Kisah Manggar Pengidap Kanker Payudara, Dengan Kartu JKN-KIS Ia Bisa Dilayani Radioterapi

“Saya sudah tidak pusing lagi soal biaya, ternyata semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan”

lombokjournak.com —

MAARAM   ;     Kanker Payudara merupakan salah satu pembunuh perempuan terkejam. Ia datang diam-diam, menggerogoti tubuh, menyakiti, kemudian membunuh.

Bukan hal yang mudah untuk menghadapi kanker. Inilah cerita Manggar Dwi Ningtyas (50), seorang pekerja swata dan survivor Kanker Payudara yang sempat divonis berada di stadium 1.

Manggar mengaku terdeteksi Kanker Payudara sekitar tahun 2018. Begitu tahu kabar ini, Ia langsung memberanikan diri untuk memeriksakan lebih lanjut ke dokter agar dapat kepastian apakah benar iia menderita Kanker.

Setelah dilakukan pemeriksaan, semua gejala sudah mengindikasikan apa yang diidapnya yaitu Kanker Payudara. Dokter itu bilang, Kanker Payudara Manggar sudah stadium 1 dan harus dilakukan tindakan secepatnya, yaitu langkah pertama akan dilakukan biopsi dan selanjutnya operasi pengangkatan benjolan yang ada di payudaranya.

“Mendengar kata dokter itu saya merasa takut dan langsung terpikirkan biaya yang harus saya keluarkan karena setahu saya tindakan itu sangat mahal.” ceritanya.

Pada bulan Februari 2018 dilakukan biopsi di RSUD Provinsi NTB, lalu selang 1 bulan tepatnya pada bulan Maret 2018 diiakukan operasi pengangkatan benjolan.

“Setelah saya melakukan serangkaian tindakan itu dokter menyarankan untuk melakukan radioterapi, sedangkan di NTB ini belum ada Rumah Sakit yang memiliki alat Radioterapi pada tahun 2018 itu. Akhirnya saya dirujuklah ke Rumah Sakit di Surabaya. Dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan saat itu saya mengumpulkan uang untuk membayar transportasi ke Surabaya, saya kira sampai di Surabaya saya akan langsung mendapatkan tindakan radioterapi, tapi ternyata saya harus melakukan serangkaian pemeriksaan kembali dan itu memakan waktu lama,” tutur Manggar mengingat saat yang sulit itu.

Sedangkan di Surabaya ia tidak memiliki sanak saudara untuk menumpang tinggal sementara. jadi Manggar harus mengeluarkan dana lagi untuk penginapannya.

“Sudah hampir 1 minggu saya tinggal di Surabaya tapi belum dilakukan tindakan radioterapi akhirnya anak saya pun memutuskan untuk kembali ke Mataram untuk melakukan pengobatan disana,” ungkap Manggar saat ditemui tim Jamkesnews saat pembukaan pelayanan radioterapi di RSUD Provinsi NTB, Senin (19/08) 2019.

Dengan rasa cemas akan biaya yg cukup mahal untuk tindakan radioterapi, manggar memutuskan untuk melakukan radioterapi.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah dapat pelayanan radioterapi di RSUD Provinsi NTB dengan menggunakan Kartu JKN-KIS. Saya sudah tidak pusing lagi soal biaya, ternyata semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Terima Kasih BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi NTB yang telah menambah pelayanan radioterapi dan menjamin biaya seluruh biaya pengobat untuk peserta penderita kanker,” tambah Manggar.

Ay/yn/Jamkesnews

narasumber : Manggar dwi ningtyas

 




Gubernur NTB Ingatkan, Pramuka Tidak Boleh Punya Sifat Putus Asa

Dingingatkan kepada para pembina Pramuka agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka ini, ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr.H.Zulkieflimansyah, M.Sc mengingatkan  anggota Pramuka, khususnya yang siaga untuk selalu semangat dan tidak mudah berputus asa.

Sebagaimana karakter ini di contoh seekor kura kura dalam sebuah pertandingan lari cepat dalam sebuah dongeng yang memenangkan pertandingan dengan seekor kelinci.

Dikisahkan, dalam pertandingan ini kelinci dengan angkuh menyempatkan diri beristirahat karena yakin kura- kura tak kan mampu menyaingi dirinya karena berjalan lambat, namun dalam cerita tersebut yang lebih dulu mencapai finish adalah si kura kura karena si kelinci tertidur lelap.

