Dukung Recovery Pascagempa Miss World Kunjungi Warga Lombok Utara

Warga korban gempa DIingatkan bahwa musibah datang tanpa bisa diduga. Yang bisa dilakukan manusia, adalah tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan

KLU.lombokjournal.com —  Miss World 2018, Vanessa Ponce De Leon, bersama Pendiri Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanaja, mengunjungi warga korban gempa di Lombok Utara, Rabu (13/2).

Rombongan Miss World, menyerahkan bantuan paket sembako dan paket pendidikan kepada warga di Dusun Gondang Timur, Desa Gondang, kecamatan Gangga.

Dalam kunjungannya, rombongan Miss World dan Miss Indonesia menyaksikan sendiri kondisi terkini masyarakat korban gempa Lombok Utara. Mereka menangkap kesan, masyarakat sudah mulai bangkit di tengah keterpurukan.

Tokoh masyarakat, Aprianto, pada kesempatan tersebut berterima kasih atas kepedulian Yayasan Miss Indonesia dan Founder Miss World, atas bantuan kepada masyarakat.

MNC Peduli bekerjasama dengan Yayasan Miss Indonesia, memberi bantuan paket sembako kepada 500 KK dan 200 paket pendidikan untuk anak-anak.

“Warga penerima bantuan di 500 KK memperoleh masing-masing satu paket sembako. Dan bantuan paket pendidikan diberikan kepada anak-anak, termasuk yang mengaji di Yayasan Al Fatih (Dusun Gondang Timur,” ujar Aprianto.

Pendiri Yayasan Miss Indonesia, Liliana Tanaya mengatakan, Miss Indonesia dan Miss World memiliki koneksi dan keterikatan satu dengan yang lainnya. Miss Indonesia bukan hanya bergerak pada ajang kecantikan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial.

Yayasan Miss Indonesia berbuat untuk sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami bersyukur bias melakukan bakti sosial tidak sekali dua kali, tetapi konsisten melalui proyek peningkatan kapasitas. Di Miss World, beauty even first, tetapi kami mengajukan beberapa proyek seperti MCK, kesehatan. Dan kita menangkan penghargaan 4 kali di Miss world,” ujar Liliana.

Sebagai kaum perempuan, Liliana berharap bisa memberi sesuatu yang lebih besar dari yang dilakukan sejauh ini.

Khusus kepada warga korban gempa, ia mengingatkan bahwa musibah datang tanpa bisa diduga. Yang bisa dilakukan manusia, adalah tetap semangat dan bangkit dari keterpurukan.

Ia juga mengajak warga untuk tidak berlama-lama memikirkan keterpurukan, dan bekerja lebih baik demi negeri dan masa depan.

“Kita memiliki iman yang kuat, dan pada saat kita memiliki kekuatan kita akan membangun negeri ini dengan lebih baik lagi. Harapan kami, masyarakat di sini tetap melakukan yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Chairwoman and CEO of Miss World and Founder of Beauty With a Purpose, Mrs. Julia Evelyn Morley , memberi empati yang tinggi kepada warga setempat. Hal ini ditunjukkannya saat memeluk warga, karena menyadari gempa 7.0 magnitudo pada 5 Agustus 2018 memakan korban jiwa mencapai 478 orang.

“Ini yang terjadi hari ini. Dan saya ingin anda tahu, saya berkunjung hari ini untuk mengetahui dan belajar lebih banyak, dan berpikir penuh dari sudara Aprianto. Apa yang terjadi telah dijelaskan  bahwa setiap orang telah merasakan apa yang terjadi (gempa),” ujarnya.

Julia mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa kehidupan itu berjalan panjang. Namun demikian, setiap orang di dunia ini turut memikirkan warga Lombok Utara.

“Dan kami ingin kalian lebih baik lagi, membangun kembali, dan ajaklah anak-anak anda ke sekolah. Kami sesungguhnya menyadari betapa beratnya memulai, dan kami juga ingin kembali lagi kemari,” hiburnya.

Kunjungan itu dihadiri Managing Director of Star Media Nusantara, Lina Priscilla Tanaya, Chairwoman and CEO of Miss World and Founder of Beauty With a Purpose, Julia Evelyn Morley, Direktur Miss World, Stephen Douglas Morley, Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina. Hadir pula Bupati pertama Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, perwakilan Pemda KLU, H. Faisol, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan warga setempat.

