Ini Tanggapan Seputar Pro Kontra Hasil Survey Yang Memenangkan Zul-Rohmi

Jika kondisi (hasil survey OMI) saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, Miftah berkeyakinan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang

Direktur OMI, Miftahul Arzak

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR  :  Hasil survey Olat Maras Institute (OMI) yang memenangkan pasangan calon (Paslon)  Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi), dengan perolehan suara  di posisi tertinggi (28 persen ) yang dirilis belum lama ini, mendapat tanggapan pro dan ontra.

Survey OMI pada rentang waktu 3–12 Juni 2018 menempatkan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) di posisi teratas.

Menguntit di belakangnya, pasangan calon H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir SH—Muh. Amin SH M.Si (Suhaili—Amin) 21,6 %, H. Ahyar Abduh—H. Mori Hanafi (Ahyar—Mori) 17,7 % dan H. Moch. Ali Bin Dachlan—TGH Lalu Gede Sakti MA (Ali—Sakti) memperoleh 12,6 %, serta tidak menjawab 20,1 %.

Bagi yang pro menilai survey itu sesuai fakta lapangan dengan melihat ikhtiar Zul-Rohmi yang melakukan gerakan sangat massif. Pasangan bernomor urut 3 yang didukung PKS dan Demokrat ini turun langsung menemui masyarakat hingga pelosok.

Sedangkan yang kontra menilai, hasil survey tersebut membuat kegaduhan dan memunculkan gejolak di tengah masyarakat. Mereka juga menuding hasil survey kecenderungan untuk memenangkan calon tertentu.

Bahkan ada yang meragukan hasil survey tersebut.

Terhadap kontra ini, Direktur OMI, Miftahul Arzak, S.Ikom., MA memberikan tanggapan.

Dalam jumpa persnya, Minggu (17/06), Miftah peneliti yang juga Dosen ini disapa, menegaskan, kegiatan yang dilakukan lembaganya adalah akademik penelitian, bukan kegiatan politis untuk memenangkan salah satu paslon sebagaimana tudingan berbagai.

OMI merupakan kumpulan dosen, peneliti, praktisi penelitian dan lembaga survey baik dari UTS, IISBUD dan UNRAM yang melakukan survey persoalan sosial, ekonomi dan kebudayaan di NTB. Kebetulan momentumnya Pilkada, OMI pun menjadikan bagian penelitiannya terhadap elektabilitas pasangan calon Pilgub NTB.

“Jadi banyak yang kami teliti, tidak semata-mata elektabilitas calon,” ungkapnya.

Miftah juga menekankan, dalam setiap penelitian yang dilakukan OMI memiliki etika penelitian, tidak ada rekayasa atau angka hasil survey yang diubah-ubah. Sebab menurutnya, survey yang dirilisnya menyangkut kebutuhan public dan kredibilitas lembaga.

Para peneliti di OMI cukup berkompeten dan bersertifikasi. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan survey baik di UI, LIPI maupun Kemenristek Dikti.

“Memang dasarnya ini survey penelitian dan bermetodologi. Unsur yang kami lakukan adalah akademik penelitian. Jadi hasil yang kami rilis tidak bermaksud membuat kegaduhan, gejolak apalagi cenderung mengarah atau memenangkan calon tertentu,” jelasnya.

Hanya kebetulan saja hasil survey menempatkan Pasangan Zul Rohmi unggul dari calon lain. Ketika hasilnya memenangkan calon selain Zul Rohmi, tetap akan dipublis.

“Jika mau kami mempersilakan lembaga penelitian lain melakukan survey seperti kami dan menggunakan metode yang sama (Multistage Random Sampling). Saya berani berkeyakinan hasilnya akan sama seperti hasil yang dirilis OMI. Saya siap mempertanggungjawabkan hasil survey OMI ini secara metodologis,” paparnya.

Bahkan jika kondisi (hasil survey OMI) saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, Miftah berkeyakinan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang. Hasil survey OMI hari ini adalah final. Artinya hasil survey tersebut kecenderungannya terjadi pada 27 Juni nanti.

Sementara Ketua Metodologi OMI, Yadi Satriadi S.Ikom mengatakan, fenomena survey ini cukup menarik, karena mengungkap sebuah kebenaran berdasarkan metodologis. Diakui Yadi, banyak respon yang muncul baik pro maupun kontra dari hasil survey terbaru yang dirilis OMI.