“Seorang Anggota Pramuka tidak boleh memiliki sifat putus asa, sebuah cerita tentang perlombaan di hutan, perlombaan tersebut adalah perlombaan lari antara kelinci dan kura-kura,” kata Gubernur Zul  saat menghadiri Gebyar Pesta Siaga dalam  rangka Hari Pramuka ke-58 dan HUT RI ke-74 di Bumi Perkemahan Jaka Mandala, Minggu, (18/08) 2019.

Ia melanjutkan,  cerita tersebut mengandung pelajaran yang sangat besar bagi kehidupan manusia diantaranya adalah kita tidak boleh menyepelekan orang lain karena kekurangannya sementara kita sendiri merasa lebih dari yang lainnya.

“Pesannya sederhana, walaupun kita punya kelebihan, walaupun kita punya keahlian, walaupun kita mampu berlari lebih baik dari teman-teman kita, kita tidak boleh sombong, kita tidak boleh memamerkan kemampuan kita dan kita tetap waspada terhadap apa-apa yang terjadi di Sekitar kita,” lanjut gubernur

Justru dengan kemenangan kura-kura yang dianggap mustahil bisa menang bisa diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh pesimis dalam segala hal walaupun orang lain menganggapnya sebagai sebuah hal yang mustahil.

“Ini yang tidak berputus asa, walaupun diejek dan penuh keterbatasan, namun dengan keyakinan yang penuh, sedikit demi sedikit, akhirnya kelinci yang larinya lebih cepat bisa dikalahkan, artinya kalau adik-adik punya masalah sedikit dalam kehidupan, jangan pernah putus asa, setapak demi setapak insyaallah akan ada cahaya diujung terowongan untuk menjadi pemenang dalam hidup dan kehidupan ini,” tambah Gubernur.

Ia mengingatkan kepada para pembina Pramuka agar terus membina anak-anak dengan baik di Gerakan Pramuka ini, ia meyakini bahwa NTB akan lebih baik jika Gerakan Pramukanya disikapi dan di internalisasi oleh anak-anak muda di NTB ini.

Waka Bina Muda kwarda NTB, yang akrab  di sapa Kak Fathul sekaligus Ketua Panitia dalam acara ini menyampaikan terimakasinya kepada Gubernur NTB atas kehadirannya dalam acara gebyar siaga di Buper Jakamandala.

Dan menginformasikan, kegiatan seperti ini akan di laksanakan sebagai agenda tahunan kwarda NTB guna menumbuh kembangkan semangat kebersamaan dan memupuk rasa persaudaraan antar siaga di NTB ini.

Nilai yang akan dicapai dalam acara ini  adalah pembangunan karakter peserta didik dan revitslisasi Gerakan Pramuka dimulai dari tingkatan Siaga, Penggalang, penegak pandega sampai kelak menjadi pramuka dewasa.

“Kita akan memulai dari pondasi kita tingkatan siaga ini sehingga harapan kita, keberlanjutan Gerakan Pramuka ini terus menjadi sesuatu yang kita harapkan bersama memberikan kontribusi pisitif dalam mengisi Pembangunan di daerah yg kita cintai Nusa Tenggara Barat yg gemilang,” pungkasnya.

Di acara gebyar siaga ini berbagai macam permainan dan antraksi diantaranya Antraksi memanah dan Karate yg di persembah oleh adik adik siaga Gugus Depan SDIT Anak sholeh Kabupaten Lombok Tengah.

AYA




Rachmat  Hidayat Anggap Perjalanan Ke Luar Negeri Anggota DPRD NTB Itu Murni Jalan-jalan

Dipertanyakan, mana Itu bentuk kesepakatan terulis  dengan Negara tujuan ke Luar Negeri? izin Mendagri yang menjadi klaim jika kepergiannya legal, adalah lebih pada penerbitan administrasi keberangkatannya. Yakni, berupa visa dan permit

lombokjournal.com —

MATARAM – Kepergian sejumlah anggota DPRD NTB ke luar negeri untuk melakukan penandatanganan kerjasama bilataral antara Pemprov NTB ke sejumlah negara di Eropa, seperti Belanda, Prancis dan Belgia, serta ada yang ke Australia, terus menuai polemik.

Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat menyatakan, jika kepergian para wakil rakyat di masa akhir jabatan mereka itu murni untuk jalan-jalan saja.

Pasalnya, jika ada pertemuan di berbagai KBRI, hal itu lebih pada pertanggung jawaban perjalanan berupa tanda tangan dan cap SPPD semata.

“Mana itu bukti kesepakatan tertulis antara NTB dengan negara tujuan. Tunjukkan dong, kok hanya foto selfi di negara tujuan yang banyak mereka tonjolkan di media sosial. Rakyat butuh bukti MoU tertulis bukan foto lagi happy-happy dan jalan-jalan diatas penderitaan rakyat saat ini,” ujarnya menjawab wartawan, Minggu (18/08) kemarin.

Seperti banyak diberitakan, kepergian para anggota DPRD NTB ke luar negeri. dimulai keberangkatan  rombongan pertama yang berangkat pada 3 Agustus, dan baru pulang pada 9 Agustus. Rombongan kedua akan berangkat pada 13 Agustus dan pulang pada 19 Agustus 2019,

Rachmat mengaku, izin Mendagri yang menjadi klaim jika kepergiannya legal, adalah lebih pada penerbitan administrasi keberangkatannya. Yakni, berupa visa dan permit.

“Jadi, itu bukan untuk izin mereka pergi kesana,” kata Rachmat.

Menurutnya, ada pertemuan resmi di KBRI yang dilakukan para anggota DPRD NTB selama mereka berada di negara tujuan, tak ubahnya hanyalah pertemuan penghormatan tamu yang berkunjung yang menjadi tradisi pihak KBRI.

“Kalau pertemuan itu dibilang kesepakatan jelas bukan,” ucap Rachmat.

Terkait klaim promosi pariwisata NTB ke negara Eropa. yakni, Belanda, Italia, Turki dan Belgia, dikatakan Rachmat, sejumlah negera tersebut bukanlah masuk daftar potensial pasar serta daerah tujuan pariwisata NTB selama ini.

Sehingga, dalam pertemuan mereka tidak terlihat OPD terkait yang melakukan pendampingannya. Padahal, faktanya, Dinas Pariwisata selaku leading sektor terkait justru anggaran mereka dan beberapa OPD lainnya dirasionalisasi anggarannya hanya sekadar meloloskan kegiatan kunker ke luar negeri tersebut.

“Bagaimana OPD pemprov NTB mau bangun daerah jika anggarannya oleh DPRD dirasionalisasi hanya sekadar memuluskan rencana kunker ke luar negeri,” tegas Rachmat.

Ia menambahkan, jika DPR RI ke luar negeri jelas tupoksinya. Lantaran, ada satu badan khusus yang menjadi alat kelengkapan dewan, yakni, Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) yang bertugas melakukan kerjasama dan penjajakan hubungan diplomatik antar negara.

“Itupun paspor DPR RI adalah hitam. Beda kayak anggota DPRD NTB yang berpergian sekarang, yakni paspornya adalah paspor berpergian alias wisata,” tandas Rachmat Hidayat.

Me




Autodebit, Memudahkan dan Praktis Untuk Bayar Iuran JKN-KIS

Bagi peserta yang tidak memiliki smartphone dan tidak memiliki rekening bank saat ini, peserta tetap dapat melakukan pendaftaran autodebit melalui telepon genggam (2G) dengan mengakses *141*999#

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kini dapat memanfaatkan layanan autodebit untuk membayar iuran bulanannya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf menerangkan, layanan autodebit ini menawarkan sejumlah keunggulan dan kemudahan yang tak dimiliki alternatif pembayaran lainnya.

Kemudian yang dimaksud itu, pertama, karena otomatis terpotong dari nomor rekening atau melalui akun financial technology (fintech). Dan peserta tidak perlu lagi khawatir lupa membayar iuran setiap bulan.

“Karena bayarnya selalu tepat waktu, peserta pun terhindar dari risiko denda layanan yang bisa muncul jika terlambat membayar iuran. Kemudian peserta juga tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu ada gangguan sistem yang mengakibatkan tidak bisa membayar iuran, padahal ada kecenderungan peserta suka membayar iuran mendekati batas jatuh tempo. Kondisi-kondisi semacam ini bisa teratasi dengan autodebit,” ujar Iqbal, Senin (19/08).