AYA

 




Gubernur Zul Terima Kunjungan Jajaran BAKN , Dukung Transparansi Keungan Negara

Kunjungan BAKN untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan Negara, sebab setiap rupiah yang dibelanjakan itu memiliki dampak terhadap kesejahteraan masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menerima kunjungan Jajaran BAKN yang dipimpin Ketuanya, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM. diterima Gubernur di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (12/02).

Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah ikut menerima kunjungan tersebut bersama  Sekda, Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph.D dan sejumlah Kepala OPD menerima kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.

Kehadiran Jajaran BAKN itu dalam rangka membangun kerjasama terkait pengelolaan keuangan negara. Sehingga, dengan pengelolaan yang baik, sesuai peraturan yang berlaku, maka dapat meminimalisir kerugian negara.

BAKN juga memiliki tugas untuk menelaah hasil temuan dari BPK atas kerugian keuangan Negara di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/Kota di Indonesia.

Gubernur menyampaikan dukungannya terhadap transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Kehadiran jajaran BAKN ke NTB tersebut merupakan hal positif,  apalagi setelah NTB dilanda musibah gempa beberapa waktu lalu.

Menurutnya, BAKN merupakan salah satu institusi yang luar biasa.

“Parlemen kita akan sangat powerfull kalau BAKNnya maksimal dan optimal,” ungkapnya. Ia yakin dan optimis,  dengan kapasitas anggotanya saat ini, ke depan BAKN dapat lebih baik.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu berharap, jajaran BAKN sering menyapa daera lain, sekaligus melakukan sosialisasi. Sehingga,  komunikasi dan kerajasama dapat terjalin dengan baik.

Ketua BAKN menjelaskan kunjungan ini dalam rangka untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan negara. Yang lebih penting lagi menurutnya, setiap rupiah yang dibelanjakan itu memiliki dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Sehingga dengan tersosialisasikannya BAKN beserta temuan temuannya itu,  potensi potensi kerugian negara,  bisa kita lihat seberapa persen yang bisa kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Hal lain lanjutnya dengan melihat ke depan, apa yang perlu diperbaiki.  Apakah dari segi kebijakan, pelaksanaan kebijakan atau program atau bahkan anggaran itu sendiri.

Sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan betul betul optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Namun katanya,  dalam setiap pembahasannya selalu melibatkan kementerian atau lembaga yang ada di pusat.

“Karena kita di BAKN itu salah satunya  memotong sekat sekat antar kementerian, yang selama ini hanya berpikir kementerian masing-masing atau kementerian sentris, ” pungkasnya.

Aya/Hms




Nofian Hadi Perjuangkan KUR untuk Pelaku UMKM di Desa Wisata

Salah satu yang harus terus dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi Desa Wisata di Lombok. Baik di Lombok Utara maupun Lombok Barat

lombokjournal.com —

LOBAR  ;    Masyarakat pulau Lombok, NTB masih merasakan dampak bencana gempa bumi Juli-Agustus 2018 lalu. Selain kerusakan rumah, ekonomi masyarakat juga terpengaruh.

Pasalnya, sektor Pariwisata sebagai sektor unggulan ke dua di daerah ini selain sektor Pertanian, juga ikut terdampak. Angka kunjungan wisatawan yang anjlok dalam beberapa bulan terakhir, membuat masyarakat ikut terdampak.

Lombok Utara dan Lombok Barat, yang memiliki cukup banyak destinasi wisata juga sempat terdampak. Meski saat ini sudah pulih dan berbenah, namun tingkat kunjungan wisata masih lesu di dua daerah ini.

“Lombok Utara dan Lombok Barat sempat terdampak. Meski saat ini sudah pulih, namun perlu terus ada upaya untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata ini,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor urut 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat, Selasa ( 12/2)

Dampak bencana itu, papar Nofian, masih ditambah lagi dengan kondisi harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar yang mahal saat ini.

Nofian mengapresiasi upaya pemerintah dan stakeholders terkait yang sudah berusaha merecovery sektor Pariwisata pasca bencana gempa bumi. Namun, ia juga menilai masih perlu banyak upaya yang harus dilakukan untuk mendorong bangkitnya sektor pariwisata kembali.