Ia memaklumi hal itu sebab masalah pro dan kontra dalam menerima sebuah kebenaran sudah terjadi sejak zaman para nabi dan Rasullullah. Kitab suci yang diturunkan Allah yang sudah pasti kebenarannya saja, tidak semua manusia mengikuti dan mengakuinya. Apalagi hasil survey yang notabene buatan manusia.

Namun Yadi memastikan angka dari hasil survey dilakukannya (OMI) benar-benar berlandaskan etika sebagai seorang peneliti. Tidak ada angka-angka yang dirubah dalam menyampaikan hasil survey. Masalah survey terkait dengan populasi dan sampel.

Yang menjadi populasi dalam survey ini adalah DPT se-NTB yang diperoleh OMI dari KPU Propinsi NTB yang mencapai sekitar 3 juta lebih pemilih. Sampel dari populasi ini ditemukan 1.200.

“Kita ibaratkan sampel dengan semangkuk atau sedandang soto.  Untuk mengetahui soto ini enak, sudah pas atau tidak, kita tidak perlu makan satu dandang soto, cukup kita cicipi satu sendoknya saja sudah merepresentasikan bagaimana soto itu enak atau tidak. Rasa soto ini bisa pas ketika campurannya diolah secara benar dengan porsi yang pas. Kalau kebanyakan garam terlalu asin, kebanyakan gula terlalu manis. Makanya bumbu yang ada ini kita aduk agar sebarannya merata. Begitulah dengan sampel tadi, kami racik tentunya dengan menggunakan rumus yang ada,” bebernya.

Kembali ditegaskan Yadi, rilis hasil survey OMI ini tidak mewakili siapapun dan calon manapun. Hanya kebetulan hasil survey itu memenangkan Zul Rohmi.

“Sekali lagi kami katakan, semua ini berdasarkan metodologi,” pungkasnya.

Me (*)




TGB dan Artis Youtuber Ramaikan Halalbihalal di Loteng

Tak seperti pasangan lain yang mengundang artis, berjoget, dan hura-hura, pasangan Zul-Rohmi ingin kesempatan Bulan Syawal untuk tausiah, halal bi halal, dan shalawatan.

lombokjournal.com —

MATARAM :  Bulan Syawal tahun ini, masyarakat Lombok Tengah mendapat kejutan. ,

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi akan mengisi tausiah halalbihalal, Rabu, 20 Juni pukul 16.00 Wita, di Lapangan Bundar, Praya.

Acara kian meriah dengan hadirnya qariah sekaligus artis pelantun shalawat asal Aceh Puja Syarma. Tidak sendiri, Puja Syarma akan ditemani Ustad Hadi.

Ketua Panitia Acara Lalu Athar Fath Salim mengatakan, dalam suasana syawal Calon Pasangan Gubernur dan Wagub NTB nomor urut 3 Dr Dzulkieflimansyah-Dr Sitti Rohmi Djalila (Zul-Rohmi) ingin mengisi dengan kegiatan yang baik, yaitu halalbihalal, tausiah, dan shalawat.

“Kita berkumpul menimba ilmu dan bershalawat bersama. Tausiah diisi oleh Tuan Guru Bajang,” katanya, Minggu (17/06)

Athar menyebut, momentum syawal memang tepat untuk bermaaf-maafan dengan masyarakat. Tausiah yang disampaikan TGB berkaitan dengan pesta demokrasi yang akan dihadapi.

“Ya, harapannya supaya kita saling bergandengan. Beda pilihan tapi tetap saudara,” sambungnya.

Untuk shalawatan sendiri, lanjut Athar, akan diisi oleh Puja Syarma dan Ustad Hadi, artis youtuber yang memiliki subcribes puluhan juta. Dengan shalawat bersama diharapkan suasana kebatinan masyarakat semakin dingin.

“Sembari berdoa semoga semoga pilkada berjalan penuh bahagia,” imbuhnya.

Ketua Tim Pemenangan Zul-Rohmi Syawaluddin mengatakan, Zul-Rohmi ingin beda dalam menutup masa kampanye. Tak seperti pasangan lain yang mengundang artis, berjoget, dan hura-hura, pasangan Zul-Rohmi ingin kesempatan Bulan Syawal untuk tausiah, halal bi halal, dan shalawatan.

“Mari masyarakat Lombok Tengah dan sekitarnya meramaikan acara ini,” katanya.

Syawal menyebut, acara di Lapangan Bundar, Lombok Tengah ini diperkirakan dihadiri sekitar 1500 orang. Masyarakat yang datang ini karena ingin mendengarkan tausiah dan shalawat.

