Wagub Anggap Penting Ide Dan Sumbangan Pikiran Bagi Korban Gempa

Bencana tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga menyerang mental

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd membuka Simposium Antar Bangsa, Seminar dan Workshop Trauma Healing Pasca Gempa dengan tema “Developing Holistical Psychology After The Earthquake Tragedy“, di Gedung Birrul Walidain Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Minggu (24/03).

Acara itu atas inisiasi 3 (tiga) pihak yakni Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, dan Persatuan Konselor Pendidikan (PEKA) dari Malaysia,  guna membahas kontribusi terkini atas dampak gempa yang telah melanda NTB beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Wagub mengungkapkan, agenda ini penting untuk menyumbangkan ide dan pikiran terutama kepada saudara/i korban gempa.

Dikatakan, dari sisi ‘fisik’, pemerintah pusat RI telah memberikan banyak bantuan kepada seluruh korban gempa,  baik yang (rumahnya) rusak berat, sedang, dan ringan. Akan tetapi, bencana tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga menyerang mental.

Masyarakat harus diedukasi dengan baik agar kita benar-benar siap menghadapi segala bentuk bencana dan di edukasi bagaimana mengatasi trauma.

“Karena itu kami selaku pemerintah Provinsi NTB sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Wagub.

Menurutnya, masyarakat harus mengingat NTB berada di jalur ring of fire, artinya rawan bencana terutama gempa. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada dan mempersiapkan diri terutama terkait kontruksi rumah,

“Kewajiban kita adalah membangun rumah yang strukturnya tahan gempa, selain itu sistem harus disiapkan guna mengantisipasi setiap bencana yang ada,” tegas Wagub.

Pesannya, masyarakat harus senantiasa memelihara lingkungan. Wagub menyampaikan, saat ini pemprov NTB tengah gencar mengkampanyekan NTB Zero Waste.

Wagub menghimbau, NTB harus bersih, tidak boleh lagi sampah di buang ke sungai maupun ke laut.  Masyarakat harus mulai memilah mana sampah organik dan mana anorganik. Hal ini semata agar sampah yang ada kelak dapat mendatangkan manfaat,

“Kita harus mulai berpikir, bagaimana sampah dapat menjadi berkah bukan musibah,” tegas Wagub.

Usai memberi arahan Wagub melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dimulainya kegiatan Simposium.

AYA/Hms

 




Diduga Bermain Perkara, Hakim PN Mataram Dilaporkan ke KPK

Tidak ada satu pun bukti surat yang membuktikan para tergugat telah menaruh 84 batang kayu  dan yang membuktikan tergugat 6 memerintahkan tergugat lainnya menaruh 84 batang kayu ke gudang milik penggugat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) Nusa Tenggara Barat, melaporkan hakim Pengadilan Negeri Mataram ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Tidak hanya KPK, laporan juga diajukan ke Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Pengadilan Tinggi NTB hingga presiden.

Koordinator AMUK NTB, Abdul Majid, mengatakan, laporan tersebut karena adanya indikasi oknum hakim yang bermain perkara dalam perkara perdata nomor 172/Pdt/2018/PN Mtr.

“Mengikuti dan mencermati proses persidangan dalam perkara tersebut, kami melihat adanya kejanggalan dan dugaan praktik permainan perkara, sehingga proses pemeriksaan hingga putusan jauh dari rasa keadilan dan melanggar ketentuan hukum,” ujar Majid, Minggu (24/03).

Abdul Majid memaparkan, kronologis perkara yang dimaksud di mana seorang penggugat yang berprofesi sebagai pengusaha menggugat enam orang yang dituduhkan memasukkan 84 batang kayu jati pada gudang milik penggugat tanpa seizin penggugat sendiri.

“Pengusaha itu yang menjadi penggugat, menggugat enam orang lantaran didalilkan telah memasukan kayu jati ke dalam gudang milik penggugat tanpa izin. Menurut penggugat dia merasa dirugikan,” ujar Majid.

Namun, Majid mengungkapkan, dalam pantauan persidangan, AMUK NTB menemukan fakta fakta. Fakta pertama saat penggugat menghadirkan dua saksi di persidangan.

Para saksi tersebut memberikan kesaksian yang pada intinya menjelaskan,  saksi kenal dengan penggugat dan bekerja sebagai karyawan di kantor milik penggugat, saksi tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Tergugat 6, saksi kenal dengan orang tua tergugat 1-5, saksi tidak tahu apakah orang tua tergugat 1 hingga 5 kenal dengan tergugat 6.

