Jika BUMDes Dikelola Profesional, Desa Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Hampir di semua Desa dari lebih dari seribu Desa yang ada di Provinsi NTB,  memiliki potensi ekonomi dengan sumber daya alam yang beragam dan masing-masing punya keunggulan

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi dua unggulan Pemprov NTB sebagai prioritas dalam strategi pembangunan daerah, harus membawa manfaat bagi masyarakat, termasuk di pedesaan.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 33, H Irzani mengatakan, potensi di dua sektor ini punya banyak manfaat dimana masyarakat pedesaan bisa mengakses, manfaat ekonomi dan juga lapangan pekerjaan.

Namun, harus ada pula semangat dan inovasi dari masyarakat dan pemerintah desa bersangkutan untuk menangkap peluang ini.

Menurut Irzani, salah satu caranya adalah dengan melakukan revitalisasi dan optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes yang baik nantinya diharapkan dapat menjadi lembaga ekonomi yang menjadi kunci untuk memicu pergerakan ekonomi desa ke depan.

“Di dalamnya terdapat aspek pemberdayaan secara utuh, tidak hanya pemberdayaan ekonomi, melainkan juga pembangunan kelembagaan, penguatan kapasitas SDM dan manajerial, pengembangan jejaring ekonomi dan hilirisasi ekonomi,” kata H Irzani, Senin (25/02)

Irzani menegaskan, dengan peran BUMDes yang kuat maka bukan tidak mungkin Desa bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Ia mengatakan, hal ini juga yang mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), terus berupaya giat menginisiasi pembentukan BUMDes di Indonesia, termasuk di NTB.

Berdasarkan data Kemendes PDTT, paparnya, pada akhir 2014, jumlah BUMDes hanya 1.022. Namun hingga akhir tahun 2017 meningkat menjadi 39.149 BUMDes.

Kemudian pada 2018 tercatat sekitar 56% desa telah memiliki BUMDes. Sementara itu di NTB ada 1137 desa/kelurahan yang terdiri dari 995 desa dan 142 kelurahan .

Revitalisasi dan Optimalisasi BumDes

Untuk NTB sendiri, kata Irzani, BUMDes bisa didorong untuk dibentuk di setiap Desa. Sementara BUMDes yang sudah ada namun belum maksimal harus direvitalisasi dan dioptimalisasi ke depan.

Pasalnya, hampir di semua Desa dari lebih dari seribu Desa yang ada di Provinsi NTB,  memiliki potensi ekonomi dengan sumber daya alam yang beragam dan masing-masing punya keunggulan.

“Tinggal bagaimana BUMDes ini benar-benar memiliki SDM yang handal dan mumpuni. Nah di sinilah perlu peran supervisi dan pendampingan dari Pemprov maupun Pemda di mana Desa itu berada,” ujar Irzani yang pernah menjadi Tim Penyelaras Kebijakan Gubernur NTB tahun 2008 s.d tahun 2018.

Menurut Irzani ada banyak potensi Desa yang bisa digali oleh BUMDes, dimana semua pasti berhubungan juga dengan sektor pertanian dan pariwisata.

Ia mencontohkan, desa-desa yang memiliki sumber mata air bagus seperti desa-desa di lingkar Gunung Rinjani, bisa membuka unit usaha  air mineral dalam kemasan.

Hasil produksinya bisa diserap oleh industri pariwisata seperti perhotelan, restauran dan rumah makan. Pemda Kabupaten/Kota juga bisa menyerap produk BUMDes itu untuk keperluan konsumsi perkantoran Dinas atau OPD.

“Produk air mineral dalam kemasan ini juga akan memenuhi kebutuhan masyarakat, yang misalnya sedang ada hajatan atau ada acara besar. Dan sisi lainnya, harga juga akan lebih bersaing dengan air mineral dari luar,” katanya.

Core Bisnis BumDes

Menurutnya, air minum kemasan akan menjadi Core Bisnis yang bagus bagi BUMDes, karena pengelolaannya baik dari sisi produksi hingga pemasaran juga cukup mudah dan murah.

