Pemprov NTB Akan Kembangkan Potensi Diorama Di Tanak Beak

Di bawah tanah perbukitaan Tanak Beak ini terdapat kerajaan kuno dan banyak benda purba yang tertimbun

MATARAM.lombokjourna.com —  Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah,M.Sc  bersama Deputi Menko Maritim dan Sumber Daya berkunjung ke Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (07/08) 2019, untuk melihat potensi diorama yang didilirik beberapa ahli geologi.

Melihat potensi diorama, Pemerintah Provinsi berencana mengembangannya, dengan memperbaiki dulu infrastruktur jalan yang menuju lokasi tersebut.

Setelah itu, baru kemudian dilakukan penggalian untuk mengetahui lebih dalam sisa-sisa peninggalan sejarah itu.

“Timbunan-timbunan perbukitan bekas letusan gunung samalas ini layak untuk di gali, selain digali perlu juga kita memperbaiki jalannya untuk mempermudah kita melihat peninggalan-peninggalan yang bersejarah ini,” ungkap Gubernur Doktor Zul yang ditemani ahli geologi Indonesia, Dr.Heryadi Rachmat.

Doktor Zul bercerita, letusan Rinjani yag saat itu namanya masih Samalas tahun 1257 ternyata sangat dahsyat, lebih hebat dibandingkan letusan Tambora dan Krakatau.

Bahkan, terdapat sebuah kerajaan kuno tua bernama Pamatan yang tertimbun pasir akibat letusan Rinjani yang dahsyat itu.

“Daerah ini di penuhi pasir, dan setelah para penambang menggali kira-kira lebih 15 M ketemu tanah asli kerajaan Pamatan ini. Jadi pasir yang digali dan ditambang masyarakat itu adalah pasir yang menutup kampung dan kerajaan hebat ini,” ceritanya.

Kampung bersejarah ini lanjut Doktor Zul meninggalkan banyak artefak bersejarah dan peninggalan-peninggalan lain yang akan menguak banyak cerita dan kisah tentang masa lalu daerah yang dikenal bumi seribu masjid ini.

Sementara itu, ahli geologi ini menerangkan,  di bawah tanah perbukitaan Tanak Beak ini terdapat kerajaan kuno dan banyak benda purba yang tertimbun.

“Ada banyak kami temukan fosil-fosil peninggalan benda purba seperti alat masak, gerabah bahkan gigi-gigi banyak kami temukan di kerajaan pamatan yang tertimbun oleh letusan gunung Samalas tersebut,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




LIA Masuk Deretan 10 Bandara Peraih Akreditasi

Mengutamakan kualitas pelayanan kepada pelanggan merupakan prioritas yang terus ditingkatkan sesuai target menjadi salah satu yang terbaik di tingkat global

LOTENG.lombokjournal.com –  Bandara Internasional Lombok (LIA) masuk dalam deretan 10 bandara PT Angkasa Pura I (Persero) yang berhasil memperoleh akreditasi Bandara Pengalaman Pelanggan Program Akreditasi dari Airports Council International (ACI).

Dengan demikian, Angkasa Pura I menjadi operator bandara pertama di Asia-Pasifik yang mengharuskan bandaranya mendapatkan persetujuan atas komitmen peningkatan dari lembaga kebandarudaraan prestisius dunia yang berbasis di Montreal, Kanada.

Bandara Internasional Angkasa Pura I yang berhasil memperoleh akreditasi yaitu:

  1. Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali
  2. Bandara Juanda – Surabaya
  3. Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar
  4. Bandara SAMS Sepinggan – Balikpapan
  5. Bandara Jenderal Ahmad Yani – Semarang
  6. Bandara Sam Ratulangi – Manado
  7. Bandara El Tari – Kupang
  8. Bandara Pattimura – Ambon
  9. Bandara Adi Soemarmo – Solo
  10. Bandara Internasional Lombok – Praya

“Kami bangga dengan komitmen kami dalam meningkatkan tingkat layanan, serta pengalaman pelanggan di bandara yang kami kelola berhasil mendapatkan akreditasi internasional melalui Program Akreditasi Pengalaman Pelanggan Bandara yang dilakukan oleh ACI,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Jakarta.

