Biro Perjalanan Umrah dan Haji Ikut Memeriahkan Pesona Khazanah Ramadan

Masyarakat bisa percaya kepada biro perjalanan umrah yang ikut Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 di Islamic Center NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Tercatat ada 19 biro perjalanan umrah dan haji yang mengikuti Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 di Islamic Center NTB. Biro perjalanan umrah dan haji ikut memeriahkan Pesona Khazanah Ramadan sekaligus menawarkan diskon untuk pengunjung.

Budi Firmansyah, anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Ampuhri), mengatakkan itu saat jumpa pers di kantor Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, di Mataram, Senin (20/05).

Budi menuturkan, Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 yang digelar mulai 17 – 21 Mei 2018 ini merupakan rangkaian kegiatan dari even Pesona Khazanah Ramadhan di Pulau Seribu Masjid.

“Biro perjalanan umrah dan haji yang mengikuti expo ini memiliki izin semua,” ucapnya.

Budi menegaskan, masyarakat bisa percaya kepada biro perjalanan umrah yang ikut Lombok Umrah dan Haji Expo 2018 di Islamic Center NTB. Dalam kesempatan ini dia menyampaikan sosialisasi tentang lima pasti umrah, yakni  pasti travelnya berizin, pasti pesawatnya, pasti hotelnya, pasti visanya dan pasti akomodasinya.

“Lima pasti ini harus dijamin diberikan kepada masyarakat Insyaallah kita semua mengikuti aturan Kementerian Agama,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohhamad Faozal menyatakan, penyelenggaraan Pesona Khazanah Ramadhan 2018, hingga hari ke lima dalam pelaksanaannya sesuai dengan jadual kegiatan.

“Alhamdulilah, memasuki hari ke lima penyelenggaraan event ini sesuai jadual, sudah dua rangkaian kegiatan kita laksanakan yaitu Travel Fair dan Bazar Buku,”ucap Faozal.

Dia menuturkan ajang PKR 2018 menjadi salah satu upaya NTB dalam menjaga gairah kunjungan wisatawan yang hingga saat ini berjalan cukup baik.

“Biasanya ramadhan kerap dikaitkan dengan melesunya industri wisata, nah kita mencoba menghadirkan program yang bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke NTB,” tuturnya.

Faozal menambahkan, selama PKR, panitia juga menyelenggarakan bazar Ramadhan dengan melibatkan pelaku UMKM di NTB.

AYA

 




Gubernur Ajak Warga Greneng Dan Ahmadiyah Saling Jaga Persaudaraan

Gubernur mengajak masyarakat Greneng untuk menjaga hal-hal baik yang tumbuh dan berkembang di masyarakat

LOMBOKTIMUR.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menemui sekaligus berdialog dengan warga Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kec. Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (21/05).

Selain Warga Greneng, Gubenur juga menemui warga Ahmadiyah yang sedang di tempung di Mapolres Lombok Timur.

Kehadiran orang nomor satu di NTB tersebut untuk menindaklanjuti penyelesaian kasus pengrusakan sejumlah rumah dan pengusiran warga Ahmadiyah oleh sekelompok warga, Sabtu (19/05) lalu.

Kejadian itu mengundang keprihatinan Gubenur. Apalagi peristiwa yang melibatkan delapan rumah dari 7 Kepala Keluarga Ahmadiyah tersebut terjadi di bulan Ramadhan.
Saat berdialog dengan masyarakat saat itu, Gubernur mengajak masyarakat Greneng untuk menjaga hal-hal baik yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Yaitu semangat persaudaraan, kekeluargaan dan kekerabatan.

“Kalau kita tidak bisa menjaga persaudaraan dan kekeluargaan, maka yang muncul adalah kebencian,” ungkap Gubernur yang saat itu ditemani PJs. Bupati Lombok Timur, Kepala Desa Greneng dan sejumlah pejabat.

Kalau ada yang kurang pas kata Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) itu, warga diminta untuk menempuh cara-cara baik untuk menyelesaikannya. Seperti melakukan musyawarah atau saling menasehati. Sebab, apa yang terjadi dalam diri kita tambah TGB merupakan cerminan bagi orang lain.

“Kalau ada yang salah, nasehati dia karena dia adalah cerminan kita. Semua kita adalah cerminan satu sama lain,” ungkap TGB.

Meskipun kejadian ini sudah terjadi, Gubernur berharap kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab, kalau terjadi akan berdampak pada pembangunan serta nama baik daerah.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi yang kita harapkan,” ungkap TGB seraya menjelaskan Pemerintah akan mencarikan solusi terbaik untuk kasus tersebut. Yaitu dengan mengundang sejumlah tokoh masyarakat untuk duduk bersama, bermusyawarah menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di Mapolres Lombok Timur, Gubernur berdialog dengan sejumlah Warga Ahmadiyah yang ditampung. Saat itu, Gubenur mengatakan akan menyelesaikan permasalahan tersebut. Hanya saja kata TGB perlu waktu karena masalah tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

Sehingga tidak mungkin untuk segera mengembalikan warga Ahmadiyah ke Desa Greneng ataupun memperbaiki rumahnya. “Sementara kita tunggu situasi mendingin,” Tegas TGB.

