HRF : Manfaatkan Sungai Perkotaan untuk Sektor Perikanan

Inisiatif-inisiatif publik juga harus didorong dalam pengembangan kemajuan Kota Mataram. Harus lebih banyak dibentuk ruang terbuka publik, taman-taman rekreasi dan semacamnya, sebagai wadah generasi muda berekspresi dan berkegiatan

MATARAM.lombokjournal.com —  Kota Mataram merupakan ibukota Provinsi NTB yang menjadi barometer pembangunan di daerah ini. Karena itu, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kota Mataram tak boleh stagnan.

Upaya membangun Kota Mataram yang inovatif dan membuka ruang ekspresi untuk ide-ide kreatif ditawarkan H Rohman Farly.

“Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk Mataram yang lebih maju dan inovatif. Dari hal sederhana saja sebenarnya, yang terpenting ada goodwill dari pemerintahnya,” kata H Rohman Farly (HRF), Kamis (15/08) 2019

Putra asli Mataram kelahiran Rembige – Karang Baru ini mengatakan, penataan lingkungan di Kota Mataram bisa disinergikan dengan aspek pariwisata dan juga ekonomi kreatif ke depan.

Salah satu yang akan didorong adalah bagaimana meningkatkan fungsi sungai di Kota Mataram yang dikolaborasikan dengan pariwisata, kuliner, dan juga ekonomi kerakyatan.

Pria yang masih aktif sebagai Sekda Kabupaten Lombok Timur ini memaparkan, di Kota Mataram program kebersihan sungai sudah mulai berjalan.

Hanya saja, belum ada inisiasi yang membuat program kebersihan makin maksimal untuk masyarakat yang lebih luas.

“Sungai yang sudah bersih ini sebenarnya bisa disebar bibit ikan air tawar yang punya nilai jual. Kemudian ini bisa menjadi  lokasi yang hidup, karena banyak warga Kota ini yang hobi memancing ikan,” katanya.

Dengan begitu, kondisi sekitar sungai pun akan mulai ramai dan menjadi pusat-pusat rekreasi minat khusus.

Lebih lanjut HRF memaparkan, setelah semua terbentuk, maka masyarakat di sekitar sungai bisa menggunakan peluang untuk mulai membuka usaha kuliner dan UMKM lainnya di sekitar sungai.

Selain menjadi pusat pemancingan dan kuliner, lokasi-lokasi semacam ini akan menumbuhkan citra pariwisata juga di Kota Mataram.

“Itu baru satu contoh, bagaimana mengembangkan ekonomi dari sungai yang ada di Mataram. Jadi dari sisi lingkungan kita masuk, dan dampak multiplier efect juga akan terasa bagi masyarakat sekitar kawasan sungai,” katanya.

Menurutnya, pola sinergi antar sektor ini sangat bermanfaat bagi pelestarian lingkungan secara berkesinambungan. Sebab, untuk urusan kebersihan sungai, masyarakat pasti akan berpartisipasi aktif karena ada manfaat ekonomi bagi mereka.

“Sehingga masyarakat sekitar sungai itu bisa merasa memiliki dan mengjaga kebersihan sungai secara mandiri, dengan kata lain ini juga mengedukasi masyarakat kita tentang pentingnya menjaga kebersihan,” katanya.

HRF mengatakan, inisiatif-inisiatif publik juga harus didorong dalam pengembangan kemajuan Kota Mataram. Harus lebih banyak dibentuk ruang terbuka publik, taman-taman rekreasi dan semacamnya, sebagai wadah generasi muda berekspresi dan berkegiatan.

Hal ini juga penting dilakukan agar kesan Kota Mataram tidak gelap dan sunyi di malam hari.

“Seperti kota besar lainnya, harus mulai tumbuh inisiatif publik di Kota Mataram ini. Sebagai ibukota NTB harusnya Mataram ini tetap terang dan banyak aktivitas meski malam hari,” kata tegas HRF yang sudah menyatakan  akan maju dalam Pilkada Kota Mataram 2020.

Rohman Farly mengatakan, jika hal ini dikembangkan, menurut, maka peluang-peluang lain akan terbuka juga. Seperti lapangan pekerjaan di sektor industri kreatif, dan juga destinasi-destinasi baru di wilayah perkotaan.

Multiplier efect secara ekonomi ini yang akan didorong dalam pengembangan Kota Mataram ke depan.

