TGB Ajak Rakyat Dukung Zul-Rohmi

Ikhtiyar untuk kemenangan Zul-Rohmi merupakan bagian untuk melanjutkan pembangunan NTB

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH :  Ketua Majelis Daerah DPD Partai Demokrat NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi, M.A mengingatkan masyarakat, untuk memilih pasangan nomor urut 3 Zul-Rohmi pada Pilgub NTB 2018.

Hal itu disampaikan . M Zainul Majdi, M.A yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dalam orasi politiknya di Lombok Tengah, Sabtu (12/5).

TGB Zainul Majdi atau TGB yang juga Gubernur NTB itu optimistis, rakyat NTB terutama di Lombok Tengah konsisten memenangkan pasangan Zul-Rohmi.

Menurutnya, selama kepemimpinannya di NTB banyak hal yang dilakukan untuk kemajuan Lombok Tengah. Salah satunya pendirian kampus IPDN di Lombok Tengah.

“Kami sangat memperhatikan masyarakat Lombok Tengah baik pembangunan IPDN, maupun pengembangan ekonomi kemasyarakatan,” ujar TGB.H.M Zainul Majdi, M.A di hadapan ribuan pendukung Zul-Rohmi.

Zainul Majdi yang kini disebut-sebut melenggang hingga level nasional itu mengimbau masyarakat untuk menyebar luaskan Zul-Rohmi untuk dipilih pada 27 Juni 2018.

Menurutnya, meski sudah berbuat banyak untuk Lombok Tengah dan NTB umumnya, tapi tentu ada kekurangan yang akan dituntaskan dengan baik.

Baginya, ikhtiyar untuk kemenangan Zul-Rohmi merupakan bagian untuk melanjutkan pembangunan NTB. Dia menilai kehadiran Zul-Rohmi bukan dengan semangat kebencian.

“Maka itu, tebarkanlah kebaikan dengan niat yang baik. Baik yang berjilbab maupun tidak berjilbab, sampaikan kepada semeton jari untuk memilih Zul-Rohmi,” paparnya.

Selain itu, TGB mengimbau pendukung Zul-Rohmi tidak merendahkan calon lainnya. Menurutnya, semua calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB yang maju pada Pilgub NTB merupakan putra terbaik NTB.

“Jangan merendahkan calon lainnya. Setiap perjuangan itu tidak mudah dan butuh konsistensi. Sampaikan yang baik-baik dengan penuh optimisme. Setiap yang kita sebut dan sampaikan itu adalah Do’a,” ungkapnya.

Kampanye dialogis itu dihadiri langsung pasangan Dr.H.Zulkieflimansyah dan Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalilah. Sejumlah politisi di antaranya Ketua DPRD NTB TGH.Mahally Fikri,Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Zainul Aidi, Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Tengah, Ahmad Ziadi, Ketua DPD PKS Lombok Tengah Abdul Kadir, dan Sekretaris Bidang Pembidanaan Dakwah Pulau Lombok DPW PKS NTB Suparman.

Me (*)




Relawan Zul-Rohmi, Gelar Nonton Bareng Debat Pilgub NTB

32 sekretariat Relawan Zul-Rohmi akan menggelar Nonton Bareng siarang langsung Debat Terbuka Pilgub NTB yamg akan disiarkan langsung di TV One dan televisi lokal di NTB

lombokjournal.com –

KOTA BIMA :  32 Gerbang Relawan Calon Gubernur/Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menggelar acara nonton bareng Debat Pilgub NTB di 50 titik.

Sesuai jadwal debat akan dilaksanakan, Sabtu (12/5) malam, sekitar pukul 17.30 Wita. Debat terbuka pertama ini akan disiarkan oleh TV One dan juga televisi lokal di NTB.

Devisi Humas Korda Relawan Zul-Rohmi, Imanudin SPd menjelaskan, acara Nonton Bareng debat Pilgub NTB akan dilaksanakan paling sedikit di 50 titik. Baik di 32 sekretariat relawan dan posko relawan di Kota dan Kabupaten Bima.

Paslon Pilgub NTB 2018, Zul-Rohmi, adalah pasangan yang memiliki komitmen kuat mewujudkan pemilih cerdas melalui penguatan visi-misi atau program yang jelas sesuai kebutuhan masyarakat. Selain di wilayah Pulau Lombok, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumawa Barat, selama masa kampanye Dr Zul sangat aktif mengelilingi desa-desa.

Sementara itu,  Divisi Kesekretariatan Korda Relawan Zul-Rohmi Bima, Muhammad Alifudin,  SPd menyebutkan, 32 sekretariat yang akan menggelar Nonton Bareng siarang langsung Debat Terbuka Pilgub NTB di TV One.

