Bupati Najmul Hadiri Peletakan Batu Pertama Rumah Produksi Kakao Genggelang

yang mesti dilakukan  untuk  mempercepat nilai tambah, yaitu inovasi dan teknologi

lombokjournal.com —

GANGGA,KLU   ;    Kabupaten Lombok Utara mendapat dua Proyek Percontohan Inkubasi Inovasi Desa-Program Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Pengembangan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tahun 2019.

Dua Proyek Percontohan Inkubasi Inovasi yang dimaksud, yaitu Rumah Produksi Kakao di Desa Genggelang dan Gudang Pengolahan Kelapa menjadi Minyak di Desa Sokong.

Setelah peletakan batu pertama Gudang Pengolahan Kelapa menjadi Minyak sepekan silam, kini Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Produksi Lantai Jemur dan Gudang Penyimpanan Kakao di Dusun Senara Desa Genggelan, Senin (02/09) 2019.

Bupati Najmul menyatakan, dari awal telah melirik salah satu komoditi unggulan Kakao Lombok Utara. Komoditi unggulan ini tentu tak banyak artinya,bila tidak ada upaya mengembangkan agar .hasil-hasil komoditi unggulan memiliki nilai tambah.

Ditekankan bupati, perlunya memperkenalkan ke luar daerah maupun luar negeri bahwa Lombok Utara memiliki produk Kakao unggulan.

“Provinsi NTB menempatkan Lombok Utara sebagai penyangga kebutuhan Kakao nasional. Ini artinya potensi Kakao di KLU besar sekali. Kalau dulu kita jual gelondongan sekarang dengan adanya rumah produksi ini harapannya tentu, produksi dan olahan bisa mempunyai nilai tambah,” tuturnya.

Dijelaskannya, dua hal yang mesti dilakukan suatu daerah untuk desa supaya mempercepat nilai tambah yaitu inovasi dan teknologi.

“Saya harap dinas terkait membekali kawan-kawan penggerak desa dengan konsultan yang bisa membangun kreativitas. Karena produk kita harus seirama dengan kebutuhan pasar. Kreativitas proses bahan mentah menjadi siap konsumsi,” harapnya.

Kepala Dinas DP2KBPMD Drs. H. Kholidi, MM. mengatakan. perhatian dari pemerintah pusat melalui Kemendes dengan program PIID-PEL dianggarkan pada tahun 2019 sungguh luar biasa.

Produk unggulan daerah, lanjutnya, sesuai analisis potensi daerah diantaranya Kelapa, Kakao, Kopi dan Cengkeh.

Prioritas Dana Desa

Pada kesempatan yang sama, Ketua TPKK Saharman, S.IP., menyampaikan pilar prioritas penggunaan dana desa, yaitu mengembangkan produksi unggulan desa, mengmbangkan Badan Usaha Milik Desa, membangun lumbung desa dan membangun sarana desa.

Tujuannya, agar dana desa mulai diarahkan untuk kegiatan produksi dan peningkatan nilai tambah kesejahteraan masyarakat.

Dalam rangka menguatkan kebijakan kementerian, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa bekerja sama dengan Bank Dunia menyelenggarakan PIID-PEL sebagai salah satu upaya mempercepat penaggulangan kemiskinan di desa.

Melalui dana desa secara lebih berkualitas, strategi pengembangan pelayanan sosial dasar serta infrastruktur desa.  Sebagaimana tercantum dalam pedoman umum berupa Keputusan Menteri Desa nomor 48 tahun 2018.

“Percontohan inkubasi program inovasi desa dimaksudkan untuk peningkatan kualitas kelembagaan ekonomi, kegiatan produksi jaringan pasar melalui  kemitraan,” tandasnya.

Program ini, lanjutnya, merupakan contoh pemanfaatan dana desa yang didorong melalui pengembangan produk unggulan desa serta kemitraan antarkelompok ekonomi desa, lembaga ekonomi desa, pelaku usaha.

Usai peletakan batu pertama, bupati beserta tamu undangan meninjau sarana dan prasarana Rumah Produksi dan mencicipi olahan Kakao.

Hadir pada peletakan batu pertama diantaranya Anggota DPRD Hakamah, A. Md.Agr, Kadis Kominfo H. Muhammad, S.Pd, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian  Ir. Nanang Matalatta, Sekdis Perindagkop H. Yek Bakar, S.IP, Kepala Bagian Ekonomi Setda KLU Ir. Moch. Wahyu Darmawan, M.Si, Camat Gangga Suhadi, S. Sos. Pjs Kades Genggelang Ni Nyoman Kartini beserta tamu undangan lainnya.

sta/humaspro




Anggota DPRD Provinsi NTB, Masa Bakti 2019-2024, Dilantik

Sebagian dari anggota DPRD yang dilantik, 20 diantaranya merupakan anggota DPRD Provinsi, periode 2014-2019, yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Provinsi NTB, masa bhakti 2019-2024

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebanyak 65 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, masa bakti 2019-2024 resmi dilantik.

