Pembangunan Sirkuit MotoGP, Masih Ada Lahan Warga Belum Terselesaikan

luas yang masih belum  clear 21.5 hakter dari total 130 hektar  Namun ada di semua lintasan itu ada lahan sekitar 1.5 hektar belum bebas

MATARAM.lombokournal.com — Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan perusahaan pemerintah bergerak di bidang pengembangan pariwisata, saat ini fokus menggarap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah.

Terlebih dengan adaya perhelatan MotoGP 2021 mendatang.

Mesikipun sudah dalam pembangunan, masih ada lahan warga setempat yang belum terselesaikan.

“Masalah tanah kemarin pembicaran dengan provinsi kabupaten kita serahkan ke mekanisme yang ada saja. Ada beberapa lahan yang masih dalm proses pembebasan lahan sudah negosiasi,” jelas Dirkops ITDC Ngurah Wirawan, Kamis (28/03).

Ngurah menyatakan  tidak lama lagi akan selesaikan masalah lahan tersebut kalaupun ada riak-riak, pihaknya akan meminta bantuan dari pemerintah.

“Harapan kami cuman satu, karena ini waktunya pendek di lapangn, kami ingin kerjanya cepat dan tidak terganggu. Karena kalau waktu pembangunan terganngu, tentu lintasannya terlambat di vetifikasi oleh FIM restnya dan bisa tertunda,”Tegasnya.

Ia meminta untuk pembangunan MotoGP ini perlu dukungan kepada warga masyarakat, agar pembangunan, dapat dipercepat untuk bisa mempermudah pengerjaan lintasannya.

Ia memaparkan, luas yang masih belum  clear 21.5 hakter dari total 130 hektar  Namun ada di semua lintasan itu ada lahan sekitar 1.5 hektar belum bebas.

“Sepenuhnya kita masih petakan tapi gak terlalu banyak  kok,”. ujarnya

Saat ini pihak ITDC sedang menyiapkan  untuk homolegasinya soil test ngetes lahan untuk kepadatan batuan.

“Penyelsesain lahan sedang proses semoga tidak ada hambatan ya, karena warga juga paham situasi begini mereka ngerti, makin warga bisa membantu mendukung acara ini kita, makin cepet untuk membangunnya,” katanya.

Penyelesaian jalur MotoGP harus sebelum 2021,  jika lahan bisa rampung ITDC akan mempercepat pembangunanya. Namun jika terganggu dan terhambat, pihaknya akan kembalikan kepada pemerintah daerah. karena pekerjan fisiknya, ketersidaan lahan untuk bisa dipagari secara efektif.

“Ya warga agar bisa pahamlah situasI ini, ya kami berharap pembesanan tanah di ITDC ini menggunakan harga apresar yang umumnya di harga pasar, yang terbaiklah buat kita semu karena tugas ITDC hanya membangun,” pungkasnya

AYA




Masyarakat  Butuh Produk Hukum Yang Mudah Dipahami

Wagub harapkan,  produk – produk hukum tidak saja menjadi tulisan di kertas, namun dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd membuka Rapat Koordinasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Provinsi NTB tahun 2019, bertempat di Gedung Sangkareang Kota Mataram, Kamis (28/03) 2019.

Rapat Koordinasi ini juga akan dirangkaikan dengan Sosialisasi dua produk aplikasi online Biro Hukum Setda Provinsi NTB. Aplikasi tersebut adalah e-Pra fasilitasi dan evaluasi produk hukum kab/kota dan aplikasi e-SIKEP (Sistem Informasi Keputusan).

Wagub menyampaikan harapannya untuk bersama – sama bergerak mewujudkan kerjasama jaringan dokumentasi dan informasi hukum yang terpadu dan terintegrasi.

“Dua wadah (aplikasi) yang telah disiapkan dan sebentar lagi akan disosialisasikan kepada bapak dan Ibu merupakan sarana untuk mempercepat atau mendekatkan pelayanan dalam pembentukan produk hukum daerah,” jelas Wagub

Selain mempercepat pelayanan, dua aplikasi tersebut mengefektifkan koordinasi, pembinaan dan pengawasan.  Serta pendokumentasian guna terwujudnya produk hukum daerah yang berkualitas dan Impelementatif.

