Di Dompu, Kasus Rabies Terus Bertambah

Anjing di Kabupaten Dompu sebanyak 9.748 ekor, dari jumlah itu sekitar 4.000 ekor merupakan anjing peliharaan. Selebihnya sekitar 5.400 adalah anjing liar

MATARAM.lombokjournal.com —  Hingga saat ini sudah 300 lebih warga Dompu dilaporkan terjangkit rabies alias penyakit yang disebabkan oleh gigitan anjing liar tersebut.

Karena itu ratusan masyarakat sudah diberikan vaksin oleh petugas, guna mengantisipasi penyebaran virus rabies atau penyakit anjing gila di kabupaten tersebut

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr.Nurhandini Eka Dewi mengatakan,  saat ini vaksin anti rabies yang sudah dikirimkan sebanyak 1000 vaksin.

“Selain vaksin untuk manusia Kementerian Kesehatan juga sudah mengirimkan vaksin untuk hewan yakni anjing, kucing dan Kera/Monyet, ” katanya, Senin (04/02).

Eka menambahkan, untuk mengantisipasi bertambahnya gigitan anjing liar tersebut ia sudah menurunkan tim untuk mengantisipasi bertambhnya jumlah anjing liar.

“Tim tersebut terdiri dari tim pemberi vaksin tim kesehatan dan tim eliminasi anjin. Pemberian vaksin ini tidak saja kepada masyarakat yang terjangkit rabies melainkan kepada petugas karena mereka  berisiko terkena gigitan,” ujar  dr.Nurhandini

ia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anjing peliharaan, untuk segera memberikan vaksin. Selain itu langkah antisipasi yang dilakukan saat ini yaitu hewan yang berpontensi membawa virus rabies, seperti anjing kucing dan kera dari pulau Sumbawa tidak diperbolehkan masuk ke pelabuhan .

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi virus rabies masuk ke kabupaten kota lain di NTB.

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, anjing di Kabupaten Dompu sebanyak 9.748 ekor, dari jumlah itu sekitar 4.000 ekor merupakan anjing peliharaan. Selebihnya sekitar 5.400 adalah anjing liar.

Nantinya anjing peliharaan akan diberikan vaksin, sementara anjing liar akan dieliminasi atau dimusnahkan .

Kabupaten Dompu saat ini berstatus kejadian luar biasa kasus rabies. Karena hingga awal tahun 2019 ini sebanyak 5 orang meninggal dunia, terdiri dari anak- anak dan orang tua karena gigitan anjing gila.

Kasus virus anjing gila di di Kabupaten Dompu ini  sudah terjadi sejak September 2018 lalu.

AYA




HBK Hadiri Kampanye Dialogis Di Lombok Utara

Dalam berbagai laporan hasil survey di NTB , khususnya dapil Lombok akan ada semangat  gelombang perubahan yg diinginkan oleh masyarakat Lombok yang  tidak bisa dicegah

lombokjournal.com —

LOMBOK UTARA ;   Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono, SE atau akrab disapa HBK  menghadiri  pertemuan terbatas ( kampanye dialogis ) bersama Caleg DPRD NTB dan seluruh Caleg Kabupaten Lombok Utara  di Desa Sambik Bangkol, Minggu, (03/02) sore.

HBK mengungkapkan relasi dan sejarah  hubungannya dengan Prabowo Subianto. Selanjutnya HBK menguraikan perkenalan awalnya sama Prabowo dimulai saat pulang ketanah air usai studi di Australia, yang hingga kini tetap berhubungan baik.

” Modal saya menjadi orang kepercayaan Pak Prabowo hanya kejujuran dan kesetiaan,” tukas HBK

Dalam konteks Pilpres 2019 HBK mengatakan, Pilpres 2019  bukan sekedar ajang  pertarungan antara Jokowi dan Prabowo semata. Ada  hal yang lebih besar yang hendak diperjuangkan yakni menyangkut nasib bangsa dan ummat di Indonesia

Menurut HBK dihadapan sekitar  ratusan konstituen Gerinda Lombok Utara menegaskan,  saat ini negara Indonesia  mengalami dua masalah besar yang fundamental.

Persoalan pertama Yakni menumpuknya utang negara  hampir 6000 trilyun, termasuk utang swasta maupun  BUMN. Utang yang sedemikian besar ini tentu membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara ini.

HBK kemudian menganalogikan jika perusahaan terlilit utang pasti akan bangkrut.