Akreditasi ini mengukuhkan pelayanan bandara Angkasa Pura I sesuai dengan bandara-kelas dunia lainnya.

Dalam program strategisnya, Angkasa Pura I meningkatkan kapasitas total di seluruh bandara yang dikelolanya hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.

Angkasa Pura I mengutamakan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Ini merupakan prioritas yang terus ditingkatkan sesuai target menjadi salah satu yang terbaik di tingkat global.

Direktur Dunia ACI Angela Gittens mengatakan, akreditasi ini dilakukan atas dasar bandara untuk memberikan pemahaman terbaik kepada pelanggan, pengukuran strategi, peningkatan operasional, tata kelola, budaya bandara, desain / inovasi layanan, dan kolaborasi komunitas bandara.

“Dengan akreditasi dari ACI, ini artinya pengelola bandara telah meningkatkan komitmen untuk terus meningkatkan dan meningkatkan pengalaman pelanggan yang terus meningkat, unggul, dan belajar bagaimana mereka dapat terus meningkat,” kata Angela Gittens.

Perwakilan 10 bandara Angkasa Pura I ini akan diundang untuk menerima sertifikat akreditasi dalam ajang ACI Pengalaman Pelanggan Global Summit yang akan diadakan di Bali, 2-5 September 2019 mendatang.

Badan Bandara Internasional yang ikut serta dalam memperoleh akreditasi, yaitu Bandara John F. Kennedy New York (AS), Bandara Chattrapati Shivaji Mumbai (India), Bandara Incheon (Korea Selatan), serta Bandara Internasional Halifax Stanfield (Kanada).

Kepala Bagian Komunikasi dan Hukum LIA, I Nyoman Siang menerima apresiasi atas semua pihak yang mendukung optimalisasi pelayanan di LIA, Lombok Tengah, sehingga mampu masuk dalam daftar bandara Angkasa Pura I yang mendapatkan penghargaan ini.

“Sesuai arahan pak GM LIA, penghargaan ini sebagai pemicu dan motivasi bagi LIA dan jajaran manajemen untuk lebih meningkatkan pelayanan yang lebih optimal lagi ke depan,” pungkas Nyoman Siang.

AYA  (*)




Rohman Farly : Kota Mataram Harus Beri Ruang Kreasi Anak Muda Yang Produktif

Tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan di Kota Mataram

lombokjoural.com —

MATARAM  ;  Kota Mataram sebagai Ibukota NTB ini telah menjelma menjadi kota berkembang yang kian metropolis, sayangnya belum semua warga kota merasakan pesatnya kemajuan.

Menurut tokoh asal Kota Mataram H Rohman Farly, semestinya kemajuan ini dinikmati semua, khususnya bagi anak muda.

“Saya berbincang dengan beberapa remaja, ruang khusus untuk mereka berkreasi belum maksimal di kota,” katanya di Mataram, Selasa (06/08) 2019.

Pria yang kini diamanahi sebagai Sekda Lombok Timur ini tak membantah, Pemkot Mataram sudah memberikan perhatian, namun masih terbatas.

Baru pemenuhan fasilitas olahraga seperti arena basket, skate board, ataupun lapangan sepak bola.

“Ya, itu saja tak cukup. Perlu sentuhan lain juga, karena kesukaan anak muda di kota itu beragam,” bebernya.

Ia memberi contoh, di kota perlu hadir semacam bengkel kreatif. Ruang untuk belajar dan memperdalam kemampuan. Contohnya bidang multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing.

“Pokoknya bidang yang sedang digandrungi dan menjadi hobi anak muda,” ujarnya.

Diceritakan, di kota-kota besar anak muda yang memiliki passion multimedia, desain grafis, videografi, ataupun digital marketing serius memperdalam karena menemukan banyak patner dan mitra.

Ditambah fasilitas disana mendukung. Jadilah kemudian mereka ahli desain kenamaan, pembuat konten video handal, perancang aplikasi digital, hingga influencer kenamaan di media sosial.

“Kalau anak muda di Kota Mataram pasti memandangnya baru sebatas hobi. Kreasi mereka belum bisa dikembangkan,” lanjutnya.

