Jalur Pendakian Rinjani Dibuka Bulan April

Semua jalur pendakian tidak  dapat sampai hingga ke Segeranak, mengingat kondisi jalur kesana setelah dilalukan survei masih sangat berbahaya untuk dilakukan pendakian

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan, Gunung Rinjani sebagai asset wisata yang potensial  untuk menggaet wisatawan,  dalam waktu dekat jalur pendakian itu akan dibuka.

“Estimasi mulai dibuka kembali jalur pendakian di Gunung Rinjani pada April 2019, tetapi itu tergantung dari Dirjen, “ kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, Selasa  (19/3).

Ia mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan survei pada jalur pendakian yang aman dilewati.

Hal ini dilakukan dalam rangka melihat perkembangan keamanan jalur setelah pasca gempa pada Juli-Agustus 2018 lalu.

Semua team telah diturunkan untuk melakukan survei mulai dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dari bandung, kemudian BMKG dari TNI polri perwakilan tracking organizer (TO), guide, porter kemudian masyarakat untuk mengevaluasi.

“Hasil ini nanti baru dibahas oleh pusat dan dipetakan rencananya tanggal 28 Maret nanti. Kemudian hasil ini juga nanti akan kita laporkan ke pak Dirjen dan nanti ini yang buka pak Dirjen,” terangnya.

Diharapakanya, dari hasil diskusi yang diselenggarakan bisa ada kesepatakan antara pelaku pariwisata dan pemerintah, agar wisata TNGR dan lainnya harus berjalan, tetapi juga aman dan nyaman, sehingga tidak beresiko kecelakaan lagi.

“Itu yang kita harapkan, pertama pariwisata ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan terutama wisatawan asing,” ungkapnya.

Dijelasknya semua jalur pendakian tidak  dapat sampai hingga ke Segeranak. Mengingat kondisi jalur kesana masih sangat berbahaya untuk dilakukan pendakian, setelah dilalukan survei.

Namun pihaknya nantinya akan kembali mensurvei jalur-jalur pendakian yang memang dapat digunakan. Sementara ini jalur dari Aik Berik hanya dapat hingga puncak kondo saja.

“Kemudian untuk jalur sembalun itu juga tidak bisa sampai ke puncak rinjani karena retakan-retakan masih banyak dan sangat beresiko, mungkin perlu waktu menstabilkan,” jelasnya.

AYA

 




BNN NTB Ciduk Pengedar Sabu Jaringan Riau – Lombok

Pelaku menerima kiriman 5 (lima) bungkus plastik bening yang masing-masing plastik klip tersebut bersikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu

MATARAM.lombokjournal.com – Kasus narkotika jaringan Riau – Lombok berhasil diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Senin (18/03).

BNN mengamankan 430 Gram (bruto) narkotika jenis sabu dan 1 (satu) orang tersangka pria berinisial RD (umur 41 thn).

“Pria itu alamanya Dasan Puncang, Sari Barat,  Kelurahan Sandik Kecamatan. Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, di Kantor J&T Express DP Taman Sari Jl. Raya Midang Belencong Gunung Sari Kab. Lombok Barat,” jelas Kepala BNN Provinsi, M Nurochman, Selasa (19/03)

Ia menjelaskan, kronologis kejadian penangkapan terjadi pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2019 sekira pukul 08.00 Wita.

Bidang Pemberantasan BNNP NTB menerima informasi dari masyarakat, akan adanya Narkotika Jenis sabu yang akan dikirim dari Riau menuju Mataram sejumlah 400 (empat ratus) gram.

Selanjutnya Bidang Pemberantasan BNNP NTB melakukan penyelidikan terhadap Alamat penerima dan menunggu pengambil barang.

Pada Hari Senin tanggal 18 Maret 2019, Pukul 13.27 Wita telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka RD oleh petugas BNNP NTB di TKP (Kantor J&T Express DP Taman Sari Jl. Raya Midang Belencong Gunung Sari Kab. Lombok Barat.

Saat itu RD mengambil barang paketan, dalam penguasaannya ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah Kotak yang dibungkus dengan dengan kertas kado motif bunga-bunga.

Kemudian setelah dibuka bungkusnya ditemukan didalamnya  bungkus karbon warna hitam yang kemudian di lakban menggunakan lakban warna hitam.