Selain itu, TGB meminta Pemda Lombok Timur agar anak-anak Warga Ahmadiyah tersebut dipastikan sekolah serta dilakukan trauma healing. “Anak-anak tetap sekolah,” pungkas TGB.

AYA




Selama 4 Tahun, Program JKN-KIS Lampaui 640 Juta Pemanfaatan

Pada 2016 Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.

 lombokjournal.com —

Jakarta :  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan gandeng 22.103 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pada tahun 2017.

Kemitraan ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan indeks kepuasan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

FKTP yang menjadi mitra BPJS Kesehatan meliputi puskesmas, Dokter Praktik Perorangan (DPP), klinik TNI/Polri, klinik pratama, rumah sakit D pratama, dan dokter gigi praktik perorangan. Untuk Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 2.385 fasilitas kesehatan yang meliputi rumah sakit dan klinik utama.

Pada tahun 2017, pemanfaatan di FKTP mencapai 150,3 juta, di poliklinik rawat jalan rumah sakit sebesar 64,4 juta, dan rawat inap di rumah sakit sebanyak 8,7 juta.

“Jika ditotal, ada 223,4 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan di seluruh tingkat pelayanan,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris dalam acara Public Expose Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (16/05).

Fachmi menambahkan, jumlah rata-rata pemanfaatan fasilitas kesehatan per hari mencapai 612.055. Jika diakumulasi dari 2014 hingga 2017, dalam 4 tahun program JKN-KIS lampaui 640 juta pemanfaatan.

Dengan pelayanan yang maksimal, indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS secara total mencapai 75,7 persen pada 2017, dan indeks kepuasan peserta JKN-KIS mencapai 79,5 persen.

Angka-angka tersebut termasuk dalam kategori tinggi dan sesuai angka yang ditetapkan pemerintah.

Indeks kepuasan tersebut, diperoleh dari hasil survei yang dilakukan kepada seluruh peserta JKN-KIS dalam beberapa kategori.

“Ini hasilnya dari survei pada komposisi peserta JKN-KIS yang terdiri dari PPU Penyelenggara Negara, PPU Badan usaha, PBI APBD, pekerja mandiri, dan bukan pekerja,” jelasnya.

Untuk membayar iuran, saat ini ada 12.606 kantor cabang dan 59.937 unit ATM bank mitra BPJS Kesehatan (Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) yang siap melayani pembayaran iuran peserta JKN-KIS.

Peserta JKN-KIS juga bisa membayar iuran melalui internet banking, sms banking, mesin EDC, autodebet, mobile banking, jaringan minimarket, Kader JKN, Kantor Pos, Pegadaian, aplikasi Go-Jek, hingga PayTren, dan sebagainya.

Sementara jumlah pendapatan iuran JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan pada 2017 mencapai Rp 74,25 triliun. Jika diakumulasikan selama 4 tahun, maka total iuran JKN-KIS telah mencapai Rp 235,06 triliun.

“Sebanyak 92,3 juta jiwa Penerima Bantuan Iuran telah dibayarkan iurannya oleh pemerintah dengan akumulasi selama 4 tahun sebesar Rp 89,9 trilun,” kata Fachmi.

Untuk mengoptimalkan kepuasan dan memudahkan peserta JKN-KIS dalam mengakses pelayanan, BPJS Kesehatan juga meluncurkan aplikasi Mobile JKN yang bisa diunduh melalui Play Store maupun App Store.

“Aplikasi Mobile JKN bisa diunduh melalui ponsel berbasis Android dan iOS, di mana peserta dapat melihat iurannya sudah atau belum dibayar, mengubah data, melakukan pendaftaran, skrining kesehatan, dan sebagainya ,” tambahnya lagi.

Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat menggunakan berbagai fitur yang tersedia untuk mendapatkan layanan JKN-KIS dengan lebih mudah.

Untuk diketahui, JKN-KIS juga dinilai mampu menghindarkan masyarakat dari risiko jatuh miskin akibat membayar biaya pelayanan kesehatan penyakit katastropik yang biayanya cukup tinggi.

Menurut Fachmi, pengeluaran masyarakat untuk iuran JKN-KIS bisa dianggap sebagai investasi karena Program JKN-KIS terbukti mampu melindungi keluarga dari kemiskinan akibat penyakit berbiaya mahal.

Hal itu diperkuat dengan hasil penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI di 2017,  karena pada 2016 Program JKN-KIS telah menyelamatkan 1,16 juta orang dari kemiskinan.