Masing-masing 32 kesekkretariatan tersebut, yaitu Langgudu Gemilang, Bolo Bersatu Gemilang, La Hila Donggo Gemilang, Lambitu Bersatu Gemilang, Paradise Gemilang Parado, Serikat Gemilang Kabupaten Bima, Serikat Gemilang Kota Bima, Rumah Bersama Pemuda Kreatif, Monta Gemilang, Kae Mpa’a Sama Doktor, Kobi Bersatu Gemilang, D’ Doktor Wera Gemilang, Rumah Singgah Kabupaten Bima, Rumah Singgah Kota Bima, Kae Gemilang Bersatu (KGB), Organisasi Pemuda Kreatif (OPK) Kota Bima, Jilbab Hijau, Belo Gemilang, Ncuhi Roka Gemilang, Salaja Mpungga Gemilang Lambu, Tambora Bersatu Gemilang, Nelayan Gemilang Langgudu, Sape-Lambu (Salam) Gemilang, PPPD-NTB Sape, Adil Gemilang, Gempa Gemilang, Santun Zul Rohmi, Gampang Gemilang, Zul-Rohmi Kec. Woha, Peri Donggo Gemilang, Soromandi Gemilang (DILAN), Sanggar Bersatu Gemilang.Selain itu, infonya, ada juga Nobar dari teman PKS,  Partai Demokrat, dan Ormas NW, Pemuda NW,  Ikatan Sarjana NW, dan lainnya.

Selain upaya menyebarluaskan visi-misi Paslon yang diusung, Nonton Bareng yang digelar Gerbang Relawan Zul-Rohmi di  Bima  juga untuk mempertegas kekompakan tim. Agar bersama mencapai kemenangan mewujudkan NTB Gemilang.

Me (*)




DPD KNPI NTB Dorong Pemuda NTB Menjadi Agen Perubahan Sejati

KNPI NTB fokus lakukan konsolidasi dan pembinaan kepemudaan sehingga benar-benar di rasakan keberadaanya oleh Masyarakat

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT :   DPD KNPI NTB di bawah Komando Ketua, Lalu Wire Kencana dan Sekretaris, Lalu Athari Fathullah mendorong para  pemuda NTB menjadi agen perubahan yang sejati dalam berbagai bidang.

Jadi diri Pemuda NTB yang maju dan kreatif akan menjadi citra baik memajukan daerah ini. Untuk itu DPD KNPI NTB akan tetap menggelorakan semangat kemandirian dan inovatif bagi semua kalangan, khususnya kaum  pemuda agar tetap  eksis dalam menjalankan amanah organisasi kepemudaan.

Hal itu disam[paikan Ketua DPD  KNPI NTB , Lalu Wira Kencana  melalui siaran pers yang disampaikan kemedia, Jumat (05/11) sore, terkait  pelantikan pengurus Kecamatan KNPI  se Kabaputen Lombok Barat di Gedung Utama Kantor Bupati Lombok Barat.

Lalu Wire kencana menjelaskan, kondisi pemuda hari ini jangan terpengaruhi dengan kondisi Organisasi yang sedang dalam kondisi tidak Normal,  tapi tetap semangat berkomitmen sebagai pemuda.

“Meskipun DPD I KNPI NTB selama ini tidak mendapat suport sama sekali dari pemerintah propinsi bukan lantas membuat kita berkecil hati,” ujarnya

Wire Kencane bertekad menunjukkan,  siapa sesungguhnya yang benar-benar memiliki komitmen membangun pemuda. “Karena KNPI sebagai wadah yang menaungi dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda haruslah tetap eksis,” lanjut Wire Kencana yang didampingi Sekretaris KNPI NTB, Lalu Athar Fadlulah .

Lebih Jauh Wire menegaskan,  kondisi KNPI hari ini memang jauh berbeda dengan sebelumnya,  gejolak Internal di DPP sedikit mempengaruhi,  tapi biarkan mereka yang di luar sana mencari jati dirinya dengan mengkaui dia yang benar.

“Kita fokus pada konsolidasi dan pembinaan kepemudaan sehingga KNPI NTB  ini benar – benar di rasakan keberadaanya oleh Masyarakat,” sambungnya sembari menambahkan, meskipun secara Undang-undang pemuda memiliki hak soal anggaran. KNPI sejatinya tetap menjadi Mitra pemerintah  yang kritis dalam pembangunan di daerah.

Sementara itu dalam pelantikan Pengurus Kecamatan Se-Kabupaten Lombok Barat hadir Pjs. Bupati Lombok Barat H.Lalu Saswadi,  MM yang  menyampaikan pesan,  sebaik-baik pemuda adalah yang mampu bermanfaat untuk orang lain.

