RSUD NTB Siap Layani Pasien Rabies

RSUD NTB juga ikut melakukan pembinaan tentang penanganan kasus rabies di Dompu, untuk Pulau Lombok sendiri, dia katakan, sejauh ini masih aman dan belum ada indikasi kasus rabies

MATARAM.lombokjournal.com — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nusa Tenggara Barat (NTB) siap melayani pasien terjangkit rabies akibat gigitan anjing gila.

Direktur Utama RSUD NTB Lalu Hamzi Fikri mengatakan, RSUD NTB sudah menyiapkan fasilitas bagi pasien yang terjangkit rabies.

“Kalau rabies, kita sudah siap empat ruang isolasi khusus,” ujarnya saat menghadiri jumpa Bang Zul jumat (08/02)

Meski begitu, hingga saat ini, Hamzi katakan, belum ada pasien terjangkit rabies di Kabupaten Dompu yang dirujuk ke RSUD NTB.

Hamzi menilai, RSUD Dompu yang memiliki dua ruang isolasi pasien rabies masih dapat menangani kasus tersebut.

“RSUD Dompu ada dua ruang isolasi, untuk antisipasi saya rasa Dompu masih mampu tangani,” jelasnya.

RSUD NTB, lanjut Hamzi, selalu siap memberikan bantuan kepada RSUD Dompu.

Belum lama ini, RSUD NTB juga ikut melakukan pembinaan tentang penanganan kasus rabies di Dompu. Untuk Pulau Lombok sendiri, dia katakan, sejauh ini masih aman dan belum ada indikasi kasus rabies.

“Kita sudah komunikasi, seandainya perlu rujukan, kita siapkan empat ruang isolasi, tapi sejauh ini belum ada rujukan. Lombok tidak ada (kasus rabies) tapi kita antisipasi dengan menyiapkan vaksin,” kata Hamzi.

Untuk diketahui, Kabupaten Dompu yang berada di Pulau Sumbawa, NTB, sebagai daerah kejadian telah mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus ini.

Bupati selaku kepala daerah telah mengeluarkan keputusan dengan Nomor : 441.7/72/DIKES/2019 tentang Penetapan Kabupaten Dompu Sebagai Daerah Kejadian Luar Biasa Rabies sejak 18 Januari 2019.

Penetapan ini didasarkan atas Laporan Hasil Uji (LHU) Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar selaku laboratorium penguji. Hingga 2 Februari 2019 tercatat 486 kasus gigitan dan lima orang di antaranya meninggal dunia.

AYA




Kejadian Luar Biasa Rabies Di Dompu, Antisipasi Ditingkatkan Di Lombok

Pulau Lombok masih relatif aman dari rabies, tapi diminta seluruh pihak di Lombok untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melakukan sosialisasi penanganan rabies di seluruh wilayah NTB, menyusul kejadian luar biasa (KLB) rabies di Kabupaten Dompu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Budi Septiani mengatakan, belum ada laporan terbaru tentang masyarakat yang tergigit anjing gila maupun penambahan jumlah korban meninggal.

Data terakhir ialah seorang warga di Desa Tarano, Kebupaten Sumbawa, yang digigit anjing pada Rabu (06/02) pagi.

Budi mengatakan, masih menunggu hasil penelitian Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar, Bali, terkait positif atau tidaknya rabies pada anjing tersebut.

Selain di Pulau Sumbawa, antisipasi rabies juga ditingkatkan di Pulau Lombok. Budi mengaku sudah melayangkan surat ke selurub Dinas Peternakan kabupaten dan kota yang ada di NTB agar meningkatan kewaspadaan.

“Seluruh NTB harus waspada karena pergerakan anjing ini sangat cepat, dia berlari 10 km per hari dan dalam 10 km itu dia bisa menggigit apa saja yang bergerak, termasuk sapi juga,”ujarnya

Meski begitu, kata Budi, hingga saat ini Pulau Lombok masih relatif aman dari rabies. Budi sudah meminta seluruh pihak di Lombok untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Semua kita minta waspada, memang belum ada di Lombok, tapi kita minta melakukan pengawasan agar tidak terjadi, antisipasi lebih cepat, antisipasi ketika ada gigitan segera melapor,” katanya.