“Yang jelas, saya hadir untuk membawa perubahan di Kota Mataram ini. Mataram harus bisa lebih inovatif, lebih maju, dan lebih kaya dengan ide-ide pembangunan yang cemerlang,” tukasnya.

Me




Konsumsi Garam Beryodium, Solusi Atasi Stunting di NTB

Sebagai pengatur keberlangsungan proses metabolisme tubuh secara ideal dan fungsi organ tubuh lainnya, garam beryodium ini memiliki peran penting dalam melawan Stunting

MATARAM.lombokjournal.com — Komsumsi atau asupan masyarakat NTB terhadap garam beryodium, menurut data Badan Pengawas obat dan makanan (BPOM, masih rendah.

Asupan garam yodium di NTB masih di bawah 30 ppm, atau sebesar 54,67 persen, masih jauh dari standard Nasional sebesar 77,10 persen.

Inilah salah satu factor yang ditengarai menyebabkan masih tingginya angka stunting di NTB. Data terakhir BPS menunjukan kasus stunting di NTB masih mencapai angka 33,49 persen.

Untuk mengatasi kasus stunting, kini Pemda NTB bersama seluruh elemen terkait terus mendorong dan mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kosumsi garam Beryodium.

Disamping juga mendorong pembangunan industri garam rakyat pada minapolitan Bima untuk memproduksi garam beryodium dengan kualitas yang baik.

Karena dengan membiasakan masyarakat mengkonsumsi garam Beryodium, dapat menjadi investasi terhadap tumbuh kembang anak.

Selain dapat mengurangi Stunting, juga anak-anak akan tumbuh menjadi Generasi Emas NTB atau GEN tahun 2025. Yakni generasi yang sehat cerdas, sebagaimana menjadi misi pembangunan dalam pencapsian visi NTB Gemilang.

Asisten III Setda NTB, Ir. Hj. Hartina M.Si., saat membuka Focus Group Discussions mengenai Pengawasan Garam Beryodium di tingkat produsen di Hotel Santika Mataram, (14/08) 2019 menegaskan bahwa untuk memperbaiki masalah gizi (stunting) pemerintah kini melakukan program fortifikasi pada sejumlah pangan di Indonesia.

Fortifikasi pangan atau pengayaan zat gizi mikro pada bahan makana, kata Hartina, adalah proses penambahan mikronutrien (vitamin dan unsur renik esensial) pada makanan.

Fortifikasi pangan di Indonesia sendiri terdapat pada tiga makanan yang kerap dikomsumsi masyarakat: garam, tepung terigu, dan minyak goreng sawit.

Kandungan yodioum pada garam sangat penting bagi tubuh. Zat yodium di dalam garam berfungsi membantu tubuh memproduksi hormon tiroid. Sebagai pengatur keberlangsungan proses metabolisme tubuh secara ideal dan fungsi organ tubuh lainnya. Sehingga, garam beryodium ini memiliki peran penting dalam melawan Stunting.

Membumikan Garam Yodium

Berbagai upaya akan dilakukan Pemprov NTB untuk kembali membumikam garam Beryodium.

Kepala BPOM Mataram Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih mengungkapkan upaya membumikan garam xodium itu akan dimulai dari tingkat produsen. Diantaranya akan diadakan peningkatan Quality Control Pabrik termasuk menjamin ketersediaan garam Beryodium di masyarakat.

Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB siap memberikan Bimbingan Teknis kepada produsen garam.

Di tahun 2020-2021 nanti ditargetkan produsen garam di NTB telah mampu memproduksi garam KW 1.

“Selain meningkatkan Quality Control, akan ada penegakan hukum dalam menghentikan garam bodoh atau garam yang tidak berydiom di kalangan masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, Suarningsih meminta agar seluruh perangkat daerah dapat bekerjasama dalam membumikan kembali garam Beryodium dalam program KGBS atau Komsumsi Garam Beryodium untuk Semua.

Balai POM Mataram dapat berperan sebagai penguji, pengawasan peredaran garam berydiom akan diampu Dinas Perdagangan NTB.

Dinas Perindustrian akan berupaya menghadirkan mesin pembuat garam berydiom, sementara Desa dan PKK dalam berperan dalam melakukan sosialisasi secara masif hingga ke dalam posyandu.