Tak hanya itu, JKN-KIS juga telah melindungi 14,5 juta orang miskin dari kondisi kemiskinan yang lebih parah.

“Dengan adanya JKN-KIS, 1 juta orang terselamatkan agar tidak jatuh miskin,” ujar Kepala Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teguh Dartanto saat memberikan paparan di acara Public Expose Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program Tahun 2017.

Rr (*)




Lombok International Airport Berbagi 12.500 Takjil Untuk Penumpang

Takjil dibagikan oleh Duta Bandara dan petugas Customer Service Lombok International Airport di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional

lombokjournal.com —

PRAYA.lombokjournal.com —  Lombok International Airport berbagi takjil bersama penumpang di terminal bandara. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun pada bulan Ramadhan.

Pemberian  takjil ini menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi kepada para penumpang dan menambah keberkahan bulan Ramadhan.

Pembagian takjil ini dimulai sejak 1 Ramadhan yang jatuh tepat pada tanggal 17 Mei 2018 pukul 17.30 WITA. Jumlah takjil yang dibagikan setiap harinya berkisar 300 – 400 box.

Total takjil yang diberikan kepada penumpang selama bulan Ramadhan sebanyak 12.500 box.

“Kami ingin berbagi kepada penumpang yang datang maupun pergi melalui Lombok International Airport pada jam berbuka puasa. Terlebih lagi sebelumnya bandara ini telah masuk nominasi bandara yang ramah wisatawan muslim. Tentunya kami ingin mempertahankan ini dan tidak hanya itu kami ingin berbagi keberkahan di bulan Ramadhan ini bersama para penumpang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” Ujar I Gusti Ngurah Ardita, General Manager Lombok International Airport.

Takjil dibagikan oleh Duta Bandara dan petugas Customer Service Lombok International Airport di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional.

Terdapat 15 penerbangan domestik dan internasional baik kedatangan maupun keberangkatan pada jam berbuka puasa yaitu pukul 17.30 hingga 19.00 WITA.

AYA




Mi6: Invisible Hand dan Takdir Politik Mewarnai Pilgub NTB

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekspektasi pemilih di masing-masing kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya

lombokjournal.com — MATARAM :   Mi6 menilai hasil Pilgub NTB makin sulit  diprediksi karena ada invisible hand yang turut mengawal pesta demokrasi ini.

Fenomena ini  nampak dari bocoran berbagai  info hasil survey, semua  Paslon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang  elektabilitasnya di atas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters  rata-rata di atas kisaran 30 persen.

Selain itu,  jarak keterpautan masing-masing Paslon Pilgub  berkisar antara satu sampai dengan dua persen d ibawah toleransi margin error sekitar 3 persen. Melihat konstruksi elektabilitas seperti ini , kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB.

Bisa jadi invisible tangan dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB. Sehingga urutan elektabilitas para Paslon versi lembaga survey  tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB. Karena perubaha elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

Demikian Analisis Lembaga sosial dan Politik  Mi6 yang disampaikan ke Media, Sabtu (19/05) terkait elektabilitas dan Pemenang  Pilgub NTB.

Mi6 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekpektasi pemilih dimasing2 kabupaten/kota untuk memenangkan jagonya. Selain itu pro aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama.

Agresifitas The Rising Star  Zul-Rohmi

Di mata Mi6, agresifitas kandidat the rising star Zul-Rohmi dalam melakukan gerakan blusukan day by day merupakan cara ampuh meraih simpati dukungan rakyat. Sebagai pendatang baru,  Zul-Rohmi sadar, hanya dengan cara gerilya seperti inilah  rakyat bisa mengenalnya Face to Face dengan benar.

Pada akhirnya para pemilih tersebut  bisa diikat dalam satu kesatuan komitmen politik secara kolektif  memenangkan Zul-Rohmi. Meskipun demikian, Mi6 mengingatkan bahwa  strategi blusukan ini akan berdampak menggerus/menurunkan  elektabilitas Zul-Rohmi diakhir ronde,  apabila tidak ada yang menjaga dan merawat ekpektasi pemilih jelang pencoblosan nanti.

“Karena pertemuannya serba instan , maka perlu dijaga suara pemilih tersebut agar tidak berpindah ke lain hati,” ungkap direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto ,SH yang didampingi Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadlulah SE.

Di bawah Margin Error

Selanjutnya Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fadlulah  menambahkan, dengan jarak  pautan elektabilitas para Paslon berkisar  2 persen di bawah margin error  mengindikasikan Pilgub NTB,  kekuatan para Paslon  berimbang dan memiliki keunggulan pada wilayah yang dijadikan benteng kekuatan pemilih loyalnya.