Setelah dibuka di dalamnya berisikan 5 (lima) bungkus plastik bening yang masing-masing plastik klip tersebut bersikan kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu.

Barang Bukti yang disita:

Narkotika

5 (lima) bungkus plastik bening yang berisi kristal warna putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat brutto 430 gram

BB Non-Narkotika:

– 1 (satu) buah dompet warna Coklat yang berisi ktp dan sim;

– 2 (dua) unit Hand phone;

– 1 (satu) unit Motor Beat Putih Biru;

– Resi tanda terima barang.

Kini tersangka yang berhasil ditangkap telah diamankan BNN Provinsi NTB dan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

AYA




Rencana Kontinjensi Dinilai Perlu untuk Pariwisata NTB di Daerah Rawan Bencana

Dengan rencana kontinjensi bencana yang dibuat maka risiko atau dampak bencana bisa diminimalisir dari sisi jumlah korban

lombokjournal.com —

MATARAM ;    Gempa bumi Minggu sore (17/3) yang menimbulkan dampak kerusakan cukup parah di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, dan longsor di kawasan Air Terjun Tiu Kelep, Lombok Utara, membuktikan bahwa daerah NTB memang rawan terjadi bencana alam.

Fakta tersebut tentu akan mendampak pada citra pariwisata NTB jika tidak dikelola dengan baik ke depan.

Selain upaya mitigasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminimalisir dampak bencana, rencana kontinjensi (contingency plan) dinilai sangat perlu dibuat terutama sebagai panduan teknis ketika bencana terjadi dan berdampak di suatu destinasi wisata.

“Rencana kontinjensi atau contingency plan ini harus mulai dibuat, untuk mendukung sektor pariwisata kita di NTB. Karena memang faktanya Indonesia berada di garis katulistiwa sekaligus dikelilingi cincin api atau ring of fire lempengan bumi, termasuk NTB ini,” kata Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30 Dapil NTB, H Irzani, Selasa ( 19/03)

Seperti diketahui longsor pasca gempa bumi Minggu sore (17/3) telah menelan tiga korban jiwa, di mana dua diantaranya adalah wisatawan WNA Malaysia yang tengah bersama rombongan berwisata di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Lombok Utara.

Irzani menyampaikan bela sungkawa untuk keluarga para korban, sekaligus mengapresiasi kinerja cepat tanggap dari Pemprov NTB bersama unsur terkait Korem 162/WB dan Polda NTB serta Kantor Pencarian dan Penyelamatan Mataram yang sudah bekerja maksimal dalam proses evakuasi dan penanganan para korban.

“Kami turut bela sungkawa untuk keluarga korban, dan kita juga apresiasi proses evakuasi yang cepat dan tepat,” katanya.

Ia menekankan, bencana alam terutama gempa bumi merupakan sebuah gejala alam yang sulit diprediksi kapan terjadinya dan bagaimana dampaknya.

Oleh karena itu, papar Irzani yang mulai  populer dengan sebutan  Batik Ijo, upaya mitigasi yang harus diperkuat dan terus disosialisasikan di tengah masyarakat.

Menurutnya, dengan rencana kontinjensi bencana yang dibuat maka risiko atau dampak bencana bisa diminimalisir dari sisi jumlah korban.

Dengan rencana kontinjensi bencana itu pula, maka setiap destinasi wisata akan memiliki acuan teknis atau SOP dalam menangani dan mengelola situasi di saat bencana alam terjadi.

“Yang sederhana misalnya, ketika ada gempa bumi terjadi maka kemana wisatawan harus berkumpul di titik yang aman di sekitar destinasi. Begitu pun dengan bencana lainnya seperti banjir atau longsor, apa yang pertama harus dilakukan untuk meminimalisir korban. Ini yang harus mulai dipikirkan, terutama oleh Pemda dan stakholders kepariwisatan di Kabupaten dan Kota yang notabene sebagai tuan rumah pemilik destinasi,” ungkap Irzani

Batik Ijo  mencontohkan, saat ini belum banyak destinasi wisata di Lombok dan NTB secara umum yang memasang tanda jalur evakuasi atau menentukan sebuah lokasi aman ketika bencana alam terjadi.

