Cabor Futsal Porprov NTB X, Ini Hasil Klasemen Sementara 

Untuk masing-masing grup, tempat teratas klasemen sementara Cabor Futsal dipimpin Kota Bima (grup A), Kabupaten Bima (grup B), dan Kabupaten Lombok Utara (grup C) 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tim Futsal kabupaten Lombok Barat berhasil mengalahkan Tim Futsal Kabupaten Bima 1-0, sedangkan tim Futsal Loteng dikalahkan Lotim dengan skor 0-2.

BACA JUGA: Pertandingan Cabor Tinju di Porprov NTB XI Meriah

Tim Kota Bima Cabor Futsal optimis dapat membawa pulang medali emas

Pertandingan yang berlangsung di GOR Tripat Gerung, Rabu (22/02/23) merupakan laga grup A yang berlangsung meriah dan dipadati suporter kedua tim. 

Hasil ini menambah poin kedua tim pemenang dalam klasemen sementara perebutan medali Porprov XI 2023,.yang telah dikumpulkan kedua tim di hari ketiga sebelumnya masing masing tiga poin. 

Sedangkan Kota Bima teratas di Grup A dengan poin 6. Di grup B posisi teratas Kabupaten Bima dan grup C dipimpin tim Futsal KLU. Ini untuk klasemen per tanggal 21 Februari.

BACA JUGA: Sanding Data Lahan Mandalika Alami Hambatan

Tim Futsal Kota Bima langsung menargetkan emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun ini. Meskipun pada ajang yang sama sebelumnya tidak mendapatkan medali. Namun Ketua Tim Futsal Kota Bima, Iman Suryo Wibowo mengatakan timnya optimis dapat membawa pulang medali emas.***

 

 




Pertandingan Cabor Tinju di Porprov NTB XI Meriah

Pertandingan tinju di Porprov NTB XI, ditandai meriahnya para penonton Porprov NTB XI menonton petinju berlaga di ring 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Cabang olahraga (Cabor)  Tinju yang digelar di Gelanggang Pemuda Mataram, Selasa (21/02/23) dipenuhi penonton. 

BACA JUGA: Cabor Renang Porprov NTB XI Tak Ada Kesalahan atau Excellent 

“Cabang olahraga Tinju memang paling diminati dan dinanti karena bisa menyaksikan secara langsung pertarungan para atlit di atas ring,” ujar Mori Hanafi.

Ketua KONI NTB itu membuka pertandingan Cabor Tinju mulai tadi malam pukul 19.00 Wita. 

Mori menambahkan, saat ini terdapat penambahan 14 nomor pertandingan dari sebelumnya yang cuma sembilan nomor. 

Hal ini memperbesar peluang perolehan medali dari Cabor Tinju untuk NTB di level nasional. Pada PON Papua lalu, Cabor Tinju mendapatkan dua emas dua perak dan tiga perunggu. 

Sedangkan dalam Porprov kali ini sebanyak delapan kelas akan dipertandingkan, yaitu kelas 46-48 Kg, kelas 48-51 Kg, kelas 51-54 Kg, kelas 54-57 Kg, kelas 57-60 Kg, kelas 60-63,5 Kg, kelas 67-71 Kg dan kelas 71-79 Kg.

BACA JUGA: Optimis Sektor Industri Semakin Baik

Adanya penambahan 14 nomor pertandingan dari sebelumnya sembilan nomor,  memperbesar peluang perolehan medali dari Cabor Tinju untuk NTB di level nasional.***

 

 

 




Perempuan Punya Kompetensi Soft dan Hard Skill 

Kaum perempuan Kota Bima yang beekerja di perusahaan memiliki potensi yang tak kalah dengan para pekerja laki-laki, karena itu harus diberdayakan

MATARAM,LombokJournal.com ~ Pengusaha muda sukses Kota Bima, Iman Suryo Wibowo, membuka jalan bagi perempuan-perempuan Kota Bima kian berdaya. 

Iman memberi kesempatan berkarir dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk mereka. 

Banyak di antara para pekerja perempuan itu, kini menjadi penopang ekonomi keluarga.

BACA JUGA: Banyak Perusahaan dan Mapan di Usia Muda, Ini Profilnya

Iman bersama karyawan perempuan yang diberi posisi kunci di perusahaannya

Di bawah bendera Ulet Jaya, sebuah holding company yang menggawangi lebih dari 20 unit bisnis di Kota Bima, Iman kini memiliki sedikitnya 300 karyawan. 

