SengKeta Lahan SMAN 1 ALAS BARAT Diselesaikan Gubernur

Menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk

SUMBAWA.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akhirnya mengakhiri sengketa lahan yang 15 are di SMAN 1 Alas Barat.

Sengketa lahan itu hampir 14 tahun dan dimenangkan oleh Drs.H. Nurdin Ending, MM. Tapi setelah melalui silaturrahmi dan komunikasi yang baik yang dilakukan Gubernur Zul, akhirnya di sekolah tersebut bisa diselesaikan.

Penyerahan lahan ke Pemerintah Provinsi NTB itu berlangsung hari Sabtu (20/07) 2019, melalui Penandatanganan dan Penyerahan Hibah dari H. Nurdin Ending kepada Pemerintah Provinsi NTB, di SMAN 1 Alas Barat, Kabupaten Sumbawa Barat.

Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. Rusman, tiba di sekolah tersebut disambut para guru dan siswa sekolah setempat. Tidak ketinggalan, puluhan masyarakat juga hadir menyaksikan kegiatan yang bersejarah tersebut.

“Terima kasih yang tak terhingga, atas nama Pemerintah Provinsi kepada Pak Nurdin, yang dengan kelapangan dada, setelah hampir 14 tahun berperkara,  kemudian tanahnya diserahkan kepada bangsa dan negara,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menilai, apa yang dilakukan Nurdin Ending merupakan hal yang luar biasa di era modern seperti saat ini.

“Betapa pentingnya sebuah harga diri, betapa pentingnya sebuah kemuliaan. Orang banyak mengorbankan biaya, tenaga, keringat, air mata bahkan darah sekalipun demi menjaga harga diri,” tuturnya.

Orang mulia itu kata Gubernur bukanlah orang yang memiliki banyak tanah, uang atau yang tinggi jabatannya. Namun, orang mulia menurutnya adalah yang mampu memberikan sumbangsih kepada bangsa, agama dan masyarakat di tengah keterbatasan yang dimiliki.

“Saya kira, pak Nurdin memperlihatkan itu kepada kita semua,” ungkapnya.

Gubernur juga mengingatkan, menyumbangkan kakayaan terbaik kepada bangsa,  agama dan umat akan lebih bermanfaat ketimbang ditumpuk. Pada akhirnya, harta itu diperebutkan anak cucu yang menyebabkan hilangnya persaudaraan.

“Terima kasih kepada pak Nurdin. Semoga ini menjadi inspirasi kita, tidak hanya di Alas Barat, namun di seluruh wilayah NTB,” katanya.

Sementara itu, H. Nurdin Ending terlihat haru dan meneteskan air mata ketika menerima penghargaan dari Gubernur Zul.

Gubernur memberikan penghargaan itu atas seluruh perjuangan serta sumbangsihnya bagi pendidikan di NTB.

Nurdin mengaku telah menjalani perkara lahan ini hampir 14 tahun. Akhirnya, di pengadilan ia dinyatakan menang dan berhak atas lahan itu.  Namun, dengan keikhlasan yang tinggi, lahan itu diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tanah ini sudah saya hibahkan. Saya merasa bersyukur dan lega. Semoga ini beramafaat,” ungkapnya usai acara.

AYA/Hms NTB




Gubernur; Kepala Sekolah Diangkat Berdasarkan Prestasinya

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi

SUMBAWA BARAT.lombokjournal.com —  Kepala Sekolah tingkat SMA/SMK diangkat berdasarkan prestasi, agar bisa meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu  saat bersilaturrahim dengan Kepala Sekolah SMA/SMK se-kabupaten KSB, di SMA 1 Pototano, Sabtu (20/07) 2019.

Sehingga NTB Sehat dan Cerdas betul-betul terwujud dan memiliki dampak baik bagi indeks pembangunan manusia NTB.

Silaturrahim tersebut digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, dan digelar usai Gubernur Zul menyapa sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk,  Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Gubernur menjelaskan, apapun latar belakang suku, agama dan golongan, kalau kepala sekolah itu memiliki prestasi hebat, maka mereka itulah yang layak memimpin sekolah.

“Jadi jangan khawatir diganti,  kalau anda berprestasi, maka akan terbuka, apa pun organisasinya,” jelas Gubernur.

Dalam mengangkat Kepala Sekolah itu, tidak akan melihat faktor kedekatan atau politis. Namun, yang diperhatikan adalah prestasi serta masukan dari para guru dan pengawas.