Selain soal tanda dan petunjuk yang dipasang di destinasi wisata, peningkatan kapasitas masyarakat terutama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) juga harus terus dilakukan dalam hal manajemen kebencanaan. Begitu pun dengan pemandu wisata dan pelaku wisata lainnya.

“Bencana alam ini kan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Tapi yang paling penting adalah kesiapan kita dalam mengelola bencana, mitigasi ini sangat diperlukan. Apalagi daerah kita ini destinasi wisata yang mulai mendunia,” tukasnya.

Menurutnya, rencana kontinjensi bencana ini bisa dimasukan dalam Perda Pariwisata di Kabupaten dan Kota pemilik destinasi wisata.

Sehingga selain mengatur tentang aturan industri pariwisata, pengembangan destinasi, dan lain sebagainya, Perda juga mengatur tentang rencana kontinjensi di destinasi wisata yang ada.

Sebab, papar Irzani, setiap destinasi wisata memiliki pesona dan daya tarik tersendiri sekaligus menyimpan potensi terdampak bencana yang berbeda-beda pula.

“Misalnya kawasan pantai itu rawan gelombang pasang, dan di perbukitan rawan longsor. Ini kan pendekatannya berbeda-beda dalam hal mitigasi bencana, ini yang harus terus ditingkatkan ke depan,” katanya.

Irzani juga berempati untuk masyarakat di sejumlah Desa di Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur yang rumahnya rusak akibat gempa bumi Minggu (17/03) sore lalu.

Ia berharap masyarakat diberi ketabahan menghadapi cobaan musibah ini, dan bersabar karena pemerintah pasti akan membantu.

Apalagi masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi Juli-Agustus 2018 masih terus berjalan hingga saat ini dengan sejumlah percepatan yang dilakukan.

“Kita harap masyarakat (korban gempa) bersabar, dan juga mengikuti arahan dan petunjuk teknis dari BNPB dan Pemerintah terkait pembangunan rumah tahan gempa (RTG) dalam rehab rekons ini. Sebab, memang harus dibangun itu RTG, sehingga ketika gempa terjadi lagi rumah tidak kembali rusak,” imbuhnya.

Terakhir Irzani  mengutarakan dalam nenghadapi bencana dan musibah ini agar tetap kompak, bahu membahu bersama seluruh kab/kota terutama pemerintah kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur.

Juga Pemda NTB utk secara aktif menanganinya secara bersama sama dengan penuh kesabaran dan tidak saling menyalahkan.

“Apalagi terhasut dengan berita berita Hoax yang tdk bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Batik Ijo.

Me




Nofian : Lobar Harus Miliki BPPD dan Perbanyak Event Pariwisata

Jika alasan Pemda Lombok Barat karena dana terbatas,  ini cerita klasik. Jika BPPD dibentuk Novian yakin banyak pihak swasta yang akan membantu, juga para relawan yang siap membantu promosi pariwisata

Lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  — Politisi muda NTB Lalu Nofian Hadi mendorong pembentukan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Barat

ebagai kabupaten yang lebih dulu berkembang pariwisatanya, sangat disayangkan jika tidak ada badan khusus yang melakukan promosi.

“Pariwisata Lombok bahkan NTB awalnya berkembang dari Lobar, tapi kondisi saat ini sudah banyak saingan,” katanya, Selasa ( 19/03)

Lobar terlena dengan nama besar Senggigi. Padahal di era digital, promosi pariwisata tak hanya cukup mengandalkan nama besar.

Perlu ada tim khusus dan upaya khusus untuk mengenalkan destinasi itu. Lombok Barat juga memiliki destinasi lainnya yang tak kalah dengan Senggigi.

Nofian menyebut kawasan Sekotong, Buwun Mas, Pantai Mekaki. Selain itu Lombok Barat juga memiliki wisata alam pegunungan, sawah, hutan, dan wisata budaya. Seluruh kekayaan itulah yang harus aktif dipromosikan.

“Dinas pariwisata memiliki keterbatasan, karena itulah penting ada BPPD,”katanya.

Menurut caleg DPRD NTB dari PKS, Dapil Lobar-KLU nomor urut 11 ini, promosi pariwisata Lombok Barat selama ini hanya menjelang event.