Bagi Rohman Farly, tidak ada salahnya ruang kreasi anak muda mulai dipikirkan. Kota Mataram memiliki enam kecamatan dan 50 kelurahan. Dimulai dengan membangun bengkel kreatif di tiap kecamatan. Dikelola seperti rumah bersama bagi anak muda.

“Kita gali kesukaan anak di masing-masing kecamatan. Setelah pemetaan baru kemudian bengkel kreatif ini menjadi lokasi belajar sesuai dengan karakter anak muda tiap kecamatan,” jelasnya.

Diakuinya, membangun konsep ini tentu tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya manusia (SDM) dari dalam daerah. Perlu juga kontribusi dari para pakar yang sudah mumpuni di kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, ataupun Bandung.

“Saya ada kenal beberapa diantara dari mereka. Dan mereka sangat siap ketika kita ajak bertukar pikiran di daerah,” tambahnya.

Perhatiannya yang besar kepada kalangan muda, tambah Farly, didasari dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Kondisi saat ini, dalam urusan teknologi dan pembangunan anak muda harus dilibatkan.

Bagi kalangan tua, agak susah ketika harus memperdalam bidang teknologi yang kian maju.

“Contoh saja, kita orang tua cari uang masih jadi pegawai atau karyawan terikat. Anak muda, sekarang jadi youtuber atau ahli desain sudah kaya mereka,” ungkapnya.

“Kita mau mengejar itu, menggunakan WhatsApp (WA) saja masih suka bingung,” sambungnga tertawa.

Farly yakin, dari Kota Mataram akan lahir anak muda kreatif dan inovatif yang akan membangun daerah. Kuncinya tentu saja, ada keberpihakan pemerintah kepada generasi muda. Mengarahkan serta memberi ruang yang tepat.

“Anak muda lebih paham kebutuhan sesamanya, dibanding kita yang tua. Jadi jangan lagi (anak muda) disepelekan,” tukasnya.

Me




Festival Rimpu 2020 di Monas Jakarta, Didukung Gubernur NTB

Event tersebut juga akan menggelar sejumlah rangkaian acara seperti yang pernah digelar 2018 lalu, dan  penyelenggaraan event 2020 mendatang betul-betul akan dimatangkan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah mendukung rencana penyelenggaraan Festival Rimpu Mbojo di Monas dan Taman Mini Indonesia Indah (TMMI) Jakarta, pada bulan Oktober 2020 mendapat respon positif dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah.

Respon dan dukungan positif dari mantan anggota DPR RI dua periode tersebut disampaikannya pada pertemuan hangat bersama Panitia inti Festival Rimpu di ruang VIP Lombok Internasional Airport (LIA), Senin (05/08) 2019 siang.

“Saya jadi gubernur ini siap membantu (Festival Rimpu) supaya semua mimpi besar kita ini terwujudkan,” ucapnya.

Ia berharap Tambora sebagai  cagar biosfer dunia bisa dipromosikan di dalam dan luar negeri supaya pariwisata NTB khususnya Bima dan Dompu bergeliat.

Doktor lulusan luar negeri ini menyampaikan banyak masyarakat Pulau Sumbawa khususnya Bima dan Dompu yang sukses di Jakarta. Untuk itu, Gubernur Zul minta mereka untuk membangun daerahnya.

“Anak Bima dan Dompu di Jakarta banyak yang sukses, mereka suruh pulang untuk membangun daerahnya. Terlalu banyak orang Bima yang sukses di Jakarta,” ungkapnya.

Selain itu, Duta PKS ini menambahkan, setiap tahun Pemprov NTB akan memberikan beasiswa kepada anak-anak muda Bima sebanyak 20 orang untuk kuliah di Fakultas Hukum di UI Jakarta.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Rimpu, AKBP Ruslan Idris menyampaikan, acara yang rencananya akan digelar di Monumen Nasional (Monas) dan TMII Jakarta selama dua hari tersebut berharap dukungan dari semua pihak termasuk Pemerintah Provinsi, Kabupetan dan Kota Bima termasuk pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) agar mendukung acara yang dimaksud.

“Target kami untuk pesertanya sebanyak 50 ribu orang yang semuanya akan mengenakan rimpu dari sarung tenun asli Bima,” terang Wassidik Krimsus Polda Metro Jaya di hadapan Gubernur Zul.

