Jumpa Bang ZuI Di KSB, Mendekatkan Masyarakat Dengan Pemimpinnya

Harapan akan kedekatan masyarakat bukan hanya kepada pemerintah, namun juga kepada wakil-wakil rakyat yang ada di daerah maupun di tingkat pusat.

KSB.lombokjourna.com — Program Jumpa Bang Zul & Umi Rohmi (Jangzulmi), merupakan implementasi dari visi dan misi NTB Bersih dan Melyani, dengan akselerasi transformasi birokrasi yang bersih dan melayani.

Program yang terus gencar dilakukan Pemprov. NTB ini, Jum’at (08/03), menyasar Bumi Pariri Lema Bariri, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), bertempat di Halaman Kantor Bupati KSB.

Jangzulmi merupakan ruang komunikasi publik yang terbuka untuk seluruh masyarakat di NTB. Karena sejatinya kegiatan tersebut dihajatkan untuk mensosialisasikan program NTB Gemilang.

Lebih dari itu,  juga membuka ruang untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat NTB, khususnya masyarakat KSB yang menjadi tuan rumah, pekan ini.

Diawali senam pagi, Gubernur NTB Doktor Zul, bersama Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, didampingi sejumlah Kepala OPD lingkup Provinsi NTB, seluruh OPD lingkup Pemkab. KSB dan masyarakat antusias mengikuti acara Jangzulmi.

Bang Zul mengatakan, dialog Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi ini, berawal dari usul masyarakat. Karena sistem pemilu langsung yang menyebabkan adanya revolusi peningkatan harapan masyarakat, yang ingin permasalahan-permasalahannya bisa didengar langsung oleh pemimpin pilihannya.

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, harapan akan frekuensi kedekatan dengan masyarakat bisa ditingkatkan dengan mekanisme sistem yang lebih baik kedepan.

“Kalau masyarakat punya masalah bisa selesai disini, kenapa harus di kantor,” ujarnya.

Ia berharap dengan program ini, masyarakat di NTB bisa lebih dengan kepala daerahnya, dan pimpinan-pimpinan organisasi perangkat daerah yang ada.

“Mudah mudahan masyarakat bisa lebih dekat dengan kepala daerahnya dan pimpinan-pimpinan OPD yang ada,” harapnya.

Di hadapan masyarakat yang hadir, gubernur menambahkan harapan akan kedekatan dengan masyarakat bukan hanya kepada pemerintah, namun juga kepada wakil-wakil rakyat yang ada di daerah maupun di tingkat pusat.

“Pemimpin harus konsisten mengunjungi masyakat, baik pada saat proses pemilihan untuk tetap mengunjungi masyarakat meski telah terpilih,” ingatnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur mengungkapkan kekagumannya dengan potensi KSB. Ia mengatakan tidak ada kabupaten lain di NTB yang prospek ekonominya seperti KSB, dengan investasi yang besar di Kabupaten tersebut.

Dijelaskan Doktor Zul, tugas pemerintah menghadapi investasi besar, meng-upgrade SDM masyarakat, agar jadi tuan di rumahnya sendiri.

“Jangan sampai investasi banyak tapi berada di luar pagar,” tandasnya.

Kedepan masyarakat dan Pemkab KSB harus duduk bersama, membahas terkait kemajuan kemajuan pembangunan yang telah dan akan dilakukan di KSB. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati bersama- sama kemajuan yang ada.

Gubernur mengingatkan Pemkab, masyarakat dan investor harus punya mental win-win, agar mendatangkan kemanfatan bersama, antara perintah, investor dan masyarakat.

“Itulah sebabnya kenapa pemerintah melakukan pengiriman mahasiswa ke luar negeri, tujuan untuk meningkatkan sumberdaya anak-anak muda NTB. agar jadi anak-anak handal banhkan menjadi investor besar di masa akan dating,”, pungkasnya.

Sebelumya, Bupati KSB dalam pengantarnya mengatakan, Kegiatan Jangzulmi adalah kesempatan terbaik bagi masyarajat untuk menyampaikan unek unek, apabila ada perlakuan yang masih kurang adil dari pemkab.