Selain menggelar sosialisi, pemda juga menggandeng Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) dalam upaya melakukan eliminasi anjing liar. Budi menyampaikan, untuk di Mataram, kebanyakan anjing memiliki pemilik.

Kita sosialiasi kepada pemilik anjing untuk mau vaksinasi anjingnya,” katanya.

AYA




1000 Fasilitator Sipil Yang Direkrut BPBD NTB, Efektif Percepat Pemulihan

Berdasarkan update data BPBD per Rabu 06 Februari 2019 untuk kondisi Rehab Ringan dan sedang, jumlah Pokmas yang sudah terbentuk berjumlah 2.733 pokmas. Sementara rekening yang terisi sekitar 72 Pokmas baik yang rusak sedang maupun rusak ringan

MATARAM.lombokjournal.com — Keberadaan 1000 orang fasilitator sipil yang direkrut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB untuk membantu melakukan proses pendampingan guna percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa Lombok dan Sumbawa, dipandang  efektif dan sangat membantu percepatan pemulihan.

Fasilitator adalah kepanjangan tangan dari BPBD NTB untuk membantu dalam proses pendampingan percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi khusus yang Rehab ringan dan rusak sedang. Mereka berjumlah kurang lebih 1000 orang dari kalangan sipil, 500 orang fasilitator dari TNI dan 200 orang dari Polri berada dalam satu kesatuan dibawah komando yang sama.

“Tim Pengendali Kegiatan (TPK) membawahi fasilitator sipil yang berjumlah 1000 orang, khusus untuk  Rumah Rusak Ringan dan Rumah Rusak Sedang. Sementara untuk Fasilitator Rumah Rusak Berat di bawahi langsung oleh Kementerian PUPR melalui leading sektor Dinas Perkim,” jelas Wakil Ketua II TPK, Hadi Santoso, ST., saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi NTB, Kamis (07/019).

Fasilitator Rehab Ringan dan Rehab Sedang ini, menurut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir H Mohammad Rum, akan mendapatkan gaji per bulannya sebesar Rp3 juta ditambah dengan tunjangan komunikasi dan transportasi sebesar Rp450 ribu sampai dengan 15 April 2019 mendatang.

Menurut Rum, hari ini, akan ditransfer uang tunjangan komunikasi dan transportasi sebesar masing-masing Rp450 ribu ke 1000 rekening BNI fasilitator rehab ringan dan rehab sedang.

“Sementara untuk pembayaran gaji 1000 fasilitator ini untuk gaji bulan januarinya akan dibayarkan tanggal 15 Februari mendatang plus pembayaran tunjangan komunikasi dan transport mereka untuk bulan Februari disesuaikan dengan tanggal pelepasan oleh Gubernur NTB pada tanggal 15 Januari lalu,” jelas Rum.

Hingga saat sekarang ini, dari 1000 orang fasilitator sipil rehab ringan dan rehab sedang, hanya sekitar sembilan (9) orang yang mengundurkan diri.

“Alasan pengunduran dirinya karena ada yang kemauan sendiri, ada yang karena alasan sakit, dan ada yang jauh dari tempat tinggalnya. Jadi tidak ada fasilitator yang mundur karena alasan tidak mendapatkan gaji. Semuanya sudah diganti dengan fasilitator yang baru,” cetusnya.

Batas masa kontrak fasilitator ini dijelaskan Rum sampai dengan 12 atau 15 April 2019. Paling tidak, pihaknya berharap, dana yang sudah ada di rekening masyarakat untuk rehab ringan dan rehab sedang itu sudah bisa dibelanjakan atau bisa diselesaikan di 12 April 2019.