“Maka jangan heran,  jika beberapa  lembaga survey tidak mau  mempublikasi hasilnya  karena trend elektabilitas para Paslon relatif imbang dan fluktuatif yang terkendali,” tambahnya.

Dengan waktu tersisa 38 hari menjelang hari pemilihan tgl 27 Juni 2018 , maka apapun bisa terjadi, termasuk keajaiban yang memenangi Pilgub NTB ini. Semua ini tergantung pada kepiawaian dan strategi taktik yang dimainkan para Paslon mengamankan wilayah pemilihnya.

“Prinsipnya gini, makin sering Paslon bangun pagi dan rajin mendatangi rakyat selalu ada harapan baik disisinya,” imbuh Athar .

Mi6 melihat  ditengah kuatnya  floating mass dan pragmatisme rakyat maka strategi door to door mendatangi pemilih, setidaknya bisa meredam dan menenangkan suara hati rakyat yang terkadang kerap ambigu. ” Para pemilih pragmatis ini harus di treatment dengan cara-cara tidak biasa dan harus dikasih tanggungjawab agar ada kebanggaan buat dirinya ,” ungkap Didu , panggilan akrab Direktur Mi6.

Mesin Parpol

Terkait sinyalemen di publik bahwa mesin Parpol belum bergerak  dalam mengakselerasikan secara nyata memback up paslonnya , Didu melihat hal tersebut harus dilihat sebagai taktik internal yang tidak semua musti dipublikasikan.” Mesin Parpol pasti bergerak karena memiliki SDU ( Self Defence Unit) yang tidak harus ditahu cara dan mekanisme kerjanya dibasis pemilihnya ,” tambah mantan direktur WALHI NTB

Me (*)

 

 




Doktor Zul Dorong Bangun Pabrik Pengolahan Kopi Di Batu Lanteh

Masyarakat Batu Lanteh berharap Zul-Rohmi bisa menghadirkan pabrik pengolahan kopi di Kecamatan tersebut

lombokjournal.com —

SUMBAWA :  Calon Gubernur nomor urut tiga, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa, sejak Selasa (15/08).

Dua kecamatan ini menjadi kecamatan terakhir yang dikunjungi, setelah sebelumnya mengunjungi 22 kecamatan di Sumbawa. Dalam kurun waktu lebih kurang 3 bulan, Doktor Zul telah mengunjungi 24 kecamatan di Sumbawa.

Ia merasa puas, target mengunjungi semua kecamatan di Sumbawa akhirnya terwujud.

Kecamatan Orong Telu dan Kecamatan Batu Lante, tergolong Kecamatan spesial yang dikunjungi menjelang bulan Ramadhan.

Doktor Zul bersama rombongan memulai perjalanan pada Selasa (15/05). Berangkat pukul 09.00 Wita dari Kota Sumbawa besar, baru sampai di Batu Rotok pukul 18.00 Wita.

“Mengunjungi Batu Rotok ini tidak gampang juga, jam 09.00 Wita dari Sumbawa, hampir magrib kita baru nyampai. Benar-benar perjalanan yang mengesankan,” ungkap Zul.

Melalui medan yang berat, Doktor Zul bersama Rombongan kadang harus berjalan kaki menapaki tanjakan yang begitu terjal karena mobil yang digunakan tidak bertenaga di tanjakan. Benar-benar membutuhkan driver ahli agar bisa naik ke Kecamatan Batu Lanteh.

“Untuk menyapa desa-desa di NTB kadang kita harus berjalan kaki,” lanjutnya.

Bersama rombongan, Doktor Zul memilih bermalam di Batu Rotok. Saat berdialog dengan masyarakat, salah satu tokoh Batu Rotok, Bapak Jamal menyampaikan tiga aspirasi masyarakat setempat.

Pertama, jika Zul-Rohmi terpilih memimpin NTB, masyarakat berharap Zul-Rohmi dapat memperhatikan jalan menuju Batu Lanteh. Jamal mengungkapkan, sudah 73 tahun Indonesia merdeka, jalan ke Batu Lanteh masih rusak, Batu Lanteh masih terbelakang bila dibandingkan kecamatan lain di Sumbawa.

Kedua, masyarakat Batu Lanteh berharap Zul-Rohmi bisa menghadirkan pabrik pengolahan kopi di Kecamatan tersebut. Sebagaimana diketahui, Batu Lanteh merupakan penghasil kopi terbesar di Kabupaten Sumbawa.

Ketiga, pasangan Zul-Rohmi diharapkan tetap turun menyapa masyarakat tatkala terpilih memimpin NTB. Masyarakat berharap Zul-Rohmi tidak mempersulit masyarakat yang hendak menemuinya.