“Acara yang positif ini harus didukung semua pihak. Mewujudkan pilkada yang sehat,” tukasnya.

Me (*)




Penumpang Melalui  Lombok Internasional Airport Naik 9 Persen

Manajemen LIA mengantisipasi lonjakan penumpang serta meningkatkan  layanan

PRAYA .lombokjournal.com —  Lombok International Airport (LIA) atau Bandara internasional Lombok mencatat kenaikan jumlah penumpang hingga H Lebaran sebesar 104.569 penumpang.

Ini berarti ada kenaikan  sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2017. Sedangkan untuk pergerakan pesawat tercacat sebanyak 918 pesawat atau mengalami kenaikan sebesar 11.6 persen.

“Jika dilihat realisasi kepadatan penumpang pada arus mudik terjadi pada H-4 yaitu tanggal 11 juni 2018, sebanyak 12.769 penumpang. Dan H-1 tanggal 14 Juni 2018 sebanyak 12.565 penumpang.

Secara total hingga hari H lebaran lonjakan penumpang telah mencapai 9 persen.

“Kami tentunya berharap ini berdampak pada kemajuan Lombok baik pariwisata maupun ekonomi ,” ujar I Gusti Ngurah Ardita General Manager LIA.

Berdasarkan Informasi humas Lombok International Airport, kini bandara telah mengoperasikan selasar, pick up dan drop zone pada tanggal 7 Juni 2018.

Ini merupakan upaya dari Manajemen LIA  sebagai bentuk antisipasi lonjakan penumpang serta peningkatan pelayanan dan fasilitas.

AYA




Dekatkan Dengan Masyarakat, Keluarga Besar TGB Buka Open House

Open House ini juga dimanfaatkan oleh warga masyarakat yang hadir untuk berfoto, bersama TGB juga paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Fiddin) dan Calon Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah serta para ulama yang hadir

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR :  Ribuan masa masyarakat dari segala penjuru daerah, datang silih berganti di kediaman Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi, Desa Gelang Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur pada Sabtu (16/06).

Moment open house Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1439H, menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar TGB dengan masyarakat.

“Di hari ke 2 Syawal 1439 H ini, saya dan keluarga kembali bisa mengadakan open house yang dipusatkan di kediaman pribadi adinda Tuan Guru Bajang Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA Pancor Lombok Timur NTB,” ucap Sitti Rohmi Djalilah kakak TGB saat dikonfirmasi.

Sitti Rohmi yang merupakan Wakil Calon Gubernur NTB ini juga mengatakan, open house ini menjadi kegiatan rutin untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Menjalin silaturahmi yang baik sekaligus menghimpun harapan masyarakat tentang NTB periode setelah TGB berikutnya.

“Open house ini merupakan kegiatan rutin yang kami lakukan sebagai upaya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Alhamdulillah, tiap tahun masyarakat yang hadir selalu terlihat antusias berdatangan dari berbagai Desa dan Dusun di NTB,” katanya.

Menurut pantauan lokasi, pintu kediaman TGB tetap terbuka lebar menyambut kedatangan warga masyarakat yang bersilaturahmi dengan tertib sejak pukul 08:00 wita pagi tadi.

Bahkan sejumlah ulama yang datang juga tak lepas dari perhatian dan sambutan masyarakat untuk bersalaman langsung. Tampak dilokasi pasangan Calon Bupati Lombok Timur Syamsul Luthfi yang merupakan kakak dari TGB, juga datang bersama pasangan Wakilnya Najamuddin Mustafa.

Tak hanya bersalaman, Open House ini juga dimanfaatkan oleh warga masyarakat yang hadir untuk berfoto, bersama TGB juga paslon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur (Fiddin) dan Calon Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah serta para ulama yang hadir.

Open House silaturahmi Lebaran ini, merupakan yang kedua digelar TGB setelah sebelumnya membuka silaturahmi/ open house di Islamic Center usai melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center.

Dalam kesempatan ini, silaturahmi digelar dengan dua tahap yakni TGB juga sekaligus menggelar rapat terbatas bersama para ulama yang datang.

Me




Lomba Pukul Bedug Pemprov NTB, Pecahkan Rekor Muri

Tema Semarak Takbir 1000 Bedug itu merupakan rangkaian pesona khazanah ramadhan 2018

MATARAN.lombokjournal.com —,

Pemerintah Provinsi NTB berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) Lomba memukul bedug, Kamis malam (14/06/2018).