“Laporkan saja kepada beliau, gak apa,” pintanya.

Musyafirin mengatakan, apapun masalahnya jika kita kerjakan bersama akan terasa ringan. Terutama masalah penanganan rehab pasca gempa yang dapat diselesaikan dengan baik di KSB.

Dilaporkan bupati, saat ini KSB salah satu daerah di Indonesia berstatus bebas buang air besar sembarangan.

Dalam kesempatan itu, bupati berharap sinergi antar Provinsi dan kabupaten KSB terus ditingkatkan. Baik dalam pembangunan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi.

“Kebersamaan itu sebagai dorongan semangat dan tekat bersama menuju NTB Gemilang dimasa akan datang”, ujarnya.

Dalam sesi dialog, masyarakat masyarakat KSB sangat antusias dan bangga bisa bertemu langsung gubernur.  Dengan penuh harapan aspirasi dan permasalahan yang mereka sampaikan, akan mendapatkan respon cepat dari pemerintah.

Sebagian pertanyaan yang disampaikan dijawap langsung oleh gubernur dan kepala OPD terkait.

Mulai dari masalah infrastruktur, irigasi, masalah tambang, masalah rencana pembangunan Smelter oleh PT AMMAN di KSB, masalah ketenaga kerjaan dan pengiriman siswa ke luar negeri.

Dari semua permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, sebagian ada yang dalam tahap perencanaan untuk pengerjaan.

AYA




Gubernur Zul; Kemajuan KSB  Harus Diiringi Peningkatan Sumber Daya Manusia

Gubernur berharap kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri dapat dimanfaatkan para pemuda KSB,  mendukung peningkatan SDM

KSB.lombokjournal.com —  Gubernur NTB,  Dr.  Zulkieflimansyah didampingi Bupati KSB,  Dr. H. W.  Musyafirin menyampaikan harapannya terhadap kemajuan KSB, mengingat potensi ekonomi di KSB yang dikenal Pariri Lema Bariri ini cukup besar.

Gubernur Zul menyampaikan itu usai sholat Jum’at di Masjid Besar Nurul Ikhsan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat,  Jum’at (08/03).

“Lima tahun lagi,  kita akan melihat KSB yang beda dengan saat ini. Tentunya akan mengalami kemajuan,” jelas Gubernur di hadapan ratusan masyarakat Jereweh.

Kemajuan KSB  lanjut Doktor Zul, tentu harus diiringi dengan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia. Ketika kemajuan itu datang,  maka bisa langsung terlibat dan tidak menjadi penonton.

“Sekarang kita sudah membuka pendaftaran untuk beasiswa ke luar negeri,” kata Doktor Zul.

Gubernur berharap kesempatan untuk menuntut ilmu di luar negeri itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda KSB.  Hal ini akan mendukung peningkatan kapasitas SDM saat menghadapi kemajuan-kemajuan di KSB dan di NTB di masa depan.

Gebernur  menitip pesan kepada masyarakat Jereweh untuk menghadapi Pemilu 17 April 2019 mendatang dengan penuh kegembiraan.

“Jangan sampai beda pilihan, beda partai menyebabkan suami istri bercera,” Ungkapnya.

Pemilu yang akan datang ini harus disambut layaknya sebuah pesta. Yang namanya pesta jelas Gubernur harus dilaksanakan dengan penuh suka cita.

Satu sama lain saling merangkul dan tidak menebar kebencian. Sehingga,  pesta demokrasi tersebut benar benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak lupa juga,  Gubernur menyampaikan kegembiraannya bertemu dan bersilaturrahim dengan masyarakat Jereweh.

“Sekarang saya bisa hadir bersama pimpinan-pimpinan OPD, semoga banyak hal yang bisa diselesaikan,” kata Gubernur.

AYA




Peringati Hari Perempuan, KOHATI Mataram Gelar Dialog Melawan HIV-AIDS

KOHATI akan mengambil peran dalam pencegahan HIV AIDS khususnya di Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com —

Korps HMIwati (KOHATI) Cabang Mataram menggelar Dialog Publik dengan tema “Hidup Sehat Bersama KOHATI dan Perempuan NTB Melawan HIV-AIDS”.