Sejumlah pekerja perempuan saat ini memegang posisi kunci dalam beberapa lini bisnis yang dimiliki Iman.

“Seluruh pencapaian PT Ulet Jaya hingga saat ini, adalah juga karena dedikasi dan kontribusi besar yang diberikan karyawan-karyawan kami yang perempuan,” kata Iman, dalam keterangan tertulis hari ini, Rabu (22/02/23).

Pengusaha muda kelahiran 1986 ini mengemukakan, kaum perempuan Kota Bima juga memiliki potensi yang tak kalah dengan para pekerja laki-laki. Baik dari sisi pendidikan, maupun dari sisi keterampilan. Hanya lantaran akses yang masih terbataslah menyebabkan tidak banyak pekerja perempuan yang akhirnya terlihat menonjol.

Karena itu, Iman membuka seluas-luasnya akses dan kesempatan bagi para kaum perempuan Kota Bima untuk bisa berkarir pada unit-unit bisnis yang dimilikinya. 

Bahkan, sejumlah posisi-posisi tertentu, secara khusus disiapkan Iman untuk ditempati oleh kaum perempuan.

“Sejauh ini, kompetensi soft dan hard skill yang dimiliki karyawan kami yang perempuan tidak kalah dengan karyawan kami yang laki-laki,” imbuh Iman.

Dia menegaskan, PT Ulet Jaya, didirikan memang untuk memberi kemanfaatan yang besar bagi masyarakat di Kota Bima. 

Karena itu, dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, Iman membangun kultur di perusahaan dengan tidak membeda-bedakan karyawan laki-laki dan perempuan. 

Memang kata dia, dalam aplikasinya, ada sejumlah pekerjaan yang lebih cocok ditangani laki-laki. Namun, tidak kalah banyak pula posisi dan karir yang juga lebih cocok bagi karyawan perempuan.

BACA JUGA: Angkat Marwah Kota Bima Melalui Olahraga

Sebagai pengusaha yang terlahir dari keluarga yang tidak mampu, Iman tahu persis bagaimana kebanggaan dan kebahagiaan hadir pada sebuah keluarga manakala ada di antara anggota keluarga tersebut memiliki pekerjaan yang mapan sehingga bisa berkontribusi menopang ekonomi keluarga. 

Itu sebabnya, di Ulet Jaya dan seluruh unit bisnis di bawahnya, Iman memberlakukan karyawannya tak ubahnya sebagai keluarga pula.

Iman mengatakan, hal tersebut tak lepas dari didikan orang tuanya. Imam mengaku, sedari kecil, ayahnya telah menanamkan kultur dan mindset entrepreneurship. 

Kultur tersebut, antara lain kerja keras, ulet, kerja cerdas dan tuntas, berani mengambil risiko dengan tiada henti menekankan, bahwa di balik risiko ada kesuksesan yang menunggu.

Pun begitu tentang mindset. Iman diajarkan tentang tanggung jawab. Pantang pulang sebelum masalah diselesaikan. 

Diajarkan cekatan, diajarkan tentang pentingnya etos kerja. Tidak lupa salat dan ibadah dan terus berikhtiar dan mensyukuri apa yang didapat hari ini, dan besok berusaha lebih giat lagi.

Iman bahkan menuturkan, saat ayahnya masih hidup dan dirinya menjadi manajer di Ulet Jaya, ayah tiga putra ini tak ubahnya seperti karyawan pada umumnya. 

Bukan petantang petenteng. Iman bekerja dan mendapat gaji seperti karyawan pada umumnya. 

Selain itu, Iman setiap satu kali dalam sepekan, diharuskan untuk menginap di mess para pekerja. Hidup membaur bersama mereka. Mengetahui problem harian yang mereka hadapi. 

Menjadi orang pertama yang mengetahui dan membantu para pekerja ketika mereka sedang sakit.

Semua itu kata Iman, dilakukan ayahnya, agar jika memimpin perusahaan, Iman sudah tahu apa yang akan dilakukan pada saat hendak mengambil keputusan.

Tahu cara terbaik ketika hendak memberi perintah kepada karyawan.

Seluruh hal tersebut pun, hingga kini masih dipraktikkan Iman. Tentu ada modifikasi sejumlah hal. 

Mengingat perkembangan zaman yang sedemikian pesat, mengharuskan sejumlah hal diupdate dan dilakukan dengan cara yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.

