Unram dan PT. Angkasa Pura I Jalin MoU Penyelenggaraan Konsentrasi Kebandarudaraan

Konsentrasi Kebandarudaraan ini sangat penting dalam rangka mempersiapkan SDM yang mumpuni di bidang kebandaraan yang sangat dibutuhkan di era saat ini

MATARAM.lombokjournal.com —   Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni SH., M.Hum menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Direktur PT. Angkasa Pura I (Persero), di Ruang Sidang Rektor, Rabu (19/06) 2019.

Dalan penandatanganan  Penyelenggaraan Program Diploma III Pariwisata Konsentrasi Kebandarudaraan, PT Angkasa Pura  diwakili oleh General Manager Bandara Internasional Lombok, Nugroho Jati.

Melalui kerja sama ini, PT. Angkasa Pura I (Persero) nantinya akan memberikan beasiswa kepada lulusan SMA/SMK berprestasi yang berada di wilayah kerja PT. Angkasa Pura I (Persero), untuk dididik menjadi calon-calon tenaga kerja yang profesional di bidang kebandarudaraan.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Husni dalam sambutannya mengatakan, konsentrasi Kebandarudaraan ini sangat penting dalam rangka mempersiapkan SDM yang mumpuni di bidang kebandaraan yang sangat dibutuhkan di era saat ini.

Bandara memegang peranan yang sangat vital dalam rangka menunjang sektor perekonomian, pemerataan pembangunan, akselerasi pembangunan nasional dan daerah, serta mempersatukan kedaulatan wilayah NKRI.

“Konsentrasi kebandarudaraan ini, berada di bawah Diploma III Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang telah ada saat ini di Unram dan penerimaan mahasiswa konsentrasi kebandarudaraan ini akan mulai pada tahun ini,” terang Prof. Husni.

Ia berharap kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan, karena tersedianya SDM yang mumpuni di bidang kebandarudaraan sangat diperlukan untuk menunjang operasional bandara. Khususnya Indonesia Tengah dan Timur, mulai dari Bandar Udara Internasional Adisutjipto di Yogyakarta sampai Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak, Papua.

Sumber daya dan kurikulum yang akan diterapkan dalam penyelenggaraan konsentrasi kebandarudaraan ini nantinya akan ditetapkan secara bersama-sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan PT. Angkasa Pura I (Persero).

Nugroho Jati saat mewakili Direktur PT. Angkasa Pura I (Persero) menyampaikan sambutan berharap melalui pendidikan yang ditempuh, nantinya penerima beasiswa dapat memiliki kompetensi yang memadai. Baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan sikap/attitude dalam bidang pelayanan, komunikasi, bahasa inggris, dan dalam bidang kebandarudaraan, sehingga nantinya siap bekerja sebagai personil operasional di bandara.

“Seluruh kompetensi tersebut akan dikemas dalam mata kuliah yang diberikan pada Program Diploma III Pariwisata dengan konsentrasi kebandarudaraan yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Unram,” katanya.

Nugroho Jati juga mengungkapkan bahwa PT. Angkasa Pura I (Persero) memilih Unram sebagai tempat pelaksanaan pendidikan bagi peserta penerima beasiswa karena Unram merupakan salah satu universitas di Indonesia yang telah memiliki pengalaman yang sangat panjang, dalam mendidik mahasiswa agar memiliki kompetensi memadai yang dibutuhkan di dunia kerja.

Di samping itu, lokasi Unram yang berada di wilayah kerja PT. Angkasa Pura I (Persero), yaitu Bandara Internasional Lombok dan Eks Bandara Selaparang dipandang dapat memudahkan dalam melakukan koordinasi dan komunikasi dalam pelaksanaannya.

AYA




Partai NasDem NTB  Mungkin Saja Dukung Calon Independen

Ini tentu bentuk anomali politik yang tidak biasa, sulit dilogikakan dalam konteks politik

lombokjournal —

MATARAM  ;   Isu pilkada serentak 2020 sudah mulai menghangat.  Figur figur bakal calon sudah mulai menjajakan diri, baik yang akan maju melalui jalur parpol maupun jalur independen.