“Demikian pula dengan rumah tangga jika terlilit hutang , pasti akan terjadi percekcokan ,” ujar HBK

Problem kedua bangsa ini, kata HBK adalah soal  likwiditas yakni  Pemerintah saat ini tidak memiliki uang.

“Indikatornya nilai kurs rupiah terhadap mata uang asing ( baca : dollar) melemah ,” sambungnya

Untuk mengatasi semua problem tersebut , menurut HBK tidak ada jalan lain selain ganti presiden.

Penugasan Prabowo

Selanjutnya HBK mengatakan, posisi pencalegan yang  dia jalani saat ini adalah murni perintah dari Prabowo Subianto .

“Jika saya ditakdirkan jadi dpr RI maka masyarakat Lombok akan memiliki caleg yg punya akses dng presiden RI,” ungkap HBK yang juga Caleg DPR RI No urut 1 dapil Lombok .

Terakhir HBK menginfokan dalam berbagai laporan hasil survey di NTB , khususnya dapil Lombok akan ada semangat  gelombang perubahan yg diinginkan oleh masyarakat Lombok yang  tidak bisa dicegah

“Insya Alloh nanti akan banyak kader kader partai Gerindra duduk di parlemen baik di propinsi dan kabupaten,” pungkasnya .

Me

 




Bulan Desember 2018 Tamu Hotel Berbintang Naik

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Desember 2018 tercatat 2,11 hari, berarti mengalami penurnan sebesar 0,26 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2018 sebesar 2,37 hari

MATARAM.lombokjournal.com —  -Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyatakan dalam rilisnya, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Desember 2018 mengalami kenaikan dibandingkan bulan November 2018.

TPK bulan Desember 2018  sebesar 40,53 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan November 2018 mencapai sebesar 38,24 persen.

“Ini berarti mengalami kenaikan sebesar 2,29 poin. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan Desember  2017 sebesar 50,05 persen berarti mengalami penurunan  9,52 poin,” ujar Suntono selaku Kepala BPS NTB

Ia menambahkn Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Desember 2018 tercatat 2,11 hari. Ini mengalami penurnan sebesar 0,26 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2018 sebesar 2,37 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Desember 2018 tercatat 58.881 orang yang terdiri dari 48.950 orang tamu dalam negeri (83,13 persen) dan 9.931 orang tamu luar negeri  (16,87 persen)”ungkapnya.

TPK Hotel Non Bintang bulan Desember 2018 hanya sebesar 24,01 persen mengalami kenaikan  sebesar 0,60 poin dibanding bulan November 2018 dengan TPK sebesar 23,41 persen. Jika  dibandingkan dengan bulan Desember 2017 mengalami penurunan sebesar 3,75 poin dari 27,76 persen.

“Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Desember 2018 sebesar 1,90  hari, mengalami kenaikan 0,31 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2018 sebesar 1,59 hari”Pungkas suntono.

AYA




Statistik Transportasi Desember 2018

jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga naik yaitu sebesar 1,86 persen dari 5.334 orang menjadi 5.433 orang

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pusat statistik (BPS )NTB merilis Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada bulan Desember 2018 naik sebesar 13,56 persen dibandingkan bulan November 2018.

Sedangkan jumlah penumpang berangkat naik sebesar 28,99  persen. Hal ini disampaikn Kepala BPS NTB Suntono saat Konfresi pers Pada Jumat (01/02).

Ia menyatakan, Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Desember 2018 naik 5,59 persen dibanding bulan November 2018. Sedangkan barang yang dimuat turun sebesar 71,03  persen.

“Adapun Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Desember 2018 sebanyak 149.606 orang, naik sebesar 12,47 persen dibanding bulan November 2018. Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik sebesar 4,15 persen menjadi sebanyak 6.068 orang,” ujarnya.

Sedangkan Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Desember 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 132.658 orang, naik sebesar 10,27 persen dibandingkan bulan November 2018.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga naik yaitu sebesar 1,86 persen dari 5.334 orang menjadi 5.433 orang.

“Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Desember 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 705.398 Kg, turun 1,99 persen dari bulan November 2018. Barang yang dibongkar di terminal internasional pada bulan Desember 2018 sebesar 93 Kg. Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan Desember 2018 turun 5,79 persen dari bulan sebelumnya. Tidak ada barang yang dimuat di terminal  internasional,” pungkasnya

AYA




JKN-KIS Penting Dan Bermanfaat  Untuk Segala Usia

Finna berharap Program JKN–KIS dapat terus berjalan, karena penting dan manfaat jaminan kesehatan bagi setiap orang, tidak peduli usia tua, muda atau bahkan anak-anak dan bayi yang baru lahir

lombokjournal.com –

JAMKESNEWS  ;  Semua orang tentu tidak ingin sakit, tak terkecuali bagi Islakhul Finna Yuristia (18) atau Finna sapaan akrabnya, seorang remaja yang harus hidup jauh dari orang tua ketika memutuskan kuliah di Kota Malang, Jawa Timur.

Tak ingin menambah beban orang tuanya mengingat kebutuhan kuliahnya sudah cukup mahal, Finna selalu berusaha untuk menjaga kesehatannya.

Namun ternyata datangnya sakit tak bisa dicegah dan tak bisa diduga. Suatu hari Finna mengalami sakit perut yang teramat sangat dan muntah-muntah. Nafsu makannya juga terus menurun.

Sadar akan kondisi tubuhnya yang semakin lemah,  maka berbekal Kartu JKN–KIS yang dimilikinya Finna segera pergi ke klinik. Dan hasilnya dokter mendiagnosa Finna terkena gejala usus buntu.

Gejala itu mulai dirasakannya sejak tinggal di Malang. Finna sering mual, muntah dan tak nafsu makan. Takut lebih parah, ia segera periksa dengan menggunakan kartu JKN-KIS.

”Dan ternyata dokter bilang ini gejala usus buntu. Saya sangat kaget dan langsung berpikir biaya yang harus dikeluarkan jika harus sampai operasi. Kasihan orang tua saya nanti harus mencari biaya lagi, untuk biaya kuliah saya saja mereka sudah melakukan segala upaya,” ujar Finna ketika ditemui di tempat kosnya.

Setelah dua kali menjalani pemeriksaan dan pengobatan, dokter memutuskan agar Finna segera dioperasi. Kekhawatiran yang Finna rasakan tempo hari akhirnya benar-benar terjadi. Ia harus menjalani operasi usus buntu.

“Saya kaget mendengar dokter memutuskan untuk operasi. Selain takut dioperasi, saya juga langsung memikirkan biayanya dan kesulitan orang tua seperti yang sebelumnya pernah saya khawatirkan.  Tapi akhirnya setelah berunding dengan orang tua dan melihat kondisi kesehatan saya, akhirnya saya mantap melakukan operasi menggunakan Kartu JKN–KIS,” terangnya.

Beberapa waktu setelah operasi selesai, Finna menanyakan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh orang tuanya. Setelah mendengar penjelasan orang tuanya, rasa haru dan lega menyelimuti perasaan Finna kala itu. Ia bersyukur karena biaya operasinya seluruhnya dijamin BPJS Kesehatan.

Setelah operasi, ia menanyakan soal biaya operasi kepada orang tuanya. Agak heran juga ketika menanyakan hal ini ia tak melihat wajah muram dari orang tua saya saat itu.

“Lantas orang tua saya  bercerita kalau biaya operasi saya mencapai sekitar 15 juta rupiah dan seluruhnya dijamin Program JKN–KIS  sehingga tidak ada biaya sepeser pun yang perlu dikeluarkan orang tua saya. Saya langsung merasa lega dan bersyukur sekali mendengar itu, ternyata JKN–KIS ini benar –  benar membantu. Saya tidak menyangka semuanya dijamin. Saya membayangkan jika biaya sebesar itu harus ditanggung oleh orang tua saya apa jadinya, memenuhi  keperluan sehari – hari dan keperluan kuliah saya saja sudah begitu banyak,” kenangnya.

Finna melanjutkan ceritanya tentang keikutsertaannya dalam program JKN-KIS. Ia ikut Program JKN–KIS ini dari bulan Juni 2017 mengikuti kepesertaan ayah  yang didaftarkan oleh perusahaannya sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

“Sekarang  saya jadi mengerti kalau ternyata program JKN-KIS memang menjamin biaya kesehatan pesertanya sehingga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu jatuh sakit. Tapi yang utama kita harus selalu menjaga kesehatan supaya tidak sakit. Sakit itu kan sama sekali tidak enak walaupun biayanya terjamin oleh JKN-KIS,” imbuhnya.