Sayangnya, potensi ini belum banyak dimanfaatkan. Hal yang sama juga bisa dilakukan di Desa-Desa dengan potensi pertanian hortikultura.

Irzani mencontohkan, Desa penghasil sayur dan buah-buahan bisa membentuk BUMDes dengan unit usaha yang menyuplai kebutuhan sayur dan buah-buahan ke industri pariwisata yang ada.

Pun demikian dengan Desa dengan sumber potensi Perikanan dan Kelautan, bahkan Desa dengan potensi kerajinan.

“Desa di pesisir yang potensi garam misalnya. Ini juga bisa BUMDes memfokuskan mengelola potensi industri garam, seperti di Bima,” tegasnya.

Irzani mengatakan, revitalisasi dan optimalisasi BUMDes tentu saja membutuhkan effort atau upaya yang kuat dari masyarakat, dan dengan dukungan dari pemerintahan di atasnya termasuk Pemda Kabupaten/Kota, dan Pemprov NTB.

Salah satu cara sederhananya adalah membagi tiap Dinas/OPD untuk melakukan supervisi dan pendampingan. Misalnya satu OPD mendampingi berapa BUMDes, yang mana usaha BUMDes itu berkaitan dengan sektor yang menjadi tupoksi OPD bersangkutan.

Selain supervisi Pemda, papar Irzani, keberadaan Sarjana Desa juga bisa digunakan untuk memperkuat kelembagaan BUMDes. Sehingga putra-putri desa yang selesai kuliah dan menyandang predikat Sarjana bisa kembali mengabdi untuk mengembangkan perekonomian desa mereka.

Irzani menambahkan, semangat one village one product yang dulu pernah digaungkan juga bisa kembali dimaksimalkan dengan pemberdayaan BUMdes ini.

Dalam jangka panjang, sistem pemasaran dan rantai demand dan suplai kebutuhan bahkan bisa terintegrasi antar Desa-Desa melalui BUMDes masing-masing.

“Bagi saya, bagaimana membangun ekonomi dari desa itu yang terpenting.

Sebab sejatinya keberhasilan pertumbuhan ekonomi suatu daerah itu adalah akumulasi keberhasilan pertumbuhan ekonomi di pedesaan-nya,” katanya menjelaskan .

Me




Car Free Day Efektif untuk Pertumbuhan UMKM di Daerah

CFD bisa menjadi pasar yang unik, sebab setiap perhelatannya selalu penuh sesak dengan masyarakat dari beragam usia dan beragam latar belakang

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;    Pertumbuhan ekonomi di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di didukung dengan kebijakan Pemda suatu daerah dalam memperbanyak kegiatan pertemuan masyarakat dalam jumlah banyak.

Arena Car Free Day (CFD) dinilai juga sangat tepat untuk dijadikan wahana pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.

Hal ini dikatakan Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat, Lalu Nofian Hadi, Senin ( 25/2)

Menurut Nofian, arena CFD yang rutin digelar setiap hari Minggu di jalan Udayana Kota Mataram, bisa menjadi contoh bagus untuk dikembangkan di Lombok Utara dan Lombok Barat.

“Coba kita ke arena Car Free Day (CFD) di jalan Udayana (Kota Mataram), itu bisa ratusan pelaku UMKM yang bisa terlibat dan buka lapak,” kata Nofian Hadi.

Nofian mengatakan, pertumbuhan UMKM membutuhkan pasar dimana tersedia kesempatan bertemunya mereka dengan konsumen.

CFD bisa menjadi pasar yang unik. Sebab setiap perhelatannya selalu penuh sesak dengan masyarakat dari beragam usia dan beragam latar belakang.

Arena CFD juga seringkali digunakan sebagai lokasi sejumlah event Pemerintahan, maupun perusahaan swasta, karena ingin menarik perhatian banyak masyarakat.