Selain festival Rimpu, event tersebut juga akan menggelar sejumlah rangkaian acara seperti yang pernah digelar 2018 lalu. Namun katanya untuk event 2020 mendatang betul-betul akan dimatangkan dengan baik.

Sementara Ketua Yayasan Rimpu, Dudi Fahrudin berharap, event besar yang digelar itu bisa menggaet pariwisata mancanegara di Pulau Sumbawa khususnya Bima sama seperti pariwisata Lombok yang ada sekarang.

AYA

 




Menteri PANRB Mengapresiasi Terobosan Penerapan E-Kinerja Berbasis BSC

BSC merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat

Menteri Syafruddin DAN Wagub Hj Rohmi

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Republik Indonesia Drs. Syafruddin, M. Si di Ruang Tamu Menteri PANRB Kantor Kementerian PANRB di Jakarta, Senin, (05/08/2019).

Wagub Hj Rohmi pada Menteri PANRB memaparkan penerapan E-Kinerja berbasis Balance Score Card (BSC), yang merupakan trobosan baru di NTB dalam upaya untuk mempermudah melakukan monitoring dan evalusasi terhadap semua program yang ada di lingkup Pemprov NTB.

“Bapak Menteri, kami sampaikan bahwa, BSC ini trobosan baru yang coba kami lakukan dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola pembangunan dan transparansi penyelenggaraan program-program di seluruh OPD lingkup Pemprov NTB,” papar Wagub.

Asisten II Setda NTB Ir. H. Ridwansyah yang ikut mendampingi Wagub menambahkan, melalui BSC ini, maka semua sumber daya  ikut bergerak dan berperan, termasuk ikut memantau.

“Melalui BSC ini, kepala daerah setiap saat dapat mengetahui progress pelaksanaan program/kegiatan dan program-program unggulan di semua OPD,” tambahnya.

Demikian juga para Kepala Perangkat Daerah, lanjut Ridwansyah dapat memantau kinerja bawahannya dan seterusnya, sehingga ketika terjadi permasalahan, dapat segera diatasi.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan Aplikasi BSC, seluruh rincian program/kegiatan dan alokasi anggarannya, serta progres/capaian kinerja dari tiap-tiap pejabat.  Seluruh Perangkat Daerah sebagai pengelola atau penanggungjawab kegiatan, dapat dipantau secara riil time oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan Para Kepala OPD melalui Dashboard/layar pemantau yang ada diruang pimpinan,” jelasnya

Dengan penrapan E-Kinerja berbasis BSC, yang diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja para pejabat struktural beserta seluruh  ASN pengelola kegiatan dan penyelenggara pelayanan publik, Pemprov NTB terus berbenah dalam meningkatkan Tata Kelola pembangunan, agar fokus pada pencapaian indikator RPJMD NTB untuk mewujudkan NTB Gemilang.

BSC merupakan sistem manajemen strategis/aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas, indikator internal dan eksternal, indikator keuangan dan non-keuangan, dan indikator sebab dan akibat.

Serta dapat diterapkan  tidak hanya pada saat menyusun rencana alokasi anggaran dan menyusun manajemen kinerja. Melainkan juga untuk sosialisasi terhadap kebijakan baru, memperoleh umpan balik serta meningkatkan kapasitas dan aktivitas kinerja SDM.

Menteri Syafruddin mengapresiasi

Menanggapi penjelasan tentang BSC, Menteri Syafruddin menyampaikan, sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh NTB ini.

“Sistem ini sangat bagus untuk diterapkan oleh instansi pemerintahan dan saya sangat mengapresiasi trobosan bagus dari pemerintah NTB ini,” tuturnya.

Menteri Syafruddin berpesan, Pemprov NTB harus dapat menggandeng seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB untuk juga menggunakan sistem BSC ini.

“Pemprov NTB harus bisa juga mengajak para Bupati dan Walikota untuk menggunakan BSC ini,” kata menteri.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan E-Kinerja dengan metode BSC ini.

Selain Asisten II Setda NTB, hadir juga mendampingi wagub adalah Asisten 1 Dra Hj.Eva Nurcahyaningsih M.Si dan Asisten III Ir.Hartina M.Si.