Misalnya ketika ada Mekaki Marathon, ramai publikasi hingga media nasional. Tapi setelah event berakhir tak ada lagi upaya promosi. Sementara di saat bersamaan, di daerah lain terus aktif berpromosi.

“Akhirnya para wisatawan banyak mendapat informasi dari internet  dan lupa dengan Mekaki,” kata Nofian.

Nofian yang selama ini bergaul dengan anak-anak muda pecinta travelling mengatakan, promosi pariwisata yang terbatas membuat destinasi baru Lobar kurang dikenal.

Kalau pun ada destinasi baru yang dikenal, lebih dikenalkan oleh para netizen dan pecinta travelling. Nofian mencontohkan Batu Idung, Bukit Buwun Mas. Tempat itu menjadi perbincangan para netizen setelah ramai di media sosial.

“Saya amati yang mempromosikan itu para anak muda. Nah semangat anak muda ini yang perlu ditiru oleh BPPD nantinya,” ungkap Nofian.

Selama ini Lobar juga terlalu banyak berharap pada promosi dari pusat dan provinsi. Begitu juga dengan event-event pariwisata masih sangat kurang. Potensi pariwisata bahari di Sekotong belum digarap maksimal.

“Saya membayangkan setiap tahun di Sekotong itu ada Festival Sekotong. Menggabungkan kekayaan budaya Sekotong dan potensi lautnya. Sepertinya festival bahari,” tukasnya.

Event yang digelar Lombok Barat selama ini diapresiasi Nofian seperti Mekaki Marathon, Festival Senggigi, dan Perang Topat. Tapi event itu saja tidak cukup. Bersamaan dengan promosi destinasi pariwisata diikuti juga dengan event.

Sehingga wisatawan bisa lebih lama di Lombok Barat, selain menikmati keindahan alam mereka juga bisa ikut event.

“Seperti usulan saya Festival Sekotong. Selain wisatawan menikmati keindahan gili-gili dan bawah laut, jika ada event tentu mereka bisa lebih lama. Dan ini artinya juga mendorong tumbuhnya homestay, yang digerakkannoleh masyarakat lokal,” katanya.

Jika alasan Pemda Lombok Barat karena dana, menurut Nofian ini cerita klasik. Jika BPPD dibentuk dia yakin banyak pihak swasta yang akan membantu. Begitu juga para relawan yang siap membantu promosi pariwisata.

“YANg aktif selama ini kan anak-anak muda, jadi sekarang tinggal buatkan mereka wadah. Sudah saatnya promosi wisata lobar dilakukan terukur dan profesional” tambah Nofian

Sementara itu untuk KLU, Nofian meminta agar Dinas Pariwisata KLU mengaktifkan kembali BPPD KLU. Rekonstruksi pasca gempa sangat terbantu jika ada yang fokus mempromosikan pariwisata. Bahwa pariwisata KLU sudah aman.

“Dulu pernah ada BPPD KLU, tapi saya amati beberapa tahun belakangan ini kurang aktif,” katanya.

BPPD KLU, BPPD Lombok Barat ini kelak bisa berkolaborasi bersama. Misalnya sama-sama mempromosikan pantai Senggigi dan pantai Malaka. Tidak menutup kemungkinan juga membuat event bersama.

” Sehabis Festival Senggigi bisa dilanjutkan dengan Festival Malaka,” kata Nofian menyebut nama desa di KLU yang memiliki garis pantai terpanjang.

Me

 




Wagub dan BNPB Bahas Percepatan Penanganan Pasca Gempa Lombok-Sumbawa

Progress pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa cukup bagus meski masih ada sebagian yang belum menerima bantuan, tapi secara keseluruhan cukup bagus

JAKARTA.lombokjournal.com —  Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi Lombok-Sumbawa terus kembali dibahas.

Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah dan BNPB Pusat membahas Penyiapan Usulan Tambahan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Rusak pasca gempa bumi Lombok-Sembawa,Senin, (18/03) 2019 di Ruang Serbaguna Lt. 15 Gedung Graha BNPB Jakarta.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Pemprov NTB beserta seluruh pemkab se-Provinsi NTB atas kerja kerasnya dalam menangani proses rehab rekon pasca gempa yang terjadi di NTB beberapa waktu yang lalu,” papar Dody Ruswandi, Sekretaris Utama BNPB saat memimpin rapat.