Proses pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah/janji seluruh anggota dewan, oleh Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi NTB, H. Kresna Menon, SH, MH, di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Provinsi NTB, Senin (02/09) 2019.

Usai pengambilan sumpah/janji, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah pelantikan secara simbolik oleh masing-masing ketua partai. Proses penandatanganan disaksikan Ketua Pengadilan Tinggi NTB dan seluruh perwakilan masyarakat yang hadir.

Pelantikan Anggota DPRD NTB

Kemudian yang dilanjutkan dengan penyematan Pin anggota oleh Ketua Pengadilan Tinggi NTB.

65 anggota DPRD Provinsi NTB tersebut, merupakan hasil dari Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Sebagian dari anggota DPRD yang dilantik, 20 diantaranya merupakan anggota DPRD Provinsi, periode 2014-2019, yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Provinsi NTB, masa bhakti 2019-2024.

Anggota DPRD Provinsi yang dilantik, sebagai penerima tongkat estafet dari anggota DPRD Provinsi periode sebelumnya, diharapkan mampu memberikan pengabdian terbaiknya bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam ikhtiar memajukan daerah di masa akan datang.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota DPRD Provinsi NTB yang baru dilantik.

“Selamat mengemban amanah dari rakyat,” ucapnya.

Gubernur berharap, segala prestasi yang telah ditorehkan anggota dewan sebelumnya, dapat dijadikan motivasi untuk dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan oleh anggota dewah yang baru.

Menurutnya, anggota dewan yang terpilih dan dilantik saat ini, merupakan orang-orang terbaik yang akan mengabdi bagi kemajuan masyarakat dan daerah NTB.

BACA JUGA ;  Pelantikan DPRD NTB Diwarnai Aksi Pengeroyokan

Untuk itu ia mengajak, seluruh anggota dewan untuk bersinergi membangun daerah menjadi lebih baik di masa akan datang. Selain itu, gubernur juga menyampaikan terimakasih atas pengabdian terbaik kepada anggota dewan sebelumnya.

Pada akhir sambutannya, gubernur memintakan maaf kepada seluruh anggota dewan, Almarhum Drs. H. Imhal.

“Selama menempati berbagai posisi di NTB, tentu dalam interaksi banyak hal-hal yang kurang berkenan, apabila ada kesalahan dalam interaksi selama menduki berbagai posisi di NTB, mohon dimaafkan”, pintanya.

Sebelumnya, Ketua Sementara Anggota DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH, menegaskan, semua gagasan dan mekanisme yang belum terlaksana pada masa jabatan anggota dewan 2014-2019, akan dilanjutkan dan ditingkatkan pada periode berikutnya 2019-2024.

Ia mengatakan, semua prestasi NTB dalam berbagai bidang, akan dijadikan sebagai penunjang oleh anggota dewan pada masa berikutnya. Isvie mengajak seluruh anggota dewan terpilih, untuk mengemban amanah masyarakat dengan baik. Serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan NTB Gemilang di masa akan datang.

Untuk itu, ia meminta, dukungan dan kerja yang harmonis dengan anggota dewan dan pihak pihak lainnya, serta do’a dari seluruh masyarakat NTB, agar anggota dewan masa jabatan 2019-2024, dapat menjalankan tugas dan amanah dari masyarakat NTB, dengan sebaik-baiknya.

Prosesi pelantikan juga dihadiri Bupati / WaliKota se-NTB, Forkopimda Provinsi NTB, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-NTB, Sejumlah Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode sebelumnya, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua dan anggotq KPU se-NTB, Bawaslu se-NTB, Organisasi Wanita dan LSM.

AYA/HmsNTB

 




Pelantikan DPRD NTB Diwarnai Aksi Pengeroyokan

“Kemudian teman kami dikeroyok, diinjak dan dipukul. Sehingga terluka parah. Kepalanya bocor”

MATARAM.lombokjournal.com — Pelantikan Anggota DPRD NTB diwarnai aksi keributan.

Keributan tersebut dipicu aksi pengeroyokan mahasiswa oleh Pengamanan Dalam (Pamdal) Dewan, Senin (02/09) 2019.

Kericuhan bermula saat kelompok mahasiswa Ikan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mataram menggelar aksi di depan gerbang DPR.

Aksi mereka mendapat pengawalan berlapis pihak kepolisian dan Pamdal. Petugas berusaha agar mahasiswa tidak masuk dan mengganggu jalannya pelantikan.

Korban pengeroyokan

Adi, seorang mahasiswa yang terlibat aksi mengatakan, keributan tersebut bermula saat mahasiswa berpindah tempat orasi dari gerbang selatan ke gerbang utara.

Namun tiba-tiba Pamdal mengejar salah satu massa aksi yang hendak menuju gerbang utara.

“Kemudian teman kami dikeroyok, diinjak dan dipukul. Sehingga terluka parah. Kepalanya bocor,” kata Adi.

Akibat pemukulan tersebut membuat kericuhan semakin meluas. Aksi saling dorong dan baku hantam terjadi.

