Setelah audensi bersama Gubernur dan Wagub NTB, Wakil Dubes Inggris mencoba Dolis (Dokar Listrik)
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Duta Besar Inggris, Mr. Matthew Charles Downing mencoba Dokar Listrik karya anak SMK Nusa Tenggara Barat dalam kunjungannya ke Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/02/23).
Sebelumnya, Mr. Matthew Charles Downing melakukan audiensi bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah terkait berbagai kerjasama yang bisa dijalin, terutama di dalam isu lingkungan.
Duta Besar Inggris juga memuji Provinsi NTB atas konsennya memperjuangkan isu lingkungan. Dan menyambut baik berbagai kemungkinan kerjasama yang akan terjalin ke depannya.
“Kami sangat bangga melihat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia terutama juga di NTB dalam rencananya untuk menurunkan emisinya,” ungkapnya.***
Potensi Kerjasama Pemprov NTB dan Pemerintah Inggris
NTB dan Pemerintah United Kingdom membahas potensi kerja sama khususnya bidang Lingkungan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah United Kingdom membahas berbagai potensi kerjasama, terutama kerjasama di bidang Lingkungan.
Pembahasan potensi kerja sama itu berlangsung saat Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan audiensi dengan Wakil Duta Besar Inggris Mr. Matthew Charles Downing, di ruang kerja Gubernur, Rabu (08/02/23).
Wagub NTB Ummi Rohmi optimis atas potensi kerjasama yang akan dibangun.
Karena NTB, merupakan daerah terdepan di Indonesia yang konsen terhadap isu lingkungan.
NTB dengan berbagai programnya, fokus dengan misi energi terbarukan terutama nol emisi karbon, NTB Zero Waste, dan NTB Hijau.
“Kerjasama dengan Inggris ini baru kita mulai. Kita sangat optimis karena NTB Alhamdulillah termasuk terdepan di Indonesia untuk masalah lingkungan ini,” tutur Wagub.
Menurut wagub, tidak menutup kemungkinan kerjasama yang akan dijalin juga bisa merambat ke berbagai bidang. Seperti bidang pariwisata, kesehatan, atau pendidikan. Seperti kerjasama yang dilakukan dengan University of Nottingham.
“Berkembang kerjasama ini step by step,” ujarnya.***
Kolaborasi Danone Indonesia, Soal Sampah Hingga Stunting
Wagub berharap terjalin kolaborasi dengan Danone Indonesia dalam menangani pengolahan sampah dan stunting di NTB.
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah. sambut baik kolaborasi Danone Indonesia dalam pengolahan sampah hingga penanganan stunting di NTB.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Danone Indonesia terkait kegiatan Aksi Gizi Generasi Maju dalam rangka Peringatan Hari Gizi Nasional, di ruang kerja Wagub (08/01/23).
“Selain pengolahan sampah dan pemeliharaan lingkungan yang baik, edukasi kepada masyarakat sangat penting dilakukan untuk merubah mindset masyarakat dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” terang Ummi Rohmi.
Pengolahan sampah di NTB sudah berjalan cukup baik, namun masih banyak hal yang harus di lakukan agar pengolahan sampah dan produksi plastik bisa direcycle.
Wagub menjelaskan, pentingnya pengolahan sampah dan lingkungan menjadi PR bersama.
“PR kita mengumpulkan semua sampah plastik di NTB yang tentunya memerlukan effort besar dan kerja sama semua pihak agar bisa mengumpulkan banyak sampah untuk di recycle ,” tuturnya.
Bersama Danone ia berharap adanya kerja sama yang baik dalam menangani pengolahan sampah dan stunting di NTB.
Rahman Hidayat dari Danone Indonesia menyampaikan program pembinaan terhadap masyarakat dalam pengolahan sampah, juga menjelaskan program baru nya Aksi Generasi Maju Cegah Stanting.
“Program ini sangat penting untuk generasi kita di masa depan,” jelasnya.
