BPJS Kesehatan Beri Kepuasan Peserta JKN-KIS

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang

lombokjournal.com –

JAMKESNEWS  ;   Rudi Rudolf Ignasio (45) warga Kabupaten Lombok Barat mengaku berkesan terhadap pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Beberapa bulan yang lalu, gempa besar yang terjadi beruntun memporak-porandakan bangunan yang ada di Pulau Lombok. Salah satu bangunan yang terkena dampak adalah Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang berlokasi di Jalan Bung Karno Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Demi kenyamanan dan keamanan, para peserta dilayani sementara waktu di garasi parkir yang terletak di bagian belakang gedung yang sedang di renovasi.

“Suasananya memang agak darurat, tapi saya salut pelayanan tetap berjalan padahal banyak instansi lain yang tutup karena terdampak gempa bumi,” kata pria yang berprofesi sebagai PNS ini.

Rudi, sapaan akrabnya amat puas dengan pelayanan yang diberikan fasilitas kesehatan. Meskipun dirinya berobat sebagai peserta JKN-KIS, dia merasa tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan dengan pasien umum.

Pria yang memiliki hobi lari ini pernah mengalami sakit sehingga harus rawat jalan di salah satu puskesmas di Kota Mataram. Tidak ada iur biaya yang dikenakan, petugas puskesmas tempat ia dirawat pun sangat tanggap dan cekatan.

Dirinya berharap program JKN-KIS dapat dipertahankan oleh pemerintah. Ia merasa semenjak diberlakukan, JKN-KIS sangat membantu masyarakat terutama mereka yang terkendala dengan biaya berobat.

Masyarakat yang dulunya ragu-ragu berobat, kini dapat dengan mudah mengakses layanan fasilitas kesehatan tanpa khawatir dikenakan biaya mahal. Ia mengakui, semenjak BPJS Kesehatan hadir, tingkat kunjungan ke rumah sakit meningkat amat pesat, antrian berobatpun menjadi panjang.

“Tapi saya tidak masalah, karena itu bukti bahwa pemerintah hadir dalam memberikan kemudahan akses masyarakat untuk berobat”, Ujar Rudi, saat ditemui di kantornya, Kamis (28/02).

Ia juga berharap program JKN-KIS dapat ditingkatkan kualitasnya. Pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan dapat melakukan sosialisasi dengan gencar kepada masyarakat mengenai program JKN-KIS.

Rudi juga berharap BPJS Kesehatan dapat memantau kualitas pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sehingga mengurangi praktik-praktik pengobatan alternatif yang dasar ilmiahnya tidak jelas.

ay/yn

Narasumber : Rudi Rudolf Ignasio

 




BPJS Kesehatan Mataram Turunkan Petugas Pemeriksa Untuk Badan Usaha Yang Menunggak

Badan Usaha mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut

MATARAM.lombokjornal.com –

JAMKESNEWS — Dalam upaya meningkatkan kepatuhan Badan Usaha dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS), BPJS Kesehatan Mataram melakukan pemeriksaan kepatuhan Badan Usaha Sungai Mas Cemerlang, pada Kamis (28/02).

Kegiatan pemeriksaan itu sesuai amanat UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang menyatakan,  BPJS Kesehatan memiliki kewenangan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan peserta dan pemberi kerja dalam memenuhi kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Jaminan Kesehatan Nasional.

Karena itu, BPJS Kesehatan  Cabang Mataram rutin melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang belum registrasi, sudah registrasi namun belum sepenuhnya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS,  dan Badan Usaha yang iurannya menunggak.

Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Mataram , Lalu Suryatna menyatakan, Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan ini rutin dilakukan dalam rangka meningkatkan kepatuhan badan Usaha dalam memberikan data secara lengkap dan benar serta kepatuhan membayar iuran setiap bulan.

“Pada Tahun 2018 telah dilakukan pemeriksaan kepatuhan sebanyak 74 Badan Usaha, dengan pencapaian 49 Badan Usaha patuh dan 25 Badan Usaha tidak patuh yang akan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Kejaksaan Negeri Mataram,” ujar  Lalu Suyatna.

