangkan diperagakan pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia saat pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (05/05).

Aksi menegangkan sekaligus memukau seluruh delegasi MNEK dari 37 negara tersebut diawali dengan aksi terjun payung yang dilakukan 17 pasukan terbaik angkatan laut RI.

17 penerjun payung terlatih tersebut membawa sejumlah bendera, di antaranya Bendera Merah Putih, Bendera Angkatan Laut dan Bendera Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Usai atraksi terjun payung, Angkatan Laut kemudian memeragakan atraksi manufer 6 pesawat AL yang menegengkan sekaligus memukau siapa saja yang menyaksikan atraksi tersebut. Termasuk Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang hadir di acara itu.

Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manuver. Diawali dengan manufer leader benefit, enam pesawat tersebut disambut tepuk tangan meriah seluruh delegasi. Kemudian dilanjutkan dengan atraksi double Arrow element 2 dan right echelon break off serta boom burstv element two.

Seluruh peserta terlihat tegang ketika memasuki manuver head to head. Yaitu dua pesawat terbang saling berhadapan seakan akan terjadi tabrakan. Namun, atas kelihaian para pasukan AL menerbangkan pesawat tersebut, pesawat terbang melintas sempurna dan memukau penonton.

Aksi menegangkan pun belum berakhir di manusfer head to head. Para penonton kembali terpukau dan merasakan ketegangan ketika atraski memasuki manufer head to head element 2.

Satu pesawat terbang berhadapan dengan lima pesawat lainnya. Detik-detik ketika pasewat itu saling melintas, sungguh membuat siapapun merasa tegang. Seluruh peserta yang menyaksikan atraksi itu membayangkan akan terjadi tabrakan. Namun, keakuratan dan kecerdasan pasukan menerbangkan pesawat itu, membuat manuver tersebut berakhir sempurna.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana Ade Supandi menyampaikan selamat datang di NTB kepada seluruh delegasi. Yaitu daerah yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ia menjelaskan kegiatan MNEK 2018 ini diikuti sejumlah konsulat Jenderal dan delegasi dari 37 Negera yang dilengkapi pasukan angkatan lautnya.

“MNEK 2018 ini dilaksanakan dalam tiga tahap latihan yaitu, harbour  phase, sea phase dan civic mission,” jelasnya dalam bahasa Inggris.

Ia berharap seluruh tahapan latihan itu berlangsung sukses tanpa ada kendala  selama kegiatan itu berlangsung.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai juga dengan pemukulan gendang beleq dan penandatanganan prasasti MNEK 2018 oleh KASAL RI, Gubernur NTB, Menkominfo dan seluruh ketua delegasi yang hadir.

AYA




Polisi Tetapkan Sepuluh Tersangka Kasus Penyegelan Kantor Desa Sokong

Puluhan masa pendukung Kepala Desa Sokong terpilih Marianto, diduga melakukan penyegelan kantor desa setempat paska keputusan Pemda KLU

Akp I Kadek Metria

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sat Reskrim Polres Lombok Utara, akhirnya menetapkan sepuluh orang tersangka dalam kasua penyegelan kantor Desa Sokong, beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menetapkan 10 orang tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP I Kadek Metria, saat dikonfirmasi, Jumat (04/05).

Dikatakan Metria, selain diduga melakukan tindak pidana secara terang-terangan, para pelaku juga diduga melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sesaui pasal 170 Ayat (1).

“Kami sudah kirim hasil penyidikan Polres ke Kejaksaan, dengan SPDP no : SPDP / 24/IV/Res 1.10/2018/Reskrim. Tgl 26 April 2018,” bebernya.

Setelah SPDP dikirim ke kejaksaan, lanjut Metria, maka keluar penunjukan Jaksa, dan selanjutkan disusul dengan pengiriman berkas perkaranya.

Sebelumnya, puluhan masa pendukung Kepala Desa Sokong terpilih Marianto, diduga melakukan penyegelan kantor desa setempat paska keputusan Pemda KLU, yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan tidak kunjung melantik Kades terpilih.

DNU




Tiga Warga di Bayan Terima Bantuan “Jubah”

Program ‘Jubah’ seluruh pembiayaannya diluar APBD, disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kembali memberikan bantuan program Bedah Rumah (Jubah) kepada tiga warga kurang mampu di Kecamatan Bayan, Jumat (04/05).