Tujuan Danone sendiri memilih NTB sebagai objek dalam programnya adalah mengingat NTB termasuk kedalam 5 provinsi destinasi wisata terbaik di Indonesia.
“One Help One Planet, pelaku daur ulang adalah manusia sendiri, yang harus dibantu kesehatannya, gizi anaknya, pola asuhan yang benar yang harus sejalan dengan pola pilar strategi pemerintah,” tutur pak Rahman.
Danone berharap dalam programnya menjadi inspirasi bersama. ***
Fokus Penurunan Stunting dan Perkuat Kolaborasi
Fokus penanganan stunting tidak bisa menyasar satu segmen saja, dan harus komperhensif
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, minta fokus dalam menurunkan angka stunting, dan makin memperkuat kolaborasi pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Prov. NTB.
Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi BKKBN Pusat terkait percepatan penurunan angka stunting di NTB, di ruang kerja Wagub, Selasa (07/02/23).
“Posyandu di NTB tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil namun juga lansia, remaja, keluarga,” kata Wagub yang biasa disapa Ummi Rohmi.
Menurutnya, stunting tidak bisa menyasar satu segmen saja, (penanganan) stunting itu harus komperhensif. Tidak bisa kita bicara tentang stuntingnya saja tapi remajanya juga.
Sebanyak 7600 lebih Posyandu di NTB ini sudah menjadi Posyandu Keluarga karena adanya di dusun, dekat dengan masyarakat.
Monitornya juga menjadi lebih mudah karena terdiri dari puluhan hingga ratusan rumah saja, dan lebih mudah diintervensi.
“Alhamdulillah dengan aktifnya Posyandu Keluarga kami punya data by name by adress yang pertumbuhannya signifikan, data sampel survei juga di kroscek. Bahkan kalau ada yang tidak datang ke Posyandu kita minta sweeping ke rumah. Sehingga kalau intervensi anak stunting ya anak stunting yang diintervensi. Bukan anak balita secara keseluruhan. Itu yang kita lakukan selama ini,” jelasnya.
Kepada tim percepatan stunting, Ummi Rohmi berharap langsung menukik permasalahan apa yang di hadapi. Sehingga mengidentifikasi permasalahan, kehadiran dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk datang ke Posyandu.
Mendorong Posyandusemakin aktif dan berkualitas, sehingga dengan data by name by adress akan didapatkan data potensi pernikahan anak, literasi sanitasi, narkoba, edukasi keluarga.
Jadi data real di lapangan tidak akan didapatkan jika ujung tombak itu sendiri tidak aktif.
“Dan kami juga berharap kolaborasi dengan BKKBN semakin baik, sama-sama menggotong royongkan PR besar kita,” tutupnya.
Multiplayer efek
Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN RI, dr Irma Ardiana, MAPS mengapresiasi bagaimana Pemprov NTB menggerakkan sistem yang sebenarnya sudah ada.
Kemudian melengkapi dan menyempurnakan sehingga memiliki multiplayer efek yang luar biasa ke program lainnya.
“Walaupun sasarannya stunting tapi sebenarnya dengan sistem tersebut tentu banyak permasalahan yang ada di Provinsi NTB bisa diatasi. Misalnya tentang stunting, dengan sistem Posyandu keluarga bisa mengatasi juga angka kematian ibu, bayi, PTM, gizi dan seterusnya,” ungkap dr Irma.
Salah satu yang sangat di apresiasinya adalah bisa memutus siklus, termasuk kemiskinan, memastikan remaja putri tidak putus sekolah, sehingga bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik.
Selain itu juga bagaimana Pemprov langsung ke lapangan, dan langsung mengecek untuk melakukan konfirmasi.
“Jadi ternyata seluruh elemen itu jika digerakkan itu bisa, dengan sumber daya, pengetahuan dan kemauan yang ada ini tinggal konsistensi. Dan di tahun 2023 ini harus gaspol, menyatukan seluruh kekuatan yang ada, ketika ada data byname by adress saya rasa ini bisa menurunkan angka stunting di seluruh NTB,” katanya. ***
HBK mengatakan, dengan mengembangkan Food Estate sektor peternakan, NTB akan menjadi pemasok kebutuhan daging nasional
MATARAM.LombokJournal.com ~ Para pemangku kepentingan di NTB diingatkan untuk mulai mengintegrasikan Food Estate sektor pertanian dengan sektor peternakan.