“Kami juga akan menerapkan 4P, yaitu Product, memastikan kualitas produk garam beryodium yang beredar telah sesuai standar. Price, memastikan harga produk garam berydiom terjangkau masyarakat. Place, tersedia di semua tempat. Dan Promosi, memastikan promosi dilakukan secara masif, ” tandas Suarningsih.

AYA




BPJS Kesehatan Memungkinkan Beri Insentif Ke Faskes Terbaik

Pemberian insentif tersebut agar fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan bisa berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada pasien

lombokjournal.com — 

MATARAM  ;  Wacana pemberian insentif kepada fasilitas kesehatan terbaik dalam memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pernah dibahas oleh BPJS Kesehatan bersama dengan BPK dan Komisi XI DPR RI di Makassar beberapa waktu lalu

Karena itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris membuka kemungkinan akan adanya

“Kenapa tidak fasilitas kesehatan yang baik dapat insentif dana insentif daerah khusus yang kaitannyadengan pelayanan kesehatan,” kata Fachmi dalam konferensi pers Ajang BPJS Kesehatan Award di Jakarta,Kamis (15/08) 2019.

Menurutnya, Pemerintah daerah memang bisa mendapatkan dana insentif daerah dari pemerintah pusat, bila memenuhi indikator tertentu, khususnya di bidang kesehatan.

Pemberian insentif tersebut agar fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan bisa berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Fachmi menegaskan, jika wacana tersebut direalisasi, pihak BPJS Kesehatan siap memberikan daftar fasilitas kesehatan yang dinilai memiliki pelayanan terbaik.

BPJS Kesehatan memberikan penghargaan pada sejumlah kategori fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan terbaik, di antaranya Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB) dan, satu rumah sakit terbaik dari masing-masing kelas rumah sakit A, B, C, dan D.

Sebanyak 26.772 fasilitas kesehatan yang sudah dinilai, terseleksi 52 FKTP, 42 RS dan 13 Apotek terbaik di tingkat wilayah. Selanjutnya dilakukan seleksi kembali sampai pada tingkat nasional sehingga terpilih satu FKTP terbaik dari lima kategorL

Rr (Sumber; Ant)




Saat Pawai Alegoris Peringati 17 Agustus, Siswa MAN 1 Lotim Kampanyekan  Gerakan Anti Plastik

Gerakan ini patut di apresiasi, terlebih Pemprov NTB tengah menggalakkan program Zero Waste, yang tujuannya mengurang sampah plastik

LOTIM.lombokjournal.com — Pawai alegoris memperingati 17 Agustus, Kamis (15/08) di Kabupaten Lombok Timur tahun ini, disuguhi pemandangan berbeda.

Biasanya kita melihat siswa siswi berbaris menggunakan beragam busana adat, profesi, dan lainnya. Namun, kali ini ada kontingen di barisan siswa MAN 1 Lombok Timur yang mencuri perhatian dengan penampilannya.

Para siswa kelas X Mia 3 menggunakan seragam ala pemulung dengan wajah di cat putih semua.

Sambil membawa karung, mereka memunguti sampah plastik di sepanjang jalan yang dilalui. Ternyata  mereka  tengah mengkampanyekan gerakan SASTIK (Siswa Anti Plastik).

Ini pertama kali mereka mengikuti pawai  sambil memungut sampah.

“Seru dan edukatif, kami sebelumnya enggan untuk memungut sampah, namun hari ini kami semua belajar untuk lebih peduli lingkungan,” ungkap Tegar dan Anggi, mewakili siswa MAN 1 Lotim.

Menurut Jien Raharja, wali kelas X Mia 3, gagasan ini awalnya muncul sebagai alternatif agar siswa bisa berkreasi dan menampilkan konsep yang lebih variatif dalam pawai.

Namun, ternyata bisa diaplikasikan sbg sebuah gerakan positif. Terlebih dalam pawai seperti ini, potensi sampah plastik sangat besar, karena pesertanya mencapi ribuan.

“Saya sampaikan ke siswa, bayangkan jika semua peserta minum air mineral saja, sudah berapa banyak sampah plastik terkumpul. Belum lagi yg makan permen, bungkus cilok, kue, dll. Siswa sepakat, dan mereka antusias menjadi ‘relawan sampah plastik’ dalam pawai ini ” ungkap Jien.

Jien menambahkan, ide Sastik ini sebagai permulaan dan berharap tidak berhenti di pawai ini saja.