Kegiatan yang mengusung Tema Semarak Takbir 1000 Bedug itu merupakan rangkaian pesona khazanah ramadhan 2018. Penghargaan tersebut diserahkan Perwakilan Museum Rekor Indonesia kepada Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Pemprov NTB sukses memecahkan rekor itu karena mampu menghadirkan katagori peserta terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu sekitar 1000 bedug dijejer sepanjang Jalan Langko hingga Pejanggik. Mulai Islamic Center NTB hingga depan kantor Gubernur.

Bedug itu ditabuh oleh para remaja masjid dari Kota Mataram. Pawai Takbir Idul Fitri 2018 di NTB terasa semarak dan spektakuler. Acara tersebut dibuka oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ditandai dengan pemukulan bedug.

Gubernur yang akrab disapa sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan harapannya di hadapan ribuan peserta yang hadir. Yaitu, kegiatan tersebut dapat berlangsung aman dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak.

“Semoga kegiatan ini mendapat ridho Allah SWT,” harap TGB. Hadir saat itu Kapolda, Brigjen Pol. Achmat Juri, Sekda NTB, Pjs. Walikota Mataram, Mohan Roliskana dan para pejabat lingkup Pemprov. NTB. Bahkan ribuan orang tumpah ruah meramaikan suasana kegiatan tersebut.

Rr/Humas NTB




Sitti Rohmi Ingatkan Makan Sehat di Hari Lebaran

Para orang tua diingatkan, agar tetap bisa menata pola makan yang sehat pada lebaran

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR ;   Calon Wakil Gbernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat NTB untuk menjaga pola makan saat lebaran.

Usai menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, kata Rohmi, saat yang membahagiakan adalah merayakan hari raya Idul Fitri dan berkumpul bersama keluarga.

“Namun ingat, agar tetap sehat harus menata pola makan saat merayakan lebaran,” kata Rohmi di Lombok Timur, NTB, Kamis (14/06).

Kakak kandung Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi itu menilai, lebaran biasanya identik dengan suguhan makanan yang mengundang selera. Mulai makanan yang bersantan, dan berlemak, hingga makanan yang berisiko terhadap kesehatan, misalnya makanan dengan bahan pengawet.

“Jangan sampai momen bahagia justru mengundang penyakit. Mengkonsumsi makan berlebihan, misalnya makanan bersantan dan penuh lemak bisa berakibat tidak baik bagi kesehatan,” lanjut Rohmi.

Rohmi menganjurkan agar orang tua tetap bisa menata pola makan yang sehat pada lebaran.

“Kalau toh kita suka makanan yang cenderung kaya akan lemak dan kolesterol, ada baiknya orang tua melengkapinya dengan menata pola makan dengan gizi seimbang,” kata dia

Rohmi mengajak masyarakat NTB menerapkan tiga rumus sehat usai bulan suci Ramadhan. Pertama, agar tetap sehat harus mengendalikan nafsu makan.

“Makanlah sesuai kebutuhan kalori harian tubuh kita,” ucapnya.

Ia menyampaikan tips, sebaiknya masyarakat makan dahulu seperti makan buah-buahan sebelum berangkat salat Ied.  Misalnya, makan satu buah apel beserta kulitnya, buah-buahan kaya air lainnya, seperti semangka, melon, atau pepaya.

Selain itu, buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk juga dapat mampu menetralisir lemak yang dikonsumsi.

Rumus sehat kedua ialah makan sesuai jadwal seperti di hari-hari lain. Makan besar tetap tiga kali sehari –sarapan, makan siang, makan malam– dan boleh diselingi snack yang mengandung serat tinggi misalnya buah-buahan dan sayuran.

“Pilihlah makanan yang disukai, yang penting mempertimbangkan kandungan gizinya. Sebisa mungkin hindarilah makanan terlalu pedas dan terlalu asam, sebab bisa meningkatkan kadar asam lambung,” ungkap Rohmi.

Rumus sehat ketiga, adalah bersilaturahim dengan yang  cara sehat, yaitu berjalan kaki menuju rumah kerabat yang tidak terlalu jauh. Atau sengaja memarkir kendaraan agak jauh dari lokasi agar berkesempatan berjalan kaki.

Dan, yang tak kalah penting, Rohmi menganjurkan dalam momen silaturahim di hari lebaran perbanyaklah senyum.

“Kita tak memerlukan biaya untuk memperbanyak senyum. Banyak senyum, banyak manfaat kita peroleh. Senyuman merangsang keluarnya hormon endorphin. Hormon itu mampu menciptakaan perasaan bahagia,” kata Rohmi menegaskan.