Di samping itu, layanan autodebit juga terbilang efektif dari segi waktu. Saat ini, fasilitas autodebit ini tidak hanya disediakan oleh sejumlah bank yang telah menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, antara lain Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA.

Selain itu, juga ada pilihan lainnya. Per Juli 2019, autodebit juga dapat dilakukan melalui fintech yang tersedia pada Mobile JKN.

Yang paling mutakhir adalah bagi peserta yang tidak memiliki smartphone dan tidak memiliki rekening bank saat ini, peserta tetap dapat melakukan pendaftaran autodebit melalui telepon genggam (2G) dengan mengakses *141*999#.

Selanjutnya, peserta dapat mengisi saldonya di seluruh Kantor Pos Indonesia maupun outlet Alfamart dengan menunjukkan nomor peserta JKN-KIS dan menyebutkan nomor telepon genggamnya.

Program kemudahan membayar iuran JKN-KIS melalui mekanisme autodebit ini sesungguhnya telah diperkenalkan sejak tahun 2017 lalu.  Awalnya autodebit diedukasikan kepada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), atau peserta mandiri, dan peserta Bukan Pekerja, terutama kelas 1 dan 2.

“Diberlakukannya autodebit untuk semua kelas per 1 Januari 2019 sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018. Kalau dulu hanya khusus untuk pendaftaran peserta PBPU kelas 1 dan 2, meskipun ada juga peserta kelas 3 yang memanfaatkannya. Kalau sekarang seluruh peserta dari kelas manapun bisa memanfaatkan layanan tersebut,” terang Iqbal.

Salah satu syarat pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS adalah mengisi formulir kesediaan pendaftaran autodebit. Dan kesediaan dilakukannya proses autodebit pembayaran iuran pada rekening yang didaftarkan, secara rutin setiap bulan pada tanggal yang disepakati.

Pemilik rekening autodebit boleh dari kepala keluarga, anggota keluarga dalam Kartu Keluarga (KK) maupun keluarga/penanggung di luar KK.

Jika pendaftaran autodebit dilakukan melalui akun fintech yang tersedia pada Mobile JKN, peserta cukup melakukan registrasi ke dalam Mobile JKN dan mendaftar layanan autodebit dengan mengikuti langkah-langkah yang tercantum pada aplikasi tersebut.

Demi kelancaran proses autodebit, Iqbal pun mengingatkan agar peserta memastikan saldo rekening atau saldo fintech mencukupi untuk didebit.

Iqbal menambahkan, peserta harus memastikan nomor rekeningnya benar sehingga tidak terjadi kesalahan pendebitan.

Selain itu, nomor handphone yang didaftarkan peserta untuk mobile cash di Mobile JKN harus aktif. Pendaftaran autodebit juga bisa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, yang mana selanjutnya BPJS Kesehatan akan menyampaikan ke bank mitra.

Dijelaskann, untuk peserta yang saat ini sudah terdaftar sebagai peserta PBPU dan Bukan Pekerja namun masih belum menggunakan metode autodebit, bisa langsung ke bank untuk mendaftar atau melalui Mobile JKN. BPJS Kesehatan, juga secara proaktif menginformasikan kepada peserta terkait teknis pembayaran iuran secara autodebit.

Upaya ini kami lakukan untuk memudahkan peserta dalam membayar iuran secara tepat waktu, meningkatkan kepatuhan peserta, juga diharapkan dapat membantu meningkatkan sustainibilitas Pogram JKN-KIS,” ucap Iqbal.

Rr




Nasrudin Nilai Media Sangat Membantu Pemberitaan  Kegiatan Kanwil Kemenag

Kepada semua awak media, Nasrudin berharap selalu mengawal dan mengingatkan apabila Kanwil Kementerian Agama NTB, supaya jangan sampai melakukan kekeliruan atau kesalahan apapun

MATARAM.lobokjournal.com —  Peran serta media dinilai sangat membantu dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, khususnya  dalam pemberitaan  kegiatan Kanwil Kemenag NTB termasuk soal jamaah haji sangat membantu.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB, H. Nasruddin, S.Sos, M. Pd.I  saat menggelar Media Gatheting dengan puluhan awak media , di Mataram, Senin, (19/08) 2019.