Menarik untuk disimak, di Kota Mataram misalnya, Makmur said salah satu figur yang digadang digadang sudah mulai melakukan safari politik untuk maju menjadi calon independen menghadapi petahana.

Sekretaris Bappilu Partai NasDem NTB, Arif Maladi mengatakan, adanya figur independen adalah sebuah keniscayaan dalam pilkada dan NasDem NTB terus memantau konstelasi politik yang berkembang.

Di 2015 lalu secara Nasional NasDem mengusung 5 calon Kepala Daerah dari jalur independen.

Tidak tertutup kemungkinan pada Pilkada serentak 2020 akan ada calon-calon independen yang didukung Partai NasDem dengan syarat,

“NasDem tidak bisa mengusung sendiri calon Kepala Daerahnya, atau ada calon-calon potensial yang enggan digandeng oleh partai politik,” ungkapnya.

Arif menambahkan, dukungan tersebut didasarkan atas beberapa hal, antara lain berdasarkan rekam jejak, moralitas dan kompetensi para calon yang didukung oleh hasil survey yang baik.

Jadi NasDem punya tolok ukur yang efektif. Kalaupun nanti mendukung calon independen NasDem menjamin mesin partai akan digerakkan secara maksimal untuk kepentingan pemenangan walaupun dukungan kita hanya political letter.

“Kita pantau terus, tapi secara politik kami tidak ada masalah jika ada calon independen. Dan kita sangat terbuka untuk itu,” katanya.

Jika benar Nasdem berani dukung independen ini patut diapresiasi dan di atensi . Baru terjadi dalam sejarah perpolitikan pilkada ada parpol yg bersedia dukung independen .

Ini tentu bentuk anomali politik yang tidak biasa, sulit dilogikakan dalam konteks politik.

Secara politik apa yg dilakukan Nasdem tentu menyalahi fatsun parpol itu sendiri.

Agak Aneh jika Partai Nasdem mau dukung independen karena secara politik justru tidak bagus buat performance partai Nasdem sendiri .

Terkesan Nasdem kalah dalam posisi tawar . Lemah dalam membangun kebesaran partai .

Tapi sebagai wacana, no problem. Bagus untuk pencerahan dan test the water . Tapi jika diimplementasi kan dalam tindakan politik yang nyata, impossible Nasdem mau mengorbankan Marwah politiknya dengan mengendors calon independen .

“Tidak masuk dalam logika politik yang waras, jika parpol mau menurunkan bobot posisi tawarnya dengan cara yang tidak elok ,” kata Dir Mi6 Bambang Mei F .

Dalam konteks pendidikan politik , ini juga tidak memberikan pencerahan politik yang benar terhadap kader dan simpatisan partai Nasdem yang telah terlibat membesarkan partai lewat berbagai momentum dan kompetisi politik .

Me

 




Mi6 : Pilkada 2020 Adu Kuat Pertarungan Gengsi dan Marwah, Parpol versus Independen

Berhembusnya angin perubaan ( April Spring )  dalam pileg 2019 ini  menjadi salah satu alasan dengan  tampilnya figur baru calon Kepala Daerah

lombokjournal.com —

MATARAM  —  Meskipun tahapan gelaran Pilkada serentak  2020 baru dimulai September 2019, tapi aroma kompetisinya sudah terasa getarannya.

Sejumlah wajah baru calon kepala daerah  mulai tebar pesona sekaligus melakukan psywar politik .

Sebagai pendatang baru, mereka digadang-gadang punya kans kuat menaklukan power politik  petahana.

Hal ini tentu terkait  kemampuan resources para figur baru  tersebut diprediksi memperoleh dukungan nyata, baik yg maju lewat jalur  parpol maupun independen

Mi6 memandang Pilkada Serentak 2020 merupakan  adu kuat pertarungan gengsi dan Marwah Parpol dan Independen  diarena kompetisi Pilkada .

Demikian Release Media Mi6 yang disampai ke media , Selasa ( 18/6 ) .

Menurut Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH , konstelasi  perolehan suara  Pileg 2019 setidaknya menjadi trigger dengan munculnya figur baru calon kepala daerah.