Kegiatan yang berlangsung pada Jum’at (08/03) di Aula Sangkareang itu untuk memperingati Hari Perempuan Internasional,

.Acara tersebut diikuti oleh anggota HMI se-Cabang Mataram, perwakilan OKP (Organisasi Kemahasiswaan Kepemudaan) dan OSIS se-Kota Mataram.

Hadir pula beberapa alumni HMI seperti Didi Sumardi (ketua DPRD Kota Mataram), Andayani (Komisioner KPID NTB), dan lain-lain. Materi diskusi disampaikan oleh Niken Septarini (Ketua PKK NTB) dan dr Hermanto (Sekretaris KPAD NTB)

Permasalahan HIV AIDS menjadi tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan Juni 2018, HIV/ AIDS telah dilaporkan keberadaannya oleh 433 (84,2%) dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

“Saya rasa tema diskusi yang diusung KOHATI pagi ini sangat tepat, mengingat semakin banyaknya pengidap HIV AIDS di dunia,, kata Andi Kurniawan ketua umum HMI Cabang Mataram.

Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa (47% dari estimasi ODHA jumlah orang dengan HIV AIDS tahun 2018 sebanyak 640.443 jiwa).

Dan paling banyak ditemukan di kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun.

Provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757).

“Seorang ibu merupakan madrasah utama bagi setiap anak,” ungkap Nurul Huda ketua umum KOHATI dalam sambutannya.

Ia mengatakan, momentum ini merupakan bukti nyata KOHATI terlibat aktif dalam upaya mencerdaskan perempuan bangsa, yang hal itu merupakan spirit terbentuknya KOHATI. KOHATI akan mengambil peran dalam pencegahan HIV AIDS khususnya di Kota Mataram.

Selain dialog publik, ada beberapa agenda lain yang dilakukan KOHATI Cabang Mataram dalam memperingati Hari Perempuan Internasional, diantaranya gerakan seribu nasiuntuk warga kurang mampu.

“Minggu pagi besok kita juga akan mengadakan kampanye tolak HIV AIDS di arena car free day Udayana,” ungkap Depanda ketua bidang eksternal KOHATI.

BACA JUGA ;

Penderita HIV Aids Kebanyakan Ibu Rumah Tangga

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Didi Sumardi berharap agar masyarakat meningkatkan rasa kepeduliannya terhadap sesama, sehingga akan terwujud sebuah bangsa yang sejahtera.

AYA




Penderita HIV Aids Kebanyakan Ibu Rumah Tangga

HIV Aids ini juga banyak menyerang remaja di usia produktif di kisaran umur 20-24 Tahun

MATARAM.lombokjournal.com —  Kasus HIV Aids masih menjadi Ancaman di NTB. Dari tahun 2002 hingga Maret 2019 ini, jumlah pengidap HIV/AID sebanyak 1.648 Orang (kasus Komulatif).

Sekertaris Komisi penanggulangan Aids Daerah (KPAD) NTB, Dr.Suhermanto menyatakan,  hingga Maret ini jumlah Penderita penyakit HIV Aids menyebar di seluruh Kabupaten/Kota NTB.

“Mataram merupakan kota yang paling banyak, disusul Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima dan Kota Bima,” ujarnya, Jumat (08/03).

Dikatakan Suhermanto, dari sekian banyak jumlah penderita HIV Aids ibu rumah tanggalah yang  paling banyak.

“Rata-rata ibu rumah tangga, mungkin karena suaminya sering gonta ganti pasangan  jika sedang di luar rumah atau daerah,” cetusnya

Selain itu, HIV Aids ini juga banyak menyerang remaja di usia produktif di kisaran umur 20-24 Tahun.

Dari jumlah 1.648 tersebut yang positif HIV sebanyak 743 orang dan Aids sebanyak 905 orang.

“Jika dirincikan, IRT/PRT sebanyak 325 orang, WPS 82 Orang, TKI/eks TKI 89 orang, tidak bekerja sebanyak 260 orang, wiraswasta 372 orang, PNS/Honor 69 orang TNI/Polri 30 orang, penyebabnya hubungan hetroseksual dan homoseksua,” tegasnya.