Itulah sebabnya, menjadi prioritas bagi Iman kini untuk selalu memastikan seluruh pekerjanya benar-benar bisa bekerja dengan suasana yang nyaman. Sehingga menjadikan mereka tetap produktif. 

Bahkan kini, dua orang karyawannya, masih merupakan generasi pertama Ulet Jaya, yang bahu membahu bersama ayahandanya membangun usaha.

Buat Iman, jika mereka kini masih nyaman bekerja di Ulet Jaya, bukan semata karena mereka karyawan yang loyal belaka. 

Namun, karena kultur kerja yang nyaman. Dan mereka tahu, bahwa Ulet Jaya dipimpin oleh orang yang tepat, dan mampu menjadikan Ulet Jaya kian berkembang pesat.

Selain bekerja secara formal sebagai karyawan, Iman juga memberdayakan perempuan-perempuan ibu rumah tangga di Kota Bima. Iman kebetulan saat ini memiliki usaha kacang mete yang berorientasi ekspor. 

BACA JUGA: Optimis Sektor Industri Bisa Semakin Baik

Kacang mete tersebut dibeli dari para petani di Kota Bima. Sebelum dikirim untuk ekspor, kacang mete tersebut terlebih dahulu diolah dengan langkah pertama dijemur dan dikupas. Untuk proses pengupasannya tersebut, Iman memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di Kota Bima.

“Kami tentu senang jika dengan cara ini, cukup dari rumah masing-masing, ibu-ibu rumah tangga masih bisa produktif dan mendapatkan penghasilan sehingga memberi nilai tambah untuk ekonomi keluarganya,” kata Iman.

Dia mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta, jika Ulet Jaya dan seluruh unit usahanya, masih bisa terus berkontribusi menyejahterakan ekonomi bagi banyak keluarga.***

 

 

 




Cabor Renang Porprov NTB Tak Ada Kesalahan atau Excellent

Secara keseluruhan Cabor Renang dalam lomba di Porprov tidak terdapat kesalahan atau excellent

LOBAR.LombokJournal.com ~ Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI NTB, H. Hari Gunawan mengatakan Cabang Olahraga (Cabor) Renang pada Porprov XI NTB tahun ini mendapat nilai Excellent. 

Hal ini dikarenakan Cabor Renang yang telah diadakan dari awal hingga final tidak memiliki kesalahan, baik itu dari peserta, pelatih, wasit dan lokasi perlombaan.

BACA JUGA: Cabor E-Sport Porprov NTB Mulai Dilombakan

Cabor Renang dinilai tidak terdapat kesalahan

“Merasa bangga secara keselurahan cabor renang di pertandingan di Porprov dalam nilai ecellent nyaris sempurna, tidak ada mis,” tuturnya saat menutup perhelatan Porprov pada Cabor Renang, Selasa (21/02/23).

Salah satu atlet memperoleh medali emas dari Kabupaten Lombok Barat kategori 50 M Gaya Punggung Induvidu Putra, Haris Raynor mengaku puas dengan capaian yang diraih dan berterima kasih atas terselenggaranya Porprov NTB yang begitu lancar.

“Terima kasih kepada Pemprov NTB dan semoga fasilitas Cabor Renang bisa lebih banyak lagi untuk generasi selanjutnya,” tutur Haris.

Kota Mataram meraih 15 medali emas, 13 medali perak, 13 medali perunggu, Kabupaten Lombok Barat meraih 5 medali emas, 6 medali perak, 5 medali perunggu, Kabupaten Lombok Timur meraih 4 medali emas, 4 medali perak, 6 medali perunggu, Kabupaten Lombok Tengah meraih 3 medali emas, 4 medali perak, 1 medali perunggu, Kota Bima meraih 1 medali perunggu, Kabupaten Dompu meraih 1 medali perunggu. ***

BACA JUGA: Drumband Putri Lombok Utara Langsung Raih Emas

 




Optimis Sektor Industri Bisa Semakin Baik 

Selama ini pelaku usaha sudah banyak bergerak di industri, Gubernur NTB optimis sektor industri makin baik 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Pelaku industri kecil dan menengah diajak untuk mengolah bahan lokal menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat membuka acara pelatihan untuk Penguatan Daya Saing Industri Kecil dan Menengah Provinsi NTB di Sektor Pertanian dan Perkebunan, bekerjasama dengan Bank Indonesia di Narmada, Selasa (21/02/23).