Diharapkan,  jangan sampai pemuda habis waktu untuk berdebat soal ligitimasi meskipun legitimasi itu penting, namun ketika menyakini yang benar maka berbuatlah untuk kemashlatan orang banyak.

“Sehingga dengan tersendirinya legitimasi itu akan muncul dari orang banyak,” tambahnya

Ketua DPD KNPI Lombok Barat, Bung Zain Darmat menyampaikan,  komitmennya untuk terus berjuang dan berkarya untuk membangun dan membina pemuda di Lombok Barat.

“KNPI di Lombok Barat sudah banyak melakukan kegiatan sejak dilantik hingga hari ini,” tandasnya.#

Me (*)




Mundur Dari Tim 10 Percepatan Pembangunan Pariwisata, Taufan Rahmadi Pilih Karir Politik

Dorongan dari berbagai pihak di Industri Pariwisata, akhirnya membulatkan tekad Taufan Rahmadi untuk ikut dalam pemilihan legislatif 2019 Dapil Lombok dari Fraksi Gerindra

MATARAM.lombokjournal.com — Anggota Tim 10 Percepatan pembangunan Destinasi Pariwisata Prioritas Taufan Rahmadi, mengundurkan diri dari jabatan yang telah diamanatkan Kementerian Pariwisata sejak 2016 yang lalu.

Taufan mengundurkan diri karena ingin meniti karir di dunia politik sebagai calon anggota legislatif 2019.

“Saya baru saja mengambil keputusan yang sangat berat. Keputusan yang saya tahu dapat mempengaruhi banyak orang. Ya, saya telah memutuskan untuk mundur dari posisi saya di Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian RI, ” katanya di Mataram, Kamis (10/05).

Ia lebih memilih mundur dari Anggota Tim Percepatan untuk menghindaru anggapan politik dengan memanfaatkan jabatan, agar bisa memuluskan dirinya untuk maju di Pileg 2019 mendatang.

“Saya benar-benar tidak ingin anggapan tersebut muncul, sehingga sejak bulan April saya sudah mengirimkan secara informal pemberitahuan kepada Ketua Tim 10 bapak Hiramsyah S. Thaib, tentang rencana saya mundur dari Tim,” jelasnya.

Mengambil jalur politik, lanjut mantan Ketua BPPD NTB ini, sebenarnya tidak ada dalam rencananya. Karena dirinya tidak memiliki pengalaman di dunia Politik ataupun pernah menjadi kader partai.

Namun karena dorongan dari berbagai pihak di Industri Pariwisata, akhirnya iapun membulatkan tekad untuk mencoba ikut dalam pemilihan legislatif 2019 dapil Lombok dari Fraksi Gerindra.

“Teman-teman pariwisata yang selama ini mengenal saya, dan mengetahui kinerja saya, semata-mata menginginkan saya untuk suarakan aspirasi mereka tentang pariwisata di tingkat yang lebih tinggi. Faktanya, NTB yang merupakan daerah yang hidup dari sektor pariwisata, tidak memiliki wakil di DPR RI yang secara khusus menyuarakan pariwisata,” tuturnya.

Selama ini dirinya banyak mengunjungi pelosok-pelosok di NTB, bertemu dan berdiskusi tentang pariwisata dengan pemuda-pemuda desa, mengajak para pemuda tersebut untuk proaktif membangun pariwisata desanya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, mereka-mereka yang banyak bercerita kepadanya tentang bagaimana mereka menghadapi ‘tembok’ yang menghalangi mereka memaksimalkan potensi pariwisata di daerahnya.

Taufan sering berdiskusi serta mendengarkan aspirasi mereka, membuat dirinya  tersentuh dan sadar, yang ia lakukan selama ini di pariwisata belum seberapa jika dibandingkan kebutuhan dan harapan mereka akan majunya pariwisata di desa-desa mereka.

Mendengarkan suara harapan mereka agar pariwisata bisa berdampak lebih besar pada kesejahteraan masyarakat di desanya, benar-benar menyentuhnya, sehingga membuatnya bulatkan tekad bahwa saya harus melakukan jauh lebih besar dari ini.

“Aspirasi pariwisata mereka harus disuarakan di tingkat yang lebih tinggi. Alasan-alasan inilah yang membuat saya pada akhirnya memutuskan untuk maju di dunia politik, melalui jalur pencalonan Bakal Calon Anggota Legislatif DPR RI 2019,” tegas Taufan.

AYA




Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2016 Turun 2 Point

Pembangunan bidang politik tidak mendapat prioritas,terutama jika dibandingkan bidang kesejahteraan masyarakat atau infrastruktur

MATARAM.lombokjournal.com — Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2016 mengalami penurunan sekitar 2 point dari IDI tahun 2015.