Warga yang menerima bantuan di antaranya, Denda Ilatim, Dusun Teluk Desa Sukadana, Amaq Sumawati, Dusun Batu Jingkiran Desa Persiapan Andalan dan Amaq Satrilah, Dusun Semokan Desa Persiapan Batu Rakit.

Dalam sambutannya seusai peletakan batu pertama di Dusun Semokan, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengatakan, program “Jubah” merupakan program amal, yang pembiayaannya berasal dari para pengusaha, Badan Amil Zakat, PNS lingkup Pemda dan para dermawan.

“Saya tegaskan, rogram ‘Jubah’ ini seluruh pembiayaannya diluar APBD. Disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya. 

Program “Jubah”, sambung Bupati, diharapkan dapat dikerjakan secara gotong-royong bersama warga. 

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kades Desa Batu Rakit, Raden Sawinggih, menyampaikan terima kasih atas bantuan Jubah yang diberikan Bupati kepada warganya.

“Saya mewakili masyarakat mendukung 100 persen program ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pemda KLU,” cetusnya.

DNU




Tiga Warga di Bayan Terima Bantuan “Jubah”

Program ‘Jubah’ seluruh pembiayaannya diluar APBD, disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kembali memberikan bantuan program Bedah Rumah (Jubah) kepada tiga warga kurang mampu di Kecamatan Bayan, Jumat (04/05).

Warga yang menerima bantuan di antaranya, Denda Ilatim, Dusun Teluk Desa Sukadana, Amaq Sumawati, Dusun Batu Jingkiran Desa Persiapan Andalan dan Amaq Satrilah, Dusun Semokan Desa Persiapan Batu Rakit.

Dalam sambutannya seusai peletakan batu pertama di Dusun Semokan, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengatakan, program “Jubah” merupakan program amal, yang pembiayaannya berasal dari para pengusaha, Badan Amil Zakat, PNS lingkup Pemda dan para dermawan.

“Saya tegaskan, rogram ‘Jubah’ ini seluruh pembiayaannya diluar APBD. Disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Program “Jubah”, sambung Bupati, diharapkan dapat dikerjakan secara gotong-royong bersama warga.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kades Desa Batu Rakit, Raden Sawinggih, menyampaikan terima kasih atas bantuan Jubah yang diberikan Bupati kepada warganya.

“Saya mewakili masyarakat mendukung 100 persen program ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pemda KLU,” cetusnya.

DNU




TGB : Pesantren Benteng Pertahanan Bangsa

Dengan nilai yang mulia dan ilmu, maka pondok pesantren menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi bangsa dan umat

lombokjournal.com –

SERANG :  Pondok pesantren Modern Daar El Istiqomah Kota Serang bekerjasama dengan Organisasi Alumni Al Azhar Indonesia dan Internasional, Conference of Islamic Scholars mengadakan Kuliah Subuh bertema “Pesantren Benteng Pertahanan Umat” di Masjid Abu Hurairah komplek Ponpes Modern Daar El Istiqomah, Jum’at (04/05).

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi diundang untuk mengisi kuliah umum yang juga dihadiri Wali Kota Serang, H. Haerul Jaman.

Pimpinan Pondok drs. KH. Sulaeman Ma’ruf mengatakan, Gubernur NTB diundang untuk memotivasi para santri yang ada di Daar El Istiqomah.

“Beliau adalah contoh dari Umara yang juga Ulama. Kami undang untuk memberikan semangat pada anak-anak santri kami,” jelas Sulaeman.

Pada tausiyahnya di hadapan para santri, gubernur pesantren pesantren sebagai tempat anak bangsa dididik dengan nilai-nilai yang mulia serta ilmu yang mumpuni.

Dengan nilai yang mulia dan ilmu tersebut, maka pondok pesantren menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi bangsa dan umat. Apalagi jumlah Pesantren di Indonesia itu mencapai puluhan ribu. Sehingga, ada sekian juta anak bangsa menuntut ilmu di pesantren, tapi sedikit sekali yang tawuran.

“Karena di pondok pesantren itu ditanamkan nilai. Sehingga kontestasi, persaingan hanya dilakukan untuk kebaikan. Fasthabiqul khairat,” jelas gubernur yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) itu.