“Potensi sampah plastik juga banyak di sekolah-sekolah, siswa kami berkomitmen untuk meneruskan gerakan ini. Ke depan, akan ada program KARSAKU, yakni Tukar Sampah Dengan Buku, konsepnya sudah ada,  dan kami akan bekerjasama dengan Bank Sampah di desa-desa. Semoga bisa terwujud,” harapnya.

M.Nurul Wathoni, Kepala MAN 1 Lotim mengungkapkan gerakan ini patut di apresiasi. Terlebih, Pemprov NTB tengah menggalakkan program Zero Waste, yang tujuannya mengurang sampah plastik.

“Ini adalah gerakan yang sederhana, dan bisa diterapkan dimana saja. Kami mengapresiasi dan akan mendukung kepedulian siswa, sekaligus sebagai wujud dukungan kami terhadap program pemerintah NTB dalam menjaga kebersihan lingkungan, semoga bisa diadopsi oleh siswa-siswa lain,” katanya.

Usai pawai, mereka membawa kumpulan sampah ke depan sekolah, untuk kemudian diangkut oleh petugas terkait.

AYA




Teknologi Canggih Ramah Lingkungan, Dukung Sistem Pengamanan KEK Mandalika

Pembangunan infrastruktur tersebut, perlu dirancang sebaik mungkin.  Termasuk pemberdayaan SDM lokal dalam bentuk transper skill dalam rangka keberlanjutan operasional dan perawatan (maintenence)

MATARAM.lombokjournal.com —  KEK (Kawasan Ekonoi Khusus) Mandalika di Kuta Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, akan dilengkapi sistem pengawasan, pemantauan, pengamanan dan infrastruktur mobilitas di  area, menggunakan teknologi canggih ramah lingkungan (Mandalika Smart Concept).

Mandalika Smart Consept adalah pemanfataan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengendalian dan pengawasan.  Penting dioperasikan dii resort wisata berkelas dunia

Pemanfaatan teknologi tersebut menggabungkan atau mengintegrasikan berbagai sistem dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Seperti; jaringan listrik berbasis energi panel surya (PLTS), fasilitas air bersih, pengendalian Kebersihan kawasan dan pantai,  circuit control system, Public wireless broadband, mobil listrik berbasis lenSolar hingga CCTV Security Solution di area circuit motoGP.

Termasuk menggabungkan jaringan listrik AC dengan jaringan listrik DC serta penggunaan tetra radio jika jaringan broadband mengalami masalah.

Otoritas pengelola ITDC didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs.Lalu Gita Ariadi serta Plt. Kadis Kominfotik Gde Putu Aryadi, MH, menghadirkan PT. LEN yang merupakan BUMN berpngalaman luas dan dipercaya di kancah internasional untuk pembangunan sistem terintegrasi di bidang telekomunikasi.

Mereka hadir untuk memaparkan rencana pengembangan Mandalika Smart concept tersebut kepada Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalillah di ruang kerjanya, Selasa lalu (12/08) 2019.

Pemberdayaan SDM Lokal

Usai mendengar laporan dari Direktur Pengembangan ITDC yang dilanjutkan pemaparan dari PT.LEN, Wakil Gubernur yang lebih akrab disapa Umi Rohmi menyambut baik konsep pembangunan Mandalika smart tersebut.

Menurut Wagub, pengembangan Mandalika resort, dengan event sekelas MotoGP dunia yang akan digelar di kawasan itu, sudah seharusnya didukung dengan infrastruktur berstandar internasional.

Hanya saja Wagub mengingatkan, pembangunan infrastruktur tersebut, perlu dirancang sebaik mungkin.  Termasuk pemberdayaan SDM lokal dalam bentuk transper skill dalam rangka keberlanjutan operasional dan perawatan (maintenence).

Umi Rohmi juga sempat menyinggung tentang rencana pemanfaatan mobil listrik berbasis lenSolar yang lebih ramah lingkungan, di sejumlah spot  wisata.

Seperti di Gili, KEK Mandalika dan destinasi lain dengan tujuan untuk memfasilitasi wisatawan dalam membawa barang/perlengkapannya.

Hal tersebut diamini Kadis DPMPT, Miq Gita sapaan akrabnya.

“Mobil listrik yang ramah lingkungan ini, perlu dimanfaatkan di daerah wisata, guna membantu membawa perlengkapan berwisata mereka,” ungkapnya.

Miq Gita berharap,setiap investor yang ingin berinvestasi di NTB lebih lebih di kawasan Pantai, agar ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengkampayekan Zero Waste.  Para investor diwajibkan untuk memperhatikan dampak pembangunan terhadap ekosistem biota laut.