BACA JUGA: Industrialisasi UKM, Contoh Keberhasilan NTB Gemilang

Gubernur NTB optimis sektor industri makin baik

“Sering sekali terjadi, kita jual ikan ke daerah lain, tapi kita membeli abon ikan dengan harga yang jauh lebih tinggi,. Padahal bahan mentahnya dari kita sendiri,” ungkap Bang Zul.

Menurutnya, pelaku usaha sulit berkembang jika hanya bisa menjual produk mentah. 

Bang Zul mencontohkan, pelaku usaha yang bergerak di bidang perikanan agar mengolah ikan menjadi abon hingga olahan lainnya.

Dan Gubernur bersyukur, selama 4 tahun ini, pelaku usaha sudah banyak bergerak di bidang industri. 

Dengan begitu Bang Zul optimis, sektor industri semakin baik, perekonomian masyarakat semakin meningkat. 

BACA JUGA: Peluncuran Cash Management System Bank NTB Syariah

Ia mencotohkan, jika seluruh jamaah haji dari NTB membawa produk lokal, maka secara otomatis, perekonomian pelaku usaha terus meningkat. ***

 




Sanding Data Lahan Mandalika Alami Hambatan

Masalah sanding data tersendat, karena ITDC hanya menyerahkan data 98 warga yang telah menerima dana kerohiman 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tim Fasilitasi Penyandingan Data Klaim Kepemilikan Tanah di Kawasan Mandalika menyampaikan hasil pengecekan, sebagai tindak lanjut penyerahan data ITDC ke Pemprov NTB tanggal 14 Februari yang lalu, di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Senin (20/02/23).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Hukum selaku Sekretaris Tim menyampaikan, data yang diserahkan oleh ITDC adalah data 98 warga yang telah menerima dana kerohiman.

Sementara data yang diminta kepada ITDC adalah data tanah yang diklaim oleh 144 warga. 

BACA JUGA: Menparekraf RI Apresiasi Sanding Data Lahan Mandalika

Oleh Tim, permohonan data 144 orang tersebut telah disampaikan kepada ITDC dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebesar 79 data dan tahap kedua 65 data.

Dari 144 data tersebut, setelah dilakukan pengecekan hanya tersedia enam data yang sesuai dengan permintaan, sehingga bisa disandingkan.

Atas kondisi tersebut, peserta rapat yang terdiri dari penasehat hukum warga menyampaikan protes keras, dan meminta ITDC untuk transparan membuka data yang diklaim warga.

Menanggapi permasalahan ini, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTB H. Wirawan Ahmad selaku Ketua Tim menyatakan, tentu tim akan terus melakukan mediasi sehingga kegiatan sanding data yang menjadi tugas tim dapat dilaksanakan.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan tim adalah kembali berkoordinasi dengan ITDC agar dapat memberikan data sesuai dengan permohonan agar kegiatan sanding data dapat dilakukan.

Kondisi yang dihadapi Tim segera dilaporkan ke Pak Gubernur. Selain itu, Tim Fasilitasi ini juga akan terus berkoordinasi Kementerian BUMN dan BPN guna mendapat dukungan sehingga sanding data dapat segera dilakukan kembali.

BACA JUGA: Pemprov NTB Respon Warga tentang Data Tanah Mandalika

Terhadap 6 data yang menjadi bagian dari 98 data yang telah diserahkan ITDC, hari ini Tim dan penasehat hukum warga akan melakukan penyandingan data.***

 

 




Drumband Putri Lombok Utara Langsung Raih Perak

Dalam Lomba Berbaris Jarak Pendek 600 meter Putri, Drumband Putri Kabupaten Lombok Utara yang pertama ikut langsung raih medali perak

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kabupaten Lombok Utara meraih medali perak dalam nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) Drumband Putri pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI di Mataram.

Cabang Olahraga (Cabor) Drumband dipertandingkan mulai tanggal 19-23 Februari 2023. 

Masing-masing nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) 600 meter Putri, LBJP 800 meter Putra, LBJP 800 meter Campuran. 

BACA JUGA: KONI KLU Kirim 263 Atlet Berlaga di Porprov NTB XI

Baru ikut, drumband putri klu langsung raih medali perak

Sedangkan nomor lomba lainnya, Lomba Ketahanan dan Ketepatan Baris Berbaris (LKKB) 6000 meter Putri, LKKB 8000 meter Putra, LKKB 8000 meter Campuran.