BACA JUGA ; Peringati Hari Prempuan, KOHATI Cabang Mataram Gelar Dialog Lawan HIV/AID

Ia tidak menampik jika kemungkinan Jumlah itu akan bertambah. Pihaknya akan terus melakukan pengecekan.

AYA




Perubahan Perda, Untuk Rampungkan Merger BPR NTB

Perda 10 tahun 2016 dirasa tidak dapat berjalan sesuai harapan, sehingga Pemprov merubahnya dengan Perda baru dengan harapan proses merger BPR dapat segera selesai

MATARAM.lombokjournal.com — Proses merger 8 PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB menjadi PT. Bank BPR NTB, yang dilakukan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) NTB sempat tertunda. Namun kini ditargetkan akhir 2020 mendatang telah selesai dan PT BPR bisa berjalan.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H Wirajaya Kusuma, mengatakan, pelaksaan merger BPR ini sudah dalam tahapan menyiapkan tim konsolidasi.

Tim ini yang akan mengkonsolidasikan proses merger BPR. Hal tersebut telah dicanangkan pada 2016 lalu, sesuai dengan Peraturan Daerah 10 tahun 2016 untuk proses penggabungan dan perubahan badan hukuman maksimal 1 tahun.

Namun hingga kini belum dapat terlaksana, sehingga dengan perubahan perda kali ini bisa selesai tahun ini.

“Kita harapkan ini dalam tahun ini tuntas semua. Dan tahun 2020 sudah beroperasi. Jadi dari aspek regulasi maupun IT dan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Wirajaya,

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang cukup substantif akan diubah dalam Perda Merger BPR yang lama. Di antaranya, mengenai pengelolaan BPR. Ada persyaratan-persyaratan mengenai pengurus BPR, baik Direksi maupun Komisaris sesuai Permendagri.

Kemudian mengenai dividen juga akan disesuaikan dengan aturan yang lebih tinggi. Ia mengatakan, tidak banyak yang diubah dalam revisi Perda Merger BPR tersebut.

“Saya harapkan kesiapan ini, sehingga seiring dengan nanti pembahasan aspek legalnya perda-nya. Dan ada beberapa item yang dilakukan perubahan,” terangnya.

Menurutnya dengan Perda 10 tahun 2016 lalu dirasa tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan. Sehingga kali ini Pemprov merubahnya dengan Perda baru yang harapannya proses merger BPR kali ini dapat segera selesai.

Meskipun untuk berubah PD BPR ke PT BPR membutuhkan proses yang panjang.

“Makanya ada konsolidasi itu, kalau dia di amat perda 10 tahun 2016 itu dia batas maksimal satu tahun, tapi itu kan sulit sekarang saja tidak bisa. Jadi itu perdanya mau dirubah, beberapa ikon yang mengaturnya,” ungkapnya.

Dikatakannya revisi perda Merger BPR merupakan salah satu item proses konsolidasi tersebut.

Secara paralel, proses konsolidasi itu sedang berjalan. Misalnya, pihaknya memastikan IT BPR se – NTB benar-benar siap jelang penggabungan menjadi PT.

‘’Sehingga pada saat digabung itu kita sudah siap. Proses konsolidasi ini sedang berjalan. Kalau mengenai perda, salah satu item yang kita persiapkan,” katanya.

Ia menambahkan Raperda tentang merger PD. BPR NTB belum dimasukkan ke Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD NTB.

Saat ini masih dilakukan pengkajian dengan tim ahli. Setelah naskah akademis Raperda merger BPR siap. Baru kemudian Pemprov akan menggelar pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tujuannya untuk meminta masukan, saran dan pendapat mengenai draf Raperda merger BPR tersebut.

“Begitu kita anggap siap dan konsultasi dengan Biro Hukum, kemudian dimasukkan nanti ke DPRD,” tegasnya.

AYA




 Irzani : Pengembangan Zero Waste Linear dengan Pariwisata dan Peningkatan Ekonomi NTB

Jika lingkungan sudah bersih maka bisa juga didesain konsep kampung atau desa warna-warni, sebagai destinasi baru pariwisata, seperti Desa Warna-Warni di Semarang, atau pun Kampung Pelangi di Kota Malang

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Program unggulan Pemprov NTB, Zero Waste dinilai bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat pedesaan.