Apalagi progresnya hingga saat sekarang ini untuk rehab ringan dan rehab sedang ini sudah menunjukan hasil yang bagus.

“Ketika pada bulan Februari hingga Maret semua Pokmas untuk rehab ringan dan sedang ini bisa terbentuk semua, maka tidak menunggu sampai April, untuk rehab ringan dan sedang sudah bisa dirampungkan semuanya,” kata Rum optimis.

Berdasarkan update data BPBD per Rabu 06 Februari 2019 untuk kondisi Rehab Ringan dan sedang, jumlah Pokmas yang sudah terbentuk berjumlah 2.733 pokmas. Sementara rekening yang terisi sekitar 72 Pokmas baik yang rusak sedang maupun rusak ringan.

jumlah anggota Pokmasnya adalah sekitar 66.609., Dan sekitar 6. 819 orang adalah masyarakat yang sudah membentuk Pokmas dan uangnya sudah ada di Pokmas.

“Rumah yang sudah diperbaiki dengan capaian 100 persen adalah 963 rumah. Rumah yang dalam proses pelaksanaan perbaikan adalah 2.251 rumah. Untuk rumah yang dalam proses tahapan perencanaan adalah sekitar 12.179 rumah,” tandasnya.

AYA




 Ruang Publik Digital, Gagasan Nofian Hadi Untuk Pengembangan Industri Kreatif Di Lombok

Pojok Cerdas juga bisa menjadi wadah pertukaran ide dan gagasan. Dan yang riil, pertumbuhan start-up dan dukungan digitalisasi UMKM juga akan cepat terwujud

lombokjournal.com —

LOBAR  ;   – Teknologi informasi berkembang cepat, lompatannya pun selalu tak terduga. Hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan, termasuk bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

“Kemajuan IT ini mau tak mau, suka atau tidak suka, akan terus terjadi. Pilihannya sekarang apakah kita mau terlena dan hanya jadi penonton atau justru berupaya adaptif dan memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan diri,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari PKS, Nomor Urut 11 Dapil Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat, Kamis (0 7/02)

Melihat peluang itu, Caleg muda yang selalu mengangkat isu-isu peran IT untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat ini mulai menggagas sebuah wadah Pojok Cerdas di sejumlah wilayah di Lombok Barat dan Lombok Utara.

Nofian mengatakan, konsep terintegrasi berbasis digital yang diterapkan di Kota Bandung, Jawa Barat, juga berawal dari ide ringan sosok Ridwan Kamil yang kini menjabat Gubernur Jabar.

Pojok Cerdas yang digagas Nofian sederhana saja. Bayangkan sebuah lapak dagang atau warung kopi, tempat berkumpul millennials.

Pojok itu kemudian dilangkapi perangkat Wi-Fi gratis, di mana para millennials bisa berselancar, mencari tambahan wawasan melalui jaringan internet.

“Mereka yang berkumpul sambil ngopi, bisa meluangkan waktu dengan kegiatan lebih bermanfaat. Membuka akses informasi melalui IT ini. Dari situ kemudian mereka yang datang bisa menambah wawasan yang sesuai dengan passion mereka, dua hal yang bisa melejitkan kreatifitas anak anak muda kita saat ini.. kopi dan akses internet” selorohnya.

“Daripada hanya memanfaatkan internet untuk update status nggak penting, atau hanya main game lebih baik IT dimanfaatkan untuk menunjang ekonomi,” katanya.

Menurutnya, Pojok Cerdas juga bisa menjadi wadah pertukaran ide dan gagasan. Dan yang riil, pertumbuhan start-up dan dukungan digitalisasi UMKM juga akan cepat terwujud.

Bagi Nofian, pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini luar biasa. Dan ini sebenarnya bisa menjadi modal untuk terciptanya wirausaha baru.

Namun, ia sadar, untuk mengubah mindset masyarakat harus ada upaya konkret yang dilakukan. Meski sekecil apapun, sebuah langkah nyata sebagai permulaan akan sangat menentukan perkembangan gagasan selanjutnya.