Wagub juga menyampaikan banyak sekali produk hukum yang belum di Implementasikan dengan baik. Terlihat kurang tajam dan greget.

“Saya rasa perlu kita cermati bersama kedepan, bagaimana sosialisasi dari produk hukum yang telah dikeluarkan. Sehingga masyarakat kita benar-benar melek dan paham aturan hukum yang sudah berlaku,” harapnya.

Diharapkan,  produk – produk hukum ini tidak saja menjadi tulisan di kertas, namun dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat.

Masyarakat inginkan hal yang mudah dipahami, dan ini jadi pekerjaan kita bersama agar pemahaman dapat sampai ke masyarakat, sehingga tidak menjadi sia-sia.

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTB H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH mengatakan, kegiatan ini adalah bagian dari tugas Pemerintah Provins.

“Pemerintah Provinsi  merupakan pembina dari produk hukum Kabupaten dan kota, sebagaimana diamanatkan Permendagri no 80 thn 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah,” terang nya.

Rapat Koordinasi dan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Provinsi NTB tahun 2019 ini menghadirkan narasumber dari KemenKumham dan Diskominfotik Provinsi.

Kegiatan dihadiri 85 peserta dari peserta asal seluruh bagian hukum pemerintah kab/kota dan OPD provinsi. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bq. Eva Nurcahyaningsih , M.Si

AFF/ Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB




Wagub: Data Enumerator Tentukan Langkah Pemerintah

Survey merupakan  salah satu ikhtiar dengan turun langsung ke lapangan dan mendapatkan data valid dan konkret

MATARAM.lombokjournal.com  —  Seorang enumerator haruslah memiliki kemampuan dasar bertanya dan mendengar yang baik serta mencacat secara rapih. Karena itu, pembekalan atau pelatihan perlu diikuti seseorang yang ingin jadi enumerator.

Hal ini menjadi penting, agar Survey dan data yang dihasilkan dapat menjadi salah satu acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd  mengungkapkan itu, saat membuka training sekaligus melepas Enumerator dalam rangka tracking matrix (DTM) Round III Survey kebutuhan percepatan recovery gempa NTB di Graha Bhakti Praja, Kota Mataram. Hari ini, Kamis (28/03) /2019.

Hj. Rohmi menekankan, survey merupakan  salah satu ikhtiar dengan turun langsung ke lapangan dan mendapatkan data valid dan konkret.

“Sehingga pemerintah bisa mengambil langkah-langkah ke depannya lebih objektif,” katanya di hadapan 400an peserta yang hadir.

Wagub juga mengingatkan, banyak hikmah di balik musibah gempa ini.

“Kita berada di daerah ring of fire namun di sisi lain daerah kita sangat subur. Ini adalah tentang bagaimana kita bisa berdamai dengan daerah rawan gempa, musibah kemarin memang banyak hikmahnya. Setelah gempa, kita kini paham untuk membangun bangunan, kita harus mengutamakan strukturnya. Bukan saja tampilan fisiknya,” terang Wagub.

Ummi Rohmi juga mengajak menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menghadapi bencana, masyarakat harus siap. Begitu juga dengan lingkungan, harus kita perhatikan. Lingkungan ini adalah kebutuhan kita, bukan kewajiban.

“Bagaimana kita jaga lingkungan kita tetap hijau, pengelolaan sampah kita lakukan dengan baik. NTB harus bersih, dan hijau. NTB harus indah, aman dan lestari,” tegasnya

Ummi Rohmi menyempatkan untuk menyinggung program NTB Zero Waste.

“NTB zero waste, adalah NTB bersih. Dengan NTB zero waste kita akan merubah persepsi, bahwa sampah bukanlah musibah, namun sumber daya dan berkah. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.