Tahun 2016, IDI mencapai 70,09 point, sedangkan IDI tahun 2015 72,82 point. Begitu juga dengan nilai IDI di 15 provinsi mengalami penurunan, sedangkan provinsi NTB terjadi peningkatan kualitas sebesar 0,33 point.

Penurunan IDI provinsi terbesar terjadi di provinsi DKI Jakarta sebesar 14,47 point dan provinsi Sumatera Barat sebesar 13,05 point.

Menurut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, M.Sairi Hasbullah, point penting dari IDI 2015-2016 yaitu dengan IDI 2016 yang turun menjadi 70,09, artinya semakin menjauh dari target RPJMN 2019 yang sebesar 75,00 point.

“Lalu ketiga aspek berkontribusi dalam penurunan IIDI,namun lembaga demokrasi mengalami penurunan sebesar 4,82 poin,”ucapnya dalam Workshop Fasilitator FGD dalam rangka penyusunan IDI,Kamis (10/5) pagi di Mataram.

Karena itu, dengan penurunan IDI 2016 tersebut terdapat beberapa provinsi yang indeksnya naik atau turun dengan ekstrims.

“Harus bisa dipastikan apakah sesuai realitas atau karena adanya persoalan pengumpulan data pads IDI 2015-2016,”ungkapnya.

Sementara itu, IDI sebagai pembangunan politik,IDI tercantum dalam RPJMN, namun tidak terkoreksi dengan RPJMD seluruh provinsi, sehingga pembangunan politik seakan hanya tanggungjawab pusat.

Selain itu juga implikasinya pembangunan politik bersifat top down dan daerah kurang memberi respon, target IDI 75.00 point pada tahun 2019 mungkin tercapai dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah.

Lalu pembangunan bidang politik tidak mendapat prioritas,terutama jika dibandingkan bidang kesejahteraan masyarakat atau infrastruktur.

Bahkan, tambahnya, konsep IDI dianggap terlaku liberal, sehingga belum sepenuhnya diterima oleh stakeholder di provinsi.

Sementara itu  peran dari Kabid Sosial dalan pembangunan politik yaitu menjadi leading actor dalan pengumpulan data indeks demokrasi yang akurat dan indepemden,aktif melakukan diseminasi dan sosialisasi IDI di masing masing provinsi.

Selain itu berperan aktif dalam Pokja IDI baik dalan proses pengumpulan data maupun utilisasi data IDI bersama pemda dan instansi terkait lalu mrlajukan berbagai kajian tentang hubungan IDI dengan berbagai indikator lain yang dihasilkan BPS terutama yang terkait dengan kesejahteraan.

Workshop Fasilitator FGD dalam rangka penyusunan IDI yang digelar di Mataram NTB akan berlangsung selama dua hari diikuti oleh Kepala bidang statistik BPS seluruh indonesia dengan menghadirkan pembicara dari BPS Pusat, Dewan Pakar IDI, Prof Maswadi Rauf (peneliti LIPI) dandiwaliki oleh Kemenko Polhukam diwakili oleh Asisten Deputi Bidang Koordinator Demokrasi dan Ormas, Widiyanto Poesoko.

AYA




Dr Zul Manusia Biasa Tapi Mengerti Maksud Rakyat

Siapa pun yang memimpin NTB, harus mengerti gambaran besar NTB itu seperti apa. Hanya yang mengertilah, yang bisa membuat NTB berlari lebih kencang

lombokjournal.com —

KABUPATEN BIMA :  Calon Gubernur nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali menyapa masyarakat Kabupaten Bima. Perjalanannya kali ini dimulai dari Kecamatan Woha, hari Senin, (07/05).

Selama 3 hari Ia bercengkrama dengan masyarakat Bima, mengunjungi 6 kecamatan yakni Woha, Belo, Pali Belo, Lambitu, Bolo, dan Wawo. Hingga Rabu  (09/05) malam tadi sudah lebih dari 40 titik disambangi.

Anggota DPR RI 3 Periode ini merasa bahagia bisa kembali mengunjungi Kabupaten Bima. Ia membeberkan, banyak yang bertanya, “Apakah Pak Doktor tidak capek, setiap hari berangkat pagi-pagi, turun ke kampung dan dusun-dusun, pulang hingga larut malam?”.

Ia menjelaskan, blusukan turun ke kampung-kampung menyapa masyarakat memang gampang diucapkan tapi susah dilaksanakan. Ia mengakui, sebagai manusia pasti merasa lelah tapi kelelahan itu seketika hilang ketika mendengarkan aspirasi masyarakat.