“Saya tidak ingin hanya berupaya mengubah mindset bahwa jejaring media sosial merupakan bagian kemajuan IT yang bisa dimanfaatkan untuk wirausaha baru sebagai wadah promosi sekaligus transaksi. Tapi harus ada yang kongkrit, untuk mengakses IT masyarakat butuh paket data (internet), tanpa itu semua hanya gagasan saja. Nah lewat Pojok Cerdas

ini saya coba memfasilitasinya dengan nyata,” katanya.

“Saat ini kami sudah mendirikan posko hampir di semua kecamatan dengan akses internet gratis. Ke depan, ini bukan hanya tempat ngumpul anak muda kreatif, tetapi juga sekaligus Rumah Aspirasi bagi seluruh lapisan warga dan menjadi ruang penyambung komunikasi dengan anggota legislatif, Tak ada lagi sekat dg masyarakat. Pojok Cerdas ini akan menjadi tempat lahirnya wirausahawan muda baru sekaligus ruang penampung aspirasi dan keinginan masyarakat,” katanya

Sebagai mitra pemerintah dalam hal kebijakan, Nofian akan mendorong pemanfaatan perkembangan IT untuk sebesar-besarnya pengembangan ekonomi rakyat di sektor wirausaha muda, UMKM dan pemberdayaan perempuan.

Ia bertekad jika kelak terpilih dan mendapat amanah duduk di kursi DPRD Provinsi NTB, hal utama yang akan dilakukannya adalah mendorong lebih banyak program ekonomi pemerintah yang menyentuh sektor industri, UMKM, dan pemanfaatan teknologi untuk menunjang sektor ini.

Me




Media Gathering Bea Cukai dan Wartawan

Bea Cukai Mataram Selama Tahun 2018 mengumpulkan  total peneriman sebesar 32.19 miliyar  Terdiri atas BM 15.91milyar dan Cukai 10.28 milyar 

 MATARAM.lombokjournal.com — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Mataram menggelar Media Gathering bersama media massa di Mataram, untuk mempererat silaturahmi dan membangun sinergi positif dengan awak media.

Media memiliki peran sangat vital sebagai mitra pemerintah untuk mensosialisasikan program kerja dan meningkatkan perhatian masyarakat akan tugas dan fungsi institusi pemerintah, dalam hal ini Bea cukai  Mataram.

Hal ini disampaikan Kepala Bea Cukai Mataram,  M. Budi pada wartawan di Mataram, Kamis (07/02)

Berbagai poin penting dibahas , antara lain capaian penerimaan Bea Cukai Mataram Selama Tahun 2018 mengumpulkan  total peneriman sebesar 32.19 miliyar  Terdiri atas BM 15.91milyar dan Cukai 10.28 milyar  .

Dalam pengawasan Bea Cukai Mataram berhasil melakukan pemberantasan hasil tembakau Ilegal pada tahun 2018,  sebanyak 1.007 tembakau iris dan sebanyak 59.154 batang rokok.

Untuk pengawasan NPP  (narkotika psikotropika dan prekusor) tahun 2018,sebanyak dua  kali, yakni di Bandara BIL dan di Kantor Pos Mataram,

Penyelundupan Narkotika dan psikotropika  berhasil digagalkan dengan Barang bukti seberat  2.86195 gr, MDMA 206.843 gr, Katamine 256,69 gr dan Amphetamine sebanhak 850 butir Ekstasi.

Atas keberhasilan itu, M. Budi  mengucapkan rasa terimakaih kepada media yang ada di NTB khususnya di Mataram.

“Terima kasih kepada rekan-rekan media. Semoga upaya sinergi yang dibangun oleh Bea Cukai Mataram dapat berkelanjutan demi bea cukai lebih baik,” pungkasnya.