Integrasi tersebut akan memberikan nilai tambah yang besar bagi peningkatan kesejahteraan para petani dan peternak.
H. Bambang Kristiono (HBK)
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE atau yang akrab disapa HBK.
“Sedari awal, konsep dasar Food Estate itu adalah pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi. Karena itu, Food Estate yang dikembangkan harus mampu mengintegrasikan pertanian dengan sektor pendukung lainnya seperti peternakan, perikanan,” kata HBK, Rabu (08/02/23).
Politisi Partai Gerindra ini dikenal sebagai tokoh NTB yang sangat concern memperhatikan pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Bumi Gora.
Ia membuat terobosan setelah dilantik menjadi anggota DPR RI dari Dapil P. Lombok untuk membantu para petani, nelayan, dan peternak di Pulau Seribu Masjid.
HBK secara intens mengirimkan paket bantuan untuk para peternak di lima Kabupaten/Kota di P. Lombok. Ia juga menginisiasi pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Peternakan dengan membantu menyiapkan bibit ternak sebagai modal awal untuk dipelihara dan dikembangkan KUBE tersebut.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengungkapkan, NTB memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan Food Estate sektor peternakan. NTB saat ini tercatat sebagai salah satu provinsi yang merupakan gudang ternak di Indonesia.
Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB mencatat, populasi ternak sapi di NTB mencapai 1.320.551 ekor.
Di P. Lombok, populasi ternak sapi terbanyak ada di Kab. Lombok Timur dengan 183.656 ekor. Sementara di P. Sumbawa, populasi terbanyak ada di Kab. Sumbawa dengan 276.031 ekor.
Selain sapi, populasi ternak kerbau di NTB juga mencapai 41.715 ekor. Domba tercatat 22.161 ekor. Dan Kambing tercatat 711.450 ekor dengan populasi terbanyak di seluruh NTB ada di Kab. Lombok Timur yaitu dengan populasi 114.324 ekor.
Untuk ternak unggas, potensi yang dimiliki NTB juga tak kalah melimpah. Populasi ayam buras mencapai 9.210.252 ekor. Ayam pedaging 13.499.453 ekor. Sementara itik mencapai 778.858 ekor.
Populasi yang melimpah ini, kata HBK, telah menjadikan NTB mampu memenuhi kebutuhan daging untuk kebutuhan dalam daerah. Tidak seperti daerah lain yang masih harus bergantung pada pasokan daging impor dalam bentuk daging beku.
Selain itu juga, berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging secara nasional. Dan tak hanya daging, NTB juga menjadi salah satu pemasok pedet, yakni bibit sapi lokal yang telah diakui memiliki kualitas terbaik.
Namun begitu, HBK menegaskan, NTB tak boleh berpuas diri. Para petani dan peternak di NTB berhak mendapatkan hasil yang lebih baik dari apa yang didapat saat ini.
Karena itu, untuk memberikan nilai tambah yang besar untuk kesejahteraan para petani dan peternak, Food Estate sektor peternakan menjadi cara terbaik.
“Jangan lupa, NTB juga memiliki modal lain yang tak kalah pentingnya untuk mewujudkan Food Estate sektor peternakan ini. Seluruh masyarakat NTB sesungguhnya memiliki kultur beternak yang sangat kuat,” imbuh HBK.
HBK mencontohkan, bagaimana para petani di NTB selain menggarap lahan pertanian, mereka juga memiliki dan memelihara ternak di rumahnya. Memelihara ternak adalah cara para petani di NTB menabung.
Saat mereka memiliki kebutuhan mendesak, mereka akan menjual ternak mereka untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut.