Baginya, itulah yang selalu membahagiakan, saling berbagi pengalaman dengan masyarakat dan melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

“Tanpa sekat, kami duduk bersama membincangkan kebaikan – kebaikan, membincangkan masa depan NTB, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, demi NTB tercinta,” ungkapnya.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengibaratkan NTB seperti Menjangan dan Macan dalam sebuah puisi yang berjudul Every Morning in Asia. Seekor Menjangan bangun dari peraduannya. Dia sadar dia harus berlari lebih cepat dari Macan yang paling cepat.

Kalau tidak dia akan terbunuh. Pada saat yang sama, Macan juga bangun dari peraduannya. Dia harus berlari lebih cepat dari Menjangan yang paling lambat. Kalau tidak dia akan kelaparan.

“Dalam hidup itu, tidak peduli Anda Menjangan atau Macan, ketika fajar mulai menyingsing, Anda harus segera berlari. NTB ke depan seperti Menjangan dan Macan dalam puisi tersebut. Dalam organisasi modern, NTB mesti dikelola secara organik sebagai sebuah sistem yang besar. Siapa pun yang memimpin NTB nanti, harus mengerti gambaran besar NTB itu seperti apa. Hanya yang mengertilah, yang bisa membuat NTB berlari lebih kencang,” ungkapnya.

Salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Wawo, Atalib H. Hamzah yang berpofesi  petani mengaku takjub mendengar cerita perjalanan Doktor Zul selama kampanye.

Menurutnya, hanya orang yang memiliki stamina dan motivasi  luar biasa yang bisa melakukan kampanye, turun ke kampung-kampung menyapa seluruh masyarakat NTB.

“Kami siap lahir batin memenangkan Zul-Rohmi sebagai Gubernur NTB 2018. Inilah yang menarik buat kami masyarakat disini, dari dulu kami ingin menatap langsung Bapak. Kami sudah menyiaplan panggung disini dengan ikhlas untuk mengantarkan Bapak menjadi gubernur NTB 2018,” tegasnya.

Di matanya,  Doktor Zul manusia biasa yang mengerti maksud rakyat.  Dengan dedikasi yang dimiliki, insya Allah akan  memakmurkan kehidupan rakyat provinsi ini.

“Adalah tanggung jawab kita bersama  mengantarkan Doktor Zul menjadi Gubernur NTB 2018. Banyak program pemerintah di NTB Pasca TGB harus dilanjutkan,” tutupnya.

 




M16 ; Dubes AS ke NTB, Sebagai Dukungan Moral dan Politik Bagi TGB

Kehadiran Dubes tidak bisa dianggap remeh, karena ia mencerminkan kekuatan  legitimasi politik dari suatu bangsa

lombokjournal.com —

MATARAM :   Kedatangan Duta Besar Amerika Serikat  dua kali dalam kurun waktu tidak terlalu lama  ke Nusa Tengara Barat ( NTB), dari kacamata politik harus dimaknai sebagai bentuk dukungan moral dan spirit politik buat Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.

Gubernur NTB yang akrab disapa tuan guru Bajang (TGB) itu dinilai berhasil memimpin NTB.

Penilaian itu disampaikan Direktur M16, , Bambang Mei Finarwanto,SH melalui siaran pers  yang disampaikan ke media, Kamis (10/05).

Selain itu, kehadiran Dubes AS tersebut bisa dijadikan kekuatan pendorong bagi TGB untuk mengakhiri 10 tahun kepemimpinannya dengan happy ending yang baik.

” Kehadiran Dubes AS , Donovan membawa sinyal pesan  politik yg kuat, khususnya buat kepemimpinan TGB ,” kata Bambang Mei yang akrab dipanggil Didu.

Dalam konteks Pilpres 2019, bisa jadi di mata Amerika Serikat , TGB dipandang sebagai sosok calon pemimpin nasional yang  memiliki talenta dan kharisma yang khas. TGB juga dipandang  the rising star calon pemimpin nasional yang mumpuni.

“Kedatangan Dubes AS dua kali ke NTB bukan sekedar piknik tanpa motif. Pesan politiknya  kuat yakni gedung putih mendukung kepemimpinan TGB,” tambaha Didu.

Menurut Didu, dalam tata krama hubungan diplomatik maupun  perspektif  politik, kehadiran Dubes tidak bisa dianggap remeh. Karena ia mencerminkan kekuatan  legitimasi politik dari suatu bangsa,  apalagi dari negara adidaya seperti AS, yang dubesnya mau menemui pemimpin daerah.

Jika TGB  dipandang tidak memiliki kelebihan dan produktif untuk AS mana mau dubes AS ke NTB dua kali .