AYA/HmsNTB




Asisten III Setda KLU Buka Workshop Memahami dan Menulis Berita Pascabencana

Ciri-ciri Jurnalisme Solusi fokus pada kedalaman tentang respons terhadap sebuah masalah, fokus pada keefektifan memberikan inspirasi dan wawasan, turut serta menjadi bagian solusi terhadap masalah

TANJUNG, KLU  ;  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bekerja sama dengan Gerakan Revitalisasi Kemanusian (Gravitasi) Mataram menyelenggarakan Workshop Media Massa bertajuk Memahami dan Menulis Berita Pascabencana., Sabtu (03/08).

Peranan media massa sebagai pilar keempat dalam kehidupan bermasyarakat, dinilai sebagai salah satu mengembalikan nilai-nilai substansi kemanusian.

“Pemerintah Daerah KLU mendorong semua stakeholder untuk berperan dalam penanganan bencana, termasuk peran media. Pekerjaan yang tadinya dirasa berat, dengan kebersamaan dan kerja sama yang baik bisa terasa ringan,” kata Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta saat membuka acara mewakili Bupati Lombok Utara.

Dikatakan, media massa berperan penting pada mitigasi bencana baik fase tanggap darurat dan fase transisi pemulihan. Ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan fase rehab rekon untuk kita carikan jalan keluarnya.

“Harapan kami pada workshop ini, bisa didiskusikan untuk bisa berkontribusi dalam penanganan bencana,” tandasnya.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber, budayawan NTB Drs. H. Lalu Fathurrahman, Anggota DPRD KLU, Raden Nyakradi, S.Pd., serta jurnalis dari Tempo Mataram, Latief Apriaman, serta Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD KLU Drs. Wardoyo.

Raden Nyakradi, S.Pd., saat menyampaikan sambutan menguraikan penganggaran pada masa bencana. Dijelaskannya, masa tanggap darurat, korban gempa pada tahap bencana murni mendapatkan bantuan dari relawan.

Pada saat penyusunan RPJMD 2016-2021, sebagai Ketua Pansus saat itu pihaknya mengembalikan RPJMD supaya memprioritaskan penanganan gempa. Ditambahkannya, pada Bulan September penganggaran penanganan bencana itu bisa diselesaikan.

Karena itu, penanganan bencana itu berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan. APBD murni tahun  2018 sebesar 984 miliar rupiah, anggaran untuk BPBD KLU berkisar 5 miliar rupiah lebih dengan dana kesiagaan berkisar 405 juta rupiah.

Drs. H. Lalu Fathurrahman yang menyoroti perspektif kebudayaan menjelaskan, dalam konteks bencana perlu banyak mempertanyakan pemikiran kosmologis adanya bencana.

“Kita tanya kepada tetua, apa kata mereka tentang bencana: ‘Mula iya kelampan gumi langit ketentuan siq epenta’. Ini kesadaran mendalam yang menentukan sikap mereka dalam menjalani kehidupan. Filosofi dari kalimat tersebut menerima anugerah dengan syukur dan tanggung jawab. Ini jelas terekspresi dalam masyarakat Daye,” tuturnya.

Diuraikannya, menerima ketentuan Tuhan yang memang telah terjadi, inilah yang dinyatakan dengan pemikiran kosmologis. Kata “Daya” secara kosmologis artinya kekuatan  yang dalam.

Dalamkesempatan sama, pihak BPBD KLU melalui Kabid Rehab Rekon Drs. Wardoyo memaparkan Pemda KLU sedang melakukan kegiatan rehab rekon secara masif.

“Jumlah korban bencana yang sudah terakomulasi dari SK ke-1 sampai 26 terbagi dalam tiga kategori kerusakan. Ini belum data final, lantaran masih ada dua SK lagi yang menyusul yaitu SK ke-27 dan ke-28,” ujarnya.

Jurnalis Tempo Mataram,  Latief Apriaman dalam paparan materinya mengulas terkait Jurnalisme Solusi. Tahun 2000, Jurnalisme Solusi digagas oleh seorang jurnalis asal Amerika yang berangkat dari sebuah kegelisahan.