Nasruddin, S.Sos, M. Pd.I menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh wartawan yang telah berkontribusi dalam menyajikan informasi terkait kegiatan Kanwil Kemenag NTB.

“Ini tidak lepas dari peran media yang terus menyajikan informasi kepada masyarakat termasuk soal jamaah haji kita,” ungkapnya.

Ia mengaskan, di era keterbukaan informasi ini sudah saatnya tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga semua informasi terakses secara terbuka.

“Kami silahkan temen-temen media  masuk ke semua lini di kementerian agama, dan kami akan mendukung karena sudah saatnya tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga semua terakses secara terbuka. Misalnya ada pengadaan pembangunan gedung sekolah silahkan diumumkan secara terbuka sehingga tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Karena itu ia mengatakan, sangat membutuhkan peran media. Sinergitas dan kerjasama yang saling memahami sangat meskipun di dalam keterbatasan anggaran.

“Karena itu kami mohon dengan hormat mari kita bangun sinergitas dan kerjasama yang saling memahami, namun kami juga mengakui anggaran yang masih sangat terbatas,” ucapnya.

Kepada semua awak media ia berharap untuk selalu mengawal dan mengingatkan apabila Kanwil Kementerian Agama NTB, supaya jangan sampai melakukan kekeliruan atau kesalahan apapun.

“Ketika ada hal-hal yang menyeleweng tolong kami diingatkan agar kami tidak salah,” tegasnya

Kabag TU Kanwil Kemenag NTB, Drs  H. Sirijuddin, MM mengajak semua media bersinergi membangun NTB yang lebih baik. Menurutnya silaturahmi dan sinergitas yang baik sangat penting dalam membangun daerah dan bangsa.

“Mari kita bangun sinergi untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa kita,” pungkasnya.

AYA  (*)

 




Rohman Farly Sambangi Pecinta Tenis Meja di Karang Taliwang Dan Pelembak

Selama ini karirnya memang banyak dihabiskan di Lombok Timur. Meski begitu, ia tetap aktif berkomunikasi dengan banyak kalangan di Kota Mataram

 

H Rohman Farly

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  – H Rohman Farly (HRF) mulai memperkenalkan diri kepada komunitas tenis meja (pimpong) di Kota Mataram.

Kedatangannya ke Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara dan Kelurahan Pelembak , Kecamatan Ampenan, Minggu  (18/08), sekaligus mendengar cerita serta masukan warga.

Dengan kunjungan itu, HRF membuktikan ucapannya ingin mengenal komunitas dan lintas organisasi di Kota Mataram.

Kepada warga Kelurahan Karang Taliwang dan Pelembak, HRF berkisah, banyak warga Kota Mataram yang belum begitu familiar dengan dirinya.

Sejatinya HRF ini putra Kota Mataram asli. Ibunya dari Rembiga dan ayahnya dari Karang Baru.

“Saya ini lahir di Rembiga. Sekolah sampai kuliah di Kota Mataram,” ceritanya.

“Saat kota administratif di era Bapak H Mudjitahid pernah tugas selama 3,5 tahun di Kota Mataram,” sambungnya.

HRF mengakui, selama ini karirnya memang banyak dihabiskan di Lombok Timur. Meski begitu, ia tetap aktif berkomunikasi dengan banyak kalangan di Kota Mataram.

“Salah satunya komunitas pimpong ini, kawan main bersama. Jumlahnya begitu besar,” ucapnya.

Silaturahmi ini mendapat respon positif dari warga. Sejumlah warga pun bertanya mengenai latar belakang HRF. Komunitas dan kelompok-kelompok lintas kegiatan dikenalkan kepada HRF.

Fery salah satu pemerhati pimpong Kota Mataram menyebut, kedatangan HRF sekaligus sebagai perkenalan diri. Selama ini, banyak yang menyebut nama Sekda Lombok Timur ini akan maju dalam Pilkada Kota Mataram.

“Sekalian bisa memperkenalkan diri. Barangkali dari warga ada yang belum kenal,” katanya.

Fery menyebut, HRF berencana akan maju melalui jalur independen. Untuk itu saat ini tim HRF berikhtiar mengumpulkan KTP.

“Ya, mari bersama kita dukung dengan pengumpulan KTP,” sambungnya.