” TGB Dimata AS pasti dianggap figur yang potensial sebagai  pemimpin ummat Islam yang moderat dan toleran ,” tambah Didu .

Bagi TGB sendiri, lanjut Didu ,setidaknya pertemuannya dengan Dubes AS bisa dijadikan modal politik maupun spirit moral untuk makin meneguhkan sikapnya ikut kompetisi pilpres 2019.

“TGB pasti akan makin fight ikut kompetisi Pilpres 2019,” ujarnya .

TGB perlu segera Turun Back up Zul-Rohmi

Menurut Didu, dalam konteks Pilgub NTB, TGB perlu segera turun memback up Zul-Rohmi sebagai vote getternya. Hal ini agar elektabilitasnya Zul Rohmi makin meningkat secara signifikan.

“Untuk itu TGB perlu all out turun dan rawe rawe lantas , malang malang putung melapis dukungan buat Zul Rohmi,” ungkapnya sembari menambahkan Pilgub NTB akan makin mempesona dengan tampilnya TGB .

Didu menambahkan, pesona TGB dengan brand image lewat safari dakwah dan pengajian akan menjadi magnet yang kuat meraih dukungan dan simpati warga NTB.

” Karakteristik masyarakat  NTB yang  patriarki masih mempercayai tokoh agama yang dipandang  memiliki kelebihan,” lanjutnya .

Dikatakan  Didu , TGB bila perlu mengambil cuti penuh sebagai tim kampanye Zul-Rohmi agar lebih fokus dan menghindari stigma maupun intrik politik.

“Lebih baik TGB cuti full sampai Pilkada usai agar lebih leluasa memenangkan Zul Rohmi,” kata Didu.

Selain itu untuk menunjukkan sikap kenegarawanannya,  tidak ada salahnya TGB bersilaturahmi kepada semua calon gubernur NTB maupun tokoh sepuh NTB lain sebelum turun resmi sebagai Jurkam Zul Rohmi untuk mendapatkan masukan atau sarannya

“Bagaimana pun juga usia TGB masih muda tak ada salahnya TGB mendatangi pemimpin atau tokoh yang lebih tua untuk beranjang sana secara informal,” saran direktur Mi6.

Relawan Zul Rohmi makin menggeliat

Sementara itu,menjelang H-50 menuju 27 Juni 2018 , gerakan relawan Zul-Rohmi makin menggeliat membentuk jaring pengaman pemilih pada tingkat desa/dusun se NTB. Mereka bergerak tanpa henti meraih simpati dan dukungan dari beragam strata pemilih.

Berbagai cara dan trik mendekati para pemilih agar tergerak hatinya mendukung dan memilih Zul-Rohmi. Para relawan tersebut memiliki cara dan metodenya yang khas  dalam  mensosialisasikan  Zul-Rohmi.

Abdul Hafidz, Ketua Relawan Lingkar Hutan Gunung Sasak, Lombok Barat misalnya mengatakan , dirinya bersama timnya tetap bergerak setiap hari mendatangi para pemilih di sepuluh kecamatan Lombok barat dengan cara ala orang desa dan kekeluargaan.

“Warga desa di Lombok Barat harus disentuh dengan adat kebiasaannya supaya lebih mudah membaur,” ujar Hafidz usai mengunjungi kawasan selatan Lombok barat.

Menurut Abdul Hafidz, perjuangannya memenangkan Zul-Rohmi di Lombok Barat penuh rintangan yang tidak sederhana. Ia dan timnya harus menyakinkan para konstituen di pelosok Lombok Barat untuk memilih Zul-Rohmi sebagai pilihan yang sadar dan bertanggungjawab.

“Saya optimis Zul Rohmi akan menang di Lombok barat di atas 40 persen dari total pemilih tetap,” ujar Hafidz optimis.

Selanjutnya, Dian Sandi Utama, Ketua KP3D (Komunitas Pemuda Peduli Pemilu Dan Demokrasi) Pola kampanye blusukan yang dipilih oleh Zul-Rohmi, sudah benar jarena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sudah tepat Zul-Rohmi mendatangi masyarakat dari kampung ke kampung untuk mendengar aspirasi masyarakat. Dengan begini akan lebih memudahkan Paslon tersebut menganalisa dan memberikan solusi nantinya seandainya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Lebih jauh Dian Sandi mengatakan, satu hal yang dilihat dari Paslon Zul-Rohmi adalah mereka berdua begitu bersemangat, jiwa mudanya masih bergelora.

“Tak terlihat lelah di wajahnya  kendati mereka telah mengunjungi belasan titik setiap harinya,” ujarnya.