AYA




Penyebaran Virus DBD Di Bulan Februari – Maret

Rata-rata yang terserang itu kebanyakan korbannya adalah anak-anak

MATARAM.lombokjournal.com — Mewabahnya kasus Demam Berdarah (DBD) yang dikategorikan masuk dalam siklus sepuluh tahunan penyebaran virus DBD,  terjadi di  bulan Februari hingga Maret mendatang.  .

Masyarakat pun dihimbau untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing dengan melakukan gerakan 3M yakni Mengubur, Menguras, dan Menutup wadah-wadah atau tempat-tempat yang menjadi sumber kembang biaknya virus DBD.

“Sampai sejauh ini jumlah total korban terserang atau suspect virus berbahaya ini se-NTB adalah sebanyak 249 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan  provinsi NTB dr.Nurhandini Eka Dewi,  saat konfrensi pers Rabu (06/02)

Eka menyatakan, paling banyak terserang adalah Kabupaten Lombok Barat yakni sebanyak 105 suspect , dan yang positif mengalami DBD adalah sebanyak 72 orang, dan tersebar di Kuripan, Gerung dan Sekotong. Dari rata-rata yang terserang itu kebanyakan korbannya adalah anak-anak.

Karena yang terserang ini adalah kebanyakan anak-anak, Kadikes mengaku telah menyurati Bupati dan Walikota se-NTB serta pihak Dikbud dan Kemenag yang membawahi sekolah dan madrasah. Pada saat jam sekolah sekitar jam 10.00 wita pagi agar dilakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan menjadikan guru UKS sebagai Juru Pemantau Jentik atau Jumantik.

“Penanganan yang paling utama itu adalah penanganan berbasis lingkungan, dengan melakukan kegiatan 3M yakni Mengubur, Menguras dan Menutup wadah-wadah penampung air plus pakai lotion anti nyamuk serta tidur menggunakan kelambu,” terangnya.

Sampai sejauh ini, menurutnya, korban meninggal akibat DBD ini sudah empat orang yakni dua orang dari Kota Bima dan dua orang dari Kabupaten Dompu.

Menurutnya jika melihat kondisi cuaca saat sekarang ini, bulan Februari ini menjadi puncak musim hujan dan berlangsung hingga Maret nanti.

“Sehingga dari bulan Februari hingga Maret nanti kita tetap harus waspada terhadap serangan DBD ini. Bisa dibilang ini masuk kategori puncak sepuluh tahunan,” katanya.

AYA




Pertumbuhan Ekonomi NTB TRW. IV-2018

Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2018 dibanding periode yang sama tahun 2017 (y-on-y) mengalami kontraksi sebesar 1,43 persen, dengan kontraksi tertinggi terjadi pada kategori Pertambangan dan Penggalian yang  mengalami kontraksi 13,40 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan pusat statiatik  (BPS ) NTB merilis Perekonomian Provinsi NTB berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku triwulan IV-2018 mencapai Rp. 31,73 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 22,93 triliun.

Ekonomi Provinsi NTB selama tahun 2018 secara kumulatif (c-to-c) mengalami kontraksi sebesar 4,56 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori jasa kesehatan dan kegiatan sosial yaitu sebesar 8,08 persen.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi Lembaga Non Profit Rumahtangga    (LNPRT)  yaitu sebesar 10,43 persen,” ungkap Kepala BPS BTB suntono pada Rabu (06/02).

Ia menyatakan,  Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2018 dibanding periode yang sama tahun 2017 (y-on-y) mengalami kontraksi sebesar 1,43 persen, dengan kontraksi tertinggi terjadi pada kategori Pertambangan dan Penggalian yang  mengalami kontraksi 13,40 persen.

Sedangkan dari sisi Pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri mengalami kontraksi sebesar 67,53 persen.