“Kami welcome terhadap investor, namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

AYA/HmsNTB




Humas Pemda KLU Adakan Kegiatan Forum Bakohumas

Kehumasan perlu responsif, cepat dan tepat dalam penyampaian informasi publik. Terlebih kini media telah berkembang dengan digitalisasi

H Najmul Akyar

TANJUNG.lombokjourna.com —  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH mengatakan, informasi yang jika disampaikan tidak baik, kendati itu baik, maka hasilnya bisa tidak baik.

Bupati menyampaikan itu saat menjadi keynote speaker  dalam Diskusi Panel Forum Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) yang diselenggarakan Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, di Aula Kantor Bupati (14/08).

Forum Bakohumas bagian dari upaya Humas Pemda KLU dalam penerapan siaran komunikasi pembangunan terintegrasi dan sinergi antarlembaga, komponen masyarakat dan stakeholder dengan prinsip humanitarian.

Dalam kesempatan itu Bupati Najmul memberi ilustrasi tentang kesan kuatnya suatu informasi.

“Saya pernah membaca sebuah artikel dengan judul Pergi ke Surga Melewati Neraka yang menceritakan tentang seorang wisatawan pergi ke Gili Trawangan tetapi di tengah laut, ia diminta tambahan ongkos oleh petugas boat. Wisatawan menjawab tidak bisa, tadi kita sudah sepakat ongkosnya di awal. Kemudian yang punya boat mengatakan, kalau begitu silakan turun. Ini hebat dan kuat kesan informasinya,” tutur bupati.

Lanjutnya, kesan terhadap peristiwa menjadi penting, sehingga bagaimana mengemas kesan yang baik menjadi informasi penting merupakan tugas dari humas.

“Lebih-lebih pada saat ini, kita melakukan percepatan rehab rekon, selalu saja kita masih terjebak pada bad news is good news. Contoh satu rumah saja kemarin dicor tidak baik, kemudian itu di generalisir seolah semuanya begitu. Itulah kondisi Lombok Utara saat ini,” tandasnya.

Bupati menekankan, kita tidak perlu membanggakan pemerintahan ini, tetapi perlu proses informasi apa yang bisa disampaikan ke masyarakat.

“Ini tugas kita,” katanya, sambil menambahkan, perlu sinergi kehumasan se-KLU untuk mengusung spirit informasi publik yang mendukung informasi percepatan rehab rekon dan pembangunan daerah.

Selain bupati, forum itu menghadirkan narasumber Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos. MM., Wakil Sekretaris PWI NTB H. Rudi Hidayat, SH dan Kadis Kominfo KLU H. Muhammad, S.Pd., dimoderatori Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, M.A.

Forum itu dihadiri peserta dari unsur kehumasan berbagai intansi/lembaga dan BUMD se-Lombok Utara. Di antaranya Humas RSUD, Sekretariat DPRD, PDAM, Kemenag, BPS dan unsur kehumasan lainnya.

Laboratorium kehumasan

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB  Najamuddin Amy, S.Sos, MM., mengibaratkan Humas sebuah lingkaran. Humas termasuk organisasi di dalam lingkaran media.

Dalam lingkaran organisasi itu ada leadership atau kepemimpinan. Jadi titik inti dari sistem manajemen itu ada pada pemimpinnya.

“Bayangkan jika protokol tidak bisa mengatur dengan baik, maka pimpinan tidak bisa mengambil tindakan dan kebijakan. Kenapa kemudian kita dipilih, karena kita harus memiliki hubungan yang baik. Menjaga perasaan orang dan (sikap) profesional itu harus dilakukan, kita harus menjaga semua itu,” tandasnya.

Karo Humas dan Protokol Pemprov NTB itu memaparkan pula konsepnya mengenai Public Relation Command Center (PRCC). Dalam gagasannya, PRCC merupakan inovasi sistem manajemen informasi yang berkaitan dengan tupoksi kehumasan dan keprotokolan yang diluncurkan Februari tahun 2018.

“Saya menawarkan konsep baru, semacam laboratorium kehumasan tempat belajar bagi semua yang membutuhkan. Karna kita tidak ingin perubahan itu hanya pada diri kita, tetapi harus pada informasi yang dikemas sesuai realita dan dipublikasi. Terintegrasi dengan baik,” tuturnya.