H IRZANI

Program yang ramah untuk kelestarian lingkungan ini juga selaras dan linear dengan pengembangan pariwisata di daerah ini.

“Ada kekuatan dan semangat yang sangat besar bila program NTB Zero Waste ini dimaksimalkan, sampai ke desa-desa. Selain pariwisata makin baik, juga perekonomian masyarakat di pedesaan bisa terungkit,” kata Calon Anggota DPD RI Batik Ijo  Nomor Urut 30 Dapil NTB, H Irzani, Rabu (06/03)

Menurutnya, dengan pendekatan Zero Waste, konsep Bank Sampah bisa dikembangkan di setiap desa yang ada di NTB ini.

Sampah yang tadinya dianggap tidak berguna dan tidak punya nilai ekonomis, akhirnya bisa dikelola sebagai sesuatu yang menjanjikan dan menghasilkan uang.

Irzani mengaku, sangat mendukung upaya Pemprov NTB mendorong pertumbuhan Bank Sampah di tiap Desa.

Dengan demikian, masyarakat bisa teredukasi tentang pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan.

“Bank Sampah ini kan sampah rumah tangga di masyarakat bisa dibayar dan punya nilai ekonomis. Sehingga dengan manfaat itu masyarakat tentu akan mulai teredukasi misalnya tentang kebiasaan untuk memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga,” katanya.

Dalam jangka panjang, papar dia, keberadaan Bank Sampah di desa juga akan mengikis dan meminimalisir volume sampah yang mauk ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang ada.

Juga akan mereduksi praktik membuang sampah sembarangan, yang selama ini masih banyak ditemukan.

Irzani mengatakan, jika Bank Sampah sudah terbangun di Desa, maka peluang selanjutnya bisa dikembangkan oleh Pemdes atau BUMDes dengan mempercantik lingkungan Desa.

“Tentu akan tumbuh juga UMKM di sektor kerajinan misalnya, kelompok wanita yang berkreasi membuat kerajinan dari bahan bekas atau recyling. Ini kan potensi juga,” kata Irzani

Selanjutnya Irzani mengatakan,  setelah pengelolaan sampah setiap desa sdh siap dan baik, maka ditawarkan mengubah sampah pelastik menjadi BBM dan sampah plastik menjadi Pavinblok. Pada akhirnya  benar benar sampah membawa berkah.

Jika lingkungan sudah bersih maka bisa juga didesain konsep kampung atau desa warna-warni, sebagai destinasi baru pariwisata, seperti Desa Warna-Warni di Semarang, atau pun Kampung Pelangi di Kota Malang.

“Yang jelas NTB Zero Waste ini akan mendukung banyak peluang, baik di sektor pariwisata maupun sektor UMKM pedesaan. Dan yang lebih penting ada perubahan mindset masyarakat bahwa sampah yang tadinya jadi masalah, kini bisa membawa berkah,” tegasnya.

Me




Hj Niken; Perlu Kampanye Memperbanyak Produk Berbahan Dasar Ikan

 Mengajak semua unsur masyarakat dan pemerintahan agar gemar memakan ikan sehingga dapat menjadi budaya, agar tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua TP. PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S. E., M.Sc pagi ini di Pendopo Gubernur NTB, menerima Sosialisasi Badan Ketahanan Pangan dan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan), Selasa (05/03).

Hj. Niken menyampaikan kesiapannya sebagai Ketua TP. PKK sekaligus sebagai Ketua Forikan NTB untuk bekerjasama dengan stake holder terkait dalam mendukung program pemerintah.

“Saya siap mensukseskan program gemar makan ikan dan program-program PKK lainnya”, tegas Hj. Niken.

Menurutnya, perlu adanya sosialisasi untuk mengkampanyekan dan memperbanyak produk berbahan dasar ikan, misalkan olahan nugget, otak-otak, cilok dan berbagai panganan bahan dasar ikan lainnya.