Me




Wisata Halal Beri Kekhasan Sektor Pariwisata NTB

Kini jumlah wisatawan terbesar di NTB justru diisi turis dari Malaysia dengan hadirnya segmen wisata halal

Lalu Abdul Hadi Faesal

MATARAM.lombokjournal — Sektor pariwisata Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Geliat pertumbuhan pariwisata di Lombok juga dirasakan para pelaku industri wisata.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, Lalu Abdul Hadi Faesal mengatakan, segmentasi pariwisata halal menambah semarak khazanah pariwisata di Lombok.

Menariknya, segmentasi wisata halal atau lebih tepat dikenal dengan sebutan moslem friendly mampu bersandingan dengan segmen wisata konvensional yang sudah lebih jauh berdiri.

“Kekhasan NTB, terutama Lombok selain pariwisata konvensional juga ada pariwisata halal, apa yang kami alami selama ini, terbukti mendatangkan wisatawan luar biasa, contoh dari negara-negara tetangga,” ujar Hadi di Mataram,

Jika selama ini turis di Lombok didominasi dari Australia mengingat segmen wisata konvensional seperti Gili Trawangan hingga Pantai Kuta, kini jumlah wisatawan terbesar di NTB justru diisi turis dari Malaysia dengan hadirnya segmen wisata halal.

“Ini menjadi keunikan tersendiri, (wisata) halal dan konvensional bersanding sangat indah dan tidak ada benturan,” lanjutnya.

Hadi menyebutkan, hampir 99 persen hotel di Lombok kini sudah memenuhi kategori hilal 1 dengan kelengkapan fasilitas ibadah, mulai dari tempat wudhu, mushala, hingga sajadah by request.

“Kondisi ini yang membuat NTB diganjar beberapa kategori pengharaan dalam destinasi halal terbaik dunia pada 2015 dan 2016,” katanya.

AYA

 




Banyak Event, Hotel di Lombok Kebanjiran Tamu

Tingkat okupansi kamar hotel yang berada di luar Mataram juga menyentuh angka 4 ribu kamar lebih

MATARAM,lombokjournal.com —  Penyelenggaraan sejumlah ajang berskala nasional hingga internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam waktu yang hampir bersamaan membuat tingkat okupansi kamar hotel melonjak tajam.

Beragam kegiatan yang tersaji di Lombok ialah Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 sejak 4 Mei hingga 9 Mei, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diramaikan dengan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK dari 7-11 Mei, dan balap lari lintas alam, Rinjani 100, sejak 4-6 Mei.

“4.130 kamar (hotel), baik yang bintang dan nonbintang yang ada di Mataram penuh semua, dengan rata-rata okupansi kamar mencapai 90 persen,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faesal di Mataram.

Jumlah ini belum termasuk okupansi kamar hotel dan resort yang berada di luar Mataram, seperti di kawasan Pantai Senggigi di Kabupaten Lombok Barat, maupun kawasan tiga gili, yakni Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara.

Kata Hadi, tingkat okupansi kamar hotel yang berada di luar Mataram juga menyentuh angka 4 ribu kamar lebih. Jika dikalkulasikan, total tingkat keterisian kamar hotel di Lombok pada periode ini hampir menyentuh angka 10 ribu.

“Ini sangat menggembirakan bagi kami sebagai pelaku industri wisata,” lanjutnya.

Ia menilai, kenaikan okupansi kamar hotel terjadi di saat yang tepat. Pasalnya, tak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, yang kerap diasosiasikan melesunya sektor pariwisata.

 Hadi berharap, peningkatan okupansi kamar pada periode ini mendorong motivasi para pelaku industri wisata di Lombok untuk terus menggencarkan promosi kepada wisatawan agar mau berkunjung ke Lombok, bahkan pada saat bulan puasa nanti.

AYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Tim Penilai Satya Lancana Wira Karya Kagumi PKK NTB

Pujian disampaikan atas prestasi gemilang TP PKK Provinsi NTB terutama memberikan pembinaan terhadap kampung KB KB “Pacu Solah”

LOMBOK TENGAH>lombokjournal.com — Ungkapan kagum disampaikan Ketua Tim Penilai Gelar Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Letkol. Sandi, M.Si dari Sekretariat Militer Presiden RI, atas keberhasilan Hj. Erica Zainul Majdi, selaku Ketua TP PKK Provinsi NTB dalam melakukan pembinaan terhadap kader PKK di Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Janapria dan Desa Jango.

Terutama dalam membangun dan membina Kampung KB “Pacu Solah” di Dusun Kenyalu, Desa Jango, Lombok Tengah.