“Jika pak Doktor jadi gubernur, pertama perhatikan bagaimana transportasi bisa lancar. Sudah 73 tahun kita merdeka, sampai sekarang masih terbelakang bila dibandingkan kecamatan yang lain. Mohon pikirkan bagaimana transportasi bisa lancar. Kedua, khusus untuk kopi, mudah-mudahan pabrik akan berdiri di Batu Rotok. Ketiga, kalau saat jadi gubernur, mudah-mudahan kita bisa bertemu langsung tanpa melalui banyak pintu,” ungkap Pak Jamal.

Menanggapi aspirasi masyarakat Batu Lanteh, Doktor Zul mengajak masyarakat setempat untuk menulis kesimpulan cerita kehidupan di Batu Lanteh.

“Mari kita tulis kesimpulan yang baik di Batu Lanteh ini,” ungkapnya.

Doktor Zul melanjutkan, ke depan jika Zul-Rohmi terpilih maka perhatian akan kondisi jalan dan infrastruktur lainnya akan menjadi perhatian khusus. Zul-Rohmi akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mencari solusi yang tepat dan cepat.

“Harus ada kemauan dan political will dari pemerintah. Kalau jalannya bagus, kesejahteraan petani di Batu Lanteh dapat ditingkatkan. Yang terpenting jalannya bagus dulu. Banyak dampaknya nanti termasuk buat sektor pertanian dan peternakan kita.” ungkapnya.

Doktor Zul juga mengakui, kualitas kopi di Batu Lanteh tidak kalah dengan kopi di daerah lain. Di Batu Lante, ada dua jenis kopi yang dikembangkan yakni kopi arabika dan robusta.

Ia mendorong agar di Kecamatan Batu Lanteh dibangun pabrik pengolahan kopi. Menurutnya, produlsi kopi di Batu Lanteh cukup besar sehingga pabrik pengolahan kopi harus dibangun di daerah tersebut.

“Kopinya mantap, kalau ada pabrik kopi di sini akan semakin mantap untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat kita. Khusus di Tepal, alhamdulillah petani sudah bekerjasama dengan Science Techno Park (STP) Sumbawa agar bisa hadir pabrik pengolahan kopi di sini. Di tepal juga sedang digarap cluster kopi khusus arabika karena itu yang lebih mahal,” terangnya.

Keesokan harinya (Rabu, 17/05), Doktor Zul melanjutkan perjalanan ke Desa Tepal dan kembali ke Sumbawa. Ia takjub ternyata di kawasan Batu Lanteh masih banyak ditemukan pohon-pohon raksasa menjulang tinggi.

Di Batu Lanteh juga masih banyak ditemukan mata air. Menurutnya itu semua harus dilindungi karena masa depan Sumbawa ada di Batu Lanteh. Selain penghasil kopi, masyarakat di Kecamatan Batu Lanteh juga telah banyak menanam durian dan sudah berbuah.

“Buahnya besar dan manis. Luar biasa. Salak, manggis, rambutan, dan jeruk juga tumbuh bagus di sini. Bantu lante ini bisa menjadi destinasi menggiurkan. Banyak sekali atraksi wisata di sini,” Jelasnya.

Bagin Doktor Zul, mengunjungi Batu Lanteh yang eksotis itu adalah sebuah perziarahan penuh makna. Ia mengakui, perjalanannya ke Batu Lanteh benar-benar mengesankan. Ia berjanji akan kembali lagi ke Batu Lanteh.

“Batu Lanteh yang magis, kami pasti kembali. Berada di sana, waktu seperti berhenti. Batu Lanteh telah menghadirkan banyak cerita seperti dongeng tentang negeri di atas awan. Terima kasih Batu Lanteh,” tutupnya

Me (*)




Taufan Rahmadi Tunjukkan Keseriusan Ikut Pileg 2019

Selain nuansa angka 2, nuansa Ramadhan juga lekat terasa pada pendaftaran tokoh muda yang dijuluki ‘si Tukang Gedor’ ini. Taufan Rahmadi dan rombongan hadir dengan pakaian muslim putih, sebagai simbol kesucian niat

MATARAM.lombokjournal.com —  Bertepatan dengan 2 Ramadhan 1439H, Taufan Rahmadi menunjukkan keseriusannya masuk di dunia politik, dan memastikan diri ikut berkompetisi dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2019. Secara resmi, ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif DPR RI pada Partai Gerindra.

Pendaftaran Taufan Rahmadi ini dilakukan secara sederhana di Kantor DPD Gerindra NTB, Jalan Majapahit – Kota Mataram, Jum’at (18/05).

Berkas administrasi pendaftaran lengkap 1 (satu) rangkap diserahkan langsung oleh Taufan Rahmadi beserta rombongan tim pendukung, dan diterima langsung oleh Ali Al Khairi, Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Nusa Tenggara barat.

Berkas pendaftaran serta formulir lengkap diberikan. Begitu juga dengan berkas dukungan, lengkap terwakili dari 5 kabupaten dan kota se Pulau Lombok.