Slogan BPJS Kesehatan dengan gotong royong semua tertolong adalah suatu dorongan agar seluruh masyarakat sadar akan kewajibannya sebagai Warga Negara Indonesia untuk saling membantu.

Terutama Badan Usaha yang mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan dan membayar iuran setiap karyawan nya yang bekerja di Perusahaan tersebut.

Dengan ketentuan 4 persen dari gaji iuran tersebut ditanggung Perusahaan, dan 1 persen ditanggung masing-masing karyawan.

Manager Sungai Mas Cemerlang, Romli mengakui kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan Cabang Mataram, perusahaannya memang memiliki tunggakan karena pemasukannya menurun akibat dampak dari gempa bumi yang terjadi.

“Perusahaan kami memang mengalami penurunan pemasukan akibat gempa, tapi kami akan berusaha untuk membayarkan semua tunggakan dan mendaftarkan seluruh karyawan ke dalam Program JKN-KIS pada bulan Maret 2019,” ujar Romli.

Lebih lanjut Suryatna menyampaikan harapannya kepada seluruh Badan Usaha dan pemberi kerja.

Dikatakannya, pemeriksaan adalah suatu bentuk kerjasama untuk saling mengingatkan pada suatu kewajiban yang seharusnya dijalani. Maka Pengawasan dan Pemeriksaan kepatuhan akan rutin dilakukan kepada setiap badan usaha yang berada di wilayah kerja Kantor Cabang Mataram.

“Tujuan pemberi kerja memberikan Jaminan Kesehatan sebagai hak dari pekerja sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-undangan. Dalam setiap kegiatan pemeriksaan, kami selalu menyampaikan hak dan kewajiban dari pemberi kerja dan pekerja. Pada umumnya setiap Badan Usaha yang sedang dilakukan pemeriksaan kepatuhan, menindaklanjuti rekomendasi dari tim kepatuhan, ” kata Suyatna.

ay/yn/

 

 




JKN-KIS Menolong Semua Kalangan Masyarakat

Diharapkan BPJS Kesehatan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya Program JKN-KIS beserta alur prosedurnya

lombokjournal.com —

JAMKESNEWSW  — Jien Tirta Raharja (28), namanya cukup terkenal di Lombok sebagai musisi. Ia bersama bandnya The Datu sering tampil dalam beragam acara pentas di dalam maupun di luar Pulau Lombok.

Selain musisi, Pria yang kerap disapa Itok ini ternyata juga berprofesi sebagai dosen. Ia berbagi pengalamannya seputar Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Itok beberapa kali sempat menjalani rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit. Ia terdaftar sebagai Peserta Penerima Upah (PPU) dari salah salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tempat ia mengajar.

Selama mendapatkan pelayanan di rumah sakit, ia merasa sangat puas. Pelayanan yang diberikan tidak memandang apakah sebagai pasien umum atau peserta JKN-KIS. Tenaga medis yang merawatnya sangat tanggap cekatan dan ramah.

Tidak hanya ia sendiri yang mendapatkan pelayanan maksimal sebagai peserta JKN-KIS, istrinya yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu instansi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pun juga mendapatkan pengalaman serupa.

Tidak ada biaya yang dibebankan kepada peserta JKN selama mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan, asalkan sesuai prosedur.

Itok sendiri pernah membantu pengurusan kepesertaan JKN-KIS salah satu kerabatnya yang tidak bisa baca tulis. Ia menganggap prosedur pendaftaran yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan cukup mudah dan cepat.

Tidak ada biaya yang keluar satu sen pun ketika membuat Kartu Indonesia Sehat.

“Program JKN-KIS ini sangat membantu saya dan keluarga serta para kerabat, ternyata  persepsi orang diluar sana yang mengatakan prosedur berbeli-belit itu sebenarnya tidak ada, saya merasakan sendiri manfaatnya. Gak susah kok mengikuti prosedur yang berlaku,” ujar  Itok, saat ditemui di kediamannya pada Kamis (28/02).