“Banyak yang bisa kita lakukan dan disinergikan bersama, mengingat kita juga memiliki masalah lain, yakni stunting yang patut menjadi perhatian bersama,” tambah Hj. Niken.

Kadis Kelautan dan Perikanan, Lalu Hamdi menjelaskan kegiatan Forikan yang rutin diadakan tiap tahun ini, mengajak semua unsur masyarakat dan pemerintahan agar gemar memakan ikan sehingga dapat menjadi budaya, agar tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas.

Namun, menurut Hamdi, tantangan yang dihadapi di masyarakat saat ini adalah tingkat konsusmsi makan ikan di NTB yang masih sangat kurang.

Dengan adanya Forikan, diharap dapat merubah pola pikir masyarakat agar mau mengajak keluarga mengkonsumsi ikan sejak dini.

AYA/Hms

 




Wagub Motivasi Perempuan Agar Lebih Berpartisipasi Membangun NTB

Perempuan harus dapat menyeimbangkan antara karir pekerjaan dan juga keluarga.

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, menerima audiensi dari Society of Woman Engineers (SWE) di ruang Wakil Gubernur, Selasa (5/3/2019).

Kunjungan audiensi sekaligus silaturahim ini membahas mengenai komunitas SWE yang mewadahi serta menyatukan para perempuan insinyur yang pada minggu ini akan mengadakan seminar dengan tema ”Balance For Better”.

Wakil Gubernur berharap SWE dapat meningkatkan motivasi para perempuan untuk dapat lebih berpartisipasi dalam membangun NTB.

”Society of Woman Engineers harus dapat menjadi motivasi bagi perempuan, terutama perempuan di NTB untuk berperan besar dalam pembangunan dan kemajuan di NTB ini” harap Hj. Rohmi.

“Dengan adanya SWE semoga bisa membagikan kebaikan pada semuanya, pada bidang pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Perwakilan dari SWE, Fera Fitri Salsabila mengatakan bahwa perempuan harus dapat menyeimbangkan antara karir pekerjaan dan juga keluarga.

”SWE dibentuk untuk menyatukan para perempuan insinyur yang ada di NTB dan memberikan edukasi bahwa perempuan harus bisa menyeimbangkan antara karir mereka dan juga keluarganya,” jelas Fera.

AYA/Hms




Gubernur dan Bupati Lotim Bahas Peningkatan IPM Di Lotim

Hadirnya pembangunan harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Misalnya masyarakat makin sejahtera dan tidak jadi penonton

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB,  Dr.  Zulkieflimansyah dan Bupati Lombok Timur, H.M. Sukiman Azmy bertemu di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (05/03).

Pertemuan itu berlangsung santai dan hangat, namun banyak hal yang dibahas dua kepala daerah tersebut.

Pertama tentang update rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bagi masyarakat Lombok Timur.  Sampai saat ini,  sudah banyak hunian tetap (Huntap) yang telah dibangun.

Selain itu,  Gubernur dan Bupati juga membahas peningkatan Indeks Pembangunan Manusia bagi masyarakat Lombok Timur. Untuk mendukung peningkatan IPM tersebut, faktor yang paling dominan adalah pendapatan, kesehatan dan pendidikan.

Sesuai Visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian khusus. Revitalisasi Posyandu dan pengiriman pemuda NTB belajar ke luar negeri merupakan upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia NTB.

Pertemuan yang berlangsung kurang dari satu jam itu, Gubernur juga membahas peningkatan akses jalan bagi masyarakat.

Bupati Lotim menyampaikan ke Gubernur, kalau sekiranya ada akses jalan By Pass menuju Pelabuhan Kayangan,  maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Sejumlah wilayah basis ekonomi masyarakat Lotim dapat diakses dengan mudah.  Sehingga mobilitas masyarakat ke pusat-pusat pasar dapat dilakukan dengan mudah.

Hal lain yang dibahas adalah terkait rencana Bupati Lombok Timur untuk membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perikanan. Lokasinya di sekitar wilayah Labuhan Haji.

Bupati melaporkan ke Gubernur bahwa potensi perikanan di wilayah tersebut cukup besar.