Nuansa angka 2 sangat kental terasa pada pendaftaran tokoh muda pariwisata ini. Pemilihan tanggal 2 Ramadhan, pukul 2 siang, serta penyerahan uang pendaftaran dengan pecahan Rp20.000,-.

Nuansa angkaini menyesuaikan nomor urut 2 yang diperoleh Partai Gerindra pada Pemilihan Umum Legislatif 2019.

Selain nuansa angka 2, nuansa Ramadhan juga lekat terasa pada pendaftaran tokoh muda yang dijuluki ‘si Tukang Gedor’ ini. Taufan Rahmadi dan rombongan hadir dengan pakaian muslim putih, sebagai simbol kesucian niat.

“Gerindra itu putih. Warna putih adalah simbol kesucian. Dengan niat suci untuk memperjuangkan pariwisata dan Nusa Tenggara Barat, saya dan tim mendaftarkan diri hari ini di DPD Gerindra. Semoga Ramadhan menjadi berkah untuk kita semua,” ujar Taufan Rahmadi.

Dengan majunya Taufan Rahmadi pada kontestasi Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2019 ini, maka diharapkan ada peluang bagi masyarakat NTB untuk mendapatkan calon wakil rakyat yang secara khusus menyuarakan aspirasi pariwisata.

Menurut Taufan, NTB ini DNA-nya pariwisata. Faktanya, wakil-wakil rakyat NTB di DPR RI saat ini tidak ada yang benar-benar fokus menyuarakan pariwisata.

Mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Insya Allah, untuk pariwisata NTB, untuk masyarakat NTB, saya niatkan untuk ibadah, saya siap berjuang,” lanjut tokoh muda yang pernah menjabat sebagai PIC Mandalika pada Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Kementerian RI ini.

“Atas diterimanya pendaftaran ini, saya haturkan terimakasih kepada pengurus DPD Partai Gerindra NTB,” ujar Taufan Rahmadi. Khususnya, kepada Ali Al Khairi yang selalu membantu dalam kelancaran proses pendaftarannya.

Selain itu, Taufan berharap senior-seniornya, seperti Willgo Zainar, Bambang Kristianto, dimohon bimbingannya dalam mengarungi peta politik ini. Juga tentunya yang terutama untuk Ketua DPD Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat.

“Terimakasih atas perhatian dan wejangan yang diberikan kepada saya selama ini,” pungkas Taufan Rahmadi.

Selanjutnya, berkas pendaftaran seluruh bakal calon anggota legislatif ini akan melalui proses verifikasi oleh Partai Gerindra. Pemilihan Umum Legislatif sendiri akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

AYA (*)




Langgar Keimigrasian, Empat WNA di Lombok Diamankan

Pengamanan WNA Malaysia berinisial MR itu dilakukan setelah dengan adanya laporan dari masyarakat dan kemudian dilakukan pengembangan yang dilaksanakan pada Senin (14/05)

MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Imigrasi Kelas I Mataram melakukan operasi pengawasan keimigrasian rutin mulai 11 hingga 18 Mei.

Operasi ini dilakukan bersama-sama anggota tim pengawasan orang asing (Timpora) melibatkan unsur dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia NTB, Badan Intelijen Strategis, Badan Intelijen Negara Daerah, unsur Pemerintah Daerah hingga melibatkan anggota tingkat Kecamatan dan Desa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar mengatakan operasi gabungan ini dilaksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

“Dari hasil operasi gabungan, petugas telah mengamankan satu orang Warga Negara Malaysia di Kota Mataram,” ujar Dudi di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jalan Udayana, Mataram, NTB, Jumat (18/05).

Ia menjelaskan, pengamanan WNA Malaysia berinisial MR itu dilakukan setelah dengan adanya laporan dari masyarakat dan kemudian dilakukan pengembangan yang dilaksanakan pada Senin (14/05).

Kata Dudi, dari hasil pemeriksaan sementara, MR disebutkan sering keluar masuk Wilayah Indonesia dan terakhir datang ke Indonesia pada 16 Februari 2018 dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan yang berlaku selama 30 hari.

“Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan diduga Overstay lebih dari 60 hari,” lanjutnya.

Saat ini, MR masih berada di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Mataram untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan sejumlah barang bukti yang diamankan berupa satu buah HP, lima paspor Warga Negara Indonesia, 3 paspor Malaysia, 2 KTP, dua akta nikah, dan dokumen kependudukan lainnya.

Selain di Mataram, petugas juga mengamankan tiga WNA berinisial KC dan IK asal Yunani, dan ED-VI dari Belgia karena diduga menyalahgunakan Izin Tinggal Keimigrasian saat operasi gabungan di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

Dudi mengucapkan terimakasih kepada anggota Timpora NTB atas sinergiritasnya yang telah mewujudkan Pengawasan Orang Asing yang terkoordinasi terhadap keberadaan dan kegiatan Orang Asing sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 pasal 69 tentang Keimigrasian.