Saksi juga tidak mengetahui bahwa tergugat enam telah memerintahkan orang tua dari tergugat 1- 5 untuk menaruh kayu dalam gudang penggugat.

“Bahkan saksi juga tidak melihat dan mengetahui kapan 84 batang kayu ditaruh dalam gudang milik penggugat,” ungkapnya.

Fakta  lain saat penggugat  membawa enam bukti surat, di mana tidak ada satu pun bukti surat yang membuktikan para tergugat telah menaruh 84 batang kayu  dan yang membuktikan tergugat 6 memerintahkan tergugat lainnya menaruh 84 batang kayu ke gudang milik penggugat.

“Sedangkan saat pemeriksaan di lokasi gudang, justru kayu yang ada di gudang milik penggugat adalah kayu bekas bangunan. Jumlahnya sekitar 60 batang. Jenis kayu juga tidak ada yang dapat membuktikan itu kayu jati dan jumlahnya jauh kurang dari yang didalilkan penggugat,” papar Majid.

Tergugat 1-5, tidak mengajukan bukti apapun dalam persidangan.

Bukti-bukti dari Tergugat 6

Majid mengungkapkan, dalam persidangan  Tergugat 6 telah menghadirkan saksi dan bukti surat. Saksi yang diajukan oleh Tergugat 6 memberikan keterangan bahwa ternyata penggugat berinisial AN adalah terdakwa dalam perkara pidana nomor 271/Pid.B/2014/PN Mtr., tanggal 10 November 2014 tentang penggelapan (kayu jati).

Saksi menerangkan, mengenal penggugat, orang tua tergugat 1-5 dan Tergugat 6, saksi mengetahui secara pasti dan langsung bahwa 84 kayu jadi milik tergugat 6 tersebut  adalah telah digunakan seluruhnya oleh penggugat untuk membangun 4 unit vila, dan saksi juga menerangkan bahwa saksi pernah mendengar dan diceritakan langsung oleh penggugat bahwa 84 batang kayu jati tersebut telah digunakan seluruhnya oleh penggugat untuk membangun 4 unit villa ;

Dalam fakta persidangan Tergugat 6 juga telah mengajukan  bukti surat berupa salinan putusan perkara pidana atas nama penggugat yang saat itu menjadi terdakwa. AN (penggugat dalam perkara ini)  memberikan keterangan bahwa 84 batang kayu yang diambil dari tanah milik tergugat 6 sebagai berikut:

“Bahwa sampai saat ini terdakwa sudah persiapkan dengan rencana membangun 24 unit villa yang ditempatkan di lokasi tanah tersebut, dan yang sudah jadi sebanyak empat unit yang bahannya dari 84 pohon jati yang ditebang milik prajadi.”

Dari pernyataan penggugat saat menjadi terdakwa dulu, Abdul Majid menjelaskan sudah sangat jelas kayu jati milik tergugat 6 yang didalilkan oleh penggugat  ada di gudang milik penggugat tersebut, telah  digunakan oleh penggugat untuk membangun 4 unit villa, yang dibangun di tanah milik penggugat, bukan di tanah SHGB35 sisa yang telah disepakati antara penggugat dan tergugat 6.

“Selain itu dari BAP saat penggugat menjadi tersangka dalam perkara yang saat ini baru saja diputus di pn mataram, benar bahwa kayu jati yang ditebang dari tanah milik tergugat 6 digunakan oleh penggugat untuk membangun empat unit villa. Sehingga jelas kayu jati yang ada dalam gudang penggugat saat ini bukan milik tergugat 6 atau kayu yang diambil dari tanah tergugat 6. Karena kayu milik tergugat 6 dulu sudah digunakan penggugat untuk membangun villa,” tandasnya.

Tergugat 6 juga menghadirkan dua saksi, di mana para saksi menerangkan bahwa 84 batang kayu milik tergugat 6 telah digunakan penggugat untuk membangun villa.

“Sehingga jelas kayu milik tergugat 6 telah habis. Sekarang kok malah digugat gara-gara menyimpan kayu dalam gudang penggugat tanpa izin. Itu kayu siapa, penggugat sendiri tidak bisa membuktikan baik itu dengan bukti surat maupun saksi?” tegas Majid.