Menurut TGB, Zaman sekarang ini disebut sebagai jaman yang cepat berubah. Menurut para ahli,  menghadapi zaman yang cepat berubah ini dibutuhkan sikap resiliensi atau daya tahan yang tinggi. Hal ini diajarkan di pesantren.

“Para santri di ponpes diajarkan kesederhanaan dan keistiqomahan. Sumber daya insani di pesantren adalah mereka yang siap dalam keadaan apapun. Diajak susah siap. Apalagi diajak senang,” jelasTGB.

Karena itu, TGB mengajak seluruh keluarga pondok pesantren untuk bersyukur karena telah menjadi bagian pesantren. Bangsa ini bisa berdiri tegak juga berkat kesungguhan dan kegigihan para ulama dan santri memperjuangkan kemerdekaan itu.

“Wajib bagi para santri untuk meneladani perjuangan para ulama terdahulu dengan terus menjaga dan mempertahankan bangsa ini,” teegasnya.

Me (*).

 

 




Zul-Rohmi Dipastikan Menang Di Sumbawa Selatan

Di Kecamatan Ropang, kehadiran Doktor Zul memang sudah lama dinanti. Selama ini masyarakat hanya melihat fotonya di spanduk, kalender, dan stiker

lombokjournal.com —

SUMBAWA SELATAN :  Tiga kecamatan yakni Lantung, Ropang, dan Unter Iwes di Sumbawa Selatan, masyarakatnya memastikan pasangan Zul-Rohmi menang mutlak pada Pemilihan Gubernur NTB 2018-2023.

Masyarakat di kawasan lingkar tambang ini bahagia dan bangga dikunjungi Doktor Zul, pada Senin-Selasa (30 April-01 Mei 2018). Dalam kunjungannya, Doktor Zul memilih menginap di rumah warga Kecamatan Ropang.

Dua hari penuh, Doktor menyapa masyarakat di tiga kecamatan tersebut.

Syamsudin, salah satu tokoh sekaligus ketua Zul-Rohmi Kecamatan Lantung menegaskan,  siap memperjuangkan Zul-Rohmi di Kecamatan Lantung. Lantung sebagai salah satu daerah wisata di Sumbawa berharap mendapat perhatian khusus ketika Zul-Rohmi memimpin NTB.

Pasangan Zul-Rohmi diniai punya terobosan yang bagus dalam pengembangan pariwisata. Menurutnya, program satu miliar bagi desa wisata potensial dan 100 juta bagi BUMDes potensial itu sangat pas buat Lantung yang sedang bersolek dalam bidang pariwisata.

“Insya Allah, suatu rasa bangga kita dikunjungi calon gubernur kita, baru kali ini ada calon gubernur yang berkunjung ke sini, ke kampung wisata Lantung. Rejeki kita semua, harapan kita semua di Lantung ini untuk lebih baik. Nanti 27 Juni ingat tusuk nomor 3. Kami di Lantung, siap menenangkan nomor tiga. Bukan hanya menang, tapi harus menang mutlak,” tegas Syamsudin.

Sedangkan di Kecamatan Ropang, kehadiran Doktor Zul memang sudah lama dinanti. Selama ini masyarakat hanya melihat fotonya di spanduk, kalender, dan stiker. Masyarakat sangat merindukan kehadiran Doktor Zul. “Alhamdulillah, hari ini beliau ada di tengah-tengah kita, nginap bersama kita”. Ungkap Asrarudin, Tokoh sekaligus Ketua Zul-Rohmi Kecamatan Ropang.

Menurut Asrarudin, Khusus untuk nomor 3 banyak perbedaan dengan paket lain. Paket Zul-Rohmi langsung datang menemui masyarakat. Doktor Zul sendiri selama ini diketahui masyarakat sebagai figur hebat, menjadi anggota DPR RI mewakili kampung orang.

Pernah mencalonkan diri menjadi calon gubernur di kampung orang. Hampir kalah yang punya kampung.

“Apalagi di kampungnya sendiri. Apalagi datang temui kita, saya tidak percaya kalau kita tidak menang. Kita pasti menang besar. Saya Ketua Zul-Rohmi Ropang mewakili masyarakat di sini. Tepat sudah yang kita pilih ini. Tidak salah kita dukung, yang diawali oleh TGB. Kalau tidak orang yang luar biasa, tidak mungkin dipilih oleh TGB,” ungkap Syamsudin.