  1. Rudy Hidayat, nara sumber dari PWI NTB SH menyoroti relasi kehumasan dan media dengan perkembangan era konvergensi media.

Menurutnya, kehumasan perlu responsif, cepat dan tepat dalam penyampaian informasi publik. Terlebih kini media telah berkembang dengan digitalisasi.

Ditambahkannya, antara humas dan media itu perlu bersama mengedepankan informasi yang akurat serta mampu menjaga social networking.

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika KLU H. Muhammad, S. Pd., menyampaikan keberadaan kehumasan memang penting.

Karena pendamping pimpinan daerah dalam kegiatannya, sehingga bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Maka erat kaitannya dengan kegiatan Bakohumas.

“Fungsi kita di Kominfo dan Humas adalah menyampaikan informasi yang baik. Tapi rupanya OPD ini jual mahal sehingga kita yang  menginformasi selalu salah, tidak memberikan informasi. Padahal informasi yang kita akan sampaikan penting,” tandasnya.

Forum Bakohumas diselenggarakan tahun 2019 dengan diskusi panel menyertakan Humas instansi/lembaga, BUMD, dan stakeholders lainnya secara reguler dua kali setahun.

Forum ini merupakan sarana komunikasi dan wahana para pegiat kehumasan di Lombok Utara.

sta/humaspro

 




Hari Anak Nasional, Wagub Harap Anak-anak Selalu Bersemangat Dan Nikmati Masa sekolahnya

Pesan untuk anak-anak, agar memperhatikan kebersihan agar program Zero Waste bisa terwujud maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ataram —  Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Taman Budaya Mataram, Rabu (14/08) 2019.

Dalam kesempatannya, Wakil Gubernur memberikan motivasi kepada anak-anak yang hadir untuk selalu bersemangat dan menikmati masa-masa sekolahnya.

“Ini adalah hari untuk kalian, kita hari ini meperingati hari anak nasional, seyogyanya anak selalu senang menikmati hari-harinya, dinikmati untuk sekolah, jangan dianggap sekolah sesuatu yang membuat kita capek dan stres,” ungkap Wagub.

Bukan hanya anak-anak yang harus menikmati sekolahnya, Wagub juga memberikan arahan agar sekolah-sekolah juga harus menciptakan suasana yang baik, agar dapat dinikmati oleh murid-muridnya.

Ia menceritakan kehidupannya saat bersekolah, ia mengatakan bahwa jika orang menikmati sekolahnya pasti akan mendapatkan hasil yang bagus.

Salah satu tujuan bersekolah adalah menuntut ilmu untuk meraih cita-cita, Wakil Gubernur memberikan gambaran kepada para siswa yang hadir bahwa apapun cita-citanya, anak-anak NTB harus memiliki jiwa entrepreneur.

Selain sekolah umum, hadir juga anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB), namun memiliki kemampuan-kemampuan hebat dan menunjukan kebolehannya. Melihat semua itu, Wagub mengungkapkan bahwa anak-anak yang sekolah di SLB itu bukan memiliki kekurangan, namun memiliki kelebihan dari yang lainnya.

“Yang merasa diri normal belum tentu lebih normal dari pada anak yang sekolah di SLB, yang kita lihat punya kekurangan, banyak memiliki kelebihan di luar kemampuan kita, banyak anak-anak yang sekolah di SLB yang menorehkan prestasi, jadi sayangi keluarga kita, tetangga-tetangga kita yang mengalami disabilitas”, tambahnya.

Tak lupa, diakhir penyampaian, Wagub berpesan kepada anak-anak yang hadir untuk memperhatikan kebersihan agar program Zero Waste bisa terwujud maksimal.

“Sekolah-sekolah juga harus menerapkan zero waste, semua lingkungan kita harus bersih, tidak boleh ada sampah berserakan, nanti kita akan cek sekolahnya, semangat anak-anak NTB, semoga kalian menjadi anak-anak yang berguna bagi umat dan bangsa,” kata Wagub.

AYA/HmsNTB

 

 




Balai Kriya Dekranasda Diharapkan Kembangkan Kerajinan di NTB

Kantor Dekranasda yang baru diresmikan dapat sekaligus sebagai galeri untuk membantu pemasaran hasil produk para UKM Pengrajin dan dapat menunjang sektor pariwisata khususnya dalam penyediaan souvenir

MATARAM.lombokjournal.com —  Pembangunan Balai Kriya di Kantor Dekranasda disambut baik untuk menjalankan pembinaan dan pengembangan produk kerajinan di NTB.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), Hj. Mufidah Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi  kepada Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, saat meremikan dan penandatanganan prasasti oleh Ketua umum Dekranas, Rabu (14/8).