Beberapa saat kemudian polisi yang mengamankan aksi menghalau kedua kelompok yang terlibat keributan tersebut.

Massa aksi kemudian bubar dan menuju Polres Mataram untuk melaporkan aksi brutal yang dilakukan Pamdal.

BACA JUGA ;  Anggota DPRD Provinsi NTB, masa bakti 2019-2024, Dilantik

“Kami saat ini di Polres Mataram melaporkan aksi pengeroyokan tersebut,” ujarnya.

Massa juga membawa bukti rekaman video saat terjadi aksi pemukulan oleh Pamdal.

Dalam aksi tersebut, IMM menuntut empat hal pada dewan yang baru dilantik. Empat tuntutan tersebut yaitu:

  1. Menuntut DPRD menyelesaikan persoalan daerah yang paling prioritas seperti ilegal logging atau pembabatan hutan lindung di Pulau Sumbawa;
  2. Menyelesaikan persoalan agraria di NTB;
  3. Menyelesaikan persoalan  pembangunan infrastruktur daerah yang belum maksimal seperti jalan dan lainnya;
  4. Menekan DPR agar menggunakan hak pengawas dalam mengawasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa di Lombok Utara.

AYA




Peserta APGN Kagumi Karnaval Heritage Lombok Sumbawa

Selain n karnaval budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat Cerorot (jajanan khas Lombok)

MATARAM.lombokjournal.com —  Karnaval bertajuk Heritage Lombok Sumbawa, menyajikan beragam arakan budaya mulai dari Ampenan di Pulau Lombok hingga Sape Bima di Pulau Sumbawa, ditampilkan di jalan utama di ibukota Provinsi NTB di Mataram, Minggu (01/09) 2019.

Gelaran budaya tersebut menampilkan beragam seni budaya daerah. Mulai dari fashion tradisional, atraksi seni dan corak budaya semua etnis di NTB, hingga beragam kuliner dan kearifan lokal lainnya.

Kegiatan yang berlangsung sangat meriah itu dirangkai dengan Symposium Internasional Asia Pacific Geopark Network (APGN)  2019.

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj.Siti Rohmi Djalilah membuka kegiatan itu, didampingi para bupati/Walikota se-NTB bersama jajarannya dan ribuan pengunjung masyarakat umum serta turist manca negara yang larut dalam kemeriahannya.

Tidak ketinggalan Prof.Dr. He Qingcheng selaku Koordinator APGN, Mr. Setsuya Nakada, Wakil Koordinator APGN, dan Mr. Tan Vn Tran, anggota APGN Advisory Committee, serta perwakilan peserta dari 30 Negara  di kawasan Asia Pasifik.

Mereka tampak sangat antusias menyaksikan tiap moment budaya atau atraksi dari para peserta karnaval.

Wagub mengatakan, karnaval budaya itu sebagai momentum untuk menunjukan bahwa NTB sangat indah.

NTB adalah salah satu tempat terindah tempat yang nyaman untuk dikunjungi dari seluruh dunia, kata wagub.

“Semoga seluruh dunia bisa melihat bahwa NTB siap menerima seluruh visitornya,” tutur Wagub yang mengenakan pakaian tradisional khas Lombok, Lambung.

Selain memukau penonton dengan karnaval budaya, rangkaian karnaval juga menampilkan demo membuat Cerorot (jajanan khas Lombok).

Cara pembuatan jajanan tradisional ini langsung dilakukan oleh Wagub Sitti Rohmi Djalilah, juga oleh para peserta APGN yang berasal dari berbagai negara di dunia.

Tak hanya cara membuat, cara memakan jajanan ini juga dipraktekkan oleh Umi Rohmi di hadapan para peserta APGN.

Prof.Dr. HE QIENCHENG yang  hadir bersama puluhan delegasi peserta sidang UGG di acara tersebut menyatakan kagum dengan carnaval haritage tersebut.  Di awal acara ia bersama Wagub sempat ikut demo untuk membikin bungkus jajanan tradisional sasak “cerorot” yang terbuat dari Janur kuning.

Meski beberapa kali mencoba melilitkan janur membentuk lingkaran mengikuti arahan instruktur, Namun ia tidak berhasil membuatnya.

Saat mencicipi jajanan cerorot, Prof. He Qiencheng terlihat sangat menikmatinya, seraya berujar “so delicius”.

Ia juga mengaku sangat berterima kasih dan puas dengan  cara penerimaan di acara  yang menampilkan beragam seni budaya NTB itu.

Selain Prof. He Qiencheng, seorang peserta UGG dari Negara Thailand secara terbuka mengaku takjub dengan Lombok.

“Lombok is nice, very beautiful and good food”, ujarnya melalui microphone saat ditanya pembawa acara Bimo, yang disambut riuh tepuk tangan dari para hadirin.

Kebanggaan masyarakat NTB sebagai tuan rumah Symposium APGN juga membangkitkan optimisme akan kembali pulihnya pariwisata NTB pasca bencana gempa beberapa waktu lalu.