AFF/ Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB

 




Papuk Irah Mengaku Tidak Dibayar 500 Ribu Oleh Tim Prabowo, Semua Itu Bohong

Papuk Irah yang sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung adalah seorang nenek tua yang hidup sebatang kara

lombokjournal.com —

MATARAM  ;      Papuk Irah  panggilan akrabnya Sumirah, asal Kampung Telaga Mas, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Mataram, seorang nenek tua sebatang kara yang diajak Prabowo naik panggung kampanye di lapangan Karang Pule.

Kemudian muncul video viral di Medsos, yang seolah-olah Papuk Irah telah menerima uang 500 ribu dari Tim Prabowo.

Atas menyebarnya video Papuk Irah yang sempat viral tersebut, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono atau yang akrab disapa HBK dan istri tercintanya yaitu Hj. Dian Bambang melakukan silaturahmi dan tatap muka ke tempat kos Papuk Irah, Rabu sore (27/03).

“Demi Alloh, saya tidak terima uang 500 ribu atau dibayar untuk naik panggung sama Prabowo,” ujar Papuk Irah di hadapan HBK dan Hj. Dian Bambang.

Menurut Papuk Irah, dirinya menghadiri kampanye terbuka Prabowo di Karang Pule itu atas kemauannya sendiri karena dari dulu ingin bisa melihat Prabowo.

“Saya sempat dilarang menghadiri kampanye Prabowo tersebut sama Ibu Kaling, tapi saya nekat datang sampai di depan panggung karena ingin lihat Prabowo langsung,” katanya.

Papuk Irah yang sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung adalah seorang nenek tua yang hidup sebatang kara. Papuk Irah mengaku untuk tempat tinggal, dia harus membayar sewa/kos 500 ribu sebulan.

Menanggapi hal tersebut, HBK yang juga adalah Caleg DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok dengan Nomor Urut-1 ini, dihadapan Papuk Irah dan puluhan warga di lingkungan Papuk Irah tinggal nengatakan, kita akan hadapi dan atasi Hoax atau berita bohong ini dengan cara2 yang damai, sejuk dan bermartabat.

Kita tidak akan terprovokasi, kemudian menyerang balik dengan cara-cara yang sama, karena kita yakin dan percaya bahwa kebenaran itu tidak akan pernah tertukar.

Lebih jauh HBK memberikan pesan khusus kepada para pengurus, kader, simpatisan, Caleg-Caleg  Partai Gerindra NTB serta Relawan2 02, bahwa peristiwa kampanye terbuka Prabowo Subianto di Karang Pule, Sekarbela telah menampilkan miniatur peristiwa 212 Jakarta di Kota Mataram.

“Masyarakat datang berbondong-bondong ke tempat kampanye akbar Bapak Prabowo Subianto dengan penuh kesadaran dan keikhlasan untuk meneriakan suara perubahan. Tidak ada rekayasa politik maupun bayar-bayaran, mereka datang murni didorong oleh rasa kesadaran bahwa Negara ini memang butuh perubahan,” tukas HBK.

Haji Bambang Kristiono (HBK)  berharap, kita semua tidak memanipulasi ketulusan dan keikhlasan hati nurani seseorang, sebagai berita hoax.

“Sebagai Panglima Perang Prabowo,  saya akan hadapi dan atasi berita-berita Hoak tersebut dengan cara-cara yang damai, sejuk dan bermartabat. Kita tidak akan pernah terpancing apalagi terprovokasi dengan berita-berita murahan seperti ini,” tegasnya.

Me




SMKPP Negeri Diharapkan Bangkitkan Animo Generasi Muda Geluti Pertanian

Dengan keberadaan gedung penunjang fasilitas pembelajaran saat ini, diharapkan dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam peningkatan produktivitas dan kreativitas SDM di SMKPP

. Hj. Sitti Rohmi Djalilah

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan tiga Gedung penunjang belajar, dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan kreativitas siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pendidikan Pertanian (SMKPP) Mataram.