Sebagaimana diketahui, hasil pemilihan legislatif di NTB untuk DPRD Propinsi NTB dari 55 anggota DPRD NTB periode 2014 – 2019 hanya menyisakan 14 incumben, sisanya 41 pendatang baru.

Demikian pula hasil akhir rekapitulasi suara  DPR RI dapil Lombok menyisakan empat incumben serta empat  pendatang baru.

Sementara perolehan suara   DPR RI dapil Sumbawa  menyisakan satu incumben, dua muka baru. Sedangkan untuk kuota empat  anggota  DPD RI yang terpilih semuanya   pendatang baru.

“Bahkan caleg pendatang baru dari Partai  Gerindra , Haji Bambang Kristiono menempati rangking 1dan Partai Gerindra nyaris memperoleh dua kursi di dapil Lombok,” bebernya

Didu mengatakan,  berhembusnya angin perubahan ( April Spring )  dalam pileg 2019 ini  menjadi salah satu alasan dengan  tampilnya figur baru calon Kepala Daerah.

Bahkan ada  keyakinan  bahwa posisi politik dan power  petahana tidak lagi  istimewa dan superior.

“Jika di era Pilkada sebelumnya ada  hegemoni pikiran ( baca : persepsi )  yang ditanamkan tentang kedigdayaan  petahana yang menimbulkan phobia . Justru saat ini dimata figur baru  menjadi spirit untuk  best of the best,” tandas Didu .

Mi6 menilai munculnya the rising star  calon kepala daerah yang baru akan membuat fragmentasi dukungan  loyalis votters yang justru  menambah daya pesona pilkada serentak 2020  karena kekuatan kandidat tersebar merata dan memiliki probabilitas  menang yang sama,” tambah Dir Mi6 yang juga Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB 1999 s.d 2002 .

Rivalitas Parpol vs Independen

Direktur Mi6 mengatakan, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi  rivalitas pertarungan power politik antara kekuatan Parpol melawan independen.

Bagi Parpol , Pilkada 2020 merupakan merupakan momentum politik yang harus dimenangkan sebagai upaya persiapan perebutan kursi Gubernur NTB 2023.

“Jika calon parpol memenangkan semua pilkada 2020 , maka Pilgub 2023 menjadi ringan karena infrastruktur politik  di kabupaten/kota dikuasai ,” tandasnya .

Lanjut Didu, munculnya  calon independen harus dipahami dalam konteks sebagai  anti tesa atas dominasi parpol dalam setiap kontestasi demokrasi.

Selain itu  dalam pentas  pilkada 2020,  parpol diprediksi akan mengusung kadernya sendiri untuk memastikan loyalitas ideologinya terhadap parpol yang mengusungnya jika kelak terpilih sebagai Kepala Daerah.

“Disini calon kepala daerah yang tidak diendors parpol akan banyak maju dan menggantungkan harapannya lewat jalur  independen agar bisa terlibat kompetisi,” pungkasnya .

Me

 




Pencanangan Gerakan Membaca, Gubernur Zul; Perpustakaan Akan Berevolusi Jadi Smartphone

Gerakan cinta membaca ini penting untuk dilakukan, mengingat masih rendahnya minat baca masyarakat serta semakin menurunnya kecintaan masyarakat terhadap buku

MATARAM.lombokjournal.om – Hari ini, Selasa (18/06) 2019, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mencanangkan Gerakan Cinta Membaca di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB.

Ke depan, Gerakan Cinta Membaca dipastikan akan menggeliat di berbagai perpustakaan, sekolah atau taman baca yang ada di NTB.  Termasuk perpustakaan yang berada di setiap desa dan kelurahan.

Pada pencanangan Itu, Gubernur Zul menyampaikan, perpusatakaan di masa yang akan datang akan berbeda dengan saat ini.

Cara pandang dan kebutuhan terhadap perpustakaan akan beda. Apalagi dengan perkembangan teknologi, memungkinkan perpustakaan tidak lagi terpaku pada ruangan dan jumlah karyawan yang banyak.

Namun akan berevolusi menjadi sebuah benda yang bernama smartphone, yang memungkinkan seseorang dapat mengakses seluruh perpustakaan di bebagai belahan dunia, kapan saja dan dimana pun seseorang berada.