Terlebih dengan gelaran karnaval yang melibatkan ratusan orang dari beragam budaya yang dimiliki NTB diapresiasi juga oleh masyarakat internasional melalui kehadiran peserta symposium APGN sejak Sabtu (31/08.

“Saya merasa bangga dengan acara ini. Budaya kita yang luar biasa ini bisa ditunjukkan sebagai aset daerah dan negara. Harapan saya kita sama-sama  bekerjasama memulihkan pariwisata. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas kita sebagai masyarakat,” tutur Lalu Irfan, salah seorang warga masyarakat asal Mataram.

Penuturan serupa juga disampaikan Kepala Desa Labulie, Mahjat S.Pd yang ikut dalam karnaval bersama warganya.

Mahjat berharap, acara Symposium APGN dam rangkaian acaranya dapat menjadi pembuka untuk acara-acara internasional lainnya di NTB.

“Lewat rangkaian acara ini kami harapkan dapat membuat daerah kita bisa dipercaya oleh dunia untuk acara-acara besar lainnya dan pariwisata dari desa juga bisa mendunia,” tandasnya.

AYA/Diskominfotik




Beasiswa Luar Negeri Bukan Meniadakan Dalam Negeri

“Kalau di dalam negeri  kedaerahan tetap melekat. rasa NKRI pelajar  bisa tertanam di dunia Internasional”

MATARAM.lombokjourna.com — Program beasiswa keluar negeri bukan berarti meniadakan beasiswa pendidikan dalam negeri.

Malah jumlah beasiswa yang bisa dinikmati oleh pelajar NTB di dalam negeri lebih banyak termasuk pos anggarannya bisa masuk dalam nomenklatur Bantuan Sosial (Bansos) yang ada di Pemerintah sendiri.

Hanya saja pemberitaan program beasiswa dalam negeri tidak menjadi sesuatu yang menarik didengar bahkan bagi media sendiri tidak diangkat jadi sebuah berita yang seksi.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjawab kegelisahan warga NTB yang sedang mengenyam bangku kuliah di dalam negeri dalam acara Leadership Talk yang berlangusng di Jakarta, sabtu (31/08)  2019.

Pemberian beasiswa di dalam negeri oleh pemerintah bukan sesuatu yang spesial diumumkan, bahkan dilihat gubernur sesuatu yang biasa.

Ini akan sangat berbeda dengan kesan adanya program beasiswa keluar negeri.

“Kalau orang NTB banyak ke Luar Negeri ia jadi berita, kalau orang NTB jadi TKI kan biasa,” kata gubernur.

Di NTB sendiri hampir merata ada program beasiwa yang disiapkan. Gubernur menyebutkan di Mataram terdapat di kampus Muhammadiyah, lalu di Sumbawa sendiri beasaiswa ada di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang sangat banyak hampir 1200 an dari segi jumlah.

“Dan itu bukan sesuatu yang wah. Itu biasa tapi ini kesannya pasti berbeda kalau beasiswa keluar negeri,” jelasnya.

“Bansos gubernur juga ada beasisawa untuk dalam negeri,” sebutnya.

Gubernur memastikan, beasiwa luar negeri itu biasa diakses oleh siapa saja. Jika pun dilihat banyak kekurangan tentu hal yang lumrah pasalanya perjalannya program itu oleh Pemprov NTB sendiri baru berjalan satu tahun.

Seiring dengan waktu banyak masukan yang bisa diakomodir oleh pemerintah sendiri demi perbaikan lebih baik.

1000 beasaiwa keluar negeri itu, lanjut gubernur bagIan dari difresnsiasi program (program yang berbeda) dari guberur sebelumnya bahkan program itu tidak semua daerah memiliknya.

Bang Zul sapaan gubernur itu menjelaskan pelajar NTB rata rata cerdas dan survive.

Sehingga akan sangat bagus ketika diperkenalkan dunia internasional. Belajar ke luar negeri tidak hanya akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan gelar saja melainkan bagaimana menanamkan rasa NKRI di negera orang.

“Kalau di dalam negeri mental kedaerahan pasti tetap melekat. Nah yang kita harapkan rasa NKRI pelajar NTB bisa tertanama di dunia Internasional,” terang gubernur.

Gubernur juga menyampaikan tidak ada kewajiban bagi setiap pelajar yang dikirim untuk balik ke daerah sebab NTB diumpakan gubernur hanya kolam kecil, namun disisi ikan besar yang giginya tajam.

“Artinya biarkan kalau mereka sudah selesai menjadi warga dunia tidak harus ke daerah. Kalau bisa para pelajar hebat dari NTB ada disemua negara dengan berbagai profesi yang mereka jalani,” terangnya.

Diketahui dalam acara tersebut dua pelajar NTB mengajukan pertanyaan terkait program beasaiwa Pemprov NTB keluar negeri.

Tidak hanya itu mereka juga menanyakan target kontribusi yang diharapkan mereka setelah selesai harus seperti apa.

Kedua pelajar itu mahasiswa asal Bima, Yabani Ibnu Mahasiwa Univeristas Indonesia dan Muhammad Syaiful Mujab asal Lombok yang juga sebagai mahasiswa Universitas Indonesia.