“Karena beragam usia dan beragam latar belakang yang datang, maka event CFD seperti itu menjadi pasar yang bagus bagi UMKM. Sebab, demand-nya tentu beragam dan lebih banyak peluang, UMKM tinggal memastikan suplay sesuai demand yang ada,” jelas Nofian.

Ia mencontohkan, kaum muda generasi millennials biasanya menggunakan arena CFD sebagai ajang olahraga bersama, jalan santai, dan berkumpul bersama teman sepergaulan.

Sementara kaum dewasa dan orang kantoran, juga biasa berkumpul di arena CFD bersama rekan sejawa seprofesi. Juga seringkali acara kantoran diadakan di arena CFD.

Yang pasti, masyarakat yang ingin santai dan berolahraga ringan juga banyak yang membawa sekeluarga bersama anak-anak mereka.

“Di sini UMKM bisa menyediakan kuliner, lapak busana, hingga permainan anak-anak. Ada banyak demand, yang bisa disuplai,” katanya.

Menurut Nofian, kekuatan CFD sebagai pasar UMKM ini juga telah dibuktikan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan lainnya.

“Ini rahasianya, bahwa CFD ternyata mampu meningkatkan pergerakan perputaran ekonomi sektor UMKM. Lapangan pekerjaan akan banyak terbantu dan ekonomi kerakyatan tumbuh,” tukasnya.

Nofian mengatakan, pihaknya mendorong Pemda Lombok Utara dan Lombok Barat untuk mulai menginisiasi kegiatan CFD di daerah mereka.

Selain CFD, pengembangan taman-taman kota juga bisa menjadi wahana serupa yang menumbuhkan sektor UMKM di daerah.

“Lombok Utara dan Lombok Barat harus mulai menginisiasi ini. Dan kelak jika saya dipercaya duduk di kursi DPRD NTB, hal ini akan saya perjuangkan. Demi melejitkan pertumbuhan sektor UMKM kita,” katanya.

Me

 




H Hadrian Irfani Dorong Pemda NTB Telisik Orang Yang Punya Bakat Multi Talenta, Termasuk Di Pesantren .

0rang jenius kerap menyendiri di balik kekuatan yang mereka miliki, padahal kemampuan itu bisa digunakan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah di berbagai sektor

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Keberadaan orang orang cerdas ( jenius ) di NTB yang memiliki bakat otodidak dan multi talenta perlu ditelisik keberadaannya, agar mereka bisa diajak untuk membangun NTB dari berbagai disiplin dan spesifikasinya.

“Orang-orang genius yang multi talenta sejatinya memiliki kekuatan dan sumber daya yang hebat jika digali dan diarahkan untuk kemajuan daerah NTB,” kata Ketua DPW  PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani, Minggu (24/02)

Menurutnya, selain di lembaga pendidikan umum, Pondok Pesantren juga menjadi salah satu wahana untuk menelisik keberadaan orang-orang jenius.

Apalagi karakter dasar orang yang memiliki kemampuan otodidak kerap tidak mau menonjolkan bakat dan kecerdasan alami yang mereka miliki. Tetapi jika diberikan beban tanggungjawab, orang orang jenius pasti akan buktikan kehebatannya .

“Saya pikir Ponpes-Ponpes kita punya orang-orang, santri dan santriwati yang kemampuannya di atas rata-rata, tapi tidak muncul ke permukaan. Disini lah Pemerintah Daerah perlu menelisik,” katanya

Caleg DPRD NTB dapil VII Lombok Tengah No urut 1  mengatakan, lingkungan sekitar tempat berinteraksi terkadang tidak menganggap penting kecerdasan multi-talenta karena keterbatasan ruang gerak dan pergaulan.

Akibat situasi tersebut, orang jenius kerap menyendiri di balik kekuatan yang mereka miliki. Padahal kemampuan itu bisa digunakan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah di berbagai sektor.

Hadrian mengatakan, Pemda NTB perlu menelusuri dan mendata keberadaan orang orang jenius ini, termasuk di pesantren.