“Saya membayangkan Perpsutakaan di NTB itu ukuran 2×3 di seluruh desa dan diisi oleh orang hebat yang bisa mengakses seluruh perpustakaan di dunia,” ungkap Gubernur yang pernah mengunjungi perpustakaan terlengkap di Amerika itu.

Pada acara yang mengangkat tema “Gerakan Cinta Membaca dan Peningkatan Literasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Untuk Membangun NTB yang Gemilang”, Gubernur Zul menekankan pentingnya membaca untuk menghadapi masa depan.

“Dengan buku kita bisa berselancar dan bertemu dengan siapa saja yang kita inginkan. Dengan buku kita bisa bercerita tentang akhirat dan mengunjungi masa depan. Dengan buku, kita bisa bertemu dengan jagoan-jagoan yang bisa menaklukkan dunia,” Jelas Doktor Zul.

Doktor Zul berharap perpustakaan di NTB ini dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi yang ad.

Sebab, kebutuhan big data, termasuk big data tentang perpustakaan, akan semakin tinggi dan canggih.

Handphone, dengan big data, sekali orang punya mengakses pada handphone, dia tau emosi orang itu dengan apa yang sering dia baca. Dengan analisa big data, semua bisa disederhanakan, dibaca oleh smartphone itu,” jelasnya.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Perpustakaan Nasional, Deny Kurniadi, M. Hum menjelaskan, peningkatan minat baca bagi masyarakat, terutama anak-anak sangat dipengaruhi oleh orang tua, keluarga dan lingkungan.

Apa yang dilakukan oleh orang tua terhadap buku, akan berpengaruh pada cara pandang anak pada buku dan minat baca.

Di Indonesia katanya, budaya bertutur masih tinggi dibanding dengan budya membaca.

Hal ini terlihat dengan sering masyarakat bercerita atau bertutur di berabagai tempat, seperti warung makan, kedai kopi serta tempat tempat lain yang menjadi lokasi berkumpulnya masyarakat.

“Semoga gerakan cinta membaca di NTB ini menjaid inspirasi untuk meningkatkan minat baca di seluruh Indonesia,” harapnya

Kepala DPKP NTB, Dr. Manggaukang menjelaskan, gerakan cinta membaca ini penting untuk dilakukan. Mengingat,  masih rendahnya minat baca masyarakat serta semakin menurunnya kecintaan masyarakat terhadap buku.

Untuk rangkaian kegiatan ini, pihaknya telah menggelar sejumlah lomba

Di antaranya, lomba perpustakaan umum desa dan kelurahan, lomba perpustakaan sekolah, lomba menulis, lomba mendongeng dengan bahasa daerah, lomba bercerita dan lomba mewarnai.

Saat itu, Gubernur juga menyerahkan hadiah untuk para peserta lomba yang berhasil menjadi juara.

iwo/Hms NTB




Wagub Hj Rohmi Ikuti Sidang Program Biosfer Di Prancis

Salah satu hasil dari agenda hari pertama dari pertemuan ini adalah ditunjuknya Provinsi NTB sebagai tuan rumah untuk agenda 13rd South East Biosphere Reserve Network

lombokjournal.com —

PRANCIS   ;   Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah M.Pd menjadi salah satu dari lima pimpinan delegasi yang mewakili Indonesia dalam agenda sidang hari pertama The 31st Session of the Man and the Biosphere Programme International Coordinating Council di Perancis, Senin (17/06) 2019.

Wagub didamping Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM.

Selain Wagub NTB, empat delegasi lain yang hadir adalah Direktur Jenderal Konservasi Alam Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian LHK, Ir. Wiratno, MSc, Ambassador of Permanent Delegation of the Republic of Indonesia to UNESCO, H. E. Mr Surya Rosa Putra, Direktur Eksekutif Indonesian MAB Programme National Committee, LIPI, Prof. Dr. Ir. Y. Purwanto, DEA dan Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.

Salah satu hasil dari agenda hari pertama dari pertemuan ini adalah ditunjuknya Provinsi NTB sebagai tuan rumah untuk agenda 13rd South East Biosphere Reserve Network.