Menurutnya, salah satu yang harus terus dilakukan adalah dengan mengembangkan potensi Desa Wisata di Lombok. Baik di Lombok Utara maupun Lombok Barat.

“Konsep Desa Wisata ini saya pikir mampu mendorong pariwisata NTB kembali bangkit sekaligus memperkuat peningkatan perekonomian masyarakat melalui UMKM,” katanya.

Ia mencontohkan, Desa Wisata di Sesaot, Narmada, Lombok Barat, yang kini terus berkembang dan mampu menjadi magnet wisata tersendiri bagi wisatawan lokal dan domestik.

Demikian juga dengan Desa Kerujuk di Lombok Utara. Kawasan yang menjual destinasi spot selfie dan fotografi ini juga sangat potensial untuk terus dikembangkan.

Konsep seperti itu menarik, apalagi saat ini trend wisatawan sudah mulai bergeser mencari destinasi wisata yang ramah digital, instagramable dan layak daring.

“Di Yogyakarta dan Bandung misalnya, itu untuk sekadar selfie di spot yang dikembangkan di sana, wisatawan rela menghabiskan biaya dan waktu untuk menempuh perjalanan ke destinasi. Di Lombok potensi ini belum maksimal tergali,” ujarnya.

Nofian mengatakan, saat ini dirinya dan sejumlah relawan terus aktif mendorong masyarakat sadar wisata untuk mulai menggagas Desa Wisata baru di wilayah mereka, terutama di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Dia juga mulai memfasilitasi dan membantu masyarakat pelaku UMKM untuk mengakses dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bisa dimanfaatkan dari perbankan.

Hal ini juga, paparnya, yang akan dilakukan ketika diberi amanah duduk di kursi DPRD NTB kelak. Ia bertekad mempercepat ekonomi NTB bangkit dengan mendorong sektor pariwisata dan pengembangan UMKM melalui pengembangan konsep Desa Wisata.

Menurutnya , konsep Desa Wisata yang harus dikembangkan di Lombok Utara dan Lombok Barat meliputi Desa Wisata yang menyediakan Akomodasi, Atraksi, dan Alam yang terintegrasi.

“Untuk akomodasi, rumah penduduk bisa disulap menjadi semacam homestay. Misalnya punya empat kamar, satu kamar bisa direnovasi dan dilengkapi khusus untuk wisatawan yang ingin menginap,” paparnya .

Selain itu, keberadaan artshop Desa juga harus dipikirkan untuk menjadi etalase kerajinan maupun produk unggulan di Desa Wisata itu.

Hal ini bisa didukung juga dengan keberadaan sanggar seni dan budaya yang menampilkan atraksi seni budaya penduduk setempat.

Dengan pola terintergasi ini, kata Nofian, maka multiplier efect ekonomi dapat dirasakan penduduk di Desa Wisata itu, baik dari homestay yang disediakan, produk jajanan, kuliner dan kerajinan, juga dari sisi pertunjukan seni dan budaya.

“Saat yang coba kita bangun adalah semangat bersama dulu. Gagasan yang baik tapi tidak punya semangat yang sama akan percuma. Sehingga setiap turun ke lapangan, semangat ini yang selalu coba saya sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi wisata yang masih lesu saat ini bukan berarti harus patah arang.

Sebab konsep desa wisata bila dikembangkan dengan baik, bisa menjadi harapan baru di saat kondisi kunjungan wisata ke NTB kembali normal

“Yang terpenting harus berani memulai. Desa Wisata ini saya yakin akan menjadi suistainable tourism, pariwisata berkesinambungan di Lombok, NTB,” tukasnya .

Me




Irzani Dorong Pengembangan Teknologi Tepat Guna di Pondok Pesantren

Mengembangkan Pesantrenyang ramah teknologi seperti ini menjadi salah satu cita-cita yang akan diperjuangkannya di kursi DPD RI perwakilan NTB kelak

lombokjournal.com —

LOTIM  ;    Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia diharapkan bisa menjadi tumpuan harapan dalam mencetak generasi handal dan bermoral.