AYA/HmsNTB




Belajar Kejujuran dari Sidang UGG Council Lombok NTB

Bagaimana mungkin seseorang secara jujur mengakui tentang “isi hatinya”, tentang subyektifitasnya, yang seharusnya hanya Tuhan dan orang itu yang tahu bahwa dia “tidak bisa obyektif” menilai sebuah dokumen usulan

lombokjournal.com —

KLU   ;   Begitu banyak pelajaran berharga yang diperoleh dari proses sidang UGG Council Tahun 2019 yang dilaksanakan di Hotel Vila Ombak, Gili Trawangan, Lombok- Nusa Tenggara Barat.

Sidang yang dipimpin Mr. Guy Martini, saat membahas usulan Unesco Global Geopark dari berbagai negara, (Minggu, 1/9-2019) berlangsung sangat fair diwarnai pengakuan jujur dari para peserta.

Tampak beberapa kali anggota UGG Council secara otomatis mengangkat tangan pada saat  pimpinan sidang menyebutkan nama usulan Unesco Global Geopark yang akan dibahas.

Secara jujur, setiap anggota UGG Council langsung mengakui bahwa mereka memiliki konflik kepentingan terhadap usulan geopark tersebut.

Contohnya, pada saat pembahasan dokumen usulan Geopark Yangan Tau dari Rusia, salah seorang anggota UGG Council dari Spanyol atas nama Ms Helga Irinan Chulepin Molina langsung mengangkat tangannya segera setelah pimpinan sidang menyebutkan nama usulan geopark yang akan di bahas.

Demikian juga pada saat pembahasan Geopark Toba, tampak Mr. Guy Martini langsung keluar dari ruang sidang dan digantikan oleh anggota UGG yang lain.

“ I have a conflict of Interest “ ucap setiap mereka meninggalkan ruangan.

Betapa sebuah pelajaran berharga dan penting buat kita semua untuk meningkatkan integritas dan kejujuran. Bagaimana mungkin seseorang secara jujur mengakui tentang “isi hatinya”, tentang subyektifitasnya, yang seharusnya hanya Tuhan dan orang itu yang tahu bahwa dia “tidak bisa obyektif” menilai sebuah dokumen usulan.

Hasil diskusi dengan beberapa diantaranya, alasan mereka tidak bisa obyektif adalah karena mereka pernah datang ke tempat yang dinilai, pernah dilayani dengan baik, pernah berinteraksi intensif dengan pihak pengusul dan atau pernah menjadi evaluator atas dokumen yang diusulkan.

Selain itu, setiap orang dengan terbuka menyatakan mereka setuju atau tidak setuju dengan pendapat orang lain.

Tidak ada rasa sungkan walaupun kemudian yang dibantah pendapatnya adalah pimpinan sidang, dan pimpinannya pun tidak merasa keberatan dibantah dan didebat secara terbuka di depan forum.

BACA JUGA  ;  Peserta UGG Council & APGN-AC Terpesona Gili Trawangan

Sebaliknya beberapa kali juga peserta langsung mengakui bahwa mereka salah dan lemah argumentasinya. Dan pengakuan itu disampaikan secara terbuka di depan forum, di depan semua orang tanpa harus merasa takut kehilangan kehormatan.

Hal ini tentu menjadi contoh yang baik bagi para observer, terutama yang berasal dari Indonesia dimana “rasa sungkan dan malu” menyampaikan pendapat masih menjadi kebiasaan yang berlaku secara umum.—

Tim Media APGN

 




Peserta UGG Council & APGN-AC Terpesona Gili Trawangan

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia”

lombokjournal.com —

KLU   ;  Di sela-sela kesibukan mengikuti sidang, para peserta sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee  dari berbagai negara, mengaku kagum dengan Pulau Lombok yang indah dan aman, khususnya pesona Gili Trawangan.

Pulau kecil yang dikelilingi taman laut yang sangat indah serta pasir putih bak mutiara itu, memberikan kesan istimewa bagi para tamu. Mereka berharap bisa berkunjung lagi dalam suasana yang lebih rileks di masa yang akan datang.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar saat Welcome Dinner bersama para delegasi sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee dan para observer di Gili Terawangan, Sabtu malam (31/08) 2019 mengungkapkan, terdapat berbagai keunikan di sekitar Gili Trawangan.

Salah satunya adalah munculnya sumber air tawar di tengah laut.

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia,” terangnya.

Para peserta pertemuan, diharapkannya dapat menikmati suasana nyaman dan keindahan Gili Trawangan tersebut.

Bupati Najmul  menyadari,  di tengah agenda sidang UGG yang padat, mulai dari pagi hari hingga malam, tentu para tamu belum puas dapat menikmati seluruh sudut keindahan yang ada.

Bupati berharap para delegasi dapat kembali lagi mengunjungi wilayah Lombok Utara, dalam situasi yang lebih santai atau pun liburan bersama dengan keluarga dan teman dari masing-masing Negara.