Pertandingan nomor LBJP dilaksanakan di Lapangan Atletik Unram. Sementara untuk nomor LKKB mengambil rute dari Malomba menuju Islamic Centre, terus berputar dari Tugu Pesawat menuju Perempatan Bank Indonesia. 

Dan finish di jalur Lapangan Gubernuran. Diikuti tujuh kontingen kabupaten/kota.

Technical Delegate Pendamping Kejuaraan Porprov XI Cabor Drumband, Mahriadi Idris mengatakan nomor lomba ini dipertandingkan pada Porprov 2023, karena pada Pekan Olahraga Nasional di Sumatera Utara 2024 akan banyak dipertandingkan. 

Ia mengatakan, Drumband sekarang lebih ke arah sport, sehingga tidak lagi kesannya Drumband hanya untuk seremonial dan pawai saja, tapi unsur olahraganya lebih nyata. 

“Dalam Porprov kali ini, pertandingan yang dilombakan adalah LKKB 6000 meter dengan waktu ideal 60 menit. Begitu pula pada jarak tempuh 8000 meter dengan waktu ideal 80 menit. LBJP 600 meter dan 800 meter dengan waktu ideal yang tercepat dan paling serasi dari tim drumbandnya. Diikuti peserta tim putra, tim putri dan tim campuran,” jelasnya. 

Peraihan medali hingga hari ini (sementara), nomor LBJP Campuran 800 meter, Emas diraih Kontingen Kabupaten Dompu, Perak untuk Kontingen Mataram, dan Perunggu diraih Kontingen Kota Bima. 

BACA JUGA: Cabor Kickboxing Indonesia Dibuka di Ajang Porprov NTB XI

Sedangkan pada nomor LBJP Putra 800 meter diraih Kontingan Lombok Barat, Perak didapatkan oleh Kontingen Kota Mataram, dan Perunggu diraih Kontingen Kota Bima. 

Adapun nomor LBJP 600 meter Putri diraih Kontingen Lombok Barat, Perak dicapai Kontingen Kabupaten Lombok Utara, dan Perunggu didapatkan oleh Kontingen Kabupaten Dompu.

Tanpa target

Saat wawancara, Ketua Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) KLU Tri Dharma Sudiana S.STP, mengucap syukur atas pencapaian Kontingen Cabor Drumband KLU yang ikut berkompetisi pada ajang Proprov 2023 pada nomor LBJP Putri 600 meter. 

BACA JUGA: Bang Zul Ajak Masyarakat Bersyukur dan Jaga Kesehatan

Pencapaian Kontingen Cabor Drumband Putri KLU tanpa target
Tri Dharma Sudiana

“Medali Perak tersebut merupakan suatu kebanggaan, karena momen pertama kalinya tampil di Porprov dan telah membuahkan hasil yang baik,” tuturnya.

Kontingen KLU ikut lomba di tiga nomor lomba, yaitu LBJP 600 meter Putri, LBJP 800 meter Campuran, dan LKKB 6000 meter Putri.

“Terus terang dari awal kita tidak berani mengambil target, karena pertama kalinya tampil. Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pimpinan daerah, terima kasih kepada atlet, official PDBI dan KONI KLU yang telah berupaya maksimal,” katanya.

Cabor Drumband merupakan Cabor baru dalam Porprov NTB. Sedangkan nomor lomba lainnya, dipertandingkan besok. ***

 




Cabor Kickboxing Indonesia Dibuka di Ajang Porprov NTB XI

Dalam Porprov NTB XI, cabang olahraga (cabor) resmi dibuka, diharapkan cabor ini mendulang medali emas pada PON 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Cabang Olahraga (Cabor) Kickboxing Indonesia resmi dibuka pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XI Tahun 2023 di Lanud ZAM, Senin (20/02/23).

Cabor Kickboxing diharapkan mendulang medali emas di PON 2024

BACA JUGA: Angkat Marwah Kota Bima Melalui Olahraga

Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan, Ir. Madani Mukarom mewakili Gubernur NTB menyampaikan pesan penting, pekan olahraga provinsi (Porprov) merupakan penghargaan kepada para atlet atas perjuangannya sehingga dapat mewakili daerah masing-masing.

Disampaikan, Porprov bukan sekedar ajang mencari medali, tapi merupakan warisan kebudayaan olahraga untuk menjalin persaudaraan. Karena itu harus mengutamakan sportivitas yang benar-benar menguntungkan semua peserta.

“Yang terakhir adalah diharapkan Cabor Kickboxing ini dapat menyumbang medali emas pada PON 2024 mendatang,” ungkap Mukarom menyampaikan pesan Gubernur NTB di hadapan puluhan atlet Kickboxing.