Me




Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Berlangsung Khidmat

Gubernur berharap semoga momentum hari kemerdekaan ini menyadarkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa mengisi kemerdekaan itu jauh lebih sulit dari merebut kemerdekaan

Gubernur Zull sebagai Inspektur Upacara

MATARAM.lombokjournal.com — Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia Tingkat Provinsi NTB berlangsung lancar dan penuh khidmat.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah, S.E, M.Sc, bertindak sebagai inspektur Upacara dan Cadangannya adalah Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djaillah.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB itu dimulai sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu (17/08) 2019, dengan Komandan Upacara adalah Letkol Infrantri, Gede Putu Wardana dari Danyonif 742/SWY. Kemudian, Perwira Upacara adalah Mayor Infantri, Heri Mujiyono dari Dandenbekang Mataram

Pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan RI, Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaedah, SH. M. H.

Upacara yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Agustus itu, diawali dengan peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan oleh Gubernur NTB, dengan menekan tombol sirine, sekitar 10 detik. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan oleh Ketua DPRD Provinsi NTB.

Usai Do’a oleh pejabat Kementerian Agama Wilayah Provinsi NTB, acara dilanjutkan dengang pengibaran bendera merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih oleh 28 siswa-siswi terbaik dari sepuluh kabupaten/kota di NTB.

Mereka telah diseleksi dan dikukuhkan oleh Gubernur NTB. Pasukan tersebut dikomandoi oleh Letnan Satu, CKM, Bambang Tri Laksono.

Dengan langkah tegap, rapi dan sembgat, para Paskibraka itu berjalan mulai dari Pintu Barat Kantor Gubernur NTB. Disaksikan ratusan pasang mata, para pasukan ini berlajan ke arah timur dan berhenti tepat di depan tiang putih yang akan dipergunakan untuk pengibaran bendera merah putih tersebut.

Pembawa Baki pada upacara kali ini dipercayakan kepada Masayu Farah Rachmadani, siswi SMA Negeri 4 Kota Mataram.

Sebelum dikibarkan, siswa yang hobi olah raga Voly ini berjalan ke arah Mimbar Upacara untuk menerima bendara merah putih dari Gubernur NTB.

Setelah itu, bendara dikibarkan pada tiang setinggi dua puluh meter diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pengibaran bendera merah putih pun berhasil dilakukan tanpa ada kendala.

Gubernur Doktor Zul, usai upacara berharap semoga momentum hari kemerdekaan ini menyadarkan seluruh masyarakat Indonesia bahwa mengisi kemerdekaan itu jauh lebih sulit dari merebut kemerdekaan.

 

“Jangan sampai pengorbanan para pahlawan kita, para pendahulu kita, para founding fathers kita, dengan darah dan air mata, harta dan lain sebagainya, tidak dimaknai secara mendalam,” ungkap Doktor Zul.

Dikatakan, Mudah-mudahan dengan HUT Kemerdekaan RI ini masyarakat NTB terus bangkit dan Negara Indonesia lebih maju lagi.

Upacara tersebut juga melibatkan anggota TNI, Polri, ASN, Veteran, Ormas sebagai pasukan. Di deretan kursi tamu, terlihat Para Mantan Gubernur dan WakiL Gubernur NTB beserta istri. Tidak ketinggalan para pejabat lingkup pemerintah Provinsi NTB.

AYA/HmSNTB

 




Warga Binaan Lapas Mataram Terima Remisi Umum 17 Agustus 2019 Dari Gubernur

Tahun ini ada 580 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengusulkan Remisi. Sementara Jumlah WBP yang menerima remisi 522 Orang

MATARAM.lombokjournal.com — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Mataram, Sabtu (17/8) menerima Penyerahan Remisi Umum 17 Agustus 2019

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir bersama istri Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc, saat melakukan penyerahan remisi itu memberikan motivasi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Mataram, agar bersemangat dan terus melakukan hal positif.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zul  menyammpaikan cerita inspiratif.

“Seorang Narapidana di Australia, hukumannya sangat panjang, sampai lelah dia menghitung hari, kemudian dia menulis di kamarnya satu kalimat pendek, yang bunyinya “semuanya akan berlalu,” kalimat pendek itu lah yang kemudian menentramkan jiwanya,” cerita Doktor Zul.