NTB saat ini memiliki 2 cagar biosfer yaitu Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan Kawasan Samota di Pulau Sumbawa.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, Najamuddin mengatakan ,  2 cagar ini dianggap penting karena menjadi laboratorium untuk pembangunan berkelanjutan dengan memberdayakan komunitas lokal, untuk menghadapi tantangan global.

“Catatan tersebut juga relevan untuk NTB yang saat ini sudah resmi memiliki dua cagar biosfer. Tentu saja kita berharap bahwa dua cagar biosfer ini bisa memberikan dukungan bagi NTB untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals,” tambah Najamuddin.

Najamuddin menambahkan, pada pertemuan tersebut juga disebutkan tiga karakteristik utama dari cagar biosfer.

Salah satunya adalah, mencapai tiga fungsi yang saling berkaitan, yaitu fungsi konservasi, fungsi pembangunan dan pemasok kebutuhan pokok.

Cagar biosfer juga dicirikan dengan adanya upaya untuk melampaui zona konservasi tradisional yang biasanya hanya bersifat terbatas. Upaya ini dibangun melalui skema zonasi yang diselaraskan.

Menggabungkan area inti yang dilindungi dengan zona di mana pembangunan berkelanjutan dipupuk oleh penduduk lokal dan perusahaan dengan sistem tata kelola yang sering sangat inovatif dan partisipatif.

“Cagar biosfer juga akan melibatkan pendekatan melalui para pemangku kepentingan yang beragam, dengan penekanan pada keterlibatan komunitas lokal dalam tata kelolanya,” tambah Najamuddin.

Saat ini, ujarnya, terdapat 686 cagar biosfer di 122 negara di seluruh dunia.

Mengutip hasil pertemuan itu, Najamuddin mengatakan, Cagar biosfer adalah perangkat untuk mencegah ancaman berkurang atau punahnya spesies-spesies yang menjadi khazanah kekayaan bumi.

Najamuddin  berpendapat, kesimpulan-kesimpulan dan catatan-catatan dalam pertemuan ini, sangat selaras dengan visi-misi dan program-program pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

“Insya Allah ini menjadi bukti bahwa saat ini NTB sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi daerah yang berkembang, tanpa harus merusak keseimbangan alam dan manusia,” tegas Najamuddin.

AYA/HMS NTB




Dibukanya Jalur Pendakian Rinjani, Harapan Pelaku Wisata

Dihimbau tempat penginapan di Sembalun dan Senaru mengedepankan sosialisasi mitigasi bencana dengan membuat jalur dan titik kumpul evakuasi saat keadaan darurat

MATARAM.lombokjournal.com — Dibukanya jalur pendakian Gunung Rinjani akan berdampak positif bagi pemulihan sektor pariwisata, terutama para industri perhotelan di Lombok.

Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) I Gusti Lanang Patra mengapresiasi kembali pembukaan jalur pendakian itu

“Dibukanya kembali jalur pendakian itu sangat positif buat kami di hotel karena itu salah satu destinasi yang terkenal, tak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia,” ujar Lanang, Senin (17/06) 2019.

Lanang meyakini , pembukaan jalur pendakian  akan mengundang banyak wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) datang kembali ke Lombok.

Lanang menyampaikan, pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani merupakan harapan para pelaku wisata di Lombok, terutama pelaku usaha wisata yang berada di Sembalun, Lombok Timur; dan Senaru, Lombok Utara, yang menjadi dua pintu utama jalur pendakian Gunung Rinjani.

“Selama ini kasihan hotel, bungalows, homestay, porter di sana yang sudah tertimpa musibah gempa kan jalur pendakian ditutup,”katanya

Lanang menilai pembukaan kembali jalur pendakian akan menghidupkan kembali gairah sektor pariwisata di Sembalun dan Senaru. Meski begitu, lanjut Lanang, okupansi penginapan di dua lokasi tersebut tidak langsung meningkat signifikan, melainkan akan merangkak naik secara bertahap.

PHRI NTB, kata Lanang, juga mengimbau tempat penginapan di Sembalun dan Senaru mengedepankan sosialisasi mitigasi bencana dengan membuat jalur dan titik kumpul evakuasi saat keadaan darurat.