“Keberhasilan operasi ini juga tidak luput dari partisipasi aktif masyarakat sekitar yang memberikan informasi terkait mengenai keberadaan WNA tersebut, sehingga pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing dapat terlaksana dengan baik berkat koordinasi yang baik juga,” ucap dia.

Hingga saat ini, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah melakukan tindakan Administratif Keimigrasian berupa  pendeportasian terhadap WNA sebanyak 20  orang serta 1 kasus Projustitia.

“Kami berharap ke depan dapat melakukan tugas dan tanggung jawab lebih optimal terkait orang asing dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara,” katanya menambahkan.

AYA




Bawaslu NTB Proses Dua Orang Pejabat Negara

Kades Loteng sudah masuk tahap penyidikan, artinya sudah ada tersangka dan akan dipanggil terlapor dalam posisi tersangka

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB kembali memperoses dua orang pejabat negara, yaitu seorang Kepala Desa dan seorang Kepala Dinas yang diduga ikut mengkempanyekan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB.

Devisi Hukum Bawaslu NTB, Umar Ahmad Seth mengatakan sejak lima hari terakhir ini dua pejabat publik sudah masuk ke ranah sentra Gakumdu untuk dilakukan pemeriksaan yaitu salah satu kepala desa di Lombok Tengah dan Kepala dinas di Kabupaten Bima.

“Kalau kades itu dia kempanyekan salah satu paslon disalah sebuah acara, yang juga dihadir oleh cagub, kalau yang kepala dinas hanya berfoto bersama paslon sambil mengankat Jari menunjukan nomer paslon itu,” ujarnya Jumat ( 18/05 ).

Ia menuturkan sampai saat ini sentra Gakumdu masih melakukan proses pemeriksaan terhadap keduanya.

“Proses sedang berlangsung, sedang di tangani intensif  bahkan mereka sedang mencari keterangan sampai ke ahli,” tuturnya.

Sedangkan untuk kades Loteng sudah masuk tahap penyidikan, artinya sudah ada tersangka dan akan dipanggil terlapor dalam posisi tersangka.

“Sejak 14 hari sejak semalam  dia akn diminti keterangn sebagi tersngka termasuk juga saksi lain yang mengenatuhi kejadian itu,”

Kasus salah seorang kades tersebut bermula dari sebuah acara, namun dalam pembukaannya kades tersebut menjelaskan informasi  terkit dengan paslon itu misalnya hasil survey. Semacam harapan bahwa  jika Paslon ini menang akan ada perbaikan infrastruktur di desa itu.

Artinya kades tersebut sedang memberikan penjelasan ke masyarakat bahwa kalau di menangkan sang paslon akan memeperbaiki infastruktur itu.

Mesikipun tidak ada ajakan untuk memilih tetapi kepala desa itu sebagai harkat  martabat sebagai kepala desa dapat mempengaruhi opini masyarakat karena ada kekuasaan.

“Kalau dia berdiri atas nama pribadi tidak sebagai kades  tidaklah mungkin dia bisa di dengar sedemekian rupa oleh masyarakat meskipun tidak ada ajakan didalamnya,” ucapnya.

Aturan tersebut tertunag dalam pasal 71 ayat 1 itu yang dilarang  adalah kepala desanya. kepala desa dilarang mengambil keputusn atau  tindakan yanv menguntungkan atau merugikan paslon itu.

“Sekarang kan tidak ada  putusn tertulis, tapikan ada tindakan, Tindakan dia yang menyampaikan. Apa hubungannya dia dengan paslon. Nah itu dapat menguntungkan secara moril bagi paslon itu,” tegasnya.

Sedangkan setelah melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut selama lima hari, dari hasil pendalamannya kades tersebut memebuhi unsur pasal yang dilarang, yaitu pasal 188 junto pasal 71 ayat 1   undng-undag 10 tahun 2016.

“Nah melakukukan perbuatan yang dilarang oleh undang-undang itu ada pidanya,  tapi tidak lama, tapi tetap kita harap ASN,  TNI, Polri, Kepala Desa harus jaga netralitas,” pungkasnya.

AYA




Hanya 19 Dinyatakan Memenuhi Syarat Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI

Pengurangan dukungan tersebut lantaran disebabkan karena terdeteksi memiliki dukungan ganda Eksternal yang setelah diklarifikasi ternyata tidak mengakui dukungannya kepada Bakal Calon.

MATARAM.lombokjournal.com —  Setelah dilakukan proses verifikasi administrasi terhadap bakal calon anggota DPD RI, dari 38 bakal calon sebanyak 19 Bakal Calon dinyatakan Belum Memenuhi Syarat (BMS) dan 19 Bakal Calon dinyatakan memenuhi syarat (MS) dukungan.