Pria yang sudah mengeluarkan beberapa album ini memiliki harapan terhadap Program JKN-KIS. Ia ingin program ini tetap berjalan agar banyak masyarakat yang bisa tertolong.

Ia juga berharap, BPJS Kesehatan dapat lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya Program JKN-KIS beserta alur prosedurnya.

Ia yakin banyak masyarakat yang kurang paham mengenai program JKN-KIS sehingga terbangun kesan bahwa berobat menggunakan JKN-KIS sangat rumit. Ia juga mengapresiasi sudah banyak instansi di Kota Mataram yang dengan sadar mendaftarkan pegawainya Program JKN-KIS termasuk kampusnya tempat Ia bekerja.

ay/yn

Narasumber : Jien Tirta Raharja




PLN Siap Dukung Penyelenggraan MOTOGP 2021 Di Mandalika

PLN telah mempersiapkan secara matang. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit sebesar 267 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 237 MW

MATARAM .lombokjournal.com —  PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik untuk gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada tahun 2021.

“Untuk KEK Mandalika, kami siap mendukung penuh kelistrikannya. Termasuk untuk MotoGP di tahun 2021 nanti,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.

Pembangunan kelistrikan untuk mendukung KEK Mandalika sudah dilaksanakan PLN sejak jauh hari.  Pada bulan April 2015, PLN telah mengoperasikan satu Gardu Induk berkapasitas 30 Megavolt Ampere (MVA) di daerah Kuta, Lombok Tengah.

ardu Induk tersebut telah memasok listrik ke kawasan Mandalika dan sekitarnya.

“Selain untuk rumah tangga, sudah ada beberapa hotel yang menggunakan Gardu Induk tersebut, namun penggunaannya saat ini masih sekitar 8,7 MW atau 28 persen dari kapasitas yang ada,” ungkap Rudi.

PLN pun siap menambah kapasitas Gardu Induk Kuta hingga 60 MVA jika kapasitas Gardu Induk yang ada telah digunakan secara maksimal dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di KEK Mandalika termasuk kesiapan MotoGP 2021 dengan berbagai infrastruktur penunjangnya.

Sementara dari sisi pasokan daya, PLN telah mempersiapkan secara matang. Saat ini sistem kelistrikan Lombok memiliki kapasitas pembangkit sebesar 267 Megawatt (MW), dengan beban puncak sebesar 237 MW.

Pada tahun ini, sistem kelistrikan Lombok juga akan mendapat tambahan daya sebesar 150 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas Uap (PLTMGU) Lombok Peaker dan PLTU Jeranjang Unit 2 berkapasitas 25 MW.

“Cadangan daya cukup, apalagi ada tambahan 175 MW dari Lombok Peaker dan PLTU Jeranjang Unit 2. Jadi tidak perlu khawatir masalah daya listrik untuk kawasan Mandalika dan gelaran MotoGP. Kami akan koordinasi dengan ITDC selaku pengembang Mandalika. Intinya PLN siap mendukung,” tutur Rudi.

Ketersediaan listrik yang cukup diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kenyamanan pengelola KEK Mandalika untuk mengatur dan mengembangkan kelistrikan di kawasan tersebut, baik untuk hotel, restoran, pusat perbelanjaan, maupun untuk penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bertaraf internasional seperti balap MotoGP.

Seperti dikutip dari berbagai pemberitaan, Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah balapan MotoGP mulai tahun 2021. Gelaran tersebut akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, yang akan mulai dibangun infrastrukturnya pada pertengahan tahun 2019.

AYA/hmsPLN




Hari Jadi NW ke 66, Momentum Perekat Persatuan NKRI

Diawali Hiziban Serentak Se Indonesia

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Organisasi Nahdlatul Wathan (NW)  yang didirikan Al magfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, akan merayakan Hari Jadi ( HADI) ke 66, Sabtu (02/03) mendatang di Kota Mataram.