Saat itu, masyarakat seperti tidak percaya lagi dengan media, dan beralih dari media konvensional ke media online. Masyarakat sulit membedakan suatu berita itu benar atau hoaks.

“Sederhananya, Jurnalisme Solusi ini mencoba memberikan format baru pemberitaan yang menjadi penuntun ke arah yang tepat. Tulisan jurnalistik bisa mengacu pada tulisan-tulisan yang menampilkan solusi,” imbuhnya.

Dijelaskannya, ciri-ciri Jurnalisme Solusi fokus pada kedalaman tentang respons terhadap sebuah masalah, fokus pada keefektifan memberikan inspirasi dan wawasan, turut serta menjadi bagian solusi terhadap masalah.

Tampak hadir dari beberapa pewarta media, di antaranya dari Suara NTB, TVRI NTB, SCTV, Samalas TV, Seputar Lombok Com, serta dari perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Workshop berakhir dengan peninjauan lapangan di Dusun Tanaq Muat Desa Kayangan. Melihat dari dekat, kehidupan masyarakat setempat pascabencana.

Bagaimana masyarakat mampu bertahan hidup dalam keadaan yang masih terbatas. Masyarakat masih tampak optimis, mereka tetap bekerja produktif sembari menanti pembangunan Rumah Tahan Gempa.

Masyarakat berinisiatif bercocok tanam sayuran, memperbaiki saluran air, membuat usaha kuliner tahu, menggunakan bahan-bahan daur ulang untuk hunian sementaranya, melalui pendampingan dari Gravitasi dan YSI.

Sungguh usaha luhur, masih bisa survival dalam keterbatasan.

sta/humasproklu




Giliran Di Babakan, Disdag NTB Gelar Pasar Murah

Permintaan masyarakat di pasar murah adalah cabai, mengingat harga cabai yang saat ini melonjak, sehingga cabai merupakan salah satu bahan pokok yang paling dicari

Menyerhkan bantuan sembako

MATARAM.lombokjournal.com – Pasar murah digelar di Lapangan Babakan, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Senin (05/08) 2019,

Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB menggelar pasar murah itu menyambut datangnya perayaan Idul Adha 1440 H..

Sebelumnya, pasar murah juga pernah digelar di Karang Seraya dan Banjar Karang Kubu, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, menyambut hari besar keagamaan nasional atau HBKN, yaitu Galangan dan Kuningan.

Kepala Disdag NTB, Hj. Putu Selly Andayani, mengatakan pasar murah kali ini berlangsung berturut-turut. Pada 6 Agustus pasar murah akan digelar di Lapangan Karang Pule, 7 Agustus di Jalan Bung Hatta Monjok, dan 8 Agustus di Lingkungan Rembiga Barat.

“Kemudian, mulai tanggal 10 Agustus, kita akan menggelar pasar murah di Pulau Sumbawa,” ujar Selly ditemui di lokasi pasar murah.

Tidak hanya itu, Selly Andayani juga turut membagikan paket sembako pada 50 warga kurang mampu hanya dengan bermodalkan KTP. Langkah tersebut untuk memberikan kebahagiaan pada masyarakat menyambut Idul Adha.

Saat ini permintaan masyarakat di pasar murah adalah cabai, mengingat harga cabai yang saat ini melonjak, sehingga cabai merupakan salah satu bahan pokok yang paling dicari.

“Untuk saat ini masyarakat membutuhkan cabai. Makanya kita siapkan cabai Rp10 ribu per 200 gram,” terangnya.

Pasar murah yang berlangsung sejak pagi tadi hingga pukul 12.00 Wita, menghadirkan 25 distributor yang menjual aneka bahan pokok. Tidak hanya itu, kosmetik, selimut serta alat dapur lainnya juga dijual.

AYA




Menekan Angka Stunting, Dikampanyekan Pemberian ASI Ekslusif

Ditekankan dukungan dari anggota keluarga lainnya  untuk ibu yang sedang melakukan pemberian ASI secara eksklusif

dr. Nurhandini Eka Dewi

MATARAM.lombokjournal.com – Menurunkan angka stunting atau kasus-kasus gizi buruk dan anak kurang gizi, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewujudkan misi NTB sehat dan cerdas.