Ketiga gedung itu adalah Gedung Technopark “Dewi Sri”,  Gedung Asrama Siswa “Oryza Sativa” SMKPP Negeri dan Gedung Asrama “Gili Nanggu” Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. Rabu, (27/3).

Dikatakan Wagub, sektor pertanian merupakan salah satu andalan Provinsi NTB, dan dari waktu ke waktu tidak bisa bergeser, karena hal ini infeknya besar bagi pertumbuhan ekonomi di NTB.

Menurutnyai, yang perlu menjadi perhatian bersama saat ini adalah turunnya animo anak-anak muda di NTB untuk belajar dan menggeluti bidang pertanian.

Penyebabnya, karena pertanian masih dianggap sebagai profesi yang tidak menjanjikan.

“Padahal kalau kita Serius dalam pertanian tidak ada kata rugi, kalau kita paham dan mengerti teknologi pertanian tersebut, maka pertanian lebih menjanjikan dari profesi lainnya”, ujarnya.

SMKPP Negeri Mataram dengan fasilitas penunjang yang ada, diharapkan menjadi salah satu sarana untuk membangkitkan kembali animo generasi muda di NTB dalam menggeluti sektor pertanian.

“Animo anak muda NTB menggeluti bidang pertanian harus ditingkatkan. Tidak boleh setengah-setengah dalam pertanian, dan perlu menjadi pertanyaan kenapa animo anak muda NTB dalam pertanian turun”, tandasnya.

Oleh karena itu, perlu pembenahan terhadap sistem pembelajaran, dan sistem belajar juga harus sesuai dengan kemajuan dan perkembangan teknologi di era 4.0 saat ini. Khususnya kemajuan teknologi Ponsel, harus bisa dimanfaatkan sebagai sarana menunjang pembelajaran melalui informasi teknologi yang ada.

Wagub juga mengingatkan agar managemen SMKPP juga harus terus dibenahi. Ia berharap apa yang menjadi kekukarangan harus terus dikorek dan dibenahi.

Dengan keberadaan gedung penunjang fasilitas pembelajaran saat ini, diharapkan mampu dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam peningkatan produktivitas dan kreativitas SDM di SMKPP di masa depan.

“Fasilitas ini mari kita manfaat sebaik-baiknya, khususnya management dan lingkungan harus ditata dengan baik dan asri”, imbuhnya.

Sebelumnya Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB husnul Fauzi dalam laporannya mengatakan, SMKPP sebagai salah satu UPTD di bawah Dibawah dinas pwetanian dan peekenunan memiliki 728 siswa, dengan 8 kopentensi keahlian.

Ia juga berharap dengan adanya Tiga gedung yang diresmikan, dengan anggrana DAK sebesar 5,1 M itu, akan mampu menunjang proses pembelajaran di Sekolah pertanian tersebut.

Di hadapan Wagub ia mengatakan, saat ini SMKPP membutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang berkomoetensi. Hal itu untuk menyiapkan lulusan-lulusan yang kompeten dan siap kerja.

“Dengan keberadaan gedung asrama ini diharapkan mampu menampung siswa SMKPP sesuai target yakni 20 persen, dimana saat ini hanya mampu menampung 180 siswa saja,” ujarnya.

AYA/Hms NTB




Pemprov NTB  Siapkan Sumber  Daya Manusia  Qualified Sambut MOTOGP 2021

Tidak hanya bersaing di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya

LOTENG.lombokjournal.com — Selain memantapkan infrastruktur fisik, seperti sirkuit balapan, jalan bypass dari bandara menuju Mandalika dan perpanjangan runway BIL, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang qualified untuk menyambut MOTOGP 2021.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H.  Zulkieflimansyah saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC), di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu (27/03) 2019.

Tampak hadir Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan sejumlah Kepala OPD yang sempat bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta  hari Selasa.

Selain itu juga hadir, Ketua PKK NTB, Hj.  Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., Sekda NTB,  Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D dan Anggota FKPD.

Rakor juga memastikan pembangunan infrastruktur yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, berjalan lancar.