Tokoh kharismatik NTB ini lalu mencontohkan tentang nilai tambah besar yang dimaksudkannya. Dia mengungkapkan, dengan potensi ternak sapi yang dimiliki saat ini, NTB mampu menjadi pemasok kebutuhan daging nasional hingga 4,6 persen per tahun. Namun, dengan keberadaan Food Estate sektor peternakan, studi menyebutkan, NTB akan mampu menjadi pemasok kebutuhan daging nasional hingga 20 persen per tahun.
Hal tersebut akan mampu menghasilkan kenaikan pendapatan bagi para peternak sapi di NTB hingga empat kali lipat dari apa yang didapat saat ini.
Di sisi lain, NTB juga memiliki potensi pakan yang cukup besar. Baik untuk hijauan makanan ternak ataupun sumber-sumber pakan lainnya.
Pun untuk pakan unggas. NTB adalah salah satu provinsi penghasil jagung yang besar di Indonesia. Jagung produksi Bumi Gora bahkan sampai diekspor ke Jepang dan Filipina.
HBK pun mengapresiasi jika kini, Pemprov NTB sudah memulai menginisiasi Food Estate berbasis peternakan di Kecamatan Labangka, Kab. Sumbawa.
Pemprov di sana menyiapkan lahan hingga seluas 10 ribu hektare untuk pengembangan Food Estate berbasis peternakan ini. Kelak, kawasan itu ditargetkan akan menjadi kawasan mandiri pangan yang terintegrasi.
“Tentu tak cukup hanya di Labangka. Pemerintah daerah juga harus menginisiasi hal serupa secara merata di P. Lombok dan P. Sumbawa,” kata HBK menekankan.
Dikatakannya, Food Estate tidak hanya bisa dibuat dalam skala besar. Namun, bisa pula dibuat dalam skala yang lebih kecil di desa-desa. Sebab, kata HBK, perwujudan swasembada pangan tidak perlu lagi membangun satu lahan luas.
Karena, dimana ada permukiman, sawah, ternak, orang (petani dan peternak), maka di situ Food Estate bisa terlaksana.
Nantinya, jika hal tersebut sudah mewujud di NTB, maka dengan sendirinya, Bumi Gora akan menjadi daerah yang memiliki ekosistem Food Estate yang tangguh.
Food Estate skala kecil di desa-desa, akan menjadi semacam rantai pasok yang berkelanjutan untuk Food Estate sektor peternakan yang berskala besar. Sementara pada saat yang sama, lapangan kerja pun akan banyak tersedia.
“Inilah swasembada pangan yang sesungguhnya, mengembangkan keunggulan kompetitif daerah yang dimiliki untuk mengembangkan diri,” pungkas HBK. (*)
Wagub NTB Ummi Rohmi Ajak Berantas Rokok Ilegal
Memberantas rokok ilegal, menurut Wagub NTB, sangat penting harus dimulai dengan edukasi dan pembinaan
MATARAM.LombokJournal ~ Ajakan untuk berkolaborasi memberantas rokok ilegal akan melibatkan banyak elemen, sehingga penanganannya komprehensif.
“Kita harus bersinergi berkolaborasi, tidak cukup hanya Bea Cukai, Pol PP, Kejaksaan TNI-polri tapi begitu banyak instrumen yang harus terlibat. Sehingga kita ingin penanganannya yang komprehensif,” kata Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.
Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mengatakannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Satuan Tugas Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal Provinsi NTB.
Rakor tersebut bertajuk “Optimalisasi Pemberantasan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Negara dan Daerah”, di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Selasa (07/02/23).
Rakor yang digelar Satpol-PP NTB tersebut, mengerucut pada upaya memberantas rokok yang ilegal.
Menurut Ummi Rohmi, melakukan edukasi terhadap masyarakat menjadi sangat penting. Karena segala sesuatu yang ilegal yang menyalahi aturan, ada konsekuensi hukumnya dan itu tidak bisa ditawar-tawar.