Cabor Kickboxing diikuti 30 atlet yang mewakili lima Kabupaten/Kota se NTB; Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, KSB dan Kabupaten Dompu. 

BACA JUGA: PORPROV NTB XI Dimjulai! Kedepankan Persaudaraan dan Persahabatan

Turut hadir Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, Ketua Umum Kickboxing NTB, Junaidi Kasum, Kepala Dispora NTB, Tri Budiprayitno dan Perwakilan Komandan Lanud ZAM. ***

 

 

 




Cabor E-Sport Porprov NTB Mulai Dilombakan 

Bang Zul panggilan Gubernur NTB membanggakan para atlet cabor e-sport yang kelasnya tidak hanya nasional tapi internasional

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah membuka secara resmi cabang olahraga E-Sport Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI NTB di Mataram, Senin (20/02/23).

BACA JUGA: Drumband Putri Lombok Utara Langsung Raih Perak

Dalam kesempatan tersebut Bang Zul mengobarkan semangat para atlit Cabor E-Sport. Bang Zul meyakinkan, Provinsi NTB memiliki atlet-atlet E-Sport yang luar biasa. 

“Hampir di seluruh kabupaten dan kota kita punya pemain-pemain yang kelasnya tidak hanya nasional tapi internasional,” jelas Gubernur di hadapan para atlit yang siap bertanding. 

Bang Zul menambahkan, banyak pihak masih belum tahu apa itu E-Sport. Namun seiring berkembangkan tehnologi dan zaman, e-sport akan semakin dikenal dan digemari. Oleh karena itu, para atlit diminta untuk tetap semangat. 

“Semangat semuanya ya!” seru Gubernur. 

Selain membuka cabor E-Sport, Gubernur NTB juga menyempatkan diri menyaksikan para atlet panjat tebing beraksi. 

BACA JUGA: Cabor Kickboxing Dibuka di Ajang Porprov NTB XI

Porprov XI NTB sendiri resmi dimulai pada Sabtu (18/02/23) malam dan akan ditutup secara resmi pada tanggal 26 Februari mendatang. ***

 

 




Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan dan PMT  Anak Stunting

Dengan adanya alat USG di puskesmas, para ibu hamil memahami pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Pemeriksaan rutin bagi ibu hamil secara serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa protein hewani penting bagi anak-anak stunting.

“Protein hewani itu sangat penting untuk pertumbuhan, seperti telur, daging, ikan itu bagus untuk anak-anak kita setiap hari,” jelas Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Pentingnya Protein Hewani dalam Mengatasi Stunting

Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengunjungi Posyandu Keluarga Karang Baru, Desa Segala Anyar Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin (20/02/23).

Menurutnya, stunting bukanlah aib, sehingga mereka tidak perlu malu, Stunting pada prinsipnya sama dengan penyakit lain yang bisa disembuhkan.

Tercatat data stunting saat ini di Posyandu Keluarga Karang Baru dari sebanyak 7 anak, kini tinggal 2 anak namun sudah hampir normal kembali.

Selain itu Wagub NTB juga menyampaikan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mencegah kematian ibu dan bayi. Melihat dari 11 kasus kematian bayi salah satunya dari Desa tersebut.

BACA JUGA: Stunting di Lombok Barat Turun Signifikan

“Yang agak signifikan di sini adalah kematian bayi, di tahun 2022 ada 11 kasus dari enam Desa, salah satunya di desa ini,” lanjutnya.

Maka dari itu, Wagub berharap intervensi nya bisa langsung menukik ke sasaran, jelas, seperti sisi gizi juga lingkungan. 

Dengan sudah tersedianya alat USG saat ini di puskesmas, diharapkan para ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan. 

Edukasi kepada ibu hamil, remaja, serta lansia terus diberikan sehingga angka kematian ibu dan bayi, pernikahan anak semua menjadi aman.

Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini S.IP juga menyampaikan pada tahun 2023 ada intervensi anggaran untuk pencegahan stunting, dan pemberian secara rutin setiap bulan.

BACA JUGA: Bang Zul Ajak Masyarakat Bersyukur dan Menjaga Kesehatan

“Termasuk satu kegiatan yg kita anggarkan yaitu kesehatan bagi ibu dan bayi, juga sudah kami intervensi di APBD, juga peningkatan kapasitas kader yang kita lakukan,” ungkap Ahmad Zaini.***