Stimulan dan Investasi SDM

Selanjutnya mereka ini perlu diberikan ruang utk mengekpresikan bakat dan kemampuannya agar kelak menjadi investasi SDM yang unggul, asli dan khas NTB.

Pondok Pesantren dinilai punya potensi strategis. Apalagi selama ini masih muncul stigma Pesantrean sebagai lembaga pendidikan “kelas dua” dan identik dengan santri yang kurang mampu.

“Dalam kerangka membangkitkan Marwah dan Prestise Ponpes di NTB,  Pemda NTB perlu memberikan stimulan terkait dengan program investasi SDM untuk pesantren,” katanya.

Kepedulian Pemda NTB dalam penggalian bakat multitalenta bisa diwujudkan dalam tindakan praktis seperti secara periodik adakan  lomba cipta karya orang genius, fasilitasi maupun memberikan super visi untuk orang orang multi talenta tersebut.

“Orang jenius karena bakat alaminya pasti banyak di NTB, termasuk di pesantren. Masalahnya adalah kemampuan para stakeholder di NTB untuk menggali dan menelisik keberadaan orang-orang jenius ini,” tukas Hadrian yang juga Bendahara PP RMI (Rabithan Ma’hid Islamiyah ) atau Asosiasi Pondok Pesantren NU.

Menurut Hadrian, di negara-negara maju, orang-orang dengan talenta khusus dan jenius sangat dicari. Bahkan beberapa lembaga pemerintahan dan NGO ada yang secara khusus melakukan hal ini.

“Mereka  khusus mencari dan mentracking orang yang memiliki bakat otodidak,” katanya.

Ia memaparkan, sumber daya di Pesantren tak bisa diremehkan. Misalnya saja, jika seorang santri muda sudah mampu hafizd Al Qur’an, maka ini indikasi ia memiliki bakat dan kemampuan lebih. Ini kemudian yang harus dikelola dan ditelisik bakat dan kekuatan sesungguhnya dari santri tersebut.

Lombok yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid tentu memiliki SDM yang tersembunyi di setiap pesantren yg perlu diamati individu-individunya.

“Kecakapan menangkap bakat dan skill ini salah satu upaya untuk menggali potensi lokal agar kelak mampu bersaing,” kata Hadrian.

Lalu Hadrian Irfani mengapresiasi upaya Pemprov NTB yang saat ini tengah giat mendorong pemuda NTB belajar hingga ke luar negeri. Sementara di daerah, Pemprov NTB juga menunjukan keberpihakannya dengan berupaya menciptakan pendidikan yang murah dan terjangkau.

Misalnya dengan menanggung beasiswa penuh bagi mahasiswa NTB yang sekolah di Poltekpar Negeri Lombok.

“Artinya sudah ada kepedulian Pemprov untuk meningkatkan SDM NTB ini dengan berbagai terobosan. Nah, satu hal yang perlu dilakukan juga yakni menelisik bakat potensial tadi,” tukasnya.

Me

 




Kampanyekan Pemilu  Damai, HBK gelar Nobar Wayang di Lapangan Tanjung – KLU

Pentas wayang sekaligus menggali budaya leluhur yang telah diwariskan. Kearifan lokal yang diwariskan para orang tua bisa tetap dijaga

lombokjournal.com —

LOMBOK UTARA ; Warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) benar-benar butuh hiburan usai menjadi korban gempa. Mereka menikmati gelaran wayang yang digelar H Bambang Kristiono, SE (HBK).

Acara bertajuk Wayang HBK untuk pemilu damai di Lapangan Tanjung dipadati warga.

“Hiburan kita. Lucu ceritanya, khas gaya Mamiq Nasib,” kata Sapardi, Sabtu (23/02) malam.

Dikatakan, ia datang bersama rekan-rekannya dari Gangga begitu mendapat informasi ada gelaran wayang oleh dalang kenamaan Lombok, Lalu Nasib AR. Karena acara dihelat malam Minggu, banyak warga yang tertarik datang.

“Sepanjang acara kita tertawa terus, topiknya macam-macam,” sambungnya.