“Salah juga kita langsung melakukan penindakan tanpa edukasi dan bimbingan. Sehingga OPD harus terlibat, seperti Dishub sangat terlibat kalau bicara rokok yang masuk dari luar, termasuk Dinas Perindustrian dengan industri-industri rokok skala UMKM, dan OPD terkait lainnya,” katanya.
Ummi Rohmi mendorong untuk melakukan pembinaandan bimbingan, serta diarahkan supaya yang ilegal itu berbalik beroperasi secara benar. Menurutnya, sesungguhnya namanya usaha tidak ada yang mau usahanya beroperasi dengan tidak benar.
Kadang-kadang hal itu karena tidak tahu atau mungkin kurang bimbingan dan pendampingan.
Sehingga mengakibatkan UMKM atau industri-industri kecil itu beroperasi secara tidak terkoordinasi dengan baik.
“Mudah-mudahan rakor ini berjalan dengan lancar dan berkah untuk kita semua dan membawa manfaat,” kata Ummi Rohmi.
Hadir dalam rakor tersebut Kepala Kantor Bea Cukai Mataram Kepala Kantor Bea Cukai Sumbawa dan anggota Satgas yang telah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi, baik dari unsur kepolisian dari kejaksaan dari TNI, juga SKPD atau OPD lingkup Pemprov NTB.
Saat yang sama, Kepala Satpol-PP NTB, Yusron Hadi mengatakan, Rakor merupakan langkah awal yang baik bagi Satpol-PP untuk memberantas rokok ilegal di NTB.
“Mudah-mudahan menunjukkan kemajuan tekad semangat kita untuk terus membantu pemerintah dalam rangka mengatasi persoalan Cukai rokok ilegal yang belakangan ini masih ada di daerah kita,” tuturnya.
Disebutkan Yusron, mantan Kepala Dispar NTB, dalam melakukan kegiatan penindakan sudah dimulai dari proses sosialisasi kemudian pemetaan lokasi-lokasi yang menjadi target operasi.
“Kita berharap dalam proses penindakan bukanlah langkah akhir, tetapi ada upaya penguatan-penguatan juga kepada industri rokok yang berkembang di masyarakat,” katanya.
Pada tahun 2023, pihak Pol PP akan memasifkan pemberantasan barang kena cukaidi berbagai Kabupaten/Kota di NTB.
“Dalam memberantas rokok ilegal di NTB pihaknya juga bakal bertindak tegas tetapi tetap dengan gaya humanis agar masyarakat paham tentang rokok ilegal merugikan Daerah dan Negara,” pungkasnya. ***
Diet Gula Darah, Kontrol Kandungan Karbohidrat dan Kalori
Melakukan diet dengan memilih makanan yang sehat, membantu kita mengontrol kadar gula darah
LombokJournal.com ~ Kecemasan selalu menyelimuti orang yang telah terkena diabetes.
Sebab penyakit diabetes atau penyakit gula yang tak bisa dikontrol dengan baik, bisa merembet kerusakan organ tubuh dan jaringan tubuh lainnya. Misalnya merembet ke gangguan jantung, ginjal, mata bahkan bisa merusak saraf.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang berlangsung panjang, ditandai meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal.
Penyakit gula ini terjadi saat tubuh pengidapnya tak mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan memprosesnya sebagai energi. Pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.
Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1dan tipe 2. Penjelasan mengenai keduanya, yaitu:
Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.
Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.
Diet Sehat
Siapa pun yang mengidap diabetes bertahun-tahun harus mengetahui cara memilih untuk menjalani diet sehat. Pandai-pandailah secara efektif mengelola stres, olahraga teratur, dan mematuhi rejimen pengobatan (jenis dan jumlah obat yang diberikan serta frekuensi dalam terapi).
Dan yang penting, apa yang kita makan dan minum memainkan peran besar dalam peluang mencapai tujuan A1c. Yang dimaksud A1c adalah rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan.