“Ekonomi Provinsi NTB pada triwulan IV-2018 dibanding triwulan III-2018 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,81 persen, dimana kategori Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 50,74  persen. Sementara dari sisi Pengeluaran pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang mengalami pertumbuhan sebesar 20,86 persen,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi NTB triwulan IV-2018 tanpa pertambangan bijih logam :

o             secara c to c tumbuh      3,08 %

o             secara y on y tumbuh  1,80 %

o             secara q to q  kontraksi  3,90 % ” tambah Suntono

AYA




NTB Peroleh Penghargaan SAKIP Dari MENPAN RB

Melalui implementasi SAKIP,  paradigma kinerja pemerintah telah mengalami perubahan. Tidak lagi sekedar pelaksanaan program kegiatan yang dianggarkan, tetapi melakukan kegiatan dan program dengan cara yang paling efektif dan efisien

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB mendapatkan Award atau penghargaan dengan predikat B atau Baik dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( SAKIP) 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PAN & RB).

NTB meraih penghargaan itu karena dinilai mampu melakukan efisiensi penggunaan anggaran di luar belanja pegawai. Termasuk penggunaan aplikasi e-budgeting untuk penggunaan anggaran serta pelaporan dan pertanggungjawabannya.

Dokumen penghargaan diserahkan oleh Menpan RB, Syafruddin kepada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota Wilayah II, di Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu 6 Februari 2019.

Pemerintah daerah yang berada dalam wilayah II ini meliputi provinsi dan kabupaten/kota di wilayah Kalimantan, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Menpan RB mengatakan, melalui implementasi SAKIP,  paradigma kinerja pemerintah telah mengalami perubahan. Tidak lagi sekedar pelaksanaan program kegiatan yang dianggarkan, tetapi melakukan kegiatan dan program dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Penggunaan anggaran dapat dipastikan mendukung pencapaian tujuan pembangunan dalam skala prioritas.

“Penghematan terhadap penggunaan anggaran juga bisa ditekan melalui penghapusan program kegiatan yang tidak mendukung capaian atau sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, orientasi kinerja saat ini mengalami perubahan besar,  bekerja tidak hanya membuat laporan atau hanya sekedar untuk menyerap anggaran,” ujarnya didampingi Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan,  Muhammad Yusuf Ateh

Turut mendampingi Gubernur Dr. Zulkieflimansyah, Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim dan Kepala Biro Organisasi Yusron Hadi.

AYA/hms




Indeks Tendensi  Konsumen  NTB Meningkat  Signifikan

Indeks Tendensi  Konsumen  (ITK) Triwulan IV-2018 bernilai 109,90 memberikan gambaran, rumah tangga di NTB merasa kondisi perekonomiannya di Triwulan IV-2018 lebih baik dibandingkan kondisi Triwulan III-2018

MATARAM.lombokjournal.com — – Badan Pusat Statistik (BPS)NTB menyatakan, Indeks Pengaruh Inflasi Terhadap Konsumsi Triwulan IV-2018 mencapai 115,82 menggambarkan, kenaikan harga yang dirasakan konsumen dibandingkan Triwulan III-2018 yang hanya sebesar 104,36.

“Indeks Pendapatan Kini juga mengalami peningkatan cukup signifikan, dari 106,22 pada triwulan III-2018 menjadi sebesar 109,03 pada Triwulan IV-2018,” ujar kepala BPS Suntono Rabu (6/2).

Ia menyatakan Volume Konsumsi masyarakat NTB dirasakan tidak banyak berubah dibandingkan kondisi triwulan III-2018 dengan indeks volume konsumsi sebesar 104,48.

“Konsumen memperkirakan bahwa perekonomian pada triwulan I-2019 mendatang tidak akan berbeda jauh dengan kondisi triwulan IV-2018, dengan perkiraan ITK Mendatang sebesar 103,95,” ujarnya.

Prediksi ITK Triwulan I-2019 didasari persepsi meningkatnya pendapatan pada triwulan mendatang dibandingkan pendapatan pada triwulan IV-2018 dengan Indeks Pendapatan Mendatang sebesar 111,57.