Di era kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini, Pesantren dan para santri, bisa menjadi agen inovator juga kreator Teknologi Tepat Guna ( TTG)  yang bukan saja mampu memanfaatkan teknologi, tapi juga mampu melakukan inovasi TTG yang ramah dengan kalangan Pesantren.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani mengatakan, potensi dan sumbangsih Pesantren sudah sangat teruji sejak dulu di Indonesia, termasuk di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain sebagai lembaga pendidikan keagamaan, Pesantren juga menjadi pusat pengembangan masyarakat dalam berbagai bidang, seperti ekonomi

rakyat seperti koperasi dan usaha kecil, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat hingga pada konservasi lingkungan.

“Harus diakui, Pesantren dapat menjadi tempat penyemaian pemimpin masa

depan dalam banyak bidang. Pesantren juga berpotensi besar menjadi wadah pencetak enterpreneur yang bisa menggerakkan potensi ekonomi masyarakat, dan menjadi agen perubahan teknologi di zaman kekinian seperti sekarang ini,” kata H Irzani, Selasa ( 12/2)

Pengembangan teknologi tepat guna di Pesantren, menurutnya, harus mulai dilakukan saat ini. Para santri sudah saatnya menunjukan kreativitas dan inovasi mereka di bidang teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat.

Menurutnya, paradigma kebanyakan awam harus mulai berubah tanpa mengubah esensi Pesantren dan santri itu sendiri. Sebab, teknologi tak akan membawa santri keluar dari nilai-nilai kesantriannya karena teknologi adalah kebutuhan saat ini.

“Santri di Ponpes modern bisa berselancar internet dengan gadget tanpa terpengaruh dampak negatifnya, karena santri menggunakannya sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan serta tidak menyalahgunakannya. Contoh itulah yang harus ditiru oleh santri-santri yang mampu melaju di tengah zaman tanpa harus malu mengakui identitasnya sebagai santri,” ungkapnya.

Irzani mengatakan, kemajuan teknologi juga punya banyak manfaat. Misalnya dengan smartphone para santri bisa mengaji Al-Qur’an atau membaca, mempelajari hadits, dan menela’ah kitab kuning.

Lalu dengan gadget itu, mereka bisa mengatur waktu  mereka untuk beribadah dan melakukan kegiatan lainnya. Laptop juga bisa digunakan untuk dakwah dengan mengetik tulisan dan mengirimnya ke media masa atau mempublikasikannya sendiri di blog ataupun situs-situs berbasis Islam.

“Penyampaian ajaran Islam tidak selalu hanya melalui sebuah mimbar. Saat ini banyak media penyampaian ajaran Islam yang dapat dimanfaatkan salah satunya melalui lirik lagu. Group Band Wali telah membuktikan ini. Group Band jebolan Pesantren Dar-El-Qolam ini menyampaikan da’wah mereka melalui lirik-lirik lagu mereka,” kata Irzani.

Menurut Irzani,  Ponpes sebagai agen perubahan teknologi harus mulai didorong juga di Lombok, NTB. Hal ini menjadi tantangan bagi para pengurus pesantren, agar mereka mampu mencetak kader ummah yang bukan hanya mempunyai kemampuan di bidang agama, tetapi juga mampu berkembang dan mengembangkan masyarakat di tengah-tengah lajunya arus globalisasi.

Inisiasi Lomba Tehnologi Tepat Guna Pesantren

Pemanfaatan teknologi di dunia Pesantren akan membuka peluang bagi para santri untuk bisa berkreasi dan berinovasi dalam bidang teknologi tepat guna yang bermanfaat untuk masyarakat.

Apalagi, kehidupan santri yang selalu berbaur dengan masyarakat sangat memahani potensi dan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Irzani mengungkapkan, Pesantren sebagai agen perubahan teknologi bisa diinisiasi dengan lomba-lomba atau pameran Teknologi Tepat Guna  karya para santri.

Ia menilai ada cukup banyak ruang yang bisa dimanfaatkan untuk hal ini. Misalnya saja, dalam kegiatan MTQ yang setiap tahun diselenggarakan dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, hingga Provinsi.