Saat persmian itu, Hj Mufidah didampingi Ketua Dekranasda Provinsi NTB, dan disaksikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah,

Pembangunan Balai Kriya itu membuktikan keseriusan Dekranasda NTB dalam menjalankan tugasnya.

“Kita ketahui bahwa industri kerajinan kriya merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat cepat hampir diseluruh pelosok tanah air tidak terkecuali di NTB yang memiliki potensi sangat besar,” jelasnya.

Hj. Mufidah mengatakan, persaingan regional maupun internasional sangat ketat, maka diperlukan upaya-upaya nyata untuk mendorong para UKM Pengrajin agar lebih giat lagi dan bersaing di pasaran.

Menyadari pengrajin yang skala usahanya kecil dan menengah memiliki keterbatasan dari segi pemasaran, permodalan, dan manajemen usaha.

“Maka diperlukan sinergi dari berbagai pihak untuk melakukan upaya pembinaan dan pengembangan usaha pengrajin dalam mengatasi berbagai kelemahan dan permasalahan dihadapi oleh pengrajin, ” harap Hj. Mufidah

Kantor Dekranasda yang baru diresmikan dapat sekaligus sebagai galeri untuk membantu pemasaran hasil produk para UKM Pengrajin dan dapat menunjang sektor pariwisata khususnya dalam penyediaan souvenir.

Serta memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan melalui website, dan semakin berperan dalam kemajuan bangsa melalui pengembangan dan pembinaan produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat.

“Dengan mengikuti trend pasar yang sedang berlaku dapat pula dengan membuka website yang telah dimiliki oleh Dekranasda. Tidak kalah pentingnya juga agar Dekranasda NTB memanfaatkan pemasaran online, baik secara mandiri atau melalui market place seperti buka lapak dan shopee dan lainnya,” katanya.

Beri inspirasi dan semangat baru

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zul menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasih kepada Hj Mufidah Jusuf Kalla.

“Mudah-mudahan ibu-ibu memberikan inspirasi dan semangat baru bagi di NTB untuk kerja lebih maksimal lagi dan menyongsong masa depan yang lebih baik,” kanya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc , Ketua Umum Dekranasda. NTB memaparkan khasanah budaya dari 2 pulau di NTB. Beberapa hal yg bisa menjadi kebanggaan NTB memiliki kekhasan pada tenunnya masing-masing.

Sebagian besar dari tenun tersebut, masih dilakukan secara tradisional, karena itu kita masih membutuhkan arahan dari Dekranas.

“Kami sangat membutuhkan bantuan, bimbingan dan arahan dari pusat, agar tenun NTB bisa sejajar dengan tenun lain dan diterima diberbagai kalangan” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken menjelaskan, pasca gempa yang mengguncang Lombok, Dekranasda NTB melakukan recovery dari beberapa UKM dan membantu untuk menghadirkan karya mereka di dalam maupun luar negeri.

“Kami tetap membuat berbagai kegiatan pameran, sekali di Dubai yang berkenaan dengan Lombok-Sumbawa Recovery Night, di Malaysia dan rencananya dalam bulan agustus nanti ada undangan dari konjen RI di Darwin dan di Perth,” jelasnya.

Hj. Mufidah Jusuf Kalla memberikan bantuan stimulan kepada pelaku industri kreatif yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul  Sarankan, Kunjungan Ke Luar Negeri  Harus Sampaikan Hasilnya Ke Masyarakat

Masyarakat marah karena kunjungan ke luar negeri Wakil Rakyat  itu dimaknai semata-mata plesiran

MATARAM.lombokjournal.com  —  Perjalanan anggota DPRD NTB ke uar negeri yang menghabiskan dana sebesar Rp 3,5 miliyar rupiah, mendapat penolakan masyarakat luas.

Bahkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah menanggapi perjalanan ke luar negeri beramai-ramai itu dengan sindiran.

Doktor Zul menyarankan, apa yang didapat Wakil Rakyat rmai-ramai ke luar negeri tersebut harus disampaikan kepada masyarakat luas, agar tidak dijadikan bahan olok-olok.