Puncak kegiatan ini, akan diawali dengan pembacaan Hizib NW se Indonesia yang disiarkan langsung melalui live streaming yang dipusatkan di Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Hiziban serentak yang bertajuk ‘Nusantara Berhizib’ akan digelar mulai pada pukul 07.30 wita dan akan diikuti di seluruh Nusantara di mana ada pengurus wilayah NW berada,” kata Ketua Pengurus Wilayah NW NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainuddin Atsani, saat melaksanakan rapat persiapan, di kediamannya, Mataram,  Kamis (28/02).

Lanjut TGB panggilan akrabnya, HADI NW ke 66 ini adalah perayaan yang ke tiga kalinya, sejak kita dicetuskan pada tahun 2017 lalu.

“Alhamdulillah, dulu Maulanasyaikh mencetuskan istilah Hultah NWDI, dan kami sebagai penerus ninikda mencetuskan istilah HADI NW, untuk merayakan hari lahirnya organisasi NW. Jadi sekarang ini NW punya agenda tahunan tambahan selain Hultah NWDI,” ungkapnya.

Untuk lokasi, yang awalnya dipusatkan di kediaman Ketua Umum PBNW Hj St Raihanun Zainuddin AM, tapi karena banyak masukan dari pengurus dan jamaah NW, bahwa lokasi tersebut tidak akan mampu menampung jamaah yang akan hadiri peringatan HADI ini, PW NW mengambil keputusan lokasi perayaan akan dipusatkan di Lapangan Sangkareang Kota Mataram.

“Ini adalah aspirasi jamaah yang tidak bisa secara langsung dapat mengikuti pengajian langsung karena lokasi yang sempit dan tidak bisa menampung jamaah yang hadir,” kata Sekretaris PWNW Dr. H Fahrurrazi, MA, menambahkan.

Lanjutnya, untuk tamu yang akan di undang PWNW NTB sudah berkirim undangan kepada Gubernur NTB, Kapolda NTB, Wali Kota dan Bupati Se NTB.

Pengurus organisasi, pimpinan pondok pesantren, kepala sekolah/madrasah NW se pulau Lombok dan warga NW serta kaum muslimin dan muslimat.

“Insya Allah lokasi yang disiapkan panitia bisa menampung jamaah yang akan hadir. Kalaupun tidak muat di dalam lapangan jamaah bisa duduk halaman di kantor-kantor pemerintahan di Kota Mataram, kebetulan juga kantor libur,”pungkasnya.

Me (*)

 




Nofian Hadi : Jangan Hanya Euforia, Masyarakat Harus Disiapkan Sambut MotoGP 2021

Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten/Kota di NTB diharapkan juga mulai melakukan penataan dan mempersiapkan masyarakat dalam menyambut berita baik tersebut

lombokjournl.com —

LOMBOK BARAT  ;   Pemerintah daerah dan masyarakat NTB tentu berbangga dengan kontrak kerjasama ITDC selalu pengelola KEK Mandalika dan Dorna Sport yang menetapkan KEK Mandalika di Lombok sebagai lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021 mendatang.

Event motosport internasional termewah itu bukan hanya akanmempromosikan Lombok ke dunia internasional sebagai destinasi sport tourism, tapi juga akan melejitkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Namun, pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten/Kota di NTB diharapkan juga mulai melakukan penataan dan mempersiapkan masyarakat dalam menyambut berita baik tersebut.

“Semua pasti bangga ya. Tapi jangan hanya terjebak pada euforiasemata, karena masyarakat harus segera disiapkan untuk menyambut MotoGP 2021 ini,” kata Lalu Nofian Hadi, Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11, Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat, Kamis ( 28/02)

Nofian mengatakan, event sekaliber MotoGP tentu akan menjadi pusat perhatian pencinta motosport dari berbagai belahan dunia. Di mana setiap seri bisa menarik lebih dari 120 ribu orang penonton dari banyak negara, yang umumnya tentu merupakan wisatawan berkelas menengah ke atas.

Dengan begitu pada MotoGP 2021 citra Lombok akan benar-benar dipertaruhkan sebagai tuan rumah yang baik. Salah satu yang pasti disoroti adalah masalah keindahan alam, kebersihan, dan kenyamanan.