Dana bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun kembali rumah masyarakat yang terdampak gempa sebagian besar sudah ditransfer ke rekening penerima bantuan.

Untuk membantu proses perbaikan rumah rusak akibat gempa, BNPB melalui Kementerian Keuangan RI akan kembali memberikan dana stimulan sebesar Rp 1,6 triliun.

“Dokumen usulan penambahan bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa yang akan disampaikan ke Kementerian Keuangan RI ini harus sudah ada paling lambat 20 Maret 2019, supaya proses pencairannya dapat segera dilakukan,” jelas Dody.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, progress pembanguan rumah rusak masyarakat akibat gempa terus mengalami kemajuan. jumlah masyarakat yang menerima bantuan dan rumahnya telah terbangun juga makin banyak.

Diungkapkannya, progress pembangunan rumah masyarakat terdampak gempa cukup bagus meski masih ada sebagian yang belum menerima bantuan.  Tapi secara keseluruhan sudah cukup bagus.

“Kami sampaikan terimakasih atas bantuan dari semua pihak khususnya pemerintah pusat dalam membantu mempercepat pembangunan rumah masyarakat NTB yang rusak akibat gempa,” ucap Wagub.

Wagub minta supaya tambahan dana stimulan yang nantinya akan diberikan untuk membantu masyarakat terdampak gempa dapat cepat dicairkan ke masyarakat, dan kemudian digunakan membangun atau memperbaiki rumahnya yang rusak.

“Dengan tambahan dana stimulan nanti supaya segera dapat dipergunakan untuk membangun rumah masyarakat terdampak gempa khususnya yang mengalami rusak berat,” pinta wagub.

Hadir dalam rapat ini adalah Bupati/Walikota atau pejabat yang mewakili se Provinsi NTB beserta para pejabat tinggi di lingkungan BNPB Jakarta.

AYA/hms NTB




Tim SAR Berhasil Evakuasi Korban Longsor Akibat Gempa, 3 Orang Meninggal

Sebanyak 25 personil yang terdiri dari tim rescue kantor, Pos Pencarian dan Pertolongan Bangsal dan Kayangan diterjunkan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi

LOMBOK UTARA,lombokjournal.com — Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban bencana tanah longsor di air terjun Tiu Kelep Senaru Lombok Utara, Senin (18/03).

Longsor yang diakibatkan oleh guncangan gempa pada Minggu (17/03 dengan bermagnitudo 5,8 dan 5,4 tersebut, menelan 3 korban jiwa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya menerangkan 3 korban tersebut merupakan 2 WNA asal Malaysia dan 1 WNI.

“Korban terakhir yang berhasil dievakuasi tadi pagi pukul 08.30 wita atas nama Lim Sae wah (56) wanita asal Malaysia. Sedangkan Tomy (14) WNI asal Senaru dan Tai sieu kim (56) WNA asal Malaysia berhasil dievakuasi kemarin. Ketiga korban dievakuasi dalam keadaan meninggal oleh tim SAR gabungan,” kata Nyoman.

Puluhan wisatawan mancanegara dan lokal berhasil dievakuasi dengan selamat usai kejadian tersebut. Sebanyak 14 orang WNA yang berhasil selamat antara lain lain Pang kim foo (56), Tancing (62), wong slu win (56), Teoh zehmg yei (20),  Phua poh guax (57), koks shao (60), Lim sai bang ( 56 ), Phang ten fan (56), Lim ching kau (62), Phu poh goot, Sheu peak can, How geoklan (56), Che lee iye dan Pi saiba.

Sedangkan 7 WNI asal Lombok atas nama Upik (6), Riska Tanwir (19), Reza Alfian (20), Kania Patiwi (20), Burit Antariksa (17), Lalu Arga Dimas( 18) dan Sumawi  (30). Seluruhnya dibawa menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Nyoman menambahkan, cuaca yang kurang bersahabat merupakan salah satu kendala yang dihadapi saat melaksanakan proses evakuasi.

Minggu sore di lokasi hujan lebat, sehingga evakuasi harus dihentikan sementara untuk menghindari longsoran susulan dengan menyisakan 1 korban yang belum terevakuasi.