Senada dengan apa yang disampaikan Asrarudin, tokoh Kecamatan Unter Iwes, Hasanuddin juga yakin Zul-Rohmi akan menang telak di kecamatannya. Itu setelah ia  melihat antusiasme warga Unter Iwes menyambut kedatangan Doktor Zul.

Di Desa Boak Unter Iwes, Doktor Zul blusukan keliling kampung diiringi kesenian ratib rabana.

“Masyarakat di sini sudah tidak asing dengan Doktor Zul. Beliau bangun UTS mahasiswanya dari seluruh Indonesia bahkan ada mahasiswa asing. Perhatian Doktor bukan hanya terhadap Sumbawa dan NTB tapi juga untuk seluruh Indonesia bahkan ada mahasiswanya dari Thailand dan juga luar negeri. Jadi, Doktor ini ppwajib kita menangkan,” ujar Hasanuddin.

Menutup kunjungannya di Kecamatan Unter Iwes, Doktor Zul menyampaikan,  kedatangannya ke Lantung, Ropang, dan Unter Iwes untuk memastikan bahwa jangan sampai Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Menang di Lombok Utara, Menang di Lombok Barat, Menang di Dompu, Bima, dan Kota Bima, tapi kalah di Unter Iwes. Zul-Rohmi harus menang di Unter Iwes, Ropang dan Lantung bukan sekedar menang tapi harus menang mutlak.

“Allah sudah mengatur lewat invisible hand, kita satu-satunya calon gubernur dari Pulau Sumbawa. Kalau diibaratkan perlombaan, calon gubernur NTB sama-sama kuat. Dan yang menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur kalkulasinya sederhana, dan penentunya adalah suara dari Pulau Sumbawa. Suhaili-Amin akan menang kalau Amin lebih besar suaranya dari Doktor Rohmi di Pulau Lombok. Ahyar-Mori juga akan menang kalau suara Mori lebih besar dari suara Doktor Rohmi. Begutu juga seterusnya. Pengalaman politik saya, kita cermat mengukur, insya Allah suara Sitti Rohmi di Pulau Lombok akan mendominasi dan kita akan menang besar juga di Pulau Sumbawa,” tutupnya.

Mee (*)




Zul-Rohmi Dipastikan Menang Di Sumbawa Selatan

Di Kecamatan Ropang, kehadiran Doktor Zul memang sudah lama dinanti. Selama ini masyarakat hanya melihat fotonya di spanduk, kalender, dan stiker

lombokjournal.com —

SUMBAWA SELATAN :  Tiga kecamatan yakni Lantung, Ropang, dan Unter Iwes di Sumbawa Selatan, masyarakatnya memastikan pasangan Zul-Rohmi menang mutlak pada Pemilihan Gubernur NTB 2018-2023.

Masyarakat di kawasan lingkar tambang ini bahagia dan bangga dikunjungi Doktor Zul, pada Senin-Selasa (30 April-01 Mei 2018). Dalam kunjungannya, Doktor Zul memilih menginap di rumah warga Kecamatan Ropang.

Dua hari penuh, Doktor menyapa masyarakat di tiga kecamatan tersebut.

Syamsudin, salah satu tokoh sekaligus ketua Zul-Rohmi Kecamatan Lantung menegaskan,  siap memperjuangkan Zul-Rohmi di Kecamatan Lantung. Lantung sebagai salah satu daerah wisata di Sumbawa berharap mendapat perhatian khusus ketika Zul-Rohmi memimpin NTB.

Pasangan Zul-Rohmi diniai punya terobosan yang bagus dalam pengembangan pariwisata. Menurutnya, program satu miliar bagi desa wisata potensial dan 100 juta bagi BUMDes potensial itu sangat pas buat Lantung yang sedang bersolek dalam bidang pariwisata.

“Insya Allah, suatu rasa bangga kita dikunjungi calon gubernur kita, baru kali ini ada calon gubernur yang berkunjung ke sini, ke kampung wisata Lantung. Rejeki kita semua, harapan kita semua di Lantung ini untuk lebih baik. Nanti 27 Juni ingat tusuk nomor 3. Kami di Lantung, siap menenangkan nomor tiga. Bukan hanya menang, tapi harus menang mutlak,” tegas Syamsudin.