Bahwa dalam pertimbangan hukum majelis hakim dalam perkara perdata kayu jati tersebut, majelis hakim hanya mempertimbangkan alat bukti yang diajukan oleh penggugat sedangkan alat bukti yang diajukan oleh tergugat 6 sama sekali tidak dimasukkan dalam pertimbangan hukum.

Padahal didalam alat bukti yang diajukan oleh tergugat 6 tersebut terdapat dua bukti surat otentik yang berisi pengakuan secara tegas dari penggugat dengan inisial AN bahwa 84 batang kayu jadi milik tergugat 6 tersebut telah digunakan seluruhnya oleh Penggugat untuk membangun 4 unit villa, sehingga dengan bukti surat ini seharusnya gugatan penggugat di tolak untuk seluruhnya, terang Abdul Majid.

Ada Konspirasi dalam Kasus Ini?

Yang mengejutkan, Abdul Majid mengungkapkan, bahwa pengacara yang digunakan penggugat dan pengacara yang digunakan tergugat 1 hingga 5 adalah pengacara dalam satu tim dengan pengacara yang melakukan pembelaan dalam perkara pidana penggelapan kayu jati yang baru saja diputus oleh Pengadilan Negeri Mataram.

Sehingga kami menduga penggugat dan tergugat 1-5 sedang berkonspirasi dan sedang  berusaha untuk membela dan membebaskan penggugat dari jeratan perkara pidana penggelapan 84 batang kayu jadi yang saat ini perkaranya belum mendapatkan kekuatan hukum tetap, bebernya.

Majid juga mengungkap, berdasarkan informasi yang diperoleh AMUK NTB, ada indikasi seseorang oknum  meminta sesuatu pada pihak yang berperkara.

Putusan hakim yang memenangkan penggugat dinilai sangat jauh dari fakta-fakta di persidangan. Sehingga AMUK NTB melaporkan dugaan bermain perkara tersebut.

AMUK NTB meminta agar hakim dalam perkara itu, serta penggugat dan para tergugat, para kuasa hukum penggugat dan tergugat, para saksi dan panitera pengganti agar dipanggil dan diperiksa.

Sebelumnya, AMUK NTB juga telah menggelar aksi di Pengadilan Negeri Mataram memprotes dugaan permainan dalam perkara tersebut. Massa melempari pengadilan dengan telur busuk.

Me

 




Kunjungan Ke Lombok, Capres Prabowo Bakal Terima Puluhan Tokoh NTB Di Kediaman HBK

Kunjungan Prabowo sudah dipastikan oleh  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB yang saat ini terus merapatkan barisan untuk menyambut dan mensukseskan kehadiran Prabowo di NTB

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT ;    Kunjungan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto ke P. Lombok  hari Selasa (26/3) nanti dipastikan akan semakin memperkuat dukungan masyarakat NTB untuk kemenangan pasangan 02 Prabowo-Sandi di Pilpres tanggal 17 April.

Prabowo juga diagendakan bakal menggelar silaturahmi dengan sekitar 50 orang tokoh penting di NTB, termasuk jajaran pimpinan Partai Gerindra se NTB di kediaman Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

“Jadi sebelum rapat kampanye terbuka di lapangan Sekarbela, Kota Mataram, Pak Prabowo dan rombongan, in shaa Allah akan bersilaturahmi dan makan siang bersama dulu dengan puluhan tokoh NTB di rumah saya”, kata HBK, yang juga dikenal sebagai Samurai Prabowo, Minggu (24/03)

HBK yang juga adalah Caleg DPR RI dari Partai Gerindra dengan Nomor Urut 1 untuk Dapil NTB 2/P. Lombok menjelaskan, Prabowo dan rombongan BPN Prabowo-Sandi akan tiba di Bandara Lombok International Airport (LIA) menggunakan pesawat pribadi, Selasa siang (26/3) langsung dari Denpasar sekitar pukul 13.02 WITA.

Selanjutnya Capres 02, Prabowo dan rombongan dengan pengawalan langsung menuju ke kediaman HBK di daerah Senggigi, Kab. Lombok Barat.

“Mampir di kediaman saya, Pak Prabowo akan istirahat sejenak, makan siang bersama dan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh penting di NTB. Ini tentu akan sangat memperkuat kemenangan 02 di NTB,” papar HBK.

HBK menambahkan, setelah pertemuan dengan para tokoh dan pimpinan Partai Gerindra se NTB, sekitar pukul 15.45 (usai sholat Ashar) Pak Prabowo dan rombongan berangkat menuju tempat kampanye terbuka di lapangan Sekarbela, Kota Mataram bersama puluhan ribu pendukung 02.