Pagi tadi baru bisa dilanjutkan kembali, dan tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Lim Sae wah setelah batu besar yang menimpanya diangkat dengan cara penarikan menggunakan tali kernmantel yang diikatkan di batu tersebut.

”Selanjutnya korban terakhir dibawa menuju Rumah Sakit Provinsi NTB,” imbuhnya.

Sehari sebelumnya pukul 16.40 wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima laporan dari Faisal dari TNGR Prov. NTB,  ada puluhan wisatawan tertimpa dan terjebak longsor di air terjun Tiu Kelep.

Usai terima laporan, sebanyak 25 personil yang terdiri dari tim rescue kantor, Pos Pencarian dan Pertolongan Bangsal dan Kayangan diterjunkan ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan untuk evakuasi.

Dari berbagai unsur juga ikut terlibat antara lain dari TNI, Kepolisian dan instansi/potensi terkait lainnya serta masyarakat setempat.

AYA




Mensos RI Kunjungi Korban Gempa Di Lombok Timur

Pemerintah pusat memberikan bantuan tahap pertama senilai 740 juta dalam bentuk barang kebutuhan seperti makanan siap saji, selimut, kasur, terpal dan lainnya

Gubernur Zulkieflimansyah

LOTIM.lombokjournal.com —  Menteri sosial republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita beserta rombongan, hari Senin (18/03), mengnjngi lokasi terparah akibat gempa, di Kecamatan Montong Gading, Pringgejurang, Lombok Timur, NTB.

Kedatangan Mensos beserta rombongan, disambut hangat oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Di Kecamatan Montong gading, Menteri Sosial dan Gubernur NTB meninjau kondisi masyarakat Yyang terdampak gempa, dengan mendatangi tenda-tenda korban bencana gempa dan menyerap harapan serta keinginan mereka.

Dalam kesempatan itu, Menteri sosial menegaskan komitmennya untuk terus memastikan masyarakat NTB korban bencana gempa tidak kekurangan sesustu pun.

“Kami dari pemerintah pusat takkan meninggalkan saudara semua,” tegas Menteri.

Sejalan dengan itu, orang nomor satu di NTB memberikan apresiasi atas besarnya perhatian yang diberikan pemerintah pusat terhadap nasib masyarakat di NTB.

“Kami atas nama daerah mengucapkan terima kasih kepada pak menteri atas responnya yang begitu cepat dalam memberikan perhatian kepada masyarakat NTB,” ujarnya.

Pemerintah pusat memberikan bantuan tahap pertama senilai 740 juta dalam bentuk barang kebutuhan seperti makanan siap saji, selimut, kasur, terpal dan lainnya.

Pernyataan dan perhatian dari mensos dan rombongan, disambut antusias oleh warga Montong Gading saat itu.

Hal ini terungkap Dalam wawancara dengan camat Montong Gading H. Suwardi, yang berharap bantuan akan segera cair.

“Harapan saya semoga bantuan tersebut bisa cepat dinikmati warga terutama yang merupakan kebutuhan pokok dan mendesak saat ini,” harapnya.

AYA

 




Wisatawan Yang Tertimpa Musibah Longsor Di Tiu Kelep Dapat Fasilitas Free

Ada  28 orang dalam satu grup wisatawan,  2 di antaranya meninggal atas nama Lim Sae Wah 56 tahun, Tai Sieu Kim 56 tahun, 9 diantaranya luka- luka dan masih berada di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB

Faozal

MATARAM,lombokjournal.com – Wisatawan yang menjadi korban lonhgsoran air terjun di Tiu kelep KLU, Senaru, Lombok Utara,  Minggu (17/03), semua diberikan fasilitas free kepada  semua wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Moh. Faozal telahmenggelar pertemuan dengan para wisatawan yang terkena musibah tersebut. Faozal juga mengaku bertemu dengan dengan pihak kedutaan Malaisya.

“Kita sudah bertemu dengan pihak kedutaan malaisya sudah datang yang mengurus Warga Negara Malaysia yang kemarin kena musibah di Tiu kelep,” ujar Fauzal, Senin (18/03)

Pihak Pariwista dan  Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) juga telah sepakat memberikan fasilitas free kepada semua wisatawan.