“Memasuki Desa Jango, perasaan kami seperti tidak memasuki kampung, tetapi kami merasa seperti memasuki kota, dengan akses jalan yang mulus dan bagus,” ujar  Letkol. Sandi, M.Si dari Sekretariat Militer Presiden RI, Selasa (08/05).

Atas prestasi gemilang TP PKK Provinsi NTB terutama memberikan pembinaan terhadap kampung KB tersebut, maka Pemerintah Republik Indonesia mengusulkan Hj. Erica Zainul Majdi, selaku ketua TP PKK NTB sebagai salah satu calon penerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia.

Usulan tanda kehormatasn itu terkait keberhasilan dalam bidang kependudukan, keluarga berencana dan membangun keluarga.

“Tadi sebelum kami ke lapangan, telah mendapatkan pemaparan dari Ketua TP PKK NTB, ternyata apa yang disampaikan tidak meleset dari apa yang kami lihat di lapangan”, ujar Letkol Sandi dalam sambutannya, saat meninjau Kampung KB “Pacu Solah” di Dusun Kenyalu, Desa Jango.

Dijelaskan Sandi, hasil tinjauan lapangan yang dilakukan berupa data dan fakta yang sudah diberikan dan di saksikan, akan menjadi bahan penilaian untuk dilakukan usulan terhadap penganugerahan tanda kehormatan satyalancana wira karya Presiden RI kepada Hj. Erica Zainul Majdi, Ketua TP PKK NTB.

“Semoga dengan adanya data dan fakta yang sudah kita terima akan memberikan kelancaran untuk usulan diajukan tanda kehormatan satyalancana wira karya Presiden RI kepada Beliau,” harapnya.

Ia menambahkan, apa yang dilakukan bersama Tim Penilai saat ini adalah merupakan bagian dari penilaian untuk melihat dan memastikan secara langsung di lapangan hal-hal yang merupakan prestasi dari Ketua TP PKK, terkait dengan Kampung KB yang memang ada dan sangat cantik. Ini sesuai dengan namany yakni “Pacu Solah”.

Jalan yang mungkin dulu belum bagus, sekarang sudah beraspal, yang dulu jauh dari sarana kesehatan sekarang sudah dekat. Selain itu akses pendidikan yang bagus, sehingga tidak ada lagi anak putus sekolah serta kemajuan bidang ekonomi dengan kemudahan mencari nafkah bagi semua warga yang ada di Desa Jango.

“Jadi semua yang tidak ada dulu di Desa Jango ini, sekarang telah tersedia dan terintegrasi, kedepan tingkatkan terus kerjasama dengan dinas instansi terkait, sehingga semua pembinaan dan pelayanan di Kampung KB Dusun Kenyalu ini dapat terus berjalan dengan lebih baik,” imbuhnya.

Untuk itu, tim penilai melakukan kunjungan terhadap spot-spot unggulan Kampung KB di Desa Jango. Dengan peninjauan langsung tersebut diharapakan akan menjadi bahan masukan kepada Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan untuk menyetujui pengajuan terhadap usul penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Hj. Erica Zainul Majdi, jelasnya.

Sebelumnya, Ketua TP PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada tim penilai atas usulan gelar kehormatan bagi TP PKK NTB.

Selaku Ketua TP PKK NTB, ia menyadari segala prestasi yang diraih TP PKK NTB tidak lepas dari hasil kerja keras yang penuh keikhlasan dan semangat dari seluruh Kader PKK di NTB.

“Kalau sampai ada yang menyampaikan keberhasilan kepemimpinan, tentu itu semata-mata karena keikhlasan dan semangat dari ibu-ibu kader TP PKK Kabupaten Lombok Tengah,” ujarnya.

Selain itu, Ia juga meberikan apresiasi kepada Kepala Desa Jango atas keberhasilannya dalam bidang pendidikan, sehingga saat ini di Desaa Jango ini angka putus sekolah sudah tidak ada lagi. Hj. Erica menjamin kepada pemerintah pusat bahwa TP PKK Provinsi NTB akan sungguh-sungguh melaksanakan amanah dari pemerintah pusat untuk membangun negara lewat Kampung.

Erica berharap bisa menyaksikan kalau Kampungnya saja seperti ini, menunjukkan kita gayung bersambut dengan fasilitas yang diberikan oleh BKKBN Provinsi NTB, serta dukungan penuh dari Gubernur NTB, sehingga daerah paling terpencilpun jalannya mulus dan beraspal.

“Negara yang kuat, hebat dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia, bukan mulai dari apa yang terjadi di kota-kota, tapi dari apa yang terjadi di Kampung. Mari kita bangun bangsa mulai dari Kampung,” pungkas Hj. Erica Zainul Majdi.

AYA/HMS