Termasuk membahas dan mematangkan SDM masyarakat NTB yang akan terlibat pada perhelatan motor race terbesar di dunia itu.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu menegaskan, SDM anak-anak NTB harus disiapkan dengan baik, untuk diberikan pendidikan, pelatihan dan keterampilan yang memadai.

“Dinas kita harus menyiapkan skill dan kemampuan anak-anak kita. Sehingga, ketika dites, beberapa bulan sebelum MotoGP,  kita lebih dari siap,” ungkap Doktor Zul.

Dikatakan Gubernur Zul, SDM penting untuk disiapkan.  Sebab, pada gelaran MotoGP itu dibutuhkan labih dari seribu pekerja yang akan terlibat.

Bahkan untuk menjaga lintasan sirkuit saja,  dibutuhkan 900 orang  penjaga. Belum yang lain, seperti tenaga kerja yang butuhkan untuk membangun infrastruktur jalan, sirkuit,  rumah sakit dan  hotel yang mencapai ribuan orang.

Gubernur  Zul minta Kepala OPD terkait untuk segara mengidentifikasi SDM dengan qualilifikasi seperti apa, yang dibutuhkan oleh MotoGP tersebut.

Gubernur juga minta Kepala OPD lingkup Pemprov NTB untuk ikut terlibat demi kesuksesan dan kelancaran event tersebut.

Misalnya, Dinas PU memastikan pembangunan jalan Bypass dari BIL menuju KEK Mandalika berjalan lancar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar memastikan lahan di kawasan tersebut tetap hijau saat MotoGP berlangsung.

“Kenapa OPD ini harus hadir,  karena MotoGP ini menjadi magnet yang luar biasa. Sehingga,  jangan sampai kita menjadi pasif, sambil menunggu 2021 datang. Kita harus memastikan bahwa ITDC tidak bekerja sendiri,” imbuh Gubernur.

Direktur Utama PT ITDC menjelaskan,  ditunjukkan Mandalika sebagai venue MotoGP 2021 menjadi nilai tersendiri bagi NTB. Dengan adanya event ini, maka banyak hal yang diperoleh masyarakat sebagAi dampak positifnya.

Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan itu.  Sebab kesempatan itu tidak datang dua kali.

Apalagi, menjadi tuan rumah event sebasar itu tidak mudah. Bahkan, Indonesia harus bersaing dengan negara negara lain untuk bisa menjadi tuan rumah.

Tidak hanya, bersaing di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya.

“Kami sadar,  keberhasilan KEK Mandalika, tidak terlepas dari support pemerintah kabupaten,  terutama pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

AYA/Hms NTB

 




Wagub Buka Seminar Pengelolaan  Sampah

Suatu hal yang tidak mungkin, jika kita memperkenalkan dan mempersilahkan wisatawan untuk datang, namun di sisi lain masyarakat tidak memiliki tanggungjawab menjaga lingkungan

 

Hj. Sitti Rohmi Djalillah

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd membuka Seminar Nasional dan Lokakarya Sirkulasi Ekonomi Pengelolaan Sampah, Rabu (27/03).

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah ke laut nomor 2 terbesar setelah China. Semua orang menghasilkan sampah tiap harinya, bahkan tiap jam.

Sampah plastik di laut indonesia sekitar 57 persen dan 80persen berasal dari daratan. Hal tersebut menyebabkan kematian satwa laut karena memakan sampah plastik.

Menurut Ummi Rohmi, kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di negara ini belum sesuai harapan. Seminar ini pengelolaan sampah sangat penting untuk masa depan Nusa Tenggara Barat.

Menjaga lingkungan untuk mewariskan alam pada generasi di masa yang akan datang.

“Ini lah yang paling berharga, seperti apa perlakuan kita saat ini. Itulah yang akan diterima oleh generasi di masa yang akan dating,” tuturnya.

NTB merupakan daerah yang menjual keindahan alamnya. Berbicara keindahan, berhubungan erat dengan kelestarian dan lingkungan.