Prabowo bersama HBK dan seluruh elemen atau sumber daya yang dimiliki Partai Gerindra NTB, termasuk sejumlah kekuatan relawan Prabowo-Sandi, dan masyarakat NTB pendukung 02, akan semakin memantapkan arah perjuangan dan kemenangan pasangan 02.

Seperti diketahui kunjungan Prabowo juga sudah dipastikan oleh  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB yang saat ini terus merapatkan barisan untuk menyambut dan mensukseskan kehadiran Prabowo di NTB.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat menyatakan, jajarannya sangat siap menerima dan mensukseskan kedatangan Capres Prabowo ke P. Lombok.

Ridwan Hidayat mengatakan, lapangan Sekarbela, selain memiliki daya tampung massanya yang besar, juga bisa diakses dari empat penjuru dengan jumlah penduduk yang sangat besar di sekitar lapangan.

Ia menegaskan, Kota Mataram dipilih sebagai lokasi kampanye Rapat Umum Capres Prabowo karena Kota Mataram dikenal sebagai simbol Kota Multi-Etnik yang menggambarkan keberagaman penduduknya dari strata sosial.

Me




Irzani Batik Ijo :  Dorong Pembangunan Inklusif Disabilitas di NTB sebagai Destinasi Wisata Dunia

Sebuah survey pariwisata dari Singapura menyebutkan 60 persen potensi wisatawan abroad luar negeri atau lintas mancanegara berusia di atas 50 tahun, di mana 80 persen di antaranya ialah mereka membutuhkan sarana dan fasilitas ramah disabilitas

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Pembangunan infrastruktur daerah yang ramah disabilitas, terutama di sektor pariwisata dinilai akan memberi dampak yang signifikan bagi peningkatan tingkat kunjungan wisata ke suatu daerah.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani juga mendorong pembangunan inklusif disabilitas di NTB yang saat ini terkenal sebagai destinasi wisata dunia.

“Ini penting dilakukan, selain untuk menjamin hak akses bagi penyandang disabilitas di NTB, pembangunan infkusif disabilitas juga membuka peluang lebih banyak wisatawan yang bisa datang ke Lombok dan Sumbawa ini,” kata Irzani yang akrab disapa Batik Ijo, Sabtu ( 23/3)

Menurut Irzani , Hak akses dan keseimbangan pembangunan yang mengakomodir kepentingan dan kebutuhan masyarakat berkelebihan khusus diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Hak Akses Penyandang Disabilitas.

Ia melanjutkan, di beberapa daerah, Pemda membentuk Rencana Induk Pembangunan Inklusif Disabilitas (RIPID) yang merupakan salah satu penjabaran dari undang-undang tersebut.

“Tujuannya untuk mengubah paradigma terhadap difabel sebagai obyek belas kasihan (charity-based) menjadi subyek atas dasar hak asasi manusia (human rights-based) dilandasi dengan perundangan,” kata Batik Ijo

Hubungan akses disabilitas dengan pariwisata

Irzani mengungkapkan, sebuah survey pariwisata dari Singapura menyebutkan 60 persen potensi wisatawan abroad luar negeri atau lintas mancanegara berusia di atas 50 tahun, di mana 80 persen di antaranya ialah mereka membutuhkan sarana dan fasilitas ramah disabilitas.

“Survey itu menyebutkan, bahwa sebagian besar wisatawan berduit itu adalah mereka yang sudah pensiun, lanjut usia, tapi memiliki banyak waktu dan uang untuk jalan-jalan ke luar negeri,” papar Irzani.

Survey juga menyebutkan, meski bukan berarti mereka penyandang disabilitas sejak lahir, namun banyak wisatawan berduit yang menggunakan kursi roda karena faktor usia.

Menurut Irzani, potensi ini akan sulit ditangkap oleh destinasi wisata yang belum ramah disabilitas, dan para wisatawan kelas atas ini akan cenderung mencari destinasi wisata yang memberi kemudahan bagi mereka.

Irzani memuji langkah Pemda Lombok Utara yang sudah mulai menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbangda) yang melibatkan kelompok pemuda, kaum perempuan, dan juga penyandang disabilitas.

Ia berharap hal itu menjadi cikal bakal untuk menggugah good will dari Pemda lainnya di NTB ini.