Di akhir perbincangan, Finna berharap Program JKN–KIS dapat terus berjalan. Ia sadar akan penting dan manfaat jaminan kesehatan bagi setiap orang, tidak peduli usia tua, muda atau bahkan anak-anak dan bayi yang baru lahir. Oleh karenanya Finna mengajak siapapun untuk segera menjadi peserta JKN–KIS.

“Setelah merasakan betul manfaat JKN–KIS, saya harap program ini dapat terus berlangsung karena terbukti banyak sekali membantu pesertanya, salah satunya saya. Program yang benar – benar top. Terima kasih JKN–KIS,” tuturnya.

ar/ak/JAMKESNEWS

Narasumber : Islakhul Finna Yuristia (18)

 

 




Umumkan Caleg Eks Koruptor, Dinilai Langgengkan Stigma Buruk

TIndakan KPU tersebut bisa dianggap melanggar HAM dan secara moral mencederai rasa keadilan terhadap mantan koruptor yang ingin berbuat baik untuk kepentingan bangsa dan negara

MATARAM.lombokjournal.com –– Upaya KPU mempublish caleg Eks Koruptor, justru dinilai tidak demokratis dalam memberikan pencerahan dan pendidikan politik bagi masyarakat.

Terkesan KPU melanggengkan stigmatisasi buruk yang kekal yang dilekatkan pada mantan koruptor yang dianggap tidak bisa berubah menjadi warga negara yang baik .

Mantan koruptor yang telah menjalani masa hukuman harusnya diberikan kesempatan membuktikan perubahan perilakunya, bukan justru dihakimi dan di stigma buruk sepanjang hayatnya.

Demikian disampaikan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto dalam release media yg disampaikan ke media, Jumat (01/02)

Selanjutnya Bambang Mei menegaskan, tindakan KPU tersebut bisa dianggap melanggar HAM dan secara moral menciderai rasa keadilan terhadap mantan koruptor yang ingin berbuat baik untuk kepentingan bangsa dan negara ini.

“KPU seharusnya fokus saja kepada penyelenggaraan pemilu 2019 agar berlangsung aman, jurdil dan demokratis, bukan ngurusin hal-hal diluar tupoksinya,” ujar Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH .
Menurut Direktur Mi6 , tujuan pemidanaan terhadap orang bersalah, termasuk koruptor secara garis besar memberikan efek jera dan tidak mengulangi lagi kesalahannya selepas menjalani masa hukuman.

“Dari konstruksi tujuan pemidanaan tersebut terlihat, para mantan Napi diharapkan tidak mengulangi perbuatannya yang salah,” tambahnya.

Lebih jauh Didu , panggilan akrab Bambang Mei F mengungkapkan apa etis dan adil jika para mantan napi koruptor justru terkesan distigma sebelum mereka diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk berbuat baik , termasuk menjadi caleg.

M16 kuatir jika hal ini justru kontra produktif dalam konteks membangun persamaan hak didepan hukum. Padahal hukum sendiri mengenal asas nebis in idem yakni seseorang tidak boleh diadili/ dihukum untuk perkara yang sama.

“Nah ini orang sudah menjalani masa hukuman, seolah olah masih dianggap orang yang tetap bersalah, supaya masyarakat tidak memilih dan lain-lain ,” tambah didu.

Terakhir Mi6 mengimbau siapapun hendaknya menghargai hak asasi para mantan koruptor yang telah menjalani masa hukuman dan memberikan jalan untuk berpartisipasi menentukan pilihan politiknya tanpa harus di diskriminasi baik secara moral dan politik.

Me




Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi, Ini Kata Lalu Nofian Hadi

Pemanfaatan jejaring medsos untuk mendukung pertumbuhan wirausaha baru, secara tidak langsung akan memberi edukasi masyarakat, bagaimana menggunakan medsos secara bijak sekaligus meminimalisir dampak negatifnya

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;    Pertumbuhan wirausaha baru tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya modal dan seberapa banyak pangsa pasar yang dipastikan menjadi konsumen pelanggan.

Sepanjang ada kemauan dan keberanian mencoba berusaha, pasti banyak terbuka jalan dan peluang untuk meraih kesuksesan.

Semangat ini selalu disampaikan Lalu Nofian Hadi ketika mengunjungi masyarakat di Lombok Utara dan Lombok Barat, terutama kelompok ibu-ibu dan generasi muda millenial.

“Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini luar biasa. Dan ini sebenarnya bisa menjadi modal untuk terciptanya wirausaha baru.Ini yang coba saya tanamkan ke masyarakat, harus ada mindset yang

mulai diubah bersama,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari PKS, Nomor Urut 11 Dapil Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat, Jumat ( 01/02).