Me (*)

 




Sitti Rohmi Sambangi Posko Mudik Zul Rohmi-Fiddin 

Posko mudik menjadi sarana yang efektif mengenalkan diri kepada masyarakat NTB, mengingat selama ini mereka yang berada di luar NTB mungkin belum mendapatkan informasi utuh tentang calon pemimpin daerahnya

Buka puasa, pijat hingga wifi gratis

lombokjournal.com –

LOMBOK TIMUR :    Calon wakil gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), No 3,  Sitti Rohmi Djalilah, menyambangi posko mudik Zul Rohmi – Fiddin di Labuan kayangan dan depan POM Bensin Lenek Lombok Timur,  Rabu siang (13/06) kemarin.

Posko mudik Zul-Rohmi – Fiddin  merupakan bentuk wujud kepedulian pasangan yang diusung PKS-  Demokrat dan  Demokrat – PKB ( Fiddin)  dalam membantu perjalanan mudik masyarakat NTB.

Terdapat dua lokasi posko mudik Zul-Rohmi- Fiddin , Labuan Kayangan  dan Lenek  Lombok Timur, yang mulai beroperasi sejak Selasa (12/06). Beragam fasilitas menarik tersedia di posko mudik ini, mulai dari hidangan berbuka puasa hingga fasilitas pijat dan juga wifi gratis.

Posko mudik yang digalang para relawan merupakan inisiasi dari Sitti Rohmi yang memiliki sejumlah pengalaman dalam prosesi mudik.

Menurut Rohmi, posko mudik di NTB belum begitu banyak tersebar, padahal jumlah pemudik di NTB cukup banyak, baik pemudik dari luar daerah atau luar negeri, maupun pemudik skala lokal, dari Pulau Lombok menuju Pulau Sumbawa maupun sebaliknya.

“Kan banyak saudara-saudara kita dari Pulau Sumbawa yang tinggal di Lombok mudik ramai-ramai menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi, itu yang perlu kita bantu. Begitu juga warga Lombok yang tinggal di Pulau Sumbawa dan melaksanakan mudik,”katanya.

Dalam kunjungannya ke posko mudik, Rektor Universitas Hamzanwadi itu memeriksa sejumlah fasilitas yang ada di posko mudik, baik dari segi ketersediaan kursi, hingga kebersihan.

Rohmi berharap posko mudik ini menjadi medium yang tepat dalam merajut tali silaturahmi antara masyarakat sekitar dengan para pemudik.

Ia menjelaskan, lokasi posko mudik yang ditempatkan di Pelabuhan Kayangan dan Lenek lantaran kedua wilayah ini menjadi titik utama strategis yang kerap dilalui pemudik.

Menurut Rohmi, posko mudik menjadi sarana yang efektif dalam mengenalkan diri kepada masyarakat NTB. Hal ini perlu dilakukan mengingat selama ini mereka yang berada di luar NTB mungkin belum mendapatkan informasi utuh tentang calon pemimpin daerahnya.

“Mereka (para pemudik) juga warga kita, jadi seyogyanya ya kita juga harus kenalkan diri kita kepada mereka,” kata Sitti  Rohmi

Rohmi menambahkan, masukan dan saran dari para pemudik sangat berharga bagi dia dalam membangun NTB ke depan jika terpilih. Pasalnya, para pemudik bisa memberikan gambaran tentang keunggulan dan kekurangan daerah tempat mereka bekerja atau menuntut ilmu yang bisa menjadi bahan dalam membangun NTB.

Kunjungan Rohmi mengejutkan sejumlah pemudik yang sedang bersantai di posko mudik.

Tanpa sekat, Rohmi berdialog dengan para pemudik tentang aktivitas dan tujuan mudiknya. Rohmi berpesan, para pemudik tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan mematuhi setiap rambu lalu lintas.

Me (*)




Survey OMI Memenangkan Zul-Rohmi Cermin Harapan Rakyat NTB

Orang kemudian mengasosiasikan pemimpin atau pengganti TGB itu harus lebih baik atau minimal sama dengan TGB

Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :   Hasil survey terbaru Olat Maras Institute (OMI) yang menempatkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) disambut sukacita masyarakat NTB terutama para pendukungnya.

Zul-Rohmi menempati posisi teratas yakni 28 persen, unggul dari Suhaili Amin 21,6 persen, Ahyar Mori 17,7 persen, dan Ali Sakti 12,6 persen, serta tidak menjawab 20,1 persen.