Menurut gubernur, kalau pengangakatan Kepala Sekolah berdasarkan suka dan tidak suka, atau karena faktor tim sukses, maka pendidikan di NTB tidak akan mengalami perubahan. Justru yang ada katanya adalah kehancuran pendidikan.

“Kepala sekolah itu betul-betul harus digugu dan ditiru. Kita kembalikan kepala sekolah kita ini pada marwah yang mulia,” tegasnya.

Dijelaskan,  sudah saatnya pendidikan di NTB ini menjadi ruang laboratorium utama yang tidak lagi diintervensi oleh siapa pun.

“Kepala sekolah kita dulu luar biasa, tidak hanya menjadi orang tua sekolah itu, namun juga orang tua masyarakat dan kata-katanya di dengar,” ungkap orang nomor satu di NTB itu.

Gubernur mengajak Bupati KSB untuk mengawasi dan memberikan masukan demi kemajuan pendidikan di NTB, meski kewenangan mengurus pendidikan tingkat SMA/SMK di Provinsi.

Pemerintah Kabupaten tetap memiliki penilaian dan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami tidak ingin kebijakan provinsi dirasakan berbeda oleh bupati,” ungkapnya.

AYA/Hms NTB




Korban Kebakaran Seteluk Mendapat Bantuan Gubernur

Untuk tanggap darurat,  melalui Dinas Sosial NTB, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban, berupa terpal, matras, makanan lauk pauk, family kit dan paket kebersihan keluarga

Puing kebakaran

lombokjournal.com —

SUMBAWA BARAT  ;  Korban kebakaran di Dusun Tengah, Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk,  Kabupaten Sumbawa Barat, mendapat bantuan Gubernur NTB,  Dr. H. Zulkieflimansyah, Sabtu (20/07) 2019.

Kebakaran, Kamis (17/07) 2019 lalu, menyebabkan 8 unit rumah hangus terbakar, 1 warga meninggal dunia bernama Hasan Surya, 60 tahun, dari  Desa Seteluk Tengah. Berhasil diselamatkan adalah 3 unit rumah, yaitu milik M. Ali Mao, Sanafiah, dan Hasanudin.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 15.20 Wita itu menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 800 juta. Hasil investigasi sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek.

Setelah menempuh perjalanan darat dari Kota Mataram, Gubernur Zul tiba di dusun tersebut sekitar pukul 10.45 Wita. Kedatangan Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB itu langsung disambut Bupati KSB, Dr. H. Musyafirin, ratusan masyarakat setempat dan para korban kebakaran.

Untuk tanggap darurat,  melalui Dinas Sosial NTB, Gubernur menyerahkan sejumlah bantuan kepada para korban, berupa terpal, matras, makanan lauk pauk, family kit dan paket kebersihan keluarga. Selain itu, juga diserahkan makan dan minuman siap saji.

Musibah kebakaran yang menimpa masyarakat itu dikatakan gubernur merupakan ujian untuk naik kelas. Ia mengajak para korban bersabar menghadapinya.

Gubernur Zul juga menyampaikan agar para korban mendata kebutuhan.

“Silahkan, kalau ada yang bapak/ibu butuhkan, segera sampaikan ke kami,  kami siap,” kata Gubernur Doktor Zul.

Bupati KSB melaporkan, saat ini Pemerintah KSB bersama jajaran pemerintahan provinsi telah melakukan penanganan darurat atas musibah tersebut. Termasuk biaya pembangunan kembali rumah yang terbakar.

“Rencana hari ini akan ada gotong royong pembangunan fondasi rumah,” jelasnya.

Selain membangun rumah, sesuai dengan kesepakatan bersama warga masyarakat dan korban, lingkungan terjadinya kebakaran itu akan ditata. Sebelumnya tidak ada gang, sekarang akan dibuka gang. Sehingga memudahkan akses masyarakat untuk keluar masuk lingkungan.

Anggaran untuk membangun kembali rumah tersebut sebasar 35 juta, bagi masing-masing rumah, sebanyak 8 unit.  Sedangkan yang rusak ringan akan dibantu sebesar 15 juta.

AYA/Hms NTB




Jambore Nasional IMI Bisa Jadi Gawe Besar Promosi Pariwisata

Event yang potensial seperti ini mesti mendapat support penuh dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten dan Kota di masing-masing destinasi

MATARAM.lombokjournal.com – Event Jambore Nasional (Jamnas) Ikatan Motor Indonesia (IMI) 2019, pada 22-25 Agustus di Lombok, NTB, akan menjadi trigger yang baik untuk mempromosikan pariwisata Lombok.