PemprovNTB Salah satunya  melakukan edukasi kesehatan dan menyerukan adanya dukungan yang masif bagi para ibu menyusui.

Pada peringatan Pekan ASI Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1-7 agustus, yang dirangkai acara Inspiratif Expo menyambut HUT RI ke 74  di Car Free Day jalan udayana mataram (04/08/2019), Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan mendorong kegiatan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif untuk anak usia 0-6 bulan.

Kegiatan ASI eksklusif yang dikampanyekan ini, sejalan dengan program pemerintah provinsi menekan angka stunting di NTB. ASI sebagai asupan pertama anak haruslah terjaga kualitasnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, menegaskan, pada usia tersebut anak memerlukan gizi yang baik untuk proses tumbuh kembangnya.

“Anak harus memiliki status gizi yang baik sejak baru lahir, maka Asi merupakan Gizi terbaik untuk anak,” tutur kadis.

Tidak hanya itu, ditekankan dukungan dari anggota keluarga lainnya  untuk ibu yang sedang melakukan pemberian ASI secara eksklusif dalam hal ini adalah ayah.

“Memang sudah tanggung jawab ibu memberikan ASI,namun  peran ayah dan keluarga sangat diperlukan untuk mendukung secara psikologis,” ungkap dr. Eka.

Dewi Samawati  yakni dokter Spesialis Anak mengatakan, dukungan tidak cukup  diwujudkan oleh pemerintah saja, tapi secara psikologis dukungan keluarga sangat berpengaruh terutama pada kualitas ASI yang diproduksi seorang ibu,selain mengkonsumsi sayuran serta buah buahan.

“Tidak cukup bagi seorang ibu hanya mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna untuk menyusui, namun dukungan psikis dari keluarga akan membuat produksi ASI yang sehat dan berkualitas” tutur Dewi.

AYA/HmsNTB




Konser  SURADIPA – ARY JULIANT  ;  Menikmati ‘Konten Lokal’ Dan Rindu Kereta di Kota Mataram

lombokjournal.com –

Dua musisi pentolan di Mataram, Suradipa dan Ay Juliant, tampil dalam konser satu panggung, di Teater Tertutup Taman Budaya NTB, Sabtu (03/08/2019) malam.

Suradipa dengan konsep atau tema The Journey, mungkin hendak menampilkan jejak penjelajahan perjalanan musiknya.  Dan ia menimang khasanah lokal di bumi yang dipijaknya, tentu dalam perspektif jazz musician.

Sedang Ary Julliant, sang musisi ‘sesat’ karena gairah musikalnya terus bergerak, dan kita sebut saja ia sebagai penyanyi  balada, dengan Kereta Itu Dari Stasiun Kota Mataram mengangkat kerinduan susana stasiun kota. Ini juga impian tentang hadirnya moda transportasi kereta api dari Mataram. Romantisme suasana stasiun, seperti kenangan Ary tentang stasiun Tugu di Jogja, membuat lagu harapan hadirnya kereta api itu sebagai keinginan nostalgik.

Apa yang yang terjadi?

Penonton mendapat suguhan performance musik yang komplit.

Suradipa, yang kerap diidentikkan warna jazz, tampil tertata rapi, runut tapi menyentuh, meski terkesan ‘dingin’.   Lulusan jurusan musik Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja itu mengangkat apa yang disebutnya konten lokal (Sasak), menjadi wujud komposisi agar menjangkau (taste) publik lebih luas, melampaui lingkaran komunitas kelokalan.

Dan sungguh malam itu Suradipa mampu mengangkat kelokalan menjadi lebih ‘worldwide’.  Ia menegaskan dalam diskusi usai pertunjukan, jenis jazz saat ini bukanlah menjadi minat segmen tertentu. Jazz yang sejarahnya lahir dari lingkungan para budak, yang semula menjadi (seolah-olah) hanya bisa dinikmati kelas tertentu,  kini publiknya makin meluas.

Khasanah lokal bukan sesuatu yang asing bagi Suradipa, atau bukan karena ia terpukau sesuatu yang semata-mata eksotik. Ia bergelut di dalamnya, dan lokalitas itu menarik-narik kesadaran artistiknya.