Hasil survey ini memenuhi harapan mereka dalam mencari pemimpin ideal dan sepadan, pengganti TGB (Tuan Guu Bajang) M. Zainul Majdi MA—Gubernur NTB dua periode.

Tokoh Masyarakat Sumbawa, Sambirang Ahmadi S.Ag M.Si yang ditemui , Selasa (12/06) mengatakan, hasil survey OMI yang dilakukan 3—12 Juni 2018 ini, mencerminkan harapan atau selera masyarakat terhadap pemimpin NTB.

Sebab masyarakat NTB menginginkan pemimpin yang memiliki kapasitas dan daya saing yang tinggi baik secara nasional maupun internasional, karena mereka sudah merasakan kepemimpinan TGB.

Menurut Sambirang—akrab mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa disapa, great NTB relatif terus meningkat. Orang kemudian mengasosiasikan pemimpin atau pengganti TGB itu harus lebih baik atau minimal sama dengan TGB.

Dan ini ada pada diri Doktor Zulkiflimansyah—Calon Gubernur nomor urut 3 yang diusung PKS dan Demokrat.

“Jadi ada semacam harapan masyarakat bahwa NTB ini harus dipimpin orang yang berkapasitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Menurut saya survey itu mencerminkan itu terutama bagi orang Sumbawa bahwa ini adalah momentum.Sebagaimana kata orang “momentum itu adalah sahabat terbaik seorang pemimpin,” ulasnya.

Pilgub NTB ini, ungkap Sambirang, merupakan momentum bagi Doktor Zul yang memiliki kapasitas besar yang diketahui dan disadari rakyat NTB khususnya Kabupaten Sumbawa untuk menjadi pemimpin di NTB.

Dengan menjadi pemimpin NTB, Doktor Zul diharapkan bisa membawa NTB ini lebih cepat berkembang melalui kekuatan networking (jaringan), kapasitas pribadi dan ide-ide yang dikemukakan Zul-Rohmi saat debat kandidat yang disiarkan langsung TV One.

“Saat debat, paparan Zul-Rohmi jauh lebih kongkrit dan simple, bisa dipahami dengan baik oleh public bagaimana membawa NTB ke depan, dengan membangun industri pengolahan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui lembaga-lembaga pendidikan. Saya kira ini jauh lebih kongkrit dan mengena dalam upaya meningkatkan daya saing NTB,” pungkasnya.

Me (*)




Tujuh Indikator Kemenangan Zul-Rohmi Di Bima!

Salah satu indikator adalah kerinduan masyarakat Bima khususnya dan Pulau Sumbawa pada umumnya pada kepemimpinan Putra Pulau Sumbawa, tidak dapat dibendung lagi

Zul bersama Tim Pemenangan di Bima

lombokjournal.com —

BIMA  ;  Optimisme kemenangan Paslon Gubernur-Wakil Gubernur NTB nomor 3, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) muncul dari berbagai kalangan. Setidaknya ada tujuh indikator yang menguatkan kemenangan Zul-Rohmi di Kota-Kab. Bima.

Alasan pertama,  Dr. H. Zulkieflimansyah sangat aktif blusukan di Kota-Kab. Bima. Telah bertemu langsung dengan puluhan ribu Warga.

Hampir semua kelurahan di Kota Bima, dan seluruh kecamatan di Kabupaten Bima, telah di kunjungi Dr. Zul.  Bahkan menginap di rumah-rumah warga.

Menurut Dewan Pembina Tim Pemenangan Zul-Rohmi Daerah Kota-Kab. Bima,  Ir.  HM. Rum,  masyarakat Bima sangat berbudaya, dan mengapresiasi silaturrahim.

“Dr H. Zulkieflimansyah telah berhasil mengetuk langsung, bukan lagi pintu rumah warga Bima.  Tapi lebih dari itu,  dengan sosoknya yang tawadhu’,  sederhana,  santun,  dan cerdas, Dr. Zul telah berhasil mengetuk hati dan sanubari masyarakat Bima,” ujar mantan Sekda Kota Bima ini.

Alasan kedua, dukungan totalitas dari Walikota Bima, HM. Qurais H abidin (HMQ),  yang merupakan Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kota Bima. Kemenangan dua periode Walikota Bima, dan berbagai capaian pembangunan dan penghargaan nasional,  menunjukkan kuatnya pengaruh HMQ di Kota Bima.