Nofian mengatakan, jejaring media sosial merupakan bagian kemajuan IT yang bisa dimanfaatkan untuk wirausaha baru sebagai wadah promosi sekaligus transaksi.

“Pertumbuhan banyak start-up ternama di Indonesia, juga bermula dari wirausaha kecil yang mulai dipromosikan secara gratis melalui jejaring media sosial. Nah, kenapa di Lombok kita tidak bisa melakukannya?,” katanya.

Di daerah Lombok Utara dan Lombok Barat, sejumlah Desa yang dikunjungi Nofian memiliki potensi sumber daya alam yang beragam. Mulai potensi  sektor pertanian, kelautan dan perikanan, hingga sektor industry kerajinan.

Jika potensi ini bisa digali dan dikemas dengan baik, papar Nofian, tentu akan membawa manfaat ekonomis bagi masyarakat.

“Tapi harus ada yang mau memulai. Sebab potensi sebesar apa pun hanya akan tetap menjadi potensi dan tidak bermanfaat apa-apa  jika tidak mulai dikelola,” katanya.

Nofian mengaku pernah merasakan nikmatnya pisang goreng kampung yang dijual pelaku UMKM di Desa Medana, Tanjung, Lombok Utara.

Ia menilai, kalau saja produk pisang goreng itu diberi toping cokelat atau keju, atau dikreasikan lebih, tentu tak kalah dengan produk “pisang goreng gendut” yang sudah sukses menembus pasar di Kota

Mataram. Nilai ekonomis produk juga akan meningkat karena tampilan dan kemasan yang lebih menarik.

Untuk mendukung pemasaran, selain gerai offline tentu saja jejaring medsos dan Start-up bisa dimanfaatkan untuk promosi online. Dengan demikian, jangkauan pasar tidak terbatas pada radius maksimal gerai offline saja, tapi juga bisa ke luar lKabupaten.

“Pisang goreng ini hanya salah satu contoh kecil saja. Masih banyak jajanan, masakan kuliner, atau produk kerajinan yang sebenarnya bisa didorong lebih maksimal,” katanya.

Pemanfaatan jejaring medsos untuk mendukung pertumbuhan wirausaha baru, menurut Nofian, secara tidak langsung juga akan memberi edukasi pada masyarakat tentang bagaimana menggunakan medsos secara bijak sekaligus meminimalisir dampak negatifnya.

“Daripada ibu-ibu dan generasi muda kita hanya pakai Medsos untuk update-update status atau bahkan berkomentar yang tidak-tidak, lebih baik kan ini dimanfaatkan secara positif untuk usaha,”katanya.

Menurutnya, upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan wirausaha baru juga harus mulai memperhatikan hal ini terutama membangun basis jejaring start-up.

Selama ini, masalah klise wirausaha yang identik dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah soal akses permodalan, mutu produksi, dan juga jejaring pemasaran.

Namun, ada hal yang abai diperhatikan yakni sikap mental dan mindset masyarakat yang harusnya benar-benar dipersiapkan sebelum menekuni bidang usahanya.

“Ini yang terus saya lakukan ketika turun ke masyarakat. Saya coba ajak masyarakat untuk berpikir adaptif terhadap kemajuan teknologi, dari hal terkecil memanfaatkan medsos untuk mulai mempromosikan usaha,” katanya.

Bagi Nofian, usaha dengan modal sebesar apapun pasti akan mengalami susut omzet dan pendapatan jika tak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era milenial saat ini.

Ia bertekad jika kelak terpilih dan mendapat amanah duduk di kursi DPRD Provinsi NTB, hal utama yang akan dilakukannya adalah mendorong lebih banyak program ekonomi pemerintah yang menyentuh sector industri, UMKM, dan pemanfaatan teknologi untuk menunjang sektor ini.

Me




Lepas Duta Gowes, Cara HBK Serap Aspirasi Masyarakat Lombok

HBK mengatakan, pelepasan Duta Gowes juga sebagai salah satu sarana untuk  komunikasi dan silahturahmi dengan masyarakat calon pemilih di Pulau Lombok

Lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK) melepas Duta Gowes Keliling Lombok, Jumat sore (1/2) di Mataram.

Budayawan yang terkenal dengan julukan Seniman Bersepeda, Wing Sentot Irawan, yang didaulat menjadi Duta Gowes 2019, selanjutnya akan berkeliling pulau Lombok.