“Pelaku usaha wisata di sana tentu sudah punya pengalaman cara evakuasi selamatkan diri dan tamu.  Berbeda dengan dulu kan tidak pernah kebayang ada gempa besar,”katanya.

AYA




Buka Pelatihan, Gubernur Zul Berharap  CPMI Jadi Pofesional Sejati

Ia berharap kualitas tenaga kerja dari Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Barat dapat lebih baik lagi di masa men datang

LOMBOK TENGAH.lombokjournal,com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan arahan kepada para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), agar mempersiapkan diri menyambut tantangan baru yang akan mereka hadapi selama bekerja diluar negeri.

Dan ditekankan agar para pekerja mampu memberikan kesan yang baik tentang Nusa Tenggara Barat.

Gubernur Zul menyampaikan pesan itu saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Keluar Negeri bertempat di Kantor Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (17/06) 2019.

Pada kesempatan itu Gubernur Zul  juga melakukan pelantikan/pengukuhan pengelola BLKLN oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB.

Dan dilanjutkan dengan serah terima pengelolaan aset Gedung Terminal Haji oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB.

“Ibu-ibu kesana membawa misi mulia, membawa misi besar untuk betul-betul menjadi profesional sejati,” ucap Gubernur Zul.

DIrharapkan, pelatihan CPMI ini bisa bermanfaat bagi para pekerja sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif bagi Nusa Tenggara Barat.

“Mudah-mudahan dalam training singkat disini, tenaga-tenaga yang dikirim Nusa Tenggara Barat ini adalah tenaga kerja yang sangat terampil, berbahasa yang santun, piawai mengolah kata, dan keterampilannya dipuji,” jelasnya.

Gubernur juga menjamin kenyamanan para pekerja migran sehingga dapat bekerja dengan baik dan maksimal.

Kepala BLKLN Provinsi NTB, Imalawati Daeng Combo dalam laporannya menyampaikan, kesiapan para pekerja yang akan segera bekerja keluar negeri.

Ia berharap kualitas tenaga kerja dari Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Barat dapat lebih baik lagi di masa men datang.

“Ini semata-mata untuk pembenahan, penertiban pekerja migran tenaga kerja Indonesia di Nusa Tenggara Barat baik yang sedang kita rekrut dan yang sedang bekerja di luar negeri,” tegasnya.

Iwo/HmS NTB

 




Makmur Said Pastikan Maju di Pilkada Kota  Mataram 

Makmur Said maju melalui jalur perseorangan karena dipandang lebih  praktis dan biaya politik rendah

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Konstalasi politik Mataram jelang Pilwakot Mataram 2020 kian dinamis. Setelah Lalu Athari, Lalu Winengan, pengusaha Bambang Muntoyo, serta beberapa yang lain yang menyatakan  diri ikut dalam pilkada kota Mataram,

Giliran mantan Sekda kota Mataram yang populis, HL Makmur Said  memastikan siap maju dan tampil dalam Pilwakot Mataram.

Makmur Said maju  karena begitu banyak dorongan dari elemen masyarakat.

“Awalnya saya anggap guyonan aspirasi sejumlah elemen warga Kota Mataram itu. Tapi ketika mereka berbondong-bondong menyerahkan foto kopi KTP dan surat pernyataan dukungan, saya tidak kuasa menolak ketulusan aspirasi ini,” ungkap HL. Makmur Said melalui siaran pers, Minggu (17/06).

Makmur Said mengaku, tidak pernah punya harapan dan keinginan untuk maju menjadi pemimpin di Kota Mataram. Justru, karena tingginya aspirasi warga kota, dirinya mulai berpikir untuk meresponnya.

“Saya panggil dulu mereka satu-persatu. Saya tanya, apa benar aspirasi dari bawah ini, jangan-jangan hanya untuk menyenangkan saya,” ujarnya.

Ternyata aspirasi itu serius, dan mereka sunngguh-sungguh minta Makmur Said maju dari jalur independen.

Penegasan kalau ia akan maju, kata Makmur, sekaligus memotivasi calon-calon yang lain untuk tampil secara gentle memakmurkan kehidupan warga Kota Mataram .