“Bukan hanya di Kota Bima,  HMQ juga memiliki pengaruh besar di Kabupaten  Bima. Karena beliau asli Kecamatan Belo, dan trah KAE (Palibelo,  Belo,  Woha, Monta) selalu terjaga komunikasinya dengan HMQ. Banyak bantuan HMQ pada keluarga besarnya di Kab Bima.  Jauh sebelum beliau menjabat Walikota Bima,” ujar Drs. H Tajuddin Umar, tokoh kharismatik Sape-Lambu, yang juga mantan Sekda Kota Bima ini.

Alasan ketiga, diungkapkan oleh Ketua Pemuda NW, Agus Salim,  S. Pd.I. Menurutnya, TGB Effeck juga menjadi pendongkrak kekuatan Zul-Rohmi.

“Bagaimanapun loyalis Gubernur TGB yang  saat ini masih menjabat, juga mendongkrak suara Zul-Rohmi di Bima. Terutama dari kalangan pejabat provinsi dan kaum religius. Terlebih Calon Wakil Gubernur,  Dr. Sitti Rohmi Djalilah adalah kakak kandung Gubernur TGB,” ujar Agus Salim.

Sementara Ketua Relawan The Man Gemilang, Gufran, SE. mengungkapkan massifnya gerakan team Relawan dengan multi gerbong di bawah koordinasi Hadi Santoso,  ST, MM, menjadi alasan keempat penentu kemenangan Zul-Rohmi.

“Zul-Rohmi seolah menjadi magnet, bagi berbagai gerbong Relawan dari kalangan aktivis/organisatoris serta para tokoh dari berbagai back ground, yang memiliki basis massa riil. Sampai saat ini sudah terdaftar 32 gerbong relawan. Dengan total relawan lebih dari 10.000. Belum termasuk simpatisan, ” tegas mantan Ketua Umum HMI Cabang Bima ini

Alasan kelima, kerinduan masyarakat Bima khususnya,  dan Pulau Sumbawa pada umumnya, pada kepemimpinan Putra Pulau Sumbawa, tidak dapat dibendung lagi.

Ini bukan sekedar sentimen emosional. Tapi lebih dari itu, kehadiran Paslon Zul-Rohmi yang mewakili dua figur dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok,  menguatkan citra bahwa NTB adalah Provinsi yang terbuka.

“Menunjukkan kebesaran hati Masyarakat NTB bahwa siapapun dia,  jika layak memimpin, tak peduli berasal dari wilayah manapun, masyarakat NTB tetap menerima dengan lapang dada,” ujar Ketua Umum DPC Partai Demokrat Kabupaten Bima,  Imam Suhadi,  SH.

Dua mesin Partai Koalisi yang solid merupakan faktor keenam kuatnya Paslon Zul-Rohmi di Bima. Militansi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat, sudah sangat teruji.

“Militansi dua partai koalisi pendukung Zul-Rohmi, membuat gerakan Partai Koalisi menjadi sangat lincah dan massif bergerak menentukan kemenangan Zul-Rohmi,” tandas Imam Suhadi

Faktor ketujuh, bukti kenaikan hasil survey dari berbagai lembaga independen. Terjadi kenaikan signifikan Paslon Zul-Rohmi hari demi hari. Dan selalu menempatkan Paslon Zul-Rohmi di peringkat teratas/pertama.

“Bahkan, menarik untuk disimak,  hasil survey oleh pihak kompetitor atau Paslon lain. Di awal-awal dulu, menempatkan posisi Zul-Rohmi di posisi buntut. Sekarang Zul-Rohmi ditempatkan pada urutan kedua. Itu bukti nyata kuatnya dukungan Zul-Rohmi. Tentu saja, survey pesanan Paslon lain tidak mungkin menempatkan Zul-Rohmi di posisi teratas,” pungkas Imam Suhadi.

Me (*)




Survey OMI, Zul-Rohmi Pemenang, Disusul Suhaili-Amin, Ahyar-Mori dan Ali -sakti

Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang

lombokjournal.com —

Direktur OMI, Miftahul Arzak

SUMBAWA BESAR :   Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) menempati posisi tertinggi dari pasangan calon lainnya dengan raihan 28 persen suara.

Hal ini terungkap dari hasil survey Olat Maras Institute (OMI) yang dilakukan dalam rentang waktu dari 3 Juni sampai 12 Juni 2018.

Menguntit di belakangnya, pasangan calon H. Moh. Suhaili Fadhil Thohir SH—Muh. Amin SH M.Si (Suhaili—Amin) 21,6 persen, H. Ahyar Abduh—H. Mori Hanafi (Ahyar—Mori) 17,7 persen dan H. Moch. Ali Bin Dachlan—TGH Lalu Gede Sakti MA (Ali—Sakti) memperoleh 12,6 persen, serta tidak menjawab 20,1 persen.