Gubernur akan mempelajari potensi-potensi tersebut.  Yang penting, hadirnya pembangunan harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Misalnya masyarakat makin sejahtera dan tidak jadi penonton.

AYA/Hms

 

 

 




Nipah Berpeluang Ditata Ulang jadi Destinasi Wisata Unggulan Lombok Utara

Pantai Nipah, kawasan yang sudah dibranding dengan kawasan kuliner laut khas Lombok Utara ini, bisa ditata kembali dengan lebih baik

lombokjournal.com  — 

LOMBOK UTARA  — Lombok Bangkit, dari sisi pariwisata hendaknya jangan hanya slogan tanpa kenyataan.

Sudah enam bulan berlalu, pasca gempa bumi Juli-Agustus 2018, faktanya geliat pariwisata di Lombok, NTB masih tetap belum nendang. Kunjungan masih sepi.

Pengusaha muda industri kreatif, Lalu Nofian Hadi mengatakan, perlu ada terobosan dan upaya serius untuk pariwisata NTB bangkit.

Namun menurutnya, proses recovery yang dilakukan pemerintah justru mengabaikan hal yang sebenarnya sepele saja.

“Penataan kembali destinasi (wisata). Ini kelihatan sepele, tapi sebenarnya utama. Sebab percuma promosi banyak-banyak kalau nyatanya destinasi belum maksimal ditata,” kata Lalu Nofian Hadi, di Lombok Utara, Selasa (06/03)

Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11 Dapil Lombok Utara dan Lombok Barat ini menjelaskan, pasca gempa bumi lalu sebenarnya menjadi moment baik untuk melakukan penataan destinasi, terutama destinasi di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Hal ini juga bisa jadi titik penataan ulang tata ruang destinasi yang ada.

Pantai Nipah misalnya. Kawasan yang sudah dibranding dengan kawasan kuliner laut khas Lombok Utara ini, bisa ditata kembali dengan lebih baik.

“Pemda KLU bisa menata Nipah, mengatur jarak lapak-lapak dengan ROI pantai. Kemudian juga melengkapi fasilitas dasar pendukung destinasi, seperti toilet dan ruang ganti,” katanya.

Nofian mengatakan, semangat recovery pariwisata sejauh ini sudah cukup bagus. Dukungan pemerintah pusat dengan anggaran besar juga bagus. Namun belum menyentuh hal-hal mendasar.

Recovery lebih ditujukan pada promosi agar wisatawan mau datang kembali ke Lombok, sementara di sisi lain secara internal kesiapan menerima kunjungan masih terkesan setengah hati.

Di sejumlah destinasi wisata di Lombok Utara dan Lombok Barat, misalnya ketersediaan fasilitas toilet masih sangat minim. Apalagi fasilitas mushola dan tempat wudhu.

“Ini yang perlu didorong. Kenyamanan wisatawan saat berada di destinasi harus terjamin. Apalagi ketersediaan branding kita kan wisata halal yang tentu identik dengan kebersihan,” katanya.

Menurutnya, penyediaan fasilitas dasar ini tanggungjawab Pemda, namun bisa juga melibatkan partisipasi swasta dan masyarakat.

Hanya saja, harus ada inovasi dan pola pikir yang out of the box. Fasilitas dasar jangan hanya berkontekjs pada proyek semata.

Sebagai Wakil Rakyat di DPRD NTB nantinya, Nofian akan mendorong bagaimana peran swasta dan masyarakat untuk mengelola destinasi wisata.

“Pihak swasta jika di libatkan mempercantik kawasan pasti berlomba lomba ambil peran, karena bisa jadi ruang promosi buat mereka, jadi masing masing saling berlomba memberikan yabg terbaik” katanya.

Selain itu, peran Pemerintah Desa di mana destinasi berada, dan juga masyarakatnya melalui Pokdarwis juga bisa diperkuat.

Apalagi Pemprov NTB sedang mendorong satu desa satu bank sampah.

Di sini lah peran Bank Sampah bisa dilibatkan bersama BUMDes.

“Pemdes dan ADD bisa membangun fasilitas umum destinasi, kemudian ini dikelola BUMDes atau Pokdarwis. Tentu ekonomis dan membuka lapangan kerja,” katanya.

Me