Ketika ada kebosanan, ada kejenuhan ada segala macam, kemudian dia melihat itu, dia senyum sendiri karena segala sesuatu semuanya akan berlalu,” lanjut gubernur.

Gubernur mengajak semua pihak, termasuk warga binaan Lapas Mataram, selalu memaknai segala peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Baik dalam keadaan susah maupun senang, semua itu pasti akan berlalu.

“Apapun pangkat jabatan, kesusahan, kenikmatan hidup yang kita alami dan rasakan saat ini, semuanya akan berlalu. Kita kembalikan semua kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” pintanya.

Memaknai Hari Kemerdekaan ini, Doktor Zul berharap HUT RI yang ke 74 ini dapat dirayakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, serta dihiasi dengan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud kontribusi untuk bangsa dan negara.

“Kemerdekaan itu sudah seharusnya kita rayakan dengan satu semangat bahwa semuanya akan berlalu, penindasan sesama manusia akan berlalu, tapi mudah-mudahan kebahagian tidak kita rayakan secara berlebihan, karena kebahagiaan juga akan berlalu,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, Drs. Andi Dahrif Rafied, M.Si dalam laporannya menyampaikan, pada tahun ini ada 580 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengusulkan Remisi. Sementara Jumlah WBP yang menerima remisi 522 Orang.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin kita laksanakan di lapas dan rutan se-Indonesia,” ungkapnya.

Hadir dalam acara Penyerahan Remisi tersebut, Ketua DPRD Provinsi NTB, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi NTB, Walikota Mataram dan Kepala Lapas Mataram.

AYA/HmsNTB




Gubernur Launching Sekolah LISAN, Mensukseskan Program Zero Waste Dengan Merubah Pola Pikir

Gubernur berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar

Gubernur melaunching Sekolah Lisan

Clean up sungai Jangkuk

MATARAM.lombokjournaal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh melakukan kegiatan Clean Up dan launching program Sekolah Lingkungan Sampah Nihil (Sekolah Lisan) yang bertempat di Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Jum’at (16/08) 2019.

Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Jembatan Baru Dasan Agung-Kebon Sari oleh Gubernur dan Walikota Mataram.

Gubernur menyampaikan, hal yang paling utama dalam menyukseskan program NTB Zero Waste adalah merubah pola pikir masyarakat. Bila pola pikir masyarakat mampu dirubah, maka NTB Bebas Sampah tahun 2023 bisa diwujudkan.

“Kalau mau menyelesaikan persoalan sampah di NTB maupun di Mataram, maka perbaiki dulu pendidikannya, perkaya pengalamannya, perluas tata pergaulannya, dan tingkatkan ekonomi masyarakatnya,” jelas Doktor Zul.

Doktor Zul juga menjelaskan, pentingnya Bank sampah agar disediakan di seluruh daerah di NTB. Bank sampah tersebut kelak diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Kalau bank sampah ada di setiap Kecamatan, saya membayangkan orang naik haji karena bank sampahnya, ada yang anaknya gratis kuliah karena bank sampahnya dan lain sebagainya.  Kalau semua sudah begitu, Insya Allah lingkungan kita asri lestari dan nyaman untuk kita tinggali,” lanjutnya.

Selain bank sampah, Gubernur juga menyinggung tentang sungai. Ia berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia berencana akan mengirim 30 aktifis terkait sungai ke Singapura. Selama beberapa hari disana diharapkan para aktifis tersebut mampu belajar menata dan mengelola sungai yang ada di Mataram.

“Saya membayangkan alangkah hebatnya kota Mataram ini, alangkah hebatnya Provinsi Nusa Tenggara Barat ini kalau semua sungai-sungai kita itu hidup dan mendatangkan efek ekonomi dan kesejahteraan,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan sama, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan, kegiatan Clean Up atau gotong royong dan launching Sekolah LISAN merupakan rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 sekaligus HUT kota Mataram ke 26, tepatnya tanggal 31 Agustus mendatang.

Ahyar meminta seluruh dukungan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan sampah. Ia juga mengapresiasi kelompok-kelompok masyarakat yang berinovasi dan berkreatifitas dalam mengolah sampah sehingga bernilai ekonomi.

“Kita akan bekerja keras untuk masalah sampah sehingga NTB Zero Waste pada tahun 2023 mendatang dapat terwujud,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Mataram, Irwan Rahadi mengungkapkan program Sekolah LISAN merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah.