Sebab menurutnya, pembangunan inklusif disabilitas memang harus dilakukan dengan melibatkan komunitas difable sejak dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga evaluasi.

“Intinya dengan pembangunan inklusif disabilitas ini kita bukan saja memberi perhatian dan memenuhi hak-hak difable di daerah, tapi juga memberi kemudahan dan menarik potensi wisatawan lebih banyak lagi datang ke NTB ini, karena ada kemudahan untuk aksesnya,” katanya.

Terlebih, papar dia, Lombok akan menjadi lokasi MotoGP di tahun 2021.

Me




Gubernur Zul Ungkap Hikmah Pasca Gempa Di KLU

Gubernur mengutip ungkapan bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama

KLU.lombokjournal.com — Usai berdiskusi tentang Zero Waste di Kantor Harian Suara NTB, Gubernur NTB,  Dr.  H.  Zulkieflimansyah langsung meluncur ke Kabupaten Lombok Utara dalam rangka meresmikan masjid.

Ada dua masjid yang diresmikan orang nomor satu di NTB itu.

Pertama, meresmikan Masjid Haqqul Yaqin dan Peringatan Isra’ Mi’raj, di Dusun Lengkukun, Desa Kayangan,  Kacamatan Kayangan.

Masjid itu merupakan bantuan dari Al-Irsyad dan RS Ummi Bogor. Masjid kedua yang diresmikan Gubernur adalah masjid Haqqul Yaqin Pandanan Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.

Gubernur menyampaikan musibah yang melanda NTB tahun lalu itu memiliki banyak hikmah.  Salah satunya kata Gubernur terbangunnya masjid-masjid indah di KLU itu.

“Tidak hanya indah fisiknya,  namun juga substansi isinya,” jelas Gubernur Doktor Zul.

Doktor Zul berharap masjid yang terbangun itu dapat dimanfaatkan dengan baik untuk beribadah. Dimakmurkan dan dijadikan tempat untuk merenung kebesaran Allah SWT.

“Kita berharap akan banyak orang yang berkunjung ke masjid ini.  Tidak hanya kita tapi dari seluruh dunia,” harap Gubernur.

Tidak lupa, Gubernur mengutip ungkapan bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama.

“Kita tidak akan berani berjalan panjang kalau tidak dimulai dengan langkah pertama,” tutupnya.

Bupati KLU,  Dr.  Najmul Ahyar,  SH., MH.  menyampaikan peletakan batu pertama masjid ini merupakan momentum meningkatkan semangat membangun masyarakat KLU.

Terutama, melakukan percepatan pemulihan pasca gempa.

“Sekarang, kita tidak hanya membangun rumah, tapi juga tempat ibadah, sekolah dan bangunan lain yang dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Bupati mengapresiasi kemandirian masyarakat KLU untuk membangun tempat ibadah. Ia berharap agar masjid itu betul-betul dimakmurkan.

AYA/Hms

 




Presiden; Bantuan Warga Terdampak Gempa Semula Berbelit-belit, Sekarang Sudah Cepat

Bahan material untuk membangun rumah tahan gempa di NTB masih kurang banyak sehingga menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi

Masyarakat penerima bantuan stimulan

LOMBOK BARAT.lombokjournal.om —  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah berjalan cepat.

Jokowi mengatakan, sebelumnya prosedur pencairan bantuan stimulan untuk warga terdampak gempa tergolong rumit dan berbelit-belit lantaran harus memenuhi 17 aspek persyaratan.

“Prosedur yang dulu ruwet ada 17 tahapan, sudah kita potong tinggal 4 tahapan, menurut saya sudah cepat,” kata Presiden saat meninjau pelayanan lokasi pencairan bantuan stimulant, di Narmada Lombok Barat, Jum’at. (22/03).

Jokowi mengaku sudah memerintahkan para menteri, gubernur, bupati, dan wali kota di NTB untuk segera menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah berjalan sekira tujuh bulan sejak Lombok diguncang gempa pada akhir Juli 2018.

“Saya sudah minta agar cepat bisa diselesiakan tapi dalam prakteknya memang banyak pejabat-pejabat yang khawatir kalau prosedur tidak dilalui mereka takut masuk sel,” jelasnya.

Jokowi mengatakan, pemerintah pusat sudah mengirimkan dana bantuan stimulan sebesar Rp 5,1 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi NTB. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB berjalan cepat, namun bukan berarti tanpa hambatan.