“Jangan sampai saat itu masih banyak sampah, juga kotoran kuda Cidomo berceceran. Ini harus ditata dan dipersiapkan, setidaknya biar Valentino Rossi senang melihat Cidomo yang indah di Lombok,” kata Nofian.

Ia mengakui, keberadaan Cidomo di Lombok saat ini masih sangat penting dan dibutuhkan terutama untuk moda transportasi tradisional di pasar dan pedesaan. Namun, penataannya masih kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.

Akibatnya kesan kumuh, tidak tertib, dan kerap kali menjadi sumber kotoran kuda di jalan raya, justru menjadi buruk bagi kesan Lombok sebagai destinasi pariwisata.

Menurut Nofian, pemda melalui dinas terkait bisa mulai melakukan penataan. Untuk memperindah penampilan Cidomo, Nofian juga menyarankan agar Cidomo dicat atau diwarnai dengan kreasi kekinian.

Jika ditata dengan baik, dan penampilan Cidomo menarik dan bersih,ini akan menjadi ikon wisata juga. Wisatawan juga akan suka naik Cidomo, seperti yang dilakukan di Yogyakarta dengan Delmannya,” tuturnya.

Soal biaya penataan dan pengecatan Cidomo, Nofian mengatakan, Pemda setempat bisa menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan atau perhotelan yang ada di wilayahnya. Apalagi ini untuk mendukung kepariwisataan, pasti perusahaan swasta banyak yang bersedia berpartisipasi.

“Di Lombok Barat misalnya, itu Cidomo dipercantik dengan pewarnaan yang kreatif kemudian diberi alat atau penadah kotoran sehingga tidak berceceran di jalan. Tentu akan menjadi menarik dan tidak terkesan kumuh lagi. Saya yakin hotel-hotel juga akan senang, dan juga wisatawan tertarik,” kata Nofian

Selain mempercantik dan membuat suasana nyaman, hal ini menurut Nofian juga akan sangat mendukung program NTB Zero Waste ke depan.

“Orang yang punya kebiasaan buang sampah dari dalam mobil di jalan raya, harus malu. Karena Kuda saja nggak buang sembarangan lagi,” tukasnya.

NTB Zero Waste harus bermula juga dari kebiasaan dan pola piker masyarakat. Bagi Nofian, hal ini juga harus mulai dilakukan dari sekarang. Tujuannya agar 2021 saat Lombok benar-benar menjadi pusat perhatian dunia, kebersihan menjadi hal yang utama dan bisa dibanggakan juga, selain keindahan alam dan budaya.

Sebagai anggota DPRD NTB kelak, Nofian bertekad untuk mendorong program ini dan mengatur regulasi-regulasi yang mendukung pembangunan kepariwisatan dan ekonomi di NTB.

Sebab bagi Nofian, pembangunan dan pelaksanaan program daerah harus dilakukan secara holistik dengan melibatkan partisipasi semua pihak.

“Bayangkan kalau Cidomo kita rapi tertata, indah dan menarik. Tentu para kusir Cidomo juga akan merasakan manfaatnya ketika Cidomo disewa wisatawan. Pemda juga bisa menginisiasi paket-paket wisata menarik dengan Cidomo ini,” pungkasnya.

Me

 

 




Bank NTB Syariah Tandatangani Kerjasama Ciptakan Hunian Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kementerian PUPR telah menyiapkan fasilitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah, meliputi subsidi perumahan, subsidi bantuan uang muka, pembebasan PPN, penurunan PPH dan lainnya

MATARAM.lombokjournalcom  — Penandatanganan kerjasama operasional Bank NTB Syariah dengan pusat pengelolaan dana dan pembiayaan perumahan (PPDPP) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, berlangsung di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Kamis (28/02).

Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc  yang menghadiri acara itu megapresiasi kontribusi dan pikiran PT. Bank NTB selama ini kepada daerah, khusunya pasca gempa yang melanda NTB.

“Mudah-mudahan kerjasama seperti ini lebih banyak lagi di NTB,” ujar Doktor Zul.