“Di beberapa daerah di Jawa, hal ini sudah mulai dilakukan. Ada lomba teknologi tepat guna santri, ada santri yang membuat sistem pengairan pertanian, bahkan santri ada yang bisa merangkai robot. Ya tentu di Lombok yang potensi pertaniannya jadi unggulan, akan banyak hal yang bisa dikreasikan,” ujar Irzani

Lomba semacam ini tentu akan memicu semangat berkompetisi Pesantren di bidang teknologi tepat guna. Selain itu juga menjadi wadah apresiasi dan penghargaan bagi Pesantren sebagai agen perubahan teknologi.

Sekretaris Umum PW NW Provinsi NTB ini mengatakan, mengembangkan Pesantrenyang ramah teknologi seperti ini menjadi salah satu cita-cita yang akan diperjuangkannya di kursi DPD RI perwakilan NTB kelak.

Me




Diskusi Tangkal Hoax, Untuk Wujudkan Pemilu Damai

Diskusi memberikan pemahaman tentang politik di NTB menjelang pemilu April 2019

MATARAM.lombokjournal.com — Pemuda Pengawal idiologi Bangsa ((PPIB)NTB menggelar Focus Grup Discussion (FGD)  bertema ‘ menangkal isu Hoax,hate speach,propaganda dan radiklisme ‘ untuk mewujudkan pemilu 2019 yang damai ,sejuk,dan bermartabat di Provinsi NTB ,digelar di Bidari Hotel, Selasa,(12/2) pagi.

Dalam sambutannya, Arif selaku Ketua Panitia PPIB menyatakan, Acara FGD ini akan bisa membefikan pemahaman tentang politik di NTB menjelang pemilu April 2019 mendatang .

“Perlu diadakan demokrasi di NTB,ini bagi kami para pemuda bulan demokrasi merupakan buday yang harus di rayakan baik itu kita sebagai peserta yang mempunyai wajib pilih,tentunya dengan mewujudkan pemilu yang damai,” ujarnya

Hadir dalam FGD yakni dari kalangan pemuda,mahasiswa, tokoh masyarakat, aktifis, perwakilan dari Bakesbangpoldagri NTB, Bawaslu NTB yang akan memberikan pemaparan dan dilanjutka dengan Sesi tanya jawab dengan peserta FGD.

AYA




Dispar Matangkan Festival Pesona Bau Nyale 2019

Event ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku industri wisata yang terdampak akibat kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB tengah mematangkan persiapan event Festival Pesona Bau Nyale 2019.

Pihak Dispar NTB menyiapkan puncak acara yang berlangsung pada 24 Februari 2019,

Selain itu, Dispar NTB juga menyiapkan rangkaian acara menarik seperti ;

  • Surfing contest di Pantai Gerupuk pada 17 Februari,
  • Foto contest pada 17-23 Februari,
  • Pengelolaan desa wisata Mandalika pada 18 Februari,
  • Seni Peresean di Pantai Kuta Mandalika lada 19-23 Februari,
  • Dialog Ekonomi Kreatif pada 21 Februari,
  • Mandalika Berzikir di Masjid Nurul Bilad Mandalika pada 22 Februari,
  • Parade Budaya di Praya pada 23 Februari,
  • Grand Final pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner, dan
  • Malam puncak Pesona Bau Nyale di Pantai Seger pada 24 Februari, dan
  • Aksi bersih Pantai Seger pada 25 Februari.

Kepala Dispar NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, 80 persen kegiatan Festival Pesona Bau Nyale diselenggarakan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika.

Faozal berharap Festival Pesona Bau Nyale menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Lombok. Menurut nya, ajang ini juga menjadi upaya Pemprov NTB dalam menggairahkan kembali sektor pariwisata Lombok menghadapi persoalan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

Faozal menargetkan tiga ribu wisatawan hadir dalam Festival Pesona Bau Nyale.

“Target tiga ribu wisatawan) saya kira realistis,”ujarnya saat konfrensi pers senin ( 11/2 )

Faozal mengatakan, Kementerian Pariwisata mendukung penuh pagelaran Festival Pesona Bau Nyale karena sudah masuk dalam kalender event pariwisata nasional.

Kata Faozal, panita mendatangkan desainer ternama, Samuel Wattimena femi menghasilkan peragaan busana dan juga koreografer Denny Malik untuk mengemas acara malam puncak Pesona Bau Nyale lebih maksimal. K

Kepiawaian Denny saat menjadi penata tari untuk pembukaan Asian Games 2018 dinilai mampu memberikan sentuhan berbeda dalam pagelaran Festival Pesona Bau Nyale.