Jokowi menilai bahan material untuk membangun rumah tahan gempa di NTB masih kurang banyak sehingga menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Hanya material di lapangan kurang (seperti) semen, baja ringan, suplai masih kurang, saya sudah telepon menteri, BUMN-BUMN, segera kirimkan semen ke Lombok secepatnya. Saya pastikan di NTB Rp 5,1 triliun sudah sampai di sini, itu yang paling penting, artinya prosedur di sini yang harus dipercepat,” tegas Presiden  Jokowi.

AYA




Presiden Ajak Masyarakat Lombok Pahami Kondisi Wilayah Yang Rawan Gempa

Rumah tahan gempa yang sudah rampung terbukti memberikan rasa aman bagi penghuninya

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang dengan antusias warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun rumah tahan gempa.

Menurut Jokowi, model rumah tahan gempa merupakan suatu keniscayaan mengingat kondisi Lombok dan NTB sebagai daerah rawan gempa.

“Saya senang warga di sini antusias pakai rumah tahan gempa karena kita sadari betul Lombok daerah yang rawan gempa,”kata Jokowi dalam peninjauan Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Rumah Tahan Gempa (RTG), Jum’at (22/03) di Bertais, Mataram.

Jokowi menyampaikan, Lombok memiliki keindahan alam dan kesuburan tanah yang istimewa.  Namun di sisi lain juga menyimpan potensi sejumlah bencana, termasuk gempa.

Presiden mengajak masyarakat Lombok memiliki pemahaman tentang kondisi wilayahnya yang rawan gempa dan menyiapkan bangunan rumah yang tahan gempa.

“Kalau nanti rumah tahan gempa selesai, insyaAllah kita semua bisa hidup menyatu dengan alam karena di Jepang pun rawan gempa tapi mereka bisa hidup berdampingan dengan lingkungan yang mereka miliki,” jelasnya.

Jokowi menilai, rumah tahan gempa yang sudah rampung terbukti memberikan rasa aman bagi penghuninya.

Saat gempa kembali mengguncang Lombok pada Ahad (17/3), kata Jokowi, tidak ada rumah tahan gempa hasil dari rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah jadi dan dihuni pemiliknya mengalami kerusakan.

“Saya ingin yang hadir di sini segera mendapatkan rumah tahan gempa, ada Risha, Rika, Riko, dan lainnya. Warga diberikan pilihan sehingga diharapkan sgera dilaksanakan di lapangan dan kembali kita hidup normal, kalau ada gempa ya rumah goyang-goyang dikit,” ata Presiden.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, pemerintah sudah memiliki banyak pengalaman dalam penanganan bencana.

Persyaratan membangun rumah yang tahan gempa, kata Zul, merupakan salah satu upaya pemerintah agar masyarakat tidak khawatir dengan model bangunan bantuan rumah yang kembali dibangun.

“Harapannya kalau ada gempa, rumah kita tahan. Alhamdulilah ada pemahaman yang baik dari warga dan prosesnya cepat. Mudah-mudahan kehadiran presiden mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Gubernur Zul.

AYA




Wagub;  Pemerintahan Bersih dI Daerah, Dimulai Dari Komitmen Kepala Daerah

Hj. Sitti Rohmi Djalilah diundang menjadi pembicara dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI

JAKARTA.lombokjournal.com —  Keberadaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjamin keberhasilan program pembangunan di Indonesia.

Mengingat peran APIP langsung bersentuhan dengan masalah yang sangat sensitive, yaitu soal pengawasan pengelolaan keuangan pemerintah.

NTB menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang secara nasional dinilai berhasil mengelola keuangan daerah dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan  tujuh kali secara berturut-turut, NTB memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah diundang menjadi pembicara dalam Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Kamis (21/03) 2019, guna berbagi kiat sukses NTB dalam mengelola keuangan dan pembangunan di NTB.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini menyampaikan, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih itu harus dimulai dari komitmen Kepala Daerah.

“Bersyukur NTB dalam sepuluh tahun terakhir punya pemimpin yang memiliki komitmen untuk menjalankan pemerintahan yang bersih. Mulai dari Kepala Daerah yang kemudian diikuti oleh pejabat di bawahnya, menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih itu,” papar wagub di Hotel Bidakara Jakarta.

Sebagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian-capaian NTB dalam lima tahun ke depan, bersih dan melayani dijadikan sebagai salah satu misi yang tertuang dalam RPJMD NTB 2019-2023.