“Kota Mataram yang  heterogen dan pluralistik tatanan  kehidupan masyarakatnya, sudah saatnya pola pikir (mindset)  dirubah dengan melakukan inovasi tepat guna untuk kemajuan dan kemakmuran  bersama,” ujar Makmur Said.

Sebagai Mantan Birokrat,  Makmur memiliki modal yaitu tahu persis bagaimana menata dan mengelola wajah depan dan belakang Mataram lewat  kebijakan untuk menjadikan kota metropolis tapi juga religius.

“Di era yang serba transparan saat ini, pelibatan partisipasi masyarakat dalam mengontrol jalannya pemerintanan tetap saya kedepankan,  jika kelak Allah SWT mentakdirkan menjadi Walikota Mataram,” ucapnya .

Makmur Said mengatakan, saat ini sudah terbentuk sejumlag relawan  dari berbagai tingkatan strata sosial. Mereka siap bekerja secara swadaya dan gotong royong di setiap simpul lingkungan/kelurahan di Kota Mataram.

“Kebanyakan relawan ini berasal dari kalangan pensiunan ASN, Guru , tokoh masyarakat di lingkungan,  kalangan media, grup milenial, seniman, dan banyak lagi. Mereka ingin berjuang bersama Makmur Said dengan caranya masing-masing,” beber  Makmur Said .

Memang, secara resmi Makmur Said belum bertatap muka.  Karena itu ia merencanakan segera menemui simpul-simpul  ini.

Menurut Makmur Said, ia ingin berjalan seperti adanya dan tidak ingin memaksakan kehendak orang lain agar memilih dirinya. Hal ini karena warga kota Mataram merupakan pemilih cerdas yang bisa menilai kapasitas dan kapabilitas setiap calon kepala daerah nantinya.

“Saya tetap bersilaturahmi dan berdialog untuk  memperbanyak relasi disetiap lingkungan dan  kawasan ingin memastikan keberterimaan masyarakat,” tandasnya.

Makmur Said maju melalui jalur perseorangan karena dipandang lebih  praktis dan biaya politik rendah. Keuntungan lainnya adalah lewat jalur independen mapping  loyalis vottersnya terlihat secara pasti pergerakannya di setiap lingkungan di kota Mataram.

“Selain itu  interaksi saya dengan relawan lebih mudah guna  mendorong partisipasi warga kota lainnya agar terlibat aktif  memenangkan saya ,” katanya.

Makmur menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan warga Kota Mataram.

“Mari berikhtiar Memakmurkan kota Mataram demi kemajuan dan kesejahteraan bersama ,” tukasnya .

Me




MotoGP Mandalika Akan Dipromosikan di Paris

Beberapa aspek penting memang sangat perlu disosialisasikan secara luas kepada publik di Prancis,  terutama mengenai keindahan lokasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com  — Prancis sebagai salah satu negara yang memiliki basis penggemar MotoGP akan menjadi sasaran promosi yang tepat.

Upaya promosi yang efektf mulai drencanakan, setela ada kepastian digelarnya MotoGP Mandalika pada tahun 2021 mendatang.  Salah satunya, upaya promosi secara langsung ke penggemar MotoGP di berbagai belahan dunia, salah satuny di Prancis.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah akan melakukan upaya promosi ini saat hadir dalam agenda The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, 17 – 21 Juni 2019.

Menurut Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, perhelatan MotoGP Mandalika 2021 sudah semakin dekat.

Dalam perhelatan nanti, tentunya diharapkan akan hadir sebanyak mungkin penggemar MotoGP dari berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka tentunya harus didorong melalui strategi promosi dan sosialiasi yang masif.

Meski telah diumutmkan secara resmi oleh pihak penyelenggara, namun upaya mendorong semakin banyaknya pihak yang hadir menyaksikan gelaran MotoGP di Kuta-Mandalika ini tentu harus tetap dilakukan.

Beberapa aspek penting memang sangat perlu disosialisasikan secara luas kepada publik di Prancis. Terutama, mengenai keindahan lokasi penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

Keindahan alam

MotoGP Mandalika tidak hanya menyajikan adu kecepatan para penbalap MotoGP Pengunjungnya juga akan disuguhi keindlahan alam Kuta-Mandalika yang eksotis.