“Untuk Mandalika berzikir di pelataran Masjid Nurul Bilad akan menghadirkan Ustaz Yusuf Mansyur; jadi selain event pariwisata tetap ada kegiatan kerohanian,” katanya.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Andi mengatakan BPPD NTB siap mempromosikan pagelaran Pesona Bau Nyale. Andi menilai ajang ini berpotensi kembali menggairahkan sektor pariwisata Lombok.

“Event ini jadi suatu yang bisa kita jual untuk membangkitkan pariwisata di NTB, kita harus bersinergi, kalau event ini sukses, semoga bisa tergerak ke event yang lain,” ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB), Dewantoro Umbu Joka  mengatakan ,event ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku industri wisata yang terdampak akibat kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

“Event-event seperti sangat bagus, meskipun harga tiket sedang mahal, tapi intinya pemerintah daerah tidak tinggal diam dengan tetap menggelar event,” pungkasnya.

AYA




Gubernur Launching Buku Sejarah Perjalanan HMI di NTB

Dr. Zul juga mengingatkan anak-anak muda NTB agar terus mengembangkan potensi mereka.

lombokjournal.com —

MATARAM  ;      Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri puncak perayaan Milad HMI ke 72, Minggu (10/02)  malam di Taman Budaya Mataram.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan launching buku “Pergulatan HMI di Pulau Seribu Masjid, Sejarah dan Aksi”.

Buku ini merupakan catatan penelurusan sejarah perjalanan HMI di NTB sejak kehadirannya pada tahun 1963 silam. Buku karya Darsono Yusin Sali ini menggambarkan peran strategis HMI dalam panggung sejarah perkembangan NTB.

Gubernur NTB, pada kesempatan itu menyambut baik kehadiran buah karya intelektual wartawan salah satu media cetak di NTB ini.

“Luar biasa, hebat. Selamat,” kata Gubernur menyemangati penulis.

Melalui sejarah mahasiswa dapat menimba banyak pelajaran. Di samping itu,  Dr. Zul juga mengingatkan anak-anak muda NTB agar terus mengembangkan potensi mereka.

Kata dia, anak-anak muda NTB sangat potensial asalkan mereka diberi kesempatan berkembang. Mereka juga tidak kalah dengan tokoh-tokoh nasional lainnya. Sehinggga demikian, anak-anak NTB di masa depan tidak boleh hanya jadi penonton saja, tetapi harus jadi penentu.

“Saya tidak mau momentum 2024 anak anak hebat NTB hanya jadi penonton dan jago kandang di NTB saja. Siapapun yang jadi capres di kubu manapun ada anak anak NTB,” ungkap Dr. Zul.

Melalui program pemberian beasiswa keluar negeri kata Dr. Zul, ini jadi salah satu upaya meningkatkan SDM NTB menjadi lebih baik.

Di samping itu, melalui pemberian beasiswa diharapkan mampu melahirkan anak-anak muda hebat tidak saja bisa bicara di tataran lokal tapi juga nasional.

Me

 




Program JKN-KIS Benar-benar Sangat Kami Butuhkan

Program JKN-KIS telah banyak membantu dan bermanfaat bagi pesertanya. Tidak terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tetap bertahan hidup jika tidak memanfaatkan JKN-KIS

Lombokjournal.com  —

JAMKESNEWS  – Puluhan pasien sedang terbaring di ruang Hemodialisa, guna menajalani proses cuci darah.

Suara mesin cuci darah dan aktifitas beberapa orang perawat dan dokter yang sedang memasang peralatan menjadi pemandangan pertama Tim Jamkesnews saat memasuki ruang hemodialisa.

Tim Jamkesnews disambut ramah beberapa orang perawat ruang hemodialisa. yang menjelaskan,  hampir semua pasien yang menjalani cuci darah secara rutin ini adalah peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Tim Jamkesnews datang dan menghampiri seorang pasien laki-laki paruh baya yang sedang menjalani cuci darah dan ditemani oleh seorang anaknya.