Praktisi Pariwisata NTB, H Misbach Mulyadi mengatakan itu, Sabtu (20/7) di Mataram.

Menurutnya, event tersebut bakal memobilisasi banyak pengunjung yang menjadi bagian dari peserta Jamnas IMI. Jumlah mereka bisa sampai 3 ribu orang lebih.

“Ini sangat luar biasa. Pariwisata memang butuh mobilisasi. Bayangkan mereka anggota IMI se-Indonesia akan berada tiga hari lebih di Lombok, mereka bisa jalan-jalan melihat destinasi dan berbelanja,” kata H. Misbach,.

Dikatakan, event yang potensial seperti ini mesti mendapat support penuh dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB dan Pemda Kabupaten dan Kota di masing-masing destinasi.

Sebab, rute Touring Merah Putih yang akan dilalui para peserta Jamnas IMI ini meliputi sejumlah destinasi baik di Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, hingga Kuta Mandalika di Lombok Tengah yang menjadi lokasi puncak kegiatan.

Menurut Misbach, Pemda bisa mendukung dengan kegiatan-kegiatan atraksi seni budaya di venue kegiatan, atau juga bisa menyambut para peserta dengan jamuan makan bersama.

“Mestinya pemerintah bisa menjamu mereka, sebagai bentuk apresiasi bahwa mereka sudah mau berjambore di Lombok. Misalnya dengan pagelaran atraksi dalam acara gathering, atau jamuan makan. Ini semua Pemda harus ambil peran,” katanya.

Di Kuta Mandalika sendiri, papar Misbach, Pemda Lombok Tengah bisa menjamu makan bersama dengan konsep begibung.

Hal ini akan turut mempromosikan budaya lokal, sekaligus memberi pengalaman baru bagi para peserta Jamnas IMI yang kebanyakan dari luar NTB.

“Jamuan makan dengan konsep begibung misalnya. Ini bisa dilakukan Pemda Lombok Tengah,” katanya.

Sementara di kawasan Senggigi,  Pemkab Lombok Barat juga harus jeli menyambut para peserta Jamnas IMI. Misalnya, menghidupkan pasar seni Senggigi dengan berbagai atraksi seni budaya yang bisa dinikmati.

“Teman-teman (pelaku wisata) di Senggigi juga pasti mendukung, karena saat ini kan Senggigi cukup sepi ya,” katanya.

Ia berharap, kegiatan Jamnas IMI 2019 di Lombok bisa terlaksana dengan baik, dan menjadi angin segar bagi geliat pariwisata di Lombok dan NTB secara umum.

“Event-event seperti ini memang harus terus dilakukan di Lombok. Kita berharap Jamnas IMI ini sukses dan membawa dampak baik bagi sektor pariwisata kita di NTB,” pungkasnya.

AYA (*)




Wagub Minta Peran Pemuda Dalam Wirausaha Dimaksimalkan

Dipertanyakan,  Bagaimana eksekusi dari program kewirausahaan dinas terkait ke depan

 MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd menggelar Rapat Koordinasi Terkait Kewirausahaan Pemuda bertempat di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Jumat (19/7/2019).

Ia meminta agar potensi-potensi pemuda NTB  dimaksimalkan dalam bidang kewirausahaan. Ia  menekankan pentingnya peran perusahaan daerah dalam menyukseskan program wirausaha tersebut.

“Banyak hal-hal yang kita perlu lakukan dari segi inovasi, sinergikan semua potensi, sehingga semua terlibat sesuai porsi masing-masing,” jelas Hj. Rohmi.

Koordinasi antar dinas, terutama Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan diharapkan berjalan optimal, sehingga program-program Kewirausahaan pemuda di NTB dapat berhasil.

“Bagaimana eksekusi dari program kewirausahaan kita ke depan, tugas kita untuk membuka pasar-pasar dan jalan bagi para pemuda,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB,  Hj. Husnanidiaty Nurdin menyampaikan beberapa poin-poin yang menjadi tujuan utama kewirausahaan pemuda.

Pertama, mengembangkan minat dan motivasi pemuda untuk terjun ke dunia usaha. Kedua, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan tata kelola usaha, produksi, pasar dan jejaring. Terakhir, mengembangkan kemampuan wirausaha pemuda.

“Kewirausahaan ini sudah masuk dalam RPJM dan Renstra kami, kami harap kerjasama, sinergi dan bantuan dari dinas terkait dalam menyukseskan program ini,” harap Husnanidiaty.