Ia menyebut Lombok selain sangat indah, juga tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Baik sekedar untuk rekreasi dan santai bersama keluarga maupun untuk kegiatan  berinvestasi.

BACA JUGA ; Belajar Kejujuran dari Sidang UGG Council Lombok NTB

“Masyarakat NTB sangat Wellcome untuk itu”, pungkasnya.

Pada acara wellcome dinner tersebut, para tamu selain disuguhi beragam menu masakan internasional hingga makanan khas sasak, juga dimeriahkan dengan sajian kesenian Rudat.

Atraksi ini adalah salah satu tarian tradisional yang gerakannya seperti pertunjukan pencak silat, ada gerakan memukul, menendang, memasang kuda-kuda dan menangkis. Tarian ini umumnya ditampilkan untuk penyambutan tamu dan acara-acara penting di masyarakat.

Tim Media APGN

 




Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia Untuk KLU

Momentum tersebut adalah fase cukup bersejarah bagi Kehumasan Pemda KLU, satu dasawarsa terakhir

lombokjournal.com —

TANGERANG   ;    Prestasi gemilang kembali diraih Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dalam ajang kompetisi Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2019 yang diselenggarakan Humas Indonesia, anggota PR Indonesia Group, di Halaman Kantor Balai Kota Tangerang, Banten,  Jum’at  (30/08) 2019.

Pemda KLU meraih dua penghargaan, yaitu Tropi Silver Winner (Peringkat II) kategori Best Leader Supporting Public Relations and Communications, serta Plakat Penghargaan kategori Terpopuler di Media Online 2019.

AHI 2019 merupakan barometer pencapaian kinerja humas pemerintah baik pusat maupun daerah sepanjang 2018. Kehadiran kompetisi ini dihajatkan mendorong terciptanya humas yang strategis dan kontributif bagi reputasi positif segenap institusi publik dan perusahaan milik negara/daerah.

Dengan memproyeksi kinerja humas pemerintah pada Kementerian, Perguruan Tinggi, Lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Humas Pemerintah Daerah, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Indonesia.

Penjurian AHI 2019 dilakukan Dewan Penilai pada 13–15 Agustus 2019 terdiri dari praktisi ahli yang telah lama berkecimpung di dunia kehumasan.

Di antaranya, Maria Wongsonagoro (Pakar Public Relations), Emilia Bassar (Pakar Komunikasi dan Branding), Asmono Wikan (Founder & CEO PR Indonesia Group), John Fresley (Mantan Ketua Komisi Informasi Pusat/IPDN), Zinnia Nizar (Vice President Internasional Council of Design).

Untuk kategori Terpopuler di Media Online 2019, basis penilaian dilihat dari jumlah eksposur terbanyak di media online.

Pada kategori ini, Humas Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Indikator melakukan monitoring pemberitaan ratusan Kementerian/Lembaga/BUMN/Pemerintah Daerah/BUMD pada lebih dari 3000 media online di Indonesia, sepanjang Januari sampai dengan Juni 2019.

Berdasarkan monitoring dan analisa kualitatif, Humas Indonesia menetapkan Pemda KLU sebagai Pemenang Anugerah Humas Indonesia kategori Terpopuler di Media Online 2019, subkategori Pemerintah Kabupaten, termasuk dari instansi dan pemda lainnya.

Penghargaan juga diberikan kepada Kabupaten Belitung, Badung, Banyuwangi, Bogor, Bone, Gunung Kidul, Manggarai, Musi Banyuasin, serta Purwakarta. Penghargaan diberikan oleh CEO PR Indonesia Asmono Wikan.

 

Acara malam Anugerah Humas Indonesia bertajuk Sinergi Membangun Reputasi itu, dihadiri oleh praktisi kehumasan dari berbagai daerah di Indonesia serta 27 institusi pemerintah daerah.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah, bersama Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti RI Nada DS Marsudi, Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Universitas Dr. Sutomo Surabaya Dadan Nugraha, Para Kepala Daerah, Pejabat

Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD, Jajaran Forkopimda Kota Tangerang dan sejumlah undangan lainnya. Dari Pemda KLU, turut hadir  mewakili Bupati Lombok Utara, Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta beserta tim kehumasan.

Founder dan CEO PR Indonesia Asmono Wikan menerangkan, praktisi humas memiliki tanggung jawab dalam membangun kebesaran suatu daerah atau instansi. Humas berperan vital membangun reputasi secara optimal.

Di Indonesia, lanjut Asmono, terdapat 34.000 orang praktisi humas aktif yang mengelola pranata dan agenda-agenda kehumasan.

Dalam pada itu, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah merasa bahagia menjadi tuan rumah acara AHI 2019. AHI dapat membangun komunikasi kepada masyarakat melalui unsur kehumasan.

Program pemerintah tak bisa berhasil sepenuhnya tanpa komunikasi dan publikasi yang baik.

“Saya apresiasi kepada teman-teman humas. Dalam mendorong program pemerintah bisa dipahami oleh masyarakat luas, dan juga mendorong partisipasi masyarakat dalam program pemerintah,” jelas walikota.