“Pelepasan Duta Gowes ini sebagai alternatif saya dalam menyerap dan menampung aspirasi masyarakat Lombok,” kata HBK, dalam acara pelepasan.

Dalam perjalanan gowes keliling Lombok, Sentot sebagai Duta Gowes akan memotret kondisi masyarakat di pulau Lombok secara keseluruhan.

“Karena dengan waktu yang sempit dan dan daya jelajah terbatas, maka Duta Gowes menjadi salah satu upaya alternatif dan cara saya agar bisa memahami bagaimana kondisi riil yang aktual dan ter-update tentang daerah dan masyarakat di Lombok ini,” kata HBK yang juga Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Nomor Urut 1 Dapil NTB II/Pulau Lombok.

Ia berharap dengan jelajah Duta Gowes keliling Lombok ini, pihaknya bisa mendapatkan gambaran dan memahami betul kondisi daereh dan masyarakat di Lombok, dengan laporan dari Duta Gowes.

“Inshaa Allah, kalau Tuhan mengizinkan saya mewakili masyarakat Lombok di gedung DPR nanti, saya akan paham prioritas apa yang harus saya lakukan. Supaya dharma bhakti dan kerja saya bisa betul-betul dirasakan masyarakat Lombok yang saya wakili,” katanya.

HBK mengatakan, pelepasan Duta Gowes juga sebagai salah satu sarana untuk  komunikasi dan silahturahmi dengan masyarakat calon pemilih di Pulau Lombok.

Wing Sentot Irawan sebagai Duta Gowes juga akan melakukan edukasi pada masyarakat yang dilintasinya untuk sadar politik.

Sentot akan memberi pemahaman pada masyarakat untuk ambil bagian dan berpartisipasi aktif, menyumbangkan suara mereka dalam Pemilu 2019, baik Pilpres maupun Pileg.

“Ini penting, karena edukasi masyarakat uuntuk itu bukan hanya tugas penyelenggara (Pemilu) saja, tapi tapi tugas kita semua sebagai anak bangsa,” kata HBK.

Ia menegaskan, pesta demokrasi jujur, adil,  bebas, dan rahasia jadi impian dan harapan dari tumbuhnya demokrasi yang baik di Indonesia ini.

Dengan keberangkatan Duta Gowes itu, Sentot Irawan akan menemui masyarakat di ujung kampung dan ujung desa, sekaligus mengedukasi bagaimana masyarakat menghadapj moment Pemilu.

“(Pemilu) Ini merupakan moment satu hari yang sangat berarti dan menentukan bagi masa depan rakyat, bagi kedaulatan, dan masa depan umat. Kita masih prihatin dengan kondisi nasib rakyat, kedautalan, dan nasib umat, salah Salah satu solusi untuk perubahan adalah melalui Pemilu ini, baik Pileg maupun Pilpres,” katanya.

HBK menekankan, ia bersama semua kader Partai Gerindra, pengurus dan simpatisan, bertekad untuk bersama-sama melakukan Pemilu Damai dan Elegan.

“Kita ingin menang bermartabat dan (dengan cara) kstaria. Hasil kita adalah betul-betul keinginan dan pilihan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Wing Sentot Irawan mengatakan, penjelajahan keliling Lombok seperti ini merupakan kali ke empat yang ia lakukan terutama untuk isu lingkungan.

Namun misi kali ini lebih istimewa, karena selain isu lingkungan, ia juga akan membawa misi mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019.

“Saya mengapresiasi pak HBK dan teman-teman Gerindra. Kita saat ini sedang mengalami perubahan yang drastis terutama dari sisi lingkungan. Saya berharap pak HBK dan Gerindra juga mendorong semua kita untuk melampaui batas dan tidak stagnan berdiri pada posisi sekarang, tapi bisa melompat lebih jauh,” katanya.

Menurut Sentot, dunia ide dan gagasan saat ini selalu berubah dan berkembang. Hal ini memerlukan sistem imunitas yang dalam jangka panjang membuat kedaulatan tumbuh dengan sendirinya.

“Saya akan melakukan report berkala dari progress lintasan yang saya lalui,” katanya.

Sentot menjelaskan, perjalanan keliling Lombok sebagai Duta Gowes HBK ini akan dilakukan selama tiga hingga empat minggu ke depan.