“Bersih dan Melayani kami tempatkan diurutan kedua dalam misi NTB lima tahun ke depan, sebagai wujud komitmen dan keseriusan kami untuk menjalankan pemerintahan yang akuntabel di NTB,” jelasnya.

Selain aparat, lanjut wagub, NTB juga melibatkan peran aktif dari semua pihak dan masyarakat dalam mengawal pembangunan di NTB.

“Setiap Jum’at pagi, kami mengadakan jumpa dengan masyarakat untuk berdialog dengan mereka terkait dengan berbagai hal yang menyangkut NTB. Selain itu, kami membuat aplikasi NTB Care untuk memudahkan masyarakat menyampaikan aduan langsung ke pemerintah untuk kemudian segera ditindaklanjuti oleh OPD atau dinas terkait,” paparnya.

Acara Rakornas ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB yang dibuka langsung Wakil Presiden Republik Indonesia HM. Jusuf Kalla.

Hadir mendampingi wagub adalah Asisten 3 Setda NTB Ir. Hj. Hartina, MM dan Inspektur Provinsi NTB,Ibnu Salim, S.H, M.S.i.

AYA




Ponpes Darul Fallah Rawat Pemilu Damai 2019

Ibarat belanja di sebuah warung, Pembeli akan bebas memilih dan mengkonsumsi menu sesuai pilihan masing-masing tanpa ada keributan antar pembeli

MATARAM.lombokjournal.com —  Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fallah Pagutan, Kota Mataram, menggelar pengajian mengajak masyarakat menyongsong pemilu damai dan harmonis.

Ribuan santri dan masyarakat dengan khusyuk mendengar ceramah Pimpinan Ponpes Darul Fallah Pagutan, Tuan Guru Muammar Arafat.

Tuan Guru Muammar berpesan pada para santri dan warga, untuk ikut serta dalam pemilu dengan tetap menjaga persatuan dan perdamaian.

“Jadi harus ikut serta (pemilu), tetapi ingat kita Majelis Badruttamam harus menciptakan pemilu yang damai, bukan pemilu dengan caci maki, bukan pemilu yang isinya fitnah, kebohongan,” ucapnya dalam ceramah, Kamis (21/03) malam.

Tuan Guru Muammar mengatakan, Ponpes sangat berperan penting dalam menciptakan pemilu damai.

Karena Ponpes sangat dekat dengan masyarakat, dan melalui sarana dakwah, pengajian maupun kegiatan keagamaan akan diselipkan pesan damai dalam menghadapi pemilu 2019.

“Pondok pesantren itu sangat dekat dengan masyarakat yang ada di akar rambut. Di mana beberapa bulan terakhir kita lihat konstalasi politik Indonesia cenderung orang-orang atau elit politik kayak berkelahi, sehingga ini berdampak pada masyarakat,” ungkapnya.

“Sehingga, pesantren yang sangat dekat dengan masyarakat merasa terpanggil untuk mengingatkan pada masyarakat bahwa pemilu ini adalah pesta rakyat, pemilu bukan perang, tapi pesta yang kita harus senang,” sambungnya.

Dia memberikan ilustrasi pemilu ibarat belanja di sebuah warung. Pembeli akan bebas memilih dan mengkonsumsi menu sesuai pilihan masing-masing tanpa ada keributan antar pembeli.

“Walaupun beda makanan kita di pesta, seperti orang di warung ada yang makan soto, ada yang makan bakso apa mereka bertengkar, tidak,” ungkapnya.

Lantas, strategi apa yang digunakan pesantren dalam menjaga pemilu berjalan sesuai koridor?

Tuan Guru Muammar memberikan pemahaman pada masyarakat melalui pengajian.

“Kita berikan pemahaman pada masyarakat seperti apa pemilu ini, contoh majelis bulanan kita ini. Ini kesepakatan kita menyampaikan pesan damai. Kita juga turun ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolda NTB, Inspektur Jenderal Polisi Achmat Juri beserta rombongan turut hadir dalam Majelis Badruttamam itu. Antusias masyarakat dengan fokus mendengar ceramah yang diberikan.

Meskipun hujan mengguyur, banyak warga dan santri tak beranjak dari lapangan terbuka tempat berlangsungnya pengajian tersebut.