Pantauan di Lapangan Tanjung, warga yang menonton wayang cukup banyak. Meski lapangan usai diguyur hujan tak menyurutkan warga KLU lesehan.

Penonton cukup terhibur, mereka tertawa dengan kisah-kisah yang disajikan Lalu Nasib AR.

Cerita Wayang Sasak bertema pemilu damai mengajak untuk menyikapi pilpres dan pileg dengan baik. Beda pilihan tak boleh sampai merusak persaudaraan.

Masyarakat diingatkan tak mudah untuk mempercayai berita bohong atau hoaks. Harus tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Di tempat yang sama, H Bambang Kristiono, SE (HBK) selaku penyelenggara pementasan wayang mengatakan, pentas ini sebagai sarana silaturahmi warga di KLU. Sekaligus bagian dari trauma healing bagi warga KLU.

“Korban gempa tentu butuh sekali acara yang menyenangkan dan menghibur,” katanya.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini menyebut, pentas wayang sekaligus menggali budaya leluhur yang telah diwariskan. Kearifan lokal yang diwariskan para orang tua bisa tetap dijaga.

“Ke depan bersama dikembangkan wayang ini supaya tidak hilang,” sambung politisi Partai Gerindra ini.

Caleg DPR RI Nomor Urut 1 Dapil 2/Pulau menyebut, generasi sekarang yang harus menjaga budaya dan tradisi masa lalu. Menjaga budaya yang diwariskan cukup strategis.

“Bersama saya telah hadir TGH Hasanain Juwaini, beliau yang akan menjelaskan soal Wayang Sasak,” imbuhnya.

Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) NTB, TGH Hasanain Juwaini mengungkapkan, Wayang Sasak adalah sarana menyampaikan dakwah. Di seluruh NTB, pentas wayang akan dikembalikan ke khittah sebagai sarana dakwah.

“Wayang untuk menyebarkan tentang agama. Ini harus dipertahankan,” katanya.

Hasanain menyebut, akan menginisiasi sekolah pedalangan di desa-desa. Dengan begitu Wayang Sasak akan terpelihara.

“Harus terus dihadirkan dalang-dalang muda sebagai regenerasi,” tambahnya.

Me

 




Gubernur Hadiri Pre Launching Kompas Tambora  Challenge 2019

Gubernur  Zul menyampaikan kesiapan NTB menjadi tuan rumah ‘Signature Event NTB’ 2019

JAKARTA.lombokjournal.com —  Sebelum para pelari merasakan panorama indah di Pulau Sumbawa Mei mendatang, mereka pre launching terlebih dahulu dengan berlari keliling sekitaran Senayan, Jakarta Pusat.

Puluhan peserta berlari sejauh sekira lima kilometer sesuai dengan rute yang telah ditentukan.

Bertolak dari gedung TVRI, para peserta berlari menuju Jalan Gerbang Pemuda ke Jalan Asia Afrika.

Setelah mengikuti kegiatan ini, nantinya mereka akan diuji dengan berlari ultramarathon sejauh 320 kilometer dalam kegiatan Ultramarathon Kompas Tambora Challenge 2019 yang kembali bergulir di bulan Mei.

Keindahan jalur lari dengan kelok-keloknya, melewati perbukitan dengan elevasi yang ekstrem, pemandangan savana yang hijau, hingga kuda dan sapi yang bebas melintas di ruas jalan menjadi daya tarik sendiri nantinya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir  pada kegiatan tersebut menyampaikan kesiapan NTB menjadi tuan rumah ‘Signature Event NTB’ 2019.

“Kami juga akan mengajak seluruh komponen masyarakat tidak hanya pasif menonton, namun masyarakat kami akan menyediakan hadiah khusus untuk para pelari,” ujar Gubernur.

“Dalam berlari tidak hanya sekedar berlari, namun ada pembelajaran di dalamnya untuk menaklukkan tantangan, menaklukkan diri sendiri, Mudah-mudahan dengan adanya event ini masyarakat kami akan belajar banyak dari para Pelari,” tutup Gubernur Zul.