Dilepas dari Mataram, Sentot dengan sepedanya akan melinatasi kawasan Senggigi, Lombok Barat, kemudian ke arah Pmenang, Lombok Utara menuju Bayan.

Dari Bayan, perjalanan Duta Gowes akan menuju Sambelia, Lombok Timur, kemudian Labuhan Lombok, Aikmel, Selong, Labuhan Haji, Sakra dan Keruak.

“Setelah itu baru masuk Lombok Tengah, Praya, kemudian ke arah Lombok Barat dan kembali ke Mataram,” kata Sentot.

Pelepasan Duta Gowes HBK dihadiri sejumlah Kader Partai Gerindra, Relawan HBK, para simpatisan, dan puluhan kaum millennial pencinta sepeda di Kota Mataram.

Dalam pelapasan itu, HBK melakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan simbolik kepada Duta Gowes, Wing Sentot Irawan.

Me

[19:43, 1/2/2019] Bambang Mei: Tadi utk day by day sdh langsung dilokasi. Krn rekan2 tidak dilokasi , maka day by day saya usahakan esok . Tks?




Gubernur NTB “Roadtrip” Sumbawa-Bima-Dompu Bersama 21 Kepala OPD Pemprov NTB

Kunjungan kerja para Kepala OPD Pemprov NTB juga akan mempermudah komunikasi dan koordinasi antar instansi di provinsi dan pemda di bawahnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah melakukan Kunjungan Kerja bersama 21 Kepala OPD Pemprov NTB  ke Kabupaten dan Kota Bima serta Kabupaten Dompu, Kamis (31/01).

Tiba di bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Gubernur disambut Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri dan Walikota Bima, H. M. Lutfi.

Gubernur Zul kemudian memimpin Rapat Terbatas (Ratas) dengan kedua Kepala Daerah tingkat itu bersama seluruh pejabat terkait, di Ruang VIP Bandara tesebut.

Salah satu tema ratas adalah membahas persoalan pengalihan sejumlah aset provinsi ke Kota Bima. Hal itu merupakan tindak lanjut setelah pertemuan pada 10 Januari 2019 antara Gubernur dengan Walikota Bima di Mataram.

Dari pertemuan itu disepakati penyerahan sejumlah aset lahan Provinsi NTB kepada Pemkot Bima untuk dikelola lebih baik, seperti lahan Kantor Walikota Bima dan beberapa lahan atau bangunan lainnya.

“Selain follow up soal aset provinsi dan kota Bima, saya juga ingin memperkenalkan para Kepala OPD Pemprov NTB yang baru dilantik 8 Januari lalu kepada para kepala daerah di Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu beserta jajarannya. Dari sini, kami harapkan mampu memperkuat setiap koordinasi dan sinergi kerja sama antara Pemprov dengan pemda-pemda di NTB,” ungkap Gubernur Zul.

Walikota Bima H.M. Lutfi menyatakan apresiasi yang besar terkait kunjungan kali ini. Selain proses tindak lanjut persoalan aset yang relatif cepat, kunjungan kerja para kepala OPD Pemprov NTB juga akan mempermudah komunikasi dan koordinasi antar instansi di provinsi dan pemda di bawahnya.

“Sebuah cara membangun tradisi yang baik, ketika Gubernur mengajak para Kepala Dinas, Badan atau Biro di Pemprov untuk turun ke lapangan atau ke pemda-pemda di seluruh wilayah NTB, di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Komunikasi dan koordinasi kami pasti akan lebih lancar dan baik,” papar Walikota Bima, M. Lutfi.

Dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, rombongan Gubernur NTB langsung menuju ke Desa Rite Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, untuk bertemu warga setempat. Di kawasan pusat perbukitan jagung Bima itu, Gubernur menggelar dialog beragam tema dengan masyarakat. Warga pun antusias menanyakan maupun mengeluhkan beragam persoalan mereka.

Mulai dari pembenahan akses jalan, akses layanan kesehatan dan infrastruktur pendidikan, persoalan riil pupuk dan bibit pertanian serta irigasinya, hingga kelayakan tempat ibadah, lapangan olahraga dan ruang publik lainnya.

Gubernur langsung menginstruksikan setiap Kepala OPD yang memiliki kapasitas untuk menjawab maupun mencarikan solusi secepatnya.

“Di tengah teriknya Kamis siang ini, seluruh aspirasi dan masukan warga itu langsung saya mintakan tanggapan dari para Kepala OPD terkait, tentunya yang punya otoritas dan kewenangan hingga tingkat bawah. Sehingga tak perlu waktu lama untuk bisa disegerakan realisasinya secara konkret.” Jelas Gubernur.