Rakor diikuti oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Kepala Dinas Perdagangan NTB dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB.

AYA/Hms NTB




PBNW Gelar Pertemuan Dengan PBNU, Bicarakan Persatuan Bangsa

Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih atas kunjungan PBNW sebagai upaya menyambung hubungan silaturahim antar Ormas Islam

TGB Atsani dan KH Agil Siradj

 lombokjournal.com —

 Jakarta  ;  Pasca terpilih, terpilih sebagai Ketua Umum PBNW periode 2019-2024 pada Muktamar ke-14 Nahdlatul Wathan, di Mataram akhir Juni lalu, Tuan Guru Bajang Lalu Gede M. Zainuddin Atsani, menggelar road show pada Ormas-ormas Islam untuk kembali menyatukan persaudaraan pasca Pemilu 2019.

TGB Atsani Senin (15/07) 2019  mengunjungi Ketua Umum PBNU, Agil Siradj dan Sekjen PBNU, Helmy Faisal Zaini di Jakarta.

Para tokoh Ormas Islam ini,  membicarakan sinergitas dalam aspek kehidupan beragama dan berbangsa, serta membangun SDM yang unggul dan memperkuat dakwah Islam Ahsulussunnah wa Jamaah.

“NU dan NW itu saudara yang menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia, karena pendiri kedua ormas Islam ini satu perguruan, yakni sama-sama alumni Madrasah Assaulatiyyah Makkah almukarromah. Untuk itu mari kita rawat persaudaraan ini demi agama dan keutuhan NKRI,” tutur TGB Atsani dalam siaran pers yang disampaikan ke media, Jumat (19/07)

Ketua Umum PBNU mengucapkan terima kasih atas kunjungan PBNW sebagai upaya menyambung hubungan silaturahim antar Ormas Islam.

Tidak hanya itu, menurut TGB Atsani,  KH Agil Siradj juga mengapresiasi pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto sebagai upaya rekonsiliasi bangsa pasca pemilu.

“Keduanya (Jokowi-Prabowo) adalah putra terbaik yang dimiliki bangsa ini, jadi sewajarnya rakyat Indonesia menyambut baik pertemuan  beliau itu. Kepada rakyat Indonesia sudahilah pertentangan politik, saatnya kita maju bersama  membangun bangsa tercinta ini,” imbaunya

Me




Wagub: Ibu Berperan Kunci Dalam Ketahanan Keluarga

Ibu-ibu sangat besar perannya untuk mensukseskan program-program pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Peran perempuan dalam pembangunan cukup besar, apalagi pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal pembangunan berkelanjutan, hanya bisa berhasil jika penanganannya dari hulu, dari sumber dan dari akarnya. Salah satu kunci keberhasilannya adalah ketahanan keluarga.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M. Pd mengatakan itu saat  menjadi pembicara pada seminar Peran Organisasi Wanita Dalam Pemberdayaan Perempuan Serta Peran Perempuan Dalam Revitalisasi Posyandu, di Hotel Fave Mataram, Jum’at (19/07) 2019.

Dikatakannya, tentang ketahanan keluarga, yang memiliki peran besar dalam hal tersebut adalah seorang ibu.

“Jika peran seorang ibu lemah, betapa anak-anak kita bergantung dari cara ia menerima pendidikan dan arahan dari seorang ibu, begitu pun kesehatan dan pendidikannya,” ungkap Wagub.

Menurutnya, BKOW (Badan Koordinasi Wanita) harus bersinergi dengan GOW (Geraka Organisasi Wanita), supaya saling memperkuat.

Itu salah satu fungsi pertemuan hari ini dan besok, katanya..

Dalam merencanakan pembangunan harus memperhatikan kearifan lokal yang ada di NTB, akuntabilitas, dan berwawasan lingkungan.

Wagub sebagai Ketua BKOW NTB menyampaikan, seminar ini adalah untuk memperkuat peran ibu-ibu, baik dari sisi edukasi/pendidikan dan dari sisi-sisi lainnya.

Pendidikan tidak hanya berasal dari sisi formal, tetapi juga non formal.

Sebelumnya di tempat yang sama, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, dukungan penuh terhadap kegiatan ini, perempuan hars bisa berkontribusi untuk semua kebaikan.

“Ibu-ibu disini sangat besar perannya untuk mensukseskan program yang dibuat oleh pemerintah, saya selaku Ketua TP. PKK menyadari tidak semua desa atau wilayah PKK nya sudah bagus,” ucap Hj Niken.