Pasien itu adalah Ardiansyah (54), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. Ia adalah peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Ardiansyah menceritakan, kini ia rutin menjalani cuci darah setiap seminggu sekali. Rutinitas ini ia jalani sejak pertengahan tahun 2017 silam setelah ia dinyatakan mengalami gagal ginjal oleh dokter.

Ia menyadari bahwa penyakitnya ini bukan penyakit biasa, tapi penyakit yang memerlukan biaya yang mahal untuk pengobatannya.

Meskipun iamasih sebagai PNS aktif, gaji yang diterimanya  tidak akan cukup untuk membiayai cuci darah  yang jadwalnya seminggu sekali.

“Kebutuhan sehari-hari lainnya kan juga banyak dan harus terpenuhi, makanya akan sangat berat sekali kalau saya mesti menanggung biaya cuci darah dari kantong sendiri, tapi untunglah ada program JKN-KIS,” ujarnya dengan nada lega.

Lebih lanjut Ardiansyah menuturkan manfaat dan pentingnya program JKN-KIS. Ia bersyukur program JKN-KIS telah hadir sehingga banyak membantu dan bermanfaat bagi pesertanya. Tidak terbayang berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk tetap bertahan hidup jika tidak memanfaatkan JKN-KIS.

”Tetapi dengan JKN-KIS selama saya menjalani pengobatan ini tidak sedikitpun mengeluarkan biaya karena semua sudah dijamin oleh JKN-KIS. Di rumah sakit ini saja banyak pasien cuci darah, dan bisa dibilang kami semua sangat merasakan manfaat program JKN-KIS dalam hal pembiayaan cuci darah kami. Program ini memang benar-benar sangat kami butuhkan,” terang Ardian.

Selama menjalani pengobatan baik rawat inap maupun rawat jalan, Ardiansyah menjelaskan tidak pernah mengalami kendala, ia selalu memperoleh pelayanan yang baik dari petugas.

“Dokter dan perawat di sini pun sudah seperti keluarga sendiri karena kami selalu bertemu seminggu sekali, dan di antara kami para pasien cuci darah juga saling menguatkan satu sama lain untuk tetap sabar dan bersemangat menjalani ini semua,” ucapnya sambil tersenyum.

Di akhir perbincangan, Ardiansyah mengingatkan akan pentingnya pola hidup sehat, karena kesehatan adalah anugerah yang sangat besar dari Tuhan dan sudah sepatutnya kita dapat menjaga anugerah tersebut.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati, tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, termasuk untuk mengubah pola hidup menjadi lebih sehat,” tutup Adiansyah.

KA/ej/JAMKESNEW

Nara Sumber; Ardiansyah




Barang Pabrik Naik Harga,  Dinas Perdagangan Mataram Bikin Pasar Murah

Mengawali 2019 ada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan terutama pada barang pabrikan. Dalam OP (Operasi pasar ) ini juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan barang pokok dan barang strategis lainnya, pasca terjadi bencana alam gempa bumi

MATARAM.lombokjournal.com — Untuk menstabilkan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan, pada hari raya imlek lalu, . Operasi pasar murah kembali digelar.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Zaenal Arifin mengungkapkan, karena beberapa barang pabrik tengah mengalami kenaikan, maka Dinas Perdagangan Kota Mataram melakukan pasar murah di lapangan Karang Pule.

“Kita fokuskan barang pabrikan yang isunya akan naik. Tetapi dari beberapa distributor sudah ada yang naik, kenaikannya itu sekitar 5-7 persen,” kata  Zaenal, Senin (11/02). Pasar murah ini akan diadakan selama 6 hari di tempat berbeda-beda.

“Mengingat banyaknya permintaan akan barang pabrikan ditengah masyarakat, seperti minyak goreng, tepung dan lain-lainnya. Sedangkan untuk barang-barang lokal seperti beras, harganya masih stabil dan belum ada kenaikan. Untuk itu lebih diutamakan barang pabrikan” tuturnya

Ia menjelaskan, untuk beras masih dari Bulog, Memang tidak terlalu banyak naiknya, kalau beras itu kan barang lokal, kita tidak fokuskan kesana untuk pasar murah ini.

Menurutnya, mengawali 2019 ada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan terutama pada barang pabrikan. Tak hanya itu saja, dalam OP (Operasi pasar ) ini juga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan barang pokok dan barang strategis lainnya, pasca terjadi bencana alam gempa bumi.