Kapolda mengapresiasi peran pesantren yang sejak dulu selalu menjadi depan dalam mengawal pemilu damai. Dia berharap Ponpes Darul Fallah akan menjadi contoh peran pentingnya dalam ikut menjaga NKRI.

“Ponpes mengawal pemilu damai dari dulu sudah terbukti. Selama masih dalam kerangka NKRI dan bhinneka tunggal Ika maka ponpes akan terus mengawal,” ungkapnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk menjadikan pemilu sebagai sebuah pesta yang harus dinikmati dengan damai.

“Mari kita laksanakan pesta demokrasi dengan penuh kedamaian, kerukunan. Kita berharap sukses karena demokrasi warisan dari leluhur kita yang harus dijaga, dilestarikan dan dicapai cita luhur itu,” terangnya.

Acara malam itu semakin meriah dengan suguhan atraksi kesenian beladiri yang dipentaskan para santri. Tarian dengan pedang dan obor sangat memanjakan mata para penonton melihat performa yang menegangkan.

AYA




Buka Peluang Pasar Kuliner Lokal, Bekraf Sosialisasi Kreatifood 2019

Mataram dipilih menjadi lokasi sosialisasi melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 asal Mataram, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Bali

MATARAM.lombokjournal.com —   Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya mendukung berkembangnya ekosistem sub sektor kuliner di Indonesia.

Salah satunya melalui Kreatifood, program Bekraf ini mempertemukan para pelaku rintisan kuliner dengan konsumen serta pelaku pemasaran seperti reseller, distributor dan investor. Tujuannya, untuk membuka peluang pasar.

Setelah Medan dan Semarang, kini Bekraf hadir di Mataram pada hari Jumat (22/3/2019) dalam acara Sosialisasi Kreatifood 2019.

Kreatifood merupakan program kerjasama antara Bekraf melalui Deputi Pemasaran dan Deputi Akses Permodalan bersama Perkumpulan FoodStartup Indonesia (FSI).

Kreatifood 2019 akan memfasilitasi 200 pelaku usaha rintisan kuliner hasil kurasi program FSI 2016-2019 yang dilaksanakan oleh Deputi Akses Permodalan.

Tidak hanya mereka yang sudah mengikuti program FSI, ajang Kreatifood 2019 juga terbuka bagi pelaku usaha kuliner non FSI yang mempunyai kapasitas produksi skala eksport.

Melalui sosialisasi ini diharapkan para pelaku usaha rintisan kuliner mengetahui dan mengikuti program Kreatifood 2019 yang akan diselenggarakan di Surabaya 5-7 Juli 2019.

Fahmy Akmal, Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf menargetkan 100 pelaku kuliner asal Mataram dapat mengikuti program Kreatifood tahun ini.

Mataram dipilih menjadi lokasi sosialisasi melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 asal Mataram, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Bali.

“Hal ini juga kami lakukan untuk menjangkau peserta wilayah Indonesia Timur,” ungkap Fahmi.

Melanjutkan kesuksesan Kreatifood 2018 lalu, Kreatifood tahun ini membuka peluang bisnis bagi para peserta. Pelaku usaha yang terpilih secara otomatis terkoneksi dengan jaringan ekosistem FSI Indonesia dan mereka berkesempatan promosi dan transaksi dengan para pengunjung.

Sedangkan bagi para pelaku pemasaran (reseller, distributor, investor)  yang mendaftar, keuntungan bagi yang bertransaksi antara 50 sampai 100 juta bisa mendapat skema insentif diskon 10 persen  berupa produk selama pameran.

Fahmy menambahkan, kehadiran masyarakat umum, pemerintah, konsumen, investor dan stakeholders terkait dalam Kreatifood 2019 dapat memperluas pasar produk kreatif Indonesia di pasar domestik hingga tercipta titik temu transaksi jual beli antara produsen dan konsumen.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat, Hanifah dan Co-founder FoodLab Indonesia, Yustinus Agung.

Kreatifood 2019 ini diharapkan dapat menjadi wadah showcase produk-produk foodstartup Indonesia. Produk-produk terpilih adalah produk berkualitas tinggi baik dari segi rasa yang disukai masyarakat banyak, packaging yang menarik, proses pembuatan yang higienis, dan standar operasi yang baku sehingga kualitas produk akan terjaga disetiap produksinya.

Menampilkan 200 booth, peserta dibagi 5 zona (zona ready to eat, zona ready to drink, zona ingredients, zona food service dan zona food innovation).

AYA (*)