“Mesti peka juga (DPRD NTB kita ini). Coba menurut saya, setelah mereka kunjungan ke luar negeri bikin press conference, paparkan apa hasilnya. Nah saya kira masyarakat mengerti supaya ada akuntabilitasnya,” saran mantan anggota DPR RI tiga periode ini, Rabu (14/08) siang, usai menghadiri acara Dekranas yang dihadiri Ketua Umum, Hj. Mufida Jusuf Kalla di Mataram.

Menurutnya,  masyarakat marah karena kunjungan ke luar negeri Wakil Rkyat  itu dimaknai semata-mata plesiran.

“Kalau ternyata kunjungan ke luar negeri itu hasilnya menakjubkan saya kira masyarakat akan paham. Jadi sebenarnya bukan (masyarakat) pada menolak ke luar negerinya,  tapi selama ini kunjungan ke luar negeri itu tidak kelihatan hasilnya,” ucapnya.

Untuk diketahui,  perjalanan dinas anggota DPRD NTB ke luar negeri yang menghabiskan uang rakyat milyaran rupiah tersebut diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (Kloter).

Kloter pertama berangkat pada, 03 Agustus 2019 dengan negara tujuan Turky, Swiss dan Italy kemudian kembali ke tanah air, 9 Agustus 2019.

Kloter kedua berangkat pada, 13 Agustus 2019 dengan negara tujuan antara lain seperti, Australia, Belanda, Prancis serta Belgia dan akan kembali pada, 19 Agustus 2019.

Pelesiran wakil rakyat ke luar negeri tersebut mendapat banyak penolakan dari mahasiswa, masyarakat dan sejumlah LSM. Bahkan mereka membuat petisi yang ditandatangani puluhan ribu masyarakat untuk membatalkan kunjungan tersebut.

AYA/HmsNTB




Wagub Rohmi Harapkan  Gerakan Pramuka  Tetap Produktif  Dan Inovatif

Ummi Rohmi menitipkan pesan kepada seluruh gerakan Pramuka untuk mendukung Visi Misi NTB GEMILANG

Wagub Hj Rohmi

Wagub bersama wakil Legiun Veteran NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Pada peringatan Hari Pramuka ke-58, gerakan pramuka diharapkn tetap menjaga semangat, selalu produktif dan inovatif dalam berkarya,

Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Dhalilah, M.Pd, yang juga merupakan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Kuartir Daerah NTB, menyampaikan harapan itu saat bertindak sebagai Pembina Upacara dalam peringatan Hari Pramuka ke-58, di Lapangan Bumi Gora Provinsi NTB, Rabu (14/8).

Peringatan itu dirangkaikan dengan Hari Veteran Nasional.

“Selamat Ulang Tahun ke – 58 Pramuka, semoga gerakan pramuka tetap semangat, selalu produktif dan inovatif dalam berkarya, serta selalu menjadi generasi muda terdepan, untuk Indonesia menjadi semakin hebat,” ujar Wagub Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengatakan, selaku anak bangsa kita memang di tuntut untuk bersama-sama bersinergi, menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi bangsa ini, sebagai wujud kecintaan kita terhadap keutuhan NKRI, lanjut Ummi Rohmi.

Pada upacara yang mengusung tema “bersama segenap komponen bangsa gerakan pramuka siap sedia membangun keutuhan NKRI” tersebut, Ummi Rohmi menitipkan pesan kepada seluruh gerakan Pramuka untuk mendukung Visi Misi NTB GEMILANG.

“Sebagai Praja Muda Karana, atau jiwa muda yang gemar berkarya, diharapkan menjadi terdepan, dalam menyukseskan program-program unggulan Pemerintahan NTB seperti, desa tangguh bencana, NTB bersih, NTB zero waste serta program-program unggulan lainnya .

Tidak lupa, Ummi Rohmi yang tampak Anggun dan Berwibawa dengan mengenakan seragam pramuka lengkapnya, mewakili seluruh masyarakat NTB, juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi, kepada para Veteran yang telah mempertaruhkan nyawa untuk membela Indonesia.

“Kita berharap seluruh Anggota Veteran, dengan segala daya dan upaya, tetap bisa mengabdi untuk negeri, tidak lelah mencintai negeri ini. Veteran dapat memberi segala pikiran positifnya, untuk kemajuan masyarakat, daerah, bangsa dan Negara,” harap Ummi Rohmi.

AYA/HmsNTB