Suatu hal yang tidak mungkin, jika kita memperkenalkan dan mempersilahkan wisatawan untuk datang, namun di sisi lain masyarakat tidak memiliki tanggungjawab menjaga lingkungan.

“Mari kita pikirkan bersama, mari kita cross check pada diri kita masing-masing,” jelas Ummi Rohmi.

Dalam sambutannya, Ummi Rohmi menjelaskan ikan dan garam terkontaminasi mikroplastik. Garam yang merupakan salah satu bahan yang sering kita konsumsi mengandung 90 persen mikroplastik.

“Kita makan ikan dan garam yang mengandung mikroplastik, itu semua karena kesalahan kita semua. Karena pandangan kita terhadap sampah yang salah,” ujarnya.

Ummi Rohmi mengajak mengubah mindset dan cara berpikir masyarakat untuk memandang sampah.

Sampah bukan menjadi masalah dan musibah, tetapi bagaimana kita memandang sampah sebagai sumber daya. Jika dikelola dengan baik, sampah akan membawa manfaat.

“Mari bersama-sama dengan stakeholder terkait, dengan LSM, dan semua masyarakat yang peduli dengan masalah ini,” tuturnya.

Ummi Rohmi berharap, agar memiliki lebih banyak Bank Sampah di desa dan keluarahan, masyarakat teredukasi untuk memilah sampah.

Industri dan perusahaan di NTB pun wajib mengikuti rencana Pemerintah untuk lingkungan ini.

“Jika Bank Sampah ini sudah tersedia di desa-desa dan kelurahan kita, maka tugas dan tanggungjawab pemerintah adalah mendorong dan menjaga sistem jangan sampai tersumbat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, BScF, MSi menjelaskan, tujuan dari seminar ini adalah memberikan gambaran umum tentang program NTB Zero Waste.

Menyinkronkan Program NTB Zero Waste antara Pemprov dan Pemkab, Pemkot dan  seluruh stakeholder lain di NTB, dan perencanaan langkah-langkah teknis untuk pencapaian Program NTB Zero Waste.

“Ini merupakan teknologi baru yang kelak kita lakukan pada program Zero Waste ini,” tuturnya.

AYA/Hms NTB

 




Bandara Internasional Lombok Berbenah Sambut Balapan MotoGP  2021

Dari sisi terminal, manajemen BIL juga akan melakukan perluasan terminal. Saat ini luas terminal hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun

MATARAM.lombokjournal.com  — Bandara Internasional Lombok (BIL), sebagai gerbang pertama memasuki Lombok, menyambut baik   penyelenggaraan balapan MotoGP  di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika tahun 2021 mendatang .

General Manager  BIL Nugroho Jati mengatakan, akan melakukan  pembenahan , mulai dari perpanjangan landasan(Runway) pacu hingga perluasan terminal bandara.

“Untuk rencana perpanjangan landasan saat ini masih dalam tahap perencanaan di Jakarta, kantor pusat kami. Kami belum dapat update terkait itu, tapi yang jelas sudah dalam proses kajian,” ujarnya

Jati menyatakan , landasan pacu bandara yang saat ini hanya sepanjang 2.750 meter akan ditambah menjadi 3.330 meter,  agar bisa mengakomodir pesawat berbadan besar.

Selain perpanjangan landasan pacu, manajemen BIL juga akan melakukan pengerasan landasan pacu.

“Untuk pola pembiayaannya seperti apa, kami belum tahu karena semua perencanaan ada di Jakarta,” ujarnya.

Jati menyampaikan pembenahan sejumlah sarana dan prasarana di BIL sedang dalam tahap pembicaraan antarpemangku kepentingan dalam kesiapan menyambut MotoGP.

“Kita masih menunggu pertemuan selanjutnya, sebenarnya frekuensinya nanti akan seperti apa berdasarkan yang sudah pengalaman dalam MotoGP,” katanya.

Dari sisi terminal, , manajemen BIL juga akan melakukan perluasan terminal. Saat ini, kata dia, luas terminal hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun.