Sedang Ary Juliant seperti biasanya, hangat menyapa, selalu ingin komunikatif dengan penonton. Dan seperti biasa pula, ia mempertontonkan ketrampilan memainkan berbagai instrumen musik.  Vokalnya yang kadang melengking seperti ingin lebih jauh menyentuh kesadaran lingkungan sosial.

Dan Ary selalu mengajak, ia mengundang seseorang yang diikuti kelompok anak-anak disabiitas bernyanyi bersama-sama. Juga diajaknya seseorang yang membaca tentang kereta api, dalam bahasa Belada.

Di akhir pertunjukannya ia juga mengajak Suradipa bermain bersamanya. Dan hasilnya, suasana musikal yang unk sekaligus menghibur, dari kolaborasi musisi ‘sesat’ dan instrumen Suradipa yang tertata.

Dengan gambar jalan kereta bumel  melalui layar LED yang menjadi backgorund , membuat pertunjukan musik itu sangat apik, dan mengaduk nostalgia.

Dan sayangnya,  pertunjukan itu dinilai penonton sangat singkat.

k-o-s  




Bupati Najmul Akhyar Resmikan Bantuan Stimulan RTG di Rempek Gangga

Dari 571 unit yang ditangani, 570 unit sudah mulai dibangun dan 1 belum, karena tidak ada tempat lain untuk mengungsi

Penyerahan ke wakil warga

Warga yang hadir

GANGGA.lombokjournal.com — Percepatan rehabilitasi-rekonstruksi (rehab-rekon) pascagempa dengan membangun rumah-rumah warga terdampak gempa, terus digenjot  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH.,hari Jum’at  (02/08) 2019 melakukan penyerahan Rumah Tahan Gempa (RTG) kepada masyarakat di Dasan Banjur, Rempek Kecamatan Gangga,.

Saat pennyerahaan itu, Bupati Najmul menegaskan, pembangunan rumah tahan gempa bisa berjalan sesuai dengan rencana secara partisipatif.

Dikatakan bupati, banyak sekali persoalan yang dihadapi, satu per satu terselesaikan. Bahkan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Benana) mengapresiasi masyarakat, karena KLU dinilai capaian pembangunan RTG cukup tinggi.

Hanya saja, ada kendala di antaranya 700 KK yang menempati kawasan hutan lindung, tetapi pemerintah berencana mengeluarkan batasan areal sekitar 14 hektar dari kawasan hutan tersebut.

“Saya sudah menandatangani SK tim teknis yang diketuai oleh PUPR untuk memverifikasi terhadap rumah masyarakat pola mandiri yang sudah jadi. Apakah rumah yang dibangun tahan gempa atau tidak. semoga upaya-upaya yang dilaksanakan pemerintah sesuai harapan kita,” tandas bupati.

Saat itu Pjs Kades Rempek Syaiful Bahri, SP. mengatakan, tanah yang masih disengketakan sekitar 50 persen sudah bersertifikat dan membayar pajak. Tapi secara administratif dikategorikan sebagai hutan.

Upaya penyelesaian sudah dilakukan, termasuk mengusulkan solusinya kepada Pemerintah Daerah.

Di tempat yang sama, pihak pendamping dari BNPB,  Indriana Putri menjelaskan, di Desa Rempek ada 780 rekening, tetapi yang sedang ditangani ada 571 rekening, yang lain adalah data anomali sehingga perlu perbaikan.

Menurutnya, dari 571 unit yang ditangani, 570 unit sudah mulai dibangun dan 1 belum, karena tidak ada tempat lain untuk mengungsi.

“Menunggu tempat keluarga terlebih dahulu jadi untuk ditempati. Sementara rumahnya sedang dibangunkan. Dari 570 rumah tersebut, 207 rumah sudah ditempati warga dan sisanya dalam proses pembangunan,” paparnya.

Pada akhir acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah secara simbolis oleh Bupati Lombok Utara kepada salah seorang perwakilan warga penerima manfaat.

Turut hadir bersama Bupati Najmul di antaranya Kalaksa BPBD Muhadi, SH., Camat Gangga Suhadi, S.Sos., pendamping Fasilitator, Pokmas dan masyarakat penerima manfaat.

sta/humasproKLU