Dua juara sekaligus

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas merasa bersyukur atas capaian prestasi tersebut. Lantaran pada tahun 2019 ini, Pemda KLU berhasil mendapat dua penghargaan sekaligus.

Prestasi ini tuah dari kerja kolektif kolegial korsa Humaspro KLU.

“Tiap ikhtiar ada proses, tiap proses ada keringat, tiap keringat bertuah, tiap tuah ada hasil, tiap hasil dari kolektivitas yang bersifat kolegial, lagi komunal. Ajang AHI ini sebagai  pemacu apresiasi untuk lebih baik lagi ke depan,” tuturnya lugas.

Lebih lanjut diuraikannya, Humas dapat menjadi garda pengelolaan informasi pembangunan daerah dari program unggulan, kegiatan reguler Pemda KLU selama ini. Selain menyampaikan agenda pimpinan daerah melalui kanal media humas, media massa maupun media sosial.

Apresiasi AHI 2019 yang diadakan di Kota Tangerang ini berkesan. Pasalnya momentum tersebut adalah fase cukup bersejarah bagi Kehumasan Pemda KLU, satu dasawarsa terakhir.

Betapa tidak, pada ajang Malam Anugerah Humas Indonesia 2019, kiprah Humas Pemda KLU masuk dua kategori juara sekaligus, yaitu Terpopuler di Media Online dan kategori Best Leader Supporting Public Relations and Communications di tengah keterbatasan sarana prasarana dan pengelolaan pascagempa bumi 2018 silam.

Acara malam AHI 2019 semarak dengan penampilan tarian seni budaya dan deretan tembang yang dilantunkan band musik serta suguhan kuliner khas Tangerang.

Para praktisi kehumasan kemudian berfose bersama dan ramah tamah. Acara berlangsung khidmat dan tampak meriah.

dyd/djn/humaspro




Mi6 : Peluang Petahana Tumbang  di Pilbup Bima Cukup Besar

“Apalagi pemuda di Bima membutuhkan figur yang dapat memahami kebutuhan mereka”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Kontestasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan berlangsung pada 2020, termasuk di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kontestasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan berlangsung pada 2020, termasuk di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan ada fenomena menarik dalam kancah perpolitikan di NTB, setidaknya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Fenomena perubahan lewat pendatang baru sangat kental terasa di NTB,” ujar pria yang akrab dikenal Didu di Mataram, Minggu (01/09) 2019.

Didu tak sekadar bicara. Merujuk data hasil pilkada tingkat Gubernur NTB 2018 hingga pemilihan legislatif (pileg) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, banyak petahana yang justru tumbang.

Didu meyakini fenomena ini akan terjadi pada pilkada serentak 2020, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Khusus untuk Pulau Sumbawa, Didu memprediksi persaingan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Bima akan berlangsung sengit. Dan peluang Petahana untuk tumbang dalam Pilbup kota Bima cukup besar karena arus perubahan sedang menggema dan melanda disemua wilayah di NTB .

Petahana pecah kongsi

Di Kabupaten Bima, mantan Bupati, Drs H Syafruddin, MPd sudah menyatakan maju. Di sisi lain, ada kemungkinan Bupati dan Wakil Bupati Bima yang menjadi petahanan, akan pecah kongsi.

Didu menyebutkan, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri (IDP) dan Wakil Bupat, Bima Dahlan M Noer diprediksi akan pecah kongsi dan saling bersaing pada pilbup 2020, meskipun dalam berbagai kesempatan, Dahlan masih menegaskan tetap bersama IDP.

“Menariknya, ada magnet yang mencoba menarik keluar Dahlan untuk berhadapan dengan IDP,” lanjut Didu.

IDP, menurut Didu, sudah nyaman dengan  Partai Golkar sebagai pemenang pileg di Kabupaten Bima pada 2019. Terlebih, sejumlah partai mulai membangun komunikasi langsung dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima tersebut, di antaranya Partai Nasdem yang ingin melanjutkan koalisi nasional.

“Kemungkinan Dahlan tergeser sebagai pendamping IDP juga cukup besar. Apalagi Dahlan diperkirakan akan membawa kendaraan Gerindra,” kata Didu.

Didu berpandangan, kondisi ini akan membuat kontestasi Pilbup Bima semakin kompetitif. Dahlan sendiri dikenal sebagai figur yang sederhana dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Tak hanya Dahlan dan IDP, peluang besar juga dimiliki parpol lain jika ‘pede’ mengusung kadernya sendiri.

Didu mengambil contoh Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Adminurlah, yang sudah mendeklarasikan diri ikut bertarung. PAN dengan soliditas kadernya, menjadi modal untuk dapat mengusung kader sendiri.

PAN juga sudah membangun komunikasi dengan PKS untuk membuat poros baru.