Sementara itu, OP akan dilakukan di beberapa titik di kota Mataram, mulai dari kecamatan Ampenan hingga Cakranegara. Selain itu, distributor yang terlibat dalam OP sekitar 30 distributor dan lebih banyak barang ditawarkan merupakan barang-barang dijual ritel modern.

“Karena ini menstabilkan harga, kita minta harga distributor sama mereka, walaupun ada dari beberapa distributor yang sudah menaikan harga karena isunya lagi naik,” ucapnya.

Sedangkan untuk harga kebutuhan bahan baku lokal, masih stabil dan belum ada kenaikan pada awal tahun ini. Bahkan dalam waktu dekat akan memasuki, hari panen raya di mana stok untuk kebutuhan pokok akan meningkat.

AYA




Awardee Ke Polandia, Bangga Dan Akan Membangun Daerah

Di Polandia, tidak hanya belajar namun juga bisa membangun jaringan sehingga setelah lulus dapat berkontribusi membangun NTB dan Indonesia yang lebih baik

MATARAM.lombokjournal.com —  Para penerima beasiswa (awardee) itu telah mendapatkan sesuatu yang sudah lama diimpikannya, yang diperoleh tersebut merupakan hasil kerja keras dan doa serta dukungan dari berbagai pihak, seperti orang tua,  sahabat,  masyarakat dan pemerintah daerah.

Perasaan senang dan bahagia terungkap ketika mereka berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, yaitu ke Polandia, di Pendopo Gubernur NTB.

Muhammad Alam Setiawan misalnya. Penerima beasiswa asal Lombok Tengah ini menyampaikan,  melanjutkan pendidikan ke luar negeri merupakan keinginan yang sudah lama dicita-citakannya.

Namun baru kali ini bisa terwujud, saat pemerintah Provinsi NTB memberikan beasiswa ke para pemuda.

“Bersyukur banget,  ini rezeki yang tidak disangka-sangka,” ungkapnya saat Pre-Departure Training (DPT)  Program dan Pelepasan Awardee Batch II Tujuan Polandia, di Pendopo Gubernur NTB.

Harapannya, saat di Polandia, ia tidak hanya belajar namun juga bisa membangun jaringan. Sehingga, setelah lulus nanti, ia dapat berkontribusi membangun NTB dan Indonesia yang lebih baik.

“Membangun daerah tidak harus kembali ke daerah,” jelas alumni Unram yang akan melanjutkan Program Master Tourism and Recreation di Vistula Group of Universities, Polandia.

Awardee lainnya,  Imam Wierawansyah Eltara, dari Sumbawa menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya kepada masyarakat dan pemerintah NTB. Sebab menurutnya,  dengan adanya beasiswa itu,  ia bisa melanjutkan pendidikannya ke luar negeri.

“Saya berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Saya akan berusaha sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan masyarakat NTB,” ungkap pria yang mengambil program Master of Energy Management.

Hal senada juga disampaikan Ita Astuti,  penerima beasiswa asal Kacamatan Keruak,  Kabupaten Lombok Timur. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak,  terutama masyarakat dan pemerintah NTB atas beasiswa itu.

Pemerintah NTB katanya, telah memberikan kesempatan untuk membangun mimpinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri . Sehingga suatu saat nanti dapat berkontribusi bagi masyarakat dan daerah NTB.

“Saya akan menjaga nama baik NTB di Polandia,” ungkapnya. Ia juga berjanji, selepas lulus nanti,  akan membangun Sumber Daya Manusia  (SDM) di bidang pariwisata.

Untuk diketahui,  pada bethc atau tahap II ini,  sebanyak 27 orang pemuda NTB yang akan melanjutkan pendidikan S2 ke Negara Polandia.

Mereka akan diberangkatkan pada tanggal 15 Febuari 2019 mendatang.  Para alumni dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu telah melewati proses seleksi yang ketat. Baik dari segi akademik maupun wawasan keilmuan umum lainnya.

Mereka ini akan menimba ilmu di 4 kampus di Polandia, antara lain Collegium civitas, Warsawa University of Life Science dan Vistula Group of University dan University of Warsawa.

Me