“kita sepakat hari ini menyiapkan Free untuk hotel-hotel di kota Mataram,  ada city hotel  oleh BPPD kemudian kita akan siapkan pemulangn jenazahnya  dan keluarganya difasilitasi oleh Kementrian Pariwisata,” ujarnya

Untuk pemulangannya, pihak maskapai Garuda dari Lombok ke jakarta baru ke Kuala Lumpur, itu baru dua masing- keluarga dekatnya yang dibiayai dari Kementrian.

Faozal menyatakan,korban meninggal baru jam 8.20 pagi bisa dievakuasi sebab kondisi gelap dan hujan.

Ada  28 orang satu grup 2 di antaranya meninggal atas nama Lim Sae Wah 56 tahun, Tai Sieu Kim 56 tahun, 9 diantaranya luka- luka dan masih berada di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB.

Sementara itu Dubes Malaisya di jakarta Abu bakar menyatakan jika bencana yang terjadi ini di luar dugaan.

“Ini bencana di luar dugaan  kuasa Tuhan kita tidak bisa tahu kapan akan terjadi. Kita coba bantu siapa keluarga yang meninggal. Kita bntu semunya,” ujarnya

Ia pun mengucapkan ras tetimaksih yang sangat besar kepada Pemerintah NTB dan semua yang terlibat untuk membantu semua korban.

“Terimaksih banyak kepada pemerintah NTB sangat membantu pada penginapan, pengurusn jenazah, yang luka luka mewakili dari pihak kedutaan malasya  berterimakaih atas segala bantuan yng sangat ramah diberikan pemerintah NTB,” katanya.

AYA




Hingga Hari Ini Tercatat 37 Gempa Susulan

Gempa yAng terjadi merupakan gempa baru dengan sumber gempa yang berasal dari aktivitas sesar lokal yang di sekitar Gunung Rinjani

Agus Riyanto

MATARAM.lombokjournal.com —  Gempa pada hari Minggu (17/03 dengn kekuatan gempa 5.8  Magnitudo yang menyebabkan kerusakan beberapa rumah penduduk dan korban jiwa, hingga hari ini (18/03)  2019 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram mencatat total 37 gempa susulan deegan kekuatan 1.9 hingga 4.0 Magnitudo.

BMKG stasiun Mataram menyebutkan,  gempa dikaibatkan  adanya aktivitas sesar lokal yang  ada disekitar  kawasan Gunung Rinjani,

Kepala BMKG Mataram, Agus Riyanto mengatakan, Senin (18/3), dari analis awal ada perbedaan dari gempa-gempa yang terjadi padA bulan Juli-Agustus 2018 lalu,, yang diketahui akibat aktivisas sesar naik busur belakang flores.

“Pusat gempa yang terjadi kemarin ada dua kali kejadian, pada pukul 03.07 Wita kemudian dua menit kemudian  juga terjadi gempa pukul 03.09  ini terjadi pusatnya 20 km  kota Selong Lombok Timur,” ujarnya

Agus menjelaskan,  jika  sumber gempa pada Juli dan Agustus karena sumbernya di bagian utara pulau Lombok dimana ada busur naik belakang Flores  yang memanjang mulai dari ujung flores sampai di ujung kota Banyuwangi

“Nah, kalau gempa ini berbeda dengan sumber yang terjadi yang menyebabkan gempa bumi di Lotim kemarin. Sehingga saat ini kami menyatakan, gempa yng terjadi merupakan gempa baru dengan sumber gempa yang berasal dari aktivitas sesar lokal yang di sekitar Gunung Rinjani,” katanya .

Agus menyatakan, hingga saat ini gempa susulan akan semakin kecil frekwensi dan kekuatannya. Diharapkan dalam beberapa hari ini semua gempa susulan  dapat rilis dan pada akhirnya akan mencapai  keseimbangan dan akan kembali Normal.

Ia pun menghimbau,  agar masyarakat Lombok tetap tenang, waspada dan tidak ercaya isu yang tidak bisa dipercaya kebenarannya.