Dari Desa Rite, rombongan bergeser ke Kota Bima, untuk bersilaturrahim dengan Walikota Bima. Di tengah perjalanan, rombongan kerap harus berhenti di sejumlah titik karena banyaknya warga setempat yang mengetahui bahwa orang nomor satu di NTB sedang melewati daerah mereka, dan minta ingin bertemu, sekadar bersalaman, berfoto bersama hingga menawarkan untuk mampir mengudap dan minum di rumah mereka.

“Banyaknya warga yang mengetahui konvoi rombangan kami, membuat iring-iringan kendaraan rombongan terpaksa berhenti atau melipir ke pinggir jalan secara spontan. Selain bertemu langsung, saya juga senang hati melayani keinginan warga sekitar yang mau bersalaman atau berfoto bersama. Bahkan sempat menikmati jagung bakar ramai-ramai di kawasan perbukitan jagung di Ambalawi.” celetuk Gubernur Zul.

Jelang petang hari, iring-iringan kendaraan Pemprov NTB sampai di Pendopo Rumah Dinas Bupati Dompu, disambut Bupati Dompu Bambang M. Yasin.  Tak menunggu lama, Gubernur Zul, Bupati Dompu berserta jajaran Kepala OPD Pemprov NTB langsung menggelar rapat koordinasi terbatas terkait beragam hal yang menjadi isu strategis.

Mula




Pakai JKN-KIS Berobat Di Rumah Sakit Swasta Tidak Ada Susahnya

Asal pasien mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, tidak perlu khawatir karena bisa dijamin BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;    Kesehatan merupakan harta sangat berharga di dalam hidup. Ketika kesehatan itu pergi dan penyakit datang, apa saja akan dilakukan. Bukan tidak mungkin harta yang ada juga akan dihabiskan demi harga sebuah kesehatan.

Ketut Helmi Ardy (28), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah merasakan sendiri betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk mendapatkan nikmat sehat.

Pria yang terdaftar dalam kategori Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) ini mendadak mengalami nyeri dan sesak di dadanya. Begitu sakit akibat sesak yang ia rasakan sehingga saat itu juga ia segera dilarikan keluarganya ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar di Kota Mataram.

“Rasanya sesak, panas, sampai lemas bahkan hampir tidak sadarkan diri. Hari itu juga tanpa pikir biaya, saya langsung dibawa ke IGD Rumah Sakit Islam Siti Hajar. Saya sudah setengah sadar waktu dibawa ke sini. Saya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat yang ada di Kota Mataram,” ujar Ketut ketika ditemui kala mendapat perawatan RS. Islam Siti Hajar, Kamis (31/01).

Ketut menceritakan kalau saat itu keluarganya sudah panik melihat kondisinya yang nyaris tak sadar. Keluarganya sudah tidak kepikiran apa-apa lagi. Berapa pun biayanya, dari mana pun nanti mengumpulkan biaya, yang penting sudah sampai di rumah sakit dulu.

“Untung saat itu istri saya teringat kalau kami sekeluarga sudah punya kartu JKN-KIS. Karena tidak pernah dipakai, jadi memang sempat terlupakan. Begitu ingat punya KIS, kami langsung merasa aman soal biaya. Jujur kami tidak tahu lagi kalau harus berobat umum berapa besar biaya yang harus kami keluarkan, apalagi Rumah Sakit tempat saya dirawat ini adalah rumah sakit swasta bukan milik pemerintah,” lanjutnya.

Dia juga menerangkan kalau keluarganya tidak mengalami kesulitan seperti banyak yang diisukan orang di luar sana. Menurutnya, asal pasien mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, tidak perlu khawatir karena bisa dijamin BPJS Kesehatan.

“Saya juga heran susahnya dimana seperti yang orang bilang. Tidak ada susah-susahnya. Saya sudah buktikan sendiri. Dalam keadaan darurat dibawa ke IGD, setelah stabil di bawa ke ruang perawatan. Kalau ditanya nyaman apa tidak, ya harus dibuat nyaman. Namanya kita mendapatkan fasilitas umum. Harus bisa maklum dan sabar menunggu karena kan bukan milik pribadi. Yang penting bisa segera pulih,” ucap Ketut sambil tersenyum.

ay/yn/jamkesnews

Narasumber : Ketut Helmi Ardy