Hj Niken berharap, semua bersama bergandengan tangan, harus peduli kepada sesama perempuan.

Perempuan harus peduli terhadap sesama, banyak kasus yang terjadi yang merugikan perempuan karena ketidakpedulian terhadap sesama.

“Kalau kita peduli Insyallah semua masalah bisa diselesaikan bersama dan bersama menuju NTB Gemilang”, tutup Hj Niken.

Usai memberikan arahan dalam seminar tersebut, Wagub membuka sesi tanya jawab, yang direspon antusias ibu-ibu mengenai program pemerintah terkait visi dan misi NTB Gemilang.

AYA/Hms NTB




Pesan TGB, Jaga Persaudaraan dan Cegah Fitnah

Fitnah berupa ucapan banyak macamnya. Hujatan, ghibah, dan umpatan. Ghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri

TGB HM Zainul Majdi

lombokjournal.com —

SOLO  ;    Persaudaraan dan menghindari fitnah perlu dijaga oleh umat Islam Indonesia. Modal utama kehidupan adalah takwa kepada Allah, dan modal ini harus dijaga dengan baik.

Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia, TGB HM Zainul Majdi mengatakan itu dalam Kkhutbah Jum’at di Masjid Tegalsari, Solo-Jawa Tengah (19/07) 2019.

Hidup selalu ada pasang surut. Namun nikmat Allah tidak ada yang bisa menghitungnya.

Ukuran sesuatu itu dikatakan penting atau tidak tergantung bagaimana Al Quran membahasnya. Bila dibahas tegas maka nikmat itu maha penting.

“Dan ingatlah perintah ini berlaku untuk kita semua, ketika dalam keadaan bermusuhan kemudian Allah mendekatkan hati kalian. Kalian semua bersaudara dengan nikmat Allah,” katanya.

Dalam ayat tersebut, pentingnya menjaga ukhuwah (persaudaraan). Itu nikmat dari Allah.

“Karena Allah hati kita tertaut satu sama lain. Dalam Firman Allah, kalaupun kamu punya harta sebanyak bumi ini, lalu kamu bayar untuk hati mereka, maka tidak akan bisa. Maka Allah yang mendekatkan satu sama lain,” lanjutnya.

Islam sendiri membahas peradaban, kemauan pasar, dan memperkuat persaudaraam Muhajirin dan Ansor. Kemudian akhirnya membuat piagam persaudaraan Madinah berkomitmen menjaga kota Madinah apapun agamanya.

“Dalam Islam dilarang melemahkan persaudaraan, apalagi merusak,” tegasnya.

Dalam Surah An Nur, ada sepuluh ayat menceritakan berita bohong. Kalau berita bohong serta fitnah dilontarkan akan melemahkan dan merusak persaudaraan.

Fitnah berupa ucapan banyak macamnya. Hujatan, ghibah, dan umpatan. Ghibah diumpamakan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.

“Jangankan melakukan itu (memakan bangkai), membayangkan saja sulit,” ucapnya.

Di Indonesia sebagai umat Islam paling besar di dunia, di tengah masyarakat banyak masih tersebar, ghibah, umpatan, serta hujatan. Tak sadar, akibat itu semua membuat persahabatan menjadi renggang.

“Karena fitnah berupa ucapan yang merusak,” tandasnya.

Me/Tim TGB




Bursa Inovasi Desa; Penyebaran Inovasi Pembangunan Desa

Desa perlu didorong untuk lebih inovatif dalam pemanfaatan anggaran yang dikelolanya, khususnya Dana Desa.

Salah satunya melalui gelaran Bursa Inovasi Desa (BID), seperti yang dilaksanakan Kecamatan Lingsar Lombok Barat, tanggal 18 Juli 2019.

Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Barat,  Dr. H. Baehaqi, M. Pd,  MM, menyampaikan,   pertukaran dan penyebaran informasi antar desa merupakan pembelajran pelaksanaan pembangunan desa.

“Melalui forum BID ini penting dalam proses pembangunan desa, karena terjadi penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi pembangunan desa,” katanya.

BID sendiri menyediakan menu-menu informasi berupak metodologi dan program baik infrastruktur, ekonomi dan sosial yang telah berhasil dikembangkan oleh desa-desa di Indonesia   yang efektif  meningkatkan  kualitas perencanaan dan penganggaran di desa

“Jadi diharapkan desa dapat mengambil pelajaran desa lain terkait praktektek terbaik pembangunan desa melalui ATM (Analisis, Tiru dan Modifikasi),  dari menu BID ini,” terang Baehaqi.