AYA




Industri Garam Beryodium Di NTB Belum Meningkat

Pelaku usaha industri garam masih enggan untuk mengelolanya menjadi garam yodium, karena harga jualnya yang terlalu murah

MATARAM.lombokjournal.com —  Industri pengolah garam yang dimiliki Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejauh ini belum ada peningkatan. Meskipun telah  dicanangkan untuk menjadi garam yodium, namun kini tak tampak sama sekali.

Bahkan NTB memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan produksi garam.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Andi Pramria mengatakan, untuk industri garam yang ada sampai saat ini masih tetap berjalan.

Tapi masih perlu untuk ditingkatkan lagi, agar produksi untuk garam yodium tersebut dapat lebih meningkat. Kendati diketahui untuk produksi garam di NTB setiap tahunnya terus bertambah.

“Industrinya masih ada, tetapi untuk sekarang ini kita mau tingkatkan. Karena memang mau dibuat garam yodium itu,” ujar Andi Pramria,

Namun sayangnya produksi garam dari dua pulau besar NTB, yakni Pulau Lombok dan Sumbawa belum dapat dioptimalkan. Mengingat pelaku usaha industri garam masih enggan untuk mengelolahnya menjadi garam yodium, karena harga jualnya yang terlalu murah dengan kemasan lebih bagus.

“Salah satunya seperti industri garam di Sumbawa, mereka itu lebih memilih menjual dengan kantok kresek, dari pada yang sudah dikemas rapi. Karena harga jualnya hanya Rp 1000 perbungkus itu,” terangnya.

Tidak hanya belum mampu memanfaatkan peluang produksi garam industri, selain itu juga belum bisa meningatkan kualitas produksi garam rakyat.

Minimnya perhatian dan pendampingan dari pemerintah menyebabkan capaian produksi dan kualitas jauh dari harapan. Untuk itu, yang dilakukan Disperin saat ini melatih para pelaku industri tersebut agar dapat meningkatkan kualitas garam mereka.

“Saya minta mereka di latih buat garam youdium itu, kita mulai dari kualitasnya dulu baru di kuantitas. Memang sudah ada industri kecil-kecil yang buat garam yodium itu baru di Lombok Timur, Bima saja yang belum, disana lebih senang dijual langsung,” akunya.

Sementara itu untuk produksi garam data terakhir mencapai hingga 104 ribu ton garam.

Namun dengan adanya bencana alam beberapa waktu lalu kemungkinan menurun. Selain itu untuk produksinya saja untuk lokal masih belum dapat terpenuhi, kendati hal ini perlu dorongan bagi pelaku usaha meningkatkan produksi mereka.

AYA




Gubernur ZUL Apresiasi Yusuf Mansyur Yang Ingin Bangun Ekonomi Ponpes

 Gubernur Zul berharap agar pondok pesantren yang ada di Lombok paham ilmu keuangan sehingga masyarakat kita dapat berinvestasi di Lombok

KUTA.lombokjournal.com —  Kegiatan Mandalika Berdzikir di Masjid Nurul Bilad Mandalika pada Jumat  (22/02)  sore yang dihadiri Ustadz Yusuf Mansyur  dibanjiri warga NTB yang sedari siang sudah memadati Kawasan KEK Mandalika.

Dalam kesempatan ini Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Zulkieflimansyah  sangat mengapresiasi kedatangan sahabat lamanya ini yang akan menghabiskan waktunya di Nusa Tenggara Barat.

Gubernur juga mengapresiasi Ust. Yusuf Mansyur yang ingin membangun ekonomi pondok pesantren, menggenjot spirit anak muda agar memiliki bisnis yang luar biasa.

“Mudah-mudahan dengan kita punya tokoh agama yang punya bisnis yang bagus, kita bisa jadikan contoh bahwa umat islam ini bisa punya tanah di atas” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Nusa Tenggara Barat juga berharap agar pondok pesantren yang ada di Lombok paham ilmu keuangan sehingga masyarakat kita dapat berinvestasi di Lombok sendiri.