Sedangkan di Kecamatan Ropang, kehadiran Doktor Zul memang sudah lama dinanti. Selama ini masyarakat hanya melihat fotonya di spanduk, kalender, dan stiker. Masyarakat sangat merindukan kehadiran Doktor Zul. “Alhamdulillah, hari ini beliau ada di tengah-tengah kita, nginap bersama kita”. Ungkap Asrarudin, Tokoh sekaligus Ketua Zul-Rohmi Kecamatan Ropang.

Menurut Asrarudin, Khusus untuk nomor 3 banyak perbedaan dengan paket lain. Paket Zul-Rohmi langsung datang menemui masyarakat. Doktor Zul sendiri selama ini diketahui masyarakat sebagai figur hebat, menjadi anggota DPR RI mewakili kampung orang.

Pernah mencalonkan diri menjadi calon gubernur di kampung orang. Hampir kalah yang punya kampung.

“Apalagi di kampungnya sendiri. Apalagi datang temui kita, saya tidak percaya kalau kita tidak menang. Kita pasti menang besar. Saya Ketua Zul-Rohmi Ropang mewakili masyarakat di sini. Tepat sudah yang kita pilih ini. Tidak salah kita dukung, yang diawali oleh TGB. Kalau tidak orang yang luar biasa, tidak mungkin dipilih oleh TGB,” ungkap Syamsudin.

Senada dengan apa yang disampaikan Asrarudin, tokoh Kecamatan Unter Iwes, Hasanuddin juga yakin Zul-Rohmi akan menang telak di kecamatannya. Itu setelah ia  melihat antusiasme warga Unter Iwes menyambut kedatangan Doktor Zul.

Di Desa Boak Unter Iwes, Doktor Zul blusukan keliling kampung diiringi kesenian ratib rabana.

“Masyarakat di sini sudah tidak asing dengan Doktor Zul. Beliau bangun UTS mahasiswanya dari seluruh Indonesia bahkan ada mahasiswa asing. Perhatian Doktor bukan hanya terhadap Sumbawa dan NTB tapi juga untuk seluruh Indonesia bahkan ada mahasiswanya dari Thailand dan juga luar negeri. Jadi, Doktor ini ppwajib kita menangkan,” ujar Hasanuddin.

Menutup kunjungannya di Kecamatan Unter Iwes, Doktor Zul menyampaikan,  kedatangannya ke Lantung, Ropang, dan Unter Iwes untuk memastikan bahwa jangan sampai Zul-Rohmi menang di Lombok Timur, Menang di Lombok Utara, Menang di Lombok Barat, Menang di Dompu, Bima, dan Kota Bima, tapi kalah di Unter Iwes. Zul-Rohmi harus menang di Unter Iwes, Ropang dan Lantung bukan sekedar menang tapi harus menang mutlak.

“Allah sudah mengatur lewat invisible hand, kita satu-satunya calon gubernur dari Pulau Sumbawa. Kalau diibaratkan perlombaan, calon gubernur NTB sama-sama kuat. Dan yang menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur kalkulasinya sederhana, dan penentunya adalah suara dari Pulau Sumbawa. Suhaili-Amin akan menang kalau Amin lebih besar suaranya dari Doktor Rohmi di Pulau Lombok. Ahyar-Mori juga akan menang kalau suara Mori lebih besar dari suara Doktor Rohmi. Begutu juga seterusnya. Pengalaman politik saya, kita cermat mengukur, insya Allah suara Sitti Rohmi di Pulau Lombok akan mendominasi dan kita akan menang besar juga di Pulau Sumbawa,” tutupnya.

Mei (*)




Mesin Parpol belum bergerak secara optimal dalam Pemilu kada NTB

Paslon membuat memo  dan catatan terkait Paslon yg didukungnya  terkesan tidak memahami maksud kewajiban politik  parpol pengusungnya

Bambang Mei Finarwanto, SH

 lombokjournal.com —

JAKARTA ;   Mesin parpol semua Paslon  Pilgub NTB masih belum optimal bergerak secara on the track dalam pemilu kada di NTB. Diduga  terkait dengan  realitas konfigurasi politik Pilkada di NTB yang tidak linier.

Akibatnya  mesin politik parpol secara taktis belum maksimal melakukan penetrasi dibasis pemilihnya.