Di sisi lain konsumen masih merasa bahwa Triwulan I-2019 bukan waktu yang tepat untuk membeli barang tahan lama dengan indeks hanya mencapai 90,58.

AYA/hms




HBK Dorong Partisipasi Pemilih Dan Pemilu Damai Lewat Pegelaran Wayang

Pagelaran wayang kulit ini akan digelar sebanyak enam kali, yang dimulai dari Lapangan Tanjung pada tanggal 23 Februari 2019 mendatang

lombokjournal.com —

MATARAM – Pemilu 2019 tinggal menghitung bulan, kesadaran politik masyarakat untuk ikut mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini pun harus terus didorong dan disosialisasikan.

Bukan hanya untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih, namun sekaligus untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mendukung terselenggaranya proses Pemilu yang damai dan bermartabat.

Untuk hal tersebut, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono (HBK), mempunyai cara yang unik dan menarik.

Setelah melepas Duta Gowes HBK 2019, keliling Lombok dengan membawa misi Pemilu damai, gembira dan bermartabat, maka kali ini HBK menggagas pagelaran nonton bareng Wayang Kulit Sasak, bersama Lalu Nasib juga untuk Pemilu damai, gembira dan bermatabat

Menggandeng dalang kondang, H. Lalu Nasib, pagelaran wayang kulit ini akan digelar di enam lokasi di P. Lombok.

“Ini juga adalah bagian upaya kita untuk melestarikan budaya tradisional warisan nenek moyang kita, yang dalam hal ini adalah Wayang Kulit Sasak”, kata HBK, di Mataram, Rabu (06/02)

Pagelaran wayang kulit ini akan digelar sebanyak enam kali, yang dimulai dari Lapangan Tanjung pada tanggal 23 Februari 2019 mendatang. Selanjutnya, akan digelar di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur serta Kota Mataram.

HBK mengatakan, pagelaran wayang ini digelar untuk memberi hiburan pada masyarakat. Selain itu, pagelaran wayang kulit ini juga akan bisa menjadi sarana atau wadah silahturahmi segenap masyarakat yang sama-sama menyaksikan wayang kulit ini.

“Pagelaran wayang kulit ini murni untuk melestarikan budaya warisan nenek moyang kita, dan juga murni untuk hiburan masyarakat kita. Tidak ada embel-embel kampanye”, kata HBK yang juga Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Nomor Urut-1, Dapil NTB II/Pulau Lombok.

Menurutnya, kalaupun ada hal politis yang ada dalam pegelaran itu, dapat dipastikan bahwa itu hanyalah untuk mengedukasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan menggunakan hak pilihnya dalam mendukung terlaksananya Pemilu damai.

HBK menekankan, edukasi politik untuk Pemilu damai dan bermartabat itu bukan hanya menjadi tugas para penyelenggara Pemilu saja, tapi juga menjadi tugas dan tanggung-jawab segenap anak bangsa.

“Lewat pagelaran wayang kulit Bapak H. Lalu Nasib ini, tentunya imbauan agar masyarakat mau berpartisipasi dalam  Pemilu dan mendukung Pemilu damai dan bermartabat akan mudah disampaikan”, ungkap HBK.

Dalang kondang, H. Lalu Nasib memang punya keunikan dan kharisma yang mampu memukau masyarakat penontonnya.

Dalam setiap pertunjukannya, H. Lalu Nasib bisa menyisipkan pesan-pesan moral yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Terkait pagelaran ini, H. Lalu Nasib mengatakan, wayang kulit memang merupakan sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral serta pesan-pesan damai kepada masyarakat.

“Pesan moral tentang pentingnya KB atau bahaya Narkoba dan lain2nya. Juga ini sangat bagus untuk mengajak masyarakat agar berpartisipasi aktif dan terlibat langsung dalam Pemilu 2019 nanti,” kata H. Lalu Nasib.

Ia mengatakan, siap mendukung pagelaran wayang kulit ini, demi terciptanya Pemilu damai dan bermartabat.

Me