“Saya mendambakan agar pondok-pondok kita, pesantren-pesantren kita juga paham ilmu accounting dan finance. Saat ini mungkin banyak investasi berasal dari negara luar tapi suatu saat Insha Allah investasi harta kekayaan ini dimiliki oleh putra lombok tengah sendiri,” kata Zul penuh harap.

Dr. Zul juga berpesan kepada masyarakat agar menyikapi politik saat ini normal dan tidak secara berlebihan.

“Boleh partai berbeda, boleh calon legislatif berbeda, boleh calon presiden kita berbeda tapi kehangatan ukhuwah diantara kita tidak boleh luntur” kata Zul

AYA.




Pengiriman Hasil Pertanian NTB Tanpa ‘Surat Keterangan Asal’

Dengan mengantongi SKA juga, pemasaran hasil pertanian juga menjadi lebih luas

MATARAM.lombokjournal.com – Hasil pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, banyak dikirim ke luar NTB, bahkan diekspor ke luar negeri, namun seringkali dilakukan tanpa disertai Surat Keterangan Asal (SKA).

“Banyak hasil pertanian NTB seperti bawang dan cabai yang dijual ke luar NTB seperti Batam dan Berebes, tanpa disertai SKA dan itu jelas merugikan petani dan daerah,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani di Mataram, Jum’at (22/02).

Selly menjelaskan, jika tanpa SKA, maka hasil pertanian yang sebenarnya berasal dari NTB, tapi ketika dijual dan diekspor daerah yang membeli ke sejumlah negara, SKAnya sudah pasti atas nama daerah bersangkutan.

Hasil pertanian yang dikirim dan dijual tanpa SKA dari daerah asal, juga akan dikenakan tarif atau biaya tambahan dan kondisi tersebut telah berlangsung lama di NTB.

“Karena itulah, para pelaku usaha hasil pertanian NTB, kita minta bisa mengurus SKA terlebih dahulu sebelum melakukan pengiriman dan penjualan hasil pertanian ke luar.  Pengurusan SKA juga gratis” terang Selly.

Dengan mengantongi SKA juga, pemasaran hasil pertanian juga menjadi lebih luas. Tidak hanya terbatas antar daerah, tapi bisa langsung diekspor ke luar negeri, seperti jagung ke sejumlah negara seperti Malaysia maupun Singapura.

Hasil pertanian cabai misalnya, produksinya tiap tahun sudah mencapai 200 ribu ton, k rugi kalau menjual ke luar, tapi tidak menggunakan SKA dari NTB.

Hal demikian juga berlaku bagi produk kerajinan lain.

“Jadi SKA itu sangat penting sebagai identitas pemilik barang ,” tegas Selly.

AYA




UNBK Terus Dilakukan Pemerintah Provinsi

Materi pembelajaran dan ujiannya harus sesuai dengan apa yang sudah diberikan guru kepada siswanya

MATARAM.lombokjournal.com — Persiapan menjelang Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA, SMK, dan MA   terus dilakukan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB.

Meskipun beberapa waktu lalu NTB, khususnya Lombok mengalami Musibah gempa namun itu tidak berarti bahwa UNBK tidak digunakan.

“Sekolah yang terkena gempa baik itu  SMA,SMK dan  Madrasah Aliyah Seluruhnya menggunakan UNBK,” ujjar Sekretaris Dinas Pendidikn danKebudayaan, Sakran, Jumat (22/02)

Sakran menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan baik itu persiapan komputer maupun jenis soal yang akan diberikan kepada siswa yang akan mengikuti UNBK.

Karena seperti diketahui beberapa waktu lalu, Tim Pusat Penilaian Pendidikan Dikbud NTB telah melakukan rapat dengan pihak Kepala Sekolah dan guru agar kualitas soal ujian tidak terlalu sulit.

Dari kesimpulan yang diambil di Pusat Penilaian Pendidikan tentu ada penilaian khusus hingga isi soal tahun ini tidak begitu sulit, karena mengukur dari jenis pembelajaran yang sudah diberikan.