Komisioner KPU NTB bidang hukum Ilyas Sarbini mengatakan mereka yang dinyatakan berstatus BMS adalah Bakal Calon yang dukungan tersisa dibawah 2.000 dukungan dan sebaran dukungannya tersisa kurang dari lima Kab/Kota.

“Dari 38 calon setelah kami hitung awalnya itu kami melihat 18 yang BMS, setelah kami lihat lagi ternyata 19 yang BMS,” ujarnya,Kamis (17/5).

Ia menyebutkan, pengurangan dukungan tersebut lantaran disebabkan karena terdeteksi memiliki dukungan ganda Eksternal yang setelah diklarifikasi ternyata tidak mengakui dukungannya kepada Bakal Calon.

Selain itu, banyak dukungan yang terhapus setelah dilakukan penyandingan dukungan dengan DPT. Hal ini disebabkan karena dukungan yang dicantumkan tidak terdata dalam DPT, yang mungkin saja disebabkan karena kurang cermat dalam proses input NIK pendukung.

Factor lain yang cukup berpengaruh terhadap berkurangnya dukungan yaitu adanya dukungan ganda Internal, yaitu satu dukungan dibuat beberapa kali dalam satu dokumen.

“Disengaja atau tidak, hal ini berakibat pada pengurangan dukungan, yaitu satu ganda internal dikurangi sebanyak 50 dukungan. Bahkan terdapat Bakal Calon yang sebagian besar data dukungannya tidak ditandatangani oleh pendukung,” jelasnya.

Nanun, jika  hal-tersebut terbukti dalam dokumen dukungan, maka jelas KPU akan melakukan pencoretan atau mengurangi jumlah dukungan Bakal Calon.

“Yang jelas kita pasti coret itu,” tegasnya

Namun 19 bakal calon anggota DPD RI yang dinyatakan BMS ini memiliki kesempatan untuk melakukan masa perbaikan dukungan selama 7 hari tanggal 14-20 Mei 2018, dengan ketentuan waktu mulai pukul 08.00-16.00 wita. Khusus pada hari terakhir tanggal 20 Mei 2018 bakal calon diberikan kesempatan menyerahkan hasil perbaikan mulai pukul 08.00-24.00 wita.

“Tapi yang sudah MS boleh dia menambah kalau memang dia merasa kurang,  sementara yang TMS ya wajib, kalau dia kurang pesebaranya dia harus nambah jumlah dukungan kabupaten,” bebernya.

Namun lanjut Ilyas, sampai tanggl 17 Mei ini masih belum ada yang datang menyerahkan perbaikan dukungan.

“Ya sampai sekarang belum ada,  tapi yang komfiirmasi baru satu orang saja,” imbuhnya.

Sementara itu Bakal Calon anggota DPD RI Isman Pangeran yang juga dinyatakan BMS mengatakan akan menyerahkan perbaikan dukungan pada hari Sabtu dengan membawa dukungan perbaikan melebihi dari 551 yang dinyatakan MS tersebut.

“InsyaAllah kita akan serahkan dukungan perbaikan lebih dari 551 itu, karena takutnya nanti kurang lagi kita kan mau cari kemana lagi,  makanya kita siapkan lebihlah,” katanya.

Ia menuturkan dari dukungan yang diserahkan sebnyak 2361 dengan sebaran dukungan di sembilan kabupaten/kota, dan jumlah dukungan yang TMS 551, dan jumlah dukungan yang MS itu 1.810.

“ Yang BMS itu dukungan, segingga kita fokos ke dukungannya, tapi kalau maslah sebarannya kita sudah dinyatakan MS, ya segeralah kami akan serahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelum sejak ditetapkannya 38 orang Bakal Calon DPD yang memenuhi syarat dukungan dan sebaran pada tanggal 27 April 2018 lalu, KPU NTB langsung melakukan verifikasi tahap awal meliputi Verifikasi Administrasi dari tanggal 27-10 Mei 2018.

Analisis Dukungan Ganda baik Potensi Ganda, Ganda Ekternal dan Ganda Internal, serta analisas Dukungan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). dalam masa verifikasi Tahap awal tersebut, KPU Provinsi NTB juga telah menyampaikan Data Dukungan yang terdeteksi sebagai Ganda Ekternal kepada KPU Kabupaten/Kota se NTB untuk dilakukan klarifikasi dukungan di lapangan.

Hasil klarifikasi tersebut telah diterima pada tanggal 10 Mei 2018 dan dipadukan dengan data hasil verifikasi yang dilakukan oleh Tim KPU  NTB.

Dari hasil verifikasi itulah KPU Provinsi NTB menetapkan sebanyak 19 Bakal Calon DPD masih berstatus BMS dan 19 berstatus MS.

AYA