Karena Kejaidan ini bukan hal yang baru dan BMKG selalu mengingatkan, masyarakat selalu waspada, tetap  menerima mencari informasi melalui webssite BMKG; medsos (Twiter, Facebook,instagram) yang ada yang menjadi catatan resmi dari BMKG sehingga masyarakat mendapat info yang benar.

“Dan jangan percaya info yang tdak dapat dipercaya kebenarannya ,info Hoax yang biasa mengikuti atau datang ketika adanya gempa,” kata Agus.

AYA




TGB: Serangan di Selandia Baru Bukti Teroris Tidak Kenal Agama

PB NW juga mengapresiasi langkah presiden Jokowi dalam menindaklanjuti aksi terorisme di Kota Christchurch dengan segala upaya tindaklanjut

lombokjournal.com —

MATARAM – Dua masjid di Kota Christchurch Selandia Baru diserang kelompok teroris bersenjata, Jumat (15/03). Puluhan korban tewas ditembak saat menanti waktu Sholat Jumat. Bahkan, pelaku penembakan melakukan live aksi biadabnya tersebut.

Aksi terorisme tersebut dikecam di Indonesia. Bahkan, Ormas Islam terbesar di Lombok, Nahdlatul Wathan mengutuk keras aksi tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), mengutuk keras peristiwa tersebut.

Bahkan, melalui Instagramnya, dia menganggap aksi tersebut adalah bentuk tindakan terorisme yang tidak mengenal agama dan ras.

“Kita semua mengutuk keras peristiwa yang sangat biadab ini. Peristiwa yang sekali lagi membuktikan bahwa kebencian dan ekstremisme pasti akan menghancurkan. Terorisme tidak mengenal agama dan ras. Mari kokohkan terus persaudaraan di antara kita,” ungkapnya, Senin, (18/03)

TGB mengatakan, PB NW mengapresiasi langkah positif pemerintah Selandia Baru yang mengutuk dan memproses hukum pelaku pembantaian itu. PBNW juga mengapresiasi masyarakat dunia yang turut mengecam aksi brutal pelaku penyerangan.

“PB NW mengapresiasi dengan baik dan positif tindakan cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Selandia Baru, baik dalam mengutuk maupun menindak pelaku teror tersebut, serta berbagai pembelaan masyarakat dunia terhadap orang-orang tidak berdosa yang menjadi korban,” ucapnya.

PB NW juga mengapresiasi langkah presiden Jokowi dalam menindaklanjuti aksi terorisme di Kota Christchurch dengan segala upaya tindaklanjut, seperti meminta masyarakat tidak menyebar video kekerasan tersebut dan meningkatkan pengamanan di beberapa daerah.

“PB NW mendukung sepenuhnya reaksi cepat Pemerintah Republik Indonesia di bawah Pemerintahan Bapak Joko Widodo yang mengutuk serangan teroris itu dan berbagai tindakan lanjutan yang diperlukan,” kata mantan Gubernur NTB dua periode ini.

Seperti diketahui insiden teror terjadi di Masjid Al Noor, di pusat Kota Christchurch, dan Masjid Linwood, di pinggiran kota. Laporan menyebutkan korban meninggal mencapai 50 orang.

Sementara, Sekretaris Jenderal PBNW, TGH Hasanain Juaini, mengimbau umat Islam tetap tenang dan menghindari tindakan yang memperburuk keadaan.

“Ummat Islam tetap tenang menghadapi cobaan dan musibah ini dan menghindari tindakan-tindakan yang semakin memperuncing keadaan,” imbaunya.

Hasanain minta agar umat Islam terus dan tiada henti meningkatkan upaya mendakwahkan Islam sebagai ideologi rahmatan lil-alamin, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan hidup bersama yang aman damai dan harmonis.

Dia juga meminta umat Islam, khususnya pengurus NW untuk melaksanakan Shalat Ghaib, Qunut Nazilah serta berhizib, memanjatkan doa keselamatan untuk para korban.

“Kepada seluruh Ummat Islam, dan khususnya Pengurus Nahdlatul Wathan pada seluruh tingkatan beserta seluruh underbow-nya dan para jamaah untuk melaksanakan Shalat Ghaib, Qunut Nazilah serta berhizib, memanjatkan doa keselamatan untuk para korban, seluruh keluarganya beserta Ummat Islam di mana saja berada,” tuturnya.

Me