Dalam kesempatan  sebelumnya, saat menerima kunjungan World Bank Mission bersama Kementerian dan Lembaga terkait Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID), Dr. Baihaqi berpandangan, pemerintah daerah perlu segera memberI  atensi pengembangan inovasi desa  dalam bentuk kebijakan strategis dalam bentuk regulasi kabupaten.

“Perlu segera diterbitkan regulasi, minimal Peraturan Bupati Program Inovasi Desa untuk menjaminkan keberlanjutan pelaksanaan BID,” Respon Dr. Baihaqi yang nyaris menjabat 10 tahun sebagai kepala Bappeda Lombok Barat ini.

Untuk itu, Kepala Bappeda 9 tahun ini “menantang”  Dinas PMD Lombok Barat sebagai leading sector segera menyiapkan usulan, termasuk anggaran yang dibutuhkan melalui pihaknya.

“ Atensi Kabuoaten Lombok Barat tersebut, sangat  strategis mengingat  PID akan berakhir di tahun ini, sehingga merupakan  Exit strategi yang sangat positif dalam keberlanjutan inovasi desa,”  kata Rusdi M. Nur, Team Leder Nasional Program Inovasi Desa yang juga kelahiran Bima  merespon sinyal positif dari Lombok barat.

Bursa Inovasi Desa (BID) ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) Kementerian Desa PDTT dalam meningkatkan  kualitass pengelolaan Dana Desa oleh Pemerintah Desa agar lebih bermanfaat untuk masyarakat.

BID di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat tersebut dihadiri oleh: Nursaid Mustafa (Kasubdit PKM Kementerian Desa PDTT), Dr. H.Baehaqi, M.Pd, MM (Kepala Bapeda Lombok Barat), Rusdin M Nur (Program Leader KNPID), Yos D. Billy (Deputi Monev Sekpro), Ikhwan Maulana (Representasi WB), Dinas PMD Kabupaten, Camat Lingsar, seluruh Kepala Desa dan BPF se kecamatan Lingsar,  TAPM, PD dan PLD se kecamatan Lingsar.

Coy (*)

 

 




Dinas Perdagangan Gelar  Pasar Murah Sambut Galungan

Acara pasar murah di Karang Kubu ini juga di sertai dengan pemberin sembako gratis yang dilakukan Dinas Perdagangan NTB kepada 50 orang Lansia (Lanjut usia)

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Perdagangan Provinsi NTB menggelar pasar murah yang berpusat di Karang Kubu, Cakranegara.

Penyelenggaraan pasar murah itu dihajatkan untuk menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) umat Hindu yang akan melaksanakan Hari raya Galungan,

“Dinas Perdagangan NTB dan Kota Mataram mengadakan pasar murah untuk menyambut Hari raya Galungan yang akan di laksanakn Umat Hindu yang ada di Mataram,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj.Putu Selly Andayani saat melihat situasi pasar murah, hari Jumat (19/07) 2019.

Selly mengatakan, ada dua puluh distributor  yang dilibatkan dalam Acara pasar murah ini, serta ada toko jejaring (Supermarket) yang dalam acara ini memberikan  promosinya. Jadi harganyA lebih murah dari harga biasa.

“Penurunan Harga bisa mencapai  10 persen dari harga biasanya, cabai kita hadirkan dengan harga 10 ribu/250gr skilo 40 ribu, beras 44.000 /5 kilo,” kata Selly.

Kebutuhan lainnya yang juga murah, seperti harga telur 40 ribu/ terai, minyak 20.500  per dua lite, mie instan 10.000 /5 Bungkus, gula 11.000/kg , daging sapi beku 80.000/kg, daging ayam beku paha 42.000/kg.

Ditemui terpisah, salah satu pengunjung pasar murah I Ketut Gede menyatakan, sangat terbantu sekali dengan hadirnya pasar murah ini.

“Lebih murah dari di luar, Sangat terbantu dengan adanya pasar murah semoga semua bisa seterusnya akan diakan pasar murah lagi,” ujarnya .

Acara pasar murah di Karang Kubu ini juga di sertai dengan pemberin sembako gratis yang dilakukan Dinas Perdagangan NTB kepada 50 orang Lansia (Lanjut usia) umat Hindu yang berada di sekitar  wilayah Karang Kubu Cakranegara.

AYA (*)