Melalui program Sekolah LISAN, ada 40 bank sampah yang masih aktif yang tersebar di 50 kelurahan di kota Mataram. Ke depan juga diharapkan seluruh Sekolah dari berbagai tingkatan dapat mengelola sampahnya dengan mandiri.

“Kita di kota Mataram dengan segala daya dan upaya akan mendukung dan menyiapkan diri demi suksesnya program NTB Zero Waste,” ungkap Irwan.

Saat bersamaan, kegiatan gotong royong ini juga berlangsung dibeberapa lokasi lainnya, antara lain Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, Jalan Langko dan Pejanggik.

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh ASN lingkup Provinsi NTB dan Pemerintah Mataram, Sekolah tingkat SD, SMP, SMA se-Mataram dan juga masyarakat umum.

AYA




Gubernur NTB Raih Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, memberikan peran sangat penting dalam peningkatan daya saing indonesia

lombokjournal.com —

MATARAM   ;  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah meraih penghargaan Upakarya Wanua Nugraha dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Anugerah tersebut diberikan kepada Kepala Daerah atas prestasi dan komitmen dalam memajukan Desa dan Kelurahan di wilayahnya.

Sekjen Kementerian Dalam Negeri Dr. Hadi Prabowo, M.M, menyerahkan penghargaan tersebut pada Kadis Pemdes Dr. H. Ashari, SH., M.H mewakili Gubernur NTB.

Penyerahan itu berlangsung saat pembukaan Temu Karya Nasional Dan Pekan inovasi Perkembangan Desa Dan Kelurahan (PinDesKel) tahun 2019, Kegiatan itu merupakan puncak pelaksanaan rangkaian kegiatan evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan, di Ballroom Hotel Discovery Ancol, Kamis (15/08) 2019.

Penganugerahan Upakarya Wanua Nugraha itu, merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri  No 81 Tahun 2015 Tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan di Indonesia.

Atas dasar tersebut Kemendagri menyelenggarakan lomba Desa dan Kelurahan tingkat regional, Temu Karya Nasional serta PinDesKel kategori penilaian lomba bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Regional.

Sekjen Kemendagri memberikan apresiasi kepada semua Kepala Desa/Kelurahan, Kecamatan dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia, yang telah berinovasi sehingga Desa dan Kelurahan di wilayahnya dapat menjadi juara di tingkat provinsi maupun regional.

Sehingga mempunyai nilai plus dibandingkan Desa dan Kelurahan lainnya. Ia berharap, pemenang lomba Desa/Kelurahan bisa menjadi contoh bagi Desa/Kelurahan lainnya.

Hadi Prabowo mengingatkan, agar Desa/Kelurahan yang telah menjadi juara, tidak terlena, berdiam diri atau cepat merasa puas, tetapi harus terus berinovasi untuk kemajuan masyarakat di daerahnya.

Pemerintah pusat juga mengapresiasi PemDesKel tingkat nasional tersebut, karena merupakan pertemuan yang dinilai sangat penting antara Pempus dan Pemda, baik tingkat Desa maupun Kelurahan.

Pemerintah akan terus memberikan penghargaan atas kerja keras seluruh perangkat Desa/Kelurahan, yang telah mampu mengantarkan desa maupun kelurahan mereka menjadi terbaik.

Tentunya dalam inovasi, konsolidasi pemerintahan dan tata kelola pemerintahan Desa/Kelurahan.

Sekjen Kemendagri mengingatkan akan pentingnya arti data Desa dan Kelurahan, dalam proses perencanaan dan penganggaran.

Oleh karena itu ia meminta kepada pemprov dan pemkab/pemkot untuk terus mendorong pengisian pemutakhiran data dan profil desa serta evaluasi perkembangan Desa/Kelurahan sesuai amanat Permendagri nomor 33 tahun 2019, tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2020.

Sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa lebih optimal dan terarah.

Ia menyadari dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, memberikan peran sangat penting dalam peningkatan daya saing indonesia.

Salah satu elemen pendukungnya adalah adanya data dan informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyakini dengan peningkatan data dan profil desa akan mampu mengakselerasi dan memperkuat daya saing indonesia.

“Melalui Evaluasi desa dan kelurahan adalah pintu menuju rumah besar akan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

AYA/HmsNTB