Mereka yang datang menyaksikan gelaran MotoGP juga tentunya bisa menambah pengalaman liburannya dengan berkeliling ke berbagai destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa yang sangat beragam.

Satu hal lain yang juga penting untuk dikamparnyekan adalah bahwa MotoGP Mandalika akan menjadi MotoGP yang bersejarah.

Sebab, ini merupakan gelaran MotoGP pertama di dunia yang menggunakan sirkuit berkonsep jalan raya, atau street circuit.

Segala keunikan dan nilai tambah yang dimiliki MotoGP Mandalika tersebut, tentu saja akan sangat disayangkan jika tidak diketahui oleh warga dunia.

Karena itulah, Wagub NTB bersama rombongan yang hadir dalam agenda di Paris, tersebut, akan memanfaatkannya sebagai ajang mempromosikan gawe besar ini.

“Kita ingin mengabarkan kepada publik di Paris, Prancis, bahwa saat ini pariwisata NTB terus berbenah. Dan dalam waktu dekat, kita akan menjadi tuan rumah MotoGP 2021,” ujar Najamuddin.

la menambahkan, kemajuan pariwisata di NTB ini tentunya harus diketahui oleh sebanyak mungkin warga dunia. Sebab, semakin banyak yang mengetahui, akan semakin banyak pula yang akan hadir dalam agenda tersebut.

Kehadiran banyak wisatawan kedaerah inu,pada gilirannya akan membawa banyak manfaat dan keuntungan ekonomis yang akan dinikmati oleh warga NTB.

AYA/Hms NTB

 




Wilayah Samota Akan Diresmikan PBB-UNESCO Sebagai Cagar Biosfer 

Samota merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang pernah menjadi salah satu gunung berapi dengan erupsi terbesar dalam sejarah peradaban manusia

MATARAM.lombokjournal.com – Wilayah Samota (Saleh Moyo dan Tambora) akan diresmikan sebagai salah satu cagar biosfer dan mencari beberapa  jaringan dunia untuk Cagar Biosfer.

Peresmian dilakukan dalam agenda The International Coordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme, UNESCO ( Dewan Koordinasi Internasional Manusia, Dan Program Biosfer, UNESCO) di Paris, 17-21 Juni 2019.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama jajaran pejabat Pemprov NTB akan menjadi undangan agenda tersebut.   Kehadiran wakil dari Pemprov NTB di acara ini akan menjadi klaim komitmen dan apresiasi Pemprov NTB atas penetapan wilayah ini sebagai cagar biosfer.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Bima menerima penghargaan dan amanah yang diberikan oleh PBB-UNESCO tersebut,  “ujar Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov NTB,  Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Jum’at (14/06).

Dukungan berbagai pihak

Keberhasilan penetapan Samota sebagai cagar biosfer ini merupakan buah dukungan beberapa pihak.

Antara lain, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Program Komite Nasional MAB bab Indonesia, jajaran Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemkab Dompu, Bima, dan Sumbawa.

Tidak lupa pula komunitas lokal dan berbagai elemen masyarakat dan individu di tiga wilayah tersebut

Pemprov NTB memiliki alasan untuk mendorong agar Samota menggunakan cagar biosfer.

Pertama, karena Samota berada di antara perbukitan dan pendaratan yang disediakan bagi flora dan fauna yang didukung.  Samota juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora yang pernah menjadi salah satu gunung berapi dengan erupsi terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Kedua, deklarasi Samota menjadi cagar biosfer diharapkan dapat memfasilitasi dan meningkatkan pemerintah daerah dalam upaya mencapai SDGS di masing-masing wilayah.

Dan ketiga, dengan dideklarasikannya Samota sebagai cagar biosfer, akan memberikan manfaat untuk NTB dalam konteks sumber daya dan meningkatkan kesejateraan ekonomi dan sosial di dalam  provinsi tersebut.

Selanjutnya, keempat, Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah Jaringan Cagar Biosfer Tenggara ke-13 tahun depan.

Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga memperbaiki kondisi daerah.

AYA/Hms NTB