Mengelola gula darah mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Artinya, mengelola kadar glukosa darah adalah kunci mencegah komplikasi di masa depan. Mengalami peningkatan gula darah dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah penglihatan, kerusakan saraf, amputasi, dan kerusakan ginjal.
Menghitung Karbohidrat
Bagaimana cara mengontrol diabetes dapat bervariasi. Para ahli ada yang menyebut beberapa jenis makanan yang baik, atau sebaliknya buruk dalam diet diabetes.
Salah satu yang penting yaitu mengetahui kandungan karbohidrat suatu makanan yang akan memengaruhi gula darah.
Mengetahui kandungan karbohidrat dalam makanan merupakan pendekatan dasar yang baik untuk kontrol diabetes.
Selama pencernaan, tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa, yang merupakan sejenis gula, dan jenis karbohidrat tertentu, yaitu karbohidrat sederhana yang meningkatkan jumlah gula dalam darah dengan cepat.
Kalori Penting dalam Diet Diabetes
Perlu diingat, mempertahankan berat badan yang sehat adalah kunci untuk mengurangi resistensi insulin. Karena itu para ahli mengatakan penting memperhatikan kalori yang kita konsumsi.
Jika kita membatasi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi, tapi masih mengonsumsi terlalu banyak kalori dari sumber lemak dan protein. Ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Hanya kehilangan 5 hingga 10 persen berat badan berarti menurunkan risiko diabetes hingga 58 persen. Berat badan yang sehat bukan hanya meminimalkan risiko diabetes tetapi juga membantu menyehatkan jantung kita. Itu suatu keharusan bagi penderita diabetes, karena diabetes dan penyakit jantung berjalan seiring. ***
Gebyar Pilah Sampah Sambut HPSN dan HPN 2023
Acara gebyar sampah yang diselenggarakan Pemprov NTB diharapkan membuka kesadaran, dan makin banyak orang yang peduli sampah
MATARAM.LombokJournal.com ~Pemerintah Provinsi NTB akan menyelenggarakan “Gebyar Pilah Sampah” sebagai edukasi dan kesadaran kepada masyarakat dalam memilah sampah.
Kegiatan tersebut menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2023.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan, acara ini harus bisa mengubah mindset, mengajak untuk memahami betapa pentingnya memilah sampah.
“Simple saja, kegiatannya ramai rapi bersih meriah, jadi terlihat acara itu terplanning dengan baik. Juga di setiap tenda ada bak sampahnya untuk yang basah dan kering. Jadi gampang nanti orang cari setelah makan minum,” jelas Wagub pada rapat di Ruang Kerja Wagub, Senin (06/02/23).
Kegiatan ‘gebyar pilah sampah’ ini akan dikemas menarik, misalnya menghadirkan orang-orang yang berhasil memanfaatkan sampah menjadi uang, pupuk, atau makanan ternak.
Sehingga orang yang hadir sadar, kontribusi setiap orang yang peduli sampah luar biasa besar.
Sebagai beberapa contoh di Universitas Hamzanwadi, UNU NTB bisa di pakai bayar SPP, selama mau dipilah dan diletakkan di tempat yang benar. Bisa beli buku, bayar SPP, dan kebutuhan lainnya.
“Kita fokus ke sebanyak mungkin ada bank sampah, semua orang pilah sampah, lalu ke bank sampah, kemudian ke pabrik, ke tempat daur ulang, sehingga dapat meminimalisir jumlah sampah,” jelas Wagub.
Wagub memberi contoh lainnya dengan moutrash misalnya, anak-anak sekolah yang mengolah sampah bisa terima uang dari hpnya. Sehingga senang dan bisa dimanfaatkan untuk membeli kuota internet dan lain lain.
“Sehingga mereka tahu outputnya begini,” terang Ummi Rohmi.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi sharing section yang aktif dan asyik. Ummi Rohmi ingin semangat acara ini ikut dirasakan oleh sepuluh kabupaten kota, dengan disapa melalui zoom atau live.