Menurut Direktur OMI, Miftahul Arzak,  Selasa (12/6), survey ini menggunakan metodologi Multistage Random Sampling, dengan Margin of Error 2,6 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen dengan responden 1.200 yang tersebar di seluruh kabupaten di NTB.

Survey yang dilakukan saat ini, ungkap Miftah, berbeda dengan survey pertama yang dilakukan pada Februari 2018 lalu. Survey yang dimunculkan saat itu adalah pertanyaan “jika pilkada dilaksanakan hari ini”. Jawaban yang dihasilkan adalah suara yang pasti dan suara yang belum menentukan sikap.

Terungkap ada 35 persen suara yang belum menentukan sikap atau belum memberikan jawaban. Tingginya persentase ini karena masih banyak masyarakat yang akan mencoblos belum mengetahui dan akan memilih siapa.

Ini disebabkan berbagai faktor di antaranya jajaran KPU yang belum menyebar ke seluruh pelosok untuk melakukan sosialisasi, terutama pelosok desa, kaki gunung dan lainnya. Kemudian tidak adanya calon yang menyambangi mereka.

Karena itu, untuk metode survey kedua yang dilakukan OMI, ungkap Miftah, adalah pendalaman terhadap suara (35 persen) yang belum menentukan sikap, dengan cara melakukan wawancara ulang, wawancara surveyor, dan analisis lokasi.

Hasilnya yang belum menentukan sikap tersisa 14,9 persen karena 20,1 persen sudah menyebar ke beberapa calon.

Dan dari keseluruhan survey, Zul-Rohmi unggul dari calon lainnya dengan perolehan 28 persen. Sebab dari survey yang dilakukan, calon yang massif bergerak dan selalu diliput media massa hanya Doktor Zul.

Sebab 35 persen suara yang belum menentukan sikap ini hanya bisa dikejar dan diraih oleh calon yang bergerak massif. Ada beberapa daerah yang dilokalisir OMI yang masyarakat menyatakan akan memilih calon yang mendatangi mereka.

Bahkan ada salah satu kabupaten yang bupatinya mendukung Paslon tertentu yang tidak direspon masyarakat. Sebab yang mereka inginkan bukan timses melainkan calon sendiri yang datang menemui mereka.

“Ini baru Doktor Zul yang bisa melakukannya dengan mendatangi langsung masyarakat, sehingga tidak heran suaranya lebih unggul dari calon-calon lainnya,” tandas Miftah.

Keunggulan lain yang diraih Zul-Rohmi sebagaimana hasil survey OMI yang juga bekerjasama dengan beberapa lembaga survey lainnya, sebut Miftah, karena ada tiga hal. Pertama, mampu memimpin. Kedua, ketokohan yakni didukung para ulama, tuan guru dan lain-lain. Ketiga, faktor keluarga.

Dari ketiga hal ini, semuanya ada pada Doktor Zul (Zul-Rohmi).

Memang diakui Miftah, Ali BD, Suhaili dan Ahyar berpengalaman menjadi pemimpin karena pernah menjadi Bupati atau walikota. Namun sayangnya tidak ada yang menyebarkan informasi mengenai pengalaman itu ke bawah.

Berbeda dengan Doktor Zul, berbagai pengalaman yang dimilikinya disampaikan langsung dan didengar masyarakat karena kerap turun ke bawah melakukan blusukan.

Untuk ketokohan, Doktor Zul didukung TGB—Gubernur dua periode yang merupakan pemimpin organisasi terbesar di NTB, serta didukung para tuan guru, alim ulama dan lainnya. Demikian dengan keluarga, ketika turun masif ke bawah, yang ditemui Doktor Zul bukan hanya masyarakat melainkan keluarga dan orang tua.

Jika kondisi saat ini tetap bertahan sampai hari pencoblosan, ujar Miftah, dapat dipastikan Zul-Rohmi akan menjadi pemenang pada Pilgub NTB 27 Juni 2018 mendatang.

“Jadi kami selalu katakan bahwa hasil survey OMI hari ini adalah final. Artinya hasil survey hari ini kecenderungan terjadi pada 27 Juni nanti. Ini jika tidak ada money politic, tidak ada serangan fajar, dan gerakan para calon masih seperti kondisi saat ini,” tegasnya.

Me (*)