“Belajar dari Pilkada sebelumnya, PKS  cenderung mengusung figur di luar petahana, bahkan mengorbit kader sendiri. Maka, PAN-PKS bisa saja berkoalisi. Kedua partai ini memiliki soliditas kader yang kuat dan bisa menjadi kekuatan baru di pilkada serentak 2020,” ucap Didu.

Nama lain yang berpotensi mengejutkan, kata Didu, ialah Mori Hanafi dengan Partai Gerindra. Mantan Calon Wakil Gubernur NTB tersebut tidak asing di masyarakat Bima. Apalagi Mori dapat membuktikan menang di kandang pada Pilkada Gubernur NTB lalu.

Didu menilai bukan tidak mungkin Mori menggandeng Muhammad Aminurlah, yang mewakili Bima bagian Timur.

“Ini akan menjadi kekuatan yang dapat menggoyang petahana. Apalagi popularitas dan elektabilitas Mori merata di wilayah Bima,” kata Didu.

Selain itu, Didu juga menaruh perhatian pada sosok muda yakni Raehan dari NasDem dan Hadi Santoso. Politisi dan pengusaha muda bisa mewakili representasi kelompok muda.

“Apalagi pemuda di Bima membutuhkan figur yang dapat memahami kebutuhan mereka,” tambah Didu.

Didu menambahkan, peluang besar tak hanya dimiliki para calon dari jalur parpol, melainkan juga calon dari jalur independen. Didu memandang untuk memenangkan pertarungan di Pilkada Kabupaten Bima, para kontestan sejatinya sudah harus mulai pergerakan sejak saat ini dengan membangun pondasi politik.

“Ini sangat penting untuk mulai bergerak mengingat waktu pelaksanaan pilkada sudah semakin dekat karena tahapan sendiri sudah mulai berjalan pada September nanti,” ungkap Didu.

Me




Gerindra Tunjuk Mori Hanafi Jadi Wakil Ketua DPRD NTB

“Surat penetapannya sudah keluar dan ditetapkan 26 Agustus lalu”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Partai Gerindra tercatat sebagai salah satu pemenang Pileg 2019 lalu di NTB. Partai ini kabarnya telah merampungkan komposisi perangkat alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD NTB.

Kabar yang beredar menyebut Mori Hanafi ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPRD NTB dan Nauvar Furqoni Farinduan sebagai Ketua Fraksi.

“Komposisi AKD di internal kami (Gerindra) memang sudah ditetapkan, Pak Mori sebagai Wakil Ketua dan saya jadi Ketua Fraksi,” Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB, Nauvar Furqoni Farinduan, Minggu (01/-9) 2019.

Politisi asal Lombok Barat ini menyebut penetapan Mori Hanafi sebagai Wakil Ketua sesuai penunjukan pengurus pusat Gerindra. Mori ditunjuk lantaran dianggap memiliki pengalaman pernah memimpin lembaga yang sama pada periode sebelumnya.

Lewat pengalaman Mori itu, diharapkan Partai Gerindra bisa tampil maksimal mengawal aspirasi rakyat. Terlebih selama menjadi Wakil Ketua, Mori dinilai memiliki kompetensi memadai.

Dengan tampilnya Mory menduduki salah satu tampuk kepemimpinan dewan diharapkan kontribusi Gerindra lebih signifikan. Selain itu, dinamika yang diperankan Gerindra lebih kondusif dan dinamis.

Kabar yang beredar menyebutkan, polemik di internal Gerindra sempat memanas terkait penetapan Mori sebagai Wakil Ketua.

Penyebabnya, Ketua Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat juga mengincar posisi yang sama.

Farin menegaskan, terkait kabar itu penetapan Mori justru atas usul Ridwan.

Ketua Gerindra NTB ini disebutnya menolak posisi Wakil Ketua lantaran ingin fokus mengemban tugas-tugas kepartaian.

“Memang seperti itu. Pak ketua (Ridwan) ingin fokus menjalankan tugas beliau sebagai ketua partai,” ucapnya.

Bahkan, jelasnya, penetapan Mori dan dirinya selaku Ketua Fraksi disebutnya tidak lepas dari peran Ridwan.

Atas usul yang bersangkutan di rapat internal Gerindra NTB, ia dan Mori disepakati diusulkan ke pusat menduduki jabatan saat ini.

Selaku Ketua Fraksi Gerindra, Farin menegaskan, dirinya Senin besok (02/09), akan dilantik.

Dengan dilantiknya anggota DPRD NTB priode 2019-2024 diharapkan sebagai tonggak dimulainya pengabdian seutuhnya bagi rakyat NTB.

Terpisah, Mori Hanafi membenarkan dirinya ditunjuk sebagai wakil ketua. Penunjukan itu sesuai keputusan pengurus pusat di Jakarta.

“Surat penetapannya sudah keluar dan ditetapkan 26 Agustus lalu,” ungkapnya.

Sebagai kader partai, tugas yang diberikan itu disebutnya sebagai amanat yang harus dijalankan kader. Karena itu, ia memastikan tugas tersebut akan dijalankan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Ketua Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat sejauh ini masih belum memberikan konfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan telepon genggam, nomornya tidak aktif.

AYA