Sebelumnya Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko Heripoerwanto menyampaikan, program satu juta rumah adalah terusan program Pembangunan ratusan ribu rumah yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir.

Ini merupakan gerakan bersama Pemda, Perbankan, masyarakat untuk menciptakan hunian yang  nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai bentuk dukungan dari pemerintah, Kementerian PUPR telah menyiapkan fasilitas untuk masyarakat berpenghasilan rendah, meliputi subsidi perumahan, subsidi bantuan uang muka, pembebasan PPN, penurunan PPH dan lainnya.

Tahun ini target penyaluran rumah subsidi sebanyak 2000 unit. Eko juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mensukseskan program satu juta rumah.

Direktur Keuangan dan Operasional Bank BNI Syariah, Wahyu Avianto juga menjelaskan saat ini BNI Syariah dan Bank NTB Syariah bersinergi dalam menerbitkan (kartu pembiayaan) Hasanah Bank NTB Syariah Card.

Tujuan penerbitan Hasanah Bank NTB Syariah Card yaitu sebagai kartu pembiayaan (kartu kredit syariah) yang didesain khusus untuk pegawai dan nasabah Bank NTB Syariah.

Hasanah Bank NTB Syariah Card dengan fiturnya diharapkan dapat mendukung tujuan dari Bank NTB Syariah untuk meningkatkan perekonomian daerah di NTB.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, mengatakan rumah saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Upaya pemerintah dengan program KPR Sejahtera FLPP,  merupakan komitmen dalam melaksanakan program subsidi pemerintah untuk menyediakan pembiayaan pemilikan rumah tinggal. Dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk masyarakat.

Bank NTB sebagai bank daerah mempunyai tugas penting dan strategis yaitu memberi kemudahan dalam membeli rumah bagi masyarakat NTB.

AYA/Hms NTB




Wagub Audensi Dengan ICoCSIM 2019

ICoCSIM 2019 diharapkan dapat menyatukan para peneliti dan praktisi dari akademisi dan industri untuk fokus pada ilmu komputasu dan konsep manajemen informasi

MATARAM.lombokjournal.com  — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, menerima audiensi The Third International Conference on Computation Science and Information Management (ICoCSIM 2019) di ruangannya, Kamis (28/02).

Audiensi tersebut terkait persiapan ICoCSIM yang akan diadakan di Lombok pada tanggal 21 hingga 23 Maret 2019.

ICoCSIM 2019 merupakan konferensi internasional ketiga tentang Ilmu Pengetahuan Komputasi dan Manajemen Informasi yang didedikasikan untuk mengatasi tantangan dibidang ilmu komputasi dan metodologi manajemen informasi dan aplikasinya.

Wakil Gubernur menyambut baik kegiatan tersebut dikarenakan teknologi dan bencana merupakan hal tidak dapat dipisahkan.

”IT dan Kebencanaan memang tidak dapat dipisahkan, oleh karena itu peran IT dalam antisipasi menghadapi bencana sangat dibutuhkan,” Jelas Hj. Rohmi.

Program Sekolah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), program Siaga NTB dapat diharapkan menjadi sumber informasi terkait kebencanaan, sambung Hj. Rohmi.

Benny Benyamin Nasution perwakilan dari ICoCSIM menyampaikan ada tiga momentum yang dapat dicapai dari kegiatan ICoCSIM 2019.

“Ada tiga momentum yang bisa kita dapatkan dari kegiatan ini, dari sisi Teknologi, Pariwisata, dan Kebencanaan,” terang Benny.

ICoCSIM 2019 diharapkan dapat menyatukan para peneliti dan praktisi dari akademisi dan industri untuk fokus pada ilmu komputasu dan konsep manajemen informasi serta membangun kolaborasi di bidang tersebut.

AYA/Hms NTB

 




Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021, Angin Segar  Iklim Investasi Di Lombok

Masyarakat NTB juga harus mempersiapkan diri sejak saat ini untuk menyambut pagelaran MotoGP,  karena  penyelenggaraan MotoGP 2021sudah berada di depan mata

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menilai pemilihan Lombok sebagai tuan rumah MotoGP 2021 memberikan angin segar bagi iklim investasi di NTB.