“Tahun ini akan dilakukan pengerjaan perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi atau 100 persen perluasan terminal dengan sasaran mampu menampung 7 juta penumpang per tahun,”  jelas Nugrohoo

Dari sisi parkir pesawat, kata Jati, BIL saat ini mampu menampung 18 pesawat parkir dalam satu jam pada waktu yang bersamaan. Kata dia, operasional pergerakan pesawat dalam satu jam tidak selalu 18 pesawat yang parkir lantaran ada yang datang dan berangkat.

“Kita sangat mendukung dan sedang memperhitungkan kebutuhannya apa saja, termasuk kunci utama adalah bagaima efek domino kegiatan ekonomi di Lombok bisa terwujud, itu yang perlu kita persiapkan,” kata Nugroho.

AYA

 




Gempa Salah Satu Penyebab Turunnya Jumlah Penumpang Pesawat

Data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang,  seharusnya jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018

MATARAM.lombokjournal.com  — Dampak bencana gempa yang melanda Lombok tahun lalu, diperkirakan salah sebab penurunan jumlah penumpang pesawat  melalui Bandara Internasional Lombok (BIL).

General Manager (GM) Bandara Internasional Lombok (BIL) Nugroho Jati mengatakan, bencana gempa bisa menjadi salah satu sebab terjadinya  penurunan pergerakan dan penumpang pesawat di BIL pada 2019. Selain gempa, persoalan harga tiket pesawat juga jadi faktor pemicu penurunan itu.

“Penurunannya kurang lebih 40 persen dari statistik pergerakan pesawat maupun penumpang sepanjang 2019,” ujar Nugroho Jati saat jumpa dengan media Rabu (27/03).

“Dampak bencana secara psikis belum pulih tapi harus kita bawa pada keyakinan bahwa Lombok aman untuk dikunjungi,”terangnya

Ia menyebutkan, penurunan pergerakan dan penumpang pesawat tentu berimplikasi pada hal-hal lain, baik dari sisi pemasukan bandara dan juga perekonomian warga.

Jati menyebutkan, data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang. Seharusnya, jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018.

“2018 mestinya lebih dari 3 juta penumpang, tapi karena ada gempa langsung ada penurunan drastis menjadi hanya 1,8 juta penumpang,”katanya

Jati berharap, jumlah penumpang di BIL pada 2019 dapat meningkat hingga 4 juta penumpang.

“Kita  tetap kolaborasi dengan pemda, baik Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah untuk pemulihan sektor pariwisata Lombok,” katanya.

AYA




Siapkan MotoGP 2021, Gubernur Temui Menteri PUPR

Gubernur bersama rombongan diterima Menteri PUPR lalu membahas berbagai perencanaan dan pembangunan infrastruktur pendukung MotoGP 2021

Gubernur Zul dan MenteriBasuki Hadimuljono

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Menindaklanjuti dan mengawal janji pemerintah pusat yang akan membangun infrastruktur dalam mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalika 2021. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, beserta jajaran menjemput bola ke Jakarta.

Gubernur Zul bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa (26/03) 2019.

Ingin dIpastikan, agar percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung pelaksanaan MotoGP 2021 bisa segera dieksekusi sebagaimana janji Presiden beberapa waktu lalu saat kunker di NTB.

Empat infrastruktur yang akan segera dibangun sesuai perintah Presiden Jokowi adalah pembangunan rumah sakit Internasional di Lombok Tengah, rehab dan penyempurnaan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat, perpanjangan runway Lombok International Airport (LIA) dan pembangunan akses jalan nasional dari LIA ke Mandalika.

Gubernur bersama rombongan diterima Menteri PUPR lalu membahas berbagai perencanaan dan pembangunan infrastruktur pendukung MotoGP 2021.

Seluruh Infrastruktur tersebut seluruhnya direncanakan masuk dalam penganggaran APBN. Infrastruktur dimaksud antara lain, infrastruktur bidang sumber daya air, bina marga, cipta karya serta bidang perumahan dan kawasan permukiman.

Fajar/Biro Humas dan Protokol Prov NTB