Di akhir rapat diingatkan kembali, untuk tidak lagi menggunakan karangan bunga, gunting pita atau lepas balon. Seremoni seperti itu agar diganti dengan lepas merpati, tanam pohon pohon menjadi sehingga menjadi habit.
Tokoh Lingkungan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Julmansyah S.Hut., M.AP, bersama tim memaparkan konsep kegiatan.
Di antaranya, pembinaan pilah sampah menghadirkan tokoh lingkungan, pengusaha sampah, duta lingkungan dengan metode Fun.
Kemudian ‘Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi’, hiburan dengan senam bersama, musik, doorprize, pameran teknologi, produk olahan sampah, gerakan sedekah sampah, bayar uang kuliah dengan sampah dan lain-lain.
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menyampaikan, seluruh perspektif dari seluruh tempat terkait pilah sampah akan di tampilkan.
Sejumlah anak sekolah yang akan hadir juga akan diatur rapi, host juga akan diminta untuk mendekati penonton diselingi dengan beberapa doorprize. Dan tentunya edukatif dengan komunitas-komunitas yang hadir. ***
Danden POM Mataram IX/2 Letkol (CPM) Ahmad Suraidy berharap silaturahmi dengan Wagub NTB makin memperkuat solidaritas dan sinergitas
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTBHj. Sitti Rohmi Djalilah menerima Silaturahim Danden POM Mataram IX/2 yang baru, Letnan Kolonel Cpm Ahmad Suraidy,S.H, di ruang kerjanya, Senin (06/02/23).
Ummi Rohmi menyambut baik silaturahmi tersebut dan berharap sinergitas antara Dandenpom IX/2 Mataram dan Pemprov NTB dapat berjalan dengan baik.
Letkol Cpm Ahmad Suraidy, SH merupakan Putera Daerah NTB kelahiran Bima. Ia menggantilan Letnal Kolonel Cpm Dwijo Setyono, S.H yang sebelumnya menjabat sebagai Dandenpom IX/2 Mataram.
Sebelumnya, Letkol Cpm Ahmad Suraidy, SH menjabat sebagai Komandan Polisi Militer Denpom IV Surakarta, Jawa Tengah.
Ia berharap silaturahmi yang dilakukan dapat memperkuat solidaritas dan sinergitas yang ada. Serta sebagai upaya menyambung silaturahmiyang telah dibangun dengan baik oleh pejabat sebelumnya.
“Kami sebagai pejabat baru berkeinginan untuk melanjutkan silaturahmi yang sudah dibangun dengan baik oleh pejabat lama,” tandasnya. ***
Masyarakat Harus Tetap Optimis, Ini Ajakan Bang Zul
Masyarakat Dusun Gangga, Desa Genggelang, Lombok Utara berterima kasih kepada Bang Zul yang hadir di dusun di atas pegunungan
KLU.LombokJournal.com ~ Jadilah orang yang selalu optimis dan jangan menjadi orang yang hanya menatap ke atas.
Pesan ini disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj nabi besar Muhammad SAW di Dusun Gangga, Desa Genggelang Kec. Gangga, Lombok Utara, Minggu (05/02/23).
Bang Zul mengungkapkan, mengunjungi masyarakat merupakan kewajiban bagi setiap pemimpin.
”Mengunjungi hingga menginap bersama di pelosok Dusun, merupakan satu dari banyaknya bukti kecintaan pemimpin kepada masyarakatnya,” kata Sebut bang Zul
Sementara itu Kepala Dusun Gangga, Farhat menyampaikan rasa terima kasih kepada Bang Zul, atas kehadirannya di dusun yang lokasinya berada di atas gunung.
“Walaupun dusun kami berada di pegunungan Alhamdulillah pak Gubernur bersama rombongan hadir. Atas nama masyarakat dusun gangga kami ucapkan terima kasih “. kata Farhat.
Dusun Gangga merupakan dusun yang berada di dataran tinggi, mayoritas peduduknya berprofesi sebagai petani kopi, kakao serta durian.
Selain itu Gangga juga memiliki destinasi wisata salah satunya yakni rumah pohon.