“Menurut saya menarik karena akan mengudang investasi lain, orang yang tadinya ragu-ragu di KEK Mandalika ketika pemerintah sudah umumkan (tuan rumah) maka ada kepastian,” kata Gubernur Zul.

Zul, sapaan akrab Zulkieflimansyah, mengatakan para investor sangat memerlukan kepastian dalam hal investasi di sebuah tempat.

Dengan begitu, kata Zul, para investor, baik di bidang perhotelan dan infrastruktur pendukung pariwisata lainnya akan semakin tertarik menanamkan modalnya di NTB, terutama Pulau Lombok.

Zul menambahkan, masyarakat NTB juga harus mempersiapkan diri sejak saat ini untuk menyambut pagelaran MotoGP. Zul menilai, waktu penyelenggaraan MotoGP 2021sudah berada di depan mata.

“SDM kita mulai harus dilatih dari sekarang,” tegasnya.

Zul menambahkan, sejumlah hal yang perlu dilakukan ialah pembangunan akses jalan dari Bandara Internasional Lombok ke KEK Mandalika serta penataan destinasi wisata di luar KEK Mandalika.

“Ini dimaksudkan agar para turis nantinya bisa juga berkunjung ke destinasi wisata lain yang ada di Lombok,” kata Zul.

AYA




Hidup Sehat Lebih Baik, Daripada Harus DirawatDi Rumah Sakit

Prinsip gotong royong dalam pelaksanaan Program JKN-KIS sejatinya adalah saling tolong menolong antar masyarakat yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan

lombokjournal.com —

JAMKESNEWS  ;    Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya, begitulah prinsip hidup yang dipegang oleh Lalu Isnaeni (44).

Pria yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Perlengkapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini memiliki pengalaman berkesan selama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ia selalu menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat ke dokter keluarga yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Selama berobat, ia mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter.

“Ketika saya berobat, dokter selalu menanyakan keluhan dan memeriksa tubuh saya dengan cermat, pelayanannya bagus. Tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien JKN dengan pasien umum,” tutur Isnaeni saat ditemui tim Jamkesnews, Senin (25/02).

Isnaeni merasa bersyukur selama ini belum pernah merasakan rawat inap di rumah sakit. Hidup sehat dan dapat beraktivitas normal lebih baik daripada harus dirawat di rumah sakit meskipun seluruh biaya ditanggung JKN-KIS.

Ia pun tidak terlalu memikirkan dengan iuran JKN-KIS yang dipotong dari gajinya sejak era PT. Askes (Persero).

Jika dihitung-hitung, potongan gajinya untuk iuran JKN-KIS jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya pengobatan yang seandainya ia keluarkan selama ini.

Bagi dia, potongan gaji tersebut tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan perasaan tenang dari ketakutan akan biaya mahal untuk berobat. Isnaeni mengungkapkan bahwa program JKN-KIS sangat baik bagi masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat kesejahteraan yang berbeda-beda.

Prinsip gotong royong dalam pelaksanaan Program JKN-KIS sejatinya adalah saling tolong menolong antar masyarakat yang difasilitasi oleh BPJS Kesehatan.

“Banyak teman saya yang pernah merasakan manfaat dari program ini. Mungkin saja potongan gaji saya untuk program JKN-KIS mengalirnya untuk biaya pengobatan mereka, malah jadi sumber pahala kan?,” tegas Isnaeni kepada tim Jamkesnews.

Ia sangat terkesan dengan inovasi yang telah dilakukan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN-KIS.

Salah satunya adalah mobile JKN yang sangat membantu untuk memastikan kepesertaan ia dan keluarga.  Isnaeni berharap program ini dapat terus dilanjutkan siapapun presidennya.

Tentu saja dengan kualitas pelayanan yang semakin baik.

 

ay/yn/JAMKESNEWS

Narasumber : Isnaeni