“Iya, tingkat kesulitan soal ujian pada tahun ini memang lebih rendah karena para Tim Penilai melihat dari apa yang disampaikan dan apa yang sudah diajarkan oleh guru kepada siswa,” ujarnya.

Ia menambahkan,  materi pembelajaran dan ujiannya itu harus sesuai dengan apa yang sudah diberikan guru kepada siswanya.

“Harus sesuailah, nanti kita salah kalau menguji seseorang jika tidak pernah diberikan pembelajaran atau penjelasan,kelas itu salah dalam pendidikan, ” terangnya

Seperti diketahui ujian nasional  berbasis komputer  (UNBK ) ini akan dilaksnakan pada bulan April yakni dengan Jadwal ujian terlebih dahulu dilakukan oleh SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)  pada mingggu pertama.

Dan di minggu kedua dilakukan oleh SMA (Sekolah menengah atas ) dan MA (Madrasah Aliyah).

AYA




Ke Malaysia, Pemprov NTB Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris

Dengan diadakannya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membentuk kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam kerjasama dalam aspek pendidikan, kebudayaan, kesenian dan pariwisata.

MATARAM.lombkjournal.com — Pemerintah Provinsi  NTB akan melakukan munjungan  ke Malaysia kali ini dalam rangka untuk melakukan kerjasama  dengan Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia (UPSI).

Kerjasama tersebut  diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Nota Kesepahaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia NTB.

Selain itu untuk, mempererat hubungan baik dengan Malaysia, meningkatkan pembangunan di bidang ekonomi dan memperkenalkan budaya NTB di Malaysia.

Menurut Kabag Kerjasama Pemerintahan Biro Administrasi Kerjasama Setda Pemprov NTB, Lalu Ismunandar,  Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemprov NTB dan UPSI akan dilaksanakan pada hari Senin 25 Februari 2019, bertempat di UPSI yang beralamat di Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan 35900 Malaysia.

“Nota Kesepahaman akan ditandatangani oleh Dr. H. Zulkifliemansyah selaku Gubernur NTB dan Prof Dato’ Dr. Mohammad Shatar Sabran Wakil Rektor UPSI UPSI,” ucapnya dalam jumpa pers yang digelar di kantor Gubermur NTB,Jumat (22/02) pagi.

Seperti diketahui, UPSI adalah salah satu universitas di Malaysia yang didirikan pada 1 Mei 1997 melalui Surat Kerajaan PU (A) 132 & 133, tanggal 24 Februari 1997, UPSI adalah salah satu universitas negeri terkemuka di Malaysia.

UPSI menawarkan 100 program sarjana, pascasarjana, doktoral dan jenjang spesial. UPSI masuk dalam dafar universitas terbaik di Malaysia.

Universitas ini memiliki beberapa fakultas di antaranya Bahasa, Seni & Musik, Ilmu Kognitif & Pengembangan Manusia, Sains & Teknologi, Teknologi informasi & Komunikasi, Bisnis &Ekonomi, Ilmu Olahraga dan Ilmu Sosial &Humaniora.

Dengan diadakannya kesepakatan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan membentuk kegiatan-kegiatan yang menunjang dalam kerjasama dalam aspek pendidikan, kebudayaan, kesenian dan pariwisata.

Salah satunya dengan kegiatan pengembangan sumber daya manusia melalui program pengiriman mahasiswa asal NTB ke UPSI Malaysia, sehingga nantinya program ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Tidak itu saja, selain penandatanganan Nota Kesepahaman di UPSI, nantinya juga di rencanakan gubernur akan melakukan beberapa kegiatan di Malaysia.

Di ataranya mengadakan Pameran/Expo dekranasda, silaturrahmi dengan masyarakat rantau NTB di Malaysia dan pertemuan dengan Dubes RI untuk Malaysia Rusdi Kirana serta menghadiri penandatanganan dokumen persepahaman antara Posnaker BLKLN Provinsi NTB dan angkasa

AYA