Dengan konfigurasi politik yang tidak paralel antara Pilgub NTB dan Pilbup,   langgam gerak mesin parpol tersendat. Kalaupun ada gerakan terkesan simbolik  politik yang diragukan efektifitasnya dalam meraih simpati pemilih loyalnya

Faktor lain yang menghambat mesin partai belum berakselerasi bisa jadi karena lemahnya dukungan resources untuk menggerakkan mesin partai.

Bahkan Konon ada  parpol besar pengusung salah satu Paslon membuat memo  dan catatan terkait Paslon yg didukungnya  terkesan tidak memahami maksud kewajiban politik  parpol pengusungnya.

Demikian siaran pers  progres report dan analisis politik  Mi6 terkait konfigurasi politik Pemilukada serentak NTB yang disampaikan ke media, Jumat (05/05).

Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH  stagnannya mesin partai ini hampir merata dialami oleh Paslon yg didukung Parpol . Paslon cenderung lebih banyak mengandalkan gerakan individual ataupun bersama tim relawannya,  seperti halnya yang  dilakukan Zul Rohmi maupun Paslon Lain.  Kecendrungan solo run para Paslon ini karena dinilai  lebih efektif dan lebih efisien.

“Pilgub NTB kali ini terkesan tidak semeriah dibanding Pilkada sebelumnya karena kemampuan resources  para Paslon hampir sama dan hemat ,” ungkap Didu panggilan karib direktur Mi6.

Kata Didu dengan melihat  sejumlah release  hasil survey  lembaga yg sudah dipublikasi dimana  elektabilitas para Paslon Pilgub maupun Pilbup  rata-rata seimbang karena  dibawah margin error dan swing votter masih tinggi  ” Akibatnya semua Paslon yang bertarung dalam Pilgub NTB sejatinya  memiliki peluang yang sama untuk menang,” tambahnya .

Kurang Gairah

Sementara itu lanjut Didu,  ada fenomena anomali dalam Pilkada serentak NTB kali ini adalah ditengarai minimnya keterlibatan para  donatur politik. Biasanya mereka turut berdonasi untuk Paslon yang didukungnya  dengan berbagai motivasi dan kepentingan yang baik .

“Kondisi ini membuat logistik politik para Paslon relatif berimbang,” sambungnya .

Akibatnya, para Paslon akan selektif dan hemat dalam mengintertain para relawan dan konstituennya agar lebih terarah dan produktif.

“Konsekwensinya tidak ada lagi jor joran  untuk  membiayai aktifitas bersama konstituennya ,” kata Didu.

Didu menambahkan, tak heran jika mesin parpol masih belum bergerak secara simultan  dalam mengagregasi pemilih loyalnya.

“Disinilah dilema politik dan psikologis yang dialami para Paslon dalam menggerakkan mesin parpolnya,” ujarnya .

Pertaruhan Gengsi dan Prestise Politik Parpol

Dengan sisa waktu kurang dari 50 hari lagi menuju 27 Juni 2018 harusnya mesin parpol mulai digerakkan dengan berbagai konsekwensi nya.

“Ini untuk menjaga Marwah para Paslon juga parpol pengusungnya ,” tegas Direktur Mi6 .

Sebagai catatan kaki  lanjut Didu, Pilgub NTB ini akan menjadi pertaruhan gengsi politik sekaligus spirit  bagi Parpol pengusung karena ada calon independen yang ikut konstestasi.

“Suka tidak suka, setuju tidak setuju ,di Pilgub NTB inilah prestise dan gengsi politik parpol dipertaruhkan,” katanya.

Di atas kertas,  jika mesin partai digerakkan secara Masiv dan benar , maka pemenang Pilgub NTB adalah Paslon yang didukung Parpol. Karena setiap parpol cenderung memiliki  karakteristik pemilih yang setia dan loyal.

“Buktinya tingkat partisipasi rakyat di NTB dalam setiap Pilkada cenderung meningkat secara signifikan,” imbuh Didu .

Pilgub NTB jelas Didu menjadi ajang pertarungan suddent dead bagi parpol melawan calon independen.

“Jika Paslon yg diusung parpol bertekuk lutut dengan calon independen , maka akan berdampak  bagi kredibilitas dan citra parpol di NTB itu sendiri ,” pungkasnya. #

Me